Step 7

1. Apa definisi dari IMS ?
DEFINISI
Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang penularannya terutama
melalui hubungan seksual yang mencakup infeksi yang disertai gejala-gejala klinis
maupun asimptomatis.
Sumber : (Daili, 2009)

IMS atau Seksually Transmitted Disease adalah suatu gangguan atau penyakit
yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak hubungan seksual.

Sumber : (Zohra dan Rahardjo, 1999)

ETIOLOGI
- bakteri ( diantaranyaN.gonorrhoeae, C.trachomatis, T.pallidum)
- virus (diantaranya HSV,HPV,HIV, Herpes B virus, Molluscum
contagiosum virus),
- protozoa (diantaranya Trichomonas vaginalis)
- jamur (diantaranya Candida albicans)
- ektoparasit (diantaranya Sarcoptes scabiei)
Sumber : (WHO,2007)

2. Mengapa luka yang timbul awalnya kecil menjadi besar?and why the ulcers
painful?

3. Apa dd dan diagnosis dari scenario !
Ulkus genital :
Infeksi: sifilis( lesi:ulkus, papul)(bebatas tegas), ulkus mole(ulkus,papul)(tidak
berbatas tegas, limfogranuloma venerium (papul,pustul,ulkus)
HSV (vesikel,ulkus bilateral) (eritem)

Herpes genitalis Sifilis Ulkus mole ( Chancroid )
Etiologi HVS T. pallidum H. ducrey
Lesi Vesikel, ulkus Ulkus, papul Ulkus, papul
bilateral
Tepi ulkus Eritematosa Berbatas tegas Tidak berbatas tegas
Nyeri Nyeri Jarang nyeri
Banyak lesi Bilateran dan Soliter 1-3 (multiple)
multiple
Indurasi - + +/-
Masa 2-14hari 10-90hari 1-14hari
Inkubasi

3 minggu (10-90 hari) setelah “coitus suspectus” (hubungan seksual yang dicurigai sebagai penyebab infeksi). atralgia dan anoreksia. Sifilis dini (sifilis yang terjadi dalam 1 tahun setelah terinfeksi) i. tanpa eksudat. Sifilis tersier (S III) GAMBARAN KLINIS Sifilis primer Sifilis ditularkan melalui kontak langsung dari lesi infeksius. tidak nyeri (indolen). Sifilis laten lanjut (late latent syphilis) ii. Sifilis laten dini (early latent syphilis) 2. tidak terdapat gejala konstitusi  Adanya ulkus disertai pembesaran kelenjar getah bening disebut kompleks primer  Bila tidak diobati. Herpes simpleks genitalis (herpes genitalis) SIFILIS Nama lain: Lues venerea/ raja singa Sifilis adalah IMS yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. menuju kelenjar limfe. Sifilis kongenital dini (muncul sebelum umur 2 tahun) 2. merupakan penyakit kronis dan dapat mengenai seluruh organ tubuh. kemudian masuk ke pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. sakit kepala. Gambaran klinisnya dapat menyerupai penyakit lain (the great imitator). ulkus akan menetap selama 2-6 minggu. namun makin lama lesi terjadi kemungkinan tes menjadi reaktif ( > 4 minggu) Sifilis sekunder Timbul 6 minggu sampai 6 bulan kemudian berupa ruam pada kulit. Gambaran karakteristik ulkus durum:  Biasanya soliter. Ulkus mole (chancroid) 3. Pada bayi ditularkan in utero atau karena kontak dengan lesi ibu pada waktu persalinan.  Tes serologis untuk sifilis: non reaktif.  Terdapat limfadenopati inguinal medial unilateral/bilateral. Sifilis lanjut (sifilis yang terjadi lebih dari 1 tahun setelah infeksi) i. bagian tepi lesi meninggi dan keras (indurasi). Tanda klinis yang pertama kali muncul adalah timbul lesi primer berupa ulkus di tempat inokulasi. Sifilis 2. dapat di genital maupun ekstra genital.Infeksi menular seksual yang dapat bermanifestasi sebagai ulkus genital adalah: 1. dasar bersih. dapat disertai gejala konstitusi seperti demam. Sifilis primer (S I) ii. Selama perjalanan penyakitnya terdapat masa laten tanpa manifestasi lesi di tubuh. Manifestasi kulit pada sifilis sekunder (sifilid): . Sifilis sekunder (S II) iii. Pada saat ini tanda-tanda klinis dan serologis belum jelas. Sifilis kongenital 1. Treponema masuk melalui selaput lendir yang utuh atau kulit yang mengalami abrasi. Ulkus ini disebut ulkus durum atau chancre (syphilitic ulcer).  Pada ulkus dapat ditemukan gerakan T. Sifilis akuisita (klasifikasi epidemiologis) 1. Sifilis kongenital lanjut (muncul setelah umur 2 tahun) 2. lalu sembuh spontan. pallidum. KLASIFIKASI 1. Kelainan antara lain: . malaise. mukosa dan organ tubuh. Pada stadium ini ulkus masih dapat ditemukan. ukuran bervariasi dari beberapa mm sampai 1-2 cm.

