STEP 4

Ante Natal Care

Diagnosis kehamilan Tanda
Kehamilan

Pasti Tidak Pasti

HCG urin positif Mual,muntal,
Amenorrhea
payudara
membesar
dan
Primer Sekunder nyri,hiperpig
mentasi
areola mamae
Kongenital Didapat

STEP 7
1. Mengapa penderita mengeluh mual dan muntah dipagi hari?
Penyebab Mual dan Muntah Saat Hamil Muda adalah
 Meningkatnya hormon Esterogen. Meningkatnya hormon ini membuat kadar asam lambung meningkat, hingga
muncullah keluhan rasa mual. Jika frekuensi mual muntah lebih sering di pagi hari, itu karena jarak antara waktu
makan malam dengan makan pagi cukup panjang. Akibatnya, perut kosong mengeluarkan asam lambung yang
membuat ibu merasa lebih mual.
 Faktor HCG. HCG adalah Human Chorionic Gonodotrophin yang dihasilkan plasenta di awal kehamilan diduga
merupakan penyebab timbulnya rasa mual. Ketika wanita hamil maka akan terjadi peningkatan kadar Homor
chorionic gonadotropin (HCG) yang berasal dari plasenta (ari -ari). Hormon ini berfungsi untuk menjaga
kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari indung telur, yang berdampak pada kehamilan agar
sehat dan lancar.
Perubahan dalam tubuh ibu yang dipicu hormon ini kemudian menimbulkan rasa mual. Fungsi plasenta sebagai
sirkulasi dan pemberi makanan pada janin akan tumbuh maksimal ketika kehamilan menginjak usia 12-14
minggu. Pada saat ini biasanya mual-muntah akan berhenti.
 Berubahnya metabolisme glikogen hati. Inilah yang diduga sebagai biang keladi pemicu keluhan mual dan
muntah.Namun keluhan ini akan lenyap saat terjadi kompensasi metabolisme glikogen dalam tubuh.
 Faktor psikologis dimana seorang ibu yang tengah hamil muda, belum siap hamil, atau malah tidak
menginginkan kehamilan lazimnya akan merasa sedemikian tertekan. Perasaan tertekan inilah yang semakin
memicu mual dan muntah.
Teori lain mengatakan, sel-sel plasenta (villi korialis) yang menempel pada dinding rahim awalnya ditolak oleh
tubuh karena dianggap sebagai benda asing. Reaksi imunologik inilah yang memicu terjadinya reaksi mual-mual.
Gallup berteori bahwa mual muntah disebabkan oleh bayi yang ada dalam kandungan itu sendiri. Bayi ini terbuat
dari sejumlah materi yang dianggap 'asing' oleh tubuh sehingga memunculkan respons negatif dari tubuh seperti
nyeri, pening, mual dan muntah.
2. Mengapa pasien mengeluh payudaranya kencang, membesar, nyeri dan hiperpigmentasi arteriola mamae?
Nyeri payudara adalah umum dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Baik pria maupun wanita bisa
mengalami nyeri payudara, meskipun alasan untuk rasa sakit bisa berbeda. Dalam banyak kasus, nyeri payudara
adalah gejala kehamilan, pubertas dan kondisi normal lainnya yang tidak menjadi alasan untuk diwaspadai. Namun
nyeri payudara yang berlangsung terus adalah alasan untuk mencari perhatian medis, karena mungkin merupakan
tanda awal dari kista atau tumor.
 Masa pubertas
Banyak anak perempuan mengalami nyeri payudara sebagai bagian normal dari tumbuh dewasa. Menurut
sebuah situs pendidikan, jenis nyeri dapat disebabkan oleh kadar hormon yang berubah dan menyesuaikan tubuh
untuk menjadi dewasa. Seiring kadar estrogen meningkat selama pubertas, payudara dapat menjadi lebih lembut
untuk disentuh. Anak laki-laki dapat mengalami nyeri payudara secara periodik juga. Meskipun anak laki-laki tidak
mengalami lonjakan estrogen sama seperti anak perempuan, mereka mengalami perubahan hormon pengalaman
yang dapat memicu ketidaknyamanan payudara.
 PMS
Alasan lain untuk nyeri payudara dapat perubahan reguler yang terjadi seiring tingkat hormon berfluktuasi
selama siklus menstruasi wanita. Sementara tingkat estrogen dan progesteron naik dan turun selama bulan
terjadinya mens, payudara dapat menjadi bengkak dan sakit. Ini mungkin dialami pada satu atau kedua payudara.
 Kehamilan
Selama kehamilan, payudara dapat meningkat dalam ukuran. Diindikasikan bahwa wanita hamil sering merasa
nyeri payudara karena perubahan hormonal dan seiring saluran susu mulai memperluas dan mengisi dalam
persiapan untuk kelahiran anak. Bagi banyak wanita, bengkak dan nyeri payudara mungkin tanda pertama kehamilan
mereka.
 Kista

Pada beberapa kasus, nyeri payudara dapat menjadi indikasi adanya kista. Kista payudara cukup umum,
terutama seiring wanita tumbuh dewasa. Seringkali, pertumbuhan kecil ini jinak dan bisa dihilangkan dengan operasi
kecil jika sakit terus berlanjut. Kista dan pertumbuhan dianggap jinak jika mereka tidak bertambah ukuran dan belum
menginvasi jaringan yang berdekatan.
 Kanker
Dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri payudara bisa menjadi indikasi dari kanker. Perempuan harus sangat
menyadari kehadiran setiap benjolan atau perubahan bentuk atau ukuran payudara mereka. Selain itu, setiap
perubahan ukuran atau bentuk puting juga harus dicatat dan diperiksa oleh dokter. Pemeriksaan payudara bulanan
secara mandiri direkomendasikan untuk semua wanita yang melewati usia pubertas

Hub.disminorrhea dg nyeri?
Adalah nyeri pada perut bagian bawah sebelum dan sesudah haid dapat bersifat kolik terus.1
Dismenorea dibagi atas:
1. Dismenorea primer
2. Dismenorea sekunder
Dismenorea primer
Adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital yang nyata. Dismenorea primer terjadi
beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih, oleh karena siklus-siklus haid pada bulan-
bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulatoar yang tidak disertai dengan rasa nyeri.
Wanita dengan dismenorea primer mempunyai produksi prostaglandins endomterial lebih tinggi dibandingkan
wanita yang asimptomatik. Sebagian besar dari pelepasan prostaglandin selama menstruasi terjadi pada 48 jam
pertama, yang mana bertepatan dengan intensitas terbesar dari gejala.5 Selama kontraksi aliran darah endometrium
berkurang dan merupakan korelasi yang baik dengan aliran darah yang minimal dan nyeri kolik yang maksimal. Kadar
prostaglandin dan leukotrien meningkat pada meningkat pada darah menstruasi dan jaringan uterus wanita dengan
dismenorrhea sebanding dengan kadar sistemik vasopressin.(Margaret, 2006)

selama masa ini tubuh masih dalam tahapan pembentukan plasenta yang berguna dalam menyalurkan makanan dari ibu ke bayi Pada trimester pertama disebabkan peningkatan konsumsi oksigen. 1. infection.13 Dismenorea Sekunder Adalah nyeri haid yang terjadi kemudian. 2. Biasanya diberikan Progesteron (Didrogesteron 10mg. Ureter tertekan oleh uterus apabila uterus keluar dari rongga panggul. biasanya terdapat kelainan dari alat kandungan. sering buang air kecil serta mengeluh sering pilek? Kelelahan dapat timbul akibat pengaruh hormone progesterone. Ini terjadi karena kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar. myomas.5 Penanganan pada dismenorrea primer Pemberian Analgetik: NSAIDs diberikan 1-2 hari menjelang haid dan diteruskan sampai hari kedua atau ketiga siklus haid. Penanganan pada dismenorrhea sekunder Bila ada kelainan organik ditangani secara kausal. Medroksiprogesteron asetat 5mg/hari) diberikan mulai dari hari ke-5 sampai ke-25 siklus haid. Tujuannya untuk menghasilkan siklus haid yang anovulatorik. maka untuk sementara dapat dicoba pengobatan medikamentosa seperti pada dismenorrea primer. cervical stenosis. 2 kali 1. yaitu ibu dan janin.13 3. Pada bulan kedua kehamilan. Ginjal bekerja lebih berat kerena harus menyaring ampas dua orang. selain itu juga dipengaruhi oleh hormon Aldosteron yang dapat meningkatkan vaskularisasi pembuluh darah. sehingga nyeri haid dapat dikurangi. Pada kasus-kasus yang menolak tindakan operatif. . Prostaglandin selalu menstimulasi kontraksi uterus. tetapi jumlah PGF2i yang diproduksi adalah faktor utama yang membedakan. Mengapa nafsu makan turun? 4. Etiologi : Adenomyosis. Kuman dapat berkembang di kelokan dan menimbulkan penyakit. peningkatan progesterone dan kebutuhan janin juga karena perubahan psikososial Biasanya pada bulan pertama kehamilan ibu merasa ingin sering kencing. Otot uterus pada baik yang wanita normal dan dismenorea sensitif terhadap PGF2i. Ureter juga semakin berkelak-kelok dan kendur sehingga menyebabkan perjalanan urine ke kandung kemih melambat. Pemberian analog GnRH selama 6 bulan sangat efektif menghilangkan nyeri haid yang disebabkan endometriosis.13 Terapi hormonal juga telah banyak digunakan. dimana prostaglandin E menghambat kontraksi pada uterus yang tidak hamil. Mengapa badan cepat lelah. ibu lebih sering berkemih kerena ureter lebih antefleksi dan membesar. Prostaglandin F2i (PGF2i) merupakan agen yang bertanggung jawab pada dismenorea. hormone kehamilan yang meningkat sangat cepat terutama pada trimester pertama kehamilan.

