LO 3 Kode Etik Kedokteran Gigi

Kode etik adalah suatu bentuk aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat
berdasarkan prinsip-prinsip moral tatacara, pedoman etis yang ada dan pada saat yang
dibutuhkan akan dapat difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan
yang secara logika-rasional umum dinilai menyimpang dari kode etik.
Kode etik kedokteran gigi Indonesia terdiri dari 4 macam, yaitu:
1. Kewajiban Umum
2. Kewajiban Dokter Gigi terhadap Pasien
3. Kewajiban Dokter Gigi terhadap Teman Sejawat
4. Kewajiban Dokter Gigi terhadap Diri Sendiri
1. Kewajiban Umum
Kewajiban umum terdiri dari 9 pasal yaitu:
a. Pasal 1
Dokter Gigi di Indonesia wajib menghayati, mentaati dan mengamalkan sumpah/
janji Dokter Gigi Indonesia dan Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia
b. Pasal 2
Dokter Gigi di Indonesia wajib menjunjjung tinggi norma-norma kehidupan yang
luhur dalam menjalankan profesinya
c. Pasal 3
Dalam menjalankan profesinya Dokter Gigi di Indonesia tidak boleh dipengaruhi oleh
pertimbangan untuk mencari keuntungan pribadi
d. Pasal 4
Dokter Gigi di Indonesia harus member kesan dan keterangan atau pendapat yang
dapat dipertanggungjawabkan
e. Pasal 5
Dokter Gigi di Indonesia tidak diperkenankan menjaring pasien secara pribadi,
melalui pasien atau agen
f. Pasal 6
Dokter Gigi di Indonesia wajib menjaga kehormatan, kesusilaan, integritas dan
martabat profesi dokter gigi
g. Pasal 7

Kodeki yang di putuskan oleh PBIDI Telah menyesuaikan dengan kondisi yang berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran serta etika dinamika global yang ada. Pasal 9 Dokter Gigi di Indonesia dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. staf dan masyarakat h. Sikap tulus ikhlas yang dilandasi sikap profesionalisme kerja sangat penting untuk di terapkan karena hal ini akan menegakkan wibawa seorang dokter dan memberikan kepercayaan dan ketenangan pada pasien selama melakukan perawatan. pendidik dan pemberi pelayanan kesehatan (promotif preventif. Kewajiban Dokter Gigi terhadap Pasien Kode etik dokter terhadap pasien di atur dalam pasal 10-13 yang dimuat sesuai dengan Surat Keputusan PB IDI No 22/PB/A-4/04/2002 Yang di buat oleh organisasi profesi yang bersangkutan. kuratif. 2. wajib bertindak sebagai motivator. Dokter Gigi di Indonesia berkewajiban untuk mencegah terjadinya infeksi silang yang membahayakan pasien. dan rehabilitatif). Pasal 8 Dokter Gigi di Indonesia wajib menjalin kerjasama yang baik dengan tenaga kesehatan lainnya i. b. Pasal 11 . a. Pasal 10 Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan ketrampilannya untuk kepentingan pasien. Sehingga di harapkan nantinya pasien akan kooperatif dan dapat bekerjasama dengan dokter selama masa perawatan. Dalam hal ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan sehingga atas persetujuan pasien ia wajib merujuk pasien kepada dokter tersebut.

d. Pasal 14 Memperlakukan teman sejawat sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. Pasal 12 Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dan / dalam masalah lainnya. dokter berkewajiban memberi waktu kepada pasien untuk berkonsultasi dengan keluarga atau orang yang di percayainya dalam hal perawatan dan pengobatan yang akan di jalani. kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya Dokter berkewajiban memberikan pertolongan pertama kepada siapapun yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak. Pasal 13 Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan. c. Dokter juga perlu mendalami latar belakang pasien baik dari aspek social. c. Dokter berkewajiban menghormati agama dan keyakinan pasien. b. 3. Kewajiban Dokter Gigi terhadap Teman Sejawat a. bahkan juga setelah pasien tersebut meningeal dunia. Jika memungkinkan pertolongan yang di berikan terlebih dahulu meminta persetujuan pasien yang bersangkutan atau keluarganya dan segera merujuk jika kasusnya memerlukan tindakan lebih lanjut. mental. Pertolongan dokter yang di berikan sesuai kemampuan masing masing dan sesuai sarana yang tersedia.ekonomi. Wlaupun dalam rumah sakit berlaku aturan aturan tertentu dalam menjalankan suatu perawatan. Pasal 16 . Pasal 15 Tidak dibenarkan mengambil alih pasien dari teman sejawat tanpa persetujuan.intelektual dan spiritualnya.

