Asuhan Keperawatan Aplikasi NANDA

,
NOC, NIC
ASUHAN KEPERAWATAN KANKER PAYUDARA (CA MAMAE)
DENGAN NANDA, NOC, NIC

A. PENGERTIAN

Kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang paling banyak menyerang wanita.
Penyakit ini disebabkan karena terjadinya pembelahan sel-sel tubuh secara tidak teratur
sehingga pertumbuhan sel tidak dapat dikendalikan dan akan tumbuh menjaadi benjolan
tumor (kanker). Apabila tumor ini tidak diambil , dikhawatirkan akan masuk dan menyebar
ke dalam jaringan yang sehat. Ada kemungkinan sel-sel tersebut melepaskan diri dan
menyebar ke seluruh tubuh. Kanker payudara umumnya menyerang wanita kelompok umur
40-70 tahun, tetapi resiko terus meningkat dengan tajam dan cepat sesuai dengan
pertumbahan usia. Kanker payudara jarang terjadi pada usia dibawah 30 tahun.

B. ETIOLOGI

Sebab keganasan pada payudara masih belum jelas, tetpi ada beberapa faktor yang
berkaitan erat dengan munculnya keganasan payudara yaitu: virus, faktor lingkungan , faktor
hormonl dan familial;

1. Wanita resiko tinggi dari pada pria (99:1)

2. Usia: resiko tertinggi pada usia diatas 30 tahun

3. Riwayat keluarga: ada riwayat keluarga Ca Mammae pada ibu/saudara perempuan

4. Riwayat meastrual:

 early menarche (sebelum 12 thun)
 Late menopouse (setelah 50 th)

merokok. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel yang mengalami transformasi maligna dan berubah menjadi sekelompok sel ganas diantara sel normal. Mengalami trauma berulang kali pada payudara 11. Tidak menyusui 9. 14. terpapar dari lingkungan yang terpapar karsinogen 12. yang tak mengikuti pengaruh jaringan sekitarnya. Obesitas 13. 6. Riwayat reproduksi: melahirkan anak pertama diatas 35 tahun. endometrial. PATOFISIOLOGI PENYAKIT Untuk dapat menegakkan dignosa kanker dengan baik. Fase induksi 15 – 30 tahun . Menikah tapi tidak melahirkan anak 7. Ca. yaitu: 1. Life style: diet tinggi lemak. Tumor/neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan ciri : proliferasi yang berlebihan dan tak berguna. Proliferasi abnormal sel kanker akan menggangu fungsi jaringan normal dengan menginfiltrasi dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. Riwayat kesehatan: Pernah mengalami/ sedang menderita otipical hiperplasia atau benign proliverative yang lain pada biopsy payudara. Di dalam sel tersebut telah terjadi perubahan secara biokimiawi terutama dalam intinya. diperlukan pengetahuan tentang proses terjadinya kanker dan perubahan strukturnya. Proses jangka panjang terjadinya kanker ada 4 fase. Menggunakan obat kontrasepsi oral yang lama. mengkomsumsi alcohol (minum 2x sehari). penggunaan therapy estrogen 10. C. 8. terutama untuk melakukan pengobatan yang tepat. Terapi radiasi. 5. Stres hebat.

Fase insitu: 5 – 10 tahun Terjadi perubahan jaringan menjadi lesi “pre concerous” yang bisa ditemukan di serviks uteri. Adanya lekukan ke dalam. Adanya kerusakan dan retraksi pada area puting. tarikan dan refraksi pada areola mammae 4. biasa di kwadran atas bagian dalam.5 tahun Terjadi penyebaran ke tempat lain D. berkembang biak dan menginfiltrasi melalui membran sel ke jaringan sekitarnya dan ke pembuluh darah sera limfa 4. saluran cerna. kulit dn akhirnya juga di payudara. kebanyakan ditemukan jika sudah teraba oleh pasien. Nyeri di daerah massa 3. Fase invasi: 1 – 5 tahun Sel menjadi ganas. Pengelupasan papilla mammae 6. TANDA DAN GEJALA Penemuan dini kanker payudara masih sulit ditemukan. 3. Edema dengan “peant d’ orange (keriput seperti kulit jeruk) 5. dibawah ketiak bentuknya tak beraturan dan terfiksasi 2. rongga mulut. Tanda – tandanya : 1. Perubahan bentuk dan besar payudara. 2. .Kontak dengan bahan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai dapat merubah jaringan displasia menjadi tumor ganas. paru. Terdapat massa utuh kenyal. Fase desiminasi: 1 .

