PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PRA (Participatory Rural Appraisal)
Pengkajian Keadaan Desa Secara Partisipatif

KELOMPOK 1 :
Yusuf Adi Suryawan : CBA 114 008
Adi Nugroho : CBA 114 020
Muhammad Amrullah : CBA 114 030
Roipin Simangunsong : CBA 114 044
Arizki Sulaiman : CBA 114 054
Supendi : CBA 114 064
Johannes Guru Singa : CBA 114 074
Danu Saputra : CBA 114 086
Rusmanto : CBA 114 102
Muhammad Arif A : CBA 114 118

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2017

3. Latar Belakang Metode Participatory Rural Appraisal/ PRA ( pengajian pedesaan secara partisipatif ) mulai banyak diterapkan di indonesia. SMA sampai diploma dan sarjana. Sasaran Pembaca Buku ni ditujukan untuk para petugas lapangan yang langsung berhubungan dengan masyarakat dalam kegiatan pembangunan. dan pengalaman praktis. Yang paling mendasar dalam menerapkan metode PRA . Tujuannya untuk meningkatkan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lebih meningkatkan keterlibatan nyata masyarakat dalam program tersebut.1. pelatihan dan penerapan metode PRA dalam program pengembangan masyarakat sejak tahun 1993. juga dari pemikiran pendekatan partisifatif pembanguan lainnya.2. mulai dari tingkat pendidikan SMP. Disamping itu. buku ini dapat dibaca dan dimengerti oleh para petugas lapangan. Sedangan kebanyakan bahan acuan tentang PRA yang ada. 1. PRA berkembang dari tradisi keilmuan yang telah ada. Pemahaman Metodologi Sebagai Dasar Pemberdayaan masyarakat adalah mengembangkan kemampuan masyarakat agar secara berdiri sendiri memiliki keterampilan untuk mengatasi masalah masalah mereka sendiri. Dengan demikian. diharapkan buku ini cukup menarik untuk dibaca oleh mereka yang berpendidikan lebih tinggi yang berkecimpung dibidang pembanguan masyarakat. BAB 1 PENDAHULUAN 1. keterampilan. Kesulitannya. 1. Cita cita pemberdayaan masyarakat melalui usaha usaha pembangunan masyarakat yang partisifatif bukanlah suatu hal yang baru. dan bukan pula suatu hal yang khas pendekatan PRA. ditulis dalam bahasa inggris dengan latar belakang budaya dan program yang belum tentu sesuai dengan keadaan di indonesia. Begitu juga di lingkungan Konsorsium Pengembangan Datran Tinggi Nusa Tenggara (KPDTNT) yang telah menyelenggarakan pengenalan. Hambatan yang dihadapi dalam usaha pengembangan PRA adalah kurangnya pengetahuan. serta pemahaman metode PRA itu sendir. di kalangan lembaga lembaga KPDTNT. latar belakang pendidikan dan pengalaman para petugas lapangan ini sangat bervariasi. terutama dikalangan Lembaga Swadaya Masyarakat.

1. 1. Mengetahu pengertian PRA ? b.4. Mengetahui visi dan tujuan metode PRA ? e. Pengertian PRA secara Harfiah . Mengetahui PRA dalam daur program ? BAB II PEMBAHASAN 2. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk: a. a. Pengertian PRA. metodologi=ilmu tentang metode). Mengetahui unsur unsur metode PRA ? f. Mengetahui prinsip prinsip PRA ? d. .adalah pemahaman prinsip perinsip dan falsapah dasar yang menckup pada pemahaman PRA (logos=logos=ilmu. Mengapa PRA diperlukan ? c.

