Sarana Ilmiah

A. Bahasa

Bahasa sebagai sarana komunikasi antar manusia, tanpa bahasa tiada komunikasi. Sebagai sarana
komunikasi maka segala yang berkaitan dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa, seperti
berpikir sistematis dalam menggapai ilmu dan pengetahuan.

Unsur-unsur dalam bahasa :

● Simbol-simbol : Things that stand for other things atau sesuatu yang menyatakan sesuatu yang
lain, jika dikatakan bahwa bahasa adalah suatu system simbol-simbol, hal tersebut mengandung
makna bahwa ucapan si pembicara di hubungkan secara simbolis dengan objek-objek ataupun
kejadian dalam dunia praktis

● Simbol-simbol vokal : bunyi-bunyi yang urutan-urutan bunyinya dihasilkan dari kerja sama
berbagai organ atau alat tubh dengan system pernapasan

● Simbol-simbol vokal arbitrer : arbitrer = ‘mana suka” misalnya untuk menyatkan jenis binatang
yang disebut Equus Caballu, orang Inggris menyebutnya horse, orang Perancis menyebutnya Cheval
dan orang Indonesia menyebutnya Kuda semuanya merupakan sejenis persetujuan yang tidak
diucapkan atau kesepakatan secara diam-diam antara sesame anggota masyarakat yang memberi
setiap makna tertentu.

● Suatu sistem yang berstruktur dari simbol-simbol yang arbitrer

● Yang dipergunakan oleh para anggota suatu kelompok sosial sebagai alat bergau satu sama
lainnya.

1. Fungsi Bahasa

Para pakar telah berselisih pendapat dalam hal fungsi bahasa. Aliran filsafat bahasa dan
psikolinguistik melihat fungsi bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan
emosi, sedangkan aliran sosiolinguistik berpendapat bahwa fungsi bahasa adalah sarana untuk
perubahan masyarakat.

Menurut Halliday sebagaimana yang dikutip oleh Thaimah bahwa fungsi bahasa adalah sebagai
berikut :

• Fungsi Instrumental : penggunaan bahasa untuk mencapai suatu hal yang bersifat materi
seperti makan, minum, dan sebagainya.

• Fungsi Regulatoris : penggunaan bahasa untuk memerintah dan perbaikan tingkah laku.

• Fungsi Interaksional : penggunaan bahasa untuk saling mencurahkan perasaan pemikiran
antara seseorang dan orang lain.

• Fungsi personal : seseorang menggunakan bahasa untuk mencurahkan perasaan dan pikiran.

dan informative dengan tidak menimbulkan konotasi yang bersifat emosional. bahasa agama dalam konteks ke dua ini merupakan wacana keagamaan yang dilakukan oleh umat beragama maupun sarjana ahli agama. 3.• Fungsi Heuristik : penggunaan bahasa untuk mencapai mengungkap tabir fenomena dan keinginan untuk mempelajarinya. baik matematika sebagai pengembangan aljabar maupun statistika. B. Matematika Sebagai Bahasa Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari serangkaain pernyataan yang ingin kita sampaikan. Bahasa agama adalah kalam ilahi yang terabadikan ke dalam kitab suci b. Bahasa Ilmiah dan Bahasa Agama Ada dua pengertian mendasar tentang bahasa agama a. semuanya sudah mempergunakan matematika. maupun yang sampai sangat rumit. Tanpa itu maka matematika hanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang mati. Bahasa Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah Untuk dapat berpikir ilmiah. 2. logika matematika. • Fungsi Representasional : pengunaan bahasa untuk menggambarkan pemikiran dan wawasan serta menyampaikannya pada orang lain. Kedua. seluruh kehidupan manusia sudah mempergunakan matematika. • Fungsi Imajinatif : Penggunaan bahasa untuk mengungkapkan imajinasi seseorang dan gambaran-gambaran tentang discovery seseorang dan tidak sesuai dengan realita (dunia nyata). Walaupun ada erbedaan antara kedua bahasa ini namun keduanya merupkan sarana untuk menyampikan sesuatu dengan gaya bahasa yang khas. seseorang selayaknya menguasai kriteria maupun langkah-langkah dalam kegiatan ilmiah. baik matematika sangat sederhana hanya menghitung satu. meskipun tidak selalu menunjuk serta menggunakan ungkapan-ungkapan kitab suci. spesifik. bahasa agama merupakan ungkapan serta perilaku keagamaan dari seseorang atau sebuah kelompok social. Matematika Dalam abad ke-20 ini. Dalam hal ini matematika mempunyai sifat yang jelas. 2. Demikian pula ilmu-ilmu pengetahuan. dan statistika. dua. Dengan menguasai hal tersebut tujuan yang akan digapai akan terwujud. Lambang-lambang matematika bersifat “artifisial” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Matematika Sebagai Sarana Berpikir Deduktif . Hampir dapat dikatakan bahwa fungsi matematika sama luasnya dengan fungsi bahasa yang berhubungan dengan pengetahuan dan ilmu pengetahuan 1. Di samping menguasai langkah-langkah tentunya kegiatan ini dibantu oleh sarana berupa bahasa. tiga. misalnya perhitungan antariksa. Dengan kata lain.

yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu Negara”. menganalisis. Matematika untuk Ilmu Alam dan Ilmu Sosial Dalam perkembangan ilmu pengetahuan alam matematika memberikan kontribusi yang cukup besar. C. arti kata statistic hanya dibatasi pada kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif saja) Dari segi terminologi. menyusun atau mengatur menyajikan. Berbeda dengan ilmu sosial yang memiliki objek penelaahan yang kompleks dan sulit dalam melakukan pengamatan. di samping objek penelaahan yang tak berulang maka kontribusi matematika tidak mengutamakan kepada lambang- lambang bilangan. melainkan didasarkan atas deduksi-deduksi (penjabaran-penjabaran) pola berpikir deduktif banyak digunakan baik dalam bidang ilmiah maupun bidang lain yang merupakan proses pengambilan kesimpulan yang didasarkan kepada premis-premis yang kebenarannya telah ditentukan. Nama ilmu deduktif diperoleh karena penyelesaian masalah- masalah yang dihadapi tidak didasari atas pengalaman seperti halnya yang terdapat dalam ilmu empirik. Adapun ilmu-ilmu sosial dapat ditandai oleh kenyataan bahwa kebanyakan dari masalah yang digadapinya tidak mempunyai pengukuran yang mempergunakan bilangan dan pengertian tentang ruang adalah sama sekali tidak relevan. . STATISTIK 1. maka A tidak ada hubungan dengan C. dan lainnya. Hal ini sesuai dengan objek ilmu alam. baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif). metode. kadang juga dimaksudkan sebagai metode statistic yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan.Matematika merupakan ilmu deduktif. sebagai kegiatan statistik kadang atau kegiatan perstatistikan. • Pertama. istilah statistik kadang diberi pengertian sebagai data statistic. • Ketiga. yaitu gejala-gejala alam yang dapat diamati dan dilakukan penelaahan yang berulang-ulang. yang dalam bahasa Indonesia di terjemahkan dengan Negara Pada mulanya. lebih ditandai dengan penggunaan lambang-lambang bilangan untuk perhitungan dan pengukuran. 3. Namun pada perkembangannya. Pengertian statistik Secara etimologi. istilah statistik terkandung berbagai macam pengertian. • Kedua. dan memberikan interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angkaitu dapat berbicara atau dapat memberikan makna tertentu. kata “statistic” berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan dengan dengan arti kata state (bahasa inggris). kata “statistic” diartikan sebagai “kumpulan bahan keterangan (data). Kontribusi matematika dalam perkembangan ilmu alam. di samping hal lain seperti bahasa. yaitu kumpulan bahan keterangan berupa angka atau bilangan. sedangkan B tidak ada hubungan dengan C. Misalnya: jika diketahui A termasuk dalam lingkungan B.

