KECEMASAN ANAK DALAM MENGHADAPI UJIAN

BAB 1 PEDAHULUAN
A. Latar Belakang Masa sekarang Bangsa Indonesia hidup di zaman global yang menuntut
perubahan sangat pesat, serta muncul berbagai tantangan dan persoalan serba
kompleksitasnya. Di bidang pendidikan sekolah-sekolah, perguruan tinggi, guru dan murid
banyak sekali mengalami perubahan banyak baik tuntutan standar pendidikan maupun
kelulusan siswa. Apalagi tuntutan kualitas pendidikan agar anak didik sukses setelah tamat,
baik bekerja maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Tugas yang berat
dan harus dilakukan adalah bagaiman mempersiapkan siswa untuk hidup dalam lingkungan
yang selalu dinamis dan penuh kompetitif dengan perubahan zaman yang luar biasa ini. Bagi
siswa (peserta didik) dengan kemiskinan ilmu pengetahuan sangat sulit ntuk beradaptasi dan
memahami perputaran roda zaman. Tidak seharusnya siswa terhindar dari tipu daya
kemunafikan dan terjebak pada zaman iptek yang serba pesat. Akibat dari beratnya beban
yang dipikul peserta didik terutama menghadapi masa-masa menentukan seperti ujian
semester, seringkali mengalami gangguan kejiwaan meskipun dalam kategori ringan. Pada
umumnya orang pernah mengalami stress, walaupun sering tidak dirasakan karena stres ini
berkisar dari sedikit dari kegelisahan rasa cemas yang melumpuhkan. Seseorang yang
mengalami sedikit rasa gelisah tidak mengadari kalau hal ini merupakan stress yang bisa
menjadi parah. Pada dasarnya stress merupakan sesuatu perasaan yang tidak mudah
digambarkan. Sters timbul karena ada masalah yang harus ditanggulangi. Stres yang
berkepanjangan memang selalu mengganggu jalannya kehidupan, namun demikian dalam
kehidupan sehari-hari tidak adanya stres sama sekali belum tentu dan bahkan bukan
merupakan sesuatu tanda kebahagiaan, tetapi malah menunjukan adanya kelesuan atau
ketidaktahuan apa yang terjadi (Anoraga 1992). Lembaga pendidikan tidak dapat melepaskan
diri dari berbagai persolan tersebut, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk
membantu para siswa baik sebagai pribadi maupun sebagai calon anggota masyarakat.
Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah bertanggung jawab mendidik dan menyiapkan
peserta didik agar mampu (berhasil) menyesuaikan diri di dalam masyarakat dan mampu
menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Melalui kegiatan pembelajaran didalam kelas,
sekolah belum cukup untuk menyiapkan peserta didik untuk terjun kemasyarakat scara

berhasil. Peserta didik hendaknya dibantu agar apa yang mereka terima dari sekolah dapat
menjadi bekal guna menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan mampu menghadapi
masalah- masalahnya. Dalam kondisi seperti inilah layanan bimbingan dan konseling (BK)
sangat diperlukan. Menurut Wibowo beranggapan bahwa profesi BK menjadi sangat penting
peranannya dalam dunia pendidikan di Indonesia. Mengingat dalam era globalisasi di segala
bidang terjadi berbagai perubahan mendasar yang mengguncang dunia sosial
kemasyarakatan. Pelanggaran terhadap nilai moral dan etik dalam masyarakat menjadi isu
yang hangat dibicarakan. Banyak fenomena sosial bisa dijadikan bukti, antara lain
perkelahian antara pelajar atau tauran, penyalah gunaan obat terlarang, hubungan seks bebas
dan penjambretan, pemerkosaan bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh oknum pelajar.
Dalam fenomena di atas banyak sekali masalah- masalah yang terjadi. Pada kondisi terebut
individu atau peserta didik dituntut untuk mampu menghadapi berbagai masalah. Pada
kenyataan yang ada tidak semua individu mampu menghadapi dan mengatasi masalahnya
sendiri. Dalam keadaan seperti inilan siswa perlu mendapatkan bimbingan dan konseling dari
orang lain atau biasa disebut konselor. Bimbingan dan konseling (BK) adalah proses bantuan
atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (klien) melaui
pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya. Firman Allah SWT
dalam Q.S Al-Asr ayat 3, sebagai berikut: 
  
 Ayat diatas tergolong dari surah Makiyyah. Tujuannya agar klien memiliki
kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan
masalahnya sendiri. Bimbingan dan konseling dapat juga di artikan sebagai proses pemberian
bantuan atau pertolongan yang sistematis dari pembimbing kepada peserta didik melalui
pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya untuk menggungkap
masalah klien sehingga klien mampu melihat masalahnya sendiri, mampu menerima dirinya
sendiri sesuai dengan potensinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya.
Sekarang ini layanan bimbingan dan konseling dimasyarakat semakin popular dikenal
apalagi disekolah. Layanan bimbingan dan konseling (BK) terus digalakkan oleh pemerintah
disekolah- sekolah. Akan tetapi, fenomena yang ada sebagaian siswa masih belum
memahami fungsi BK itu sendiri, bahkan bukan saja siswa disekolah malah kepala sekolah,
para guru dan pihak yang terkait dengan sekolah juga salah dalam memahami fungsi dan

layanan dari bimbingan dan konseling atau biasa disebut BK. Dampaknya para siswa kurang
memamfaatkan layanan BK. Layanan BK sangat penting disekolah untuk dilaksanakan guna
membantu siswa mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. Masalah- masalah itu antara
lain masalah- masalah pribadi,, masalah ujian (UAN) hal tersebut membuat orang tua murid
maupun para pendidik merasakan kekhawatiran maupun kecemasan, tegang emosi yang yang
di alami oleh seseorang. . Hal ini termanisfestasi dalam bentuk timbulnya kecemasan,
frustasi, mogok sekolah, droup out,berhenti sekolah bahkan bunuh diri karena tidak lulus
skolah dan lain sebagainya. . Disinilah dirasakan perlunya pelayanan bimbingan dan
konseling di samping dari kegiatan pengajaran. Dalam usaha bimbingan dan konseling peran
yang di lakukan oleh guru bimbingan dan konseling mengatasi berbagai permasalahan siswa
dalam mengurangi msalah kecemasan sebelum menhadapi ujian semester (UAN).
Permasalahan tersebut mencakup permaslahan yang terjadi dilingkungan sekolah maupun
diluar lingkungan sekolah. Hal ini akan menunjang terhadap tercapainya tujuan pendidikan
nasional sebagaimana tercantum dalam undang-undang RI No. 20 Th.2003 tentang system
pendidikan nasional yang berbunyi : Pendidikan nasional berfungsi mengembankan
membentuk watak serta peradapan yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepad tuhan yang maha esa yang berakhlak manusia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam pelayanan bimbingan dan konseling ada tiga bidang pelayanan yang harus diberikan
kepada siswa yaitu bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan Informasi. Adapaun
penanganan kecemasan menggunakan teknik-ternik dari psikologis yaitu pskoalisa,
RET,Behavioral yang diperlukan dalam mengurangi masalah-masalah dalam masalah
kecemasan sebelum menghadapi ujian pertengahan atau ujian akhir.. Oleh sebab itulah dalam
layanan bimbingan ini guru pembimbing hendaknya memberikan informasi dan menjelaskan
kepada para peserta didik mengenai cara yang mengurangi kecemasan secara efektif dan
efisien. Dengan menggunakan cara teknik RBT, maupun behavioral, psikoanalisa diharapkan
dapat mengurangi kecemsan-kecemsan yang di alami siswa dapat berkurang. Oleh karena itu,
untuk meneliti lebih dalam mengenai pengaruh layanan bimbingan pribadi, bimbingan sosial
dan bimbingan informasi beserta teknik penanganan dari mengurangi kecemasan itu sendiri
dengan menggunakan teknik-teknik psikologis kepada bagi para peserta didik maka penulis

menetapkan judul ”PERAN GURU BK DALAM MENGATASI KECEMASAN SEBELUM
MENGHADAPI UJIAN SISWA SEMESTER DI MTSN TAMBAN ”. A. Penegasan Judul
Untuk menghindari kesalah pahaman terhadap judul di atas maka dibuatkan definisi
operasional sebagai berikut: 1. Peran Peran adalah yang berarti kedudukan, yang dimaksud
disini adalah fungsi dan kedudukan serta usaha yang dilakukan konselor dalam mengurangi
maupun mengatasi kecemasan siswa sebelum menghadapi ujian semester. 2. Mengatasi
kecemasan kecemasan adalah sebagai suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan
mental kesukaran dan tekanan yang menyertai konflik atau ancaman. 3. ujian semester ujian
yang di laksanakan di sekolahan baik ujian pertengahan maupun ujian akhir UAN. 4. MTSN
Tamban Maksudnya adalah sekolah menengah pertama negeri Tamban yang terletak dijalan
purwosari I. 2 , kecematan Tamban Jadi yang dimaksud judul diatas adalah suatu penelitian
yan menjelaskan tentang peran guru BK dalam mengatasi maupun mengurangi kecemasan
sebelum menghadapi ujian Semester (UAN) di MTSN Tamban Dari penjelasan diatas
dikemukan apa yang dimaksud judul diatas adalah suatu usaha yang dilakukan konselor
dalam membantu mengurangi kecemasan-kecemasan sebelum menghadapi ujian siswa
semester di MTSN Tamban.
B. Rumusan Masalah Masalah pokok yang akan diteliti dalam penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1. Bagaimana peran guru BK dalam mengatasi maupun mengurangi kecemasan sebelum
menghadapi ujian siswa semester di MTSN Tamban?
2. Apa saja faktor yang mempengaruhi kecemasan siswa pada waktu ujian semester di
MTSN Tamban?
3. Apa saja yang menjadi Aspek – aspek kecemasan siswa sebelum menhadapi ujian
semester di MTSN .
C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui Bagaimana Peran guru BK dalam mengatasi kecemasan dalam
menghadapi ujian semester siswa di MTSN Tamban.
2. Untuk mengetahui apa saja faktor–faktor yang mempengaruhi peran guru BK dalam
mengatasi kecemasan siswa di MTSN Tamban.

khususnya yang berkenaan dengan masalah yang penulis bahas. D. Sebagai bahan informasi bagi lembaga pendidikan. . penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan yang memuat uraian dasar penelitian. oleh sebab itu perlu sekali diketahui agar diberikan penilaian dan tindak lanjut atas kinerja yang bersangkutan. 4. Khususnya pihak MTSN Tamban dalam mengatasi kecemasan pada waktu ujian semester. Penegasan Judul. Konselor sebagai manusia dewasa yang bertanggung jawab untuk membantu siswa. Sebagai motivasi bagi guru bimbingan dan konseling dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan disekolahnya dengan melaksanakan berbagai layanan bimbingan dan konseling khususnya dalam menghadapi ujian (UAN) di sekolah. Dengan adanya peran guru BK dapat mengurangi kecemasan-kecemasan siswa sebelum mengahadapi ujian semester dan dapat mempersiapkan dirinya sebelum menghadapi ujian secara optimal. Untuk memperkaya khazanah Perpustakaan FKIP UNISCA Banjarmasin. E. 3. dan Sistematika Penulisan. Menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis. Sumbangan karya ilmiah bagi guru bimbingan dan konseling khususnya dan guru mata pelajaran pada umumnya. Sistematika Penulisan Agar mempermudah dalam memahami pembahasan ini. Alasan Memilih Judul Adapun beberapa alasan yang melatarbelakangi penulis mengangkat judul di atas. Peran adalah suatu bagian dari tugas dan kewajiban yang harus di lakukan seseorang . memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan masukan berupa saran-saran maupun informasi agar dapat menunjang pendidikan. 5. Rumusan Masalah. Signifikansi Penelitian Hasil penelitian ini penulis harapkan dapat bermanfaat sebagai berikut: 1. 3. 3. 2. F. Alasan Memilih Judul. yaitu: 1. berisikan tentang Latar Belakang Masalah. Untuk mengetahui apa saja aspek–aspek yang mempengaruhi peran guru BK dalam mengatasi kecemasan siswa di MTSN Tamban. Tujuan Penelitian. 2.

