11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok

BPD Desa Cidenok
Blog Resmi BPD Desa Cidenok

Tartib BPD Produk Hukum Keputusan BPD Aspirasi Masyarakat

Home » Artikel , Membangun Desa , Pertanian » Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui
Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis

Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan
Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis
POSTED BY BPD CIDENOK  POSTED ON 13.43 WITH 2 COMMENTS

Pendahuluan
Usaha  tani  di  Indonesia  didominasi  oleh
usaha tani keluarga skala kecil yang sangat
lemah  dalam  berbagai  bidang,  seperti
keterbatasan  dalam  menguasai  asset
produktif,  modal  kerja,  posisi  tawar­
menawar  dan  kekuatan  politik  ekonomi,
sehingga  tidak  dapat  berkembang  mandiri
secara  dinamis.  Petani  kecil  sangat
tergantung  pada  golongan  petani  lahan
luas  atau  pedagang  untuk  memperoleh
asset  produktif  (lahan,  peralatan),  modal
kerja dan perolehan sarana produksi. Demikian juga dalam penjualan hasil petani sangat
tergantung  pada  pedagang  hasil.  Oleh  karena  itu,  upaya  pemberdayaan  petani  melalui
pengembangan  kelompok  tani  dan  melalui  kemitraan  usaha  agribisnis  konsolidatif
sebagai langkah strategis.

Petani adalah pelaku utama yang harus diberdayakan. Tahap awal yang perlu ditempuh
untuk  memberdayakan  petani  adalah  membentuk  kelembagaan  berupa  kelompok  tani
yang merupakan organisasi kerja sama. Kerjasama sangat diperlukan untuk menghadapi
berbagai  permasalahan  yang  dihadapi  yang  pada  dasarnya  sangat  sulit  bila  dihadapi
secara  individu.  Selama  ini  petani  lemah  dalam  menentukan  harga  produksinya  karena
sulit mendapat akses informasi pasar. Dalam hal ini petani harus melakukan konsolidasi
yang  bersifat  horizontal.  Selanjutnya  melalui  penyuluhan  (pendidikan  dan  latihan)  yang
berkelanjutan  terhadap  kelompok  yang  mendapat  pembinaan  tersebut  diharapkan
menghasilkan sumberdaya manusia petani yang memiliki pengetahuan dan keterampilan
dalam berusaha tani.

Untuk  dapat  berusaha  tani  lebih  teratur  dan  terarah  maka  kelembagaan  kelompok  tani
perlu  menjalin  kerja  sama  dan  kemitraan  dengan  pihak  luar/usahawan.  Keterkaitan  dan
kerja  sama  kelembagaan  kelompok  tani  dengan  pihak  swasta/usahawan  dapat  terjalin
secara baik bila terdapat saling ketergantungan dan kerjasama yang bersifat simetri serta
saling menguntungkan.

Peran pemerintah melalui berbagai kebijakan dan program diharapkan dapat mendorong
dan  menciptakan  iklim  usaha  yang  kondusif  dan  menggairahkan  petani/kelompok  tani
http://bpdcidenok.blogspot.co.id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian.html 1/10

