Analisa Electrostatic Precipitator (ESP) Pada Exhaust Dalam Upaya

Pengendalian Partikulat Debu Gas Buang Main Engine
Kapal Latih BIMASAKTI

Luthfi Maslul Muttaqim1, Andi Trimulyono1, Eko Sasmito Hadi1,
1)
Jurusan Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,
Email: Luthfi_Maslul@hotmail.com

Abstrak
Berbagai macam cara digunakan untuk mengendalikan emisi gas hasil pembakaran, terutama
hasil pembakaran pada kendaraan bermotor. Salah satu cara yang digunakan adalah Electrostatic
Precipitator (ESP). Efisiensi dari sistem ESP ini sangat berarti untuk mengurangi emisi Partikulat dan
menghasilkan emisi yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini menggunkan program
numerik untuk mengalisa model tersebut. Hasil analisa dari software yang berupa velocity contour
tersebut dianalisa untuk menentukan seberapa besar efisiensi emisi gas yang setelah melalui ESP.
Untuk mendapatkan efisiensi tertinggi dibuat beberapa model dengan ukuran ESP dibuat tetap, tetapi
jarak elektroda dirubah, dengan begitu akan didapatkan model dengan efisiensi tertinggi. Hasil
penelitian memperlihatkan tingkat efisiensi tertinggi adalah model dengan jarak kawat 60 mm dengan
tegangan 17000 volt. Sedangkan tingkat efisiensi terendah adalah model dengan jarak kawat 90 mm
dengan tegangan 15000 volt. Karena semakin rapat jarak kawatnya dan semakin tinggi tegangannya
maka semakin besar hambatan terhadap fluida sehingga semakin berkurang kecepatan fluidanya.

Kata kunci: Electrostatic Precipitator (ESP), Main Engine, Partikulat Debu , BIMASAKTI, Kawat
Elektroda
Abstract
Various ways are used to control the emissions of the gases of combustion, especially combustion
in motor vehicles. One way that is used is the Electrostatic Precipitator (ESP). The efficiency of the
ESP system is meant to reduce particulate emissions and produce no harmful emissions to the
environment. This study uses numerik program to analyze the model. The results of the analysis of
the software in the form of contour velocity is analyzed to determine how much efficiency gas
emissions after the ESP. To obtain the highest efficiency made several models with ESP size was
fixed, but the electrode distance was changed, so we will get the model with the highest
efficiency.Results showed the highest efficiency level is a model with a distance of 60 mm wire with a
voltage 17000 volts. While the level of the lowest efficiency is a model with a distance of 90 mm wire
with a voltage 15000 volts. Because the closer the distance the wire and the higher the voltage, the
greater the barriers to fluid so that the fluid velocity decreases.

Key Word: Electrostatic Precipitator (ESP), Main Engine, Fly ASh, BIMASAKTI, Electrode Wire

1. PENDAHULUAN intemasional. Sumber emisi ini adalah pesawat
terbang, kapal laut, kereta api, dan kendaraan berat
Pencemaran udara selalu terkait dengan sumber spesifik lainnya.
yang menghasilkan pencemaran udara yaitu Salah satu cara yang digunakan untuk
sumber yang bergerak (umumnya kendaraan mengendalikan emisi gas adalah Electrostatic
bermotor) dan sumber yang tidak bergerak Precipitator (ESP). Prinsip utama sistem ini adalah
(umumnya kegiatan industri) ada beberapa emisi menangkap atau mengikat debu yang keluar dari
spesifik yang upaya pengendaliannya masih belum hasil pembakaran dengan memberikan arus listrik
ada acuan baik di tingkat nasional maupun tegangan tinggi pada kawat elektroda bermuatan

