BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Luas hutan Indonesia yang mencapai 113 juta hektar terus berkurang drastis
akibat oknum pemerintah dan oknum masyarakat yang selalu haus uang dengan
membabat dan menggunduli hutan demi mendapat keuntungan yang besar tanpa
melihat dampak bagi lingkungan sekitar dan global. Hilangnya sebagian besar
hutan lindung dan hutan konservasi Indonesia akibat kebijakan pemerintah untuk
melakukan alih fungsi hutan telah menimbulkan kerugian yang sangat besar.
Hutan adalah area yang luas dikuasai oleh pohon, tetapi hutan bukan hanya
sekedar pohon-pohon. Termasuk didalamnya tumbuhan yang kecil seperti lumut,
semak belukar dan bunga-bunga hutan. Di dalam hutan juga terdapat
beranekaragam burung, serangga dan berbagai jenis binatang yang menjadikan
hutan sebagai habitatnya.
Kewajiban perlindungan hutan sebagaimana ditegaskan dalam pasal 69
Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan merupakan peranserta
masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pasal 70 ayat
(1) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 menjamin masyarakat untuk memiliki
hak dan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Oleh sebab itupasal 67 Undang-
undang Nomor 32 Tahun 2009 menyatakan bahwa setiap orang berkewajiban
memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran
dan/atau kerusakan lingkungan hidup.
Melihat hal tersebut maka dalam makalah ini akan membahas lebih lanjut
mengenai hutan, mulai dari apa itu hutan, faktor yang mempengaruhi persebaran
hutan, jenis-jenis hutan apa saja yang ada di Indonesia, apa saja yang
menyebabkan kerusakan hutan dan dampaknya sampai apa yang harus dilakukan
untuk menanggulangi kerusakan pada hutan.

1
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan hutan ?
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi persebaran hutan ?
3. Apa saja jenis hutan yang ada di indonesia ?
4. Apa saja yang menyebabkan kerusakan hutan dan dampaknya ?
5. Bagaimana cara menanggulangi kerusakan hutan tersebut ?

C. TUJUAN
1. Mendeskirpsikan pengertian hutan
2. Faktor yang mempengaruhi persebaran hutan
3. Jenis hutan yang ada di Indonesia
4. Menyebabkan kerusakan hutan dan dampaknya
5. Cara menanggulangi kerusakan hutan tersebut

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. HUTAN
Menurut KBBI, hutan merupakan tanah luas yang di tumbuhi pohon-pohon.
Hutan tidak hanya bermanfaat bagi spesies hewan, spesies tumbuhan, atau
kelompok etnik tertentu yang meninggalinya saja. Didalam wikipedia dijelaskan
bahwa hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh
pepohonan dan tumbuhan lainnya.
Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat
menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di
dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar.
Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama
pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.
Tidak hanya memberikan sumber daya alam, hutan juga memberi
perlindungan kepada organisme yang tinggal di dalamnya, serta yang ada di
sekitarnya, yaitu menyimpan air. Hutan disebut sebagai paru-paru dunia karena
hutan terdiri dari ribuan pohon yang menyimpan berbagai manfaat untuk
kehidupan manusia, antara lain:
1. Pepohonan yang berfungsi untuk mengonsumsi air. Sehingga, apabila
terjadi hujan lebat, air yang turun tidak akan menggenang di atas tanah
melainkan diolah oleh tumbuhan-tumbuhan yang ada di sana sebagai
media penyimpan air.
2. Pepohonan berfungsi untuk menghasilkan oksigen. Karbon dioksida
adalah bahan utama dalam fotosintesis tumbuhan. Pohon-pohon di hutan
akan menyaring udara kotor tersebut menjadi udara bersih nan sejuk yaitu
oksigen.
3. Hutan memberikan sejumlah barang guna. Barang guna yang dihasilkan
hutan seperti hewan buruan, kayu, makanan nabati, dan sebagainya.
Sehingga tidak heran hutan disebut sebagai paru-paru dunia, serta jantung
dunia.

3
B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN HUTAN
Adanya perbedaan jenis tumbuhan di permukaan bumi dipengaruhi oleh
faktor-faktor tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran hutan antara
lain:
1. Iklim
Iklim dengan unsur-unsurnya, seperti suhu udara, tekanan udara,
kelambapan udara, angin dan curah hujan merupakan faktor utama yang
mempengaruhi perseberan tumbuhan (Flora) di permukaan bumi. Hutan
hujan tropis merupakan hutan yang banyak dipengaruhi oleh curah hujan
yang tinggi.
2. Keadaan tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta jumlah
zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman
yang tumbuh. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan,
sedangkan di daerah gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan
tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu tumbuhan yang mampu beradaptasi
dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun pasir.
3. Tinggi rendah permukaan bumi (relief)
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti
pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan
tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi
suhu udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan (flora). Hutan yang
terdapat di daerah pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian
tempat.
4. Makhluk hidup (biotik)
Makhluk hidup seperti manusia dan hewan memiliki pengaruh yang
cukup besar dalam persebaran tumbuhan (flora). Terutama manusia dengan
ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan
dengan cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih
banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia.

