Infus menjadi salan satu perawatan medis yang serong dilakukan.

Perawatan medis ini dilakukan
dengan mengaliri tubuh lewat pembuluh darah melalui selang infus. Selang infus ini di dalamnya
terdapat cairan infus yang akan masuk ke tubuh. Seperti apakah jenis cairan infus yang seringkali
diberikan. Berikut ini diantaranya :

1. Asering
Cairan dalam tiap liternya memiliki komposisi sebagai berikut :

 Na 130 mEq
 Cl 109 mEq
 Ca 3 mEq
 K 4 mEq
 Asetat/garam 28 mEq

Fungsi cairan ini dapat diberikan saat pasien dehidrasi (keadaan shock hipovolemik dan
asidosis), demam berdarah dengue, trauma, dehidrasi berat, luka bakar dan shock hemoragik.

Adapun manfaat cairan asering yaitu:

 Dapat menjaga suhu tubuh sentral pada anestasi dan isofluran terutama kandungan asetatnya pada
saat pasien dibedah
 Meningkatkan tonisitas sehingga dapat mengurangi resiko edema serebral

2. Cairan Kristaloid
a.) Normal Saline
Komposisi : Na: 154 mmol/l,Cl:154 mmol/l

Kegunaan :

 Mengganti cairan saat diare
 Mengganti elektrolit dan cairan yang hilang di intravaskuler
 Menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit serta membuat peningkatan pada metabolit nitrogen
berupa ureum dan kreatinin pada penyakit ginjal akut.

b.) Ringer Laktat (RL)
Komposisi : (mmol/100 ml : Na = 130, K = 4-5, Ca = 2-3, Cl = 109-110, Basa = 28-30 mEq /L)

Manfaat cairan Ringer Laktat : Kandungan kaliumnya bermanfaat untuk konduksi saraf dan otak,
mengganti cairan hilang karena dehidrasi, syok hipovolemik dan kandungan natriumnya
menentukan tekanan osmotik pada pasien.

c.) Deaktrosa
Cairan terdiri dari beberapa komposisi yakni :

Glukosa = 50 gr/l,100 gr/l,200 gr/l

saat operasi . sSehingga resiko kebocoran kapiler dapat terhindarkan dan membantu menambah jumlah volume plasma walaupun pasien mengalami kenaikan permeabilitas. ketika pasien diterapi dengan albumin dapat memberi pengaruh diuresis yang berkelanjutan serta membantu dalam penurunan berat badan. digunakan untuk membuat tekanan osmose plasma lebih terjaga dan mengalami peningkatan. 3. b. Adapun manfaat albumin yaitu mengganti jumlah volume yang hilang atau protein ketika pasien mengalami syok hipovolemia. gagal ginjal yang akut dan luka bakar. Selain itu. Manfaat deaktrosa adalah cairan yang diperlukan pasien pada saat terapi intravena.) Dextran Komposisi : Polimer glukosa (hasil sintesis bakteri Leuconosyoc mesenteroides melalui media sukrosa) . c.) Hidroxyetyl Starches (HES) Komposisi : Starches (memiliki 2 tipe polimer glukosa:amilosa dan amilopektin). hipoalbuminemia.dan diperlukan untuk hidrasi ketika pasien sedang dan selesai operasi. Manfaat cairan HES yakni membantu menurunkan permeabilitas pembuluh darah pada pasien post trauma. d.trauma. Biasanya cairan digunakan untuk mengganti cairan yang hilang yakni cairan intravaskuler. Jenis cairan koloid yaitu : a.) Albumin Komposisi : Protein 69-kDa yang mendapat pemurnian yang berasal dari plasma manusia (misalnya 5 %). Cairan Koloid Cairan ini merupakan cairan yang terdiri dari molekul besar yang sulit untuk menembus pada membran kapiler.) Ringer Asetat (RA) Komposisi cairan ini hampir sama dengan cairan Ringer Laktat namun keduanya memiliki manfaat yang berbeda bagi pasien yaitu :  berguna sebagai cairan metabolisme di otot pasien  Bermanfaat bagi pasien resusitasi (kehilangan cairan akut) yang mengalami dehidrasi yang berat dan syok maupun asidosis  bagi pasien diare (yang kehilangan cairan dan bikarbonat masif)  demam berdarah  luka bakar (syok hemoragik) Manfaat yang dirasakan pasien dengan cairan ini 3-4 kali lebih cepat dan efektif daripada cairan Ringer Laktat (RL).