  irigasi. Perkembangan kelembagaan selayaknya dapat berlangsung secara alamiah. Proses  pembangunan  (ekonomi)  suatu  bangsa  secara  implisit  mensyaratkan  adanya transformasi  pertanian  tradisional  menjadi  pertanian  maju  atau  modern.  Meskipun  secara  ekonomik  menguntungkan karena produktivitas yang lebih tinggi dan ongkos yang lebih rendah.id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian.blogspot. Kelembagaan merupakan faktor penting dalam mengatur hubungan antar manusia untuk akses  dan  kontrol  terhadap  sumberdaya.  Usahatani  berkelompok  merupakan inovasi  yang  proses  adopsinya  melalui  suatu  proses  partisipasi  dalam  membangun kemampuan kelompok tani untuk mengelola rencana kerja yang telah disusunnya untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini  campur  tangan  pemerintah  hendaknya  bersifat  konsultatif  fasilitatif  dan pengembangan  sistem  insentif.  sehingga  agribisnis  dapat  berkembang.  Dengan penguatan  kelembagaan  kelompok  petani.  Dalam  proses transformasi  itulah  pola  partisipasi  memainkan  peranannya. tetapi inovasi dalam bentuk  usahatani  berkelompok  bukan  merupakan  suatu  yang  bersifat  teknis  di  mana mekanisme  yang  begitu  saja  dapat  diadopsi  oleh  petani  seperti  mengadopsi  komponen teknologi  fisik  (pupuk. http://bpdcidenok.html 2/10 .  Pada  akhirnya  pengembangan  dan  peranan  kelompok tani  merupakan  perwujudan  kekuatan  sosial  petani  berswadaya  untuk  mencapai kemandirian. Dengan  terjadinya  keterpaduan  berbagai  unsur  tersebut  (kelompok  tani.  pestisida.  Pertanian  maju  adalah pertanian  yang  berkemampuan  untuk  terus­menerus  menyesuaikan  diri  dengan tantangan dan permintaan pasar yang senantiasa berubah.co.  motivator  yang  harus  menserasikan hubungan  antar  pelaku  agribisnis  tersebut.  Jepang  dan  Vietnam  dilatarbelakangi oleh  keorganisasian  kelompok  tani  yang  relatif  kuat.  sehingga  para  pelaku  dapat  berinteraksi secara  proporsional  dan  tidak  terjadi  eksploitasi  yang  bersifat  kontradiktif.11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok dan  menciptakan  iklim  usaha  yang  kondusif  dan  menggairahkan  petani/kelompok  tani maupun  pihak  swasta/usahawan.  Namun  pemerintah  perlu  dilibatkan  terutama  untuk  membangun berbagai  infrastruktur  pendukung  (jaringan  jalan.  Sistem  keorganisasian  ekonomi kelompok  petani  yang  mandiri  dan  kuat  dapat  mudah  dikembangkan  bila  struktur penguasaan lahan pertaniannya relatif merata.  alat  dan  lain­lain).  telekomunikasi.  Para  pelaku usaha bisa meraih keuntungan yang seimbang. Berdasar  uraian  di  atas  untuk  dapat  memanfaatkan  sesuatu  hal  yang  secara  ekonomi menguntungkan  diperlukan  suatu  bentuk  atau  organisasi  kerja  sama  yang  membuat masyarakat  mampu  mengembangkan  respon  yang  sesuai  dengan  logika  yang  implisit terbawa oleh kondisi atau "iklim” ekonomi yang menguntungkan. Kemajuan  masyarakat  pertanian  dan  pedesaan  serta  kemajuan  ekonomi  yang berkembang  cepat  seperti  pada  kasus  di  Korea. Pengembangan Kelembagaan Kelompok Petani Pengembangan kelembagaan kelompok petani sangat dibutuhkan untuk pemberdayaan petani  untuk  dapat  tumbuh  berkembang  secara  dinamis  dan  mandiri  sebagai  langkah kunci  dalam  mewujudkan  strategi  pembangunan  pedesaan  berbasis  pertanian. Menurut Krisnamurthi (2003) yang dikutip Trubus.  80  persen  keberhasilan  pembangunan  pertanian  ditentukan  oleh  kapasitas  dan kualitas  petaninya.  listrik  dan  lain­ lain). swasta/usahawan  dan  pemerintah)  diharapkan  agribisnis  yang  bersifat  konsolidatif vertikal atau kemitraan tersebut dapat berkembang.  regulator.  Dalam  hal  ini pemerintah  bertindak  sebagai  fasilitator.  masyarakat  tani  memiliki  daya  atur  diri  yang menimbulkan ketaatan (comformity) terhadap norma­norma yang telah diakui bersama.