Sters timbul karena ada masalah yang harus ditanggulangi. Subjek dan Objek Penelitian. walaupun sering tidak dirasakan karena stres ini berkisar dari sedikit dari kegelisahan rasa cemas yang melumpuhkan. BAB 1 PEDAHULUAN B. Bab II Landasan teoritis. Seseorang yang mengalami sedikit rasa gelisah tidak mengadari kalau hal ini merupakan stress yang bisa menjadi parah. Penyajian Data dan Analisis Data. serta muncul berbagai tantangan dan persoalan serba kompleksitasnya. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data. Bab V Penutup. Kerangka Dasar Penelitian. Tugas yang berat dan harus dilakukan adalah bagaiman mempersiapkan siswa untuk hidup dalam lingkungan yang selalu dinamis dan penuh kompetitif dengan perubahan zaman yang luar biasa ini. Bab IV Laporan Hasil Penelitian. Bagi siswa (peserta didik) dengan kemiskinan ilmu pengetahuan sangat sulit ntuk beradaptasi dan memahami perputaran roda zaman. namun demikian dalam kehidupan sehari-hari tidak adanya . Akibat dari beratnya beban yang dipikul peserta didik terutama menghadapi masa-masa menentukan seperti ujian semester. guru dan murid banyak sekali mengalami perubahan banyak baik tuntutan standar pendidikan maupun kelulusan siswa. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data. Tidak seharusnya siswa terhindar dari tipu daya kemunafikan dan terjebak pada zaman iptek yang serba pesat. Data. Apalagi tuntutan kualitas pendidikan agar anak didik sukses setelah tamat. Pada dasarnya stress merupakan sesuatu perasaan yang tidak mudah digambarkan. berisi Kesimpulan dan Saran-saran. Pada umumnya orang pernah mengalami stress. perguruan tinggi. Latar Belakang Masa sekarang Bangsa Indonesia hidup di zaman global yang menuntut perubahan sangat pesat. membahas tentang Gambaran Umum Lokasi Penelitian. Faktor dan Aspek yang Mempengaruhi kecemasan-kecemasan sebelum ujian semester siswa di Sekolah. Di bidang pendidikan sekolah-sekolah. seringkali mengalami gangguan kejiwaan meskipun dalam kategori ringan. Stres yang berkepanjangan memang selalu mengganggu jalannya kehidupan. Bab III Metode Penelitian. berisikan tentang Pengertian Kecemasan. berisikan tentang Metode dan Jenis Pendekatan Penelitian. baik bekerja maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. dan Prosedur Penelitian.

masalahnya. lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk membantu para siswa baik sebagai pribadi maupun sebagai calon anggota masyarakat.stres sama sekali belum tentu dan bahkan bukan merupakan sesuatu tanda kebahagiaan. Dalam keadaan seperti inilan siswa perlu mendapatkan bimbingan dan konseling dari orang lain atau biasa disebut konselor. sekolah belum cukup untuk menyiapkan peserta didik untuk terjun kemasyarakat scara berhasil.masalah yang terjadi. sekolah bertanggung jawab mendidik dan menyiapkan peserta didik agar mampu (berhasil) menyesuaikan diri di dalam masyarakat dan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Pada kondisi terebut individu atau peserta didik dituntut untuk mampu menghadapi berbagai masalah. Sebagai lembaga pendidikan formal.S Al-Asr ayat 3. Dalam fenomena di atas banyak sekali masalah. sebagai berikut:      Ayat diatas tergolong dari surah Makiyyah. Dalam kondisi seperti inilah layanan bimbingan dan konseling (BK) sangat diperlukan. Firman Allah SWT dalam Q. Tujuannya agar klien memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri. . Lembaga pendidikan tidak dapat melepaskan diri dari berbagai persolan tersebut. Banyak fenomena sosial bisa dijadikan bukti. Pada kenyataan yang ada tidak semua individu mampu menghadapi dan mengatasi masalahnya sendiri. antara lain perkelahian antara pelajar atau tauran. penyalah gunaan obat terlarang. tetapi malah menunjukan adanya kelesuan atau ketidaktahuan apa yang terjadi (Anoraga 1992). Peserta didik hendaknya dibantu agar apa yang mereka terima dari sekolah dapat menjadi bekal guna menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan mampu menghadapi masalah. Menurut Wibowo beranggapan bahwa profesi BK menjadi sangat penting peranannya dalam dunia pendidikan di Indonesia. hubungan seks bebas dan penjambretan. Pelanggaran terhadap nilai moral dan etik dalam masyarakat menjadi isu yang hangat dibicarakan. Melalui kegiatan pembelajaran didalam kelas. Mengingat dalam era globalisasi di segala bidang terjadi berbagai perubahan mendasar yang mengguncang dunia sosial kemasyarakatan. pemerkosaan bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh oknum pelajar. Bimbingan dan konseling (BK) adalah proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (klien) melaui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya.

fenomena yang ada sebagaian siswa masih belum memahami fungsi BK itu sendiri. Dalam usaha bimbingan dan konseling peran yang di lakukan oleh guru bimbingan dan konseling mengatasi berbagai permasalahan siswa dalam mengurangi msalah kecemasan sebelum menhadapi ujian semester (UAN). . para guru dan pihak yang terkait dengan sekolah juga salah dalam memahami fungsi dan layanan dari bimbingan dan konseling atau biasa disebut BK. cakap. bimbingan sosial. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.2003 tentang system pendidikan nasional yang berbunyi : Pendidikan nasional berfungsi mengembankan membentuk watak serta peradapan yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepad tuhan yang maha esa yang berakhlak manusia. tegang emosi yang yang di alami oleh seseorang. Akan tetapi. mampu menerima dirinya sendiri sesuai dengan potensinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Disinilah dirasakan perlunya pelayanan bimbingan dan konseling di samping dari kegiatan pengajaran. Adapaun . Layanan bimbingan dan konseling (BK) terus digalakkan oleh pemerintah disekolah. frustasi.masalah itu antara lain masalah. bimbingan Informasi.masalah pribadi. Hal ini termanisfestasi dalam bentuk timbulnya kecemasan. Hal ini akan menunjang terhadap tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam undang-undang RI No..berhenti sekolah bahkan bunuh diri karena tidak lulus skolah dan lain sebagainya. Dampaknya para siswa kurang memamfaatkan layanan BK. masalah ujian (UAN) hal tersebut membuat orang tua murid maupun para pendidik merasakan kekhawatiran maupun kecemasan. Dalam pelayanan bimbingan dan konseling ada tiga bidang pelayanan yang harus diberikan kepada siswa yaitu bimbingan pribadi. Sekarang ini layanan bimbingan dan konseling dimasyarakat semakin popular dikenal apalagi disekolah. . berilmu. mogok sekolah. Permasalahan tersebut mencakup permaslahan yang terjadi dilingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.sekolah. Layanan BK sangat penting disekolah untuk dilaksanakan guna membantu siswa mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. bahkan bukan saja siswa disekolah malah kepala sekolah. 20 Th. kreatif. droup out. Bimbingan dan konseling dapat juga di artikan sebagai proses pemberian bantuan atau pertolongan yang sistematis dari pembimbing kepada peserta didik melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya untuk menggungkap masalah klien sehingga klien mampu melihat masalahnya sendiri. sehat. Masalah.

yang dimaksud disini adalah fungsi dan kedudukan serta usaha yang dilakukan konselor dalam mengurangi maupun mengatasi kecemasan siswa sebelum menghadapi ujian semester. Mengatasi kecemasan kecemasan adalah sebagai suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental kesukaran dan tekanan yang menyertai konflik atau ancaman. 4.Behavioral yang diperlukan dalam mengurangi masalah-masalah dalam masalah kecemasan sebelum menghadapi ujian pertengahan atau ujian akhir. Oleh sebab itulah dalam layanan bimbingan ini guru pembimbing hendaknya memberikan informasi dan menjelaskan kepada para peserta didik mengenai cara yang mengurangi kecemasan secara efektif dan efisien. H. psikoanalisa diharapkan dapat mengurangi kecemsan-kecemsan yang di alami siswa dapat berkurang. Penegasan Judul Untuk menghindari kesalah pahaman terhadap judul di atas maka dibuatkan definisi operasional sebagai berikut: 1. Dengan menggunakan cara teknik RBT. Oleh karena itu. 2. 2 . maupun behavioral.. RET.penanganan kecemasan menggunakan teknik-ternik dari psikologis yaitu pskoalisa. Peran Peran adalah yang berarti kedudukan. untuk meneliti lebih dalam mengenai pengaruh layanan bimbingan pribadi. kecematan Tamban Jadi yang dimaksud judul diatas adalah suatu penelitian yan menjelaskan tentang peran guru BK dalam mengatasi maupun mengurangi kecemasan sebelum menghadapi ujian Semester (UAN) di MTSN Tamban Dari penjelasan diatas dikemukan apa yang dimaksud judul diatas adalah suatu usaha yang dilakukan konselor dalam membantu mengurangi kecemasan-kecemasan sebelum menghadapi ujian siswa semester di MTSN Tamban. G. Rumusan Masalah Masalah pokok yang akan diteliti dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: . MTSN Tamban Maksudnya adalah sekolah menengah pertama negeri Tamban yang terletak dijalan purwosari I. bimbingan sosial dan bimbingan informasi beserta teknik penanganan dari mengurangi kecemasan itu sendiri dengan menggunakan teknik-teknik psikologis kepada bagi para peserta didik maka penulis menetapkan judul ”PERAN GURU BK DALAM MENGATASI KECEMASAN SEBELUM MENGHADAPI UJIAN SISWA SEMESTER DI MTSN TAMBAN ”. ujian semester ujian yang di laksanakan di sekolahan baik ujian pertengahan maupun ujian akhir UAN. 3.

3. Konselor sebagai manusia dewasa yang bertanggung jawab untuk membantu siswa. Apa saja yang menjadi Aspek – aspek kecemasan siswa sebelum menhadapi ujian semester di MTSN . 2. Khususnya pihak MTSN Tamban dalam mengatasi kecemasan pada waktu ujian semester. Untuk mengetahui Bagaimana Peran guru BK dalam mengatasi kecemasan dalam menghadapi ujian semester siswa di MTSN Tamban. maka tujuan penelitian ini sebagai berikut: 1. memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan masukan berupa saran-saran maupun informasi agar dapat menunjang pendidikan. . Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. Apa saja faktor yang mempengaruhi kecemasan siswa pada waktu ujian semester di MTSN Tamban? 3. Untuk mengetahui apa saja aspek–aspek yang mempengaruhi peran guru BK dalam mengatasi kecemasan siswa di MTSN Tamban. Dengan adanya peran guru BK dapat mengurangi kecemasan-kecemasan siswa sebelum mengahadapi ujian semester dan dapat mempersiapkan dirinya sebelum menghadapi ujian secara optimal. yaitu: 1. I. 3. Sebagai bahan informasi bagi lembaga pendidikan. Peran adalah suatu bagian dari tugas dan kewajiban yang harus di lakukan seseorang . Signifikansi Penelitian Hasil penelitian ini penulis harapkan dapat bermanfaat sebagai berikut: 1. Alasan Memilih Judul Adapun beberapa alasan yang melatarbelakangi penulis mengangkat judul di atas. K. oleh sebab itu perlu sekali diketahui agar diberikan penilaian dan tindak lanjut atas kinerja yang bersangkutan. J. Untuk mengetahui apa saja faktor–faktor yang mempengaruhi peran guru BK dalam mengatasi kecemasan siswa di MTSN Tamban. 2. 1. Bagaimana peran guru BK dalam mengatasi maupun mengurangi kecemasan sebelum menghadapi ujian siswa semester di MTSN Tamban? 2.

yaitu: (a) menunjukkan jalan (showing the way). Bab IV Laporan Hasil Penelitian. 4. (b) memimpin (leading). (d) mengatur (regulating). Bab II Landasan teoritis. membahas tentang Gambaran Umum Lokasi Penelitian. 5. Kerangka Dasar Penelitian. Subjek dan Objek Penelitian. Data. Sebagai motivasi bagi guru bimbingan dan konseling dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan disekolahnya dengan melaksanakan berbagai layanan bimbingan dan konseling khususnya dalam menghadapi ujian (UAN) di sekolah. Bab III Metode Penelitian. Rumusan Masalah. Faktor dan Aspek yang Mempengaruhi kecemasan-kecemasan sebelum ujian semester siswa di Sekolah. berisikan tentang Metode dan Jenis Pendekatan Penelitian. seperti yang dikutip oleh Musnamar . Penyajian Data dan Analisis Data. dan (f) memberi nasehat (giving advice). (e) mengarahkan (governing). Bab V Penutup. L. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data. berisi Kesimpulan dan Saran-saran. Alasan Memilih Judul. Sistematika Penulisan Agar mempermudah dalam memahami pembahasan ini. Sumbangan karya ilmiah bagi guru bimbingan dan konseling khususnya dan guru mata pelajaran pada umumnya. penerimaan diri. berisikan tentang Latar Belakang Masalah. BAB II TINJAUAN TEORI A. dan Sistematika Penulisan. 3. Bimbingan dan Konseling Sebelum membahas tentang definisi bimbingan belajar. dan Prosedur Penelitian. Untuk memperkaya khazanah Perpustakaan FKIP UNISCA Banjarmasin. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data. berisikan tentang Pengertian Kecemasan. penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan yang memuat uraian dasar penelitian. khususnya yang berkenaan dengan masalah yang penulis bahas. (c) memberikan petunjuk (giving instruction). bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang di bimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri. Sedangkan Jones. 2. ada baiknya penulis mengemukakan definisi bimbingan secara umum menurut para ahli: Menurut Surya. Menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis. Penegasan Judul. Kata “guidance” yang kata dasarnya “guide” memiliki beberapa arti. Tujuan Penelitian. Bimbingan merupakan terjemahan dari kata “guidance”. pengarahan diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.

anggota keluarga. mengembangkan cita-cita. Menurut Winkel (1991) layanan informasi merupakan suatu layanan yang berupaya memenuhi kekurangan individu akan informasi yang mereka perlukan. Pribadi dan Sosial 1. dan masyarakat. mampu menerima dirinya sendiri sesuai dengan potensinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Layanan informasi bertujuan untuk membekali individu dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri. khususnya lingkungan hidup siswa mencangkup lingkungan sekolahnya. Bimbingan dan konseling dapat juga di artikan sebagai proses pemberian bantuan atau pertolongan yang sistematis dari pembimbing kepada peserta didik melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya untuk menggungkap masalah klien sehingga klien mampu melihat masalahnya sendiri. Bimbingan dan konseling (BK) adalah proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (klien) melaui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya. lingkungan sekolah lanjutan. penyesuaian diri dan pemecahan problem-problem. informasi jabatan) yang dapat dipergunakan sebagai pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik. menyelanggarakan kehidupan sehari-hari dan mengambil keputusan. dunia pekerjaan. Tujuannya agar klien memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri. Berbagai teknik dan media yang bervariasi serta fleksibel dapat digunakan melalui format klasikal dan kelompok. Pengertian Layanan Informasi.berpendapat bahwa bimbingan adalah sebagai pertolongan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam hal membuat pilihan-pilihan. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat dipahami bahwa layanan informasi adalah pemberian pengetahuan serta pemahaman tentang lingkungan hidupnya. B. bahkan lingkungan masyarakat luas. Pemberian . Pemahaman yang diperoleh melalui layanan informasi. Layanan informasi dapat diselenggarakan secara langsung dan terbuka oleh guru pembimbing kepada seluruh siswa di sekolah dan madrasah. merencanakan mengembangkan pola kehidupan sebagai siswa. keluarga. digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar. Layanan Informasi Layanan informasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik menerima dan dan memahami berbagai informasi (seperti informasi pendidikan. Layanan informasi yang juga bermakna uaha-usaha untuk membekali siswa dengan pengetahuan serta pemahaman tentang lingkungan hidupnya dan tentang proses perkembangan anak muda.