K+ (20).dan glukosa (37.34 g  Potassium klorida 0. Selain itu.laktat. vaskuler perifer dan iskemia miokard.5 g/L Manfaat cairan KA-EN 1B : Dapat menjadi cairan elektrolit pasien pada kasus pasien yang sedang dehidrasi karena tidak mendapat asupan oral dan pasien yang sedang demam.24 g  Anhydrous dekstros 27 g  Cairan elektrolit (meq/L): Na + 60. Selain itu cairan ini bisa diberikan kepada bayi prematur maupun bayi yang baru lahir sebagai cairan elektrolitnya. syok sepsis. hidrogen dan oksigen (C6H14O6). membuateksresi senyawa toksik menjadi meningkat.(20).Cl. Manfaatnya yaitu membantu tekanan intrakranial yang tingga menjadi normal atau berkurang.75 g  Sodium laktat 2. Bermanfaat juga sebagai larutan irigasi genitouriner ketika pasien sedang menjalani operasi prostat atau transuretral. KA-EN 1B Komposisinya dalam tiap 1000 ml yaitu :  Sodium klorida 2. Dapat membantu menambah volume plasma pada pasien 4.5). membantu menambah plasma ketika pasien mengalami trauma. KA-EN 3A & KA-EN 3B Komposisi :  KA-EN 3A  Sodium klorida 2. Manfaat dextran.5 g  Sodium laktat 2. iskemia celebral.glukosa 27g/L.kcal/L:108  KA-EN 3B  Sodium klorida 1.5 g  Elektrolit (meq/L) yang terdiri dari : Na+ (38. Cairan Mannitol Komposisi terdiri dari karbon.kcal/L (108) Manfaat kedua larutan ini adalah : .Cl.(38.75 g  Ptasium klorida 1.K+10.Cl-50.24  Anhydrous dekstros 27 g  Cairan elektrolit (mEq/L) : Na + (50).) Gelatin Komposisi: hidrolisi kolagen bovine Manfaat : Memberi efek antikoagulan. 6. 5.25 g  Anhidrosa dekstros 37. d. memberi peningkatan diuresis pada proses pengobatan gagal ginjal (oliguria).glukosa (27g/L).(50). cairan dextran memberi efek anti trombus yakni dapat menurunkan viskositas darah dan mencegah agregasi platelet.5).

K+ (20). 7.75 g  Anhydrous dekstros 100 g  Sodium laktat 2.(50). mengurangi resiko hipokalemia ketika pasien kekurangan kalium dan mengganti cairan elektrolit pasien ketika dehidrasi hipertonik.24 g  Cairan elektrolit (mEq/L) yang terdiri dari: Na+ (50). .(20).glikosa (100 g/L). membantu pasien mendapatkan cairan kembali ketika mengalami dehidrasi hipertonik.5 gr/L  Cl 28 mEq/L ads Manfaat cairan infus KA-EN 4B : Dapat diberikan pada bayi dan anak–anak usia kurang dari 3 tahun sebagai cairan infus bagi mereka. KA-EN 4A Memiliki komposisi (per 1000 ml). KA-EN MG3 Komposisi :  Sodium klorida 1. KA-EN 4B Komposisinya yaitu :  Na 30 mEq/L  K 8 mEq/L  Laktat 10 mEq/L  Glukosa 37. menormalkan kadar konsentrasi kalium serum pada pasien. 9.kcal/l (400) Manfaatnya yakni membantu cairan elektrolit harian pasien maupun saat pasien mendapat asupan oral terbatas. memenuhi kebutuhan kalium pasien (20 mEq/L) dan sebagai suplemen NPC yang dibutuhkan pasien (400 kcal/L).laktat. yang mengandung :  Na 30 mEq/L  Cl 20 mEq/L  K 0 mEq/L  Laktat 10 mEq/L  Glukosa 40 gr/L Manfaat larutan ini yakni dapat diberikan sebagai larutan infus untuk bayi dan anak-anak. Membantu memenuhi kebutuhan pasien akan cairan dan elektrolit karena kandungan kaliumnya (pada KA-EN 3A mengandung kalium 10 mEq/L dan KA-EN 3B mengandung kalium 20 mEq/L) yang cukup walaupun pasien sudah melakukan ekskresi harian. 8.Cl.

