BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia.
Bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil, cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis.
Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan
akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Cahaya
merupakan faktor penting terhadap berlangsungnya fotosintesis, sementara fotosintesis merupakan proses
yang menjadi kunci dapat berlangsungnya proses metabolisme yang lain di dalam tanaman.

Pengaruh cahaya juga berbeda pada setiap jenis tanaman. Tanaman C4, C3, dan CAM memiliki
reaksi fisiologi yang berbeda terhadap pengaruh intensitas, kualitas, dan lama penyinaran oleh cahaya
matahari (Onrizal, 2009). Selain itu, setiap jenis tanaman memiliki sifat yang berbeda dalam hal
fotoperiodisme, yaitu lamanya penyinaran dalam satu hari yang diterima tanaman. Perbedaan respon
tumbuhan terhadap lama penyinaran atau disebut juga fotoperiodisme, menjadikan tanaman
dikelompokkan menjadi tanaman hari netral, tanaman hari panjang, dan tanaman hari pendek.

Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun
kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkembangan
berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun
lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau ). Gejala etiolasi tersebut
disebabkan oleh kurangnya cahaya atau tanaman berada di tempat yang gelap. Cahaya juga dapat bersifat
sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena dapat memacu difusi
auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Cahaya yang bersifat sebagai inhibitor tersebut disebabkan
oleh tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel
tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan – tumbuhan
tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan
batang kecambah lebih kokoh.Dikarenakan sinar matahari sangat penting dan memberikan pengaruh
besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

1.2 Rumusan Masalah

 Bagaimana peranan cahaya matahari terhadap kehidupan?
 Bagaimana proses tanaman mendapatkan energi?
 Bagaimana pengaruh cahaya terhadap kehidupan tanaman?
 Bagaimana pengaruh cahaya terhadap perkecambahan?

1.3 Tujuan

 Untuk mengetahui peranan cahaya matahari terhadap kehidupan.
 Untuk mengetahui proses tanaman mendapatkan energi.
 Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap kehidupan tanaman.

1

1 Pengertian Cahaya Matahari merupakan sumber energi terbesar di alam semesta. Sekumpulan reaksi tersebut terjadi secara simultan dan berkelanjutan. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. untuk pemeliharaan sel dan disimpan dalam bentuk pati. Tumbuhan adalah organisme benda hidup yang terkandung dalam alam Plantae. yang terlebih dahulu bereaksi dengan H2O membentuk HCO3 dengan bantuan enzim karbonik anhidrase.2 Pengetian Tumbuhan Tumbuhan adalah salah satu benda hidup yang terdapat di alam semesta. telah diketahui bahwa tanaman C3 dapat tumbuh baik dibawah naungan tau ditempat yang intensitas mataharinya rendah. Tiap molekul CO2 yang difiksasi memerlukan 2 ATP. dan aspartat ( hasilnya berupa asam-asam yang berkarbon C4). Panjang gelombang radiasi matahari sangat pendek dan biasanya dinyatakan dalam mikron (Tjasjono. Tanaman C4 adalah tanaman yang mampu hidup di lahan yang terpapar intensitas matahari penuh. organisme yang menjalankan proses fotosintesis adalah diklasifikasikan sebagai tumbuhan. Perbedaan yang mendasar antara tanaman tipe C3. malat. Pada tanaman yang bertipe C3 produk awal reduksi CO2 (fiksasi CO2) adalah asam 3-fosfogliserat atau PGA. 1995:55). Terdiri atas sekumpulan reaksi kimia yang berlangsung di dalam stroma kloroplas yang tidak membutuhkan energi dari cahaya mataharai secara langsung. Tanaman c4 juga mengalami siklus calvin seperti peda tanaman C3 dengan bantuan enzim Rubisko. yaiu tanaman C3. Sumber energi yang diperlukan berasal dari fase terang fotosintesis. C4 dan tanaman CAM. PGAL yang dihasilkan dapat digunakan dalam peristiwa yaitu sebagai bahan membangun sel. C4. 2 . Reaksinya berlangsung di mesofil daun. Disebut radiasi dikarenakan aliran energi matahari menuju ke bumi tidak membutuhkan medium untuk mentransmisikannya. dan CAM adalah pada reaksi yang terjadi di dalamnya. Biasanya. 2. tanaman dibedakan menjadi 3. Energi matahari yang jatuh ke permukaan bumi berbentuk gelombang elektromagentik yang menjalar dengan kecepatan cahaya. Jika dihubungkan dengan fotosintesis. Energi matahari diradiasikan kesegala arah dan hanya sebagian kecil saya yang diterima oleh bumi. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk menjalani proses fotosintesis. Pada tanaman tipe C4 yang menjadi cirinya adalah produk awal reduksi CO2 (fiksasi CO2) adalah asam oksaloasetat. Tumbuhan merangkumi semua benda hidup yang mampu menghasilkan makanan dengan menggunakan klorofil untuk menjalani proses fotosintesis. Memerlukan energi sebanyak 3 ATP. Berdasarkan proses reaksi yang terjadi pada tanaman C3. Energi matahari yang dipancarkan ke bumi berupa energi radiasi. Memiliki sel seludang di samping mesofil.

klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Melakukan proses yang sama dengan tanaman C4 pada malam hari yaitu daur Hatch dan Slack. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler adalah kebalikan dengan persamaan di atas. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. 3 . Fotosintesis merupakan proses pembuatan makanan yang terjadi pada tumbuhan hijau dengan bantuan sinar matahari dan enzim-enzim. Stomatanya membuka pada malam hari. Proses fotoseintesis ialah proses dimana tumbuhan menyerap karbondioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Tumbuhan menyerap cahaya karena mempunyai pigmen yang disebut klorofil.3 Pengertian Fotosinesis Dalam hubungan antara cahaya matahari dengan tanaman. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbondioksida. Melakukan proses yang sama dengan tanaman C3 pada siang hari yaitu daur Calvin. air. Pada siang hari malat berdifusi secara pasif keluar dari vakuola dan mengalami dekarboksilasi. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Pati diuraikan melalui proses glikolisis dan membentuk PEP. CO2 yang masuk setelah bereaksi dengan air seperti pada tanaman C4 difiksasi oleh PEP dan diubah menjadi malat. Pada respirasi. dan energi kimia. menuju mesofil. 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. 2. Sedangkan pada tanaman tipe CAM yang menjadi ciri mendasarnya adalah memiliki daun yang cukup tebal sehingga laju transpirasinya rendah. selalu terdapat keterkaitan antara sinar matahari dan proses fotosintesis. fotosintesis adalah fungsi utama dari daun tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplast.