Apakah ada hub keluhan penderita dg hormon kehamilan? Hormon Gonadotropin . Kadang tampak egosentris dan berpusat pada diri sendiri. dan khawatir. takut. Trimester II :Perubahan meliputi perasaan lebih nyaman serta kebutuhan mempelajari perkembangan dan pertumbuhan janin meningkat. fantasi.2009:5).(Saminem. Trimester III :Perubahan yang terjadi meliputi memiliki perasaan aneh.5. 6. lebih introvert. perubahan psikologi yang terjadi: 1. 2. Mengapa pasien mengalami mudah marah dan cepat tersinggung?  Menurut teori Rubin. sembrono. dan merefleksikan pengalaman masa lalu. Trimester I : Meliputi ambivalen.

Ovulasi terjadi hari ke 10-12 pada siklus ovulasi setelah puncak kadar LH dan 24-36 jam setelah puncak estradiol. Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Lutheineizing Hormone (LH) Hipothalamus mengeluarkan GnRH dengan proses sekresinya setiap 90-120 menit melalui aliran portal hipothalamohipofisial. melalui mekanisme feedback negatif. Proses sekresi basal gonadotropin ini dipengaruhi oleh beberapa macam proses: a. Pelepasannya periodik / pulsatif. b. Bersama FSH. kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus. LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel- sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Setelah hari ke-14 korpus luteurn akan mengalami involusi karena disebabkan oleh penurunan estradiol dan progesteron sehingga terjadi proses menstruasi.  Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH). . sehingga ovum menjadi matang dan terjadi ovulasi. Sekresi LH dan FSH dikontrol oleh GnRH yang merupakan pusat control untuk basal gonadotropin. Kadar FSH akan lebih cepat meningkan dibandingkan LH dan akan mencapai puncak pada fase folikular. (Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis). GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone) Diproduksi di hipotalamus. GnRH akan mengikat sel gonadotrop dan merangsang pengeluaran FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Lutheinizing Hormone) Waktu paruh LH kurang lebih 30 menit sedangkan FSH sekitar 3 jam. tetapi akan menurun sampai kadar yang yang terendah pada fase preovulasi karena pengaruh peningkatan kadar estrogen lalu akan meningkat kembali pada fase ovulasi. sebagai respons terhadap GnRH. FSH dan LH berikatan dengan reseptor yang terdapat pada ovarium dan testis.Regulasi LH selama siklus menstruasi. waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ). Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium. masa ovulasi dan onset pubertas pada masing-masing individu. Selama siklus menstruasi yang normal. kadarnya akan meninggi di fase folikular dengan puncaknya pada midcycle. Umpan balik positif (Positive feedback) Pada wanita selama siklus menstruasi estrogen memberikan umpan balik positif pada kadar GnRH untuk mensekresi LH dan FSH dan peningkatan kadar estrogen selama fase folikular merupakan stimulus dari LH dan FSH setelah pertengahan siklus. LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone) Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. serta mempengaruhi fungsi gonad dengan berperan dalam produksi hormon seks steroid dan gametogenesis . kemudian dilepaskan. konsentrast FSH dan LH akan mulai meningkat pada hari-hari pertama. Episode sekresi (Episodic secretadon) Pada pria dan wanita. dimana terjadinya secara bertahap dan pengeluarannya dikontrol oleh GnRH . Pelepasannya juga periodik / pulsatif. bertahan selama 1-3 hari. waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam). Setelah sampai di hipofise anterior. FSH berperan akan merangsang perbesaran folikel ovarium dan bersama-sama LH akan merangsang sekresi estrogen dan ovarium . Pada wanita selama masa ovulasi GnRH akan merangsang LH untuk menstimulus produksi estrogen dan progesteron. proses sekresi LH dan FSH bersifat periodik. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis). Peranan LH pada siklus pertengahan (midcycle) adalah ovulasi dan merangsang korpus luteum untuk menghasilkan progesteron.  FSH (Follicle Stimulating Hormone) Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior. Selama fase luteal siklus. dan menurun pada fase luteal . Kerja sangat cepat dan singkat. LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron. sering tidak ditemukan dalam darah.

Berikut harga normal kadar hormon FSH dan LH pada pria dan wamita berdasarkan usia dan keadaan. kontrasepsi oral.8 14 – 18 tahun 2.0 Dewasa Midcycle 2.66 (Disadur dari Greenspan dan Strewler. disfungsi gonad. Pada wanita terjadinya kegagalan pernbentukan gonad primer dan proses menopause disebabkan karena peningkatan kadar LH dan FSH yang dapat ditekan oleh terapi estrogen dalam jangka waktu yang lama.8 8 – 12 tahun 1.0 .2 – 3.6 .1 – 5. orchitis.7 – 2. Tujuan pemeriksaan FSH dan LH adalah untuk melihat fungsi sekresi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus dan mekanisme fisiologis umpan balik dari organ target yaitu testis dan ovarium. Faktor yang mempengaruhi kadarnya adalah obat-obatan seperti steroid. progesteron. Serta menurun pada keadaan insufisiensi hipotalamus. kegagalan diferensiasi testis. dan testoteron. Umpan balik positif dan negatif dalam pengaturan sekresi hormonal sistem HPO Harga normal LH dan FSH bervariasi tergantung dari usia. sidroma Turner.2 – 2. pubertas prekoks. 1997) HORMON SEKS STEROID . estrogen. seminoma. Umpan balik negatif (Negative Feedback) Proses umpanbalik ini memberi dampak pada sekresi gonadotropin.4 12 – 14 tahun 1. c. acromegalli. dan tumor ovarium. jenis kelamin dan siklus ovulasi pada pasien wanita. Wanita (dlm rentang umur) FSH (ng/L) < 8 tahun 0.6 – 0.24 Kehamilan Tak terdeteksi Premenopause 1. menopause. insufisiensi hipofise. anovulasi. Gambar 1. Kadarnya akan rendah sebelum pubertas dan jika sesudahnya akan meningkat. Kadar FSH akan meningkat pada hipogonadism.3 Pasca menopause 11.

Pada awal siklus ovulasi . kehamilan. hormon steroid berikatan dengan protein plasma. atropi testis. disfungsi ovarium. estradiol (E2). infertilitas. Kadar dibawah 30 pg/mL menunjukan keadaan oligomenore atau amenore sebagai indikasi kegagalan gonad.produksi estradiol akan menurun sampai titik terendah. Sekitar 80% kolesterol digunakan untuk sintesis hormon seks steroid . testoteron dan androgen dalam jumlah sedikit. pubertas prekoks. yaitu estron. Korteks adrenal juga memproduksi hormon testoteron dan androgen dalam jumlah yang sedikit yang digunakan bukan hanya untuk prekursor estrogen tetapi langsung dikeluarkan ke jaringan perifer. Pada wanita normal. Waktu pengambilan sampel untuk pemeriksaan estradiol adalah pada fase folikular (preovulasi) dan fase luteal Kadar estrogen meningkat pada keadaan ovulasi. sedangkan estrone berikatan kuat dengan albumin. Pada wanita. Pada tulang. dan sindroma testikular ferninisasi pada wanita. Progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum bersarna-sarna dengan estrogen akan memberikan umpanbalik negatif pada hipotalamus dan hipofise antenior. amenorea akibat hipopituitari. sindroma turner. dan sebagian lagi dimetabolisme menjadi __ hidroksiestrone yang dikonversi menjadi estriol . Estrogen terdiri dari tiga jenis hormon yang berbeda. diproduksi juga oleh plasenta. estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. karena adanya variasi pada kelenjar adrenal. Juga mengatur distribusi lemak tubuh. ginekomastia. estrogen banyak diproduksi oleh folikel selama proses ovulasi dan korpus luteum selama keharmilan. tumor ovarium. dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti. tetapi karena pengaruh hormon FSH estradiol akan mulai meningkat. Pada wanita pascamenopause. Selama kehamilan. Pada pria. dari kolesterol ester pada janingan steroidogenik. Faktor interfeernsi yang meningkatkan estrogen adalah preparat estrogen. menopause dan monitoring pengobatan fertilitas. Sirkulasi estradiol secara cepat diubah menjadi estrone di hepar dengan bantuan 17- hidroksisteroid dehidrogenase. Hormonsteroid disintesis dari kolesterol yang berasal dari sintesis asetat. Pada fase luteal. Hormone Jenis kelamin Unit konvesional Estradiol Wanita (pg/mL) . kontrasepsi oral. ovum yang matang akan mensintesis dan mensekresi hormone steroid aktif. Kadarnya akan menurun pada keadaan menopause. dan estriol. untuk mengetahui aksis hipotalamus-hipofise-gonad (ovarium dan testis). Estradiol berikatan dengan transpor globulin yang dikenal dengan seks hormone binding globulin (SHBG) dan berikatan lemah dengan albumin. Ovarium yang normal merupakan sumber utama dari pembentukan Pada wanita menopause dan kelainan ovarium estrogen dihasilkan dari precursor androgen pada jaringan lain. dan sumber makanan. Hormon estrogen yang dapat diperiksa yaitu estrone (El). kadar estrogen akan menurun sampai 125 pg/mL. Estrogen Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer. dan kehamilan. diproduksi juga sebagian di testis. Hormon estradiol dipenganihi oleh ritme sirkadian yaitu adanya variasi diurnal pada wanita pasca menopause yang diperkirakan. dan tumor adrenal. Sebelum fase mid cycle kadar estradiol dibawah 50 pg/mL. 1. Selain itu ovariurn juga memproduksi progesterone selama fase luteal pada siklus menstruasi. keadaan stres. Pemeriksaan estadiol dipakal . Sebagian estrone masuk kernball ke sirkulasi. dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. estradiol. Estradiol akan mencapai puncaknya sebesar 250-500 pg/mL pada hari ke 13-15 siklus ovulasi. Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara. anoreksia nervosa. tetapi akan terus meningkat sejalan dengan pematangan ovum. Pada saat keluar dari sirkulasi. penentuan waktu ovulasi. Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks. untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis. Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina. Serta yang menurunkan kadarnya yaitu obat clomiphene. dan estriol (E3).

