TUGAS KELOMPOK TEKNOLOGI PAKAN IKAN

Kelompok absen 21-25 :
1. Mittha Pangesti M. S. (141411131104)
2. Deny Safitri Octatriana (141411131105)
3. Eru Uko P. (141411131106)
4. Riska Purwandani (141411131108)
5. Nurul Jaziroh (141411131109)

Judul Artikel :
Nutritive evaluation of fish acid silage in Labeo rohita fingerlings feed

Bahasan :
a). Kekurangan dan kelebihan artikel
Kekurangan :
1. Bahan aditiv yang digunakan untuk silase yaitu Butylated hydroxytoluene
(BHT) merupakan bahan sintetis yang penggunaannya jika berlebih sangat
dilarang
2. Parameter kualitas air yang di ukur tidak ada parameter kandungan nitrit dan
ammonia.
Kelebihan :
1. Bahan yang digunakan mudah didapat yaitu jeroan ikan.
2.Memiliki kandungan protein 50-63% yang memiliki fungsi sebagai unsur nutrisi
penunjang pertumbuhan ikan.
3. Harga relatif murah.

b). Ringkasan artikel
Harga pakan yang tinggi adalah salah satu keterbatasan utama dalam
perluasan budidaya karena lebih dari 50% dari total biaya operasional adalah
biaya pakan. Kebutuhan protein ikan dapat terpenuhi dari tepung ikan, yang
merupakan salah satu bahan pakan yang paling umum dalam ransum pakan ikan.
Namun, tepung ikan merupakan salah satu bahan pakan yang mahal dan
pasokannya tidak konsisten. Oleh karena itu, dilakukan beberapa penelitian dan
kajian mengenai bahan subtitusi tepung ikan yang memiliki kandungan tidak jauh

69 × 104 ± 0. Parameter kualitas air yang diuji yaitu. Penelitian ini mendapatkan hasil analisis proksimat berupa kelembaban 5.berbeda dengan tepung ikan. Penelitian ini dilakukan dengan perlakuan diet 30% protein yang meliputi (1) perlakuan 100% silase ikan. DO (mg L-1). FCR lebih rendah. pertumbuhan dan masukan pakan. Silase ikan adalah cairan cokelat yang merupakan sumber protein tinggi dengan kecernaan tinggi. Silase yang dibuat menggunakan metode asam memiliki kandungan gizi yang tinggi mendekati kandungan gizi pada tepung ikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa silase ikan cocok digunakan sebagai bahan subtitusi tepung ikan yang memilki harga lebih rendah dibandingkan tapung ikan. Silase yang digunakan berupa cairan kental berwarna coklat dan berbau amis yang sangat kuat dengan nilai pH antara 3. (3) perlakuan 50% silase ikan. jumlah mikroba total 1. dan tingkat kelangsungan hidup 100% pada ikan perlakuan silase ikan dibandingkan dengan ikan pada perlakuan kontrol. Pengelolaan limbah jeroan ikan dilakukan dengan cara mengolah jeroan ikan menjadi silase.06 × 103 cfu g-1 sedangkan jumlah coliform adalah 0. pH dan alkalinitas (ppm) yang menunjukkan nilai yang hampir sama disemua perlakuan. komposisi proksimat tubuh ikan. serta analisis statistika dari perlakuan. penghitungan jumlah mikroba.97 × 104 ± 0.56 ± 0.22 ± 0. Silase ikan dalam penelitian dilakukan analisa proksimatnya. percobaan penggunaan silase sebagai pakan ikan. hati. protein 32. suhu air (° C).5. Selain itu.14% dan abu 6. didapatkan pula data berat badan dan panjang ikan yang meningkat.65%. deteksi aflatoksin. dan (4) perlakuan kontrol yang disimbolkan dengan T.02 × 103 cfu g-1.16 ± 0. (2) perlakuan 75% silase ikan. lemak 9.32%. ash. usus. Jeroan ikan yaitu. lambung merupakan salah satu limbah perikanan yang beratnya 30% dari total berat tubuh ikan. protein kasar. yang meliputi kelembaban. . penentuan ransum pakan.17%. lemak kasar. Silase diproduksi menggunakan beberapa metode dengan kandungan gizi yang berbeda.5-4.50 ± 0.