Bimbingan sosial Juga bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial sehingga individu dapat menyesuaikan . Bimbingan pribadi juga bertujuan untuk memantapkan kepribadian dan mengembang kemampuan individu dalam menangani masalah dirinya. diskusi. Menurut Surya dan Winkel. Bimbingan pribadi bisa dimaknai sebagai suatu bantuan dari pembimbing kepada terbimbing (individu) agar dapat mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi mewujudkan pribadi yang mampu bersosialisasi dan menyesuiakan diri dengan lingkungannya secara baik. sebagai akibat dari kurang kemampunnya anak didik untuk mengadakan penyesuaiannya diri dengan aspek-aspek perkembangan. cita-cita. Bimbingan sosial Bimbingan sosial merupakan usaha bimbingan dalam membantu menghadapi dan memecahkan masalah sosial anak sepeti penyesuaian diri. konflik pribadi. kemampuan individu mengambil keputusan sendiri.informasi kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai teknik seperti: ceramah. keluarga. karyawisata. dan kejasmaniannya sendiri. Menurut Surya. Relevan dengan proses bantuan yang menyangkut keadaan batinnya sendiri. konferensi karier. buku panduan. Tujuan layananan Bimbingan sosial adalah agar individu yang dibimbing mampu melakukan interaksi sosial dengan lingkungannya. suatu bimbingan dikatakan bimbingan sosial apabila penekanan bimbingan sosial lebih diarahkan pada usaha- usaha mengurangi masalah-masalah sosial. bimbingan pribadi merupakan bimbingan dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi.aspek-aspek persoalan individu yang membutuhkan layanan bimbingan pribadi adalah: kemampuan individu memahami dirinya sendiri. kemampuan individu memmecahkan masalah yang menyangkut keadaan bathinnya sendiri (hubungan dengan Tuhan). melalui Media dan acara khusus. Tujuan bimbingan pribadi adalah agar individu mampu mengatasi masalah pribadi. Bimbingan Pribadi Bimbingan pribadi (personal guidance) sering disebut Personal Social Guidence. Ada dua aspek masalah bimbingan pribadi yaitu ada yang berkenaan dengan Tuhannya dan ada yang berkenaan dengan dirinya sendiri. Bimbingan ini mengarah pada pencapaian pribadi yang seimbang dengan mempertahankan keunikan karakteristik pribadi serta ragam permasalahan yang di alami individu. Bimbingan sosial bermakna suatu bimbingan atau bantuan dari pembimbing kepada individu agar dapat mewujudkan pribadi yang mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan secara baik. dan lain-lain. 2. mengahadapi konflik dan pergaulan. Menurut Andi Mapaire. 3. persahabatan.

Dasar dalam Layanan Bimbingan dan Konseling 1. perasaan negative terhadap individu lain dan sebagainnya. Ada dua pelaku penting dalam konseling ini yaitu klien dan konselor bagi klien konselor adalah belajar kembali atas segala kesalahannya dalam belajar sebelumnya. c. baik ketika berlangsung konseling maupun diluar konseling. teknik ini digunakan untuk . Jadi konseling behavioral pada hakikatnya adalah proses belajar mengajar kembali. Sedangkan bagi konselor konseling adalah mengajar kembali terhadap klien yang bermasalah. Teknik ini terdiri atas pemunculan stimulus dalam kondisi berulang-ulang tanpa memberikan penguatan. harus bersedia bekerjasama dalam melakukan aktivitas konseling. dan mempelajari respon-respon yang baru yang lebih sehat. relaksasi dapat diartikan sebagai partisipasi dalam aktivitas olah raga. C. kemampuan individu melakukan hubungan sosial (interaksi sosial) dengan lingkunagannya baik lingkungan keluarga. b. Beberapa teknik-teknik konseling behavioral yang sering digunakan. mengeleminasi perilaku yang maladaptive dan memperkuat serta memperhatikan perilaku yang diinginkan. dalam suasana emosi yang tenang. ada 3 fungsi tujuan dalam konseling behavioral: a. c. Tujuan konseling behavioral adalah untuk membantu klien membuang respon- respon yang lama merusak diri. antara lain: a. Sebagai refleksi masalah klien dan dengan demikian sebagai arah bagi konseling. dan sebagainya. Desensitisasi sistematik. tidak sebaliknya yakni misalnya tegang atau bergelora. sekolah dan masyarakat. ia harus memiliki motivasi untuk berubah. Sebaliknya ketegangan dapat menunjuk pada suasana bermusuhan. Behavioral Sasaran konseling behavioristik pada umumnya adalah untuk menciptakan kondisi belajar yang baru. Terapi implosive dan pembanjiran. melihat TV.diri secara baik dan wajar dalam lingkungan sosialnnya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam hubungan konselor dengan klien: 1) Konselor memahami dan menerima klien 2) Keduanya bekerja sama 3) Konselor memberikan bantuan dalam arah yang diinginkan klien. Sebagai kerangka untuk menilai hasil konseling. kemampuan individu melakukan adaptasi. Dalam kegiatan konseling klien harus ikut berpartisipasi. Relaksasi (bersantai) adalah keadaan pada mana seseorang berada dalam keadaan tenang. Sebagai dasar pemilihan dan penggunaan strategi konseling. b. Oleh orang awam. Aspek-aspek sosial yang memerlukan layanan bimbingan sosial adalah: kemampuan individu melakukan sosialisasi dalam lingkungannya. Asumsinya adalah bahwa belajar bisa memperbaiki perilaku bermasalah. teknik ini berlandaskan kepada pradigma penghapusan eksperimental. rekreasi. Menurut Corey.

latihan asertif adalah prosedur latihan yang diberikan kepada klien untuk melatih perilaku penyesuaian social melalaui ekspresi diri dari perasaan. maka probabilitas kemunculan kembali tingkah laku tersebut di masa mendatang akan tinggi. Aversion Therapy. Psikoanalisis Menurut Sigmun Freud dalam teori psikoanalisis. 3) Memiliki kesulitan untuk berkata tidak. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam system model social dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. Kedudukan isting ini adalah . dan gejala kecemasan bisa dikendalikan dan dihapus melalui penggantian stimulus. Teknik ini dilakukan agar klien dapat hidup dalam suatu model social yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). teknik ini diterapkan pada individu yang mengalami kesulitan menerima kenyataan bahwa menegaskan diri adalah tindakan yang layak benar. yang beroperasi dilingkungan untuk menghasilkan akibat-akibat. Latihan atau teknik ini membantu orang yang: 1) Tidak mampu mengungkapkan kemarahan atau perasaan tersinggung. tingkah laku operan adalah tingkah laku yang memancar yang mencari ciri organisme yang aktif. f. g. 4) Mereka yang sukar menyatakan cinta dan respon positif lainnya. teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada klien. pada dasarnya manusia adalah deterministik (sudah ditentukan). Metode modeling. Kekuatan dan dorongan itu disebut insting. Wolpe mengajukan argumen bahwa segenap tingkah laku neurotic adalah ungkapan dari kecemasan dan bahwa respons kecemasan bisa dihapus oleh penemuan respons-respons yang secara inheren berlawanan dengan respons tersebut. Penentuannya adalah kekuatan-kekuatan irasional. motivasi yang tidak disadari. Assertive training. dan peristiwa seksual tertentu pada masa enam tahun pertama kehidupannya. sikap. kekuatan stimulus penghasil kecemasan bisa dilemahkan. Menurut Alberti. dorongan biologis serta dorongan naluri. Dengan pengondisian klasik. Stimulus avensi ini biasanya berupa hukuman dengan kejutan listrik atau pemberian ramuan yang memualkan. 2. d. mengobservasi. teknik ini digunakan untuk meredakan gangguan behavioral yang spesifik dengan stimulus yang menyakitkan sampai stimulus yang tidak diinginkan terhambat kemunculannya. jika suatu tingkah laku diganjar. 2) Mereka yang sopan berlebihan dan membiarkan orang lain mengambil keuntungan dari padanya. Pengkondisian Operan.menghapus tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan pemunculan tingkah laku yang hendak dihapus. pendapat dan haknya. 5) Mereka yang merasakan tidak punya hak untuk memiliki perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran sendiri. Menurut Skinner. e. harapan.

Ia bersifat moralistik dan idealis sehingga ia melihat kepada apakah tindakan itu baik atau buruk. (2). Ada tiga jenis insting dalam kehidupan manusia. benar atau salah. yaitu: id. 1970:35). Prinsip realitas. 1996:93). membujuk ego agar menggantikan tujuan realistik dengan moralistik. dan mnghindari segala bentuk kesusahan. ego. Ia tinggal pada bagian bawah sadar atau di luar kesadaran. yaitu (1). merupakan kekacauan apabila akal tidak berfungsi secara penuh.sentral (pokok). Sifatnya tidak logis. Ego adalah sistem kepribadian yang mengadakan kontak dengan dunia realitas yang diluar dirinya. Kalau id hanya tahu akan realitas subjektif maka ego membedakan antara sosok mental dan benda yang ada di dunia luar. serta memperjuangkan kesempurnaan (Hall & Lindzey. yaitu melalui tiga sistem. Dorongan insting ini akan mengarah kepada pembentukan kepribadian guna memenuhi kebutuhan insting itu sendiri. dan bertindak atas sesuatu dorongan memuaskan kebutuhan insting. dan berada dibawah kesadaran manusia. (3). Fungsi atau perannya adalah sebagai “eksekutif” yang memerintah. Eros (insting hidup). tujuan memformulasikan rencana tindakan demi pemuasan kebutuhan. menghindari penderitaan.(Hayat. tidak memiliki organisasi. (Corey. kenikmatan. sebagai penengah antara insting dan lingkungan sekelilingnya (Corey. Ia berfungsi mencegah impuls id. 1996: 94). kepuasan. ia merupakan sumber motivasi. Libido untuk menyatakan energi seksual. Tujuan insting adalah mendapatkan kesenangan. dan mengeram serta mengendalikan nafsu membabi buta id. selalu memaksakan bersifat insting. mengendalikan dan mengatur kepribadian. Thanatos (insting mati) adalah dorongan atau keinginan yang tidak disadari untuk mati atau mencederai diri sendiri atau orang lain. tidak bermoral. Tujuannya adalah mengurangi ketegangan. dan mendapatkan kesenangan. Superego merupakan pemegang kendali dari kepribadian.Oleh karena itu. 2007:136) Firman Allh Swt menerangkan : Dalam surah yunus:100                 Id adalah komponen biologis yang merupakan kepribadian manusia yang orisinal yang dibawa sejak lahir. sebagai “polisi lalu lintas” bagi id. adalah semua tindakan yang menimbulkan kesenangan atau untuk mendapatkan kesenangan dan menghindari kesusahan dan kepedihan. insting mati ini disebut juga dorongan agresif. buta banyak tuntutan. dan superego. superego dan dunia luar. Kedudukannya sebagai komponen sosiologis yang mewakili nilai serta . bersifat logis dan realistik.

kalau ini tidak berfungsi dengan baik maka akan terjadi ketegangan. pengatur kepribadian. id sebagai komponen psikologis. 1992: 98). sebagai penengah antara insting dan lingkungan sekelilingnya atau sebagai mediator rasional dari biologis (id) dan kultural. ego dan superego bahkan dengan dunia realitas sering terjadi konflik satu dengan yang lain. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa pada dasarnya manusia itu adalah makhluk biologis. Berdasarkan uraian perkembangan ketiga segmen tersebut seperti yang telah diuraikan terdahulu dan memperhatikan hubungannya satu sama lain. dan Moral. maka yang namanya pribadi sehat itu adalah: 1) Ego Berfungsi Penuh. berjalan sesuai dengan fungsi-fungsi masing masing dan dapat mencapai tujuan yang selaras.dan superego. sedang superego tidak . walaupun dalam proses pemenuhan insting ini yang mendorong terbentuknya kepribadian manusia melalui id. Ego dan Superego.ego.ataupun terjadinya ketidak serasian masing-masing kompomen penentu kepribadia. Ego sebagai komponen biologis. Maka pribadi yang sehat oleh dirinya sendiri dapat mengendalikan bentuk-bentuk kecemasan yang terjadi. 3) Dapat Mengendalikan Kecemasan: Kecemasan Realita. sebagai akibat dari tidak berfungsinya ego sebagai pemegang kendari secara baik. sebagai posisi lalu lintas bagi id dan super ego. Jadi pribadi yang tidak sehat itu pada intinya adalah: 1) Ego tidak berfungsi dengan penuh (baik) Seperti telah dijelaskan bahwa fungsi ego ituadalah sebagai eksekotif. baik itu kecemasan realita (konflik antara ego dan dunia luar) sehingga menimbulkan rasa takut akan datangnya bahaya dari luar Kebalikan dari pribadi yang sehat adalah pribadi yang tidak sehat. Neurotik.id. dan Superego sebagai komponen social. 2) Serasinya antara Fungsi Id.ideal yang tradisional dari masyarakat yang telah diwariskan oleh orang tua kepada anaknya. pengendali. ego dan superego. dan akibat dari konflik ini berkembanglah kecemasan. Ia tinggal pada bagian kesadaran jiawa (Cottone. Superego ini merupakan aspek diri yang berkembang melalui kultural dan bukan melalui biologis. Dari perkembangan ketiga segmen itu akan menggambarkan kepribadian individu yang sehat ataupun sebaliknya. Ego dapat menjalankan fungsinya dengan penuh sebagai eksekutif.hingga terjadilah konflik-konflik satu sama lain yang mengakibatkan berbagiai kecemasan. pengatur kepribadian. sebagai penengah antara insting dan lingkungan sekelilingnya atau sebagai mediator rasional dan pengaruh biologis (id) dan cultural. yaitu hidup dan berkembang berdasarkan pemenuhan kebutuhan insting yang berkedudukan pada id. yaitu pribadi yang memiliki simtom-simtom neurotik dan penderitaan. pengendali. Dalam proses bekerjanya id.