7. melekat terfiksasi satu sama lain atau jaringan sekitrnya 5. M TUMOR SIZE ( T ) 1. cairan encer padahal ibu tidak sedang hamil / menyusui. N3: Metastase ke kelenjar homolateral suprklavikuler/ infraklavikuler atau odem lengan METASTASE JAUH ( M ) 1. 8. Tx: Tak ada tumor 2. Nx Kelenjar ketiak tak teraba 2. To: Tak dapat ditunjukkan adanya tumor primer 3. T3: Tumor dengan diameter lebih dari 5 6. Ditemukan lessi pada pemeriksaan mamografi Penentuan Ukuran Tumor. N. T1: Tumor dengan diameter . T4: Tumor tanpa memandang ukurannya telah menunjukkan perluasan secara langsung ke dinding thorak atau kulit REGIONAL LIMPHO NODUS ( N ) 1. Penyebaran Berdasarkan Kategori T. darah. kurang dari 2 cm 4. T2: Tumor dengan diameter 2 – 5 cm 5. Mo: Tak ada metastase jauh . Keluar cairan abnormal dari putting susu berupa nanah. N2: Metastase ke kelenjar ketiak homolateral. N1: Metastase ke kelenjar ketiak homolateral tapi masih bisa digerakkan 4. No: Tak ada metastase kelenjar ketiak homolateral 3.

2. Test diagnostik lain: a. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Invasif  Biopsi.  Mamografi  Ro thorak  USG  MRI  PET b. Pemeriksaan labortorium meliputi:  Morfologi sel darah  LED  Test fal marker (CEA) dalam serum/plasma  Pemeriksaan sitologis 2. M1: Metastase jauh termasuk perluasan ke dalam kulit di luar payudara E. KOMPLIKASI . Non invasive. ada 2 macam tindakan menggunakan jarum dan 2 macam tindakan pembedahan  Aspirasi biopsy (FNAB)  Dengn aspirasi jarum halus . sifat massa dibedakan antar kistik atau padat  True cut / Care biopsy  Dilakukan dengan perlengkapan stereotactic biopsy mamografi untuk memandu jarum pada massa  Incisi biopsy  Eksisi biopsy Hasil biopsi dapat digunakan selama 36 jam untuk dilakukan pemeriksaan histologik secara froxen section F.

Penanganan kuratif dengan pembedahan yang dilakukan secara mastektomi parsial.pleura. Penanganan non pembedahan dengan penyinaran. tulang dan hati. Metastase ke jaringan sekitar mellui saluran limfe (limfogen) ke paru. . Kesadaran SADARI dilakukan setiap bulan. Pertanyaan yang berhubungan mencakup hal-hal berikut:  Bagaimana pasien berespon terhadap diagnosis?  Mekanisme koping apa yang pasien temukan paling membantu?  Dukungan psikologis atau emosional apa yang digunakan?  Apakah ada pasangan. H. Berikan ASI pada Bayi. 3. besar dan penyebaran kanker. kemoterapi dan terapi hormonal. anggota keluarga atau teman untuk membantunya dalam membuat pilihan pengobatan?  Bagian informasi mana yang paling penting yang pasien butuhkan?  Apakah pasien mengalami ketidaknyamanan?  Kurang pengetahuan tentang kanker payudara dan pilihan pengobatan berhubungan dengan kurang paparan sumber informasi  Koping tidak efektif berhubungan dengan krisis situasional atau maturasional J. jika menenmukan gumpalan / benjolan pada payudara segera kedokter. Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga. G. 2. PENATALAKSANAAN MEDIS Ada 2 macam yaitu kuratif (pembedahan) dan paliatif (non pembedahan). mastektomi radikal. Memberikan ASIpada bayi secara berkala akan mengurangi tingkat hormone tersebut. Sedangkan kanker payudara berkaitan dengan hormone estrogen. mastektomi total. Menurut penelitian 10 % dari semua kasus kanker payudara adalah factor gen. 4. PROSES KEPERAWATAN PASIEN KANKER PAYUDARA (CA MAMAE) PENGKAJIAN Hal yang perlu dikaji pada pasien dengan kanker payudara adalah reaksi pasien terhadap diagnosis dan kemampuannya untuk mengatasi situasi tersebut. CARA PENCEGAHAN 1. tergantung dari luas.