4
C. JENIS HUTAN DI INDOENSIA
Flora di indonesia tidak sama dengan negara lain. Begitu juga flora di salah
satu daerah di indonesia, tentu tidak sama dengan daerah lainnya. Berikut ini lima
jenis hutan yang terdapat di indoensia yaitu:
1. Hutan bakau
Hutan bakau tumbuh di pantai-pantai landai dan berlumpur yang
terkena pasang surut. Hutan bakau sangat penting karena bermanfaat
sebagai tempat bagi berbagai jenis ikan dan udang. Hutan bakau juga
dapat melindungi daratan dari pengaruh abrasi dan dapat menjadi
penampung banjir dari pedalaman daratan. Hutan bakau dapat ditemui di
pantai papua, sumatra bagian timur, dan sepanjang pesisir kalimantan.
2. Hutan rawa
Hutan rawa meliputi daerah rawa-rawa dengan berbagai jenis
tumbuhan seperti beluntas, pandan, dan ketapang. Jenis hutan ini banyak
terdapat di pantai timur sumatra, kalimantan barat, dan kalimantan tengah.
3. Sabana
Sabana adalah padang rumput yang diselingi pepohonan dan banyak
terdapat semak belukar. Sabana umumnya dijumpai di nusa tenggara.
4. Hutan musim
Hutan ini dinamai hutan musim karena memiliki perbedaan kondisi
pada musim hujan dan kemarau yang cukup mencolok. Tumbuhan yang
ada di hutan musim pada musim kewarau biasanya akan meranggas dan
pada musim hujan akan tumbuh lebat kembali. Tumbuhan yang mengalami
peristiwa ini di antaranya pohon jati dan pohon kapok. Hutan ini biasanya
terdapat di daerah bertemperatur tinggi. Hutan musim banyak terdapat di
jawa tengah, jawa timur, sampai nusa tenggara.
5. Hutan hujan tropis
Hutan hujan tropis adalah jenis hutan yang paling terkenal di indonesia
yang negara tropis ini. Kepulauan indonesia yang beriklim tropis banyak
memperoleh sinar matahari, memiliki curah hujan yang tinggi, dan

5
temperatur rata-rata tinggi. Oleh karena itulah tumbuhan dari berbagai
macam jenis dapat tumbuh dengan mudah di daratan indonesia dan
membentuk hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki keragaman
hayati yang melimpah, dan menjadikannya paru-paru dunia yang utama
(dunia berutang pada indonesia karena hal ini) sekaligus tempat hidup
berbagai spesies hewan dan tumbuhan.

D. KERUSAKAN HUTAN
Kerusakan hutan adalah kegiatan pembalakan hutan, merupakan kegiatan
yang merusak terhadap kondisi hutan setelah penebangan, karena di luar dari
perencanaan yang telah ada. Kerusakan hutan indonesia dipicu oleh berbagai
macam faktor mulai dari faktor yang disebabkan oleh perbuatan manusia secara
sengaja, kerusakan karena hewan dan lingkungan, serta kerusakan hutan karena
serangan hama dan penyakit.
Berikut ini dibahas ebih rinci tentang berbagai faktor penyebab keruskan
hutan serta dampak yang diberika:
1. Kerusakan hutan di sebabkan oleh kebutuhan manusia
Penebangan hutan tanpa perhitungan dapat mengurangi fungsi
hutan sebagai penahan air. Penebangan hutan akan berakibat pada
kelangsungan daur hidrologi dan menyebabkan humus cepat hilang.
Dengan demikian kemampuan tanah untuk menyimpan air berkurang.
Air hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan langsung mengalir,
hanya sebagian kecil yang meresap ke dalam tanah. Tanah hutan yang
miring akan tererosi, khususnya pada bagian yang subur, sehingga
menjadi tanah yang tandus. Bila musim penghujan tiba akan
menimbulkan banjir, dan pada musim kemarau mata air menjadi kering
karena tidak ada air tanah. Penggundulan hutan dapat menyebabkan
terjadi banjir dan erosi. Akibat lainnya adalah harimau, babi hutan, ular
dan binatang buas lainnya menuju ke permukiman manusia.
2. Kebakaran hutan