Dikuasai kecemasan neorutik. seperti was-was dengan setelah berwudu. seperti takut dikegelapan.(Hayat. akan membuat diri selalu merasa was-was dengan apa yang dilakukan. Ego dan Superego dan dunia luar. 2) Disintegrasi antara Id. melanggar hokum. dan Moral. ataupun merugikan diri sendiri. Misalnya dikuasai kecemasan realita. berfikir dan mengatakan mencintai bergabung dengan orang lain. bahkan mereka dianalogikan sebagai binatang yang paling buruk disisi Allah. “jangan- jangan wudunya masih belum benar/ yang salah” kemudian cendrung untuk mengulangi lagi. Misalnya id memenuhi nafsu seksualnya tidak terkendali oleh ego. takut di tempat yang tinggi. Ego dan Superego. maka individu tersebut nekad keluar meninggalkan kuliah walaupun ada resiko yang mengancam. apabila ketiga komponen tersebut tidak terintegrasi dengan baik. maka akan terjadi perbuatan yang melanggar hokum ataupun norma masyarakat. Ego dan Superego terintegrasi dengan baik. seperti takut pada pisau yang tajam.Dalam surah Al-Anfal 22. Apabila hal itu tidak terjadi atau terjadinya konflik antara satu dengan yang lain. tidak terarah. selalu cemas terhadap instingnya kalau-kalau keluar jalur yang menyebabkan bahaya. dan menghasilkan tindakan-tindakan yang tidak terkontrol. maka akan pada hal-hal tertentu selalu mengalami rasa takut yang berlbihan. Dalam pribadi sehat antara Id. Rasional Emotif Terapi (RET) RET adalah aliran yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi baik untuk berfikir rasional dan jujur maupun untuk berfikir irasional dan jahat. serta tumbuh dan mengaktualkan diri. dan sebagainya. •           Ego melakukan tindakan dalam memenuhi tuntutan id tetapi tidak terkontrol oleh superego. 3. Hati nuraninya selalu merasa takut dan was-was.menghendaki id. maka akan terjadi kecemasan. melanggar norma hukum. “jngan-jangan pisau ini akan melukai dirinya”. Apabila kecemasan ini menguasai pribadi maka akan menimbulkan prilaku yang berlebihan. Jadi. takut pada orang banyak. manusia juga memiliki kecendrungan-kecendrungan . 2007:136) Firman Allah Swt. Neurotik. berbahagia. dan begitu juga pada hal-hal yang lain. masing berjalan bersama sesuai dengan fungsinya masing-masing. Dikuasai kecemasan moral. maka mengakibatkan pola kepribadian yang menyimpang atau tidak sehat 3) Dikuasai Kecemasan Kecemasan adalah akibat terjadinya konflik antara Id. dan akan merugikan diri. Ada tiga kecemasan yang sering terjadi yaitu kecemasan Realita. Akan tetapi. Manusia memiliki kecendrungan-kecendrungan untuk memelihara diri.

dengan menggunakan metode yang tegas. Adapun tujuan dari RET yang lain adalah untuk memperbaiki dan mengubah sikap persepsi. cemas. sesuatu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. serta pandangan klien yang irrasional menjadi rasional. Ellis 1979 dalam Corey (1996: 320) membuat daftar dari beberapa asumsi teori ini sebagai berikut: 1) Orang mengkondisikan diri sendiri dan merasakan adanya suatu gangguan. was-was. c) Mengakui bahwa masalah emosional kita banyak berasal dari keyakinan yang irrasional. maka teori itu berusaha untuk menolong mereka untuk mau menerima dirinya sebagai makhluk yang akan selalu membuat kesalahan. b) Mau menerima pendapat bahwa kita memiliki kemampuan secara signifikan mengubah gangguan-ganggun ini. marah sebagai akibat berfikir irrasional dan melatih serta mendidik klien agar menghadapi kenyataan hidup secara rasional dan membangkitkan kepercayaan diri. Bisa menolak untuk memberikan dirinya menjadi marah dan bisa melatih dari mereka sendiri sehingga pada akhirnya nanti mereka bisa bertabah mengalami gangguan yang minim selama sisa hidupnya. menghindari pemikiran. serta menghindari pertumbuhan dan aktualisasi diri. Dari pandangan tersebut yang berarti bahwa manusia itu tidak sempurna yaitu memiliki potensi positif dan negative. d) Melihat diri nilai dan sikap meragukan keyakinan yang bodoh itu. keyakinan. 2) Orang ada kecendrungan biologis dan budaya untuk berfikir berbelit-belit dan menimbulkan gangguan pada diri sendiri. sehingga ia dapat mengembangkan diri dan mencapai realisasi diri seperti benci. 1996: 324-324) bahwa restrukturisasi filosofis ini adalah untuk bisa mengubah kepribadian kita yang disfungsional mencangkup langkah- langkah sebagai berikut: a) Mengakui sepenuhnya bahwa kitalah yang bertanggung jawab atas terciptanya masalah yang kita alami. bukan dikondisikan oleh sumber yang berasal dari luar dirinya. rasa bersalah. cara berpikir. Menurut Ellis 1988 dalam (Corey.kearah menghancurkan diri. berlambat-lambat menyesali kesalahan- kesalahan secara tak berkesudahan. emotif dan behavioral. takut. 4) Orang ada kapasitas untuk mengubah proses kognitif. Pada hakikatnya konseling terapi rasional emotif adalah sebagai berikut: 1) Restrukturisasi filosofis. e) . nilai-nilai dan kemampuan diri. 3) Manusia itu unik dalam arti bahwa mereka menemukan keyakinan yang mengganggu dan membiarkan dirinya terganggu oleh adanya gangguan. Mereka bisa memilih untuk memberikan reaksi mereka secara berbeda dengan pola yang biasanya mereka anut. namun pada saat yang bersamaan juga sebagai yang bisa belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Dengan kata lain orang dapat belajar mengubah pikiran mereka sehingga pikiran mereka menjadi positif dan tidak tertekan.

terutama nilai-nilai yang membuat mereka terganggu. 2) Peranan/ fungsi konselor sebagai berikut: a) Sebagai ilmuan yang mampu menunjukkan kepada klien bahwa mereka telah banyak mengikuti pemikiran yang irasional. d) Menggunakan analisis yang logis untuk meminimkan keyakinan irrasionalnya. RET juga menekankan pentingnya sikap konselor dalam meghadapi klien. yaitu dengan sikap: a) Pandangan positif tanpa syarat. Didasarkan pada asumsi bahwa masalah itu berakhir pada falsafah (Corey 1990: 329). terapis/ konselor lebih aktif membantu mengarahkan klien dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. Yaitu mereka belajar kepada konselor masalah-masalah emosi dan prilaku yang mengganggu mereka apa . b) Peneriamaan Sepenuhnya c) Toleransi dan terapis tidak mengevaluasi kliennya sebagai pribadi. 8) Kondisional. 4) Aktif directif: bahwa dalam hubungan konseling/ terapeutik. e) Dan lain- lain. f) Mempraktekkan metode terapi rasional emotif untuk mencabut/ mengubah konsekuensi yang mengganggu itu disisi kehidupan kita. Jadi teori ini tidaklah diarahkan pada menghilangkan gejalanya. 5) Kognitif eksperiensial: hubungan yang dibentuk harus berfokus pada aspek kognitif dari klien dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. 2) Revulusi filosofis. RET berjuang untuk melakukan Revulusi filosofis yang cermat. 6) Emotif eksperiensial 7) Behavioristik: bahwa hubungan yang di bentuk harus menyeluruh dan mendorong terjadinya perubahan prilaku dalam diri klien. Secara garis besar Ellis menekankan sebagai berikut: a) Mendorong klien untuk menemukan beberapa ide rasional yang memotifikasi banyak dari prilaku yang terganggu. melalui proses redukasi klien belajar cara mengaplikasikan pikiran yang logis pada penyelesaian masalah dan perubahan emosi. 3) Klien Dalam RET. Sebagian suatu bentuk hubungan yang bersifat membantu (helping relationship) terapi rasional emotif mempunyai karakteristik. klien tidak lain adalah sebagai siswa/ pelajar. tetapi didesain untuk menggugah orang agar mau meneliti dan mengubah beberapa nilai yang paling mendasar. Sikap peranan konselor dalam konseling RET yaitu: 1) Konselor Seperti juga terapi berpusat pada pribadi. b) Sebagai guru yang mampu mengajarkan kepada klien cara-cara berpikir ilmiah dan rasional. 3) Redukasi.Menerima keyakinan bahwa apabila kita mengharapkan adanya perbaikan kita sebaiknya kerja keras dengan cara emotif behavioral untuk mengadakan kontro aksi terhadap keyakinan kita dan perasaan serta perbuatan yang disfungsional yang mengikutinya. b) Menantang klien untuk membuat idenya itu shahih kalau bisa. c) Menggunakan humor dan kekonyol-konyolan untuk berkonferensi dengan ketidak rasionalan pemikiran klien itu.

mendengarkan rekaman-rekaman. dan dengan banyak cara lain untuk perubahan- perubahan kepribadian yang telah lama. IC = Irrasional Consequences (konsekwensi dari pemikiran irrasional terhadap emosi melalui self verbalization). menghabiskan waktu sendirian untuk berfikir dan bermeditasi. memasuki hubungan dengan terapis. ditunjukkan bahwa mereka membiarkan gangguan emosioanal mereka tetap aktif dan terus berfikir tidak logis dan mengulang-ulang makna serta falsafah menggagalku diri sendiri. Corey menggunakan 4 langkah yang dilakukan terapis terapi rassional emotif dalam menghadapi klien yaitu: 1) Langkah pertama. IB = Irrasional Belief (keyakinan irrasional terhadap A). menantang klien untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga dimasa depan mereka bisa menghindarkan diri untuk menjadi korban dari keyakinan irrasional yang lain. D = Dispute Irrasional Belief (keyakinan yang saling bertentangan). membawa klien melampaui tahap kesadaran. seperti memiliki pengalaman-pengalaman hidup yang berarti. melainkan berbagai teknik non personal bisa digunakan seperti mengajar. teknik-teknik ini ditata sedemikian rupa agar sesuai dengan konseling individual dan dapat diaplikasikan pada pemerlakuan masalah-masalah klien. 4) Hubungan Konselor dengan klien RET tidak memberikan arti utama pada kehangatan hubungan pribadi dan pengertian empatik dengan asumsi bahwa hubungan yang terlalu hangat dan pengertian yang terlalu empatik bisa menjadi kontro produktif. belajar tentang pengalaman-pengalaman orang lain. 4) Langkah keempat. Klien belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irrasional dari yang rasional. Adapun teknik-teknik dari RET ada 3. menunjukkan pada klien bahwa mereka telah menggunakan banyak hal “seharusnya” seyogyanya dan “harus” yang irrasional. menolong mereka memodifikasikan pemikiran mereka dan meninggalkan ide mereka yang irrasional. Berikut ini akan diuraikan ketiga teknik ini antara . Terapis bisa menerima kliennya sebagai orang yang tidak sempurna tanpa harus menunjukkan kehangatan hubungan antar pribadi. 2) Langkah kedua. karena bisa memupuk rasa ketergantungan akan persetujuan dari pihak terapis. CE = Cognitive Effect (efek kognitif yang terjadi karena pertentangan dalam keyakinan irrasional. menonton film. RET menjelaskan bahwa orang-orang bisa mengalami perubahan melalui banyak jalan yang berbeda. Beberapa komponen penting dalam prilaku irrasional dapat dijelaskan dengan symbol-simbol berikut: A = Activating Event (peristiwa yang menggerakkan individu).penyebabnya dan bagaimana mengurangi semaksimal mengkin. BE = Behavioral Effect (terjadi perubahan prilaku karena keyakinan irrasional. 3) Langkah ketiga.