Membangun Pola Kemitraan Usaha Salah  satu  hambatan  utama  untuk  menghasilkan  produk  pertanian  berdaya  saing  tinggi adalah  lemahnya  “bangunan”  kelembagaan  kemitraan  agribisnis  terutama  yang dijalankan  oleh  dan  di  masyarakat  pedesaan. penguasaan  permodalan  usaha.  Pola  pemerintah  menunjukkan terlalu  dominannya  intervensi  pemerintah  dan  pada  umumnya  menempatkan  plasma pada  posisi  yang  lemah.11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok tantangan dan permintaan pasar yang senantiasa berubah.  dapat  dipandang sebagai  interaksi  sinergis  dari  komponen  budaya  material. Lemahnya bargaining position tersebut disebabkan oleh  banyak  faktor.  Dewasa  ini  sebagian  pelaku  agribisnis adalah  petani  di  pedesaan  dan  hampir  semuanya  merupakan  kegiatan  usaha  tani  yang dikelola  dengan  pola  usaha  keluarga. Oleh  sebab  itu  peran  pemerintah  selain  sebagai  regulator  dan  pemberi  insentif. memperkuat dan menguntungkan.html 3/10 .id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian.  Kekuatan  yang  menghasilkan  momentum  untuk  membangun  itu adalah  kemampuan  untuk  mengelola  unit  organisasi  ekonomi  yang  cukup  “besar”  yang dapat  berbentuk  koperasi  kelompok  tani  atau  koperasi  agribisnis  yang  mampu  menjalin kerja sama dengan perusahaan (industri) yang mengolah hasil pertanian.  antara  lain  berupa  kerja  sama  kelompok  tani.  Konsekuensinya adalah volume produksi terbatas. Karakteristik usaha tani di Indonesia dicirikan oleh sifat usaha skala kecil dikelola secara independen  dan  menyebar  dalam  kawasan  yang  luas  (dispersal).  Kemitraan  usaha  yang  menonjol  di  tingkat  desa adalah  kemitraan  horizontal. Perencanaan  kuantitatif  ekonomi  pertanian  Indonesia  belum  memungkinkan  dilakukan selama  sektor  pertanian  (rakyat)  belum  mampu  untuk  menumbuhkan  partisipasi  petani secara  menyeluruh.  juga perlu  diarahkan  untuk  membantu  pengembangan  kegiatan  kemitraan  usaha  agribisnis kecil.  Dihasilkannya  produk  pertanian  berdaya  saing  tinggi. kualitas produk dan waktu panen bervariasi serta biaya pengumpulan  produk  relatif  besar  sehingga  kurang  kondusif  bagi  pengembangan agroindustri  dan  sistem  pemasaran  yang  efisien.  yaitu  program  pemerintah  (inti­ plasma). Peran  kemitraan  usaha  adalah  pada  kemampuan  kerja  sama  yang  lebih  teratur  dan terarah.  sedangkan  pola  pasar  menyebabkan  besarnya ketergantungan  petani  terhadap  usahawan  dan  dapat  menimbulkan  konglomerasi.blogspot.co.  peran  kewirausahaan  dan kelembagaan  (kemitraan  yang  terbangun  dengan  baik).  sehingga  pengembangan  sistem  agribisnis  mempunyai  daya  guna  yang  lebih tinggi dan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pelaku­pelaku agribisnis di pedesaan.  interdependensi  yang  sangat  timpang  antar  pelaku ekonomi pedesaan dengan luar pedesaan.  Dampak  integratifnya  adalah  tingginya http://bpdcidenok.  sedangkan hubungan buruh­majikan.  Pola  tradisional  sulit  menumbuhkan  semangat  dan  kreativitas serta  mengembangkan  diri.  Struktur  organisasi  ekonomi masyarakat  pedesaan  sangat  rapuh  dan  hal  itu  tercermin  dari  posisi  pelaku  ekonomi pedesaan yang tidak “memiliki” kekuatan memadai untuk melakukan bargaining position dengan pelaku ekonomi di luar desa. atau bapak­anak angkat. Dengan demikian akan terbangun suatu pola kemitraan usaha yang saling membutuhkan.  antara  lain  kelemahan  dalam  pengorganisasian  kelompok  tani.  Bagi pengembangan  agribisnis  “kecil”  masalah  yang  sering  dihadapi  terutama  adalah ketidakseimbangan  rebut  tawar  (bargaining  position)  dan  adanya  intransparansi  bisnis. Kemampuan  manajemen  yang  didukung  oleh  partisipasi  aktif  dari  para  petani  itu merupakan syarat yang diperlukan bagi tumbuh dan berkembangnya industri/perusahaan pertanian (agroindustri) di pedesaan yang terkait secara terpadu dengan kehidupan dan perkembangan usahatani. Pola  keorganisasian  kemitraan  yang  ada  dewasa  ini.  tradisional  (patront  client)  dan  pasar  (“rasional”)  masih  menempatkan  petani pada  posisi  yang  tereksploitasi  secara  sangat  tidak  adil.