tumor ovarium. pregnenolon diubah menjadi progesteron atau 17a.100 Ovulasi > 150 Luteal 90 .3 – 0. sebagian diproduksi di kelenjar adrenal. 1997) 2. Jika konsentrasi progesteron lebih dari 4-5 ng/mL mungkin sudah terjadi ovulasi . ovulasi. aborsi mengancarn.30 Tidak hamil <2 Estrone Wanita (ng/mL) Fase folikular 30 .150 (Disadur dari Greenspan dan Strewler.12 33 – 35 mgg 3 .hidroksipregnenolone dan perubahan ini tergantung dari fase ovulasi dimana progesteron disekresi oleh korpus luteum dalam jumlah yang besar. Progesteron bersama-sama dengan estrogen memegang peranan penting di dalam regulasi seks hormon wanita. progesteron. Pada wanita. Hormone Jenis Kelamin Unit konvesional Progesteron Wanita (ng/mL) Fase folikular 0. Kadamya meningkat pada kehamilan.19 36 – 38 mgg 5 – 27 39 – 40 mgg 10 . Pada saat sekresi LH. Pengukuran progesteron di dalam plasma dapat digunakan untuk memonitor keadaan ovulasi. Dan menurun pada keadaan amonorea. dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. < 8 Tahun <7 8 – 12 Tahun 8 – 18 12 – 14 Tahun 16 – 34 14 – 16 Tahun 20 – 68 Fase folikular 20 – 100 Preovulasi 100 – 350 Luteal 100 – 350 Pasca menopause 10 – 30 Estriol Kehamilan (ng/mL) 30 – 32 mgg 2 . Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus. kista ovarium. Pada umumnya pemeriksaan kadar progesteron dilakukan untuk pemeriksaan fungsi plasenta selama kehamilan. Selama kehamilan progesteron mempertahankan plasenta. Faktor yang mempengaruhi pemeriksaan hormon progesteron adalah penggunaan steroid.8 . Progesteron berperan di dalam organ reproduksi termasuk kelenjar mamae dan endometrium serta peningkatkan suhu tubuh manusia. konsentrasi progesteron dapat bertahan selama 4-5 hari di dalam plasma dan mencapai puncaknya yaitu sebesar 10-20 ng/mL selama fase luteal. pada saat terjadi metabolisme 17α-hidroksiprogesteron menjadi dehidroepiandrosteron yang dikonversi menjadi 4 andr ostenedion dengan bantuan enzim 17α hidroksilase pregnenolon . Pada awal menstruasi dan fase folikular kadar progesteron sekitar 1 ng/mL. mola hidatidosa. tumor adrenal. Progesteron Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium. fungsi ovarium pada fase luteal. menghambat kontraktilitas uterus dan mempersiapkan mamae untuk proses laktasi. dan kontrasepsi oral. dan monitoring proses ovulasi. Pada pemeriksaaan ini sampel diambil satu sampai dua kali pada fase luteal. Organ target progesteron yang lain adalah uterus. dimana progesteron membantu implantasi ovum. yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi. Progesteron juga merupakan prekursor untuk testoteron dan estrogen. dan kematian janin.

sindrom klinefelter.20 (Disadur dari Greenspan dan Strewler. 1997) 3. Berikut gambar yang akan menjelaskan tentang sintesis hormon steroid dan siklus ovulasi pada wanita normal Gambar 2. Penigkatan testoteron yang berlebih akan menyebabkan amenorea. aplasia sel leydig. amenorea hipotalamus. Fase luteal 4 . . Siklus ovulasi pada wanita normal Hubungan umpan balik hormon gonadotropin dan hormon steroid pada wanita dapat dilihat pada gambar dibawah ini. dan turnor sel sertoll. Testoteron berperan dalam proses pertumbuhan rambut selama masa pubertas. Testoteron Pada wanita yang normal. dan criptorchidism . ovarium akan memproduksi testoteron dalam jumlah yang sedikit yaitu kurang dari 300 ng selama 24 jam. Kadar androgen meningkat pada hirsustisme. Dan menurun pada andropause. pertumbuhan rambut dan kelenjar sebasea yang berlebih .

amino hormon polipeptida dengan berat molekul 23. dan. Sama seperti hormon hipofise anterior yang lain.000 Dalton dan disintesis serta disekresi oleh laktotrop yang terdapat pada hipofise anterior. adenomapituitari. hiper-protaktinemia dapat menyebabkan memendeknya fase luteal sehingga dapat menyebabkan anovulasi. Fluktuasi prolaktin lebih nyata pada wanita premenopause dibandingkan pasca menopause. progesteron. Dan kadarnya menurun dalam keadaan osteoporosis. Pada wanita. antidepresan. Gambar 3. human placenta lactogen (HPL). kontrasepsi oral. Keadaan patologis yang menyebabkan hiperprolaktinemi adalah tumor pituitari. konsumsi protein tinggi dan olah raga. akromegali. haloperidol. nekrosis hipofise. dan anoreksia nervosa. prolaktin juga dikontrol oleh hypothalamic-releasin . prolaktinemia dapat terjadi pada saat kehamilan. fenotoazid. Kadar prolaktin akan meningkat pada fetus dan bayl baru lahir terutama pada usla bulan pertama . 1997) . morfin. bahkan infertil. progesteron. Prolaktin akan merangsang pengeluaran ASI pada saat sesudah melahirkan. amenorea. ibu menyusui. Setelah melahirkan. . Hubungan umpan balik hormon hormon gonadotropin dan hormone seks steroid pada wanita 4. Pengambilan sampel sebaiknya dilakukan 3-4 jam setelah pasien bangun tidur.gagal ginjal. Pemeriksaan prolaktin akan memberikan fluktuasi hasil yang berbeda pada masing-masing individu. tidur. keadaan Konvesional unit (ng/mL) Wanita Bayi baru lahir < 500 Bayi 1-5 bulan 6 – 14 Anak – anak 4-8 Dewasa Fase folikular < 20 Fase Luteal < 40 (Disadur dari Greenspan dan Strewler.factors. Dalam keadaan fisiologis. metil dopa. kadar estrogen dan progesteron akan menurun sehingga kadar prolaktin akan meningkat dan merangsang mamae untuk mengeluarkan ASI. Selama kehamilan prolaktin akan banyak disekresi dan dipengaruhi oleh bormon lain seperti estrogen. dan hirsutism. Berikut kadar prolaktin pada pria maupun wanita Jenis kelamin Usia. dan ergot alkaloid. ginekomasti. dan cortisol untuk merangsang pertumbuhan mamae. stres. Sekresi prolaktin terutama dihambat oleh dopamin yang disekresi oleh neuron dopaminergik tuberoinfundibular. Faktor interferensi yang mempengaruhi pemeriksaan prolaktin adalah penggunaan steroid. levodopa. Prolaktin Prolaktin terdiri dari 199 pasang asam.

Interpretasi hasil lab dan knpa dokter menyarankan untuk melakukan ANC? Pengertian Pemeriksaan kehamilan adalah ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya pada dokter. Di ovarium. bidan. melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin 5.000 mU/ml). Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini. Ukur tekanan darah 3. prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. 4. 7. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal Kebijakan program ANC Kunjungan sebaiknya dilakukan paling sedikitnya 4 kali selama kehamilan 1. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan Cara pemeriksaan kehamilan Anamnesa meliputi : . kebidanan dan pembedahan. termasuk riwayat. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100. Memantau kemajuan kehamilan dan memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin 2. Mengapa didapati HCG +? 8. dsb). 3. tes Pack. Pemberian imunisasi TT (tetanus toksoid) lengkap 5. Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. Tes terhadap PMS 7. Mempersiapkan ibu agar masa nifasnya berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif 6. perawat atau dukun terlatih dalam suatu komunikasi seperti di Indonesia da pusat-pusat kesehatan seperti Puskesmas dan BKIA di mana seorang ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya(Mochtar. dokter umum. kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml). Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). mental dan sosial ibu dan bayi. Rustam. 1x pada triwulan I 2. 5. Pemberian tablet FE minimum 90 tablet selama kehamilan 6. 2x pada triwulan III Pelayangan / Asuhan Standar Minimal “7T” 1. memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus. 1998 : 129) Tujuan ANC 1. 1x pada triwulan II 3. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel. Pada kehamilan.000 mU/ml). Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea. Ida Bagus. obgin. 6. Timbang BB 2. 1998 : 470) Pengertian ANC (Antenatal Care) ANC adalah pengawasan sebelum peralinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dan rahim(Manuaba. Persiapan persalinan cukup bulan. Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin Diproduksi di hipofisis anterior. penyakit secara umum. Ukur tinggi fundus uteri 4. kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.

Keadaan umum penderita Prognosa atau ramalan meliputi : . (Sastrowinoto Sulaiman. Pemeriksaan umum 2.Darah . Identitas diri dan keluarga b. Anak tunggal atau kembar 6. dari 30 g menjadi 1000g pada akhir kehamilan (40 pekan)  Posisi rahim dalam kehamilan o Pada permulaan kehamilan dalam letak antefleksi atau rotro fleksi o Pada 4 bulan kehamilan. Keadaan jalan lahir 9. o Vaskularisasi : pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah . Anak hidup atau mati 5. Riwayat sosial ekonomi Pemeriksaan kehamilan meliputi : 1. Riwayat kehamilan yang sekarang c. Primi atau multi 3.Urine Diagnosa atau ikhtisar pemeriksaan meliputi : 1.Pemeriksaan vulva . Pemeriksaan labolatorium . 1986. artinya petugas berusaha meramalkan apakah persalinan di perkirakan akan berjalan dengan biasa.Perkusi 3. rumah bersalin. Perubahan pada system reproduksi. sulit atau berbahaya . Ukuran pada kehamilan cukup bulan 30x25x20 cm dengan kapasitas lebih dari 400cc. Pemeriksaan fisik . Uterus  Ukuran : untuk akomodasi pertumbuhan janin rahim membesar akibat hipertrifi otot polos rahim.153:200) 9. Intra uterin atau ekstra uterin 8. Riwaya penyakit yang pernah diderita ibu dan keluarga e. itu termasuk kelainan yg fisiologis atau patologis? Perubahan fisiologik wanita hamil a. atau dirumah saja apakah proses persalinan harus dipimpin oleh dokter ahli atau oleh seoramg bidan dan apa saja yang harus disediakan supaya persalinan dapat berlangsung dengan selamat bagi sang ibu /sang anak. Letak atau posisi janin 7. rahim tetp berada dalam rongga pelvis setelah itu mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati. a. Dari skenario.Pemeriksaan dengan spekulum 4.Palpasi . 1.  Berat : berat uterus naik secara lar biasa.Setelah pemeriksaan selesai maka atas dasar pemeriksaan kita harus bisa daoat membuat prognosa kehamilan.Auskultasi . Hamil atau tidak hamil 2. Tuanya kehamilan 4. Pemeriksaan dalam . Riwayat obstetri yang lalu d.Ramalan ini perlu untuk menentukan apakah penderita harus bersalin di RSUD (persalinan ).