2008:8). Panjang gelombang radiasi matahari sangat pendek dan biasanya dinyatakan dalam mikron (Tjasjono. alat-alat pertanian. dan oksigen sebagai hasil sampingannya. 2008:9). 4 . Dengan menggunakan cahaya matahari tumbuhan mengubah gas karbondioksida dan unsur-unsur mineral dalam tanah serta air untuk menghasilkan gula (glukosa) dan oksigen. Tanaman juga memberikan respon yang berbeda terhadap tingkatan pengaruh cahaya yang dibagi menjadi tiga yaitu. bahan bakar. Dalam proses ini energi cahaya diperlukan untuk berlangsungnya penyatuan CO ₂ dan air untuk membentuk karbohidrat. Hal tersebut dikarenakan hampir semua objek agronomi berupa tanaman hijau yang memiliki kegiatan fotosintesa. tanaman tidak dapat memasak makanan yang diserap oleh tanah. Energi matahari yang dipancarkan ke bumi berupa energi radiasi. Proses ini dilakukan oleh zat hijau daun bernama klorofil yang berada di daun dan dilindungi oleh lapisan lilin untuk mencegah penguapan.Proses fotosintesis pada tanaman dilakukan di siang hari dikala matahari menyinari bumi. Gula hasil fotosintesis disimpan tumbuhan sebagai cadangan energi. adanya sinar matahari merupakan sumber dari energi yang menyebabkan tanaman dapat membentuk gula. kualitas cahaya. Bagi manusia dan hewan cahaya matahari berfungsi sebagai penerang. Cahaya itu disebut dengan PAR (Photosynthetic Activity Radiation) dan mempunyai panjang gelombang 400 mili mikron sampai 750 mili mikron (Jumin. Hanya cahaya tampak saja yang dapat berpengaruh pada tanaman dalam kegiatan fotosintesisnya. Hasil fotosintesis menjadikan bahan utama untuk proses pertumbuhan dan cadangan makanan tanaman. Energi matahari yang jatuh ke permukaan bumi berbentuk gelombang elektromagentik yang menjalar dengan kecepatan cahaya. 1995:55). Oleh tumbuhan radiasi matahari berupa cahaya tampak ditangkap oleh klorofil pada tanaman dalam proses yang disebut proses fotosintesis. yang mengakibatkan tanaman menjadi lemah atau mati (AAK. pupuk. cahaya matahari dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses fotosintesis. Pengaruh unsur cahaya menjadi perhatian serius. Tanpa bantuan dari sinar matahari. intensitas cahaya. Energi matahari diradiasikan kesegala arah dan hanya sebagian kecil saya yang diterima oleh bumi. Lebih lanjut. obat-obatan tidak lain adalah sebagai usaha untuk meningkatkan proses konversi energi matahari ke dalam bentuk produk tanaman (Jumin. dan. Penerapan energi pelengkap dalam bentuk kerja manusia dan hewan. 1983:18) 3. Disebut radiasi dikarenakan aliran energi matahari menuju ke bumi tidak membutuhkan medium untuk mentransmisikannya. BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertian Cahaya dan Peranan dalam Kehidupan Matahari merupakan sumber energi terbesar di alam semesta. mesin. Sedangkan bagi tumbuhan dan organisme berklorofil.2 Proses Tanaman Mendapatkan Energi Pada kegiatan budaya pertanian. dan lamanya penyinaran (Jumin 2008:08). Tidak semua energi cahaya matahari dapat diabsorpsi oleh tanaman.