Artinya. tetapi metode PRA sendiri bukanlah metode penelitian yang menekankan pada penggunaan teknik teknik PRA untuk mengumpulkan data. Dengan demikian. tetapi juga di daerah kota atau daerah pertemuan antara desa dan kota. c. tetapi program dirancang oleh masyarakat dengan difasilitasi oleh orang luar. program bukan dirancang oleh orang luar kemudian masyarakat diminta ikut melaksanakan. yakni para petugas lembaga lembaga pembangunan masyarakat pada kegiatan masyarakat. hal ini berarti yang ikut serta adalah “orang luar”. Jika istilah “Participator Rural Appraisal’ (PRA) diterjemahkan secara harfiah atau kata perkata. akan lebih tepat apabila PRA mencantumkan ‘kajian masyarakat’ daripada ‘kajian desa’`  Pengertian pengkajian atau penelitian (APPRAISAL) Metode PRA memang mengembangkan teknik teknik kajian keadaan masyarakat. . Pertanyaan yang muncul adalah siapa yang ikut serta dalam kegiatannya ?.  Pengertian Desa (RURAL) Metode dan teknik teknik PRA tidak hanya sesuai untuk diterapkan di daerah rural/desa. Metode PRA merupakan metode pembelajaran masyarakat. b. Dengan demikian. maka artinya adalah “Penilaia/Pengkajian/Penelitian (Keadaan) Desa secara Partisipatif”. Dengan cita cita dasar bahwa kegiatan pembangunan pada akhirnya dikembangkan di dimiliki sendiri oleh masyarakat. metode PRA artinya adalah cara yang digunakan dalam melakukan kajian untuk memahami keadaan atau kondisi desa dengan melibatkan partisipasi masyarakat.  Pengertian Partisipatif ( Partisifator ) PRA memang dimaksudkan untuk mengembangkan “partisipasi” masyarakat yang diartikan sebagai “keikutsertaan”. serta pemantauan dan evaluasi program pembangunan masyarakat. Pengertian PRA secara lebih luas PRA dalam penafsiran dikalangan KPDTNT adala: pendekatan dan teknik teknik pelibatan masyarakat dalam proses proses pemikiran yang berlangsung selama kegiatan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan. Pengertian Menurut Robert Chambers.

2. Prinsip mengutamkan yang terabaikan (keberpihakan) Prinsip paling pertama metode PRA adalah mengutamakan masyarakat yang terabaikan tersebut agar memperoleh kesempatan untuk untuk memiliki peran dan mendapat manfaat dalam kegiatan program pembangunan.  P3MD (Perencanaan Partisifatif Pembangunan Masyarakat Desa). Munculnya pemikiran tentang pendekatan partisipatif. agara mereka dapat membuat rencana dan tindakan. b. Kebutuhan adanya pendekatan program pembangunan yang bersifat kemanusiaan dan berkelanjutan.Kebutuhan adanya metode kajian keadaan masyarakt yang mudah dilakukan untuk pengembangan program yang benar benar menjawab kebutuhan masyarakat setempat.4. Sejumlah Nama Dari Pendekatan Pembelajaran Berikut ini adalah sejumlah nama lain pendekatan pembelajaran yang ditemukan. Robert chambers menyatatakan pengertian PRA adlah sekumpulan pendekatan dan metode yang mendorong masyarakat pedesaan untuk ikut serta meningkatkan dan menganalisis pengetahuan mereka mengenai hidup dan kondisi mereka sendiri. Istilah istilah seprti partisipi masyarakan dan battom-up planning/perencanaan dari bawah atau dari masyarakat. Keberpihakan terhadap golongan masyarakat yang terabaikan ini bukan berarti bahwa golongan masyarakat lainnya perlu . termasuk yang berbahasa indonesia. PRA sebagai pendekatan alternatif.  PALM (Participatory Learning Methods) Metode Metode Belajar Secara Partisipatif. . .  PLA (Participatory Laerning And Action) Belajar dan Bertiandak Secara Partisipatif. 2. Prinsip-prinsip PRA a. Adanya Kritik Terhadap Pendekatan Pembangunan Yang Top-Down. Program pembangunan masyarakat yang bersifat diturunkan dari atas ke bawah (top-down). artinya diturunkan dari pemimpin lembaga kepada pelaksana dan masyarakat. Mengapa PRA ? a. 2. Keritik dan alasan alasan seperti itulah yang melahirkan beragam pemikiran tentang pendekatan pengembnagan program yang lebih partisipatif.3.  PD2DTP ( Penelitian Data Dasar Seda Tertinggal Parah).2. c.

