Aria Kapriyati (1102011041

)
Skenario :
Datang seorang anak laki-laki usia 2 tahun ke Poli THT RS.YARSI dengan keluhan sejak 5
hari yang lalu batuk pilek dengan hidung tersumbat dan demam menggigil, keluhan dirasakan
semakin memberat, karena telinga kanan terasa nyeri disertai berdenging dan pada kelenjar di
leher penderita juga terdapat nyeri tekan. Peda pemeriksaan telinga di dapatkan membrane
timpani bulging. Sebelumnya penderita sering batuk pilek disertai nyeri waktu menelan yang
kambuh-kambuhan, tetapi membaik setelah diberi obat dari Puskesmas. Dokter mendiagnosa
pasien terkena otitis media akut. Dokter pernah mendapatkan info dari teman sejawatnya
untuk memberikan obat amoksisilin-clavulanate untuk menyembuhkan otitis media akut dan
mengurangi resiko kegalalan terapi.

Pertanyaan :
Apakah pemberian amoksisilin-clavulanate efektif untuk mengobati otitis media akut dan
mengurangi resiko kegalalan terapi?

PICO :
Patient : anak, usia 3 tahun
Intervention : antibiotik amoksisilin-clavulante
Comparison : tanpa pemberian antibiotik
Outcomes : pemberian amoksisilin-clavulanate dapat mengobati otitis media akut dan
mengurangi resiko kegalalan terapi.

Pencarian Bukti Ilmiah :
1. Alamat website : http://www.nejm.org/doi/pdf/10.1056/NEJMoa1007174
2. Kata kunci : acute otitis media AND antibiotic AND amoxicillin AND
clavulanate AND therapy
3. Limitasi : 5 tahun terakhir
4. Hasil pencarian : 21 artikel
5. Dipilih artikel berjudul : A Placebo-Controlled Trial of Antimicrobial Treatment for
Acute Otitis Media

1

Percobaan ini dengan metode double-blind.7% dari anak-anak yang menerima amoksisilin-klavulanat.10-0.6% pada kelompok plasebo (P <0.59. 8. dibagi menjadi dua dosis harian) atau placebo (158 orang) selama 7 hari. dibandingkan dengan anak yang menerima placebo 44.001). Tampilan dan rasa plasebo mirip dengan obat amoksisilin-clavulanat.9% dari anak-anak di kelompok amoksisilin-klavulanat dan plasebo. interval kepercayaan 95% [CI]. Agen analgesik antipiretik atau diberikan kepada 84.Aria Kapriyati (1102011041) REVIEW JURNAL Tujuan Untuk menentukan apakah pemberian antibiotik amoksisilin-clavulanat dapat menyembuhkan otitis media akut dan mengurangi resiko kegagalan terapi pada pasien.8% vs 33. 0. Anak yang berumur 6-35 bulan yang memenuhi kriteria percobaan.2% dan 85.9% (P <0. 2 .3% dari mereka yang menerima plasebo. rasio hazard. dibandingkan dengan 26.001). dan membagi kelopok anak yang di beri terapi antibotik amoksisilin-clavulanat dan placebo amoksisilin-clavulanat. Primary outcome pada penelitiab ini adalah adalah kegagalan pengobatan dari dosis pertama sampai akhir dari pengobatan kunjungan pada hari ke-8 Pada saat penelitian. 13. P <0. masing-masing. Universitas Turku. 0.36.5%. Kesimpulan Anak yang mengalami otitis media akut yang diterapi dengan amoksisilin-clavulanat lebih efektif akut dan mengurangi resiko kegalalan terapi dibandingkan dengan placebo amoksisilin-clavulanat.7 mg klavulanat per kilogram berat badan per hari. Metode Metode yang digunakan adalah randomisasi yang dilakukan dengan menggunakan program komputer oleh Departemen biostatistik. Finlandia. P <0. Sebanyak 47. kemudian menerima amoksisilin-klavulanat (161 orang) (40 mg amoksisilin per kilogram berat badan per hari ditambah 5. Jika pasien demam (suhu tubuh 38 ° C atau lebih tinggi). orang tua pasien diberi buku harian dan diminta untuk mencatat gejala dan efek samping. tetapi efek samping amoksisilin-clavulanat lebih besar terjadi dibandingkan dengan placebo amoksisilin-clavulanat. Hasil Kegagalan anak yang menerima pengobatan amoksisilin-klavulanat terjadi 18. Secara keseluruhan.6%. Perbedaan antara kelompok sudah jelas pada jadwal kunjungan pertama (hari 3). Peneliti mendorong agar pasien meggunakan analgesik dan agen antipiretik dan memungkinkan penggunaan obat tetes telinga dan hidung dekongestan analgesik tetes atau semprot.25-0. 0.001).04). memiliki kegagalan pengobatan.38. 0.2% dari anak- anak di kelompok masing-masing memiliki eksim (P = 0. 95% CI. dibandingkan dengan 25.8% dari anak-anak dalam kelompok amoksisilin-klavulanat mengalami diare. Efek samping secara signifikan lebih sering terjadi pada kelompok amoksisilin-klavulanat dibandingkan kelompok plasebo.19. Turku.7% dan 3. amoksisilin-klavulanat mengurangi perkembangan kegagalan pengobatan sebesar 62% (rasio hazard.001) dan kebutuhan untuk perawatan penyelamatan sebesar 81% (6.