=108. 10.L-cysteine 1g. Otsu-NS Komposisinya terdiri dari elektrolit (mEq/L) :  Na+=154  Cl. 14. L-valine 8g. 13.L-histidine 5g.total nitrogen 15. L- threonine 5.L-tryptophan 2g.8g (L-lysine equivalent 10. L-isoleucine 8g. L-proline 5g.aminoacetic acid 5. 11.7  Laktat = 28  Ca++ = 2.9g. yaitu :  Na+ =130  K+ = 4  Cl. L-arginine 10. AMIPAREN Komposisi tiap liter dari Amiparen terdiri dari beberapa kandungan yaitu: L-leucine 14g. Cairan ini bermanfaat bagi pasien yang mengalami stres metabolik berat. AMINOVEL.L-phenylalanine 7g.7 Manfaatnya yaitu memberi pasien ion bikarbonat dan sebagai cairan asidosi metabolik dan sebagai resuisitasi.acetate kira-kira 1220 mEq dan kandungan Sodium bisulfit ditambahkan sebagai stabilisator.L-tyrosine 0.7g.9g.L- aspartic acid 30 w/w%. Selain itu. 12.dan luka bakar.5g.600 Komposisi cairan ini tiap 600 liter terdiri atas :  amino acid (L-form) 50g  D-sorbitol 100g . mengalami luka bakar.L-serine 3g. kwasiokor dan sebagaikebutuhan nutrisi secara parental. Otsu-RL Komposisi terdiri dari cairan elektrolit (mEq/L).pasien stres berat maupun pasien mengalami defisiensi protein.L-alanine 8g.lysine acetate 14.5g.+154 Manfaat cairan Otsu-NS yakni mengganti Na dan Cl ketika pasien diare. MARTOS-10 Komposisi : 400 kcal/L Manfaat cairan ini adalah dapat membantu mencukupi suplai air dan karbohidray pada pasien diabetik secara parental dan dapat memberi nutrisi eksogen pada pasien kritis penderita tumor.7g. mengganti cairan saat pasien mengalami dehidrasi akut.sodium kurang lebih 2 mEq.infeksi berat.5g).L-methionine 3.mengganti kehilangan natrium pada pasien saat asidosis diabetikum.insufisiensi adrenokortikal.

sedang dan sesudah operasi. TUTOFUSIN OPS Komposisi tiap liternya adalah:  Natrium = 100 mEq  Kalium = 18 mEq  Kalsium = 4 mEq  Sorbitol = 50 gram  Klorida = 90 mEq  Magnesium =6 mEq Manfaatnya yakni memenuhi kebutuhan pasien akan air dan cairan elektrolit baik saat sebelum. trauma pasca operasi serta pasien yang mengalami stres metabolik sedang. juga memenuhi kebutuhan pasien akan makanan yang mengandung karbohidrat secara parsial. Rumus Balance Cairan Inteake / cairan masuk = Output / cairan keluar + IWL (Insensible Water Loss) Intake / Cairan Masuk : mulai dari cairan infus. cairan diberikan kepada pasien GI sebagai penambah nutrisi.  Selain itu komposisinya terdiri dari elektrolit:  Sodium 35 mEq  potassium 25 mEq  magnesium 5 mEq  acetate 35 mEq  maleate 22 mEq  chloride 38 mEq Manfaatnya adalah meningkatkan kebutuhan metabolik pada pasien yang mengalami luka bakar. 15. volume obat-obatan. . termasuk obat suntik. Selain itu. Selain itu. dapat membantu pasien mendapatkan kembali air dan cairan elektrolit saat mengalami dehidrasi isotonik dan kehilangan cairan intarselular. albumin dll. kandungan cairan dalam makanan pasien.  riboflavin sodium phosphate 2. minum. ascorbic acid 400mg  inositol 500mg  nicotinamide 60mg  pyridoxine HCl 40mg.5mg. obat yang di drip.