Jurnal Teknik Perkapalan, Vol. 3, No. 1 Januari 2015 102

Outlet Nozzle Kematian 6.2. Jantung Berwarna Proses Abnormal. Bermotor. High Voltage Transformer-Rectifier Unit dan Berbau Sampah. Pembakaran Pada tegangan. Berasa. dan Oksidasi Keracunan Metal di Atmosfer. atau abu dari aliran gas. Iritasi Pada listrik negatif. dan Kebakaran Gambar 1. No. Kelumpuh 1. [2] berbagai macam dari polusi udara. R2010a sebagai alat yang digunakan untuk Gunung penelitian. Roof (NO 2 ) Kemerahan Pembakaran an.Parameter Electrostatic Precipitator adalah alat yang pencemar udara akan dirangkum dalam tabel digunakan untuk mengumpulkan (endapan) debu dibawah ini. tegangan 16. Parameter Pencemar Udara keluar dari stack salah satunya adalah Electrostatic Polusi udara disebabkan oleh berbagai hal dan Precipitator (ESP). Terdiri dari collecting plate dan electrode dan peralatan listrik yang Tabel 1 Parameter Pencemar Udara [1] digunakan untuk menghasilkan dan Polutan Sifat Sumber Dampak mengendalikan rangkaian tegangan tinggi dan Sulfur Tidak Hasil Kerusakan beroperasi pada prinsip dasar bahwa berlawanan Dioksida Berwarna. Industri. 5. Manhole Tajam Aktivitas Kekejanga 4.8 kV dan jarak kawat sebesar 47 mm. TINJAUAN PUSTAKA memisahkan gas dan abu sebelum gas tersebut 2. Industri. Rumah Denyut Tidak Tangga. Penelitian ini bertujuan untuk Berapi mendapatkan model ESP yang memiliki efisiensi tertinggi dari beberapa model dan variabel yang ada. 3. 2. Kanker. Hidrocarbon Berbentuk Proses Iritasi. Debu Kecil Bermotor.1. Precipitator : Dioksida Coklat Bermotor. Sistim 2. Dengan pengisian partikel (atau (SO 2 ) Berbau Kendaraan Tanaman. Manhole Jurnal Teknik Perkapalan. Syaraf. Discharge Electrode Rapping Motor Bakteri n. Pada penelitian sebelumnya yang telah dilakukan Padat Aktivitas Paru-Paru. (HC) Gas. Cair. Tekanan (CO) Tidak Hasil Darah.negatif sehingga debu-debu akan termuati oleh Oksidan Tidak Proses Gangguan muatan negatif akibatnya debu-debu yang keluar (O 3 ) Berwarna Fotokimia Pernafasan. maka kemudian tertarik ke Hasil Proses Sistim collecting plate bermuatan positif. Electrostatic Precipitator (ESP) Alat pengendali debu yang berfungsi untuk 2. Komponen Electrostatic Precipitator Hutan Berikut adalah komponen Electrostatic Nitrogen Berwarna Kendaraan Keracunan. 1 Januari 2015 103 .[9] Industri. menggunakan software CFD Fluent didapatkan Geothermal Kematian nilai efisiensi dari ESP itu sebesar 99.01 % dengan Partikel Berukuran Kendaraan Inhalasi. Pernafasan dan Hasil dan Mata Volcano Carbon Tidak Kendaraan Perubahan Monoksida Berbau. dari hasil pembakaran tertarik atau terikat pada dan Tidak Atmosfer Iritasi Mata pelat-pelat yang bermuatan positif dan gas bersih Berbau bergerak menuju cerobong asap. Iritasi Mata Pada penelitian ini menggunakan software Matlab Industri. partikulat) dari debu atau abu dengan muatan Menyengat Bermotor. 3. Vol.