Methods Halaman 6. Finlandia.Aria Kapriyati (1102011041) CRITICALLY APPRAISE THE EVIDENCE VALIDITY 1a. Menentukan ada atau tidaknya persamaan pada kedua kelompok di awal penelitian. Dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok mengenai tingkat kepatuhan terhadap obat yang diberikan oleh peneliti. Universitas Turku. Allocation. Turku. Halaman 117. Jawaban : Ada Alasan : semua pasien pada kedua kelompok memiliki kesamaan sesuai kriteria penelitian diagnosis otitis media. Jawaban : Ada Alasan : Randomisasi dilakukan dengan menggunakan komputer oleh Departemen biostatistik. assignment (lampiran tambahan) 1b. 3 . concealment. Menentukan ada atau tidaknya randomisasi dalam kelompok dan teknik randomisasi yang digunakan.

Result 4 . Methods Halaman 118.Aria Kapriyati (1102011041) Halaman 117.

Menentukan ada tidaknya persamaan perlakuan pada kedua kelompok selain perlakuan eksperimen. disarankan peneliti agar pasien meggunakan analgesik dan agen antipiretik dan memungkinkan penggunaan obat tetes telinga dan hidung dekongestan analgesik tetes atau semprot. 5 .Aria Kapriyati (1102011041) Halaman 120 2a. Jawaban : Ada Alasan : semua pasien dari masing-masing grup jika demam (suhu tubuh 38 ° C atau lebih tinggi).

dengan 2 orang dari kelompok amoksisilin-klavulanat dan 3 orang dari kelompok placebo amoksisilin-klavulanat tidak melanjutkan penelitian dengan alasan tertentu sehingga tidak mau mengambil obat yang diberikan oleh peneliti dan ini di masukkan pada pasien yang gagal terapi. 6 . a. Halaman 122 b. Menentukan ada tidaknya pertimbangan dan penyertaan semua pasien dalam pembuatan kesimpulan. Mengidentifikasi lengkap atau tidaknya follow-up Jawaban : Tidak Alasan : karna ada 2 orang dari kelompok amoksisilin-klavulanat dan 3 orang dari kelompok placebo amoksisilin-klavulanat yang tidak melanjutkan penelitian dengan alasan tertentu sehingga tidak mau mengambil obat yang diberikan oleh peneliti. Jawaban : Ada Alasan : jumlah pasien penelitian yaitu 319 dengan jumlah pasien amoksisilin- klavulanat 161 orang dan placebo 158 orang. Mengidentifikasi ada tidaknya analisis pasien pada kelompok randomisasi semula. Methods 2b.Aria Kapriyati (1102011041) Halaman 117.

Jawaban : Ada Alasan : Terapi dilakukan secara double blind. Halaman 117. Dimana dokter dan pasien tidak mengetahui kandungan bahan terapi yang digunakan selama penelitian ini. Mengidentifikasi ada tidaknya blinding pada pasien. Methods 7 . klinis dan penelitian.Aria Kapriyati (1102011041) 3.

449 – 0.96 (0.732 8 .263 = 3. Menentukan presisi estimasi efek terapi ?  95% CI ARR = ARR ± 1.96 (0.449 = 44.000940 + 0.263 ± 1.9 %  Relative Risk Reduction (RRR) RRR : (CER – EER)/CER (0.449 x 0.263 ± 1.0049 = 0.2581  95% CI NNT = 1/0.449 – 0.802 “Untuk menambahkan 1 angka pasien yang sembuh dari terapi pengobatan antibiotik amoksisilin-klavulanat dibutuhkan 4 pasien yang diterapi dengan pemberian antibiotik amoksisilin-klavulanat” Halaman 139.00156) = 0.263 ± 1.0025) = 0.2679 =3.186 = 0.2679 : 0. Menentukan besar efek terapi Sembuh Gagal Terapi Jumlah amoksisilin-klavulanat 131 30 161 Placebo 87 71 158 jumlah 128 101 319  Experience Event Rate (EER) EER : 30/161 = 0.96 (0.6% “antibiotik amoksisilin-klavulanat dapat mengobati otitis media akut dan mengurangi resiko kegalalan terapi sebesar 47% dibandingkan placebo amoksisilin-klavulanat.186) / 0.2581 : 1/0.814 / 161) + (0.449 = 0.263 = 26. Primary Outcome 2.6 %  Control Event Rate (CER) CER : 71/158 = 0.551 / 158) = 0.186 = 18.186 x 0.3% “Perbedaan kegagalan yang faktual antara pemberian amoksisilin-klavulanat dengan placebo amoksisilin-klavulanat adalah senilai 26.”  Absolute Risk Reduction (ARR) ARR : CER .EER = 0.586 = 58.96 V (p1q1/n1 + p2q2/n2) = 0.263 ± 0.3%”  Number Needed to Treat (NNT) NNT : 1/ARR = 1/0.874 : 3.Aria Kapriyati (1102011041) IMPORTANCE 1.

Peda pemeriksaan telinga di dapatkan membrane timpani bulging.802 Halaman 120 9 . Sebelumnya penderita sering batuk pilek. Jawaban : Ya Alasan : Kondisi pasien usia 2 tahun (24 bulan) dengan keluhan batuk pilek dengan hidung tersumbat dan demam menggigil. karena telinga kanan terasa nyeri disertai berdenging dan pada kelenjar di leher penderita juga terdapat nyeri tekan. keluhan dirasakan semakin memberat.  Jadi nilai NNT untuk pasien kita = NNT/ f = 3. Menentukan kemungkinan penerapan pada pasien.802 / 1 = 3.Aria Kapriyati (1102011041) APPLICABILITY 1.

Diskusi Halaman 124.Aria Kapriyati (1102011041) 2. eczema. Menentukan potensi keuntungan dan kerugian terhadap pasien. Sedangkan kerugian yang dialami banyak resiko efek samping yang terjadi seperti diare. penggunaan antibiotik amoksisilin-clavulanate efektif untuk mengobati otitis media akut dan mengurangi resiko kegalalan terapi. Diskusi 10 . Halaman 125. muntah. Jawaban : Ada Alasan : Dari segi keuntungan.