Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM

)
Tags: 2017, IbuAnak, MTBM, PerawatanBayiMay 19, 2017

Kematian anak di Indonesia sering dijumpai pada usia neonatal atau bayi muda. Rasionya 19 per
1000 anak meninggal pada usia neonatal-bayi muda. Bayi muda adalah bayi berusia 1 hari – 2
bulan. Pada usia ini, bayi sangatlah rentan terserang penyakit. Sekali terkena akan sangat cepat
mengalami perburukan bahkan kematian jika tidak mendapat penanganan yang tepat dan segera.
Berbagai upaya terus dilakukan di berbagai negara untuk meningkatkan angka harapan hidup pada
rentang usia ini. Mulai dari WHO, Kemenkes, dan berbagai organisasi kesehatan anak lainnya
membuat panduan dalam upaya peningkatan angka harapan hidup anak. Di Indonesia sendiri sudah
dibentuk peraturan mentri kesehatan dalam manajemen terpadu bayi muda atau yang dikenal
dengan MTBM.

Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) merupakan suatu pendekatan yang terpadu dalam
tatalaksana bayi umur 1 hari – 2 bulan, baik yang sehat maupun yang sakit, baik yang datang ke
fasilitas rawat jalan maupun yang dikunjungi oleh tenaga kesehatan pada saat kunjungan neonatal.

Pada Permenkes RI Nomor 70 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan manajemen terpadu balita
sakit berbasis masyarakat, disebutkan bahwa pada bayi muda usia 0 – 2 bulan harus mendapatkan
4 macam pelayanan yang termsuk dalam MTBS-M:

1. Perawatan esensial bayi baru lahir
2. Pengenalan tanda bahaya bayi baru lahir dan persiapan rujukan bila memang diperlukan
3. Penatalaksanaan bayi berat lahir rendah (BBLR)
4. Penatalaksanaan infeksi pada bayi baru lahir

Berikan juga vitamin K1 (fitomenadion) 1 mg intramuskular (IM) di paha kiri. dianjurkan untuk melakukan kunjungan atau kontrol ke fasilitas pelayanan kesehatan minimal 3 kali (6-24 jam. beri imunisasi BCG intrakutan dan vaksin polio oral 2 tetes ke mulut bayi saat akan pulang dari rumah sakit. Sebagian besar bayi hanya memerlukan perawatan sederhana pada saat dilahirkan.5 mL IM di paha kanan sekurangnya 2 jam sesudah pemberian vitamin K1. yaitu diberikan kehangatan. Jangan lupa untuk selalu menjaga tali pusar tetap bersih dan kering. Pada kunjungannya yang pertama biasanya dilakukan pemeriksaan atau skrining awal. antara lain: memberikan tetrasiklin salep mata pada kedua mata satu kali. Selain itu beberapa obat. selimuti dengan baik. 3-7 hari. dan 8-28 hari setelah melahirkan). biarkan bayi minum ASI sesuai permintaan.Keempat pelayanan ini diberikan tidak hanya sesaat setelah lahir saja. hindarkan aliran udara. 3 – 7 hari. Bila tidak ada kondisi bahaya pada bayi dan ibu telah cukup stabil bayi bisa tetap bersama ibunya (rawat gabung). dan 8 – 28 hari setelah melahirkan. Pada bayi muda. untuk kemudian diklasifikasikan sesuai tanda dan gejalanya . Lakukan inisiasi menyusui dini dalam jam pertama kehidupan. Tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir dan Bayi Muda Tanda dan gejala adanya penyakit atau gangguan pada bayi baru lahir dan bayi muda sering tidak spesifik. vitamin. saat bayi baru lahir datang atau saat perawatan di rumah sakit. Berikut adalah beberapa tanda yang dikategorikan bahaya jika ditemukan pada bayi baru lahir ataupun bayi muda:  Tidak bisa menyusu  Kejang  Mengantuk atau tidak sadar  Frekuensi napas < 20 kali/menit atau apnu (pernapasan berhenti selama >15 detik)  Frekuensi napas > 60 kali/menit  Merintih dan terlihat tarikan dada bawah ke dalam yang kuat  Sianosis sentral. Berikut adalah pemeriksaan yang dilakukan saat kunjungan bayi muda ke fasilitas pelayanan kesehatan: 1. Pada kunjungan berikutnya ada dilakukan pemeriksaan ulang sekaligus follow up kondisi bayi. dan dinilai warna untuk menentukan kondisi serta perlu tidaknya dilakukan rujukan. namun hingga bayi mencapai usia 2 bulan bila suatu waktu mengalami keluhan tertentu yang termasuk dalam 4 pelayanan tadi wajib segera ditindaklanjuti. dan vaksin hepatitis B 0. Tanda ini bisa dijumpai pada saat atau sesudah bayi lahir. Periksa kemungkinan adanya penyakit sangat berat atau infeksi bakteri. jalan napas dibersihkan. Pada tiap kunjungan bayi muda ke rumah sakit perlu dilakukan beberapa pemeriksaan. Jika bayi lahir di rumah sakit. maupun vaksin diberikan juga pada bayi yang baru lahir. dikeringkan. Pada bayi baru lahir jagalah bayi supaya tetap kering di ruangan yang hangat. Jika mampu mengisap. Manajemen standar pada bayi muda dilakukan minimal 3 kali pada 6 – 24 jam.