LO 4 Sanksi Yang Diterima Apabila Tidak Menjalankan Tugas Sesuai Dengan Kode Etik. Pasal 19 Memelihara kesehatan supaya dapat bekerja dengan baik. Pelanggaran kode etik dibagi menjadi dua. . Pelanggaran etik etikolegal.  Memuji diri sendiri di depan pasien. Pelanggaran etik. Berhalangan menyelenggarakan praktik. Pasal 17 Wajib mempertahankan martabat dirinya.  Tidak mengikuti pendidikan kedokteran yang berkesinambungan. dan lain-lain.  Mengambil alih pasien tanpa persetujuan teman sejawat. Pelanggaran etik sendiri dibedakan menjadi dua. contohnya:  Menarik imbalan secara tidak wajar dari pasien. peringatan tertulis.  Mengabaikan kesehatan sendiri. yakni: 1. c. Kewajiban Dokter Gigi terhadap Diri Sendiri a. Biasanya hanya berupa teguran. harus membuat pemberitahuan/ merujuk pengganti. contohnya:  Pelayanan kedokteran di bawah standar. Pasal 18 Wajib secara aktif mengikuti perkembangan IPTEK dan etika. yaitu: a. b. Pelanggaran etik merupakan pelanggaran yang hanya melanggar poin-poin di dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI). b.  Menerbitkan surat keterangan palsu. 4. pencabutan Surat Izin Praktek (SIP) untuk sementara atau selamanya. Sanksi yang diberikan tidak sampai dibawa ke pengadilan. Pelanggaran etik murni.

Pelanggaran etik sekaligus pelanggaran hokum Pelanggaran etik sekaligus pelanggaran hokum merupakan pelanggaran yang tidak hanya melanggar poin-poin dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI). sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan dan paling lama 1 (satu) tahun 2. Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi atau Surat Izin Praktik yang dimaksud dapat berupa Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi atau Surat Izin Praktik sementara selama-lamanya 1 (satu) tahun. dan/atau 3. atau Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi atau Surat Izin Praktik tetap atau selamannya. Pemberian peringatan tertulis 2.Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi yang dimaksud dapat berupa : a. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran pada Pasal 69 ayat (3) adalah : 1. Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi atau Surat Izin Praktik.000. Pendidikan formal b.000. tetapi juga melanggar poin-poin dalam Undang Undang Republik Indonesia khususnya tentang praktik kedokteran. Pelatihan dalam pengetahuan dan atau ketrampilan.  Membuka rahasia jabatan/pekerjaan dokter. Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi.  Abortus provokatus  Pelecehan seksual Sanksi disiplin yang dapat dikenakan oleh MKDKI berdasarkan Undang. Sanksinya dapat berupa: a.undang No. magang di institusi pendidikan atau sarana pelayanan kesehatan jejaringnya atau sarana pelayanan kesehatan yang ditunjuk. . Penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp 100.00 apabila dokter atau dokter gigi menyelenggarakan praktik tanpa memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

dan dengan sengaja tidak memenuhi kewajibannya sebagai dokter atau dokter gigi sebagaimana dimaksud UURI No.000.00 apabila dokter atau dokter gigi menyelenggarakan praktik tanpa memiliki Surat Izin Praktek (SIP). Pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp 50. Hal ini sesuai dengan bunyi UURI No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal 76. . dengan sengaja tidak membuat rekam medic sebagaimana dimaksud dalam UURI No. 29 Tahun 2004 Pasal 46 ayat 1. 29 Tahun 2004 Pasal 41 ayat 1.00 apabila dokter atau dokter gigi dengan sengaja tidak memasang papan nama sebagaimana dimaksud dalam UURI No. c.000. 29 Tahun 2004 Pasal 51. Penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 150. b.000. Hal ini sesuai dengan bunyi UURI No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal 75.000.