Metode dan Macam-macam Diet Sehat

yang Populer di Indonesia
1. Diet OCD
Mungkin diet yang satu ini sudah tidak asing lagi anda dengar. Ya, diet OCD dipelopori oleh
artis dan pesulap papan atas Dedy Corbuzier. Diet OCD adalah jenis diet yang tidak
melarang pelakunya untuk mengkonsumsi jenis makanan apapun. Pelaku diet bisa
mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang disukainya. Hanya saja pelaku diet harus
berpuasa dalam rentang waktu yang sudah ditetapkan. Aturan diet OCD, pelaku diet bisa
makan dalam waktu 4, 6, dan 8 jam, tetapi setelahnya pelaku diet OCD tidak boleh makan
apapun selain minum air putih.

jenis diet OCD adalah metode diet sehat alami yang populer

2. Diet Makan Tanpa Rasa
Jenis diet lainnya ialah diet makan tanpa rasa. Diet yang satu ini merupakan metode diet
yang memperbolehkan pelakunya mengkonsumsi banyak jenis makanan yang tanpa rasa.
Tidak ada jenis makanan yang dikhususkan harus dikonsumsi oleh pelakunya. Semua jenis
makanan boleh dikonsumsi asalkan tidak memiliki rasa, umumnya jenis makanan untuk
diet ini diolah dengan cara direbus terlebih dulu.

Selain itu juga pelakunya harus mengkonsumsi sayur dan buah segar. Pelakunya justru diperbolehkan sering makan. Seperti sayur dan buah segar secara langsung tanpa terlebih dahulu mengolahnya menjadi masakan. jenis diet food combining dilakukan dengan mengkonsumsi buah dan sayur segar dan mentah tanpa dimasak 4. menu diet makan tanpa rasa adalah jenis makanan sehat yang direbus 3. namun jenis makanannya tidak boleh sembarangan. Diet Food Cambining Macam-macam diet yang populer selanjutnya ialah diet food cambining. Diet Makan Nasi Merah dan Dada Ayam Metode diet yang baru populer sekitaran 2 tahun terakhir merupakan metode diet yang cukup unik. Disarankan pelaku diet ini mengkonsumsi jenis nasi merah serta dada ayam ataupun ikan. cara diet dengan mengkonsumsi beras merah dan dada ayam untuk menurunkan berat badan secara alami . Hanya saja pelaku diet ini harus mengkonsumsi jenis makanan alami. Diet yang satu ini adalah metode diet yang tidak membatasi banyaknya asupan makanan yang dikonsumsi pelakunya.