biasanya ditampung di botol air mineral dengan ukuran 1. suhu= 39⁰C. kemudian feses.. CM= 200cc IWL = [(10%x200)x(39⁰C-37⁰C)] + 37.5cc 24 = 1. IWL (insensible water loss(IWL) : jumlah cairan keluarnya tidak disadari dan sulit diitung.5 x 24 = 900cc/24 jam *Rumus IWL Kenaikan Suhu [(10% x CM)x jumlah kenaikan suhu] + IWL normal 24 jam Cth: Tn.7 + 37.karena penghitungannya antara usia anak dengan dewasa berbeda. jka tidak terpasang maka pasien harus menampung urinenya sendiri. Menghitung balance cairanpun harus diperhatikan mana yang termasuk kelompok Intake cairan dan mana yang output cairan. jika pasien dipasang kateter maka hitung dalam ukuran di urobag. RUMUS IWL IWL = (15 x BB ) 24 jam Cth: Tn.5cc 24 jam = (20×2) + 37. Otsuka Indonesia) penghitungan wajib per 24 jam bukan pershift. Kogoshi S (1995) Fluid Therapy do (PT. Berdasarkan kutipan dari Iwasa M. diantaranya Berat Badan dan Umur..A BB 60kg.A BB 60kg dengan suhu tubuh 37⁰C (suhu normal) IWL = (15 x 60 ) = 37. uap hawa nafa.cc (kondisi normal 1 BAB feses = 100 cc) Muntah/perdarahan cairan drainage luka/ . yaitu jumlah keringat. PENGHITUNGAN BALANCE CAIRAN UNTUK DEWASA Input cairan: Air (makan+Minum) = ……cc Cairan Infus = ……cc Therapi injeksi = ……cc Air Metabolisme = ……cc (Hitung AM= 5 cc/kgBB/hari) Output cairan: Urine = ……cc Feses = ….5 = 39cc/jam *CM : Cairan Masuk Menghitung balance cairan seseorang harus diperhatikan berbagai faktor.5 cc/jam 24 jam *kalo dlm 24 jam —-> 37.5 liter.Output / Cairan keluar : urine dalam 24 jam.

RR 20 x/menit. dirawat dengan post op Laparatomi hari kedua.cc IWL = ….cairan NGT terbuka = …. Keadaan umum masih lemah. terpasang catheter urine dengan jumlah urine 1700 cc. mendapat antibiotik Cefat 2 x 1 gram yg didripkan dalam NaCl 50 cc setiap kali pemberian. kesadaran composmentis. BB 60 Kg. dan mendapat tranfusi WB 300 cc..5 °C.5 °C – 36.cc (hitung IWL= 15 cc/kgBB/hari) (Insensible Water Loss) Contoh Kasus: Tn Y (35 tahun) .°C).. Hitung balance cairan Tn Y! Input Cairan: Infus = 2000 cc Tranfusi WB = 300 cc Obat injeksi = 100 cc AM = 300 cc (5 cc x 60 kg) + ——————————————— 2700 cc Output cairan: Drainage = 100 cc NGT = 200 cc Urine = 1700 cc IWL = 900 cc (15 cc x 60 kg) + ———————————————- 2900 cc Jadi Balance cairan Tn Y dalam 24 jam : Intake cairan – output cairan 2700 cc – 2900 cc – 200 cc. saat ini terpasang NGT terbuka cairan berwarna kuning kehijauan sebanyak 200 cc. Bagaimana jika ada kenaikan suhu? maka untuk menghitung output terutama IWL gunakan rumus : IWL + 200 (suhu tinggi – 36. HR 88 x/menit.8 °C adalah konstanta Andaikan suhu Tn Y adalah 38.°C) = 900 + 200 (1. berapakah Balance cairannya? berarti nilai IWl Tn Y= 900 + 200 (38.8 ..8 .. Infus terpasang Dextrose 5% drip Antrain 1 ampul /kolf : 2000 cc/24 jam.akibat appendix perforasi. nilai 36. T 37 °C: masih dipuasakan.Vital sign TD: 110/70 mmHg.7) = 900 + 340 cc = 1240 cc Masukkan nilai IWL kondisi suhu tinggi dalam penjumlahan kelompok Output : Drainage = 100 cc NGT = 200 cc Urine = 1700 cc IWL = 1240 cc + ————————– 3240 cc Jadi Balance cairannya dalam kondisi suhu febris pada Tn Y adalah : 2700 cc – 3240 cc = -540 cc .. pada daerah luka incici operasi terpasang drainage berwarna merah sebanyak 100 cc.

