ASUHAN KEPERAWATAN

GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA
Ny. S DENGAN STROKE HEMORAGIC
DI RUANG SEMERU RSUD PANDAN ARANG
BOYOLALI

Disusun oleh :
1. AFRIZAL (SN 161003 )
2. YAYUK EFRITAMALA (SN 161171)
3. MARETA OVY YULIA (SN 161073)

4. ALFIA ADHIYA WILDA QURNIALITA (SN 161009)

5. SISCHA HERLINA CANDRA DEWI (SN 161120)

PROGRAM STUDY PROFESI NERS
STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA

Keluhan Utama Tidak terkaji karena klien tidak sadarkan diri. S DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RUANG SEMERU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDANARANG BOYOLALI Tanggal/ Jam MRS : 28 Oktober 2016 / 11. Registrasi : 1652xxx A. pasien datang sudah tidak sadarkan diri. TAHUN AKADEMIK 2016/2017 ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. Identitas Klien Nama Klien : Ny. Identitas Penanggung Jawab Nama : Tn. pemeriksaan dan dari status pasien Diagnosis Medis : Stroke Hemoraghic No. 2.30 WIB Metode Pengkajian : Wawancara sekunder. S Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Klaten Umur : 54 Tahun Agama : Islam Status Perkawinan : Menikah Pendidikan : SMA Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga 2. keluarga pasien mengatakan bahwa tadi jam 5 setelah sholat subuh pasien ke kamar mandi lalu . H Jenis kelamin : Laki-laki Umur : 58 Tahun Pendidikan : SMA Pekerjaan : Buruh Alamat : Klaten Hubungan dengan klien : Suami II. PENGKAJIAN I. BIODATA 1. RIWAYAT KESEHATAN 1.30 WIB Tanggal/ Jam Pengkajian : 29 Oktober 2016 / 08. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke IGD RSUD Pandan Arang diantarkan keluarga.

Genogram Keterangan: : Perempuan : Laki-laki : Tinggal satu rumah : Meninggal : Garis keturunan : Garis menikah : Pasien III. . memanggil-manggil keluarga berkata bahwa kepalanya sangat pusing. Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan Sebelumnya keluarga hanya mengira pusing muter-muter yang diderita pasien hanya pusing biasa dan tidak bahaya. PENGKAJIAN POLA FUNGSI GORDON 1. Keluarga mengira itu vertigo kambuh seperti biasanya. dan tidak mempunyai riwayat penyakit menular. Riwayat Penyakit Dahulu Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien dahulu pernah di rawat di rumah sakit karena vertigo dan riwayat diabetes melitus. 4. Keluarga pasien juga mengatakan sebelum tidak sadarkan diri pasien sempat muntah 1x. 3. Keluarga percaya dan yakin dengan penanganan yang dilakukan pihak RS apabila pasien dirawat secara intensif. akhirnya keluarga membawa pasien ke RS. Riwayat Kesehatan Keluarga Keluarga pasien mengatakan ada riwayat hipertensi dari sang kakek dan nenek. Tapi setelah pasien jatuh dan tak sadarkan diri. Pada keluarga tidak ada riwayat hipertensi tetapi ada riwayat hipotensi. tiba-tiba sudah tidak sadarkan diri.

Selama sakit : Pasien tidur cepat.Biomechanical : Hemoglobin : 11970/ul Hematokrit : 32.Antropometri : BB : 60 Kg TB : 155 Cm LLA : 22 Cm . Pola Nutrisi Metabolik a. Pasien juga rutin untuk tidur siang. Pengkajian Nutrisi (ABCD) .2 % .2. Sebelum sakit : Pasien tidur 7-8 jam / hari. kalau tidak diberi rangsangan/ panggilan pasien tidak terbangun. Pola aktivitas dan latihan (sebelum dan selama sakit) Sebelum sakit : Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4 Keterangan : Makan/ minum 0 0 : Mandiri Mandi 0 1 : dengan alat Toileting 0 bantu Berpakaian 0 2 : dibantu orang Mobilitas ditempat tidur 0 lain Berpindah 0 3 : dibantu orang Ambulasi / ROM 0 lain dan alat 4 : Tergantung total Selama sakit : Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4 Keterangan : Makan/ minum 4 0 : Mandiri Mandi 4 1 : dengan alat Toileting 4 bantu Berpakaian 4 2 : dibantu orang Mobilitas ditempat tidur 4 lain Berpindah 4 3 : dibantu orang Ambulasi / ROM 4 lain dan alat 4 : Tergantung total 3.Clinis : TD : 1701/110 mmHg GDS : 235 . b. Pola Istirahat dan Tidur a. tetapi terkadang pasien sering terbangun sendiri untuk meminta minum. 4.5 % Limfosit : 7.