Dia kira bahwa kita bisa bersikeras untuk menolak rasa malu dengan mengatakan kepada diri kita masing-masing bahwa bukanlah suatu mala petaka kalau orang mengira bahwa kita itu dungu. Kepada mereka bisa juga ditunjukkan bagaimana caranya membayangkan salah satu dari hal yang paling buruk yang bisa menimpa dirinya. Klien membayangkan mereka sedang berpikir. 1989). c) Latihan menyerang rasa malu Ellis (1988) telah mengembangkan latihan untuk menolong orang menghilangkan rasa malu yang tidak rasional akan perilakunya tertentu. dan mereka dibangkitkan semangatnya untuk bisa menganut falsafah yang didasarkan pada kenyataan. mereka di beri pekerjaan rumah yaitu cara untuk melacak dan harus yang mutlak yang merupakan bagian dari pesan diri mereka yang terintermalisasi. c) Mengubah gaya berbahasa seseorang d) Penggunaan humor 2) Teknik emotif/ afektif Secara emotif para praktisi RET menggunakan berbagai prosedur. Mereka diajar untuk melihat kenyataan betapa merusaknya tindakan untuk “memperkecil arti dirinya” karena kekurangan-kekurangan yang mereka anggap ada. dan latihan menyerang rasa malu. b) Bermain peran Dalam bermain peran terdapat komponen emosional dan juga behavioral. dan berperilaku tepat seperti yang akan mereka lakukan dalam imajenasi mereka dalam kehidupan nyata (Maultsby. bagaimana rasanya kalau tidak pada tempatnya menjadi marah terhadap suatu situasi. Beberapa teknik kognitif yang didapat oleh terapis RET adalah: a) Mempertanyakan keyakinan irrasional b) Pekerjaan rumah kognitif. merasakan. termasuk didalamnya penerimaan tanpa syarat. Klien diajar tentang nilai dari penerimaan tanpa syarat. 1984). mereka bisa memutuskan untuk melihat diri mereka sebagai orang yang berguna. dan kemudian bagaimana caranya mengubah pengalaman itu menjadi perasaan yang pada tempatnya (Ellis & Yeager. permodelan. bermain peran rasional-emotif. Terapis sering menginterupsi untuk menunjukkan kepada klien apa yang mereka katakan tentang diri mereka sendiri yang menciptakan gangguan mereka dan apa yang bisa mereka perbuat untuk mengubah perasaan mereka yang tidak pada tempatnya menjadi yang sesuai dengan keadaannya. Adapun teknik ini terbagi 4 yaitu: a) Imajinasi Rasional-emotif Teknik ini merupakan bentuk praktek mental yang intens yang didesain untuk menciptakan pola emosi baru.lain: 1) Metode kognitif Adalah mengajarkan kepada klien tentang bagaimana cara menagani peryataan tentang diri sendiri. bagaimana menghayati perasaannya secara intens. Meskipun perilaku mereka mungkin susah untuk bisa diterima. Maksud utama latihan ini adalah bahwa klien berusaha untuk tidak merasa malu meskipun orang lain jelas-jelas tidak . imajinasi rasional-emotif.

Trait Anxiety Trait Anxiety adalah disposisi untuk menjadi cemas dalam menghadapi berbagai macam situasi ( gambaran kepribadian). c) Teknik live models (model dari kehidupan nyata). dan menyesuaikan dirinya dengan model social yang dibuat itu. Teknik ini dilakukan agar klien dapat hidup dalam suatu model social yang diharapkan dengan cara imitasi (peniruan). dalam teknik ini. 2. mialnya mengikuti tes . menjalani operasi. anxiety disorder atau gangguan kecemasan merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang sehingga menimbulkan perasaan cemas dan khawatir secara berlebihan dalam jangka waktu . ada baiknya penulis mengemukakan definisi bimbingan secara umum menurut para ahli: Kecemasan menrut Nietzal berpendapat bahwa kecemasan berasal dari bahasa latin (anxius) dan dari bahasa jerman (anst). interaksi dengan memecahkan masalah-masalah. Keadaan ini ditentukan oleh persaan yang tegang yang subjktif. d) Pengguanaan kekuatan dan ketegangan.menyetujuinya. Sementara Lazarus (1976) membedakan perasaan cemas menurut penyebabnya menjadi dua. mengobservasi. 3) Teknik behavioral. Ellis telah menyarankan dipakainya kekuatan dan energi sebagai cara untuk menolong klien beranjak dari pemahaman intelektual ke emosional. State Axiety State Axiety adalah reaksi emosi sementara yang timbul pada situasi tertentu yang dirasakan sebagai ancaman . yakni teknik yang di gunakan untuk memberikan perilaku-perilaku baru pada klien. Kecemasan Sebelum membahas tentang definisi kecemasan. 1. atau lainnya. Menurut Ismira Dewi. Ini merupakan ciri atau sifat yang cukup stabil yang mengarahkan seseorang menginterprestasikan suatu keadaan menetap pada suaatu individu (bersifat bawaan) dan berhubungan kepada kepribadian yang demikian. antara lain: a) Teknik Reinforcement (penguatan). D. b) Teknik social modeling (pemodelan social). yaitu suatu kata yang digunakan untuk menggambarkan efek negatif dan rangsangan fisiologi. konselor mencoba mengamati bagaimana proses klien mempersepsi. menyesuaikan dirinya dan menginternalisasi norma-norma dalam system model social dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor atau terapis. yang digunakan untuk menggambarkan perilaku-perilaku tertentu khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan social. Muclas (1976) mendefinisikan istilah kecemasan sebagai suatu kecemasan sebagai suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental kesukaran dan tekanan yang menyertai konflik atau ancaman . yakni teknik yang digunakan untuk mendorong klien kearah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun punishment (hukuman).

Fobia Spesifik Ketakutan berlebih yang disebabkan oleh benda. Fobia Sosial Ketakutan berlebih pada kerumunan atau tempat umum. Derajat kecemasan yang tinggi terjadi pada anak usia antara dua dan enam tahun. keseimbangan.ketakutan terhadap ketinggian (acrofobia). dsb.Anxietas adalah perasaan tidak senang yang khas yang disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustrasi yang mengancam yang akan membahayakan rasa aman. fobia terhadap kancing baju. Dalam ini membuat seseorang akan sulit mengendalikan ketakutan yang muncul pada saat itu. Kecemasan dapat terjadi dalam berbagai situasi dan kondisi termasuk didalamnya adalah ketakutan yang besar terhadap beberapa kondisi. Sp. Fobia dibedakan menjadi dua jenis. dan respons fisiologis.yang kemudian dikenal dengan sebutan gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD). Kecemasan baru disebut sebagai gangguan jika terdapat pengalaman yang intens. b. Dr. binatang ataupun peristiwa tertentu. atau peristiwa traumatik tertentu. sakit kepala atau rasa mau kencing atau buang air besar. misalnya: ketakutan terhadap kucing (ailurfobia). Evalina Asnawi Hutagalung. atau kehidupan seseorang individu atau kelompok biososialnya. agak tidak menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan terjadi. Perasaan ini disertai dengan rasa ingin bergerak dan gelisah. menjelaskan bahwa anxietas adalah adalah perasaan yang difius yang sangat tidak menyenangkan. Misalnya . keringat berlebihan. ketakutan ini disebabkan akibat adanya pengalaman yang traumatik bagi individu pada saat ada dalam kerumunan atau tempat umum. sifatnya biasanya tidak rasional. yaitu: a. diuraikan bahwa kecemasan merupakan ketakutan akan hal-hal yang akan dialami di masa depan dan keadaan tersebut mempengaruhi individu dalam berbagai area fungsional.yang cukup lama. ketakutan terhadap tempat tertutup (agorafobia).Fobia Fobia adalah ketakutan yang berlebihan yang disebabkan oleh benda. tidak rasional. Perasaan ini disertai dengan suatu atau beberapa reaksi badaniah yang khas dan yang akan datang berulang bagi seseorang tertentu. Perasaan ini dapat berupa rasa kosong di perut.Di dalam Rangkuman Mata Kuliah PGTK2404 Penanganan Anak Berkelainan (Anak dengan Kebutuhan Khusus) yang diterbitkan Universitas Terbuka. jantung berdebar. kecemasan adalah sesuatu yang normal.Kj. dan perasaan tidak mampu untuk mengatasi. Gangguan kecemasan umum ini ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang yang berlebihan. dada sesak . Terdapat beberapa tipe gangguan kecemasan yaitu : 1. respons tingkah laku. yaitu keadaan subjektif. Kecemasan memiliki tiga komponen dasar. dan timbul akibat peristiwa traumatik yang pernah dialami individu. Dalam jumlah tertentu.

berpeluh. kesulitan finansial). Adanya tuntutan yang berlebih ini kurang didukung dengan perasaan dan keadaan dirinya karena mereka memiliki keragu- raguan yang besar dan tidak yakin atas kemampuannya. tangan basah. Gejala-gejala Gangguan Kecemasan Umum Anak dan remaja dengan gangguan kecemasan secara umum atau generalized anxiety disorder (GAD) sering terbelenggu dalam kekhawatiran terhadap kesuksesan dan kemampuan mereka guna mendapatkan pengakuan dari 7 orang lain. mulut kering. Tidak jarang diantara mereka menyadari bahwa keadaan dan kekhawatiran yang dialami lebih disebabkan karena situasi yang sedang terjadi. Sedangkan kompulsif adalah pelaksanaa dari pemikirannya tersebut. Selain itu anak juga menunjukkan perilaku yang kaku dan kekhawatiran yang berlebih terhadap suatu aturan.sesak nafas -Sulit berkonsentrasi -Sering buang air kecil -Menangis. kecemasan kronis terus menerus rnencakup situasi hidup (cemas akan terjadi kecelakaan. Ada keluhan somatik: berpeluh. diare. E.Generalized Disorder Anxiety (Gangguan Kecemasan Tergeneralisasikan) Tanda-tanda. detak jantung keras. -Merasa ingin melarikan diri dari tempat tersebut -Menghindari . bergetar. merasa panas. 4. Berikut ini bentuk perilaku dari gangguan kecemasan umum atau GAD (generalized anxiety disorder) pada anak-anak: -Gelisah. berkeringat -Jantungberdegup kencang. namun mereka tidak dapat menghentikan kecemasannya tersebut. -Pemalu yang berlebihan. bahkan mengkritik dirinya dengan menilai kelemahan yang ada dalam dirinya. tenggorokan terasa tersumbat.berdiam diri.Gangguan Panik Tanda-tanda: sekonyong-sekonyong sesak nafas. perut tidak enak. ketergantungan. ketakutan akan gagal. merasa tercekik.dipermalukan didepan umum. dan tidak merasa nyaman dengan suatu hobbi atau kegiatan rekreasi bersama. jantung berdetak keras.Obsesif Kompulsif Obsesif adalah pemikiran yang berulang dan terus- menerus. ditolak. sesak nafas hiperaktivitas system saraf otonomik. Pencapaian target tersebut muncul karena adanya perasaan ketakutan yang cukup mendalam. pusing. -Mudah merasa lelah. 5. 3.Post Traumatik-Stres Disorder (Gangguan Stress Pasca Trauma) PTSD merupakan kecemasan akibat peristiwa traumatik yang biasanya dialami oleh veteran perang atau orang-orang yang mengalami bencana alam. ketakutan. Sebagian anak menunjukkan sikap pemalu. ataupun suatu kejadian yang mengancam dirinya pada saat diluar rumah. marah (tantrum). ketakutan yang sangat akan teror. 2. sering buang air kecil. ketakutan akan ada hukuman. gemetar. dihina taupun diejek oleh lingkungannya. Dalam hal ini anak menerapkan target yang cukup tinggi dalam mengerjakan tugasnya agar diperoleh hasil yang sempurna. dingin. sakit di dada.

Tipe-tipe Gangguan Kecemasan Anxiety disorder memiliki bebrapa pembagian yang lebih spesifik. Sedangkan ketidakberhasilan represi mengakibatkan gangguan panik. serta adaptasi terhadap rangsangan.Perasaan ini disertai dengan rasa ingin bergerak dan gelisah. ada beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami kecemasan antara lain : 1. sangat tergantung pada berbagai faktor. ansietas dapatdisebabkan karena frustasi. tekanan atau krisis.Banyak dikritik oleh orang tua atau teman sebaya. psikologis. Fobia juga merupakan . kemampuan beradaptasi/mempertahankan diri terhadap lingkungan yang diperoleh dari perkembangan dan pengalamannya. baik yang datang dari luar maupun dalam diri sendiri akan menimbulkan respons dari sistem saraf yang mengatur pelepasan hormone tertentu. konflik. displacement dapat mengakibatkan reaksi fobia. pembuluh daerah maupun alat-alat gerak. binatang ataupun peristiwa tertentu. dan sosial. Secara umum bisa disimpulkan bahwa kecemasan timbul akibat adanya respons terhadap kondisi stres atau konflik. Faktor biologis kecemasan akibat reaksi syaraf otonom yang berlebihan dan terjadi pelepasan katekholamine. dan timbul akibat peristiwa traumatik yang pernah dialami individu. maka muncul perangsangan pada organ-organ seperti lambung. Rangsangan berupa konflik. 6. Dilihat dari aspek psikoanalisis kecemasan dapat terjadi akibat impuls-impuls bawah sadar yang masuk ke alam sadar. Faktor itu ada yang bersumber pada keadaan biologis. Fobia Fobia adalah ketakutan yang berlebihan yang disebabkan oleh benda. faktor biologis. jantung.Pola asuh permisif (permissiveness) 5. Devita Kusindiati. dan undoing dapat mengakibatkan gangguan obsesi kompulsif. penderita biasanya tidak menyadari hal itu sebagai hubungan sebab akibat. 4.Psi. sifatnya biasanya tidak rasional. situasi atau stressor yang dihadapi.Frustasi yang berlebihan. Karena bentuk respons yang demikian. diantaranya: A. Gangguan kecemasan umum pada anak ini biasanya terjadi dan Menetap selama enam bulan dan berpengaruh pada perilaku sehari-hari baik di rumah. Orangtua yang perfeksionis. Akibat pelepasan hormone tersebut. Apakah seseorang akan mengalami anxietas atau tidak dan berapa beratnya. G. M. sekolah. Dari pendekatan sosial. Merasa tidak aman 2. Mekanisme pertahanan jiwa yang tidak sepenuhnya berhasil dapat menimbulkan kecemasan yang mengambang. reaksi formasi. Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Kecemasan Gangguan cemas mempunyai penyebab multifaktorial. Menurut psikolog anak dr. dan merasa menderita dengan lingkungan sosial yang baru. Orang tua/guru tidak konsisten dalam mendidik atau mengasuh anak sehingga membuat anak bingung dan cemas 3.interaksi dengan orang baru. atau dengan teman- temannya F.