Di Indonesia sendiri kegiatan dalam bidang penelitian sangat meningkat. 4. Ilmu statistik tidak lain adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan memperkembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada dalam kegiatan statistik. paling tidak secara prinsip. Statistika dan Cara Berpikir Induktif Pengambilan kesimpulan secara induktif menghadapkan kita kepada sebuag permasalahan mengenai banyaknya kasus yang kita hadapi. di mana konsekuensi dalam memilih salah satu dari alternative tersebut dapat di exaluasi berdasarkan serangkaian perkembangan yang akan terjadi. • Dalam bidang statistika. Tujuan Pengumpulan Data Statistik Tujuan dari pengumpulan data statistika dapat dibagi ke dalam dua golongan besar : • Secara kasar dapat dirumuskan sebagai tujuan kegiatan praktis dan kegiatan kelimuan. Matematika. Jadi keempat sarana ilmiah ini saling berhubungan erat satu sama lain. istilah statistik dewasa ini juga dapat diberi pengertian sebagai “ilmu statistik”. Dengan kata lain. tanpa mempunyai kemampuan berbahasa. dan Statistika Ditinjau dari pola berpikirnya. dilakukan lebih cermat dan teliti dengan menggunakan teknik- teknik statistika yang diperkembangkan sesuai dengan kebutuhan. penalaran ilmiah menyandarkan diri kepada proses logika deduktif dan logika induktif. Untuk itu. 3. Penelitian ilmiah. Seperti berpikir sistematis dalam menggapai ilmu dan pengetahuan. Hubungan Antara Sarana Ilmiah Bahasa.• Keempat. perbedaan yang penting dari kedua kegiatan ini dibentuk oleh kenyataan bahwa dalam kegiatan praktis hakikat alternative yang sedang dipertimbangkan telah diketahui. maka segala sesuatu yang berkaitan erat dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa. sedangkan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif. baik yang berupa survei maupun eksperimen. maka ilmu merupakan gabungan antara deduktif dan berpikir induktif. maka seseorang tidak dapat melakukan kegiatan ilmiah secara sistematis dan teratur. Matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam berpikir deduktif. Jadi statistika merupakan sekumpulan metode untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam keadaan yang tidak menentu. 5. • Kedua tujuan sebenarnya tidak mempunyai perbedaan yang hakiki karena kegiatan keilmuan merupakan dasar dari kegiatan praktis. Logika. Sejarah Perkembangan Statistik Statistika yang relatif sangat muda dibandingkan dengan matematika berkembang dengan sangat cepat terutama dalam dasawarsa lima puluh tahun belakangan ini. 2. Statistika mampu memberikan secara kuantitatif tingkat ketelitian dari . baik kegiatan akademik maupun pengambilan keputusan telah memberikan momentum yang baik untuk pendidikan statistika. Bahasa merupakan sarana komunikasi. Dalam hal ini statistikka memberikan jalan keluar untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan jalan mengamati hanya sebagian dari populasi yang bersangkutan.