kurang dari 1 tahun.  Ditemukan pada 75% kasus  Ruam kulit dapat sembuh spontan . papula. Splenomegali . Pada tahun pertama setelah infeksi yang tidak diobati. Pada kasus yang tidak diobati dapat terjadi relaps 1-2 tahun setelah infeksi. Psoriasis . simtomatik neurosifilis. lesi sering unilateral. Papul basah pada daerah intertriginosa yang lembab disebut kondiloma lata . Tes serologis umumnya reaktif Sifilis kongenital Infeksi pada janin lebih banyak terjadi bila ibu berada pada stadium dini. Sifilis lanjut Lesi sifilis lanjut berupa endarteritis obliterans pada bagian ujung arteriol dan pembuluh darah kecil yang menyebabkan peradangan dan nekrosis. papulaskuamosa (psoriasiform) dan pustul. maka makin sedikit kemungkinannya menginfeksi janinnya. kemungkinan 90% akan ditularkan pada bayi yang dikandungnya. lesi papulaskuamosa. namun setelah diberi pengobatan akan rendah atau non reaktif. berbentuk arsiner. Pitiriasis rosea .  Sangat bervariasi. Granuloma inguinale . dapat berupa makula. Laten dini. Tinea versikolor . dapat berlangsung bertahun- tahun atau seumur hidup. Limfadenopati generalisata ( > 50% kasus) . jarang menular. sebab pada saat ini banyakTreponema yang beredar dalam darah. Diagnosis banding Sifilis pimer: . Lebih awal munculnya manifestasi klinis. Diagnosis sifilis sekunder ditegakkan berdasarkan adanya lesi sifilis sekunder yang khas. lebih dari 1 tahun. sekresi hidung . Hepatomegali . Tanda-tanda tersebut antara lain: lesi vesikobulosa (segera setelah lahir). Masa laten ini terbagi dua yaitu: . sifilis benigna lanjut dan sifilis kardiovaskuler. folikulitis. hasil pemeriksaan serologis yang reaktif. masih bisa menular . Pada sifilis kongenital dini. Eksantema virus Sifilis laten Sifilis laten merupakan stadium sifilis tanpa manifestasi klinis. Pada umumnya makin lama seorang ibu terkena infeksi. Chancroid . Skabies . Herpes genitalis Sifilis sekunder: . kecuali pada wanita hamil dapat menularkan sifilis pada bayi yang dikandungnya Diagnosis hanya berdasarkan pada tes serologis. prognosisnya akan semakin buruk. Drug eruption . Pada laten dini titer tinggi. Laten lanjut. tanda dan gejala yang khas muncul sebelum umur 2 tahun. dapat pula pemeriksaan lapangan gelap positif. Bila tidak diobati kerusakan akan semakin hebat pada salah satu organ tubuh Yang paling sering terjadi pada sifilis lanjut adalah: latensi. sedangkan laten lanjut selalu dengan titer rendah dan sedikit perubahan setelah diberikan pengobatan. biasanya simetris.

Ulkus multipel. kardiovaskular. tepi tidak rata. hepatosplenomegali. Tetrasiklin 4 x 500 mg/ hari. fisura sekitar rongga mulut dan hidung (rhagade parrot).4 juta IU/ minggu. selama 30 hari ii. gigi Mulberry. Doksisiklin 2 x 100 mg/ hari per oral. harus dievaluasi kembali secara klinis dan serologis (dengan VDRL) sesudah 3 bulan pengobatan. dapat dievaluasi kembali sesudah bulan ke-12. indurasi (-). FTA-ABS (Fluorescent Antibody Absoption Test).6 juta IU/ hari. Tanda- tanda sifilis kongenital lanjut. Sifilis lanjut (sifilis > 2 tahun. neurosifilis. atau . Lebih dari setengah penderita tanpa manifestasi klinis kecuali tes serologis yang reaktif. laten yang tidak diketahui lama infeksi. RPR (Rapid Plasma Reagin) VDRL: sensitivitas tinggi à skrining TPHA: spesifisitas tinggi à konfirmasi diagnosis PENGOBATAN 1. PEMERIKSAAN LABORATORIUM: Pemeriksaan langsung : bahan pemeriksaan dari ulkus (Reitz serum) — Dark field examination — PCR Pemeriksaan tidak langsung: tes serologis untuk sifilis (TSS) /Serologic Test for Syphilis (STS) 1 Tes Treponema : TPI (T. Benzatin benzilpenisilin G 2. laten dini) . nyeri pada > 50% kasus. Pada tipe ini tidak menular. sekunder. dengan masa inkubasi 4-10 hari. intramuskuler selama 10 hari berturut-turut. kelainan pada cairan sumsum tulang belakang.disertai darah.4 juta IU intra muskuler. . dan bila ada indikasi berdasarkan hasil pemeriksaan pada bulan ke-6 tersebut. osteokondritis. pallidum Immobilization). sklerosis tulang. selama 3 minggu berturut-turut. Evaluasi kedua dilakukan sesudah 6 bulan. ULKUS MOLE Ulkus mole atau Chancroid atau soft chancre adalah IMS yang disebabkan oleh Haemophilus ducreyi. Prokain benzilpenisilin 0. intramuskuler. antara lain: keratitis interstitialis. Sifilis dini (primer. Eritromisin 4 x 500 mg/ hari selama 30 hari 1. Sifilis kongenital lanjut biasanya muncul setelah umur 2 tahun.6 juta IU/ hari. anemia hemolitik. Doksisiklin 2 x 100 mg/ hari selama 30 hari atau lebih ii. Untuk penderita yang alergi penisilin: i. intramuskuler selama 3 minggu berturut- turut. Benzatin benzilpenisilin G 2. TPHA (Treponema Pallidum Haemagglutination Assay) 2 Tes non Treponema : VDRL (Venereal Diseases Research Laboratory). . ketulian. Untuk penderita yang alergi penisilin: i. Pada wanita sukar ditentukan masa inkubasinya karena sering ditemukan kasus asimtomatis Karakteristik: . Prokain benzilpenisilin 0. Tetrasiklin 4 x 500 mg/ hari selama 30 hari atau lebih iii. . selama 30 hari iii. dosis tunggal atau . Eritromisin 4 x 500 mg/ hari selama 30 hari atau lebih Evaluasi Hasil Pengobatan Pada penderita sifilis stadium dini yang telah dilakukan pengobatan dengan cara dan dosis yang adekuat. syphilis late benign kecuali neurosifilis) . gigi Hutchinson.