Diserap oleh tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. DILIHAT DARI REAKSI TERANG REAKSI GELAP Tempat 1.3 Peranan Cahaya terhadap tumbuhan 1. Fotoperiodisme adalah respon dari suatu organisme terhadap lamanya penyinaran sinar matahari. Walaupun menyerupai respirasi (pernapasan) biasa. penyusunan / Proses yang 3. Fotoenergetic adalah pertumbuhan yang dipengaruhi oleh banyaknya energi yang diserap dari sinar matahari oleh bagian tanaman 3. secara ringkas dijelaskan dalam tabel seperti berikut ini. Seperti telah kita ketahui. Gula yang telah dibuat kemudian digunakan oleh tumbuhan untuk proses metabolismenya. Namun keduanya merupakan satu rangkaian reaksi yang tak terpisahkan dari reaksi fotosintesis. batangnya akan condong ke arah cahaya. reaksi fotosintesis terdiri atas dua tahapan yaitu : tahapan Reaksi Terang ( disebut juga Reaksi Hill ) dan Reaksi Gelap ( disebut juga Reaksi Blackman atau siklus Calvin ). 4. yaitu proses oksidasi 5 . misalnya tumbuhan yang ditanam di tempat gelap. Fotodestruktif Merupakan tingginya intensitas cahaya yang mengakibatkan fotosintesis semakin tidak bertambah lagi dikarenakan tanaman mengalami batas titik jenuh cahaya sehingga bukan menjadi sumber energy tetapi sebagai perusak. ATP dan NADPH2 Karbohidrat sederhana 3. Perbedaan antara reaksi terang dengan reaksi gelap. NO.Cahaya merah merupakan cahaya yang paling optimal yang bisa. bagian kloroplas bernama Grana bagian kloroplas bernama Stroma berlangsung 2. Diketahui pula bahwa kebutuhan energi dan ketersediaan oksigen dalam sel juga memengaruhi fotorespirasi. Fotocybernetic adalah tingginnya itensitas cahaya yang menyebabkan fotosintesis. 2. Sumber energi Cahaya / matahari ATP dan NADPH2 dari reaksi terang Fotolisis : pemecahan H2O menggunakan Fiksasi : pengikatan CO2 . Fototropisme Merupakan pergerakan pertumbuhan tanaman yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya  Contoh : tanaman yang bergerak menuju cahaya. Hasil reaksi terang ini (ATP dan NADPH) selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam reaksi metabolisme khususnya reduksi CO. Fotorespirasi adalah sejenis respirasi pada tumbuhan yang dibangkitkan oleh penerimaan cahaya yang diterima oleh daun. Pemanfaatan energi gula oleh tumbuhan memerlukan serangkaian proses sehingga energi yang ada dalam bentuk gelombang elektromagnetik tersebut dapat diubah menjadi energi kimia (ATP dan NADPH) yang dikenal dengan reaksi terang. Hasilnya O2. Masing-masing tahapan menunjukkan proses reaksi yang berbeda. Fotomorfogenesis Merupakan pengendalian morfogenesis oleh cahaya  Contoh : Kaktus (modifikasi daun) 6. 5. energi cahaya menjadi ion Hidrogen dan pengkombinasian hydrogen dg terjadi oksigen karbondioksida membentuk gula 4.

Masalah yang dihadapi oleh sebuah daun yang ternaungi adalah untuk mempertahankan suatu keseimbangan karbon yang positif. CAM. 1991:54). Lebih jauh. Pengaruh tanaman dalam kaitannya dengan intensitas cahaya salah satunya adalah penempatan daun dalam posisi di mana akan diterima intersepsi cahaya maksimum. Pengaruh terhadap morofogenetik hanya terjadi pada intensitas rendah (Fitter dan Hay. Dibawah intensitas cahaya yang rendah terdapat tiga pilihan.yang melibatkan oksigen. dan tanaman C4 adalah tanaman yang hidup baik pada intensitas cahaya tinggi. Intensitas cahaya matahari menunjukkan pengaruh primer pada fotosintesis. Hal ini mengakibatkan sintesis protein kurang. tanaman dibedakan menjadi tanaman C3.4 Cahaya sebagai sumber energi untuk vegetasi mempunyai tiga faktor penting. peningkatan luas daun untuk memperoleh permukaan absorbsi cahaya yang lebih besar. Berdasarkan perbedaan reaksi tersebut. dan kerapatan pengaliran di mana keadan ini tercapai. dan didukung oleh peroksisom dan mitokondria 3. Hal tersebut terbukti oleh habisnya persediaan karbohidat. C4.1 Intensitas Cahaya Di daerah tropis dengan intensitas yang tinggi fotooksidasi lebih kecil dibandingkan di daerah sedang karena itu foto respirasinya cepat. terdapat beberapa kemungkinan yang akan terjadi. proses ini hanya terjadi pada stroma dari kloroplas. yaitu : 3. merupakan titik kompensasi. yaitu : Pengurangan kecepatan respirasi. Daun yang menerima intensitas maksimal adalah daun yang berada pada tajuk utama yang terkena sinar matahari (Fitter dan Hay. Lebih lanjut. Penelitian yang dilakukan oleh Grime dalam Fitter dan Hay (1991:55) membuktikan bahwa tanaman yang terbiasa hidup tanpa naungan seperti Arenaria servillifolia memperlihatkan kondisi yang tidak dapat berkembang dan tumbuh jika diberi naungan. mekanisme respirasi karena rangsangan cahaya ini agak berbeda dan dianggap sebagai proses fisiologi tersendiri. 1991:54).4.4. seperti kedelai dan padi. jika tanaman yang tanpa naungan ternaungi. Masing-masing tanaman memiliki reaksi yang berbeda terhadap intensitas cahaya. dan peningkatan kecepatan fotosintesis setiap unit energi cahaya dan luas daun. 3.2 Kualitas Cahaya 6 .Proses yang disebut juga "asimilasi cahaya oksidatif" ini terjadi pada sel-sel mesofil daun dan diketahui merupakan gejala umum pada tumbuhan C3. dan pengaruh sekundernya pada morfogenetik. Tanaman C3 adalah tanaman yang hidup baik pada intensitas cahaya rendah. sedangkan tanaman CAM adalah tanaman yang hidup didaerah kering.