dan masih banyak lagi. valid. Mulai thap ini. 7. Fakta baru ini disebut ramalan. berliku-liku dan apabila harus mengadakan pemikiran yang panjang dan sulit ini dibutuhkan adanya yang formal. dan menyajikan hasil observasi dalam mengembangkan hipotesis Ramalan. ramalan ekonomi. Ilmuwan melakukan observasi mengenai apa yang terjadi. LOGIKA Logika adalah sarana untuk berfikir sistematis. Karena itu berfikir logis adalah berfikir sesuai dengan aturan-aturan berfikir. yakni makin besar contoh yang diambil. yang menggambarkan sebuah pola yang menurut anggapan ditemukan dalam tata tersebut. maka makin tinggi pula tingkat ketelitian kesimpulan tersebut. kerangka percobaan industry. statistika membantu kita dalam mengklasifikasikan. auditing. dan jelas. Jika teori yang dikemukakan itu memenuhi syarat deduksi akan merupakan sesuatu pengetahuan yang baru. tidak demikianlah halnya apabila menghadapi bahan yang sulit. Dari hipotesis atau teori dikembangkanlah deduksi. teori tersebut mengalami pengujian dengan lebih berat. penelitian produksi.kesimpulan yang ditarik tersebut. namun menduga apa yang akan terjadi berdasarkan syarat-syarat tertentu. dan dapat dipertanggung jawabkan. mengikhtisarkan. dengan jalan membuat lamaran yang lebih spesifik dan mempunyai jangkauan lebih jauh. mengumpilkan dan mempelajari fakta yang berhubungan dengan masalah yang sedang di selidikinya. Ilmuwan lalu mengumpulkan fakta untuk menguji kebenaran ramalan yang dikembangkan dari teori. control kualitas. sederhana. Statistika diterapkan dalam penelitian pasar. statistika dapat mengemukakan secara terperinci tentang analisis mana yang akan dihasilkan dari observasi tersebut. yang belum diketahui sebelumnya secara empiris. Singkatnya statistika adalah alat yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah yang timbul dalam penelaahan secara empiris hampir disemua bidang. seleksi pegawai. Pengujuan kebenaran. bukan dalam pengertian menuju hari depan. Jika teorinya didukung sebuah data. atau teori. Peranan statistika dalam hal ini. pemilihan risiko dalam pemberian kredit. 6. pengertian yang sadar akan hukum-hukum pikiran . Untuk menerangkan fakta yang diobservasi dugaan yang sudah ada dirumuskan dalam sebuah hipotesis. Namun. Dalam tahap kedua ini. dimana ramalan ini kebenarannya diuji kembali sampai akhirnya ilmuwan tersebut menemukan beberapa penyimpangan yang memerlukan beberapa perubahan dalam teorinya. alami. Hipotesis. tetapi dideduksikan dari teori. D. seperti setengah tidak boleh lebih besar daripada satu. dan dapat menyelesaikan fungsinya dengan baik. Pikiran kita dapat bekerja seara spontan. Nilai dari suatu teori tergantung dari kemampuan ilmuan yang menghasilkan pengetahuan baru tersebut. lebih-lebih dalam hal yang biasa. Penerapan Statistika Statistika diterapkan secara luas dalam hampir semua pengambilan keputusan dalam bidang managemen. Peranan Statistika dalam Tahap-tahap Metode Keilmuan Observasi. keseluruhan tahap-tahap sebelumnya berulang seperti sebuah siklus. kebijaksanaan penanaman modal.

Mencintai kebenaran Sikap ini sangat fundamental untuk berfikir yanng baik. Cinta terhadap kebenaran diwujudkan dalam kerajinan serta diwujudkan dalam kejujuran. menyusut. Seluruh aktivitas intelek kita adalah suatu usaha terus-menerus mengerjakan kebenaran yang diselingi dengan diperolehnya pengetahuan tentang kebenaran tetapi parsial sifatnya. Eksplisitkan hal-hal yang membuat yang satu bukan yang lain. hal itu jelas berbeda. Karenanya jangan segan membuat definisi. Karna untuk mencapai kebenaran.beserta mekanismenya secara eksplisit. juga dibutuhkan kondisi-kondisi tertentu. Ketidaktertiban dalam istilah yang digunakan akan berakibat dalam ketertiban dalam penalaran. namun tidak identik. Realitas yang begitu luas. yakni membuat jelas batas-batas sesuatu. Penting bagi kita untuk mengetahui betul semuanya itu supaya dapat melaksanakannya dengan tepat dan seksama. Untuk berfikir baik. meningkatkan mutu penalarannya. Ketauhilah (dengan sadar) apa yang sedang anda kerjakan Kegiatan yang sedang dikerjakan adalah kegiatan berfikir. Definisi disini artinya pembatasan. Disinilah perlu dibuat distingsi (pembedaan). Cintailah definisi yang tepat Penggunaan bahasa sebagai ungkapan sesuatu kemungkinan tidak ditangkap sebagaimana yang akan dimaksudkan. Hak menacari kebenaran mencakup juga kewajiban patuh pada kebenaran-kebenaran yang ditemukan oleh orang lain. Ketauhilah (dengan sadar) apa yang sedang anda katakan Pikiran diungkapkan ke dalam kata-kata. Ketauhilah (dengan sadar) mengapa anda menyimpulkan begini atau begitu . Buatlah distingsi (pembedaan) dan pembagian (klasifikasi) yang semestinya Jika ada dua hal yang tidak memiliki bentuk yang sama. logis-dialektis. Maksudnya hukum-hukum pikiran besertya mekanisme dapat digunakan secara sadar dalam mengontrol perjalanan pikiran yang sulit dan panjang itu. kita harus bergerak melalui berbagai macam langkah dan kegiatan. Banyak kejadian dimana dua hal atau lebih mempunyai bentuk sama. yakni berfikir benar. Kecermatan pikiran terungkap ke dalam kecermatan kata- kata. perlu diadakan pembagian (klasifikasi). Aturan cara berfikir yang benar Kondisi adalah hal-hal yang harus ada supaya sesuatu dapat terwujud. yakni disposisi atau dikap kejiwaan yang selalu siap sedia menerima kebenaran meskipun berlawanan dengan prasangka dan keinginan pribadi atau golongan. sebab sifat ini senantiasa menggerakkan si pemikir untuk mencari. dapat terlaksana. Karena kecermatan ungkapan pikiran ke dalam kata merupakan sesuatu yang tidak boleh ditawar lagi.