terutama bila bantuan itu bersifat merugikan. masyarakat memiliki akses (peluang/kesempatan) dan kontrol (kemampuan memberikan keputusan dan memilih) terhadap berbagai keadaan yang terjadi di seputar kehidupannya. pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan. Prinsip saling belajar dan meng hargai perbedaan Salah satu prinsip dasar adalah pengakuan akan pengalaman dan pengetahuan tradisional masyarakat. Untuk itu perlu sikap rendah hati serta kesediaan untuk belajar dari masyarakat dan menempatkan warga masyarakat sebagai narasumber utama dalam memahami keadaan masyarakat itu. . smpai pada pemberian penilaian dan koreksi terhadap kegiatan yang berlangsung. Namun. d. penyuluh atau bahkan instruktur. Dengan kata lain. c. Prinsip masyarakat sebagai pelaku. Terdapat anggapan bahwa kemiskinan itu disebabkan kebodohan. dengan mengutamakan golongan palinh miskin agar kehidupannya meningkat. orang luar sebagai fasilitator Peran sebagai fasilitator dan guru. b. sebaliknya telah terbukti pula bahwa pengetahuan modern yang diperkenalkan oleh orang luar tidak juga memecahkan masalah mereka karena tidak cocok. Keberpihakan ini lebih pada upaya untuk mencapai keseimbangan perlakuan terhadap berbagai golongan yang terdapat di suatu masyarakat. Hal ini bukanlah berarti bahwa masyarakat selamanya benar dan harus dibiarkan tidak berubah. mendapatkan giliran untuk diabaikan atau tidak diikutsertakan. Prinsip pemberdayaan masyarakat Kemampuan ditingkatkan di dalam proses pengkajian keadaan. Kenyataan memperlihatkan bahwa dalam banyak hal pengetahuan tradisional masyarakat tidak sempat mengajar perubahan-perubahan yang terjadi dan tidak lagi dapat memecahkan masalah-masalah yang berkembang. Dengan demikian mereka bisa mengurangi ketergantungan terhadap bantuan orang luar. Hal seperti ini mudah untuk diucapkan. tetapi tidak mudah untuk dilakukan karena adanya anggapan bahwa masyarakat miskin itu bodoh.

Keragaman sumber informasi 3. yakni pengembangan kegitan. sumber informasi. Prinsip santai dan informal Situasi santai akan menimbulkan hubungan akrab. f. Triangulasi dilakukan antara lain melalui penganekaragaman keanggotaan tim. Keragaman latar belakang tim pemandu/tim PRA g. Prinsip mengoptimalkan hasil Dalam mengumpulkan informasi seringkali dilakukan pengumpulan informasi sebanyak-banyaknya dan ternyata banyak dari informasi tersebut yang tidak diperlukan atau tidak dipergunakan. namun tidak semua sumber informasi itu bisa dipercaya ketepatannya. Suasana sanatai dan informal ini lebih cocok disebut sebagai slah satu tip untuk pemandu. tetapi tim pemandu seringkali merasa bahwa informasi yang terkumpul belum lengkap atau belum mendetail. Untuk mendapatkan informasi yang kedalamannya bisa diandalkan kita bisa menggunakan triangulasi merupakan bentuk periksaan periksaan ulang informasi. Lebih baik kita “tidak tau tentang apa yang tidak perlu kita ketahui” (ketahui secukupnya saja) 2. Prinsip orientasi praktis PRA berorientasi praktis. Berikut ini adalah penjabaran dari prinsip mengoptimalkan atau memperoleh hasil informasi yang tetap guna menurut metode PRA : 1. tetapi diperkirakan bahwa informasi itu cenderung mendakati kebenaran (daripada kita tidak tahu sama sekali) h. 1. Lebih baik kita “tidak tahu apakah informasi itu bisa disebut benar disebut benar seratus persen. karena orang luar akan berproses masuk sebagai tamu asing yang oleh masyarakat harus disambut dengan segala protokol. tetapi hal ini menjadi prinsipil karena sering dilanggar. dan variasi teknik. agar program yang . Walapun sudah banyak teknik PRA yang dipergunakan untuk mengkaji. Prinsip triangulasi Usaha mengumpulkan dan menganalisis data secara sistematis bersama masyarakat. Keragaman teknik PRA 2. Memanfaatkan berbagai sumber informasi yang ada.e. Untuk itu dibutuhkan informasi yang sesuai dan memadai.