Fobia simpel: sumber binatang. fobia terhadap kancing baju dan sebagainya. Penyebab: teori Psikoanalitik: pertahanan melawan kecemasan hasil dorongan id yang direpres. Simtom: ketegangan. Psikoanalisis tradisional menyadarkan bahwa kecemasan klien merupakan simbolisasi dari konflik dalam diri mereka. Menghindari konflik yang direpres. tempat tertutup. Banyak wanita yang menderita ini dimulai pada masa remajadan permulaan dewasa. ketakutan ini disebabkan akibat adanya pengalaman yang traumatik bagi individu pada saat ada dalam kerumunan atau tempat umum. takut bepergian. Cara ego untuk mcnghadapi masalah yang sesungguhnya konflik pada masa kaaak-kanak yang direpres. pasar. pusing. B. Begitu juga dengan yang modern. Teori Behavioral: hasil belajar kondisioning kfasik.Pendekatan-Pendekatan Psikodinamika Dari perspektif psikodinamika. ketakutan terhadap tempat tertutup (agorafobia). Dalam menangani gangguan kecemasan dapat melalui beberapa pendekatan 1. kondisioning operan. elevator. atau peristiwa traumatik tertentu. Dengan adanya simbolisasi ini ego dapat dibebaskan dari menghabiskan energi untuk melakukan represi. Tetapi pada dasarnya berbagai tekhnik tersebut sama-sama mendorong klien untuk menghadapi dan tidak menghindari sumber-sumber kecemasan mereka. dimulai semenjak kecil Agorafobia: kata yunani. Kecemasan: pindahan impuls id yang ditakuti ke objek/situasi. ketinggian. agpra = tempat berkumpul. yang mempunyai hubungan simbolik dengan hal tersebut.Yang menderita banyak wanita.ketakutan menjadi gila. darah. Sekelompok ketakutan yang berpusat pada tempat-tempat publik: takut berbelanja. misalnya dipermalukan didepan ataupun suatu kejadian di luar rumah. kompulsi. akan tetapi yang modern lebih menjajaki .tempat tertutup. ketakutan terhadap ketinggian (acrofobia). modeling terikat pada Pendekatan-pendekatan psikologis berbeda satu sama lain dalam tekhnik dan tujuan penanganan kecemasan. Fobia social Ketakutan berlebih pada kerumunan atau tempat umum.depresi. Dengan demikian ego dapat memberi perhatian lebih terhadap tugas-tugas yang lebih kreatif dan memberikan peningkatan. Fobia dibedakan menjadi dua jenis. misalnya: ketakutan terhadap kucing (ailurfobia).penolakan berdasar ketakutan terhadap benda atau situasi yang dihadapi. kecemasan merefleksikan energi yang dilekatkan kepada konflik-konflik tak sadar dan usaha ego untuk membiarkannya tetap terepresi. yaitu: Ketakutan berlebih yang disebabkan oleh benda. yang sebetulnya tidak berbahaya dan penderita mengakui bahwa ketakutan itu tidak ada dasarnya. takut kerumunan. merenung. 90% dari suatu sampel: takut tempat tinggi.

Caramenanggulangi ataupun cara membantu memperkecil kecemasan: b) Rekonstruksi Pikiran Yaitu membantu individu untuk berpikir secara logis apa yang terjadi sebenarnya. sasaran akhirnya adalah kesuksesan individu ketika dihadapkan pada tahap terakhir yang merupakan tahap terberat tanpa ada perasaan tidak nyaman dan tanpa suatu dorongan untuk menghindar.sumber kecemasan yang berasal dari keadaaan hubungansekarang daripada hubungan masa lampau. 3. Terapi bersifat bertahap menghadapkan individu yang agorafobik kepada situasi stimulus yang makin menakutkan. 2. tetapi dapat mengakibatkan depensi fisik. Inti dari pendekatan belajar adalah usaha untuk membantu individu menjadi lebih efektif dalam menghadapi situasi yang menjadi penyebab munculnya kecemasan tersebut. Meskipun benzodiazepine mempunyai efek menenangkan. Diantaranya golongan benzodiazepine Valium dan Xanax (alprazolam). Pemaparan gradual juga banyak dipakai pada penanganan agorafobia. Obat antidepresi mempunyai efek anti kecemasan dan anti panik selain jugamempunyai fekantidepresi. biasanya digunakan pada seorang psikolog terhadap penderita fobia.Pendekatan-Pendekatan Biologis Pendekatan ini biasanya menggunakan variasi obat- obatan untuk mengobati gangguan kecemasan. membuat terapi ini sebagai terapi pilihan untuk menangani fobia spesifik. Ada beberapa macam model terapi dalam pendekatan belajar. Efektifitas terapi pemaparan sudah sangat terbukti.Pendekatan-Pendekatan Belajar Efektifitas penanganan kecemasan dengan pendekatan belajar telah banyak dibenarkan oleh beberapa riset. c) Flooding Yaitu individu dibantu dengan memberikan stimulus yang paling . Keuntungan dari pemaparan gradual adalah hasilnya yang dapat bertahan lama. Kecemasan terjadi bila ketidaksadaran antara inner self seseorang yang sesungguhnya dan kedok sosialnya mendekat ke taraf kesadaran. Oleh sebab itu terapis-terapis humanistik bertujuan membantu orang untuk memahami dan mengekspresikan bakat-bakat serta perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya. Pendekatan-Pendekatan Humanistik Para tokoh humanistik percaya bahwa kecemasan itu berasal dari represi social diri kita yang sesungguhnya. 4. klien menjadi bebas untuk menemukan dan menerima diri mereka yang sesunggguhnya dan tidak bereaksi dengan kecemasan bila perasaan-perasaan mereka yang sesungguhnya dan kebutuhan-kebutuhan merekamulai muncul kepermukaan. Sebagai akibatnya. diantaranya: a)Pemaparan Gradual Metode ini membantu mengatasi fobia ataupun kecemasan melalui pendekatan setapak demi setapak dari pemaparan aktual terhadap stimulus fobik. Selain itu mereka mendorong klien untuk mengembangkan tingkah laku yang lebih adaptif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. gangguan kecemasan menyeluruh. terapis membantu membimbing mereka selama percobaan pada pemaparan dan secara bertahap menarik dukungan langsung sehingga klien mampu menghadapi sendiri situasi tersebut. Objek Penelitian Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah peran guru BK Dalam Mengatasi Kecemasan Sebelum Menghadapi Ujian Siswa Semester di MTSN Tamban. Subjek Penelitian Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah orang tua siswa. Kunci terapeutik adalah menghilangkan kebutuhan berlebih dalam penerimaan sosial. suatu proses dimana terapis membantu klien mencari pikiran-pikiran dan mencari alternatif rasional sehingga mereka bisa belajar menghadapi situasi pembangkit kecemasan. Data Pokok 1) Data tentang peran Guru BK dalam mengatasi kecemasan-kecemasan dalam menghadapi .membuatnya takut dan dikondisikan sedemikan rupa serta memaksa individu yang menderita anxiety untuk menghadapinya sendiri. Data a. yaitu metode yang menggambarkan secara objektif tentang bagaimana Peran Guru BK Dalam Mengatasi Kecemasan Sebelum Menghadapi Ujian Semester Siswa di MTSN Tamban dalam bentuk uraian. Terapi kognitif menunjukkan kepada individu dengan fobia sosial bahwa kebutuhan-kebutuhan irrasional untuk penerimaan- penerimaan sosial dan perfeksionisme melahirkan kecemasan yang tidak perlu dalam interaksi sosial. bidang kesiswaan. Terapi kognitif membantu mereka untuk mengenali cacat-cacat logis dalam pikiran mereka dan membantu mereka untuk melihat situasi secara rasional. Subjek dan Objek Penelitian 1. Misalnya. Terapi kognitif berusaha mengoreksi keyakinan-keyakinan yang disfungsional. d) Terapi Kognitif Terapi yang dilakukan adalah melalui pendekatan terapi perilaku rasional-emotif. dan 3 orang guru bimbingan konseling yang ada di MTSN Tamban 2. Beberapa gangguan kecemasan yang mungkin dapat dikaji dengan penggunaan CBT antara lain : fobia sosial. gangguan obsesif kompulsif dan gangguan panik. orang dengan fobia sosial mungkin berpikir bahwa tidak ada seorangpun dalam suatu pesta yang ingin bercakap-cakap dengannya dan bahwa mereka akhirnya akan dan terisolasi sepanjang sisa hidup mereka. Data dan Sumber Data 1. Salah satu contoh tekhnik kognitif adalah restrukturisasi kognitif. e)Terapi Kognitif Behavioral (CBT) Terapi ini memadukan tehnik-tehnik behavioral seperti pemaparan dan tehnik-tehnik kognitif seperti restrukturisasi kognitif. B. 1 orang guru yaitu: wali kelas. Metode dan Jenis Pendekatan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis pendekatan kualitatif. Pada fobia sosial. gangguan stres pasca trauma. C.

Peran guru BK dalam mengatasi kecemasan menhadapi ujian siswa di MTSN Tamban meliputi: . Informan. pengalaman dalam bimbingan dan konseling dan keahlian dalam bimbingan dan konseling. . dan bidang kesiswaan di MTSN Tamaban . 2. Sumber Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini penulis menggunakan data sebagai berikut: a. wali kelas. dan teknik pengumpulan data. try out. Faktor yang mempengaruhi peran guru BK dalam mengatasi kecemasan dalam ujian semester di MTSN Tamban menliputi : .Faktor siswa. b.Faktor guru bimbingan dan konseling meliputi latar belakang pendidikan.Sarana dan prasarana yang tersedia.Usaha guru BK dalam mengatasi kecemasan melalui dengan cara memberikan motivasi belajar dan memberikan ujian latihan-latihan.Dukungan dari pihak sekolah Gambaran umum . ulangan harian . 2. 3. b.ujian Siswa Semester di MTSN Tamban 2) Data tentang faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi ujian Siswa Semester di MTSN Tamban. penulis menggunakan beberapa teknik sebagai berikut: a. 2) Keadaan guru dan staf tata usaha. Untuk lebih jelasnya mengenai data. Observasi Teknik ini digunakan dalam menggali data pokok dengan cara mengadakan observasi secara langsung terhadap permasalahan yang akan diteliti. yaitu kepala sekolah. guru.Melaksanakan evaluasi dan follow up meliputi analisis belajar dan Prestasi belajar dengan ujian harian tersebut. Dokumen. yang meliputi: 1) Gambaran umum lokasi penelitian. Responden. serta kondisi pribadi siswa yang berbeda- beda. dapat dilihat pada table berikut: MATRIKS DATA. 3) Keadaan siswa. yaitu data yang berkenaan dengan peran guru BK dalam mengatasi kecemasan-kecemasan siswa di MTSN Tamban. Data Penunjang Data penunjang ini merupakan data pelengkap yang dianggap penting dan bersifat mendukung data pokok. Data Sumber Data Teknik Pengumpulan Data 1. . Wawancara Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan dengan mengadakan tanya jawab dengan responden dan informan. . D. b. SUMBER DATA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA No. c. c. yaitu catatan atau arsip sekolah yang memberikan kelengkapan informasi dalam penelitian ini. yaitu guru bimbingan dan konseling.Usaha guru BK menangani kecemasan–kecemasan sebelum menghadapi ujian semester. yang meliputi potensi. sumber data. dan staf tata usaha serta siswa MTSN Tamban. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini.Usaha guru BK dalam memberikan persepsi yang irasional menjadi rasional (IRET) . Dokumenter Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data melalui dokumen yang ada di MTSN Tamban yang terkait dengan masalah yang diteliti. .

maka penulis memberikan gambaran pengukuran dengan cara sebagai berikut. Pengolahan Data Dalam penelitian ini teknik pengolahan data yang digunakan adalah: a. Dalam rangka untuk analisis data penulis menggunakan deskriptif kualitatif dan menarik kesimpulan dengan metode induktif yaitu menarik kesimpulan yang bersifat khusus menjadi suatu simpulan umum. Prosedur Penelitian Dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini ditempuh tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data 1. Analisis Data Setelah data disajikan kemudaian dilanjutkan dengan analisis data guna untuk mendapatkan kesimpulan dari masalah yang dikemukakan di atas yaitu bagaimana peran guru BK dalam mengatasi kecemasan-kecemasan sebelum menghadapi masalah ujian semester (UAN) di MTSN Tamban . Melakukan penjajakan awal kelokasi penelitian dan berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing untuk pembuatan desain proposal. serta mengetahui lengkap atau tidaknya data yang telah dikumpulkan. dan Guru Pembimbing Guru BK Guru BK Guru BK Guru BK dan Siswa Guru Mata pelajaran Kepala Sekolah dan Staf Tata Usaha Observasi dan Wawancara Observasi. Untuk mengetahui tingkat kecemasan yang di alami siswa di MTSN Tamban. Tahapan-tahapan program layanan dengan dengan pengukuran sebagai berikut : 1. Setelah selesai ujian semester: a. Pengalaman alumni yang telah lalu . c. 2. Desain Pengukuran Untuk memudahkan penyusunan dan analisis dalam penelitian. Mengajukan . Prustasi kalau tidak dapat menjawab soal-soal 3. G. Bidang Kesiswaan. Editing. Takut tidak dapat menjawab soal pada ujian berlangsung b. Sedang menghadapi ujian: a. Wawancara dan Dokumentasi Wawancara dan Dokumentasi Wawancara dan Dokumentasi Wawancara Wawancara dan Observasi Observasi dan Wawancara Wawancara Observasi. Takut sama orang tua dan malu pada teman sekelas F. Wawancara dan Dokumentasi E. yaitu penelitian mengecek kembali data yang terkumpul untuk mengetahuai apakah semua jawaban responden dapat dimengerti lengkap atau belum. 2. Koding. yaitu setelah data diberikan kode-kode tertentu kemudian diklasifikasikan sesuai dengan jenisnya dengan data mengenal masalah-masalah yang tidak tercampur dengan data yang lain. yaitu mengklasifikasikan semua data dan hasil jawaban responden dan informan menurut jenis dan macamnya dengan cara memberi kode-kode tertentu . sehingga data yang dikumpulkan benar-benar telah respresentive. Tahap Pendahuluan a. staf tata usaha dan siswa Guru BK dan Wali Kelas Guru mata pelajaran Guru BK. b.lokasi penelitian. keadaan guru. Soal yang berbeda dengan dengan yang lalu b. Klasifikasi. b. Sebelum menghadapi ujian: a. Khawatir tidak lulus b.