8 °C – 36.5 cc/kgBB/hari Usia 7 – 11 tahun : 6 – 7 cc/kgBB/hari Usia 12 – 14 tahun : 5 – 6 cc/kgBB/hari Untuk IWL (Insensible Water Loss) pada anak = (30 – usia anak dalam tahun) x cc/kgBB/hari Jika anak mengompol menghitung urine 0. kesadaran composmentis. untuk menentukan Air Metabolisme. petechie di kedua tungkai kaki. keluhan pasien menurut ibunya: “rewel. T 37. gusinya tadi malam berdarah” Berdasarkan pemeriksaan fisik didapat data: Keadaan umum terlihat lemah. dirawata hari ke dua dengan DBD. mendapat Infus Asering 1000 cc/24 jam. Kogoshi S dalam Fluid Tehrapy Bunko do (1995) dari PT. Hitunglah balance cairan anak ini! Input cairan: Minum : 1000 cc Infus : 1000 cc AM : 112 cc + (8 cc x 14 kg) ————————- 2112 cc Out put cairan: Muntah : 100 cc Urin : 1000 cc IWL : 378 cc + (30-3 tahun) x 14 kg —————————– 1478 cc Balance cairan = Intake cairan – Output Cairam 2112 cc – 1478 cc + 634 cc Sekarang hitung balance cairannya jika suhu An x 39.8 °C ! yang perlu diperhatikan adalah penghitungan IWL pada kenaikan suhu gunakan rumus: IWL + 200 ( Suhu Tinggi – 36.3 °C. Makan /24 jam hanya 6 sendok makan. menurutIwasa M.8 °C) 36. badannya masih hangat.Menghitung Balance cairan anak tergantung tahap umur. malas minum. tidak nafsu makan. TTV: HR 100 x/menit. Minum/24 jam 1000 cc. IWL An X = 378 + 200 (39. BAK/24 jam : 1000 cc. Hasil pemeriksaan lab Tr terakhir: 50.000.5 cc – 1 cc/kgBB/hari CONTOH : An X (3 tahun) BB 14 Kg.8 °C adalah konstanta.8 °C) 378 + 200 (3) 378 + 600 978 cc Maka output cairan An X = Muntah : 100 cc Urin : 1000 cc IWL : 978 cc + . Otsuka Indonesia yaitu: Usia Balita (1 – 3 tahun) : 8 cc/kgBB/hari Usia 5 – 7 tahun : 8 – 8.

Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari.Pengobatgan : Pengobatan seperti pemberian deuretik. c. metabolisme. d.Iklim : Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat. ————————- 2078 cc Jadi Balance cairannya = 2112 cc – 2078 cc + 34 cc. nasogastric tube dan lain-lain. g.Diet : Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit. dan berat badan. e.Tindakan Medis : Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh seperti : suction. Infant dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan dibanding usia dewasa. Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh antara lain : a. f. Ketika intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan edema.Kondisi Sakit : Kondisi sakit sangat b3erpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Misalnya : – Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL.Umur : Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia. karena usia akan berpengaruh pada luas permukaan tubuh. h.Pembedahan : Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami .Stress : Stress dapat meningkatkan metabolisme sel. laksative dapat berpengaruh pada kondisi cairan dan elektrolit tubuh. b. Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah. glukosa darah. – Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulator keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh – Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri. dan pemecahan glykogen otot. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung.

uropati pasca obstruksi. disorientasi dan koma. kejang. sakit kepala dan keram otot. diare. hipotiroid. diuresis osmotik. 4. dan depresi segmen ST. gangguan ginjal dan sindroma nefrotik. Hiperpolarisasi myokard terjadi pada hipokalemia dan dapat menyebabkan denyut ektopik ventrikel. reentry phenomena. sindrom malabsorpsi.gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. EKG sering memperlihatkan gelombang T datar. ataksia. Mungkin pasien memiliki tanda-tanda penyakit dasar (seperti gagal jantung. dikarenakan kehilangan darah selama pembedahan. dan kelainan konduksi. Syok hipovolemik Gangguan Keseimbangan Elektrolit 1. kejang dan koma yang sekunder terhadap hipernatremia. nefropati hiperkalsemik. Jika Na plasma turun 10 mEq/L dalam satu jam. Tanda dan Gejala : iritabilitas otot. 3.5 mEq/L) Etiologi : . Hipernatremia Definisi : Na+ serum di atas normal (>145 mEq/L) Causa : Kehilangan Na+ melalui ginjal misalnya pada terapi diuretik. bingung. sedot nasogastrik. 2. Hiperkalemia Definisi : kadar K+ serum di atas normal (> 5. diabetes insipidus. letargi. Hipokalemia Definisi : kadar K+ serum di bawah normal (<> Etiologi Kehilangan K+ melalui saluran cerna (misalnya pada muntah-muntah. penurunan motilitas saluran cerna yang menyebabkan ileus. gelombang U. bisa terjadi sakit kepala hebat. penyalahgunaan pencahar) Diuretik Asupan K+ yang tidak cukup dari diet Ekskresi berlebihan melalui ginjal Maldistribusi K+ Hiperaldosteron Tanda dan Gejala : Lemah (terutama otot-otot proksimal). hipotensi ortostatik. penyakit Addison). atau karena hiperalimentasi dan pemberian cairan hipertonik lain. masalah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Gangguan Keseimbangan Cairan dan eletrolit tubuh 1. sekrosis tubulus akut. mungkin arefleksia. Jika hiponatremia terjadi sekunder akibat kehilangan cairan. Dehidrasi 2. penyakit Addison Tanda dan Gejala : Jika Na plasma turun 10 mEq/L dalam beberapa jam. Hiponatremia Definisi : kadar Na+ serum di bawah normal (<> Causa : CHF. mungkin ada tanda- tanda syok seperti hipotensi dan takikardi. pasien mungkin mual. tremor. muntah.

