Manfaat Mengemut Jari Pada Bayi

Editor : Ipoel
Tanggal : Kamis, 16 Juni 2016
Berbagi :

Tabloid-Nakita.com- Jangan cemas dulu demi melihat bayi punya kebiasaan mengemut
atau mengisap jari. Sebab mayoritas bayi secara alamiah memang akan mengemut
jempol atau jari ketika mereka merasa lelah atau gelisah. Kebiasaan mengemut jari pada
bayi akan membuatnya nyaman. Ini sangat berbeda dengan fase perkembangan yang
dialami mayoritas bayi saat usia mereka sekitar 3-4 bulan, dimana mereka akan
memasukan segala hal ke dalam mulut mereka.

Bayi menjalani fase ini (baik mengemut jari atau teether) sebagai bagian dari proses
pembelajaran mengenai mulut mereka dan berkontribusi dalam perkembangan proses
berbicara si kecil kelak.

Baca juga: Ini alasan bayi senang mengisap jari

Ketika anak bertumbuh semakin besar (sekitar usia 5-6 bulan), si kecil akan mulai sering
meletakkan benda ke dalam mulut mereka sebagai bagian pelatihan kemampuan
koordinasi tangan dan mata mereka.

Karena mengemut jari merupakan kebiasaan yang normal dilakukan bayi, agar tetap
aman maka pastikan saja tangan si kecil selalu dalam kondisi bersih. Anda bisa
membersihkan tangan bayi secara berkala dengan tisu basah yang aman untuk bayi,
yaitu tidak mengandung alkohol dan memiliki pH Netral 5,5.

Baca juga: Hentikan bila anak senang mengisap jempol seperti ini

Manfaat dan dampak negatif kebiasaan mengemut jari pada bayi.

Keuntungan:

 Memenuhi kebutuhan dan kepuasan bayi untuk mengisap dan menenangkan
diri sendiri.

 Melanjutkan sesuatu yang mereka sudah lakukan sejak di dalam kandungan.
Mengemut menjadi sesuatu yang sangat ‘alami’ bagi mereka.

 Bayi bisa mengatur seberapa sering dan lama mereka akan mengemut jempol
atau jari mereka.

 Jempol dan jari lebih lembut ketimbang mainan karet atau teether.

 Jempol dan jari sangat portabel dan selalu tersedia kapan saja si kecil
membutuhkannya.

Baca juga: 4 Dampak Negatif Anak Mengisap Jari

Kerugian:

maka sebagai orang tua kita bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti di bawah ini saat si kecil menginjak usia 1 tahun:  Ketika mereka memasukan jempol atau jari ke mulut. Jika kebiasaan itu terus berlanjut hingga usia lebih dari 18 bulan.  Beberapa bayi mungkin akan alami iritasi kulit pada jempol tangan mereka. misal bernyanyi sambil bertepuk tangan. Baca juga: Pakai Empeng atau Jangan Ya? Baca di sini ulasannya Agar hal itu tidak terjadi pada anak Anda. Sigmund Freud mengatakan kebiasaan mengemut dianggap normal jika dilakukan hingga usia 18 bulan. Kapan Anda boleh khawatir? Seorang ahli psikoanalisa.  Sering ajak si kecil melakukan aktivitas bersama yang perlu menggunakan kedua tangan mereka. .  Sering mendengar komentar miring dari orang sekitar tentang kebiasaan mengemut si kecil. coba tarik secara pelahan dan ‘sibukkan’ tangan mereka dengan memberikan teether atau biskuit kegemaran. maka kondisi ini dikatakan tidak wajar.