Menghubungi sekolah yang bersangkutan dan meminta kesediaan para responden dan informan untuk memberikan data.Sabri. Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan dengan kode pos 70566. Laporan yang telah disetujui kemudian diperbanyak dan selanjutnya siap diujikan dan dipertahankan didepan sidang munaqasyah Fakultas FKIP BK UNISCA ARSAD AL BANJARI. Sarbi L Dari tahun 1984-1997 2. Imam Mawardi. b. Tahap Pelaksanaan a. Imam Mawardi L Dari tahun 1997-2007 3. ladi Nawidi dan pada saat itu yang menjabat menjadi kepala sekolah M.M. Sekolahan itu bernama MTS Lawirul Hidayah Yang didirikan oleh H. Tahapan Persiapan a. Menyusun angket dan pedoman wawancara yang dilanjutkan dengan berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing.ag L Dari tahun 2007-2011 4. Rustam Efendi L Sekarang 2011 Sumber Data: Dokumen MTSN Tamban 10 September . dan sekarang Drs. Sejarah Singkat Berdirinya MTSN Tamban MTSN Tamban berlokasi di jalan Purwosari I II . Melakukan observasi. 3.S. yaitu: No Nama L/P Lama menjabat menjadi kepala sekolah 1. b. membagikan angket dan melakukan wawancara kepada responden dan informan. Tahap Penyusunan Laporan Penelitian a. Drs. M. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada susunan kepemimpinan dari yang pertama sampai sekarang. Rustam Efendi 2. Keadaan Guru dan Staf Tata Usaha Sejak berdirinya MTSN Tamban tahun 1984 sampai sekarang pernah mengalami Sembilan kali pergantian kepala sekolah. b. kemudian pada Tahun 1997 Sekolah tersebut diNegerikan oleh pemerintah dan kepala sekolahnya diganti oleh Drs. Laporan hasil penelitian disusun secara sistematis untuk dikoreksi dan disetujui oleh dosen pembimbing. Untuk lebih jelasnya mengenai hal tersebut dapat dilihat pada table berikut: Tabel 4. Mengumpulkan.1. mengolah dan menganalisis data yang terkumpul. 4. Abdul Basid. Keadaan Siswa MTSN Tamban MTSN Tamban memiliki 252 orang siswa. Keadaan Siswa MTSN Tamban No Kelas L P Jumlah Jumlah Kelas 1 VII 41 43 84 3 Kelas 2 VIII 42 46 88 3 Kelas 3 IX 50 50 100 3 Kelas JUMLAH SISWA 133 139 272 9 Kelas Sumber Data: Dokumen MTSN Tamban 10 September 2011 3. BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. dan MTS Lawirul Hidayah berdiri pada tahun 1984. Dan pada saat itu keadaan sekolah tersebut masih sederhana dan masih membutuhkan bantuan dari pemerintah . Drs. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Pada awalnya MTSN Tamban dulu sebelum di Negerikan. desain proposal untuk mendapatkan persetujuan. 2.

fasilitas meja dan kursi.3.Penjaskes 17 Awaludin Zamil.D 12 Abd.Inggris 5 Suryadi.televisi dan lemari piala penghargaan sekolah. Sedangkan bagian tata usaha ada 5 orang yang sudah diangkat ada 13 orang dan 11 orang yang belum diangkat.Syahrani.IPS 9 Siti Muliana.Pd GT P III/d IPA 10 Drs. Nor Efendi GTT L Fiqih 11 Kaspul Anwar GTT L P. Ruang guru Ruang guru sangat besa mengingat banyaknya guru yang ada di sekolahn tersebut. S.PdI GT Tata Usaha 2 Ihya Ulumuddin GT Keamanan 3 M .Syahrani. S. S. S.2.Md GTT L IPS.pd GT P IV/a IPS 3 Ervia Kasma Anisa..3 Hibah . Fiqih 18 Suriadi..PdI GT L III/e MTK 6 Rudi Hartono Ahli Siddiq.meja dan kursi kerja.Rahman Sidiq.Sumber Data: Dokumen MTSN Tamban .. Untuk guru pembimbing ada 1 orang. Rustam Efendi Kep-Sek L IV/a B. S. televisi selain itu diruangan nin juga terdapat absen guru dan karyawan. ruangnya memoliki fasilitas lemari. Gol dan Mengajar Mata Pelajaran No Nama Jabatan L/P Gol Mengajar Mata Pelajaran 1 Drs.. PdI GT P III/e B.. b.Indo.. c.PdI GTT L TIK 19 H. Ruang TU Ruang kepala TU beserta staf TU tersendiri terpisah dengan ruang guru.komputer. Seni 16 Muamar.. S. S...Ag GTT P PKN..Pd GT L III/e B. Isnain GTT Penjaga perpustakaan Sumber Data: Dokumen MTSN Tamban 10 September 2011 5. 4. ruang memiliki fasilitas lemari.Yani GTT Teknisi 4 Bahrani GTT parker 5 M. Keadaan Tata Usaha MTSN Tamban Berdasarkan Jabatan.Pd GT P IV/a IPA 4 Siti Rahmah Fitriah.meja tamu. meja dan kursi kerja. S. S.Ag GT P III/a SKI. S. A.2011 MTSN Tamban memiliki 19 orang tenaga pengajar yang terdiri dari 13 orang guru tetap dan 11 orang guru tidak tetap. meja tamu. S..Inggris 2 Suhartiningsih.Indonesia 7 Norlaila.ThI GTT L Aqidah. S. Keadaan Perkantoran a. komputer. yaitu Tabel 4. Keadaan Guru MTSN Tamban Berdasarkan Jabatan. Keadaan Sarana dan Prasarana MTSN Tamban memiliki sarana dan prasarana belajar yang cukup memadai.Pdi GT P III/e MTK 8 Sri Handayani.PdI GTT L B.Arab 13 Noor Bayti.PdI GTT L Quran Hadis 15 Wardaniah. S... S.Milik . S. S.PdI GTT P B.PdI GTT L BK Sumber Data: Dokumen MTSN Tamban 10 September 2011 Tabel 4. Aqidah 14 Al-Hadi. Olahraga Kebun Lain-lain 1 sertifikat 2.Ag.400 M 768 M 60 M 500 M 60 100 M 2 Belum sertifikat . Ruang Kepala Sekolah Ruang kepala sekolah terpisah dengan ruang guru ataupun TU. S.4 Luas tanah/persil yang dikuasai menurut status pemilikan dan penggunaan MTSN Tamban Status kepemilikan Luas tanah seluruhnya Pengunaan Bangunan Hal taman Lap..Ag. S. televisi dan kipas angin. dan Tugas No Nama Jabatan Tugas 1 H. Jenis Kelamin. Adapun untuk lebih jelasnya mengenai keadaan guru dan staf tata usaha dapat dilihat pada table di bawah ini: Tabel 4..

2.13 Kamar mandi /WC/Siswa 1 3x3 .11 Ruang BP 3 1 4x4 . bahasa yang di ajarkan dalah bahasa inggris dan basaha daerah. Tabel 4.7 Ruang BK 1 3x8 .ruamg administrasi sekolah. Laboratorium IPA Laboratorium IPA memberikan keterampilan kepada siswa untuk melakukan pembuktian dari teori yang didapat dari pelajaran di kelas. Kamar WC Kamar WC yang terdapat di MTSN Tamban sangat terpelihara dan dapat dijaga kebersihannya oleh siswa. kisah-kisah komik dan lain-lainya. buku bahan bacaan seperti cerpen.12 Kamar mandi /WC/Guru/TU 1 4x3 . Tempat parkir Tempat parkir terdapat didepan sekolah namun masih dalam lingkungan MTSN Tamban yang dijag oleh seorang satpam sekolah..16 Laboratorium Bahasa 1 6x8 . oleh karena itu MTSN Tamban sangat mengutamakan pengololaan perpustakaan secara maksimal denganmemberikan pelayanan peminjaman.. 3...10 September 2011 6.5 Perlengkapan sekolah MTSN Tamban Mesin Brankas Filling cabit Lemari kayu Kulkas TV Rak Buku Kompor Meja Guru& TU Kursi guru meja kursi Ketik Hitung Stensil Jahit Las Fotocopy Komputer Siswa Siswa 2 2 1 1 1 1 20 -0 2 10 1 2 10 2 23 23 272 272 Sumber Data: Dokumen MTSN Tamban 10 September 2011 a. Kegiatan Intra dan Ekstra Kurikuler Kegiatan Intra Kurikuler .8 Ruang Kepsek 1 3x8 9 Ruang Guru 1 3x8 .7.Sumber Data: Dokumen MTSN Tamban 10 September 2011 7..4 Ruang keterampilan 1 6x8 5 Ruang UKS 1 3x5 .14 Ruang Ibadah 2 3x8 . baik itu dalam pengadaan bahan buku pelajaran .. b. ruamg dewan guru dan lain- lain..17 Selasar 0 .. mereka sadar bahwa WC sangatlah penting bagi mereka.15 Sanggar MGMP 1 12x8 . Keadaan Sarana dan prasarana MTSN Tamban No Jenis Ruang Baik Rusak Jumlah Luas (m2) Jumlah Luas (m2) 1 Ruang teori kelas 12 8x8 2 Laboratorium IPA 1 8x8 - . 4. fisik sangat memadai untuk kelangsungan dan pengadministrasian dalam kelacaran proses pendidikan yaitu adanya ruang TU dan ruang kepala sekolah. Laboratoriuk bahasa Laboratorium bahasa untuk mendalami bahasa asing bagi siswa di kelas basaha.. Perlengkapan Dilihat dari keadaan perlengkapan. Untuk lebih jelas jondisi perlengkapan sekolah ini dapat dilihat table berikut: Tabel 4.6 Koperasi/took 1 2x8 ..tempat parkir terbagi menjadi dua yaitu satu untuk guru dan yang satunya lagi untuk siswa. Perpustakaan Perpustakaan merupakan gudang ilmu pengetahuan.. selain itu siswa dapat mengadakan penelitian tehadap teori yang didapat dalam sebuah buku.- 10 Ruang tata usaha 1 8x8 .. WC terdiri dari WC guru dan WC untuk para siswa dan siswi.3 Ruang perpustakaan 1 12x8 . Ruang praktek Berdasarkan hasil dari observasi tehadap saran dan prasarana maka penulis mendapatkan data berkaitan dengan lokal praktek siswasebagai berikut: 1.

b. memberikan arahan belajar yang rutin seperti jadwal belajar dirumah b. Mendatangkan primagama dari Jogja yaitu seorang ahli untuk pelatihan meningkatkian motivasi. menyatakan peran guru BK dalam mengatasi kecemasan sebelum menghadapi ujian semester yaitu : a. Mendatangkan seorang ahli skologis untuk persiapan menghadapi ujian”trik-trik menghadapi ujian” b. Mengurangi kegiatan ektrakurikuler. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan mulai pukul 08. B. Peran dalam mengatasi kecemasan sebelum menghadapi ujian semester adalah : a. c. Mengngingatkan masalah kehadiran . Memberikan pengarahan agar ikut bimbingn belajar diluar sekolah dan mengadakan kerja kelompok. Bentuk-bentuk kegiatan ektra kurikuler sepertia: PMR. Mempersiapkan anak didik. Yang diawali dengan tadarus Al-Qur’an Mulai Jam 08. Pramuka. pencak silat dan lain- lain. Bahkan peran guru BK D.00 WITA. 2. Penyajian data 1. Mengingatkan siswa selalu belajar b. b. pada MTSN Tamban disesuaikan dengan kurikulum yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional. Peran Wali Kelas Dari hasil wawancara demgan guru Wali kelas peran dalam mengatasi kecemasan sebelum menghadapi ujian semester yaitu : a.00-07. Peran Guru BK Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru BK A. d. memberian motivasi dengan dorongan belajar lebih giat. Mengontrol buku catatan siswa akan kelengkapan materi yang sudah diberrikan guru mata pelajaran. Peran dalam mengatasi kecemasan sebelum menghadapi ujian semester adalah : a. peran guru BK C. c. c. Mengurangi kebiasaan kewarnet.00 sampai dengan pukul 14. e. mempersiapkan diri belajar fisik dan mental supaya tidak sakit atau kondisi tubuh. Mengurangi kegiatn ektra keluar daerah seperti mengikuti pertandingan bulu tangkis keBali. Memberikan arahan agar bisa menggunakan les tambahan belajar untuk kelas IX. sanggar musik. Menggunakan teknik konseling islam dengan shalat hajat c. MTSN Tamban juga melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler. Peran guru dalam mengatasi kecemasan sebelum menghafapi ujian semester adalah : a. Sedangkan Menurut guru BK B. UKS. Memberikan motivasi Menurut.00 Di samping itu.

