Nama : Danang Tri Yudono, S.Kep.

,Ns
Evektivitas posisi head up 30 derajat terhadap penurunan tekanan intra cranial pada
pasien cidera kepala ringan di rs

Kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi di era globalisasi berpengaruh terhadap
peningkatan mobilitas penduduk berdampak pada penigkatan kasus cedera kepala akibat
kecelakaan lalulintas. Oleh karena sebagian besar masyarakat belum begitu mengetahui tentang
cedera kepala beserta akibatnya. Salah satu dampak dari cedera kepala adalah terjadinya
peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Tekanan intrakranial merupakan jumlah total dari
tekanan yang mewakili volume jaringan otak, volume darah intrakranial dan cairan serebro
spinal (Japardi, 2002). Risiko utama pasien yang mengalami cedera kepala adalah kerusakan
otak akibat perdarahan atau pembengkakan otak sebagai respons terhadap cedera dan
peningkatan tekanan intrakranial (Brunner & Suddart, 2002).
Penanganan segera akibat cedera primer, adalah pencegahan cedera kepala sekunder
dengan pencegahan peningkatan TIK, mempertahankan tekanan fungsi cerebral yang adekuat
(Retnaningsih, 2008). Tatalaksana tersebut di atas untuk mencegah kematian dan kecacatan yang
disebabkan oleh cedera kepala. Tindakan rutinitas yaitu pasien dibedrestkan, observasi tanda-
tanda vital yang belum intensif, manajemen cairan yang belum terprogram, dan hanya
melaksanakan advis medis saja, dimana asuhan keperawatan yang belum nampak sehingga tata
laksana cedera kepala masih belum optimal, sehingga peningkatan TIK belum dapat dicegah
sedini mungkin, oleh karena itu morbiditas dan mortalitas masih sangat besar.
Manajemen cedera kepala terutama diarahkan untuk mengevaluasi tanda-tanda
peningkatan tekanan intrakranial. Peningkatan tekanan intrakranial merupakan evaluasi untuk
mengetahui perkembangan cedera kepala itu sendiri. Dilakukan intervensi untuk mencegah
terjadinya peningkatan tekanan tekanan intrakranial adalah pemberian terapi diuretik osmotik
sesuai dengan kebutuhan, mempertahankan head up 30 derajat, mempertahankan terapi oksigen,
penghisapan bila diperlukan, pertahankan jalan nafas. Intervensi tersebut diatas sehingga bisa
mencegah bagaimana cara supaya cedera kepala ringan tidak menjadi cedera kepala sedang dan
berat. Pada cedera kepala ringan dan sedang juga ditandai dengan nyeri kepala, gangguan
penglihatan, gangguan tidur, kejang, perubahan mood, mual, gangguan penciuman, sensitive
terhadap suara dan sinar, bingung dan keterlambatan berfikir.

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian posisi head up 30 derajat terhadap penurunan tekanan intra cranial pada pasiean cidera kepala. peneliti mengukur peningkatan tekanan intra cranial sebelum dilakukan posisi head up 30 derajat kemudian di catat dilembar observasi. tekhnik pengumpulan data menggunakan lembar observasi tanda-tanda peningkatan TIK. Daftar Pustaka . sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan cidera kepala. setelah itu peneliti memberikan intervensi yaitu memberikan posisi head up 30 derajat .menganalisa venomena yang terjadi maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang efektifitas pemberian posisi head up 30 derajat terhadap penurunan terkanan intracranial pada pasien cidera kepala di. setelah itu peneliti mencatat hasil penurunan tekanan intra cranial. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest dan postes design.

Related Interests