sempurna. k. i. j. tetapi berubah dan bergeser menurut waktu sesuai dengan berbagai perubahan dan perkembangan baru dalam masyarakat itu sendiri. Prinsip keberlanjutan dan selang waktu Kepentingan. Yang terpenting bukanlah kesempurnaan dlam penerapannya. Prinsip terbuka Metode dan perangkat teknik yang belum selesai. Pemberdayaan masyarakat sebagai perubahan perilaku serta perubahan sosial Dilakukan untuk merubah masyarakat agar menjadi lebih mampu untuk menganalisis keadaan sendiri. Visi dan tujuan metode PRA Visi adalah pandangan terhadap keadaan masyarakat atau kehidupan yang melahirkan keinginan mendalam (cita-cita) untuk melakukan sesuatu. pemahaman masyarakat bukanlah suatu usaha yang sekali dilakukan kemudian selesai. Kemudian.5. dikembangkan bisa memecahkan masalah daan meningkatkan kehidupan masyarakat. melainkan penerapan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada. Perubahan perilaku yang diharapkan oleh metode PRA adalah perubahan perilaku yang . kita belajar dari kekurangan/kesalahan yang terjadi. Dengan memahami pengertian PRA serta prinsip-prinsip dasarnya. serta mengembangkan potensi- potensi dan keterampilan mereka untuk meningkatkan kehidupan. sebenarnya telah tergambarkan apa yang menjadi berkembangnya metode PRA. 2. kemudian memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaannya. Prinsip belajar dari kesalahan Melakukan Kesalahan dalam kegiatan PRA adalah sesuatu yang wajar. Karena itu PRA bukanlah kegiatan yang dilakukan demi PRA itu sendiri. namun merupakan kegiatan berlanjut. Beberapa catatan penting mengenai hal ini adalah : 1. dan pasti benar. Karenanya. Diharapkan bahwa teknik-teknik itu senantiasa bisa dikembangkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan setempat. Cita-cita pendekatan PRA adalah perubahan sosial dan pemberdayaan (penguatan) masyarakat agar ketimpangan itu ditiadakan atau dikurangi.Kepentingan dan masalah-masalah masyarakat tidaklah tetap. yang tentu sukar dicapai. agar pada kegiatan berikutnya menjadi lebih baik.

Pendidikan masyarakat sebagai pendidikan orang dewasa Pengertian pendidikan disini tidaklah sama dengan pendidikan formal disekolah. Melainkan sebagai pembelajaran yang dilakukan oleh orang dewasa melalui kegiatan bersama. DIAGRAM 3 UNSUR UTAMA PRA PROSES PEMBELAJARAN ALAT BANTU BERBAGAI PENGETAHUAN/ PENGALAMAN TEKNIK-TEKNIK PRA JANGKA PENDEK RENCANA PROGRAM JANGKA PANJANG PEMBERDAYAAN/ PERUBAHAN SOSIAL OUTPUT/KELUARAN . yaitu : a. membuat masyarakat kuat dan mandiri serta mengerti hak-hak dan kewajiban mereka. Metode PRA dikembangkan dengan dua tujuan utama. 2. dan Hasil belajar. Alat Belajar.6. Tujuan praktis b. Unsur-unsur metode PRA Untuk merangkum seluruh pengertian Metode PRA. diagram di bawah ini memperlihatkan 3 unsur utama Metode PRA yang terdiri dari Proses Belajar. Sesuai dengan prinsip PRA orang lain tidak bertindak sebagai guru melainkan sebagai fasilitator belajar untuk saling barbagai pengetahuan dan pengalaman. Tujuan strategis 2.