Regulasi IMO 9. mengalirkan udara kotor melewati sebuah medan • Setiap mesin diesel dengan daya output 130 listrik yang berada di antara elektroda yang KW yang telah dikonvensikan setelah 1 mempunyai polaritas berlawanan. Kandungan emisi SOx yang ada di kapal penangkapan ESP pada kondisi ideal. jarak antara plat ESP (m2) dengan kawat diubah.[9] Sementara itu regulasi 14 yang berisi peraturan tentang batasan emisi Sox menjelaskan: 2. Discharge Electrode International Maritime Organization (IMO) 10. Gas atau udara Januari 2000. No. Internal Walkway 2. Vol. Gas Distribution Screen 1. mesin demikian gas-gas dan udara yang mengandung yang dipasang pada sekoci penyelamat partikel-partikel debu itu akan dimuati oleh ataupun disemua peralatan untuk keadaan elektron-elektron. Kandungan sulfur di dalam bahan bakar yang Untuk menghitung efisiensi sebuah ESP dapat digunakan pada kapal tidak boleh melebihi digunakan persamaan Deutch-Anderson.5% m/m. 7. Thermal Insulation di bawah ini : 14.3. 4. Discharge Electrode Support Insulator[7] • Masing-masing kapal dengan daya output 130 KW yang dipasang pada kapal yang Prinsip kerja Electrostatic Precipitator ini adalah dibangun setelah 1 Januari 2000. atau pengumpul debu (collecting plate) dan kemudian kapal tersebut telah memiliki bendera dari partikel-partikel debu tadi yang menempel pada administrasi dalam mengendalikan emisi pelat-pelat itu akan melepaskan muatan listriknya NOx. METODOLOGI PENELITIAN W = Kecepatan migrasi (m/s) Untuk menentukan nilai laju aliran (Q) Pengujian model dilakukan menggunakan Matlab menggunkan rumus sebagai berikut : R2010a. Pengujian model ini bertujuan untuk ?????? + ???????? mengetahui kecepatan aliran/ velocity contour.5 % m/m. Inlet Nozzle Dengan ketentuan sebagai berikut: 15. Maka dengan • Mesin yang dalam keadaan darurat. Persamaan harus tetap dikontrol dan pada saat kondisi tersebut adalah: berlayar: kandungan emisi gas buang yang −?? ?? ?? dikeluarkan oleh kapal tidak boleh lebih dari ?? = 1 − ?? ?? (1) 1. yang mengandung debu melewati medan dari 2. Peraturan ini berlaku untuk: 16. Persamaan ini dipakai untuk menentukan efisiensi 2. A = Luas Penampang Melintang sedangkan jarak antar plat.4. ?? = ?? × ( ) (2) Pada saat pengujian model akan dilakukan 2 3 Dimana : Q = Laju Aliran (m /s) beberapa percobaan dengan ukuran ESP tetap. perpindahan partikel-partikel debu yang • Mesin yang diletakkan pada kapal yang bermuatan elektron tadi kearah pelat-pelat memiliki pelayaran yang terbatas.718 3. Potensial listrik mengakibatkan bahaya. Collecting Electrode Rapping Motor mengatur standar minimum emisi NOx dan SOx 11. Partition Plate of Hopper menjelaskan batasan emisi NOx dari kapal seperti 13. Perhitungan Efisiensi ESP 1. 1 Januari 2015 104 . Peraturan ini tidak berlaku untuk: tegangan tersebut (voltage field). Collecting Electrode 8. 3.[3] Q = Laju aliran gas (m3/s) e = Bilangan natural 2. (electric charge). V in = Kecepatan Inlet ( m/s) V out = Kecepatan Outlet ( m/s) Jurnal Teknik Perkapalan. Regulasi 13 12. Hopper dalam ANNEX VI regulasi 13 dan 14. dan total emisi yang dikeluarkan dari mesin hasil proses pembakaran dari Dimana : η = Efisiensi penangkapan ESP setiap mesin diesel tidak boleh lebih dari 6 g A = Luas efektif collecting plate SOx/kWh atau lebih sedikit dari berat emisi dalam ESP (m)2 SO 2 .