BAK Sebelum sakit : Keluarga pasien mengatakan frekuensi BAK 7-8x/ hari. 2) Jenis : makanan cair / susu 3) Porsi : 1300 Kal 4) Keluhan : Hiperglikemia 5. warna urine kuning/ normal.cc Output : 330 cc IWL : 30 cc . Pola Nutrisi Sebelum sakit : 1) Frekuensi : makan teratur. tidak pernah meminum obat pelancar BAB. nasi 1 centong + lauk nabati+sayur 4) Keluhan : sangat berhati-hati karena ada riwayat DM. BAB Sebelum sakit : Keluarga pasien mengatakan kalau BAB sangat jarang. terpasang DC. ANALISIS KESEIMBANGAN CAIRAN SELAMA PERAWATAN Intake Output Analisis Minuman : 200 cc Urine : 300 cc Intake : 400 cc Makanan : 200 cc Feses : . Diet : Berhati-hati sekali kalau mau makan karena takut gula darahnya naik. S : 370C Mukosa bibir kering Terdapat stomatitis pada pinggir bibir Kulit terlihat keriput . tidak ada keluhan untuk BAK. b. Pola Eliminasi a. BAB cair. setelah itu selama 5 hari pasien tidak BAB. Selama sakit : BAK selama 8 jam berjumlah 300 cc. 2) Jenis : karbohidrat / nasi 3) Porsi : 2x – 3x/ hari. warna normal. Selama sakit : 1) Frekuensi : makan cair teratur 3x melalui sonde. warna kuning normal. Selama sakit : Pasien belum pernah BAB selama dirawat di RS. terkadang kalau pasien sudah BAB cair beberapa kali. pasien sering makan mie instan 1 minggu 3x. b.

c. R : Daerah nyeri tidak terkaji. e. Pola Koping Keluarga pasien mengatakan apabila pasien memiliki masalah selalu bercerita pada suami dan berdoa kepada Allah SWT. Status mental Klien tidak sadarkan diri. b. Gambaran diri : Tidak terkaji. 10. Pola Konsep Diri a. S nyeri. Pola Peran Hubungan . d. 9. tidak pernah melakukan papsmear dan perawatan payudara. 8. Identitas diri : Keluarga pasien memandang pasien sebagai ibu dua anak yang harus memenuhi tanggungjawab. takut penyakit yang diderita tidak bisa disembuhkan. ibu dari 2 orang anak laki-laki. S : Skala Nyeri tidak terkaji T : Waktu nyeri tidak terkaji. Klien dapat menelan makanan saat diberi makan lewat sonde. Alat reproduksi normal dan tidak mengalami gangguan. Total : 400 cc Total 330 cc Balance : 70 cc 6. c. Pola Kognitif dan Perceptual a. Peran diri : Pasien berperan sebagai ibu rumah tangga. tidak pernah KB. Ideal diri : Tidak terkaji. Pola Seksual – Reproduksi Pasien berjenis kelamin perempuan. Tapi selama sakit pasien selalu mengeluh tentang masalah penyakitnya. Sudah tidak menstruasi. b. Kemampuan Pengindraan Klien dapat menjawab pertamyaan perawat meskipun dengan jawaban “ya”. 7. dan memiliki anak. Q : Kualitas nyeri tidak terkaji. Pengkajian Nyeri P : Keluarga pasien mengatakan bahwa Ny. Harga diri : Tidak terkaji.