Vagina dan Vulva Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. BMR) pada wanita hamil meninggi hingga 15%-20%. sering kencing dan kadang kala dijumpai glukosa suria yang mengingatkan kita pada diabetes militus. Dibutuhkan protein yang banyak untuk perkembangan fetus. 3. o Cervik uteri : servik bertambah vaskuarisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda Godell. 4. 3. Indung Telur (ovarium)  Ovulasi berhenti  Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya cirri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesterone. . Tulang dan gigi Persendian panggul akan terasa lebih longgar. gigi tidak akan kekurangan kalsium. Hal ini disebabkan oleh unsur yang tertekan kea rah diafragma dapat pembesaran rahim. Metabolisme lemah juga terjadi. alat kandungan. karena ligament-legamen melunak (softening). b. payudara dan badan ibu. 4. Kadar kolesterol meningkat sampai 350mg/lebih per 100 cc. 3. Akibat hiper vaskualrisasi vagina dan vulva lebih merah / kebiruan warna livid pada vagina dan portio servik disebut tanda Chadwick. Apabila pemberian maknan tidak dapat memenuhi kebutuhan kalsium janin. mengeluh mual dan muntah tonus otot-otot saluran pencernaan melamah sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran makanan resorbsi makanan baik. Hindari arang. namun menimbulakan obstipasi. serta untuk persiapan laktasi. 2. Dinding perut Pembesaran rahim menimbulkan peregangan & menyebabkan robeknya serabut elastis di bawah kulit sehingga timbul striae gravidarum. Bila konsumsi kalsium cukup. Metabolisme 1. 2. Keseimbangan asam alkali (acid bace balance) sedikit mengalami perubahan. 5. Perubahan pada organ dan system lainnya 1. terutama pada trimester akhir. 4. Saluran pernafasan Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan nafas pendek. nafsu makan kuat. Saluran pencernaan Salvias meningkat pada trimester pertama. seorang wanit hamil sering merasa haus. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya disebut linia nigra. maka kalsium maternal pada tulang- tulang panjang akan memenuhi kebutuhan ini. 5. Kulit  Muka : cloasma gravidarum  Payudara : putting susu & areoal payudara  Perut : linia nigra dan strie  Vulva 6. Kelanjar endokrin  Kelenjar steroid : dapat membesar sedikit  Kelenjar hipofise : dapat membesar terutama lobus anterior  Kelenjar adrenal : tidak begitu berpengaruh c. System sirkulasi darah  Volume  Protein darah  Hitung jenis dan hemoglobin  Nadi dan tekanan darah  Jantung 2. Tingkat metabolic basal (basal metabolic rate.

Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi 9. Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang (Braxton hicks) g. Pingsan f. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rotgent (Synopsis obstetric. Epulsi gusi m. Tanda-tanda presumtif. Rasa mual dengan tanpa muntah-muntah dikenal dengan istilah mual di pagi hari akan tetapi sering juga di siang hari atau di malam hari. Metabolisme mineral  Kalsium : dibutuhkan rata-rata 1. a. 6.nodus akibat hipertrofi kelanjar alveoli bayangan vena-vena lebih membiru hiper pigmentasi pada putting susu dan areola payudara. 1. Varises 2. Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein a. 2002 :35-45) Ketidak nyamanan yang umum terjadi selama kehamilan. Konstipasi/obstipasi k. Hipersaliva (air liur yang berlebihan) Air liur yang berlebihan merupakan suatu kondisi yang tidak lumrah yang mungkin disebabkan oleh keasaman yang meningkat di dalam mulut oleh zat tepung yang dapat merangsang kelenjar ludah pada wanita yang rentan terhadap sekresi berlebihan. Tanda piscaseck f. Rasa letih . Selama kehamilan payudara bertambah besar. Dapat teraba nodus. 1.5 g sehari  Fosfat : dibutuhkan rata-rata 2 g/hari  Zat bezi : dibutuhkan tambahan zat bezi kurang lebih 800 mg/30. Tanda hegar d. Tanda Chadwick daerah vagina dn cervix tampak biru e. ECG. Uterus membesar c. 2.50 per hari  Air : wanita hamil cenderung mengalami ratensi air 7. Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6.5 kg 8. Payudara membesar. Miksi sering j. Lelah (fatigue) h. Tanda-tanda kemungkinan hamil a. Tidak ada selera makan (anoreksia) g. tegang. dopler. Amenorhea (tidak dapat haid) b. Denyut jantung janin : stetoskop. Tanda pasti (tanda positif). tegang dan berat. c.5-16. Gerakan janin yang dapat dilihat atau diraba b. Hiperpigmentasi l. Perut membesar b. Payudara (mammae). Reaksi kehamilan positif 3. Tanda dan gejala kehamilan. dan sedikit nyeri i. USG. Mual dan muntah c. Tidak tahan bau-bauan e. Teraba ballottement h. biasanya wanita mengalami ptyalsim sering pula mengalami rasa mual 3. a. Mengidam d.

4. dan transisi dari frekuensi kadar LH rendah ke yang tinggi. Di samping itu.2 Siklus ovarium Fase Folikuler Fase folikuler bermula setelah haid. Panjang siklus menstruasi yang normal atau dianggap sebagai siklus menstruasi yang klasik ialah 28 hari. Sering kencing bukan karena penyakit 6. 58) 10. Panas dalam Merupakan ketidak nyamanan yang bisa dimulai timbul menjelang akhir trimester II dan berlanjut hingga trimester II. Jumlah darah yang keluar rata-rata 33. 5 Siklus menstruasi dibagi menjadi dua bagian yaitu siklus ovarium dan siklus uterus. Panjang siklus mentruasi ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. mulai keluar pada trimester I 5. disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. 7. Leokorhea: Adalah sekresi vagina yang berlebihan encer. dan diangkut oleh aliran akoplasma ke bagian depan kelenjar hipofisis. Warney. regurgitasi / tekanan balik dari kandungan asam perut ke dalam esofagus bagian bawah oleh gerak peristatik.2 ± 16 cc. Sintesis dan pelepasan LH dan FSH diatur oleh LH-RH (luteinizing hormome releasing hormone). Oedem tungkai Disebabkan oleh tekanan vena yang membengkak di dalam tungkai bagian bawah. Rasa lebih terjadi selama trimester I yang tidak diketahui penyebabnya salah satu sangkaan adalah akibat penusukan awal dalam laju metabolik dasar dan awal-awal kehamilan dan biasanya akan menghilang pada akhir kehamilan dan biasanya menghilang pada akhir trimester I. tetapi variasinya cukup luas. yang merangsang pertumbuhan dan pematangan folikel-folikel. Lama menstruasi biasanya antara 3-5 hari. terdapat perubahan-perubahan histologik yang disebabkan oleh rangsangan berbagai kelenjar endokrin. Konstipasi Disebabkan oleh ralaksasi otot halus dan usus besar dengan adanya jumlah progesteron yang meningkat 8. LH-RH dibuat dalam neuron di hipotalamus. Pada mulanya terdapat peningkatan hormon perangsang folikel (FSH). dilepaskan ke dalam pembuluh darah portal hipofisis. kental. 1997 :3-33. Kram kaki Disebabkan oleh kurangnya atau terganggunya makan kalsium / ketidak seimbangan dalam perbandingan kalsium dan fosfor dalam tubuh. 3 a. bentuk dan posisinya sejak bayi dilahirkan hingga masa tua seorang wanita. Siklus menstruasi beserta gambar? Apa hub menstruasi tdk teratur? Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus. . tetapi kadang bervariasi tiap individu. 5 Gambar 2. tekanan uterus yang membesar. pembuluh vena panggul (WHU. Rekrutmen folikel terjadi dalam 4 sampai 5 hari pertama fase folikuler. 9. Siklus ovarium Ovarium mengalami perubahan-perubahan dalam besar.3.

Fase ovulasi mulai 2 sampai 3 hari sebelum gejolak pertengahan siklus dari LH ketika terjadi peningkatan 17 β-estradiol yang sejajar dengan kenaikan kecil dari progesterone. 2. masing-masing ovum dikelilingi oleh selapis sel-sel granulosa. Durasi lonjakan LH berkisar 48 jam. akan memulai pertumbuhannya. Folikel-folikel yang tersisa bisa mengalami tambahan pertumbuhan yang terbatas tetapi pada akhirnya akan mengalami atresia. dengan selubung sel granulosanya disebut folikel primordial. Folikel primordial Tahap pertama pertumbuhan folikel berupa pembesaran sedang dari ovum itu sendiri.6 Pertumbuhan Folikel Pada saat seorang anak perempuan lahir. seluruh ovarium. yang membuat ovum tetap dalam keadaan primordial.6 Folikel tersebut mengandung sel-sel teka dan sel-sel granulose. Sel-sel granulose. dan inhibin. Kemudian. Folikel yang dominan itu mencapai diameter rata-rata 20mm beberapa hari sebelum lonjakan LH.6 Gambar 2. Sekurang-kurangnya beberapa perkembangan ke . sel-sel granulosa diyakini berfungsi memberi makanan untuk ovum dan untuk mensekresi faktor yang menghambat pematangan oosit.3.3 Gambar 2. dan ovum. bersama dengan folikelnya. Sel-sel teka memiliki reseptor LH dan bereaksi terhadap perangsangan LH dengan memproduksi androgen. yang meningkat diameternya menjadi dua sampai tiga kali lipat.4. 17α-hidroksiprogesteron. yang terletak di bagian dalam folikel.3 Pertumbuhan ovum dan proses ovulasi Seringkali ovulasi terjadi antara hari ke-13 dan 15. Sepanjang masa kanak-kanak. kemudian diikuti dengan pertumbuhan lapisan sel-sel granulosa tambahan.dan pada hari ke 5 sampai 7 terjadi seleksi dari subuah folikel yang dominant. 2. Ovulasi terjadi sekitar 36 jam setelah lonjakan LH dimulai. Lonjakan LH dan FSH mulai tiba-tiba dan disertai sementara oleh kadar 17 β-estradiol puncak dan permulaan kenaikan yang cepat dari progesterone 12 jam lebih awal.3. sesudah pubertas. dan folikel menjadi apa yang disebut folikel primer. Pematangan sebuah folikel yang dominant terjadi antara hari ke 8 dan 12. terutama androstenedion dan testosterone. adalah penghasil utama estrogen. bila FSH dan LH dari kelenjar hipofisis anterior mulai disekresikan dalam jumlah besar. 3. menahan ovum sepanjang waktu ini dalam fase profase pembelahan meiosis. Kenaikan progesterone merefleksikan proses luteinisasi dari sel-sel granulose setelah penambahan dari reseptor-reseptor LH dan yang membuat LH mampu untuk memulai biosintesis dari progesterone dan 17α-hidroksiprogesteron. 2.