rileks. disekolah (absensi) d. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. e.Grogi. 5. gelisah. Faktor-faktor a. selalu ingin kencing ke WC. c. Aspek-aspek a. Memberikan latihan soal-soal dan memberikan tugas PR. c. d. Siswa juga sering cemas apabila saat berlangsungnya ulangan semester ada pengawas dari guru lain sekolah yang menjadi pengawas. e. Wali Kelas berperan : • Membantu guru pembimbing/konselor melaksanakan tugas-tugasnya. b. Selain permasalahan ulangan siswa juga mersa cemas apabila soal yang diberikan tidsk bis menjawab karena soal yang diberikan berlainan dengan mari yang disampaikan oleh guru amta pelajaran pada saat proses belajar. Persiapan belajar : persiapan dari tingkah laku seperti 1. 4. Pengawas ulangan dari sekolahan lain.4. b. Guru lain sekolah sebagai pengawas ulangan. kegiatan tersebut bias keluar daerah bahkan biasa keluar kota.cemas. Peran Guru Wali Kelas • Sebagai pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Memberikan persepsi supaya tidak gugup santai. karena apabila tidak lulus otomatis siswa tersebut pindah dari sekolah atau berhenti dari sekolah tersebut. hal tersebut mebuat siswa drof saat berlangsung ujian. Pengawas ulangan dari sekolahan lain. Analisis Data 1. gugup. Siswa Yang Mengalami Kecemasan Dari hasil penelitian wawancara dengan beberapa siswa bahwa merekapun juga mengalami beberapa kecemasan sebelum menghadapi ujian semester seperti halnya cemas karena tidak lulus ujian semester. Memberi taukan materi yang diujikan atau kisi-kisi materi yang diujikan. Masalah kehadiran disekolah. 3. 5. Adapun siswa yang bergelut dibidang ektra kurukulir dia seakan asyik dengan kegiatan ektra tersebut apabila terbentur dengan jadwal ualangan semester otomatis siswa akan disibukan dalam menghadapi ujian semerster dengan kegiatan ektra.2. d. Keluar daerah. Siswa yang kurang siap dalam hal belajar. Persepi soal-soal yang berbeda dengan tahun yang lalu. • Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa.3. • Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Kemampuan siswa yang berlaianan atau tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda. khususnya dikelas yang menjadi . dan apabila lulus siswa tersebut dengan nilai yang rendah otomatis juga tidak bias masuk kesekolah yang favorit. C. Soal yang diberikan dari pemerintah berlainan dengan apa yang diajarkan. f. Kegiatan ektrakurikuler yang berlebihan g. e. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya.

dan ia menyertakan respon yang berlawanan dengan perilaku yang akan dihilangkan. Teknik-teknik khusus ini dikembangkan dari berbagai pendekatan konseling seperti pendekatan Behaviorisme . Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. untuk mengikuti/menjalani layanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. seperti konferensi kasus. Adapun peran guru BK dalam mengatasi ataupun mengurangi kecemasan disekolah. Rational Emotive Theraphy. yakni perasaan. B. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan klien agar . persepsi dan sikap. Guru BK Dalam konseling. diperlukan pemahaman terhadap peran pribadi dan orang lain. dan • Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing/konselor. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. untuk dapat diperankan dengan baik. Gestalt dan sebagainya. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya.tanggung jawabnya. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. C. kesulitan menyatakan tidak. yaitu: A. Oleh sebab itu. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Esensi teknik ini adalah menghilangkan perilaku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan perilaku yang akan dihilangkan. Peran dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian perasaan. Latihan Asertif Teknik ini digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Pengkondisian Aversi Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Di bawah disampaikan beberapa teknik-teknik khusus konseling. sebagai suatu pola hubungan unik yang ditunjukan oleh individu lain. Pemahaman tersebut tidak terbatas pada tindakam. ucapan dan tindakan . di samping menggunakan teknik-teknik umum. dalam hal-hal tertentu dapat menggunakan teknik- teknik khusus. Peran yang dimainkan individu oleh persepsi individu terhadap dirinya dan terhadap orang lain. Jadi desensitisasi sistematis hakekatnya merupakan teknik relaksi yang digunakan untuk menghapus perilaku yang diperkuat secara negatif biasanya merupakan kecemasan. • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling. tetapi pada faktor penentunya. Desensitisasi Sistematis Desensitisasi sistematis merupakan teknik konseling behavioral yang memfokukskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks.

model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis perilaku yang hendak dicontoh. model fisik. Perilaku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. D. dan memperkuat perilaku yang sudah terbentuk. yaitu kecenderungan top dog dan kecenderungan under dog. Melalui dialog yang kontradiktif ini. 6) Kecenderungan bertanggung jawab lawan kecenderungan masa bodoh. “Saya malas. misalnya : 5) Kecenderungan orang tua lawan kecenderungan anak. Penerapan permainan dialog ini dapat dilaksanakan dengan menggunakan teknik “kursi kosong”. menurut pandangan Gestalt pada akhirnya klien akan mengarahkan dirinya pada suatu posisi di mana ia berani mengambil resiko. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara perilaku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. 8) Kecenderungan otonom lawan kecenderungan tergantung. Dalam teknik ini konselor meminta klien untuk membuat suatu pernyataan dan kemudian klien menambahkan dalam pernyataan itu dengan kalimat : “…dan saya bertanggung jawab atas hal itu”.mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial. dapat menggunakan model audio. dan saya bertanggung jawab atas ketidaktahuan itu”. dan saya bertanggung jawab atas kemalasan itu” Meskipun tampaknya mekanis. Permainan Dialog Teknik ini dilakukan dengan cara klien dikondisikan untuk mendialogan dua kecenderungan yang saling bertentangan. F. 7) Kecenderungan “anak baik” lawan kecenderungan “anak bodoh”. dan saya bertanggung jawab atas kejenuhan itu” “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan sekarang. 9) Kecenderungan kuat atau tegar lawan kecenderungan lemah. Bermain Proyeksi Proyeksi yaitu memantulkan kepada orang lain perasaan-perasaan yang dirinya sendiri tidak mau melihat atau menerimanya. . Pembentukan Perilaku Model Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk perilaku baru pada klien. E. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada klien tentang perilaku model. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya perilaku yang tidak dikehendaki kemunculannya.Misalnya : “Saya merasa jenuh. Latihan Saya Bertanggung Jawab Merupakan teknik yang dimaksudkan untuk membantu klien agar mengakui dan menerima perasaan-perasaannya dari pada memproyeksikan perasaannya itu kepada orang lain. tetapi menurut Gestalt akan membantu meningkatkan kesadaraan klien akan perasaan-perasaan yang mungkin selama ini diingkarinya G.

klien diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak rasional dan tidak logis. I.Mengingkari perasaan-perasaan sendiri dengan cara memantulkannya kepada orang lain. Dalam teknik bermain proyeksi konselor meminta kepada klien untuk mencobakan atau melakukan hal-hal yang diproyeksikan kepada orang lain. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru. pengelolaan diri klien dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. K. J. Pelaksanaan home work assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh klien dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. Kebanyakan klien ingin melarikan diri dari stimulus yang menakutkan dan menghindari perasaan- perasaan yang tidak menyenangkan. membiasakan diri. Teknik Pembalikan Gejala-gejala dan perilaku tertentu sering kali mempresentasikan pembalikan dari dorongan-dorongan yang mendasarinya. H. perasaan-perasaan yang dipantulkan kepada orang lain merupakan atribut yang dimilikinya. Untuk membuka dan membuat jalan menuju perkembangan kesadaran perasaan yang lebih baru tidak cukup hanya mengkonfrontasi dan menghadapi perasaan-perasaan yang ingin dihindarinya tetapi membutuhkan keberanian dan pengalaman untuk bertahan dalam kesakitan perasaan yang ingin dihindarinya itu. Konselor mendorong klien untuk tetap bertahan dengan perasaan yang ingin dihindarinya itu. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. Dengan tugas rumah yang diberikan. Dalam hal ini konselor tetap mendorong klien untuk bertahan dengan ketakutan atau kesakitan perasaan yang dialaminya sekarang dan mendorong klien untuk menyelam lebih dalam ke dalam tingkah laku dan perasaan yang ingin dihindarinya itu.Misalnya : konselor memberi kesempatan kepada klien untuk memainkan peran “ekshibisionis” bagi klien pemalu yang berlebihan. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola perilaku yang diharapkan. Adaptive Teknik yang . Dalam teknik ini konselor meminta klien untuk memainkan peran yang berkebalikan dengan perasaan-perasaan yang dikeluhkannya. Bertahan dengan Perasaan Teknik ini dapat digunakan untuk klien yang menunjukkan perasaan atau suasana hati yang tidak menyenangkan atau ia sangat ingin menghindarinya. Sering terjadi.

Ciri penderita gangguan kecemasan antara lain : Ciri Fisik : 1. Gelisah 2. Perilaku dependen Ciri Kognitif 1. Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan perilakunya sendiri yang negatif. Faktor-faktor Beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami kecemasan antara lain :1. Aspek-aspek Deffenbacher dan Hazaleus dalam Register(1991) mengemukakan bahwa sumber penyebab kecemasan. Merasa tidak aman. Merasa tidak bisa mengendalikan semua 2. Sering buang air kecil Ciri Perilaku : 1. akan tetapi bila hal ini terlaluberlebihan maka dapat menjadi suatu yang abnormal. Berkeringat 3. Orangtua yang perfeksionis. Serasa ingin mati. Orang tua/guru tidak konsisten dalam mendidik atau mengasuh anak sehingga membuat anak bingung dan cemas. Dan hal ini merupakan suatu kewajaran atau normal saja. Membicarakan mengenai . Jantung berdegup kencang 4. Merasa ingin melarikan diri dari tempat tersebut 3.keringat dingin. 4. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri klien. Kekhawtiran (worry) merupakan pikiran negative tentang dirinya sendiri perasaan negative terhadap temannya-temanya. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. M.2. L.dan tegang. Gangguan dan hambatan dalam menyelesaikan tugas(task generated interference) merupakan kecenderungan yang dialami seseorang yang selaku tertekan karena pemikiran yang rasioanal tehadap tugas.5. 3. Perilaku menghindar 2. Ada sensasi tali yang mengikat erat pada kepala 5. digunakan untuk melatih. Berbicara secara langsung merupakan salah satu cara yang paling efektif dan memiliki pengaruh luas terhadap jiwa anak.Pola asuh permisif (permissiveness). Emosional (imosionality) sebagai reaksi diri terhadap rangsangan saraf otonomi. mendorong. 2. B. Gemetar 6.Kesimpulan Kecemasan merupakan suatu sensasi aphrehensif atau takut yang menyeluruh. Saran Hendaknya orangtua dapat lebih peka terhadap keadaan atau perubahan yang sedang dialami oleh anak. 3.Banyak dikritik oleh orang tua atau teman sebaya.Frustasi yang berlebihan. 6.seperti jantung berdebar-debar.meliputi hal-hal: 1. dan membiasakan klien untuk secara terus- menerus menyesuaikan dirinya dengan perilaku yang diinginkan. Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaan-perasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga klien dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu.3. 2.

pihak sekolah. Teori dan Paktek konseling & Psikoterapi. Sofyan. Konseling Individual Teori dan Praktek. Gunarsa.q uran Banjarmasin. Jakarta: PT Gunung Mulia.com/ document2 Terapi%/ 20tingkah%20laku.. Abdul. 2007. 2004. Abdul. Muhammad. 2000. Orangtua dapat pula menyampaikan pada mereka bahwa orang lain juga pernah mengalami hal yang serupa. Willis. Terapi Tingkah Laku “http//www.kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan mereka. maupun keluarga. Gerald. Disamping itu juga orangtua dapat memberikan dorongan dan semangat dengan menggali potensi atau keahlian dalam diri anak. . . 2003. IAIN Antasari. Konseling dan Psikoterapi. andragogi. Adanya keterbukaan dan komunikasi baik antara keluarga. Departemen Agama RI. Bandung: Refika Aditama. DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun Alquran Terjemah. Teori-teori Konseling. dokter. Konsep-konsep Konseling Berdasarkan Ayat-ayat Al. Gangguan kecemasan umum hendaknya ditangani dengan melibatkan bantuan terapis. Hayat. Modul Teori dan Teknik Konseling: Banjarmasin. diharapkan akan sangat membantu meringankan beban yang dialami. Supriadi. Bandung: Alfabeta. IAIN Antasari.htm. dan professional yang lain dapat meningkatkan kualitas hidup pada anak dan remaja yang sedang mengalami kecemasan. Singgih D. Corey. 2005. Surya. Bandung: Pustaka bani Quraisy Hayat. Melalui berbicara ataupun berinterkasi dengan anak diharapkan nantinya kecemasan yangmuncul dapat berkurang bahkan hilang. S. 05/24/06. sekolah. 2005. Sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuannya dan tidak lagi merasa malu atau minder dengan keadaannya.