menggunakan metode KRAMER o Kramer I : kuning pada daerah kepala dan leher o Kramer 2 : kuning sampai dengan badan bagian atas (dari pusar ke atas) . Menanyakan ibu apakah bayi muda mengalami diare dan tentukan derajat dehidrasinya Tanda dan Gejala Klasifikasi Terdapat 2 atau lebih tanda berikut : DIARE DEHIDRASI BERAT o Letargis atau tidak sadar o Mata Cekung o Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat Terdapat 2 atau lebih tanda berikut : DIARE DEHIDRASI RINGAN /SEDANG o Gelisah atau rewel o Mata Cekung o Cubitan kulit perut kembali lambat Tidak cukup tanda dehidrasi berat atau DIARE TANPA DEHIDRASI ringan/sedang 3.5C) ATAU o Nanah yang banyak di mata ATAU o Pusar kemerahan meluas sampai dinding perut o Pustul kulit ATAU INFEKSI BAKTERI LOKAL o Mata bernanah ATAU o Pusat kemerahan atau bernanah o Tidak terdapat salah satu tanda diatas MUNGKIN BUKAN INFEKSI 2.5C) ATAU o Hipotermi ( <35. Periksa adanya ikterus pada bayi. Tanda atau Gejala Klasifikasi o Tidak mau minum atau memuntahkan PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU semua ATAU INFEKSI BAKTERI BERAT o Riwayat kejang ATAU o Bergerak hanya jika distimulasi ATAU o Napas cepat ATAU o Napas lambat ATAU o Tarikan dinding dada ke dalam yang kuat ATAU o Merintih ATAU o Demam (≥ 37.

Bila ditemukan bayi memiliki berat badan rendah. langsung lakukan penanganan atau rujukan tanpa melihat ada/ tidaknya masalah pada pemberian ASI 5. serta status pemberian Vit.K1. Imunisasi pertama kali yang harusnya didapatkan oleh bayi muda adalah Hb 0 pada hari 0- 7 kelahiran. 3. Selain itu bayi juga harus mendapatkan imunisasi BCG dan polio setelah lahir 6. Jika terus mengantuk. Beri fenobarbital jika terjadi kejang 5. Tanyakan adanya keluhan atau penyakit bayi yang disadari oleh ibu TATALAKSANA KEDARURATAN tanda bahaya: 1. ataupun perdarahan tali pusat 7. . Beri VTP dengan balon dan sungkup. Beri oksigen melalui nasal prongs atau kateter nasal jika bayi muda mengalami sianosis atau distres pernapasan berat. 6. periksa glukosa darah. Periksa adanya kemungkinan berat badan rendah atau masalah pemberian ASI. Jika tidak mendapat akses IV. Rujuk jika pengobatan tidak tersedia di rumah sakit ini. 2. trauma lahir. diulangi sesuai keperluan dan infus tidak terputus (continual) dekstrosa 10% dengan kecepatan 6-8 mg/kg BB/menit harus dimulai. o Kramer 3 : kuning sampai badan bagian bawah hingga lutut atau siku o Kramer 4 : kuning sampai pergelangan tangan dan kaki o Kramer 5: kuning sampai daerah tangan dan kaki Tanda dan Gejala Klasifikasi  Timbul kuning pada hari pertama (< 24 jam) IKTERUS BERAT ATAU  Kuning ditemukan pada umur lebih dari 14 hari ATAU  Kuning sampai telapak tangan /telapak kaki ATAU  Tinja berwarna pucat  Timbul kuning pada umur ≥ 24 jam sampai ≤ IKTERUS 14 hari dan tidak sampai telapak tangan/kaki  Tidak kuning TIDAK ADA IKTERUS 4. berikan ASI atau glukosa melalui pipa lambung. 4. dengan oksigen 100% (atau udara ruangan jika oksigen tidak tersedia) jika frekuensi napas terlalu lambat (< 20 kali/menit). Tanyakan dan tentukan status imunitas bayi muda. Pantau bayi dengan ketat. Beri ampisilin (atau penisilin) dan gentamisin jika dicurigai infeksi bakteri berat. 7. tidak sadar atau kejang. Jika glukosa < 45 mg/dL koreksi segera dengan bolus 200 mg/kg BB dekstrosa 10% (2 ml/kg BB) IV selama 5 menit. Tanyakan adanya masalah lain seperti kelainan kongenital.

CHILD AND ADOLESCENT HEALTH: Recomendations on Newborn He .Rujukan dilakukan berdasarkan status warna pada kondisi bayi sebelumnya. sianosis. Selain itu rujukan biasanya dilakukan jika kasus yang dijumpai berupa keracunan dengan penurunan kesadaran. Malta  Permenkes RI No. Switzerland  WHO. 2013. 2015. luka bakar di mulut dan tenggorokan. Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat  WHO. Comprehensive Implementation Plan on Maternal. Infant. and Young Child Nutrition. Guidelines on MATERNAL. dan gagal jantung. NEWBORN. sesak napas berat. NRP Pocket Card -7th Edition  WHO. Pocket of Hospital Care for Children: Guidelines for The Management of Common Childhood Illnesses 2nd ed. 2014. Geneva. Jika termasuk dalam warna merah/ kondisi berat bisa langsung dilakukan perujukan bila tidak tersedia pengobatan di faskes sebelumnya. 70 tahun 2013. SUMBER  American Academy of Pediatric and American Heart Association Guidelines fo Neonatal Resuscitation.