di mana peningkatan FSH sedikit lebih besar dan lebih awal beberapa hari dari LH. Kemudian peningkatan pertumbuhan secara besar-besaran terjadi di dalam folikel antral. laju kecepatan sekresinya meningkat. menyebabkan lebih banyak sel-sel berbentuk kumparan yang dihasilkan dari interstitium ovarium berkumpul dalam beberapa lapisan di luar sel granulosa.6. Teka terbagi menjadi dua sublapisan: teka interna. Kapsul ini akan berkembang menjadi kapsul dari folikel yang sedang tumbuh. 2. Diameter ovum sendiri juga masih membesar tiga sampai empat kali lipat lagi. yang mirip dengan kemampuan sel granbulosa untuk mensekresi sejumlah kecil hormon-hormon yang berbeda. Estrogen disekresikan ke dalam folikel dan menyebabkan sel-sel granulosa membentuk jumlah reseptor FSH yang semakin banyak. menuju ke arah folikel yang lebih besar yang disebut folikel vesikular. massa sel granulosa mensekresi cairan folikular yang mengandung estrogen dalam konsentrasi yang tinggi. sel-selnua mempunyai karakteristik epitelium yang mirip dengan sel-sel granulosa dan membentuk suatu kemampuan untuk mensekresi hormon steroid.3 Gambar 2. Sekali antrum sudah terbentuk. berupa kapsul jaringan ikat yang sangat vaskuler. Peningkatan pertumbuhan ini terjadi sebagai berikut: 2 1. dan masing-masing folikel yang tumbuh menjadi folikel antral. 2 3. sel granulosa dan sel teka berproliferasi lebih cepat. Hormon- hormon. Pengumpulan cairan ini menyebabkan munculnya antrum di dalam massa sel granulosa. . dapat mempercepat pertumbuhan 6-12 folikel primer setiap bulan. 2. sekali folikel antral mulai tumbuh. 2 2. konsentrasi FSH dan LH meningkat dari sedikit menjadi sedang. pertumbuhan lebih lanjut folikel-folikel tersebut terjadi dengan cepat. ini. Peningkatan jumlah estrogen dari folikel ditambah dengan peningkatan LH dari kelenjar hipofisis anterior bersama-sama bekerja untuk menyebabkan proliferasi sel-sel teka folikular dan juga meningkatan sekresi folikular.tahapan ini dapat terjadi walaupun tidak ada FSH dan LH. Folikel antral Pertumbuhan awal dari folikel primer menjadi tahap antral dirangsang oleh FSH sendiri. khususnya FSH. membentuk kelompok sel kedua yang disebut teka. FSH dari hipofisis dan estrogen bergabung untuk memacu reseptor LH terhadap sel-sel granulosa juga.3 Selama beberapa hari pertama sesudah dimulainya menstruasi.5. teka eksterna. Folikel primer Sesudah tahap awal pertumbuhan proliferasi.3 Gambar 2. Lapisan luar. keadaan ini menyebabkan suatu efek umpan balik positif karena estrogen membut sel-sel granulosa jauh lebih sensitif terhadap FSH yang disekresikan oleh hipofisis anterior. 2. Oleh karena itu. yang berlangsung selama beberapa hari. sehingga LH dapat merangsang sel-sel ini sebagai tambahan terhadap rangsangan oleh FSH dan membentuk peningkatan sekresi folikular yang cepat. tetapi perkembangan melebihi titik ini tidak mungkin terjadi tanpa kedua hormon tersebut. Efek awalnya adalah proliferasi yang berlangsung cepat dari sel granulosa.

prostaglandin akan disekresi dalam jaringan folikular. dan kedua hormon ini akan bekerja secara sinergistik untuk mengakibatkan pembengkakan folikel yang berlangsung cepat selama beberapa hari sebelum ovulasi. sejumlah besar estrogen yang berasal dari folikel ini bekerja pada hipotalamus untuk lebih menekan kecepatan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior. 2 Sekitar dua hari sebelum ovulasi. FSH juga meningkat kira-kira dua sampai tiga kali lipat pada saat yang bersamaan. Oleh karena itu. Tanpa hormon ini. dan sisa folikel ini dikatakan mengalami atretik. tetapi diduga dikarenakan sebagai berikut: satu-satunya folikel yang sangat berkembang daripada folikel yang lain juga menyekresikan lebih banyak estrogen.7. diyakini dengan cara ini dapat menghambat pertumbuhan dari folikel-folikel yang kurang berkembang. dan pada saat yang sama.3 Setelah pertumbuhan selama satu minggu atau lebih-tetapi sebelum terjadi ovulasi-salah satu dari folikel mulai tumbuh melebihi semua folikel yang lain.2. Penyebab atresia masih belum diketahui. sementara sejumlah kecil progesteron mulai disekresikan. laju kecepatan sekresi LH oleh kelenjar hipofisis anterior meningkat dengan pesat.Teka eksterna (kapsul folikel) mulai melepaskan enzim proteolitik dari lisosim yang mengakibatkan pelarutan dinding kapsul dan akibatnya yaitu melemahnya dinding. berkurangnya sekresi estrogen sesudah fase sekresi estrogen yang berlangsung lama. 2 Ketika folikel vesikular membesar. Oleh karena itu. 2. Folikel yang matang Ovulasi LH diperlukan untuk pertumbuhan akhir dari folikel dan ovulasi.5 cm pada saat ovulasi dan disebut sebagai folikel yang matang. dan (2) kombinasi dari FSH dan estrogen menyebabkan peningkatan jumlah reseptor FSH dan LH pada sel-sel granulosa dan lebih banyak pada sel-sel teka. folikel tidak akan berkembang ke tahap ovulasi. Lebih jauh lagi. atau peningkatan massa sebesar 1000 kali lipat. Pada waktu yang sama. estrogen menyebabkan satu efek umpan balik positif dalam folikel tunggal setempat tersebut karena FSH (1) meningkatkan proliferasi sel granulosa dan sel teka.2.Secara bersamaan. yang belum memulai rangsangan umpan balik positifnya sendiri. sisanya mulai berinvolusi. sekresi estrogen mulai menurun kira-kira 1 hari sebelum ovulasi. sehingga menghasilkan suatu siklus umpan balik positif yang lain Efek-efek ini bersama-sama akan menyebabkan suatu ledakan peningkatan kecepatan sekresi cairan dan hormon dalam folikel yang berkembang dengan cepat ini. ovum sendiri tetap tertanam di dalam massa sel granulosa yang terletak pada sebuah kutup dari folikel. menghasilkan peningkatan diameter total dari awal sampai menjadi 10 kali lipat. dan dimulainya sekresi progesteron. menyebabkan makin membengkaknya seluruh folikel dan degenerasi dari stigma. terjadi ovulasi. Dalam waktu beberapa jam akan berlangsung dua peristiwa yang diperlukan untuk ovulasi: 2 . dan berinvolusi. yang mengubah kedua jenis sel tersebut menjadi lebih bersifat sel yang mensekresikan progesteron dan sedikit mensekresikan estrogen. Ovum bersama dengan sel granulosa di sekelilingnya disebut kumulus ooforus. 2 . 1.3 Sekresi LH dalam jumlah besar menyebabkan sekresi hormon-hormon steroid folikular dengan cepat. menjadi 6 sampai 10 kali lipat dan mencapai puncaknya 16 jam sebelum ovulasi. yang menimbulkan produksi estrogen lebih lanjut dan siklus proliferasi sel yang baru. folikel yang paling besar dapat melanjutkan pertumbuhannya karena pengaruh efek-efek umpan balik positif intrinsik yang dimilikinya sementara semua folikel yang lain berhenti tumbuh.3 Pada lingkungan dimana terjadi folikel yang berlangsung cepat. Folikel tunggal tersebut mencapai ukuran 1 sampai 1. LH juga mempunyai efek khusus terhadap sel granulosa dan sel teka. yang mengandung sejumlah kecil progesteron untuk pertama kalinya. 2 Gambar 2. 2 . 2. bahkan walaupun FSH tersedia dalam jumlah besar. 1. akan terjadi pertumbuhan pembuluh darah baru yang berlangsung cepat ke dalam dinding folikel.3 Proses atresia ini penting karena hanya membuat satu folikel tumbuh sampai cukup besar untuk berovulasi.