75 mm.1 Teknik Analisa Data Ukuran Model ESP : Setelah simulasi pada model selesai selanjutnya Tipe :Plate-WirePrecipitator adalah analisa data dan pembahasan yaitu Jarak plat-plat : 60 mm. Tebal plat pengumpul : 6 mm 3.75 mm. Pembuatan Model pada penelitian ini menggunkan Rhinoceros sebagaimana terlihat pada gambar Tabel 2.3.h) Density (150C) 0.9901 kg/m3 Kinetic Viscosity 380 mm2/sec.4 m/s 3.05 mass % (a) (b) Low Heating Value 42.1 vol % Ash Powder 0.84 MPa (18. Gambar 3 Tampak Depan Jurnal Teknik Perkapalan. 1 Januari 2015 105 .90 mm Velocity Contour. (b) Tampak Atas Velocity gas 0.Hasil dari simulasi adalah Jarak kawat-kawat : 60 mm.18 g/PS. dimana kecepatan yang Ukuran plat : 1200 x 540 mm diperoleh tersebut akan dihitung secara matematik Diameter kawat : 10 mm untuk mendapatkan efisiensi.90 mm membandingkan data yang sudah didapat dari Jarak plat-kawat :30mm.5mm.4 kW / 600 RPM Fuel Type Marine Fuel Oil (C – Heavy Oil) Fuel oil consumtion 177 g/kW.7628 pressure kgf/cm2) Maximum Power 671.2. Data Kapal berikut: Name of Ship Kapal Latih BIMASAKTI Type and Model BOLNES 6 DNL 150/600 Nimber of Cylinder 6 Max.37.3.h (130.038 mass % H2O 0. No. Data Mesin Kapal Ukuran ESP : 767mm x 1300 mm x Data spesifikasi mesin dan jenis bahan bakar yang 645 mm digunakan oleh motor diesel yang diperoleh dari Tegangan Listrik : 15000 v dan 17000 v penelitian sebelumnya adalah sebagai berikut.4 MPa (140 kgf/cm2) cylinder Mean effective 1.7 MJ/kg Gambar 2 (a) Tampak Samping. Ukuran dan Model Elektrostatik Precipitator Pada Penelitian ini peneliti menggunakan model yang diperoleh dari penelitian sebelumnya dan dikembangkan sendiri oleh peniliti dengan memvariasikan jarak dari kawat elektroda dan juga memvariasikan tegangan listrik pada kawat elektroda. Vol. Pressure in 18.35 mass % N 0. (cSt) (500C) Residual Carbon 10 mass % S 0. 3.45 mm pengujian model.

1. adalah skalar potensial listrik. L (m) adalah panjang karakteristik. ?? = 0 (3) dan persamaan Navier-Stokes: ∂?? ???? [ + (?? . F adalah gaya. 2. 3. adalah kepadatan gas. ?? ∇2 Φ = − (1) ?? 0 ?? 2 ∇?? . 4. Re adalah bilangan Reynolds. 1 Januari 2015 106 . No. 3. 3. 2.1 Simulasi Model Penelitian ini menggunakan software MATLAB R2010a untuk melakukan simulasi model. Gambar 4 Model 3 Dimensi 3. dalam hal ini sama dengan gaya Coulomb Parameter berdimensi telah ditetapkan sesuai dengan rekomendasi yang dibuat oleh IEEE-Deis-EHD Panitia Teknis (2003). ???? ??3 ??0 Ehd = 2 . memiliki penelitian ini dirangkum didalam diagram alir kepadatan konstan dan viskositas. 4. ∇Φ = ?? (2) 0 di mana 1. maka aliran udara harus memenuhi persamaan kontinuitas: ∇. 1. (5) Di mana 1. ∇)?? = −∇P + η∇2 ?? + F (4) ∂t dimana u adalah kecepatan udara. 4.1. adalah viskositas udara. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Vol. 2. adalah permitivitas udara ambien Berdasarkan asumsi bahwa udara ambien Secara garis besar metodologi penelitian pada yang tersumbat karena kerapatan. 4. P adalah tekanan statis. ????0 Re = . Penentuan Persamaan Matematika Pembuatan simulasi ESP pada Matalab ini menggunkan beberapa persamaan yaitu: Persamaan untuk medan listrik adalah sebagai berikut. serta alirannya sebagai berikut: laminar. Md adalah nomor Masuda. q adalah kerapatan muatan ruang.Langkah pengerjaan Matlab sebagai berikut. ???? ???? ???? ?? ε0 E 20 L 2 Md = ?? ?? ????2 . EHD adalah nomor electrohydrodynamic (EHD). Gambar 5 Diagram Alir Penelitian Jurnal Teknik Perkapalan.