Kesadaran : Sommolen / GCS E2 V2 M5 b.Keadaan bibir : terdapat stomatitis .Frekuensi : 20x/ mnt . Sebelum sakit : Keluarga mengatakan pasien beragama Islam dan selalu melaksanakan ibadah dengan taat.Kekuatan : kuat 3) Pernafasan . berbau.Frekuensi : 80x/ mnt .Pupil : isokor . b. Pertumbuhan rambut: distribusi rambut menyebar rata. . 2) Hidung . kulit kepala kotor. IV.Penggunaan alat bantu penglihatan pakai kacamata dirumah.Polip : tidak ada pembengkakan 3) Mulut .Sekret : terdapat kotoran di dalam hidung .Konjungtiva : tidak ada penumpukan cairan . PEMERIKSAAN FISIK 1.Irama : normal/ vesikuler 4) Suhu : 370C 2. Wajah 1) Mata .Warna lidah : terdapat plak putih.Kemampuan berbicara : berbicara tidak jelas . Tanda-tanda vital 1) Tekanan darah : 170/110 mmHg 2) Nadi : . Pemeriksaan Head To Toe a.Palbebra : tidak ada penumpukan cairan .Fungsi penghirup : normal . banyak uban.Kebersihan : terdapat sekret pada mata .Nyeri sinus : tidak ada nyeri .Irama : teratur . Selama sakit : Pasien tidak pernah melakukan ibadah terkait kondisinya yang lemah.Selaput mukosa : kering . tidak ada benjolan. Keadaan Umum : Lemah a. tidak ada lesi. warna agak pucat. Palpasi : mudah rontok.Sclera : tidak ikterik .Fungsi penglihatan : kurang baik . Kepala Bentuk : Simetris Inspeksi : Rambut hitam.

. . hati) daerah berongga tympani Auskultasi : Bunyi nafas veskuler.Nyeri waktu menelan : tidak ada .Bentuk : simetris. tidak ada jejal.Jumlah : 3D . tidak ada nyeri tekan. ekspansi dada simetris.Kelenjar getah bening : tidak teraba pembesaran kelenjar limfe. .Bentuk : simetris.Masalah : ada gigi yang tanggal dua 5) Telinga . taktil fremitus di seluruh permukaan dada : sama antara kiri dan kanan Perkusi : Sonor pada afeks paru.Keadaan gigi : terdapat karies . warna kulit merata . pekak pada bagian (jantung.Kebersihan : ada serumen .Pembesaran tyroid : tidak teraba pembesaran kelenjar gondok. tidak ada nyeri tekan.Kebersihan : terdapat karang gigi . 6) Leher . masih normal Palpasi : Ictus cordis teraba di sisi linea axilar anterior sinistra. warna kulit merata . .Fungsi pendengaran : baik .JVP : Teraba vena jugularis 7) Dada (Thorax) a) Paru-paru Inspeksi : Bentuk Simetris. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan.Nyeri telinga : tidak ada nyeri tekan. kuat angkat dan vibrasi thrill (menggelombang) Inspeksi : normal pergerakan hanya terlihat pada area katub mitral. inspirasi lebih panjang daripada ekspirasi.Bau nafas : (+) .Dahak : (-) 4) Gigi . tidak ada suara tambahan b) Jantung Auskultasi : Bunyi jantung (BJ) I-II nomal jantung terkompensasi. reguler jantung terkompensasi Perkusi : Batas jantung tidak melebar. Sternum menonjol kedepan.

V. c) Abdomen Inspeksi : Warna sawo matang. g) Integumen Warna kulit merata. f) Ekstremitas : . akral dingin/ . tidak ada pitting edema. ROM kanan kiri masih bisa digerakkan. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. tidak ada lesi. terpasang DC e) Anus dan Rektum : Kebersihan kurang terjaga (memakai pampers) dan tidak tampak hemoroid. simetris. tidak tampak striae gravidarum.4 g/dl 12-16 Rendah Leukosit 11970 /UL 4800-10800 Rendah LED 36 /mm 0-20 Tinggi Hitung Jenis Sel Eosinofil% 0.03 WIB) Nilai Keterangan Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Normal Hasil DARAH LENGKAP Hemoglobin 11.Bawah Bentuk simetris.Pemeriksaan labolatorium Tanggal pemeriksaan : 28 Oktober 2016 (pkl 08. bentuk agak membulat. tidak ada deformitas. tidak ada edema.Atas : Terpasang infus pada tangan kiri.5 % 1-3 Rendah . bersih terjaga. Auskultasi : Bunyi usus normal 20x/menit Palpasi : Ada nyeri tekan pada kuadran kiri atas bawah dan ada massa Perkusi : Kembung d) Genetalia : Tidak ada nyeri dan radang. bentuk simetris tidak ada deformitas. ada varises pada betis. umblicius tidak menonjol. akral dingin. tidak ada ruam. ROM kanan kiri masih bisa diangkat ketika perawat melakukan ROM. distribusi rambut menyebar merata.