Karena alasan inilah. dan cairan yang lebih kental yang terdapat di bagian tengah folikel mengalami evaginasi keluar ke dalam abdomen. proses ini masih tetap berlangsung.2. Luteinisasi sel-sel granulosa juga bergantung pada pengeluaran ovum dari folikel. Akan tetapi. dan (3). 2. 2.5cm. akan menonjol. androstendion dan testosteron daripada hormon seks wanita. dan daerah kecil pada bagian tengah kapsul. maka sel-sel lutein yang baru terbentuk kelihatannya diprogram untuk meneruskan tahapan yang sudah diatur.3 Sel-sel granulosa dalam korpus luteum mengembangkan sebuah retikulum endoplasmik halus yang luas. Pembesaran. yang akan membentuk sejumlah besar hormon progesteron dan estrogen tetapi lebih banyak progesteron. menjadi pada yang disebut korpus albikans. korpus luteum tidak berkembang pada folikel yang tidak berovulasi. tetapi hanya selama 4 sampai 8 hari. yang mensekresi sejumlah besar progesteron dan juga mensekresi estrogen. Sekresi. sel-sel granulosa dan teka interna yang tersisa berubah dengan cepat menjadi sel lutein. sebagian besar hormon tersebut akan dikonversi oleh sel-sel granulosa menjadi hormon-hormon wanita.3 Fase Luteal Selama beberapa jam pertama sesudah ovum dikeluarkan dari folikel. Bahkan pada keadaan tidak ada sekresi LH lebih lanjut oleh kelenjar hipofisis anterior. Kedua efek ini selanjutnya akan mengakibatkan transudasi plasma ke dalam folikel. dan progesteron. 2. Sekitar 2 menit kemudian. Sekali LH (terutama yang disekresi selama ovulasi) bekerja pada sel granulosa dan sel teka untuk menimbulkan luteinisasi. yang juga berperan pada pembengkakan folikel. yang dikelilingi oleh beberapa ratus sel granulosa kecil yang disebut korona radiata.3 Gambar 2. ketika folikel menjadi lebih kecil karena kehilangan cairannya. yang disekresi oleh korpus luteum selama tahap luteal dari siklus ovarium mempunyai efek umpan balik yang kuat terhadap kelenjar hipofisis anterior dalam . 2 Pada wanita normal. Sebaliknya. stigma akan robek cukup besar. Beberapa saat sebelum ovulasi. yang disebut faktor penghambat luteinisasi. 1. Ovulasi Ovulasi pada wanita yang mempunyai siklus seksual normal 28 hari. selama beberapa minggu korpus albikan akan digantikan oleh jaringan ikat. Dalam waktu 30 menit kemudian. dalam jumlah sedikit. yaitu (1). adanya Lh akan meningkatkan tingkat pertumbuhan korpus luteum. 2 Korpus luteum adalah organ yang sangat sekretorik. Diameter sel ini membesar dua kali atau lebih dan terisi dengan inklusi lipid yang memberi tampilan kekuningan.3 Perubahan sel-sel granulosa dan sel teka menjadi sel lutein sangat bergantung pada LH yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior. tahap perkembangan ini dicapai dalam waktu kira-kira 7 sampai 8 hari setelah ovulasi. cairan mulai mengalir dari folikel melalui stigma. dinding luar folikel yang menonjol akan membengkak dengan cepat.2. berfungsi menahan proses luteinisasi sampai sesudah ovulasi. khususnya. 1. Suatu suplai vaskular yang berkembang baik juga tumbuh ke dalam korpus luteum. Sel-sel teka terutama lebih membentuk hormon androgen. yang disebut stigma. dan seluruh massa dari sel bersama-sama disebut sebagai korpus luteum. Proliferasi. dan masa hidupnya bertambah lama. kemudian diikuti dengan (4) degenerasi..3 Estrogen. (2). terjadi 14 hari sesudah terjadinya menstruasi.8. Proses ini disebut luteinisasi. diameter korpus luteum tumbuh menjadi kira-kira 1. Cairan kental ini membawa ovum bersamanya. sekresinya bertambah banyak. Sebuah hormon setempat yang masih belum ditemukan pada cairan folikel.

Efek pertama adalah penurunan rangsangan terhadap sel-sel endometrium oleh kedua hormon ini. yang sebelah luar. dan terjadilah menstruasi. terutama progesteron. pada akhir siklus ovarium bulanan. tebal. selaput lender uterus mengalami perubahan- perubahan siklik yang berkaitan erat dengan aktivitas ovarium. Tetapi sebelum folikel-folikel ini dapat berlanjut secara bermakna. pembuluh darah yang berkelok-kelok mengarah ke lapisan mukosa endometrium. Penurunan kadar perifer dari steroid-steroid ini menyebabkan degenerasi dan nekrosis dari endometrium fase sekresi. suatu proses yang disebut involusi korpus luteum. yang merupakan hari ke-26 dari siklus seksual wanita normal.mempertahankan kecepatan sekresi FSH maupun LH yang rendah. memungkinkan kelenjar kembali meningkatkan sekresi FSH. sejumlah kecil sekresi progesteron dan estrogen akan menyebabkan menstruasi oleh uterus. Siklus endometrium Uterus terdiri dari 2 lapisan dasar. Endometrium fase sekresi dipertahankan oleh sekresi estrogen dan progesterone dari ovarium. korpus luteum tiba-tiba berinvolusi dan hormon-hormon ovarium. dan setelah beberapa hari kemudian sedikit meningkatkan jumlah LH. mungkin disebabkan oleh efek involusi. yaitu: 1 a. dan yang sebelah dalam. Kemudian selama 24 jam sebelum terjadinya menstruasi. akan menjadi vasospastik. 6. yang bekerja terhadap endometrium untuk memperbesar ukuran kelenjar-kelenjar pada endometrium dan meningkatkan pembuatan dan pengeluaran protein- protein dan factor-faktor lain (endometrium fase sekresi) dalam persiapan untuk implantasi dan kehamilan. sel lutein juga akan mensekresi sejumlah kecil hormon inhibin. miometrium yang berotot. progesteron dan dihasilkannya inhibin dari korpus luteum akan menghilangkan umpan balik negatif dari kelenjar hipofisis anterior. 2 hari sebelum menstruasi dimulai. dan hilangnya hormon ini menyebabkan korpus luteum berdegenerasi secara menyeluruh. Fase menstruasi atau deskuamasi Kira-kira 2 hari sebelum akhir siklus menstruasi.3 Kurangnya sekresi estrogen. seperti pelepasan bahan vasokonstriktor dan prostaglandin yang terdapat dalam jumlah sangat banyak pada saat ini. endometrium. Dapat dibedakan 4 fase endometrium dalam siklus haid. konsentrasi FSH dan LH dalam darah turun menjadi rendah.3 b. Vasospasme dan hilangnya rangsangan hormonal menyebabkan dimulainya proses nekrosis pada . Siklus Menstruasi Normal Pada masa reproduksi dan dalam keadaan tidak hamil. Setelah ovulasi. FSH dan LH akan merangsang pertumbuhan folikel baru untuk memulai siklus ovarium yang baru. korpus luteum menghasilkan sejumlah besar progesterone. kemudian terjadi menstruasi. 2. Endometrium berespon terhadap estrogen dengan mengalami pembelahan mitosis yang cepat dan pembentukan struktur kelenjar (endometrium fase proliferasi). Selain dari itu. Sebagai akibatnya. tipis. Menstruasi disebabkan oleh berkurangnya estrogen dan progesteron secara tiba-tiba. khususnya FSH. jaringan berkelenjar. Hormon ini menghambat sekresi kelenjar hipofisis anterior. Involusi akhir terjadi pada hampir tepat 12 hari dari masa hidup korpus luteum.7 Gambar 9. estrogen dan progesteron menurun dengan tajam sampai kadar sekresi yang rendah. 1. yang diikuti dengan cepat oleh involusi endometrium sendiri menjadi kira-kira 65% dari ketebalan semulan.2.

5mm.2. dan daerah perdarahan akan bertambah besar dengan cepat dalam waktu 24 sampai 36 jam. Fase proliferasi Dibawah pengaruh estrogen. Cairan menstruasi normalnya tidak membentuk bekuan.5 mm.2 Dalam waktu 4 sampai 7 hari sesudah dimulainya menstruasi. lapisan nekrotik bagian luar dari endometrium terlepas dari uterus pada daerah perdarahan tersebut. yaitu sebelum terjadi ovulasi. Permukaan endometrium akan mengalami epitelisasi kembali dalam waktu 4 sampai 7 hari sesudah terjadinya menstruasi. membentuk saluran yang membantu mengarahkan sperma ke arah yang tepat menuju ke dalam uterus. mungkin ditambah efek kontraksi dari prostaglandin. selama satu setengah minggu berikutnya.2 Gambar 2. 1. karena fibrinolosin dilepaskan bersama dengan bahan nekrotik endometrium. pengeluaran darah akan berhenti. sampai. Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung ± 4 hari. sel-sel stroma dan sel epitel berproliferasi dengan cepat. Kemudian. semua lapisan superfisial dari endometrium sudah berdeskuamasi. khususnya dari daerah serviks. 2. 40 ml darah dan tambahan 35 ml cairan serus dikeluarkan. 1 c.endometrium. Sebagai akibatnya. Massa jaringan deskuamasi dan darah di dalam kavum uteri.7 Selama menstruasi normal. Fase Menstruasi b. darah akan merembes ke lapisan vaskuler dari endometrium. Fase regenerasi Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagian besar berangsur-angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang tumbuh dari sel-sel epitel endometrium. kira-kira 48 jam setelah terjadinya menstruasi.11. yang disekresi dalam jumlah lebih banyak oleh ovarium selama bagian pertama siklus ovarium. akan merangsang kontraksi uterus yang menyebabkan dikeluarkannya isi uterus. 1. Perlahan-lahan. 2 Gambar 2. Pada waktu ini tebal endometrium ± 0. 1.10. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai ke hari ke-14 dari siklus menstruasi.3. akan mengsekresi mukus yang encer mirip benang yang akan terususun di sepanjang kanalis servikalis. fase Proliferasi . ketebalan endometrium sangat meningkat karena jumlah sel stroma bertambah banyak dan karena pertumbuhan kelenjar endometrium serta pembuluh darah yang progresif ke dalam endometrium. khususnya dari pembuluh darah.7 Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal ±3. karena pada saat ini endometrium sudah mengalami epitelisasi kembali. 1 Kelenjar endometrium.