pelaksanaan kegiatan ini. perlu diatur penjadwalan kegiatan. Evaluasai kegiatan Hasil layak dievaluasi sejauh mana telah mencapai tujuan program yang telah disepakati bersama masyarakat. PRA DALAM DAUR PROGRAM Daur program adalah tahapan-tahapan dalam pengembangan program mulai dari identifikasi maslah dan kebutuhan. yaitu : . secara ringkas adalah sebagai berikut : a. Penjajagan/pengenalan kebutuhan Pengenalan kebutuhan sering disebut pengenalan masalah. d. serta pemantauan dan evaluasi program. pemilihan alternatif kegiatan. b. Terdapat dua macam evaluasi program. Pementauan kegiatan Semua kegiatan yang dilaksanakan perlu dipantau atau diawasi secara berlanjut untuk melihat kesesuaiannya dengan rencana yang telah disusun. sebaiknya diorganisir dan dipimpin oleh anggota masyarakat sendiri. termasuk pembagian kelompok dan tugas-tugasnya. Semakin kongkrit dan jelas rencana yang dihasilkan. karena biasanya masyarakat memiliki masalah-masalah yang menimbulkan kebutuhan. yaitu kebutuhan untuk mengatasi masalah yang mengganggu kesejahteraan hidup mereka. sedangkan petugas lembaga program hanya mendampingi. dan kapan waktu pelaksanaannya. c. siapa yang akan melakukannya. pencarian alternatif kegiatan. semakin besar kemungkinan bahwa rencana itu sungguh-sungguh akan dilakukan. Pelaksanaan/pengorganisasian kegiatan Untuk melaksanakan kegiatan. e. Perencanaan kegiatan Rencana perlu mencantumkan dengan jelas apa yang akan dilakukan. Gambaran umum penetapan PRA dalam daur ulang program atau langkah- langkah pengembangan program.7.2. pengorganisasian dan pelaksanaan kegiatan.

1. 2. PERENCANAAN KEGIATAN Teknik PRA untuk Teknik PRA untuk Kajian potensi danPRA sebagai sikap melihat mengkaji Kajian hasil akhir masalah PENJAJAGAN dan DAURPEMANTAUAN ULANG danPELAKSANAAN alternatif kegiatan perilaku petugas EVALUASI KEGIATAN perkembangan program kebutuhan KEBUTUHAN KEGIATAN lapangan KEGIATAN program . Evaluasi program sebaiknya dilakukan oleh masyarakat sendiri yang merasakan manfaat dari kegiatan-kegiatan yang dikembangkan. pelaksanaan. dan pendokumentasian. Lembaga program mendampingi proses evaluasi. biasanya juga keperluan laporan kepada lembaga donor. dilakukan setelah suatu jangka waktu yang tertentu. Evaluasi akhir program. serta mengapa terjadi demikian  Mengkaji pengaruh program terhadap kesejahteraan masyarakat  Pertanggungjawaban lembaga pendamping program. Evaluasi setelah melihat adanya perkembangan-perkembangan yang terjadi di masyarakat dengan adanya kegitan bersama. mulai dari penyusunan rencana evaluasi. Biasanya. dilakukan antara lain untuk :  Mengkaji tujuan program apa saja yang sudah tercapai dan apa yang belum tercapai.