untuk organisme yang non tropis dan merupakan indikator yang paling dapat dipercaya dan sebagian besar tanaman bersifat fotoperiodik. Tiap proses fisiologi di dalam respon terhadap kualitas cahaya juga berbeda-beda sehingga di dalam menganalisis komposisi cahaya untuk tiap-tiap proses fisiologi tersebut sangat sukar. hal ini tergantung kepada zat-zat organik yang disintesa oleh tumbuhan hijau. yaitu paket energi yang terpotong- potong dan masing-masing mempunyai panjang gelombang tertentu. dimana panjang gelombang ungu dan biru mempunyai foton yang lebih berenergi bila dibanding dengan panjang gelombang jingga dan merah. panjang gelombang yang paling banyak diabsorbsi beada di wilayah violet sampai biru dan orange sampai merah. Sipat partikel cahaya biasanya diungkapkan dalam pernyataan bahwa cahaya itu datang dalam bentuk kuanta dan foton. Variasi harian dan variasi musiman tidak hanya mempengaruhi masukan energi. Cahaya dengan kualitas yang berbeda-beda ditemukan dalam dua keadaan terestial bumi ini : di bawah kanopi daun dan di daerah dengan altitut tinggi. Di daerah yang altitutnya lebih rendah. Cahaya hanya merupakan bagian dari energi cahaya yang memiliki panjang gelombang tampak bagi mata manusia sekitar 390-760 nanometer. Kualitas cahaya dibedakan berdasarkan panjang gelombang menjadi. Cahaya memberikan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman/pohon secara langsung melalui tumbuhan hijau atau melalui organisme lain. Radiasi energi yang diterima oleh bumi dari matahari berbentuk gelombang elektromagnetik yang bervariasi panjangnya yaitu dari 5000-290 milimikron. Kualitas cahaya berpengaruh berbeda terhadap proses-proses fisiologi tanaman.  Panjang gelombang 595-574 mu adalah warna kuninga.  Panjang gelombang 435-400 mu adalah warna ungu. 7 . UV disaring oleh atmosfir terutama oleh oksigen dan ozon. tetapi juga suatu masukan faktor periode yang penting.  Panjang gelombang 750-626 mu adalah warna merah.  Panjang gelombang 626-595 mu adalah warna orange/jingga. Pada daerah yang memiliki altitut tinggi. Tiap-tiap spesies tanaman juga mempunyai tanggapan yang berbeda-beda terhadap tiap kualitas cahaya. Panjang siang hari pada waktu yang berbeda dalam satu tahun.  Panjang gelombang 574-490 mu adalah warana hijau. Cahaya mempunyai sifat gelombang dan sifat partikel. Irradiasi langsung pada dini hari dan senja hari mengandung banyak radiasi panjang gelombang yang disebabkan oleh celah atmosfer yang lebih panjang dan berakibat penghamburan gelombang pendek.  Panjang gelombang 490-435 mu adalah warna biru. tetapi kuning dan hijau dimanfaatkan oleh tanaman sangat sedikit. Rangkaian spektrum matahari ini dapat dikelompokan berdasarkan panjang gelombangnya. Semua warna-warni dari panjang gelombang ini mempengaruhi terhadap fotosintesis dan juga mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan perkembangan pohon baik secara generatif maupun vegetatif. Kualitas cahaya berkaitan erat dengan panjang gelombang. terjadi radiasi dengan penambahan jumlah sinar utra-violet (UV).