  Pengembangan kelembagaan kemitrausahaan dapat dipandang sebagai komplemen dari konsolidasi  segmen­segmen  kegiatan  pertanian.  untuk  dikelola  secara  kolektif. juga bisa untuk tujuan peningkatan pemerataan dan keadilan. fasilitator.  Gejala  umum  yang  tidak  sehat  seperti  harga bahan  baku  (hasil  usaha  tani  petani)  yang  ditekan  oleh  pengusaha  pengolah  hasil pertanian  tidak  lagi  dijumpai. Struktur  agroindustri  harus  mampu  menjamin  efisiensi  dan  daya  saing  serta  bersifat konstruktif.  saling  memperkuat  dan  saling menguntungkan.  Dampak  integratifnya  adalah  tingginya biaya  pemasaran  sehingga  akan  menekan  pangsa  harga  yang  diterima  petani  dan mengangkat  tingkat  harga  yang  dibayar  konsumen. adil dan bijaksana.html 4/10 .  Beberapa  manfaat  adanya  konsolidasi  usaha tani ini antara lain: http://bpdcidenok.000  orang.  manajemen. mediator. pelindung dan regulator yang jujur. Daerah  pedesaan  dikembangkan  berdasarkan  pewilayahan  komoditas  unggulan  utama yang menghasilkan bahan baku untuk pengembangan agroindustri di daerah perkotaan. patuh aturan kesepakatan dan terpercaya.blogspot.  Akibatnya  adalah  permintaan  dan penawaran  produk  usaha  tani  akan  menurun. petani perlu disiapkan dalam arti ditingkatkan kemampuannya baik  dari  aspek  keorganisasian. friksi antar kegiatan tersebut  dapat  ditekan  sekecil  mungkin.  Mengingat  pasar  tidak  selamanya  sempurna  dan  adanya  senjang informasi. Untuk menjalin kemitraan. adil. Dengan konsolidasi segmen­segmen kegiatan pertanian “usaha tani” dapat menjadi satu kesatuan dengan industri “pengolahan hasil”.  dan  permodalannya  supaya  bisa  bermitra dengan  yang  lebih  kuat.  Suatu  usaha  dapat  berkembang  dengan  baik  bila  dapat diidentifikasi  dengan  baik  berbagai  faktor  yang  mempengaruhinya  baik  faktor  internal (pendorong dan penghambat) dan eksternal (peluang dan tantangan). kegiatan  pertanian  selain  bisa  diarahkan  untuk  meningkatkan  pencapaian  efisiensi ekonomi.co. Pengembangan  unit  agroindustri  merupakan  strategi  dasar  pengembangan  agribisnis  di pedesaan.  maka  pembentukan  agroindustri  haruslah  dipacu  melalui  peran  aktif pemerintah yang bertindak sebagai inisiator gagasan.id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian.  Pola  kemitraan  haruslah  didasarkan  pada  kesadaran semua  pihak  bahwa  mereka  saling  membutuhkan  dan  hanya  dapat  tumbuh  bersama sehingga harus bermitra dengan prinsip transparan.  sehingga  menghambat  perkembangan agribisnis. Konsep  agropolitan  pada  dasarnya  adalah  pengembangan  wilayah  pedesaan  terkelola dengan  luasan  sekitar  30  ribu  hektar  dan  berpenduduk  maksimum  600. Kemitraan  adalah  kerja  sama  antara  usaha  kecil  dan  usaha  menengah  atau  dengan usaha  besar  disertai  pembinaan  dan  pengembangan  oleh  usaha  menengah  atau  besar dengan  memperhatikan  prinsip  saling  memerlukan. Dengan konsolidatif ini.  Pengembangan  unit  agroindustri  merupakan  strategi  operasional  yang  tepat sebagai  implementasi  dari  konsep  pengembangan  wilayah  pedesaan  yang  tertata (agropolitan). Berdasarkan  pada  permasalahan  tersebut  maka  strategi  kemitraan  usaha  yang  tepat untuk  mendorong  mengembangkan  agribisnis  di  pedesaan  adalah  kemitraan  usaha melalui  konsolidasi  vertikal.  Peningkatan  efisiensi  dapat  dimulai  dari  konsolidasi  lahan usaha  tani.  Pada  kelembagaan  kemitrausahaan.11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok agroindustri  dan  sistem  pemasaran  yang  efisien.  Usaha  tani  skala  kecil  dikonsolidasikan  oleh  suatu  usaha agroindustri  atau  pemasaran  dalam  suatu  usaha  kemitraan  sehingga  tercipta  satu  unit industri  pertanian  (agroindustri).