emboli arteri akut. luka bakar. Sekunder terhadap hemolisis sampel darah atau pemasangan torniket terlalu lama Hipoaldosteron Tanda dan Gejala : Efek terpenting adalah perubahan eksitabilitas jantung. Insufisiensi adrenal Pseudohiperkalemia. perdarahan saluran cerna atau rhabdomyolisis. Indikasi. Fibrilasi ventrikel dan asistole cenderung terjadi pada K+ > 10 mEq/L. defisiensi insulin atau peningkatan cepat dari osmolalitas darah. kelemahan.Ekskresi renal tidak adekuat. Temuan-temuan lain meliputi parestesi. kompleks QRS melebar (K+ = 7 sampai 8 mEq/L). mengganti milieu interiur dalam batas-batas fisiologis. Penanganan Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit TERAPI CAIRAN Definisi Terapi cairan adalah tindakan untuk memelihara. Pada permulaan. Ini disusul dengan interval PR memanjang. antara lain: Kehilangan cairan tubuh akut Kehilangan darah Anoreksia Kelainan saluran cerna Rumus Menghitung IWL Rumus Menghitung IWL ( Insensible Water Loss) *Rumus menghitung balance cairan CM – CK – IWL Ket: CM : Cairan Masuk CK : Cairan Keluar *Rumus IWL IWL = (15 x BB ) 24 jam . arefleksia dan paralisis ascenden. Akhirnya interval QT memanjang dan menjurus ke pola sine-wave. EKG memperlihatkan perubahan-perubahan sekuensial seiring dengan peninggian kalium serum. diuretik hemat kalium. terlihat gelombang T runcing (K+ > 6. misalnya pada asidosis. Sumber eksogen meliputi suplementasi kalium dan pengganti garam. digitalisasi. hemolisis. beban kalium dari nekrosis sel yang masif yang disebabkan trauma (crush injuries). misalnya pada gagal ginjal akut atau kronik. amplitudo gelombang P mengecil. pembedahan mayor.5 mEq/L). penghambat ACE. transfusi darah dan penisilin dosis tinggi juga harus dipikirkan. Perpindahan dari intra ke ekstraseluler.

Makan /24 jam hanya 6 sendok makan. Hitunglah balance cairan anak ini! Input cairan: Minum : 1000 cc Infus : 1000 cc AM : 112 cc + (8 cc x 14 kg) ------------------------- 2112 cc . menurut Iwasa M. badannya masih hangat. kesadaran composmentis. keluhan pasien menurut ibunya: "rewel.5 x 24 = 900cc *Rumus IWL Kenaikan Suhu [(10% x CM)x jumlah kenaikan suhu] + IWL normal 24 jam Cth: Tn.7 + 37. Minum/24 jam 1000 cc. tidak nafsu makan. Kogoshi S dalam Fluid Tehrapy Bunko do (1995) dari PT.6 cc/kgBB/hari Untuk IWL (Insensible Water Loss) pada anak = (30 .Cth: Tn.5cc 24 = 1.5 cc/kgBB/hari Usia 7 . mendapat Infus Asering 1000 cc/24 jam.14 tahun : 5 . BAK/24 jam : 1000 cc.1 cc/kgBB/hari CONTOH : An X (3 tahun) BB 14 Kg. suhu= 39⁰C.A BB 60kg dengan suhu tubuh 37⁰C IWL = (15 x 60 ) = 37. Otsuka Indonesia yaitu: Usia Balita (1 . dirawata hari ke dua dengan DBD.8.A BB 60kg.5 cc/jam 24 jam *kalo dlm 24 jam ----> 37.11 tahun : 6 . Hasil pemeriksaan lab Tr terakhir: 50.5 cc .5 = 39cc/jam Tehnik Menghitung Balance Cairan (Anak) Menghitung Balance cairan anak tergantung tahap umur.3 tahun) : 8 cc/kgBB/hari Usia 5 . CM= 200cc IWL = [(10%x200)x(39⁰C-37⁰C)] + 37. petechie di kedua tungkai kaki. T 37.3 °C.usia anak dalam tahun) x cc/kgBB/hari Jika anak mengompol menghitung urine 0.7 cc/kgBB/hari Usia 12 . gusinya tadi malam berdarah" Berdasarkan pemeriksaan fisik didapat data: Keadaan umum terlihat lemah. TTV: HR 100 x/menit.000.7 tahun : 8 .5cc 24 jam = (20x2) + 37. untuk menentukan Air Metabolisme. malas minum.