labia. serviks (70%)  Laki-laki: Glans. meatus. serviks. Sifilis . dosis tunggal 4. selama 3 hari 2. yang terasa nyeri à pustula à erosi à ulkus à krusta keabu-abuan  Lesi baru masih muncul sampai hari ke-10. dan anal. Asimtomatik Episode pertama primer  Merupakan infeksi primer sejati. Dapat terjadi autoinokulasi . Episode pertama – primer 2. Herpes genitalis Pada sekitar 10% kasus dapat terjadi koinfeksi. rekurensi lebih sering dengan penyembuhan yang lebih lama.  Vesikel berkelompok pada dasar eritem. Infeksi herpes genitalis ditularkan melalui kontak langsung dari lesi atau sekret genital yang infeksius. Pada penelitian retrospektif 50-70% infeksi HSV tipe 2 adalah asimtomatis. penile shaft. mudah berdarah dan nekrotik. Transmisi terjadi pada saat viral shedding. mengenai seseorang yang belum pernah terpajan HSV sebelumnya (seronegatif terhadap antibodi HSV)  Masa inkubasi 1 minggu (2-12 hari) setelah coitus suspectus  Pada episode ini gejala lebih berat. Dasar ulkus kotor. Terdapat limfadenopati inguinal uni/bilateral yang terasa nyeri pada 50% kasus à terjadi supurasi à perforasi à fistula à ulkus . kulit sekitar ulkus kemerahan . Pada penderita dengan imunodefisiensi.  Kelenjar limfe regional dapat membesar dan nyeri pada perabaan. pallidum. Pemeriksaan laboratorium:  Pewarnaan Gram dari ulkus (sensitivitas 40-60%) è Basil kecil Gram negatif. Lokasi lesi: sering pada daerah vulva. Siprofloksasin 2 x 500 mg/ hari per oral.. lebih lama. yang berderet berpasangan seperti kumpulan ikan (school of swimming fish)  Kultur  PCR PENGOBATAN 1. sulkus koronarius. gejala akan lebih berat. Gejala yang timbul dapat berat. reepitelisasi terjadi setelah 15-20 hari  Lokasi:  Wanita: introitus. Seftriakson 250 mg intramuskular. Eritromisin base 4 x 500 mg/hari. dengan gejala khas berupa vesikel berkelompok dengan dasar eritema dan bersifat rekuren. Ulkus mikstum adalah koinfeksi ulkus mole dengan infeksi T. sulkus koronarius. tetapi dapat pula asimtomatis. bagian tubuh lain (jarang) karena autoinokulasi Diagnosis banding: . Azitromisin 1 gram per oral. Episode rekuren 4. dosis tunggal HERPES GENITALIS Herpes genitalis adalah IMS yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV) tipe 1 dan 2 (90% kasus herpes genitalis disebabkan oleh HSV tipe 2). oral pada oral sexual contac. seringkali disertai gejala sistemik dan dapat mengenai banyak tempat. uretra. prepuce. Episode pertama – bukan primer 3. perineal region .per oral selama 7 hari 3. Manifestasi klinis 1.

per oral. 2008: 661-84. . atau 2. obat-obatan (imunosupresif. lahir mati. kortikosteroid). Episode pertama bukan primer  Pada orang yang pertama kali timbul gejala klinis. Sexually Transmitted Diseases. Edisi ke-4. Sparling PF. per oral. Valasiklovir 2 x 500 mg/ hari. kelelahan. namun pemeriksaan ini mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang rendah. Episode kambuhan: 1. New York: Mc. Sparling PF. alkohol. Clinical manifestation of syphillis. malformasi kongenital. namun telah seropositif terhadap antibodi HSV  Gejala lebih ringan dari episode primer. mons area  Komplikasi:  Neurologis (13-35%) : aseptic meningitis. Sifilis dengan infeksi sekunder . dapat diawali gejala prodromal seperti gatal. selama 5 hari 3. tetapi lebih berat dari episode rekuren Episode Rekuren  Gejala yang timbul biasanya lebih ringan. Musher DM. selama 5 hari. Asiklovir 2 x 400 mg/ hari. atau 2. Dermatitis kontak LABORATORIUM  Pemeriksaan laboratorium sederhana dengan apus Tzanck yang diwarnai dengan Giemsa atau Wright akan tampak sel raksasa berinti banyak. Piot P. penyunting. selama 7 hari 2. stress emosi. paha.  Reepitelisasi + 10 hari  Rekurensi HSV-2 lebih sering dibandingkan HSV-1 DIAGNOSIS BANDING . per oral. Asiklovir 5 x 200 mg/ hari. disuria  Faktor pencetus : trauma. koitus yang berlebihan. Asiklovir 5 x 200 mg/ hari. Dalam: Holmes KK. menstruasi. transverse meningitis. skrotum. Bila ringan cukup diberikan krim asiklovir 3. Episode pertama primer: 1. Corey L.  Jarang: perineum. selama 7 hari. secara terus-menerus. perianal. bokong. per oral. sacral radiculitis(retensi urin)  Pada kehamilan: abortus. Wasserheit JN. atau 2. demam.  PCR  Serologi PENGOBATAN 1.Graw Hill. Pengobatan supresif (kekambuhan > 6 kali/ tahun) 1. Chancroid . Ulkus genital karena trauma . Healy BP. dkk. per oral. Valasiklovir 1 x 500 mg/ hari DAFTAR PUSTAKA 1. Stamm WE. rasa terbakar. Valasiklovir 2 x 500 mg/ hari. Swartz MN.