6
Kebaran hutan terjadi disebabkan oleh dua faktor manusia itu
sendiri dan dari alam:
a. Faktor manusia
1) membuang punting rokok sembrangan
2) lupa memtikan api diperkemahan
3) tindakan yang di sengaja untuk mebersihkan lahan pertanian
b. Faktor alam
1) Terjadinya musim kemarau yang panjang.
2) Aktivitas vulkanisme seperti terkena awan panas dri lutusan
gunung berapi
Dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan antara lain:
a. Menyebabkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfir sehingga panas
bumi meningkat
b. Tumbuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman baik karena
kebakaran, terjebak asap, atau rusaknya habitat.
c. Spesies endemik/ khas disuatu daerah punah.
d. Menyebabkan banjir disaat musim hujan dan kekiringan disaat
musim kemarau.
e. Kekeringan yang ditimbulkan dapat menyebabkan terhambatnya
jalur pengangkutan lewat sungai dan menyebabkan kelaparan di
daerah-daerah terpencil.
f. Musnahnya bahan baku industri perkayuan, mebel/furniture. Lebih
jauh lagi hal ini dapat mengakibatkan perusahaan perkayuan
terpaksa ditutup karena kurangnya bahan baku dan puluhan ribu
pekerja menjadi penganggur/kehilangan pekerjaan.
g. Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan
atas (ispa) dan kanker paru-paru. Hal ini bisa menyebabkan kematian
bagi penderita berusia lanjut dan anakanak. Polusi asap ini juga bisa
menambah parah penyakit para penderita tbc/asma.
h. Penambangan liar

7
i. Aktivitas seperti penambangan di hutan dapat menyebabkan
kerusakan permanen. Aktivitas penambangan dapat menimbulkan
dampak yang besar, tidak hanya pada kawasan penambangan tapi
juga wilayah disekitarnya, termasuk wilayah hilir dan pesisir dimana
limbah penambangan dialirkan. Tidak hanya itu, sisa-sisa hasil
penambangan dapat merusak ekosistem di dalam hutan dan merusak
keseimbangan alam.

E. UPAYA PELESTRIAN HUTAN
1. Pihak Pemerintah
a. Ketegasan penegaka hukum
Ketegasan Pemerintah dalam kebijakan yang diambil haruslah
memikirkan kelestarian hutan. Pemerintah dan para penegak hukum
juga harus memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku
pembalakan liar dan para cukong yang berada dibalik pelaku
pembalakan liar itu. Pemerintah juga harus menindak tegas orang-
orang yang telah melakukan pencurian sumber daya hutan serta para
pelaku perusak hutan. Hukum tak pandang bulu, walaupun seorang
pejabat kepala daerah yang melakukan harus dihukum seberat-
beratnya.
b. Menerapkan birokrasi paperless
Kertas-kertas yang digunakan sehari-hari untuk dokumen dan
surat-surat di kantor-kantor pemerintah yang tak terhitung lagi berapa
tiap tahun yang dihabiskan. Semua itu bisa dikurangi dengan
menggunakan kebijakan penerapan e-goverment yang
mengaplikasikan birokrasi online. Hal-hal yang dulu menggunakan
kertas bisa dikurangi bahkan ditiadakan (paperless). Jika pemerintah
mau menerapkan kebijakan ini, niscaya penggundulan hutan untuk
bahan baku kertas bisa diminimalis bahkan dapat dihilangkan.
c. Menggalangkan pariwisata hutan

8
Dengan melakukan pelestarian maka ekonomi kehutanan
berkurang akibat dihentikannya penebangan hutan untuk industri
furniture, kertas dan bahan bangunan. Sebagai penggantinya
pemerintah bisa menggalakan pariwisata hutan. Pemerintah bisa
membangun wisata alam yang selama ini sudah dibangun di beberapa
tempat misalnya di taman hutan Gunung Leuser Sumatera Utara dan
Taman Nasional Ujung Kulon di jawa Barat.
d. Kebijakan semua hutan adalah hutan lindung
Pemerintah harus menerapkan kebijakan bahwa semua hutan
adalah hutan lindung, yang wajib dilindungi dan dilestarikan. Tindak
berat kepada siapa saja yang melakukan penebangan liar di setiap
hutan di negeri ini.Dengan kebijakan ini maka kerusakan hutan bisa
dikurangi sedikit demi sedikit.
e. Reboisasi tepat sasaran dan perawatan pasca reboisasi
Pemerintah harus melakukan reboisasi yang tepat sasaran dan
harus melakukan pengawasan dan perawatan setelah dilakukan
reboisasi. Perawatan pohon yang ditanam memerlukan dana yang tak
sedikit. Apalagi untuk melakukan pemupukan dan penyiraman setiap
pohon yang ditanam. Ini erat kaitannya dengan keberhasilan proses
reboisasi itu sendiri. Tak jarang pohon yang telah ditanam dirusak oleh
orang yang tak bertanggung jawab atau bahkan pohon yang baru
bersemi dimakan oleh hewan-hewan liar atau malah hewan-hewan
ternak milik masyarakat. Jika tidak dilakukan pengawasan dan
perawatan reboisasitidak akan berhasil dengan maksimal.
2. Pihak Masyarakat
Selain pemerintah,masyarakat juga harus berperan aktif dalam
melakukan pelestarian dan penghijauan hutan kembali (reboisasi). Tanpa
peran serta dan dukungan masyarakat maka kelestarian hutan juga tidak
dapat dikendalikan. Berikut ini beberapa peran serta masyarakat yang
cukup penting dalam pelestarian hutan di indonesia:
a. Menambah kesadaran pentingnya hutan