deposit lipid dan glikogen sangat meningkat dalam sel stroma. 1. progesterone dan estrogen disekresi dalam jumlah yang besar oleh korpus luteum. Fase sekresi Selama sebagian besar separuh akhir siklus menstruasi. 1. Estrogen menyebabkan sedikit proliferasi sel tambahan pada endometrium Selama fase siklus endometrium ini.7 d. Sebagian sediaan masih menunjukkan suasana fase menstruasi dimana terlihat perubahan-perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboid. sel- selnya berbentuk bintang dan dengan tonjolan-tonjolan anastomosis. 1. Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. sel-sel kelenjar mengalami mitosis. Kelenjar berlekuk-lekuk dan bervariasi.Fase proliferasi madya (midproliferation phase) Fase ini berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10.Fase proliferasi dini (early proliferation phase) Fase proliferasi dini berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. Stroma bertumbuh aktif dan padat. terutama dari mulut kelenjar. Bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi. pendek dan sempit. Fase proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase. 1.Fase sekresi dini Dalam fase ini endometrium lebih tipis daripada fase sebelumnya karena kehilangan cairan.7 . kelebihan substansi sekresinya bertumpuk di dalam sel epitel kelenjar. ketebalan endometrium sudah menjadi 5 sampai 6 mm. Tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang (nake nucleus). 1.12. sedangkan progesterone menyebabkan pembengkakan yang nyata dan perkembangan sekretorik dari endometrium. yang mengandung sejumlah besar cadangan nutrisi yang dapat membentuk kondisi yang cocok untuk implantasi ovum yang sudah dibuahi. sekitar 1 minggu setelah ovulasi. Fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. yakni: . juga menyediakan jumlah persediaan nutrisi yang semakin besar untuk embrio2.3 Perubahan endometrium ini bertujuan untuk menghasilkan endometrium yang sangat sekretorik. dan suplai darah ke dalam endometrium lebih lanjut akan meningkat sebanding dengan perkembangan aktivitas sekresi.Fase proliferasi akhir (late proliferation phase) Fase ini berlangsung pada hari ke-11 sampai hari ke-14. Sejumlah stroma mengalami edema. Stroma padat dan sebagian menunjukkan aktivitas mitosis. Fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. sedangkan pembuluh darah menjadi sangat berkelok- kelok.7 Sekali zigot berimplantasi di dalam endometrium. setelah terjadi ovulasi. Nukleus sel stroma relative besar sebab sitoplasma relatif sedikit. Kelenjar-kelenjar kebanyakan lurus. Fase sekresi Fase sekresi dibagi atas: . yaitu: . Juga sitoplasma dari sel stroma bertambah banyak. fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torak dan tinggi.2. Pada puncak fase sekretorik.7 . Kelenjar makin berkelok-kelok. Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan. sel-sel trofoblas pada permukaan blastokista yang berimplantasi mulai mencerna substansi yang disimpan endometrium. Gambar 2.

Amenorreha Primer yaitu keadaan di mana siklus menstruasi tidak pernah dimulai. Aplasia uterus dan vagina (sindrom Mayer-Kustner-V Rokitansky) Gambar 2. Hypergonadotropic hypogonadism 2. Amenorrhea di bagi menjadi menjadi dua: 1. 1 .14. lumennya berisi secret. dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berlekuk-lekuk dan kaya dengan glikogen. Hal ini dapat disebabkan adanya kelainan kongenital seperti tidak terbentuknya uterus sejak lahir. Stratum basale. dg keluhan? 12. Sitoplasma sel-sel stroma bertambah.Fase sekresi lanjut Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm.  Pada wanita yang telah menstruasi. Terlambatnya pertumbuhan pada masa pubertas juga bisa menyebabkan amenorrhoea primer. 1 c. Stratum spongiosum. 3.  polycystic ovarian syndrome. dan stromanya edema. 1 11. yaitu lapisan endometrium bagian dalam yang berbatasan dengan lapisan miometrium. Eugonadism  androgen insensitivity syndrome. atau kegagalan ovarium memproduksi ovum. . Saluran-saluran kelenjar sempit. kecuali mitosis pada kelenjar. Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi dini. yaitu lapisan atas yang padat. Ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar yang melebar dan berlekuk-lekuk dan hanya sedikit stroma diantaranya.  congenital adrenal hyperplasia. ketidakadaan menstruasi setidaknya selama 3 periode mentruasi yang sebelumnya atau 6 bulan amenorrhea.  Tidak ada siklus menstruasi pada usia 16 meskipun terdapat pertumbuhan dan perkembangan organ seksual sekunder. FSH rendah.15 Etiologi amenorrhea primer:18 1. Apa hub riwayat aminhorrhea 3bl. 4. Amenorrhea Sekunder amenorrhea sekunder adalah wanita usia reproduksi yang pernah mengalami haid. a. yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti pons. 1 b. lapisan ini tidak aktif. Sel stroma menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan. Stratum kompaktum. Defek anatomi pada amenorrhea 2. namun haidnya berhenti untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Etiologi aminhorrhea? Setiap pasien yang memenuhi kriteria berikut sebaiknya di evaluasi memeliki masalah medis amenorrhea:5  Tidak ada periode menstruasi pada usia 14 dan tidak ada perkembangan dari organ seksual sekunder. Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum.13.

Diberikan Gn-RH pulsatif (bila mungkin). Kompartemen I : Gangguan pada traktus atau uterus 2. atau konseling. Amenorrhea Ovarium  Untuk menekan sekresi FSH dan dapat diberikan estrogen dan perprogesteron. Konsultasi. Kompartemen II Gangguan pada Ovarium 3. Apabila gagal perlu dipertimbangkan adanya aplasia uteri. Kompartemen III Gangguan pada sistem pituitari anterior 4. atau pemberian FSH-LH dari luar.  Penyebab fungsional. asherman syndrome. Agar merasa tetap sebegai seorang wanita. Penting diketahui. bahwa obat-obat psikofarmaka dapat meningkatkan prolaktin. atau pemberian steroid seks secara siklik 3. Amenorrhea hipotalamik  Penyebab organik ditangani sesuai dengan penyebab organik tersebut. dapat di berikan estrogen dan progesteron siklik. 4. Amenorrhea hipofisis  Substitusi hormon yang kurang (FSH:LH). seperti pada anoreksia nervosa dan bolemia. atau estrogen saja secara siklik. 2. .1 Klasifikasi Amenorrhea Sekunder Penangan Pada Amennorrhea sekunder 1.  Psikoterapi.  Kekurangan Gn-RH. Kompartmen IV Gangguan pada sistem saraf pusat Tabel 2. Klasifikasi Amenorrhea sekunder berdasarkan kompartemen 1. Amenorrhea Uteriner  Stimulasi steroid seks. ataupun penggunaan obat-obat psikofarmaka hanya pada keadaan yang berat saja.

Polimenorea b.  Selain itu untuk menekan sekresi FSH dan LH yang berlebihan dapat juga diberikan Gn-RH analog selama 6 bulan. Knpa stres mempengaruhi menstruasi ? Macam-Macam Kelainan Haid Gangguan haid dan siklusnya khusus dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam: 1 1. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid: a. Hipomenorea c. Amenorea 3. Hipermenorea b. Oligomenorea c. Tabel 2.2 Pemeriksaan Pada Amenorhea 13. Pada menopause prekok maupun sindroma ovarium resisten gonadotropin. Perdarahan bercak (spotting) 2. Kemungkinan menjadi hamil sangat kecil. Perdarahan di luar haid: . steroid seks diberikan sampai terjadi haid. Kelainan siklus: a.

11 Penanganan Oligomenorrhea Penanganan oligomenorrhea tergantung dengan penyebab1. Oligomenorrhea yang menetap dapat terjadi akibat perpanjangan stadium folikular. kadang-kadang hanya berupa spotting10. operasi mungkin diperlukan. pada gangguan endokrin. Oligomenorrhea dapat juga terjadi pada stress fisik dan emosional. Dapat juga terjadi pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik dimana pada keadaan ini dihasilkan androgen yang lebih tinggi dari kadara pada wanita normal. yang diberikan dari hari ke-16 sampai ke-25 siklus haid. Siklus yang tadinya normal menjadi pendek biasanya disebabkan pemendekan stadium sekresi karena korpus luteum lekas mati. 11 Oligomenorrhea sering terdapat pada wanita astenis11. tumor yang mensekresikan estrogen dan nutrisi buruk. Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus. dimana siklus >31 hari. Oligomenorrhea sering diobati dengan pil KB untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormonal. Premenstrual tension (ketegangan prahaid) b. Organik . Hal ini sering terjadi pada disfungsi ovarium saat klimakterium. ataupun perpanjang kedua stadium tersebut. Yang paling sering dijumpai adalah pemendekan stadium proliferasi. Metroragia 4. Dismenorea  Hipermenorea Ialah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal. dan lain-lain. Pasien dengan obat kontrasepsi kadang memberikan keluhan ini10. Oligomenorrhe dapat juga disebabkan ketidakseimbangan hormonal seperti pada awal pubertas 1. pubertas atau penyakit kronik seperti TBC 11. Bila siklus lebih pendek dari 21 hari kemungkinan melibatkan stadium sekresi juga dan hal ini menyebabkan infertilitas11.  Metrorrhagia Adalah perdarahan tidak teratur. misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktiltas yang terganggu. polip endometrium. Dapat disebabkan oleh stenosis pada himen. Penanganan pada hipomenorrhea Bila siklus menstruasi berovulasi tidak perlu dilakukan pengobatan apapun. atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). maka dapat diberikan kombinasi estrogen-progesteron yang dimulai hari ke-16 sampai hari ke-25 siklus menstruasi. Bila siklus pendek namun teratur ada kemungkinan stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau kedua stadium memendek. 11 Perbaikan status gizi pada penderita dengan gangguan nutrisi dapat memperbaiki keadaan oligomenorrhea. perpanjangan stadium luteal.10. servik atau uterus. Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita. gangguan pelepasan endometrium pada waktu haid (irregular endometrial shedding). Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) d. dan sebagainya.13  Polimenorrhea Haid yang terlalu sering. Bila ternyata tetap ingin diberikan pengobatan. Pada oligomenorrhea dengan anovulatoir serta pada remaja dan wanita yang mendekati menopouse tidak memerlukan terapi. Oligomenorrhea biasanya berhubungan dengan anovulasi atau dapat juga disebabkan kelainan endokrin seperti kehamilan. Bila gejala terjadi akibat adanya tumor. dan menopouse atau sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih. Adanya hipermenorea tidak mengganggu fertilitas. dimana siklusnya < 21 hari. Pasien dengan sindrom ovarium polikistik juga sering diterapi dengan hormonal. Penanganan pada hipermenorrhea Bila dijumpai kelainan organik. pada uterus (misalnya sesudah miomektomi). Bila siklus tiba-tiba memanjang maka dapat disebabkan oleh pengaruh psikis atau pengaruh penyakit. gangguan hipofise-hipotalamus. penyakit kronis. Penyebab yang bukan kelainan organik diberikan progesteron seperti MPA 10 mg/hari. maka pengobatan ditujukan kepada kelainan organik tersebut. atau juga noretisteron asetat 5mg/hari. Dapat juga di berikan tablet kombinasi estrogen-progesteron dari hari ke-16 sampai hari ke-25 siklus haid. atau didrogesteron 10mg/hari. Mastodinia c. Gangguan lain dalam hubungan dengan haid a.  Oligomenorrhea Haid yang terlalu jarang.13  Hipormenorea Hipomenorrhea adalah suatu keadan dimana jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc) 1. a. Etiologi: 1. kadang tejadi di pertengahan siklus haid.