lesi papular .Gambar 1. Sifilis sekunder. Ulkus durum pada sulkus koronarius Gambar 3. Ulkus durum pada labia mayor Gambar 2. Ulkus durum ekstra genital Gambar 4.

Gambar 5. Lesi pada telapak tangan dan kaki (S II dini) Gambar 7. Kondiloma lata . Sifilis psoriatika Gambar 6.

RANTES menimbukan papul dan pustul dari infeksi ulkus mole tetapi tidak menyebabkan infeksi pada kulit.Penyebaran ulkus mole melalui virus yang menyerang sistem imun manusia yang menurun. ducreyi menghasilkan toksin sitoletal. Ulkus mole Gambar 9. mikroorganisme melakukan penetrasi pada defek pertahanan epidermis. Beta-simokin RANTES (mengaktifkan regulasi.Dengan adanya trauma / abrasi. Bakteri yang masuk memberi rangsangan inflamasi sehingga terjadi infiltrasi limfosit. Herpes genitalis 4. granulosit dengan mediator utama TH-1 sebagai respon imun dan inflamasi pyogenik. fibrin. . makrofag. Daerah pertama terdiri dari daerah yang nekrotik. Makrofag dalam lesi dari cancroid berpeluang besar meningkatkan ekspresi dari CCR5 dan CXCR4 bersama dengan sel darah perifer. Bersama dengan mukosa dan barier kulit. esensial keluar menjadi HIV. Pengobatan yang mudah dan efektif dari ulserasi genital. . muncul sel dengan regulasi yang menurun dari HIV-1 co-reseptor dalam lesi infeksi H ducreyi dengan lingkungan yang fasilitasnya buruk dan menyebabkan infeksi HIV-1. dan neutropil. faktor virulensi penting pada patogenesis ulkus mole. Daerah tengah adalah daerah dengan jaringan granulasi dan zona yang paling bawah terdiri dari limfosit dan plasma sel. dan ikatan alami yang menyerang sel imun pada satu tempat dan terbentuk inflamasi.Limfadenitis yang terjadi akibat infeksi Haemophilus ducreyi disertai dengan .Gambar 8. Awalnya. Reseptor berupa simokin CCR5 dan CXCR4 yang termasuk kelas 7 transmembran G-protein-reseptor. Gram-negatif dari basil hanya daapt ditemukan dengan menggunakan pewarnaan Gram atau Giemsa dan dapat dilhat baik dengan Smears. Bagaimana pathogenesis dari penyakit di scenario ! H. Perkembangan ulkus mole disertai juga limfadenitis akibat inflamasi pyogenik. sel T normal dan sekretnya) dalam ikatan yang penting untuk CCR5. sel CD4 T berpeluang menurunkan regulasi dari CCR5. CCR5 dan 2 co-reseptor penting. Pada pemeriksaan biopsi dari ulkus mole dikalsifikasikan menjadi 3 daerah inflamasi dibawah ulkus. Diduga toksin ini yang meyebabkan prognosis ulkus pada genitalia sulit untuk sembuh. dan ulkus mole dari partikuler. karena kuman penetrasi ke dlm epidermis. bagian yang penting dari beberapa strategi untuk mengontrol perkembangan dari infeksi HIV di negara-negara tropis.