cc Cairan Infus = .8 °C) 378 + 200 (3) 378 + 600 978 cc Maka output cairan An X = Muntah : 100 cc Urin : 1000 cc IWL : 978 cc + ------------------------- 2078 cc Jadi Balance cairannya = 2112 cc . diantaranya Berat Badan dan Umur..cc Therapi injeksi = . Ingat menghitung Balnce cairan harus kumpulan data/24 jam!!!!!! Tehnik menghitung Balance Cairan (Dewasa) Menghitung balance cairan seseorang harus diperhatikan berbagai faktor.cc IWL = ..8 °C adalah konstanta..36...... PENGHITUNGAN BALANCE CAIRAN UNTUK DEWASA Input cairan: Air (makan+Minum) = ....8 °C ...Output Cairam 2112 cc .1478 cc + 634 cc Sekarang hitung balance cairannya jika suhu An x 39....... Out put cairan: Muntah : 100 cc Urin : 1000 cc IWL : 378 cc + (30-3 tahun) x 14 kg ----------------------------- 1478 cc Balance cairan = Intake cairan ....cc (Hitung AM= 5 cc/kgBB/hari) Output cairan: Urine = ... Kogoshi S (1995) Fluid Therapy do (PT....cc Feses = .2078 cc + 34 cc..cc (hitung IWL= 15 cc/kgBB/hari) .8 °C ! yang perlu diperhatikan adalah penghitungan IWL pada kenaikan suhu gunakan rumus: IWL + 200 ( Suhu Tinggi .. Otsuka Indonesia) penghitungan wajib per 24 jam bukan pershift. IWL An X = 378 + 200 (39.cc (kondisi normal 1 BAB feses = 100 cc) Muntah/perdarahan cairan drainage luka/ cairan NGT terbuka = .. Menghitung balance cairanpun harus diperhatikan mana yang termasuk kelompok Intake cairan dan mana yang output cairan.8 °C) 36.....36..cc Air Metabolisme = ...karena penghitungannya antara usia anak dengan dewasa berbeda. Berdasarkan kutipan dari Iwasa M..

2900 cc .8 °C adalah konstanta Andaikan suhu Tn Y adalah 38. dirawat dengan post op Laparatomi hari kedua. Hitung balance cairan Tn Y! Input Cairan: Infus = 2000 cc Tranfusi WB = 300 cc Obat injeksi = 100 cc AM = 300 cc (5 cc x 60 kg) + --------------------------------------------- 2700 cc Output cairan: Drainage = 100 cc NGT = 200 cc Urine = 1700 cc IWL = 900 cc (15 cc x 60 kg) + ---------------------------------------------- 2900 cc Jadi Balance cairan Tn Y dalam 24 jam : Intake cairan . terpasang catheter urine dengan jumlah urine 1700 cc. berapakah Balance cairannya? berarti nilai IWl Tn Y= 900 + 200 (38. kesadaran composmentis.7) = 900 + 340 cc = 1240 cc Masukkan nilai IWL kondisi suhu tinggi dalam penjumlahan kelompok Output : Drainage = 100 cc NGT = 200 cc Urine = 1700 cc IWL = 1240 cc + -------------------------- 3240 cc Jadi Balance cairannya dalam kondisi suhu febris pada Tn Y adalah : 2700 cc - 3240 cc = -540 cc . saat ini terpasang NGT terbuka cairan berwarna kuning kehijauan sebanyak 200 cc. BB 60 Kg. Keadaan umum masih lemah.output cairan 2700 cc .. (Insensible Water Loss) Contoh Kasus: Tn Y (35 tahun) .8 .akibat appendix perforasi. Infus terpasang Dextrose 5% drip Antrain 1 ampul /kolf : 2000 cc/24 jam.5 °C . pada daerah luka incici operasi terpasang drainage berwarna merah sebanyak 100 cc.8 . dan mendapat tranfusi WB 300 cc.°C).. Bagaimana jika ada kenaikan suhu? maka untuk menghitung output terutama IWL gunakan rumus : IWL + 200 (suhu tinggi .200 cc.36..5 °C.36.°C) = 900 + 200 (1. nilai 36. HR 88 x/menit. mendapat antibiotik Cefat 2 x 1 gram yg didripkan dalam NaCl 50 cc setiap kali pemberian.Vital sign TD: 110/70 mmHg. T 37 °C: masih dipuasakan. RR 20 x/menit.