3) Sejumlah peristiwa yang terjadi dalam tubuh tanaman.3 Fotoperiodisitas Fotoperiodisitas yaitu panjangnya penyinaran matahari pada siang hari. Tetapi perbedaan UV di tempat tinggi dan rendah secara relatif hanya memiliki pengaruh yang kecil pada vegetasi tempat yang tinggi. 3. Juga panjang penyinaran menentukan apakah tanaman-tanaman tersebut akan membentuk internodia yang panjang atau yang lebih pendek daripada internodia yang normal.  Tanaman hari panjang : Tanaman yang baik hidupnya pada suatu daerah maupun untuk ke fase generatif memerlukan panjang hari penyinaran kurang dari 12 jam. kelaku-an stomata dan sebagainya. dan tanaman hari pendek. tetapi hal ini sebagai besar diimbangi oleh suatu penurunan dalam radiasi UV difusi. 3. Biasanya dari daerah tropik semakin ke kutub panjang penyinaran matahari semakin panjang. Tanaman hari panjang jika tanaman pada daerah yang panjang penyinarannya lebih pendek akan menunjukkan pertumbuhan internodia yang lebih pendek dan cenderung membentuk roset dan pembungaan tanaman hari panjang ini akan dikekang.4. Caldwell (1968)dalam (Fitter dan Hay. sintesis khlorofil.5 Pentingnya Cahaya Terhadap Tanaman Cahaya dalam hubungannya dengan proses pertumbuhan tanaman dapat mempunyai beberapa macam kegunaan antara lain : 1) Fotosintesis. 2) Cahaya dalam hubungannya dengan klasifikasi tanaman. Misalnya. 8 .  Tanaman hari pendek : Tanaman yang baik hidupnya pada suatu daerah maupun untuk ke fase generatif memerlukan panjang hari penyinaran kurang dari 12 jam. 1991) menemukan peningkatan sebesar 26% radiasi matahari langsung pada pita 280-315 nm pada ketinggian 4450 m bila dibandingkan dengan tempat pada ketinggian 1670 m. Di dalam tanaman hari pendek panjnagnya penyinaran merupakan faktor pembatas yang berakibat membentuk bagian-bagian vegetatif yang bersifat gigas (besar) sedang pembungaannya dikekang. 1991). sehingga sinar UV tidak terlalu nampak berbahaya bagi tanaman (Fitter dan Hay. 4) Transpirasi. Meskipun sejumlah spesies terbukti tidak peka terhadap faktor panjang penyinaran tetapi hal ini menentukan apakah tanaman-tanaman tersebut hanya dapat membentuk bagian-bagian vegetatif saja. Dalam hal ini kita mengenal tanaman hari panjang.