Perempuan sering memiliki empat atau lebih bisul/borok. dan jarang pada anus. Apa factor resiko dari scenario tersebut !  Higiene yang rendah  Hubungan seksual yang bergonta-ganti pasangan  Orang dengan imunosupresant  Bayi yang dilahirkan dari ibu penderita IMS  Penggunaan handuk. Lokasi ulkus pada pria terletak di daerah . daerah yang paling sering terkena ulkus adalah labia.Hasil penyelidikan ditemukan adanya respons hipersensitivitas lambat & respons antibodi pd pasien dg chancroid. Sering kali menyerang skrotum atau pubis. Pada wanita. Sangat jarang lesi terdapat pada orifisium vagina. ulkus mole ditandai dengan ulserasi kronik dan nyeri. frenulum labiorum pudendi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK UI 5. nyeri defekasi. Tepi yang ulserasi cenderung meninggi dan tegang. perineum. bibir.Dasar granulasi yang gampang berdarah ditutupi oleh jaringan nekrotik yang tipis. atau paha. Pada pria. Pria cenderung memiliki gejala nyeri pada lesi atau nyeri inguinal. frenulum. eksudat purulen dan kotor. . sekret vagina. pasien mengeluh muncul papul eritematous yang nyeri pada daerah kontak seks. presipitasi & tes fluoresens antibodi indirek. dekstruktif yang dimulai di prepusium atau glans dan menyebar langsung sepanjang penis. aglutinasi. atau perdarahan rektal. Ulkus ekstragenital dapat terjadi di tangan.Antibodi (+) dg pem fisaksi komplemen.Setelah melewati masa inkubasi. Biasanya terbentuk 1-3 ulkus yang nyeri. . seperti disuria. Gejala konstitusi seperti malaise dan demam ringan kadang-kadang terlihat. peralatan dll yang sama 6. Secara klinis. Ekstensi lokal terdapat pada abdomen. Papul kemudian menjadi pustul kemudian ruptur dan mudah berdarah. daerah yang paling sering terkena ulkus adalah prepusium. atau mulut. serviks. Sumber : Djuana. . chancroid menimbulkan benjolan kecil yang kemudian menjadi borok/lesi dalam satu hari. sulkus koronalis. dada. Setelah masa inkubasi satu hari hingga dua minggu. atau anus. dispareunia. termometer. Kebanyakan gejala pada wanita asimtomatik walalupun kadang muncul gejala yang kurang jelas. Apa manifestasi dari scenario tersebut ! Gambaran klinis ulkus mole : Masa inkubasi bakteri 3-10 hari. atau intrauretra. Meskipun tidak khas untuk menandai gambaran klinisnya.Jaringan disekitarnya bisa juga udem dan berwarna kemerahan serta jaringan limpa dapat juga membengkak. supurasi. klitoris.Respons imun yg berhub dg patogenesis & kerentanan peny – tidak diketahui. Borok yang khas memiliki karakteristik: • Rentang ukuran 3-50 mm • Nyeri • terlihat jelas tapi batasnya tidak jelas • ditutupi oleh lapisan berwarna abu-abu atau abu kekuning-kuningan • jika tutupnya dilukai atau dikikis misal dengan kuku maka akan keluar darah Sekitar setengah dari orang yang terinfeksi hanya memiliki satu borok.

Lokasi ekstragenital pada lidah. . Pembesaran kelenjar limfe inguinal tidak multiple. payudara. glans penis. sedangkan chancroid biasanya menimbulkan rasa nyeri/sakit • Chancre biasanya kering. dan anus. ducreyi sulit dilihat pada apusan gram dan spesimennya sering mengalami kontaminasi polimikrobial. Perbedaan: • Chancre memiliki jejak khas dengan infeksi bakteri sipilis (Treponema pallidum) • Chancroid memiliki jejak khas dengan infeksi bakteri Haemophilus ducreyi • Chancre jarang menimbulkan rasa sakit. pendek. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK UI 7. batang penis. Ulkus mole gangrenosum: suatu varian yang disebabkan superinfeksi dengan bakteri fusosprikhetosis. preputium. Dapat menyebabkan destruksi jaringan yang cepat dan dalam. jari tangan. Spesimen diambil dari apusan eksudat ulkus. Perbandingan antara borok pada chancroid dengan borok pada sipilis (Chancre) Persamaan: • Pada awalnya muncul bintil kemudian berubah menjadi luka/borok terbuka • luka/borok yang muncul biasanya berukuran 1-2 cm diameter • luka/borok yang muncul disebabkan oleh organisme pada alat kelamin • luka/borok dapat hadir/menyebar di beberapa tempat. frenulum dan anus. Eksudat diperoleh dari dasar ulkus dengan cotton swab. 4. 2. Giant chancroid: ulkus hanya satu dan meluas dengan cepat serta bersifat destruktif. sedangkan pada wanita terletak di vulva. umbilicus. berantai. 5. Ulkus dapat berlangsung bertahun-tahun. Kelenjar kemudian melunak dan pecah dengan membentuk sinus yang sangat nyeri disertai badan panas. dan konjungtiva. terjadi pada 30% kasus yang disertai radang akut. H. yang disebut dengan tampilan “school of fish”. 1. sedangkan chancroid biasanya ada nanah abu-abu atau kuning • Chancre memiliki tepi keras (indurated). Variasi bentuk klinis. dan paha. sehingga menimbulkan ulkus fagedenik. Ulkus mole folikularis (follicularis chancroid): timbul pada folikel rambut. Ulkus mole serpiginosum: terjadi inokulasi dan penyebaran dari lesi yang konfluen pada preputium. dapat menyerupai donovanosis atau kondiloma lata sifilis stadium II. 3. 6. bibir. serviks. disusul perlunakan kelenjar limfe inguinal 10-20 hari kemudian. Borok pada orang yang terkena sipilis (Chancre) memiliki lapisan lebih keras dibanding pada chancroid. sedangkan chancroid memiliki tepi lunak • Chancre sembuh secara spontan dalam waktu tiga sampai enam bulan. Sensitivitas metode ini < 50%. Transient chancroid: ulkus kecil sembuh sendiri setelah 4-6 hari. Ulkus mole popular (ulcus molle elevatum): terdiri atas papul yang berulserasi dan granulomatosa. terdiri atas ulkus kecil multiple. Apa saja pemeriksaan penunjang dari diagnosis tersebut ! Adapun pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis chancroid adalah : • Pemeriksaan gram (Gram stain). Lesi ini dapat terjadi di vulva atau pada daerah genitalia yang berambut. klitoris. namun. Lesi ini sangat superficial. bahkan pada keadaan tidak adanya perawatan • Chancre dapat terjadi pada pharynx (tekak) serta pada alat kelamin Sumber : Djuana. dapat memperlihatkan basil gram negatif. skrotum.