Sesuai dengan diagnosis dan komplikasi 2. yang mana bertepatan dengan intensitas terbesar dari gejala. Sebagian besar dari pelepasan prostaglandin selama menstruasi terjadi pada 48 jam pertama. gangguan konsentrasi. perasaan putus asa .5 Penanganan pada dismenorrea primer Pemberian Analgetik: NSAIDs diberikan 1-2 hari menjelang haid dan diteruskan sampai hari kedua atau ketiga siklus haid. insomnia. walaupun kadang-kadang berlangsung terus sanpai haid berhenti. Tujuannya untuk menghasilkan siklus haid yang anovulatorik. perut kembung. Kadar prostaglandin dan leukotrien meningkat pada meningkat pada darah menstruasi dan jaringan uterus wanita dengan dismenorrhea sebanding dengan kadar sistemik vasopressin. Yang pertama dari American Psychiatric Association (APA) dan yang kedua dari National Institute of Mental Health (NIHM). The Premenstrual Syndrome Merupakan keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid. 2 kali 1. infection. biasanya terdapat kelainan dari alat kandungan. Kriteria untuk diagnosis menurut APA sebagai berikut: A. Dismenorea primer 4. dimana prostaglandin E menghambat kontraksi pada uterus yang tidak hamil. 13 4. sehingga nyeri haid dapat dikurangi. dan karsinoma serviks 2. Pemberian analog GnRH selama 6 bulan sangat efektif menghilangkan nyeri haid yang disebabkan endometriosis. tetapi jumlah PGF2i yang diproduksi adalah faktor utama yang membedakan. nyeri kepala. maka untuk sementara dapat dicoba pengobatan medikamentosa seperti pada dismenorrea primer.5 Selama kontraksi aliran darah endometrium berkurang dan merupakan korelasi yang baik dengan aliran darah yang minimal dan nyeri kolik yang maksimal.(Margaret. Sesuai hasil PA  Dismenorea Adalah nyeri pada perut bagian bawah sebelum dan sesudah haid dapat bersifat kolik terus. cervical stenosis. mioma submukosum. dan kadang-kadang edema. Wanita dengan dismenorea primer mempunyai produksi prostaglandins endomterial lebih tinggi dibandingkan wanita yang asimptomatik. Etiologi : Adenomyosis. 2006) Prostaglandin F2i (PGF2i) merupakan agen yang bertanggung jawab pada dismenorea. Faktor yang memegang peranan sebagai etiologi premenstrual tension ialah: ketidakseimbangan antara estrogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium. Keluhan-keluhan terdiri atas gangguan emosional berupa iritabilitas. Dismenorea sekunder Dismenorea primer Adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital yang nyata. Otot uterus pada baik yang wanita normal dan dismenorea sensitif terhadap PGF2i. 1 Dismenorea dibagi atas: 3. Dismenorea primer terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih.2. Ada paduan utama untuk mendiagnosis PreMenstrual Syndrome. Pada kasus-kasus yang menolak tindakan operatif. dan peningkatan gejala-gejala fisik tersebut di atas. polip.2 Dismenorea Sekunder Adalah nyeri haid yang terjadi kemudian. oleh karena siklus-siklus haid pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulatoar yang tidak disertai dengan rasa nyeri. Penanganan pada dismenorrhea sekunder Bila ada kelainan organik ditangani secara kausal. myomas. Prostaglandin selalu menstimulasi kontraksi uterus. sedang pada kasus-kasus yang berat terdapat depresi.9. penambahan berat badan. rasa ketakutan.13 4. 13 Terapi hormonal juga telah banyak digunakan. dan salah satu nya harus salah satu dari empat gejala yang pertama: 1. pembesaran dan rasa nyeri pada mamma dan sebagainya. mulai dari permulaan selama minggu terakhir fase luteal dan berkurang setelah onset mestruasi. Diagnosis membutuhkan setidaknya lima dari salah satu gejala di bawah. dan menghilangsesudah haid datang.2. Endokrin Seperti pada usia perimenarche dan menoupause Penanganan Metrorrhagia 1. Depresi.2. Biasanya diberikan Progesteron (Didrogesteron 10mg. gelisah. B. Gejala-gejala yang yang berhubungan dengan siklus menstruasi secara temporal. mual. Medroksiprogesteron asetat 5mg/hari) diberikan mulai dari hari ke-5 sampai ke-25 siklus haid. karsinoma korpus uteri.

Prostaglandin sintetase inhibitor . Anti-fibrinolitik Asam tranexamid. Gejala-gejala mempengaruhi pekerjaan atau aktivitas sehari-hari atau hubungan sosial. Pelvic inflammatory disease 2. Medikamentosa . Kontrasepsi Progesteron Only b.Selective Serotonin Reuptake Iinhibitors: Fluoxetine. Gejala-gejala tersebut bukan merupakan sebuah eksarsebasi gangguan psikiatrik yang lain. goserelide .5. di dapatkan sekitar 5% dari wanita usia reproduktif bisa di diagnosa mengalami PMS. Pedoman diagnosis dari National Institute of Mental Health (NIHM) menyebutkan bahwa diagnosis PMS membutuhkan dokumentasi dari setidaknya peningkatan 30% keparahan gejala dalam 5 hari pada waktu menstruasi dibandingkan dengan 5 hari setelah menstruasi. penambahan berat badan.GnRH agonis dikombinasi dengan estrogen-progesteron :Nafareline. b. 7. asam Epsilon-amino caproic c. Hypothyroidism 3. Gangguan nafsu makan. menangis.Plasebo . marah. Sistemik a. naproxen. Paraxetine .4. atau meningkatnya konflik interpersonal.6 Penanganan PMS 1. Iatrogenik a.8 Etiologi : 1. Terapi Hormonal a. Setraline. atau mudah tersinggung. makan berlebih atau nafsu makan tinggi 9. Polip endometrium c. D. sakit kepala. ibuprofen. Gangguan koagulasi b. Antikoagulan Penanganan pada Menorrhagia 1. Etamsylate Fungsi : mereduksi kerapuhan kapiler 2. Fibroid b.9 Dengan menggunakan kriteria APA dan NIHM. 4. seperti payudara kencang. X dan IX e. C. Terapi non-hormonal a.Spironolactone 2. nyeri sendi. VII. Idiopathic thrombocytopaenia purpura d. 5. Perasaan “overprotected” atau tidak terkendali 11. diclofenac. 2. IUD c. NSAID Asam mefenamat. Uterus a. Endometriosis d. edema. Progesterone . Mudah lelah 7. Hypersmonia atau insmonia 10. Gejala fisik. Operatif : oovorektomi  Menorrhagia Menorrhagia adalah pengeluaran darah haid yang terlalu banyak dan biasanya disertai dengan pada siklus yang teratur. contoh: perasaan tiba-tiba sedih. Marah atau perasaan tersinggun yang menetap. asam meklofenat. Kecemasan atau ketegangan 3. Afeksi yang labil. Penyakit Von Willebrand’s c. Defisiensi faktor V. Sulit berkonsentrasi 8. Penurunan ketertarikan terhadapa aktifitas sehari-hari 6.Pil KB : medroxyprogesterone acetate 10-30mg/hari .

Bandung : Fakultas Kedokteran Unpad . analog GnRH 3. dan Hormon-Hormon Wanita. Pembedahan 1.2008.Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: 46-50. medroxyprogesterone acetate. Intrauterine progesterone Levonorgestrel c. 3. Guyton & Hall.2003. Kelainan haid dalam Ginekologi. Dalam Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Wiknjosastro. EGC: 1284-97. Ilmu Kandungan. Hanifa. dygrogesterone b. Basic and Clinical Endocrinology.Endokrinologi Ginekologi edisi kedua. Badziad.G and GordonJ. Ablasi Endometrial DAFTAR PUSTAKA 1. gestrinone. 1981 : 31-39 4. Fisiologi Wanita Sebelum Kehmilan. Sintesis. terapi hormone pengganti d. Ruswana. Greenspan. 1997. Jakarta. 1305-12.S dan Strewler. Ali. Norehisterone. 2005. 1997 London: Prentice-Hall International Inc 6. Kombinasi Estrogen/progesterone Kontrasepsi oral. In Francis S. 55-64 2.D. Lain-lain Danazol.Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 5. S (eds). Hysterectomy 2. F. Appendix. 5th ed. Bandung. Anwar. G. Elstar Offset. Kehamilan dan Laktasi. Fungsi Dan Interpretasi Pemeriksaan Hormon Reproduksi.