6 Peranan Cahaya Dalam Perkecambahan Biji 9 . Sebagai perbandingan adalah jika pada situasi yang sama heliophytes tahan pada intensitas 4. misalnya temperatur dan lembab relatif dapat mengadakan suatu pengaruh bersamaan terhadap proses hidupnya. Dengan demikian pengaruh tunggal cahaya tak dapat diketahui dengan pasti. Di dalam kenyataannya kapasitas fotosintesis yang rendah identik dengan gejala khlorosis yang intensif. bila cahaya dalam keadaan kurang dan fotosintesis sangat dibatasi maka pembentukan akar tanaman-tanaman tersebut kebanyakan condong untuk berkurang dan kekurangan pembentukan akar ini menyebabkan pertumbuhan tidak kontinyu pada seluruh pertumbuhan tanaman. Dengan penyelidikan didapat kenyataan bahwa kerusakan seedlings biasanya disebabkan karena faktor keteduhan dan lebih sedikit disebabkan oleh faktor cahaya. 3) Fakultatif Sciophytes Adalah tanaman yang dapat hidup baik. misal apel kebutuhan cahaya untuk fotosintesis tidak begitu jelas (tidak mutlak). Bila proses respirasinya tak dapat terlaksana dengan baik. Tetapi kekurangan cahaya mempunyai pengaruh yang langsung terhadap proses-proses fisiologi yang lain. 2) Sciophytes Adalah tanaman-tanaman yang dapat hidup baik pada intensitas cahaya yang lebih rendah. 4) Obligativ sciophytes Adalah tanaman-tanaman yang dapat hidup baik tanpa sinar matahari yang intensif. baik pada keadaan penuh sinar matahari maupun pada keadaan teduh. Di dalam spesies tertentu tanaman buah-buahan. Pada tanaman aciophytes membutuhkan cahaya yang lebih rendah daripada heliophytes. Ternyata kurangnya hasil fotosintesis disebabkan kerusakan pigment. Tanaman-tanaman yang kekurangan cahaya sebagai faktor lingkungan hidupnya maka gejala pertama yang tampak adalah defisiensi N. terate dan sebagainya. Juga ganggang-ganggang yang tumbuh pada air yang dalam dan lumut-lumut yang dapat tumbuh pada keadaan yang hanya membutuhkan sinar dengan intensitas lemah. 3. Tanaman-tanaman dapat dibagi sesuai dengan kebutuhan cahaya di butuhkan dalam proses hidupnya menjadi : 1) Heliophyte Tanaman yang termasuk Heliophytes adalah tanaman-tanaman yang dapat hidup baik pada keadaan yang penuh dengan sinar matahari.200 lux dan pada sciophytes pada 27 lux. Kebanyakan tanaman yang termasuk tanaman air. Di dalam kenyataan beberapa tanaman tertentu pembentukan N yang berlebihan daripada yang lain ini mungkin disebabkan di dalam usaha tanaman tersebut untuk menghindari kekurangan cahaya. Bahkan intensitas cahaya yang mendekati dengan intensitas cahaya dari bulan sudah cukup untuk melaksanakan proses fisiologinya. Ipomea repens. faktor cahaya tidak merupakan faktor yang membatasi dalam proses hidupnya. Beberapa kemungkinan beberapa spesies tanaman dapat tumbuh baik di dalam situasi cahaya yang penuh jika spesies tanaman tersebut memang membutuhkan cahaya yang tinggi dalam proses pertumbuhannya. Tetapi pada tanaman-tanaman darat adanya faktor-faktor lain selain cahaya. Selain itu pertumbuhan tanaman condong akan lambat.