80% Kanker payudara terjadi pada usia > 50 th 10. 9. . Perhatikan konsumsi alcohol. obesitas meningkatkan risiko kanker payudara. K. 7. prosedur invasive. Nyeri akut / kronis b/d agen injuri fisik 2. Gaya hidup barat tertentu nampaknya dapat meningkatkan risiko penyakit. 20x/mnt). mmHg. penyakit 3. karakteristik. Deficite Knolage b.  Evaluasi tindakan pengurang nyeri/kontrol nyeri. Cemas b. 6. jam  Kaji nyeri secara komprehensif tingkat termasuk lokasi. Penelitian menunjukkan bahwa semakin kurang berolah raga. Kurangi makanan berlemak. Olah raga teratur.  klien melaporkan  Gunakan teknik komunikasi nyeri berkurang. nyeri. Sindrom deficite self care b. perhatikan BB. distraksi dll) untuk  v/s dbn (TD 120/80 mengetasi nyeri. kenyamanan klien frekuensi.d nyeri. Menurunkan tingkat stress akan menguntungkan untuk semua kesehatan secara menyeluruh termasuk risiko kanker payudara. (relaksasi. terapeutik untuk mengetahui skala nyeri 2-3 pengalaman nyeri klien sebelumnya. nyeri presipitasi. Risiko infeksi b/d imunitas tubuh primer menurun. terkontrol dengan  Observasi reaksi nonverbal dari KH: ketidak nyamanan. semakin tinggi tingkat estrogen dalam tubuh. durasi.d Kurang paparan sumber informasi 6. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul: 1.d faktor psikologis 7. kelemahan RENPRA KANKER PAYUDARA No Diagnosa Tujuan Intervensi 1 Nyeri Akut b/d Setelah dilakukan Manajemen nyeri : agen injuri fisik askep ….5. kualitas dan faktor meningkat. tidur. Rileks / hindari stress berat. PK: Perdarahan 4.  Ekspresi wajah  Berikan lingkungan yang tenang tenang & dapat  Ajarkan teknik non farmakologis istirahat. Dalam penelitian menyebutkan alcohol meningkatkan estrogen. 8. Usia > 50 th lakukan srening payudara teratur. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d status kesehatan 5. RR: 16. N: 60-100  Berikan analgetik untuk mengurangi x/mnt.