  Teknologi dan kapital bisa langsung diarahkan dan disalurkan ke pedesaan. sehingga perekonomian desa lebih berkembang.  Sumberdaya pertanian di pedesaan. tidak dijumpai lagi. Beberapa manfaat yang berhubungan dengan agribisnis konsolidatif : 1.  Meningkatnya kredibilitas dilihat dari aspek perbankan dan bargaining position di bidang pemasaran hasil akhir. 6. 4. 2. sehingga tidak efisien. http://bpdcidenok.  Seluruh rangkaian kegiatan fisik agribisnis dapat dilaksanakan di pedesaan.  Dengan  konsolidasi  ini kegiatan  pertanian  “usaha  tani”  menjadi  satu  kesatuan  dengan  industri  “pengolahan hasil”.  Bisa membendung mengalirnya tenaga­tenaga kerja muda yang potensial di pedesaan ke kota. sehingga dapat membendung mengalirnya tenaga­tenaga kerja muda yang potensial dari pedesaan ke kota. 2.  Mendorong perekonomian desa berkembang lebih pesat. 3.11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok 1. 5. Gejala umum yang tidak sehat.  sehingga  sistem ekonomi  dualistik  yang  selama  ini  mendominasi  usaha  pertanian  di  Indonesia  dapat dihapuskan.id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian.html 5/10 . Pada saat ini pengelolaan usaha tani mengikuti manajemen keluarga. Peningkatan efisiensi bisa dimulai dari konsolidasi lahan usaha tani untuk dikelola secara kolektif.  interdependensi antar  pelaku  agribisnis  pertanian  dan  iklim  usaha  yang  dibangun  (praktek  persaingan usaha  yang  sehat.  kemudahan  usaha. (2) usaha tani dikelola secara independen  sehingga  kualitas  produk  yang  dihasilkan  dan  waktu  panen  bervariasi  antar petani;  (3)  Usaha  tani  tersebar  dalam  kawasan  luas  (dispersal)  sehingga  biaya pengumpulan hasil produksi besar pula dan juga sistem pemasaran hasil tidak efisien; (4) volume  kecil  merupakan  penghambat  eksploitasi  skala  ekonomi;  (5)  kualitas  yang beragam  membuat  ongkos  standarisasi  tinggi;  dan  (6)  tiadanya  kepastian  informasi mengenai kualitas dan waktu panen menciptakan ongkos pencarian dan risiko kesalahan informasi. misalnya lahan bisa dikelola secara lebih efisien.co. 3. 4.  Indikator  sehatnya  organisasi  masyarakat  pertanian  antara  lain  mencakup adanya  konsolidasi  dan  integrasi  antar  cabang  agribisnis  pertanian.  strategi  yang  tepat  untuk  mendorong  perkembangan  agribisnis  di pedesaan  ialah  agribisnis  konsolidatif.  Seluruh rangkaian kegiatan fisik dapat diselenggarakan di pedesaan sehingga pengembangan pertanian berimpit dengan pengembangan ekonomi pedesaan.  pengolahan  hingga  pemasaran. Pengembangan  agribisnis  konsolidatif  merupakan  konsolidasi  secara  vertikal  dari  sejak segmen  kegiatan  usaha  tani.  Pemeliharaan lingkungan dan pelestarian sumber daya setempat dapat dilakukan secara lebih efektif karena kegiatan lebih mudah diintegrasikan dengan ekosistem setempat.  pencegahan  praktek  monopoli.  usaha  kecil  dikonsolidasikan.  Dengan  konsolidatif  ini.  Teknologi dan modal untuk pengembangan pertanian bisa langsung diarahkan dan disalurkan ke pedesaan.  friksi  antar  segmen  kegiatan  agribisnis  tersebut  dapat ditekan sekecil mungkin. Dengan  demikian.  Sumber daya pertanian (lahan) dapat dikelola secara lebih efisien.  kepastian  hukum dan penyelenggaraan administrasi pemerintah yang bersih dan berwibawa. Mengembangkan Agribisnis Konsolidatif Ciri­ciri sebagian besar usaha tani Indonesia adalah (1) merupakan usaha keluarga skala kecil sehingga volume produksi per usaha tani sangat kecil.blogspot. seperti harga bahan baku (hasil usaha tani petani) ditekan oleh pengusaha pengolah hasil pertanian.