8 Pg 27-32 Tinggi MCHC 35.5-5.5 % 37-47 Rendah Protein plasma g/dl 6-8 Trombosit 240 10^3/UL 150-450 Normal Eritrosit 3.92 Mg/dl 0. TERAPI MEDIS Hari/ Tanggal Jenis Terapi Dosis Golongan & Fungsi Kandungan .6 % KIMIA Ureum 66 Mg/dl 10-50 Tinggi Creatinin 1.2 .0 g/dl 32-36 Normal RDW 12. Pemeriksaan Diagnostik Tanggal Pemeriksaan Jenis Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan EKG Sinus rhytem with marked synus arrhytmia Nonspesific intraventricular block Nonspesific T wave abnormality Abnormal EKG VI.6 % 0-1 Rendah Neutrofil batang % 1-6 Neutrofil segmen 86.46 10^6/UL 4.6-1.4 Rendah MCV 93.8 Mmol/L 3.2 % 20-40 Rendah Monosit 5.0 % 2-8 Normal Hematokrit 32.1 Tinggi SGOT 17 U/L <31 Normal SGPT 17 U/L <31 Normal ELEKTROLIT Kalium 3.5.7 fL 80-100 Normal MCH 32.7 % 50-70 Tinggi Limfosit 7.3 Normal Chloride 108 Mmol/L 98-107 Tingggi IMUNOSEROLOGI HBsAG Non reaktif Non reaktif Normal 2. Basofil 0.

Manitol 125 cc/6 jam Gol : Obat resep Mencegah dan/atau mengobati fase oliguria.28 . Menurunkan tekanan dalam tempurung kepala Ranitidin 1 ampul/12 jam Gol : Obat resep Menurunkan kadar asam lambung yang berlebihan .8 gram.berhubungan NaCl 6 gram. dehidrasi & Dekstrosa anhidrat kehilangan ion 50 gram alkali dalam tubuh Ceftriaxone 1 gr/12 jam Ceftriaxone Infeksi yang sodium setara disebabkan dengan ceftriaxone karena bakteri 1g yang sensitif terhadap ceftriaxone Piracetam 3 gr/8 jam Tiap ml Pengobatan mengandung: infark serebral Piracetam 200 mg Citicolin 1 ampul/12 jam Gol : Obat resep Mencegah degenerasi saraf dan melindungi ker usakan mata akibat degenerasi saraf optik.2asidosis yang gram. Meningkatkan aliran darah dan oksigen otak. Meningkatkan metabolisme glukosa di otak.10. KCl 0.2016 Infus Assering 10 tetes/menit Gol : K Merah Nutrien & Kandungan : Per pengobatan 1000 ml : CaCl2 0. Na dengan asetat 3.3 gram. Meningkatkan phosphatidylch oline.

S No. DS : Ketidak. sehingga meningkatkan penghantaran oksigen ke myocardial pada pasien angina vasospastik. Propesa 1 sendok teh Gol : Obat resep Menangani sebelum makan tukak duodenum Melindungi tukak duodenum dari asam lambung Menangani gastritis B. Ketidakmampua Ketidak- 29/10/2016 Keluarga pasien seimbangan n mencerna seimbangan mengatakan Ny. ANALISA DATA Nama : Ny. Nicardipin 2 cc/jam Gol : penghambat Antihipertensi ion calcium Menghambat masuknya ion calcium ke saluran lambat atau area selektif yang sensitif terhadap tegangan dari otot polos vascular dan vasodilatasi koroner myocardium selama dipolarisasi. CM : 16528xxx Umur : 54 Tahun Diagnosa Medis : Stroke Hemorhagic No Hari/ Data Fokus Masalah Etiologi Diagnosa Paraf Tanggal/ Jam 1 Sabtu. S nutrisi makanan nutrisi kurang minum susu dengan kurang dari dari kebutuhan menggunakan selang kebutuhan tubuh yang dimasukkan ke tubuh berhubungan dalam lubang hidung dengan .