 Dorong klien untuk meningkatkan mobilitas dan latihan. normal (4-11. Administrasi analgetik :. Dan cairan yang adekuat  berikan antibiotik sesuai program.  Monitor kerentanan terhadap infeksi. panas. risiko infeksi dg Batasi pengunjung bila perlu dan prosedur invasive KH: anjurkan u/ istirahat yang cukup  bebas dari gejala Anjurkan keluarga untuk cuci tangan infeksi.  Pertahankan lingkungan yang aseptik selama pemasangan alat. drainase.  Cek program pemberian analogetik.  Evaluasi efektifitas analgetik. dan frekuensi.  Inspeksi keadaan luka dan sekitarnya  Monitor perubahan tingkat energi. Proteksi terhadap infeksi  Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal.  Gunakan baju dan sarung tangan sebagai alat pelindung.  Monitor hitung granulosit dan WBC. sebelum dan setelah kontak dengan  angka lekosit klien. dosis. tanda dan gejala efek samping.  Monitor V/S  Berikan analgetik tepat waktu terutama saat nyeri muncul. jam tidak  Bersihkan lingkungan setelah dipakai operasi.  Monitor penerimaan klien tentang manajemen nyeri.  Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan.  Pertahankan teknik aseptik untuk setiap tindakan. .  Lakukan perawatan luka dan dresing infus. imunitas terdapat faktor pasien lain.  Tingkatkan intake nutrisi.  Inspeksi kulit dan mebran mukosa terhadap kemerahan. tubuh menurun. 2 Risiko infeksi b/d Setelah dilakukan Konrol infeksi : adanya luka askep ….000)  Gunakan sabun anti microba untuk  V/S dbn mencuci tangan.DC setiap hari.  Cek riwayat alergi. jenis.

tanda dan gejala serta informasi.  ps mengerti proses penyebabnya terbatasnya penyakitnya dan Sediakan informasi tentang kondisi kognitif Program prwtn klien serta Th/ yg Berikan informasi tentang diberikan dg: perkembangan klien  Ps mampu: Diskusikan perubahan gaya hidup Menjelaskan yang mungkin diperlukan untuk kembali tentang apa mencegah komplikasi di masa yang yang dijelaskan akan datang dan atau kontrol proses  Pasien / keluarga penyakit . jam cemas ps Libatkan keluarga dalam memberikan terkontrol dg KH : dukungan / suport mental dan spiritual  Ps Mengungkapkan Jelaskan semua Prosedur tindakan cemas berkurang yang akan dilakukan  Dapat tidur dan Hargai pengetahuan ps tentang rileks penyakitnya  Pasien kooperatif Bantu ps untuk mengefektifkan saat dilakukan sumber support tindakan  Berikan reinfocement untuk menggunakan Sumber Coping yang efektif 5 Deficite Knolage setelah diberikan Teaching : Dissease Process tentang penyakit penjelasan selama Kaji tingkat pengetahuan klien dan dan perawatannya …. perawat akan Monitor V/S mengurangi  Pantau laborat Hb.  Ajarkan keluarga/klien tentang tanda dan gejala infeksi.d status setelah dilakukan Penurunan kecemasan kesehatan perawatan selama Bina Hub.. X pengetahuan keluarga tentang proses penyakit b.  Instruksikan klien untuk minum antibiotik sesuai program. Saling percaya …. HMT. 3 PK: Perdarahan setelah dilakukan Pantau tanda dan gejala perdarahan perawatan ….dan melaporkan kecurigaan infeksi. jam pada luka / luka post operasi.d Kurang paparan klien dan keluarga Jelaskan tentang patofisiologi thdp sumber meningkat dg KH: penyakit.. AT komplikasi dari kolaborasi untuk tranfusi bila terjadi perdarahan dg KH: perdarahan (hb < 10 gr%)  perdarahan Kelola terpi sesuai order berkurang.  Pantau daerah yang dilakukan operasi  HB > /= 10 gr %  Lakukan perawatan luka dengan hati- hati dengan menekan daerah luka dengan kassa steril dan tutuplah dengan tehnik aseptic basah-basah / kering-kering sesuai indikasi  Pantau keadaan umum secara klinis 4 Cemas b.