2. Pertanian rakyat dapat berdampingan dengan perusahaan besar dengan membina saling ketergantungan  di  mana  petani  merasa  memiliki  perusahaan  melalui  pemilikan  saham.  dan  (3)  kemitraan  pasar. Bentuk kemitraan tersebut mempunyai ciri­ciri sebagai berikut: 1. Dalam  rangka  membangun  kemitraan  usaha.co. Menurut Sudaryanto dan Pranadji (2000) terdapat tiga pola kemitraan yang berkembang dalam  kegiatan  agribisnis. kemudahan pelayanan perkreditan.  sehingga  secara  kolektif  petani menguasai tubuh agribisnis.  Menciptakan prakondisi usaha seperti pengembangan prasarana ekonomi.  Petani  produsen  harus  menjadi  pemilik  saham. dan pengrusakan lingkungan dan sumber daya alam yang menjadi basis usaha di sektor pertanian. 2.  Hubungan  kemitraan  antar  pelaku  agribisnis  didasarkan  rasionalitas  ekonomi  dan spesialisasi  pembagian  kerja  secara  organik.11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok setempat.  Pola  kemitraan program  pemerintah  condong  pada  pengembangan  kemitraan  secara  vertikal  dengan pola  hubungan  “Bapak  Anak  Angkat”  yang  pada  agribisnis  perkebunan  dikenal  dengan pola  PIR  (Perkebunan  Inti  Rakyat). 3.  Organisasi petani tidak dibatasi hanya pada kegiatan produksi bahan baku.  Sedangkan  pola  kemitraan  pasar  berkembang sebagai  akibat  dari  masuknya  sistem  ekonomi  pasar  dalam  usaha  pertanian  rakyat  di pedesaan.blogspot.  Output  usaha  pertanian  bukanlah  bahan  mentah  yang  tidak  stabil  melainkan komoditas olahan (akhir) dengan nilai tambah tinggi. Penutup Kelembagaan  kelompok/organisasi  petani  yang  perlu  dikembangkan  meliputi:  (a) organisasi untuk mengatur sumber daya milik bersama seperti organisasi petani pemakai air.  Kemitraan  tradisional  mengikuti  pola  hubungan patron­client  (misal  hubungan  pemilik  lahan  dan  petani  penggarap. terutama yang ditujukan untuk melindungi hak­ hak individu petani dari bahaya eksploitasi pemodal besar.  Mengarahkan kelembagaan ekonomi koperasi.id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian.html 6/10 .  diharapkan  turut  campur  pemerintah terutama dalam beberapa aspek yaitu: 1.  Pola  ini  melibatkan  petani  dengan  pemilik  modal  besar  yang  bergerak  di  bidang industri pengolahan dan pemasaran hasil.  Pengkonsolidasian lahan pertanian yang terarah bahwa lahan pertanian adalah untuk usaha pertanian.  Azas  keterbukaan  dan  penerapan demokrasi  serta  pengambilan  keputusan  baik  melalui  musyawarah  ataupun pemungutan suara (voting). 4.  (2)  kemitraan “pemerintah”.  Jenis  usaha  pertanian  yang  dibidik  adalah  usaha  tani  yang  menghasilkan komoditas  pertanian  bernilai  ekonomi  tinggi  dan  mempunyai  permintaan  kuat  di  pasar dunia. Mereka menggalang kerja sama (“kemitraan”) karena adanya kepentingan untuk berbagai manfaat ekonomi (mutually beneficial). 4.  pemanfaatan  hutan  lahan  adat. untuk menjadi bagian dari kegiatan agribisnis.  yaitu:  (1)  pola  kemitraan  tradisional. pengkajian dan penerapan teknologi. dan pengembangan sistem informasi pasar untuk pengembangan produk pertanian.  Pembuatan perangkat hukum (Undang­Undang atau PP) yang mendukung berkembangnya kemitraan usaha. 3.  (b)  organisasi  bisnis  kooperatif  yang  dapat  berupa http://bpdcidenok.

Dengan pola ini tidak dikenal lagi eksploitasi antar pelaku agribisnis dalam satu jaringan kegiatan  agribisnis  (berdasarkan  output  akhir).  Ini  berarti  masing­masing subsistem agribisnis dapat berkembang saling menguntungkan dan saling membutuhkan secara  adil.  Untuk  dapat berdampingan  dengan  perusahaan  besar  petani  perlu  dibina  terutama  dalam penguasaan  teknologi.  Pembangunan pertanian  haruslah  dapat  mengembangkan  keseluruhan  subsistem  dalam  sistem agribisnis  ini  secara  simultan  dan  harmonis.id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian. Pertanian 2 komentar: gunawan xxid 14 Mei 2014 01. koperasi yang merupakan hasil penggabungan kelompok tani adalah sangat penting.  Pola  kemitraan  usaha  yang  terbangun  diharapkan  dapat  saling  membutuhkan.  Dalam  kondisi  demikian kecemburuan  dan  kesenjangan  sosial  dapat  diperkecil.  optimasi  pemanfaatan sumber  daya  berkelanjutan.  legal  dan terbuka. Membangun Desa.co.  (b)  organisasi  bisnis  kooperatif  yang  dapat  berupa kegiatan  produktif  kolektif  (pelaksanaan/pengaturan  kegiatan  usaha  tani.html 7/10 .00 malah bingung http://bpdcidenok.  dengan  tetap  memperhatikan  keunikan masing­masing  subsistem  yang  terlibat  dalam  proses  modernisasi  pertanian  ini. lembaga keuangan pedesaan. Pola  kemitraan  usaha  yang  harus  dikembangkan  adalah  kemitraan  usaha  agribisnis konsolidatif  yang  diarahkan  untuk  menggantikan  pola  kemitraan  yang  berciri  patronase.  baik  secara  terselubung.  jauh  dari  eksploitasi  yang  kuat  terhadap  yang  lemah. Tweet Related articles Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis Kinerja BPD dalam Era Otonomi Daerah FAQ Seputar Alokasi Dana Desa (ADD) Ekonomi Perdesaan Dan Peranan Pemerintah Label: Artikel.  pengadaan  modal/kredit  pemasaran  hasil  dan  koperasi.  sehingga  dapat  hidup berdampingan  melalui  pemilikan  saham  secara  bersama.  pembangunan  pola  kemitraan  dikaitkan  dengan  pengembangan agribisnis konsolidatif perlu didukung oleh pembangunan sarana/prasarana (infrastruktur) ekonomi  pedesaan.  pemacuan  investasi  dan  kebijaksanaan  insentif  sehingga dapat  memacu  pembangunan  sosial  ekonomi  wilayah  pedesaan  yang  pada  gilirannya dapat meningkatkan taraf hidup kesejahteraan petani. Untuk  membangun  ekonomi  pedesaan  melalui  usaha­usaha  pengembangan kelembagaan  petani.  Dalam proses  ini  keberadaan  lembaga  pelayanan  dan  pembinaan  seperti  lembaga  konsultasi.  dan  (c) organisasi lobi politik ekonomi dengan membentuk asosiasi petani.  pembelian sarana  produksi.  pemanfaatan  hutan  lahan  adat. Kondisi  pertanian  Indonesia  akan  tetap  didominasi  oleh  pertanian  rakyat.blogspot. memperkuat dan saling menguntungkan.  pengembangan  sistem  inovasi  pertanian.  akses  terhadap  sumber  permodalan.11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok air.

  adalah  blog  baru  yang  cukup  bagus  menyediakan  referensi seputar pertanian...com  tempat berbagi informasi mengenai pertanian indonesia yang  mencari  info  tentang  nama latin tumbuhan  juga  ada.html 8/10 .com tempat berbagi informasi mengenai pertanian  indonesia  memang  tidak  hanya  membahas  teori  saja.blogspot. Beri komentar sebagai:  Google Account Publikasikan   Pratinjau Posting Lebih Baru Beranda Posting Lama PHOTO KEGIATAN TERPOPULER http://bpdcidenok.  silakan  klik  DISINI>>  nama  ilmiah tumbuhan info ini juga dipersembahkan oleh minuman berenergi Balas Masukkan komentar Anda.11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok malah bingung Balas Man Oim 30 April 2015 16.  namun  infonya  juga  bersifat aplikatif.  saya  rekomendasikan  jokowarino.. sesuai dengan namanya jokowarino.id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian. makasih gan. yang  butuh  info  pertanian.com  tempat  berbagi  informasi mengenai  pertanian  indonesia.  karena  itulah  banyak  orang  yang  mengunjunginya  DISINI>>  jokowarino..00 lengkap.co.

Berkas Rapat Pembentukan dan Penetapan Susunan Kepengurusan BPD Desa Cidenok Dibawah ini adalah berkas rapat Pembentukan dan Penetapan Susunan Kepengurusan BPD Desa Cidenok. agar paling tidak kita semua paham bahwa ADD buk.00 WIB Panitia Pemilihan Kepala Desa Cidenok mengundang Calon Kepala Desa Cidenok beserta ... FAQ Seputar Alokasi Dana Desa (ADD) Pada posting kali ini kami akan mengangkat faq seputar Alokasi Dana Desa (ADD) tersebut.11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok TERPOPULER Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis Pendahuluan Usaha tani di Indonesia didominasi oleh usaha tani keluarga skala kecil yang sangat lemah dalam berbagai bidang.html 9/10 ... ARSIP Oktober 2013 (7) Agustus 2013 (2) Juli 2013 (5) CALON KADES CIDENOK PERIODE 2014 .co. Kinerja BPD dalam Era Otonomi Daerah Otonomi daerah telah memberikan ruang gerak bagi partisipasi masyarakat dalam pembangunan.. tanggal 18 Oktober 2013 pukul 20..blogspot.2020 http://bpdcidenok..... seperti ke. Sengaja di share di sini agar setiap war.. yang menjadikan masyarakat tidak hanya sebagai.id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian. Rekam Acara Panitia Pilkades Cidenok dengan Calon Kades Cidenok Hari ini. Ekonomi Perdesaan Dan Peranan Pemerintah Pembangunan sektor­sektor perdesaan (= tradisional; agrokompleks) dapat mendorong pertumbuhan sektor industri melalui penyediaan bahan pa..

11/16/2015 Pembangunan Pertanian dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis | BPD Desa Cidenok     Support : PNPM Mandiri Perkotaan | UPK Cidenok | Arsip Desa Cidenok Template Created by Creating Website Published by Mas Template Copyright © 2013. BPD Desa Cidenok ­ All Rights Reserved Proudly powered by Blogger http://bpdcidenok.co.blogspot.id/2013/07/pembangunan­pertanian­dan­perekonomian.html 10/10 .