hasil koding berupa tampilan simulasi seperti gambar berikut. Tampilan Simulasi 4.4. Hasil Simulasi Model 2 Tegangan 15000 v Gambar 6. (m2 / s) adalah viskositas kinematik udara. (kg / m3) adalah kepadatan gas. ki = 1.1. 9.1. 7. U0 (m / s) adalah kecepatan rata-rata udara. 3. No. ??" = 0 (3’) ???? " 1 2 Ehd + (?? . maka langkah selanjutnya ada pembuatan kode Matlab dari simulasi tersebut. 5.3.8e-4 (m2 / Vs) adaklah mobilitas ion. A adalah (m2) luas permukaan elektroda yang digunakan untuk menghitung debit saat ini. Hasil Simulasi Matlab terlihat seperti gambar berikut. 4. I0 (A) adalah debit saat ini 8. Pembuatan GUI Setelah persamaan tersebut kemudian dibuat koding untuk simulasinya.4 m/s ini diperoleh dari keceptan gas buang pada Kapal Latih BIMASAKTI. Hasil Simulasi Gambar 10. Vol. Hasil Simulasi Model 2 Tegangan 17000 v Simulasi software MATLAB R2010a tersebut menggunakan keceptan emisi sebesar 0. Gambar 9. E0 (V / m) adalah nilai Peek untuk medan listrik kritis. 10. ∇) u" = . Jurnal Teknik Perkapalan.1. Dalam non-dimensi membentuk Persamaan yang mengatur (1-4) kemudian menjadi ??ℎ?? " ∇2 Φ" = − ?? (1’) ???? Ehd ∇q . ∇Φ = q"2 (2’) Md ∇. Hasil Simulasi Model 1 Tegangan 17000 v 4.∇P" + ∇ u+ q" E"(4’) ???? " ???? Re2 Gambar 8. 1 Januari 2015 107 . Pembuatan Kode Matlab Dari persamaan matematika yang didapat sebagaimana diatas.2. Gambar 7. 6.Hasil Simulasi Model 1 Tegangan 15000 v 11.

8 kV menghasilkan efisiensi didapatkan dari ukuran pelat 1200 x 540 mm.718 kecepatan fluidanya. aliran diperoleh dari perhitungan luas penampang melintang ESP ( 767 mm x 654 mm) dengan rata- rata kecepatan pada inlet dan outlet. W = Kecepatan migrasi (m/s) Pada Penelitian sebelumnya yang menggunakan Untuk mempersingkat maka perhitungan software Fluent dengan jarak elektroda 47 mm dan ditampilkan dalam bentuk tabel.35338 Model 2 Tegangan 17000 v 0.35067 0. kawat 60 mm dengan tegangan 17000 volt.28 4 0. Jurnal Teknik Perkapalan.55 5 0.38359 0. Laju penangkapan debu oleh ESP sebesar 99.18137 91.53 6 0.36765 0. Tabel 4 Perhitungan Efsiensi ESP Luas Kecepatan Laju N Pelat Inlet Outlet Aliran η o (%) (m2) (m/s) (m/s) (m3/s) 1 0. Dari tabel diatas dapat dibuat dalam bentuk grafik untuk membandingkan nilai efisiensi setiap Gambar 12.25 3 0.33 Nilai Efisiensi tersebut menunjukkan seberapa besar ESP tersebut dapat mengurangi emisi gas buang.Luas pelat tegangan listrik 16. Hasil Simulasi Model 3 Tegangan 15000 v 2 0.648 0.18827 84.36765 4.31016 Model 2 Tegangan 15000 v 0.17811 97.4 0.31016 0.38359 Gambar 13 Grafik Efisiensi ESP Model 3 Tegangan 17000 v 0.32316 Model 3 Tegangan 15000 v 0. Sedangkan tingkat efisiensi penangkapan debu −?? ?? ?? oleh ESP terendah adalah model dengan jarak ?? = 1 − ?? ?? (1) kawat 90 mm dengan tegangan 15000 volt.32316 0.3. Hasil Simulasi 60 Tegangan Model Kecepatan Inlet 40 15000 v (m/s) 20 Tegangan 0 Model 1 Tegangan 15000 v 0. No.648 0.2.1 %.4 0.35067 17000 v Model 1 Tegangan 17000 v 0.648 0. 100 80 Tabel 3.648 0.4 0. Dari gambar hasil simulasi Matlab diatas dapat 120 dirangkum dalam tabel berikut.18896 76.648 0. Vol. Karena Dimana : η = Efisiensi penangkapan ESP semakin rapat jarak kawatnya dan semakin tinggi A = Luas Collecing Plate (m)2 tegangannya maka semakin besar hambatan Q = Laju aliran gas (m3/s) terhadap fluida sehingga semakin berkurang e = Bilangan natural 2.19253 53. Pembahaan 4.35338 0.4 0. Efisiensi ESP Berdasarkan hasil perhitungan diatas terlihat pada Hasil simulasi Matlab tersebut yang berupa tabel dimana tingkat efisiensi penangkapan debu keceptan pada Inlet Kemudian menghitung oleh ESP tertinggi adalah model dengan jarak Efisiensi ESPmenggunakan Rumus Deucth.648 0. Hasil Simulasi Model 3 Tegangan 17000 v model.4 0.4 0. 3. 1 Januari 2015 108 .55 Gambar 11.19653 31. Anderson. Semakin besar nilai efisiensi ESP maka semakin banyak pula emisi yang dikurangi oleh ESP.