kelemahan dan kelelahan. kebutuhan tubuh … jam klien Kaji makanan yang disukai oleh b. kooperatif  Diskusikan tentang pilihan tentang terapi atau pengobatan  Jelaskan alasan dilaksanakannya tindakan atau terapi  Gambarkan komplikasi yang mungkin terjadi  Anjurkan klien untuk mencegah efek samping dari penyakit  Gali sumber-sumber atau dukungan yang ada  Anjurkan klien untuk melaporkan tanda dan gejala yang muncul pada petugas kesehatan 6 Ketidakseimbangan Setelah dilakukan Manajemen Nutrisi nutrisi kurang dari asuhan keperawatan Kaji adanya alergi makanan.  Monitor kadar energi. Monitor Nutrisi  Monitor BB jika memungkinkan  Monitor respon klien terhadap situasi yang mengharuskan klien makan.  Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi.  Monitor adanya mual muntah. 7 Sindrom defisit self Setelah dilakukan Bantuan perawatan diri care b/d askep … jam klien .d faktor menunjukan status klien.  Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak bersamaan dengan waktu klien makan.  Monitor intake nutrisi dan kalori.  Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori.  Kolaborasi untuk pemberian terapi sesuai order  Monitor adanya gangguan dalam input makanan misalnya perdarahan. psikologis nutrisi adekuat Kolaborasi team gizi untuk dengan KH: penyediaan nutrisi TKTP  BB stabil  Anjurkan klien untuk meningkatkan  tingkat energi asupan nutrisi TKTP dan banyak adekuat mengandung vitamin C  masukan nutrisi Yakinkan diet yang dikonsumsi adekuat mengandung cukup serat untuk mencegah konstipasi. bengkak dsb.

berhias. oral  Anjurkan klien untuk melakukan higiene) aktivitas sehari-hari sesuai  klien bersih dan kemampuannya tidak bau. Diposkan oleh Rizki Kurniadi Hari Maret 14. berhias  kebutuhan klien  Beri bantuan sampai klien sehari-hari mempunyai kemapuan untuk merawat terpenuhi (makan. Pertahankan aktivitas perawatan diri secara rutin  dorong untuk melakukan secara mandiri tapi beri bantuan ketika klien tidak mampu melakukannya. 2012 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Tidak ada komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) PROFIL SAYA Rizki Kurniadi Lihat profil lengkapku Entri Populer  ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN FEBRIS . diri berpakaian. hygiene.  Bantu klien dalam memenuhi toileting. dan keluarga dapat  Monitor kemampuan pasien terhadap penyakitnya merawat diri : perawatan diri yang mandiri activity daily  Monitor kebutuhan akan personal living (adl) dengan hygiene. kebutuhannya sehari-hari. kelemahan. toileting dan kritria : makan.  Berikan reinforcement positif atas usaha yang dilakukan. berpakaian.

NOC. NIC  MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN JIWA HALUSINASI PENDENGARAN  MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DIARE Arsip Blog  ► 17 (208)  ► 16 (432)  ▼ 12 (1422) o ► Desember (76) o ► November (51) o ► Oktober (50) o ► September (6) o ► Juni (23) o ► Mei (91) o ► April (39) o ▼ Maret (673)  ► 31 Mar (6) .  MACAM-MACAM SUARA NAFAS  DIAGNOSA KEPERAWATAN NANDA DALAM 9 POLA KEBUTUHAN KESEHATAN DASAR MANUSIA  ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG DEMAM PADA An. NOC. NIC  ASUHAN KEPERAWATAN POST OP SECTIO CAESARIA TERHADAP NY. SR DENGAN POST PARTUM DI RUANG DDS RSUP DR SARDJITO JOGJAKARTA  ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA DENGAN NANDA. NOC. SARDJITO  ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DI POLI KEBIDANAN RSU BANYUMAS JAWA TENGAH APLIKASI NANDA. NIC  ASUHAN KEPERAWATAN STROKE DENGAN NANDA. R DI MELATI 2 INSKA RSUP DR.