serta sangguplah mengendalikan jenis. Sering terjadi bahwa sebuah konsep perbandingan kemudian dijadikan dasar sebuah konsep kuantitatif. . prinsip. Pertimbangan dengan klasifikasi tentu lebih baik daripada tak ada pertimbangan sama sekali. dan konsekuensi-konsekuensi dari suatu penuturan. demikian juga mengenali sebab-sebab kesalahan pemikiran (nalar) Dalam mempelajari logika ilmiah tidak hanya perlu tahu hukum-hukum.Ketahuilah mengapa anda bisa berkata begini dan begitu. Sanggup mengenali jenis-jenis. prinsip-prinsip. atau kesimpulan yang anda buat. Contoh : konsep tentang lebih panas yang kemudian dikembangkan menjadi temperatur. macam-macam. juga menjelaskan segala bentuk dan sebab kesalahan semestinya Klasifikasi Sebuah konsep klasifikasi. implikasi-implikasi. bentuk- bentuk pikiransekedar untuk tahu saja. bentuk. Namun perlu juga memperhatikan: Dalam praktik. seperti lebih panas atau lebih dingin mengemukakan hubungan mengenai objek tersebut dalam norma yang mencakup pengertian lebih atau kurang dibandingkan dengan objek lain. dan nama kesalahan. macam. Pengertian definisi secara terminologi adalah suatu yang menguraikan makna lafadz kulli (lafadz yg ketika disebutkan lantas menunjukkan kepada semua arti atau maknanya) yang menjelaskan karakteristik khusus pada diri individu. tanpa mengabaikan dialektika. waktu itu kita sudah dapat mengatakan “objek ini lebih panas dari pada objek itu”. tanpa kesulitan) berfikir sesuai dengan hukum. Hindari kesalahan-kesalahan dengan sengaja usaha dan tenaga. pernyataan. bentuk berfikir yang betul. sebab-sebab kesalahan pemikiran. Suatu konsep pembanding. nama-nama. Konsep ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. dan sanggup menghindari. menjadi cakap dan cekatan (yakni secara sepontan. Jauh sebelum ilmu mengembangkan konsep temperatur yang dapat diukur. anda harus bisa dan biasa melihat asumsi- asumsi. seperti panas dan dingin hanyalah menempatkan objek tertentu dalam sebuah kelas. yakni proses perubahan keadaan. Aturan definisi Definisi secara etimologi adalah suatu usaha untuk memberikan batasan terhadap suatu yang dikehendaki seorang untuk memindahkannya kepada orang lain.