No. “Optimasi penangkapan debu terendah oleh ESP Parameter Design Electrostatic Precipitator terdapat pada Model ESP dengan jarak kawat (Esp) Untuk Penurunan Emisi Gas Buang 90 mm dengan tegangan listrik sebesar 15000 Pada Marine Diesel Engine” Its Master volt sebesar 31. EPA 625/1- setiap modelnya.55 % . Efisiensi penangkapan debu tertinggi oleh [5] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia ESP pada Model ESP dengan jarak kawat 60 Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian mm dengan tegangan listrik sebesar 17000 Pencemaran Udara volt sebesar 97. Rtke 623. Principles and Components” EPA 450/2- 82/006. dan pada tegangan 17000 volt nilai (1982).S. 76.S.55 %. RI Jurnal Teknik Perkapalan.55 [7] U. Manual. 75 Building Engineering. 1 Januari 2015 109 .25 % . Operation and Maintenance Manual efisiensi penangkapan debu oleh ESP pada for Electrostatic Precipitators. 1978. II.85 IMO”s Marine Environmental Protection %. ”Regulations for the dan Matlab.33 % .”Parameter Pencemar Udara dan Dampaknya Terhadap Kesehatan”DEPKES. DAFTAR PUSTAKA [1] Departemen Kesehatan (1999).blogspot. Electrostatic Precipitators.55 %. KESIMPULAN DAN SARAN Hidup No.53 % . Pada tegangan 15000 volt 85/017.25 %. “Electrostatic Precipitator 31. mm . 90 mm maka semakin kecil nilai 2010 efisiensi penangkapan debu oleh ESP 84. (2010).33 %. 5.0-2/98. 17000 volt . dan [8] U. Semakin besar jarak kawatnya 60 mm . Vol.53 %. A Mathematical Model of Electrostatic pada Elektrostatik Precipitator sehingga Precipitation (Revision 1).1 Kesimpulan Standar Pencemar Udara 1.28 %. nilai efisiensinya 84. % dan 97. 45 Tahun 1997 Tentang : Indeks 5. Environmental Protection Agency. Meskipun terjadi perbedaan 1.85 % hal ini diakibatkan karena perbedaan [3] International Maritime Organization Annex persamaan yang digunakan pada software Fluent VI MARPOL 73/78. Semakin besar Components”. 1.28 % dan 91. partikulat debu sebesar 97. ”Operating efisiensinya 97.2 Saran [10] U.com/ 1. dan [9] U.78-lllb 2. tegangan listriknya dari 15000 volt . Environmental Protection Agency. Environmental Protection Agency. Theses.872 36 Sit O. ESP pada penelitian ini dapat mengurangi Committee (MPEC) ratified at MPEC 58. User efisiensi yang dihasilkan lebih optimal. 91. [4] Keputusan Menteri Negara Lingkungan 5. IMO London. Environmental Protection Agency.S.25 %. Naval Architecture And Ship 2.25 %. 3. sedangkan efisiensi [6] Sitompul.Based on the 57th session of the Simulasi Matlab.S. EPA 2. udara. Memasukkan parameter yang terdapat June. maka semakin besar nilai (1985). Ali Muktar. kemudian ada beberapa parameter Prevention of Air Pollution from yang digunakan di Fluent tapi diabaikan pada Ships”. 31. Vol. sekarang yaitu perbedaan nilai efisiensi sebesar http://teyeteyeteyet.terjadi perbedaan hasil dengan penelitian yang [2] Electrostatic Precipitaor (EP).53 % dan 53. Dilakukan penelitian serupa baik penelitian secara laboratorium ataupun secara digital menggunakan software yang lain sehingga ESP ini benar – benar bisa diterapkan pada kapal yang ada di Indonesia. dan 53. EPA 600/7. 76. (1998).