1.

Porositas adalah ukuran dari ruang kosong di antara material, dan merupakan
fraksi dari volume ruang kosong terhadap total volume, yang bernilai antara 0 dan 1,
atau sebagai persentase antara 0-100%. Istilah ini digunakan di berbagai kajian ilmu
seperti farmasi, teknik manufaktur, ilmu tanah, metalurgi, dan sebagainya.

Porositas bergantung pada jenis bahan, ukuran bahan, distribusi pori, sementasi,
riwayat diagenetik, dan komposisinya. Porositas bebatuan umumnya berkurang
dengan bertambahnya usia dan kedalaman. Namun hal yang berlawanan dapat
terjadi yang biasanya dikarenakan riwayat temperatur bebatuan.

2.Perkolasi adalah proses mengalirnya air ke bawah secara gravitasi dari suatu
lapisan tanah ke lapisan di bawahnya, sehingga mencapai permukaan air tanah pada
lapisan jenuh air. Tes perkolasi ini bertujuan untuk menentukan besarnya luas medan
peresapan yang diperlukan untuk suatu jenis tanah dari tempat percobaan. Semakin
besar daya resap tanah, maka semakin kecil luas daerah peresapan yang diperlukan
untuk sejumlah air tertentu. Mengingat setiap daerah memiliki jenis tanah yang
berbeda maka daya resap tanahnya juga akan berbeda pula.

3.Akuifer adalah lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan
air. Melalui akuifer inilah air tanah dapat diambil. Penelitian aliran air di akuifer dan
karakterisasi akuifer disebut hidrogeologi. Aquifer ada dalam berbagai kedalaman.