DS : Gangguan Kerusakan Gangguan 29/10/2016 Keluarga pasien mobilitas neuromuskuler mobilitas fisik mengatakan tangan fisik berhubungan kanan dan kaki kanan dengan Ny. Monitor pemberian masukan cairan lewat parenteral. Bebas dari tanda malnutrisi. NOC : Nutritional Status NIC : Setelah dilakukan tindakan Nutrition Managemen keperawatan 3x24 jam diharapkan 1. Kaji kebiasaan makan pasien dan dengan kriteria hasil : makanan kesukaannya 1. Kaji pola makan pasien terjadi peningkatan status nutrisi 2. CM : 16528xxx Umur : 54 Tahun Diagnosa Medis : Stroke Hemorhagic NO. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan Kerusakan neuromuskuler D. Tingkatkan intake protein. S No. 5. Anjurkan pada keluarga untuk . DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. vitamin c 2. 4. PERENCANAAN KEPERAWATAN Nama : Ny. Mengkonsumsi nutrisi yang 3. Monitor intake nutrisi dan kalori 3. DO : ketidakmampua Tampak terpasang n mencerna selang NGT pada makanan hidung pasien 2 Sabtu. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Ketidak-mampuan mencerna makanan 2. zat besi dan adekuat. S tidak dapat kerusakan bergerak secara kuat neuromuskuler DO : Kekuatan otot Ka Ki 2 4 2 3 Tingkat kemandirian : 4 (tergantung total) Pemeriksaan TTV : TD: 170/110 mmHg RR: 20x/menit N: 80x/menit S: 37oC C. 6. Identifikasi kebutuhan nutrisi. DX TUJUAN DAN KH INTERVENSI TTD 1.

DX Hari. Berikan makanan melalui NGT k/p 5. Kaji lokasi nyeri/ ketidaknyamanan 1. ukur vital sign sebelum dan sesudah latihan 5. ROM aktif/pasif meningkat manfaat latihan 3. 6. meningkatkan intake nutrisi dan cairan 7. NOC : Level Mobilitas NIC : Setelah dilakukan tindakan Latihan : Gerakan Sendi (ROM) keperawatan selama 2x24 jam 1. Jelaskan kepada pasien dan keluarga 2. Berikan privacy pasien saat latihan 4. Kaji dan catat kemampuan pasien untuk keempat ekstremitas. CM : 16528xxx Umur : 54 Tahun Diagnosa Medis : Stroke Hemorhagic No. Kolaborasi dengan fisioterapi untuk program latihan Terapi Latihan : Kontrol Otot 1. Jaga keamanan pasien 4. Tanggal Implementasi Respon pasien Jam . Monitor intake kalori dan gizi 3. Peningkatan fungsi dan kekuatan selama latihan otot 3. Bantu pasien untuk mengoptimalkan 5. 5. Fungsi motorik meningkat. Kaji kesiapan pasien utk melakukan latihan 2. Kaji kemampuan pasien dalam diharapkan terjadi peningkatan melakukan mobilitas fisik mobilisasi. Beri reinforcement positif setiap kemajuan pasien E. Kaji kebutuhan untuk pemasangan NGT 4. S No. ADL optimal gerak sendi pasif manpun aktif. Monitor penurunan dan peningkatan BB 2. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Nama : Ny. Perubahan posisi adekuat 4. Kolaborasi dengan ahli gizi tentang kebutuhan kalori dan tipe makanan yang dibutuhkan Nutritional Terapi 1. Evaluasi fungsi sensorik 3. Kolaborasi dengan fisioterapi 6. Berikan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mendukung makan 2. dengan kriteria hasil : 2.

00 WIB 1. Mengurangi resiko jatuh S : Pasien nonkooperatif dengan restrain O : Pasien meronta-ronta Terpasang ikatan di kedua lengan pasien 1 14.15 WIB 1. Mengukur vital sign S : Pasien kooperatif O: TD : 170/100 mmHg N : 84x/ menit RR : 20x/ menit S: 37°C 14. Memberikan obat melalui IV S : Pasien kooperatif O : Obat di suntikkan melalui selang infus 12.00 WIB 1.3°C KU : pasien tampak sakit Kesadaran : somnolen .00 WIB 1.00 WIB 3.00 WIB 1. Mengkaji keadaan umum S : Pasien kooperatif pasien O: TD : 160/100 mmHg N : 80x/ menit RR : 19x/ menit S: 37.1 Sabtu 29 Oktober 2016 12. Membantu membasuh badan S: Pasien kooperatif pasien O: badan pasien sudah bersih dan segar 1 Minggu. Memberikan makanan cair S: Pasien kooperatif melalui NGT O: Makanan cair : susu 150 cc. Memberikan obat melalui S: Pasien kooperatif NGT O: Obat Propesa 1 sendok teh masuk melalui NGT 15.30 WIB 2.30 WIB 2. Melakukan ROM aktif S : Pasien kooperatif O : Hasil dari ROM pasif 3 3 2 2 10.50 WIB 2. Warna putih susu 2 10. air putih 50 cc Intake 200cc 2 15. Melakukan irigasi lambung S : Pasien kooperatif O : Residu lambung 100 cc. 30 Oktober 2016 08.