9
Hutan sebagai paru-paru dunia dan bumi ini bergantung pada
hutan, sebagai penjaga suhu bumi agar tetap stabil (Global warming).
Dimana jika hutan ini habis maka suhu bumi tidak stabil sehingga
kerusaka ekosistem yang lain akan susul-menyusul. Masyarakat harus
tahu hal itu dan sejak dini anak-anak dan remaja harus didik untuk
sadar lingkungan dan kelestarian hutan. Orang tua dan guru harus
terus mengkampanyekan pentingnya hutan agar tertanam dalam
bawah sadar mereka bahwa kerusakan hutan akan juga merusak
kelangsungan hidup manusia. Jika kesadaran itu sudah tumbuh maka,
masyarakat akan saling bekerja sama menjaga kelestarian hutan dan
segera melapor atau mencegah dengan sendirinya jika ada orang-
orang yang hendak merusak atau menebang pohon-pohon di hutan di
sekitar mereka.
b. Menghilangka kebiasaan lading pindah-pindah
Bagi masyarakat petani harus dihindari pembukaan lahan hutan
untuk pembuatan ladang yang berpindah-pindah. Ini juga penyebab
kerusakan hutan yang mungkin masih sering terjadi terutama di
daerah-daerah terpencil.
c. Kebisaan menam pohon
Masyarakat terutama generasi muda diharapkan mempunyai
kebiasaan menanam pohon dilingkungan tempat tinggalnya. Baik
dipekarangan rumah atau dipinggir-pinggir jalan desa. Kebiasaan ini
perlu dipupuk sejak dini. Memang sulit hal ini diterapkan didaerah
perkotaan. Tapi kebiasaan ini masih bisa diterapkan di desa-desa dan
digalakan untuk masyarakat desa.
d. Menjaga lingkungan hidup, menhemat air bersi dan daur ulang
Masyarakat juga diminta untuk menjaga lingkungan tempat
tinggal dengan menjaga kebersihan lingkungan. Menghemat
penggunaan air bersih dan tidak mencemari sumber-sumber air bersih
seperti sungai dan danau dan lain-lain. Masyarakat juga harus kreatif
memanfaatkan teknologi daur ulang untuk menjadikan sampah

10
sampah organik sebagai pupuk dan juga menggunakan kertas daur
ulang untuk menghindari penggunaan kertas.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
KESIMPULAN

1. Kerusakan hutan terjadi karena aktivitas manusia

2. Pelestarian hutan bertujuan untuk pengawetan kualitas lingkungan dan
menciptakan iklim yang seimbang.

3. Pelestarian hutan memberikan manfaat ekonomi pada kawasan hutan itu
sendiri dan daerah sekitarnya yakni daerah hilir.

4. Pelestarian hutan memberikan dampak luas terhadap peningkatan kualitas
ekosistem (biotik dan atau fisik) lingkungan di dalam dan luar kawasan
hutan.

B. SARAN
Pelestarian hutan secara bijaksana, harus mengembalikan fungsi hutan

secara menyeluruh (fungsi ekologis, fungsi sosial dan fungsi ekonomi)

dengan mengikutsertakan kepada peran pemerintah, peran masyarakat dan

peran swasta sehingga akan mewujudkan fungsi hutan secara menyeluruh

yang menciptakan pengamanan dan pelestarian hutan.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://www.kehutanan.org/ (Diakses sabtu,01 April 2017 pukul 20:00 WITA)

http://materiilmupelajaran.blogspot.co.id/2011/07/hutan-dan
pemanfaatannya.html (Diakses sabtu,01 April 2017 pukul 20:00 WITA)
https://www.irwantoshut.com/definisi_hutan.html (Diakses sabtu,01 April 2017
pukul 20:00 WITA)
https://id.wikipedia.org/wiki/Hutan (Diakses Minggu,02 April 2017 pukul 10:00
WITA)
http://www.kompasiana.com/ineventyrina/pelestarian-hutan-atau-perlindungan-
hutan_552fcff96ea83460418b45a6 (Diakses Minggu,02 April 2017 pukul
10:00 WITA)
http://www.kompasiana.com/gun4w4n/peranan-pemerintah-dan-masyarakat-
dalam-pelestarian-dan-reboisasi-hutan-di-
indonesia_55294387f17e617d558b458d (Diakses Rabu, 04 April 2017
pukul 20:30)

12