Organisme hanya bertahan hidup 2-4 jam pada swab jika tidak ditempatkan dalam lemari pendingin. Zona A : Atau daerah superfisial pada dasar ulkus. fibrin. Pada pemeriksaan histolopatologis pada ulkus menunjukkan tampilan 3 zona yang berbeda : a. Akan tetapi. Zona C : Atau daerah sebelah dalam. b. H. dan lebih superior dari kultur bakteri. • Biopsi jaringan Biposi jaringan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologis mungkin membantu dalam mendiagnosis ulkus-ulkus atipik atau ulkus yang tidak sembuh-sembuh. Untuk mendapatkan sensitivitas yang tinggi pada isolasi primer.• Metode kultur. Pada biakan nampak koloni kecil. pada media ini ditambahkan vancomycin hydrochlorida untuk menghambat pertumbuhan yang berlebihan dari bakteri kontaminan. b. Sensitivitas metode kultur adalah < 80 %. ducreyi. Koloni-koloninya berwarna kuning keabu-abuan dan nonmukoid. Jumlah H. Ini merupakan metode yang baik yang digunakan pada populasi dengan prevalensi chancroid yang tinggi. Teknik PCR ini disebut juga dengan M-PCR (multiplex polymerase chain reaction) yang melibatkan penambahan pasangan primer multipel ke campuan reaksi dalam rangka memperbanyak sekuans DNA dari bahan lesi. LOS yang telah dimurnikan atau OMP H. Tropical dermatology. ducreyi merupakan mikroorganisme yang sulit dikultur. Pemeriksaan kultur merupakan gold standard untuk mendeteksi H. ducreyi. semi opak atau translusen dapat digeser pada permukaan agar dalam keadaan utuh. • PCR. Ini merupakan metode diagnostik yang paling baik. kemudian digaris pada kaca gelas. abu-abu kuning. Bolognia. Organisme ini paling baik tumbuh pada suhu 33 oC – 35 oC dengan kelembaban tinggi.H. (buku kulit merah. Heart Infusion Agar (HIA agar) dengan 5% defibrinasi darah kecil atau 10% serum fetal calf serum dan Chocolate Mueller Hinton agar dengan 5% darah kuda. ducreyi. ducreyi tidak dapat dibiakkan pada medium rutin. merupakan zona luas yang mengandung banyak kapiler yang berproliferasi. dan sensitif tapi tidak kurang tersedia pada negara-negara berkembang. non mukoid. Indirect IF. sel-sel plasma. c. Beberapa media yang dapat digunakan adalah media selektif Chocolate Agar ditambah 1% isovitalex yang mengandung 3 ìg/ml vancomycin. tetapi biasa 7 hari setelah inokulasi. Andrew. Habif. cepat. jurnal IJDVL. dapat dibiakkan pada media khusus yakni media yang diperkaya gonococcal agar dan Mueller-Hinton chocolate agar atau Mueller-Hinton agar dibagian dasar. Selain itu. Deteksi antibodi monoklonal (MAb) terhadap outer membrane protein (OMP) 29 kDa dari H. Apusan kapas digunakan untuk mengambil spesimen dari dasar ulkus. dan neutrofil. Metode ini sederhana. jurnal tropical medicine series) H. PCR dianggap merupakan tes gold-standar untuk diagnosis chancroid. terdiri dari pita padat yang meruipakan sel-sel plasma dan limfosit. Ducreyi tumbuh pada suhu terbaik 33oC kelembaban atmosfer yang mengandung karbondioksida 5%.ducreyi pada . dan neutrofil. merupakan suatu zona sempit yang mengandung jaringan nekrotik. Zona B : Atau daerah tengah. • Tes serologis a. kemudian dibagian atasnya ditambah dengan chocolate horse blood and isovitale X (MH-HBC). ABC of STD. Pediatric dermatology. nampak 2-4 hari. Enzyme immuno assay (EIA) : Dengan menggunakan seluruh antigen sel. ducreyi sebagai antigen. clinical dermatology. hanya saja harganya mahal dan tidak tersedia secara komersil. Ini adalah tes diagnostik yang mempunyai sensibilitas dan spesifisitas paling tinggi. Tidak ada sistem transpor yang memuaskan. dirokemendasikan penggunaan 2 media sekaligus yang ditambahkan dengan hemoglobin dan serum. beberapa pembuluh darah ini mungkin menunjukkan trombi. Untuk mengkultur bakteri tersebut diperlukan teknik dan keterampilan khusus. dengan menggunakan MAb terhadap lipooligosakarida (LOS) H. • Antigen detection assay (Immunofluorescence) a.

Selain pemeriksaan kultur. Stamm WE. Identifikasi yang cepat dapat dengan pewarnaan methylgreenpyronine pappenheim dan Unna. Gambaran mikroskopis yang muncul adalah segumpal basil gram negatif menyerupai ‘school of fish’ dan merupakan diagnosis pasti ulkus mole pada pemeriksaan kultur.eksudat ulkus antara 107-108/ml pus. juga dapat dilaksanakan dengan pewarnaan blue dan wright. dkk. Spinola SM. Sexually Transmitted Diseases. Sparling PF. biopsi jaringan. dan pewarnaan gram. 2008: 689-700 . Namun pemeriksaan langsung tersebut dapat menyesatkan oleh karena banyaknya flora polimikrobial ulkus genital.Pemeriksaan langsung ini dapat dilakukan dengan pewarnaan gram. giemsa 8 atau mikroskop elektron. penyunting. Pada pus kelenjar ingunal yang meradang tidak didapatkan mikroorganisme tetapi terdapat pada abses inguinal.Graw Hill. pemeriksaan lain dapat dilakukan yaitu PCR (polymerase chain reaction). New York:Mc. antibodi monoklonal. Edisi ke-4. Chancroid and Haemophilus ducreyi. Corey L. Piot P. Wasserheit JN. M-PCR (multiplex polymerase chain reaction). Dalam: Holmes KK.

8. Bagaimana penatalaksanaan dari scenario tersebut ! Bagan 1. Ulkus Genital (Pendekatan Sindrom) .

Bagan 2. Ulkus Genital (Bila Tersedia Laboratorium) Pengobatan Ulkus Genital Pilih salah satu dari Pilihan Alergi penisilin dan beberapa cara pengobatan lain tidak hamil pengobatan yang dianjurkan di bawah ini .

selama 30 hari Sifilis stadium Benzatin-benzil penisilin Prokain-benzatin Doksisiklin**) 2 x lanjut 2. Bagaimana pencegahan dari scenario tersebut ! . Sifilis stadium Benzatin-benzil penisilin Prokain-benzatinDoksisiklin**) 2 x dini 2. intramuskuler. sekali IU/ hari. per oral. per muskuler.6 juta 100 mg/ hari. selama 7 hari Azitromisin 1 gr. anak di bawah 12 tahun dan remaja **) Tidak boleh diberikan kepada ibu hamil. ibu menyusui dan anak di bawah 12 tahun Sumber : Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan. intra penisilin 0. Pedoman penatalaksanaan infeksi menular seksual. per oral selama 5 hari ATAU Bila ringan dapat digunakan krim asiklovir *) Tidak boleh diberikan kepada ibu hamil.4 juta IU. selama mg. selama > 30 seminggu selam 3 muskuler. selama > 30 hari Chancroid Siprofloksasin 2 x 500 Seftriakson 250 mg/ hari. dosis tunggal Herpes genitalis Asiklovir 5 x 200 mg/ episode pertama hari. 2004 9. ibu menyusui. selama > 30 hari Eritromisin 4 x 500mg/ hari.4 juta IU. selama turut 30 hari Eritromisin 4 x 500mg/ hari.6 juta 100 mg/ hari. per muskuler. selamaTetrasiklin **) 4 x 10 hari berturut- 500mg/ hari. per oral. intra oral.Tetrasiklin **) 4 x turut 500mg/ hari. per oral selama 5 hari ATAU Valasiklovir 2 x 500 mg/ hari. selama 30 hari muskuler. Jakarta: Depkes RI. intra penisilin 0. per oral. intra oral. selama hari minggu berturut-turut 3 minggu berturut. 3 hari dosis tunggal Eritromisin 4 x 500 mg/ hari. per oral selama 7 primer hari ATAU Valasiklovir 2 x 500 mg/ hari. per oral selama 7 hari Herpes genitalis Asiklovir 5 x 200 mg/ episode kambuhan hari. dosis tunggal IU/ hari.

Teknik ini menjanjikan dan harus meningkatkan pemahaman tentang H. basil patogen ( Trees dan Morse . non . ducreyi menginfeksi sel dengan memasukkan kulit melalui luka dan merangsang keratinosit .γ .8 ) dan IL . ducreyi tidak dapat mensintesis heme karena kekurangan enzim ferro . Sitokin inflamasi dan produk bakteri bermigrasi ke kelenjar getah bening di mana sel T naif terhadap antigen H. ini adalah mengapa chancroid adalah jenis imunopatogenesis . dan ruptur bubo dengan formasi fistula dan jaringan parut dilaporkan pernah terjadi sebagai komplikasi ulkus mole Sumber : Djuana. ducreyi dalam studi masa depan ( Yeung et al .2 sel ( Cope et al .6 dan IL . Fibrin dan kolagen deposito adalah bagian dari luka . balanopostitis. Sumber utamanya heme adalah dari hemoglobin Bakteri juga menyebabkan host untuk mengeluarkan Interleukin 8 ( IL . Produk dari tipe 1 kekebalan merusak kulit . Ketika PMN dan makrofag gagal untuk menghapus organisme tipe 1 kekebalan berkelanjutan dan produk-produknya terus terbentuk. Sementara bakteri pasti ditransfer dari lesi . Tidak seperti lainnya Haemophila . teknik namun baru seperti mutagenesis signature . H.12 dan TNF .motil . yang diproduksi oleh sel T .6 menyebabkan IL . 2011) .8 . T . mereka memperbaiki dan bertindak sebagai matriks untuk PMN dan makrofag . Namun itu juga telah menyarankan bahwa faktor-faktor penentu virulensi Haemophilus ducreyi sulit untuk mengidentifikasi karena apa yang dianggap klon sebenarnya spesies yang berbeda . ducreyi yang harus dipelajari secara mandiri ( Ricotta et al . Hal ini menyebabkan saran bahwa ada dua kelas yang berbeda dari H. Lipoprotein dan lipooligosaccharide ( LOS ) mengaktifkan makrofag untuk membuat IL . 1995) . atau melanosit untuk mengeluarkan IL . dan TNF α memungkinkan keratinosit untuk membuat IL .2 ekspresi di T . Ulkus berkisar antara 1/8 sampai 2 inci di ukuran .sel . ducreyi . 2011) . IFN. ducreyi peka .chelatase . anaerobik fakultatif .6 . Dasar ditutupi dengan bahan keabu-abuan atau kekuningan . ducreyi kemudian pergi ke lesi . 1996) .2 dan IL .α yang bekerja dengan kemokin .sel memori khusus untuk H. ducreyi juga menghasilkan cytotoxin yang membunuh HeLa dan Hep. Penentu virulensi telah sulit untuk mengidentifikasi karena sifat dari H. berbentuk batang . IL . sel endotel . Awalnya kecil menjadi luka Haemophilus ducreyi adalah gram negatif .tagged sedang diteliti untuk benar mengidentifikasi determinan . itu menyakitkan .8 dan lain kemokin yang memperkuat proses. Gejala chancroid mulai dengan benjolan kecil yang menjadi maag dalam satu hari dari penampilan . 10. Apa komplikasi dari penyakit di scenario tersebut ! Ulkus mole Fimosis. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK UI Tambahan . yang digunakan untuk mengkatalisis sintesis heme dengan memasukkan besi besi menjadi protoporfirin IX . fibroblas .8 mengarah ke leukosit polymorphonuclear ( PMN ) dan akumulasi makrofag di epidermis dan dermis . H. 1997) . Jadi merekrut CD4 untuk lecet . H. dan memiliki batas tidak teratur atau compang-camping . chemoattractants ampuh untuk neutrofil . IL . juga menyarankan bahwa bakteri dapat ditransfer sebelum lesi muncul ( Spinola et al .