8°C KU : pasien tampak sakit Kesadaran : somnolen 08.00 WIB 3.50 WIB 2. Memberikan obat memalui S: Pasien kooperatif NGT O: Obat Propesa 1 sendok teh masuk melalui NGT 09.50 WIB 2. Mengukur tanda tanda vital S : Pasien kooperatif pasien O: TD : 160/100 mmHg N : 80x/ menit RR : 19x/ menit S: 37°C Kesadaran : somnolen 15.30 WIB 1. Memberikan makan melalui S: Pasien kooperatif NGT O: Makanan cair : susu 150 cc.00 WIB 1.00 WIB 2. air putih 50 cc Intake 200cc 2 10.00 WIB 1.00 WIB 3. Memberikan makan melalui S: Pasien kooperatif NGT O: Makanan cair : susu 150 cc. Melakukan ROM aktif S : Pasien kooperatif O : Hasil dari ROM pasif 2 3 2 2 1 14. Memberikan obat memalui S: Pasien kooperatif NGT O: Obat Propesa 1 sendok teh masuk melalui NGT 09. 08. air putih 50 cc Intake 200cc 15. Memberikan obat melalui S: Pasien kooperatif selang NGT O: Obat Propesa 1 Senin 31 Oktober 2016 08. Memberikan makan melalui S: Pasien kooperatif NGT O: Makanan cair : susu 150 cc.30 WIB 3. Mengkaji keadaan umum S : Pasien kooperatif pasien O: TD : 170/100 mmHg N : 80x/ menit RR : 24x/ menit S: 36. air putih 50 cc .

08. air putih 50 cc Intake 200cc F. Ny.00 WIB 2.00 WIB 1.00 WIB S : Keluarga pasien mengatakan tangan kanan dan kaki kanan pasien lemah sekali O : Tangan kanan pasien tampak lemas A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi (kolaborasi dengan terapis untuk melatih ROM pasif ) . miring kiri. Melakukan TTV S : Pasien kooperatif O: TD : 170/100 mmHg N : 84x/ menit RR : 20x/ menit S: 37°C 15.15 WIB 2.00 WIB S : Keluarga pasien mengatakan bahwa stiap hari saat sakit. S No. S hanya minum susu saja O : Residu lambung meningkat A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi 2 11. Memberikan obat oral S: Pasien kooperatif O: Obat Propesa 1 sendok teh masuk melalui NGT 15.15 WIB 3.00 WIB 1. Melakukan ROM Pasif S : Pasien kooperatif O : Pasien sedikit mengikuti perintah. Pasien tampak lemas 1 14. EVALUASI Nama : Ny. Pasien mampu miring kanan. Tgl. Melakukan pergantian linen S : Pasien kooperatif O : Pasien mengikuti perintah. Memberikan nutrisi melalui S: Pasien kooperatif melalui NGT O: Makanan cair : susu 150 cc. CM : 16528xxx Umur : 54 Tahun Diagnosa Medis : Stroke Hemorhagic No Dx Hari. Jam Evaluasi Ttd 1 Sabtu 29 Oktober 2016 13. Intake 200cc 2 08.

1 Minggu 30 Oktober 2016 13. S minum susu putih 1 gelas habis.00 WIB S : Keluarga pasien bisa diajak bekerjasama saat pemberian makan melalui NGT O : Residu lambung meningkat. berwarna pekat A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi 2 11.00 WIB S : Keluarga pasien mengatakan tangan kanan dan kaki kanan pasien semakin lemah O : Tangan kanan pasien tampak lemas A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi (melatih ROM pasif) 1 Minggu 31 Oktober 2016 12.00 WIB S : Keluarga pasien mengatakan setiap hari Tn. minum menggunakan selang dari hidung O : Satu gelas susu putih habis A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi .