NILAI – NILAI FILOSOFIS DALAM RITUAL IBADAH AGAMA KATOLIK

( Studi Kasus : Sakramen Pengurapan Orang Sakit )

Erisca Apriyani, Fikri Masruri, Hanifah Harfiatun .A, Ibnu Malik, Sekar Arasy
Konsentrasi Komunikasi Penyiaran Islam, Prodi Ilmu Agama Islam,
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
Email: apriyanierisca@gmail.com

Abstrak : Secara garis besar dalam agama katolik ibadah digolongkan dalam 2 bagian besar ,
yaitu ibadah rohani dan ibadah sosial. Salah satu ibadah yang kami bahas adalah Ibadah rohani,
ibadah rohani terbagi menjadi 3 yaitu, devosi, doa dan sakramen. Dan kami mengambil salah
satu contoh ritual ibadah dalam agama katolik, yaitu sakramen. Sakramen yaitu hal-hal yang
berkaitan dengan yang kudus atau yang ilahi atau bisa diartikan juga sebagai lambang atau
simbol keselamatan Allah yang diberikan kepada Manusia. Sakramen biasanya diungkapkan
dengan kata-kata dan tindakan. Maka sakramen dalam Gereja Katolik mengandung 2 (dua)
unsur hakiki yaitu : Forma artinya kata-kata yang menjelaskan peristiwa ilahi, dan
Materia artinya barang atau tindakan tertentu yang kelihatan.
Dalam agama katolik ada 7 sakramen , yaitu sakramen baptis, sakramen tobat, sakramen
ekaristi, sakramen krisma, sakramen imamat, sakramen pernikahan, dan sakramen pengurapan
orang sakit .
Abstract : Broadly speaking, the catholic religion of worship is classified into 2 major parts,
namely spiritual worship and social worship. One of the worship we discuss is spiritual
worship, spiritual worship is divided into 3 namely, devotion, prayer and sacrament. And we
take one example of ritual worship in the Catholic religion, the sacrament. The sacraments are
things related to the holy or the divine or can be interpreted also as symbols or symbols of
God's salvation given to Humans. The sacrament is usually expressed with words and actions.
Thus the sacrament in the Catholic Church contains 2 (two) essential elements: Forma means
words that describe divine events, and Materia means certain goods or actions that are visible.In
Catholicism there are 7 sacraments, the sacraments of baptism, the sacrament of repentance,
the eucharistic sacrament, the sacrament of chrism, the sacrament of the priesthood, the
sacrament of marriage, and the sacrament of the anointing of the sick.

Keywords: Ibadah, Filosofis , Sakramen Pengurapan Orang Sakit, Katolik .

yang dilayankan sebagai salah satu dari "Ritus-Ritus Terakhir". 2. maka dapat dirumuskan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut : a. Makna apa yang terkandung dalam ritual sakramen pengurapan orang sakit? d. Mengetahui nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam ritual sakramen pengurapan orang sakit 4. sehingga dikenal pula sebagai "Pengurapan Terakhir".Pendahuluan Pengurapan Orang Sakit adalah salah satu dari ke tujuh sakramen dalam gereja katolik. yang tergantung pada ada atau tidaknya penyesalan si sakit atas dosa-dosanya). "Ritus-Ritus Terakhir" yang lain adalah pengakuan dosa (jika orang yang sekarat tersebut secara fisik tidak memungkinkan untuk mengakui dosanya. Dapat mengetahui hal yang diperlukan dan dipersiapkan dalam ritual sakramen pengurapan orang sakit. karena telah mencapai penggunaan akal budi. Nilai filosofis apa saja yang terkandung dalam ritual sakramen pengurapan orang sakit ? c. Mengeahui makna yang terkandung dalam ritual sakramen orang sakit 5. Baru menderita sakit ataupun makin memburuknya kondisi kesehatan membuat sakramen ini dapat diterima berkali-kali oleh seseorang. . mulai berada dalam bahaya yang disebabkan sakit atau usia lanjut" (kanon 1004. KGK 1514). sakramen ini diberikan hanya bagi orang-orang yang berada dalam sakratul maut. maka minimal diberikan absolusi. Dalam sakramen ini seorang imam mengurapi si sakit dengan minyak yang khusus diberkati untuk upacara ini. Mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan sakramen pengurapan orang sakit 3. Hal apa saja yang diperlukan dan dipersiapkan dalam ritual pengurapan orang sakit? Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini antara lain : 1. Dalam tradisi Gereja Barat. sebuah kata yang arti aslinya dalam bahasa Latin adalah "bekal perjalanan". Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan. Bagaimana tata cara pelaksanaan sakramen pengurapan orang sakit? b. "Pengurapan orang sakit dapat dilayankan bagi setiap umat beriman yang. dan (Ekaristi) yang bilamana dilayankan kepada orang yang sekarat dikenal dengan sebutan "Viaticum". Memenuhi tugas akhir mata kuliah Studi Agama-Agama.