peranan airpun sangat penting dalam perkecambahan biji. Sinar matahari yang sampai di bumi dikuasai oleh sinar merah sehingga phytocrome diubah menjadi bentuk phytocrome infra merah aktif. Hal ini akan berakibat pecahnya kulit biji. BAB III PENUTUP 10 . Van der Veen (1973) menyatakan bahwa phytocrome infra merah menginduksi embryo dalam biji untuk menghasilkan hormon giberelin. Sedangkan pencahayaan dengan sinar infra merah (730 mu) mengakibatkan perubahan bentuk kebentuk phytocrome merah yang inaktif sehingga menghambat perkecambahan biji. Biji light sensitive yang telah mengadakan imbibisi bila disinari dengan sinar merah (660 mu) mengakibatkan phytocrome merah berubah bentuk menjadi bentuk phytocrome infra merah yang aktif sehingga dapat menyebabkan perkecambahan biji. d) Tanaman yang perkecambahannya sangat berkurang bila kena cahaya. Tetapi pada biji- biji tertantu justru perkecambahan dihambat dengan adanya cahaya dan tidak terpengaruh kelembaban yang ada.Giberelin ini menginduksi terbentuknya enzym amylase dalam biji.01 detik saja telah mampu memberikan pengaruh stimulasi perkecambahan biji. Rumput-rumputan c) Tanaman yang perkecambahannya dihambat dengan adanya cahaya. Ini disebabkan karena air mempunyai peranan yang sangat penting dalam reaksi-reaksi biokhemis dalam biji selama proses perkecambahan. Amylase akan memecah pati menjadi gula sehingga akan meningkat tekanan osmose dalam biji. Contoh : Latuca sativa. Biji-biji yang untuk perkecambahannya sangat dipengaruhi vahaya dengan biji-biji yang light sensitif. perkecambahan lebih baik). Contoh : Liliaceae. sehingga dalam hal ini biji-biji akan tetap dorman sampai tanah tersebut diolah. Pigmen yang memegang peranan dalam perkecambahan biji adalah phytochrome yang sulit ditentukan karena hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit dalam biji. Ficus elastica. Penetrasi cahaya ke dalam tanah tergantung oleh panjang gelombang. tetapi pencahayaan biji-biji yang telah direndam air kesinar matahari langsung dalam waktu 0. Contoh : Daucus carota. Cahaya merah penetrasinya mencapai kira-kira 2. Di kedalaman yang lebih besar keadaannya menjadi gelap sempurna dan hanya sinar infra merah yang masih sanggup menembusnya. Nigella spp. Cahaya memegang peranan yang sangat penting dalam perkecambahan biji dari beberapa tanaman.5 cm dalam tanah berpasir. Pencahayaan biji-biji kering tidak efektif dalam menstimulasi perkecambahan. Jadi di samping peranan cahaya. Contoh : Licopersicum esculentum. Nicotiana tabacum b) Tanaman yang berkecambahan baik pada keadaan yang becahaya (intensitas lebih tinggi. Kebanyakan biji-biji tanaman menjadi sensitif terhadap cahaya bila biji-biji tersebut dalam keadaan basah. Pengaruh cahaya terhadap perkecambahan dibedakan menjadi : a) Tanaman yang perkecambahannya membutuhkan cahaya. Bromus spp. Peranan cahaya dalam merangsang atau menghambat perkecambahan biji dari beberapa tanaman ini telah diketahui sejak pertengahan abad ke-19. Dengan rusaknya kulit biji maka biji-biji yang dorman akan berkecambah.

Sinar matahari yang tampak putih di mata kita merupakan kumpulan dari berbagai jenis spektrum warna (pelangi). DAFTAR PUSTAKA 11 . Selain itu . Tanaman umumnya menggunakan hampir semua spektrum warna yang ada walau paling banyak yang digunakan adalah spektrum warna biru dan merah. Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. walaupun akan lebih efisien menangkap cahaya merah di 650-670 nm. 3. Kesimpulan dari makalah ini yaitu : 1. Cahaya biru digunakan hampir sebanyak cahaya merah karena lebih mudah mendapatkannya. menangkap hampir semua cahaya biru dan merah. Bagi manusia dan hewan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. tumbuhan dan organisme berklorofil dapat memanfaatkan langsung energi matahari. Pigmen klorofil untuk fotosintesis yang digunakan oleh tanaman secara umum. 2.Kesimpulan. lebih kuat di cahaya matahari.

1983. Klomatologi Umum.K.M. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press umin. Fitter A. Yogyakarta: Kanisius Campbell. Fisiologi Lingkungan Tanaman.Rujukan Buku AAK. HB. dan Hay R. Jakata : Erlangga. 2008. Dasar-Dasar Bercocok Tanam.B. Berlin : Cornelson Dpuck 12 . 2002. H. NA. Bandung: Penerbit ITB Bandung Wurttemberg. Biology I.H. 1991. 1995. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada TJjasjono Bayong. Dasar-Dasar Agronomi. 1994. Biologi jilid II.