Faktor-faktor Pemicu Kejang

Penyebab utama kejang adalah adanya gangguan pada aktivitas sinyal listrik dalam otak. Pemicu di
balik keabnormalan tersebut meliputi:

 Cidera kepala, contohnya akibat kecelakaan.
 Pengaruh kondisi kesehatan tertentu, seperti epilepsi, demam (terutama pada anak-anak),
gula darah yang rendah, meningitis, eklamsia, atau stroke.
 Efek samping obat-obatan, misalnya tramadol atau baclofen.
 Pola hidup yang buruk, contohnya terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau obat-
obatan terlarang. Gejala putus obat atau alkohol dapat memicu kejang.
 Racun akibat gigitan hewan, misalnya ular.
 Meski demikian, ada juga kejang yang terjadi tanpa akibat yang jelas. Kondisi ini disebut
kejang idiopatik dan dapat terjadi pada semua umur. Tetapi umumnya dialami oleh anak-
anak dan remaja.

 Diagnosis dan Penanganan Kejang
 Proses diagnosis pada pengidap kejang berfungsi untuk menghapus kemungkinan penyakit
lain yang berpotensi menjadi pemicu. Beberapa jenis pemeriksaan mendetail yang
dianjurkan biasanya meliputi tes darah, CT atau MRI scan, elektroensefalografi (EEG), serta
pungsi lumbal (spinal tap).

 Hampir semua penderita kejang akan sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan
khusus. Tetapi selama mengalami reaksi otot yang tidak terkendali, penderita
mungkin saja dapat terluka.
 Tujuan utama penanganan kejang adalah untuk menceg