Fibrin dan deposisi kolagen terjadi sebagai bagian dari proses normal perbaikan luka ( 11 ) dan menyediakan matriks untuk PMN infiltrasi dan makrofag ( 56 ) .ducreyi spesifik akhirnya pulang ke lesi ( 42 ) . Ulkus paling sering terbentuk pada kulup penis dan pada alur belakang kepala penis ( Albritton . Bauer and Robert S. Respon imun terhadap H.2 ekspresi reseptor pada sel T ( 49 ) dan menyebabkan perekrutan sel CD4 pada lesi ( 72 . Margaret E. IL .8 menyebabkan akumulasi PMN dan makrofag dalam epidermis dan dermis ( 72 ) . Namun.antigen spesifik tampaknya tidak mempengaruhi izin bakteri . dan izin bakteri untuk bakteri patogen ekstraseluler . 72 . 59 . 89 ) . 1989) . Spinola. ducreyi memiliki banyak fitur dari tipe 1 jawaban ( 87 ) . Dasar ditutupi dengan bahan keabu- abuan atau kekuningan dan mudah berdarah jika trauma .α ( 72 ) . Kemungkinan fungsi sel CD8 + direkrut terhadap patogen ekstraselular ini kurang jelas .dan mudah berdarah jika trauma . 76 . . ducreyi memasuki kulit melalui luka dan merangsang keratinosit . 91 ) . sel memori T . IFN . . Ketika PMN dan makrofag gagal untuk menghapus organisme . di mana mereka peka sel T naif terhadap antigen ducreyi H. inducer poten E . dan produk yang dikeluarkan dari fagosit mungkin merusak kulit . Ulkus berkisar antara 1/8 sampai 2 inci di ukuran . perkembangan dari respon .γ ( 72 ) yang diproduksi oleh sel T juga menginduksi E . memperkuat proses ( 9 ) .antigen spesifik direkrut pada kulit ( 42 ) akhirnya dapat memberikan bantuan untuk pengembangan respon antibodi yang biasanya terjadi terlambat dalam tahap ulseratif penyakit ( 25 ) .8 dan kemokin lainnya . sel endotel .α ( 72 ) merangsang keratinosit untuk menghasilkan IL .2 dan IL . 1989) . IFN . dan memiliki batas tidak teratur atau compang-camping . Munson Jr. sedangkan IL . respon antibodi . ducreyi lipoprotein dan LOS mengaktifkan makrofag untuk mengeluarkan IL . Sel-sel CD4 + . H. fibroblas . itu menyakitkan . Gejala chancroid mulai dengan benjolan kecil yang menjadi maag dalam satu hari dari penampilan . tipe 1 jawaban ditopang . 86 ) .selektin pada endotel .12 dan TNF . Sel dendritik belum menghasilkan diinduksi oleh sitokin inflamasi dan produk bakteri seperti LOS bermigrasi ke kelenjar getah bening regional ( 60 ) .γ dan TNF .6 dan IL . melanosit . yang biasanya memfasilitasi fagositosis .8 ( 49 . H. Immunopathogenesis of Haemophilus ducreyiInfection (Chancroid) Stanley M.selektin pada endotel ( 53 ) . atau sel-sel imunologis reaktif dari "unit perivaskular kulit " untuk mengeluarkan IL .6 menginduksi IL . Ulkus paling sering terbentuk pada kulup penis dan pada alur belakang kepala penis ( Albritton . yang dalam konser dengan kemokin yang diproduksi oleh sel endotel dan makrofag memilih untuk homing memori ( atau efektor ) sel pada kulit dalam waktu 24 jam inokulasi ( 53 . H.