 ► 30 Mar (29)  ► 29 Mar (2)  ► 28 Mar (13)  ► 27 Mar (9)  ► 26 Mar (63)  ► 24 Mar (20)  ► 22 Mar (6)  ► 21 Mar (9)  ► 20 Mar (51)  ► 19 Mar (20)  ► 18 Mar (16)  ► 17 Mar (7)  ► 16 Mar (32)  ► 15 Mar (12)  ▼ 14 Mar (44)  ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.  ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTENSI APLIKASI DOENGES  SOP PERAWATAN LUKA GANGGREN  PRE PLANNING PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI CUCI TANG....  ASUHAN KEPERAWATAN HISCHPRUNG ( MEGACOLON AGANGG...  ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN HIDROSEFALUS APL. FM DENGAN CYTOMEGALOVI...  PROSEDUR MENGANGKAT JAHITAN ..

.  ASUHAN KEPERAWATAN DEMAM TIPOID DENGAN NANDA. NIC  ASUHAN KEPERAWATAN STROKE DENGAN NANDA... NOC...  KONSEP KEHAMILAN DALAM KEPERAWATAN  ASUHAN KEPERAWATAN TETANUS DENGAN NANDA.. NOC.. N.  ASUHAN KEPERAWATAN KOLELITIASIS DENGAN NANDA. NOC. NIC  ASUHAN KEPERAWATAN SIROSIS HEPATIS DENGAN NANDA. MAKALAH ETIKA KEPERAWATAN TENTANG HUBUNGAN PERAWAT..  ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG / CONGESTIF HEART. NOC. NOC.  ASUHAN KEPERAWATAN GOUT PIRAI DENGAN NANDA. N.  LAPORAN PENDAHULUAN SINDROM NEFROTIK  ASUHAN KEPERAWATAN RETARDASI MENTAL  KONSEP SEPSIS NEONATORUM DAN HIPERBILIRUBUNEMIA  ASUHAN KEPERAWATAN TALASEMIA APLIKAS DOENGES  LAPORA PENDAHULUAN TUMBUH KEMBANG ANAK  ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG DEMAM APLIKASI NANDA...  ASUHAN KEPERAWATAN BRONKIOLITIS APLIKASI NANDA.. NO..  LAPORAN PENDAHULUAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKU. NOC...  ASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA DENGAN NANDA.. NO..........

.  ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR OTAK DENGAN NANDA.  ASUHAN KEPERAWATAN FRAKTUR DENGAN NANDA. .  ASUHAN KEPERAWATAN HEMODIALISA DENGAN NANDA. N.. NIC  ASUHAN KEPERAWATAN KOLOSTOMI DENGAN NANDA... . NI... NIC.. NIC  ASUHAN KEPERAWATAN LUKA BAKAR DENGAN NANDA....  ASUHAN KEPERAWATAN BRONKOPNEUMONIA DENGAN NANDA. NOC.  ASUHAN KEPERAWATAN CEDERA KEPALA DENGAN NANDA.  ASUHAN KEPERAWATAN KANKER PAYUDARA (CA MAMAE) DENG... N...  ASUHAN KEPERAWATAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) D.  ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS DENGAN NANDA.. NOC... NOC.  ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR / CA NASOFARING DENGAN NA.....  ASUHAN KEPERAWATAN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) D... NOC. NOC.. NOC.  ASUHAN KEPERAWATAN HEMOROID DENGAN NANDA... .  ASUHAN KEPERAWATAN KANKER REKTUM DENGAN NANDA.. N. NOC. N.. NOC. NOC.  ASUHAN KEPERAWATAN BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA (BP..  ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA DENGAN NANDA.. ASUHAN KEPERAWATAN DIARE CAIR AKUT DENGAN NANDA.

NOC. .  KOMUNIKASI PADA KEPERAWATAN ANAK  ► 11 Mar (9)  ► 10 Mar (17)  ► 09 Mar (7)  ► 08 Mar (65)  ► 07 Mar (76)  ► 06 Mar (26)  ► 03 Mar (38)  ► 02 Mar (59)  ► 01 Mar (37) o ► Februari (380) o ► Januari (33)  ► 11 (62) Rank & Link Tema Sederhana...  ASUHAN KEPERAWATAN APENDIKSITIS DENGAN NANDA. Gambar tema oleh luoman. Diberdayakan oleh Blogger..