LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN STROKE DENGAN GANGGUAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RUANG SEMERU
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG
BOYOLALI

Disusun oleh :
1. AFRIZAL (SN )
2. YAYUK EFRITAMALA (SN )
3. MARETA OVY YULIA (SN 161073)
4. ALFIA ADHIYA WILDA QURNIALITA (SN )
5. SISCHA HERLINA CANDRA DEWI (SN 161120)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2016/2017

Latar Belakang Nutrisi sangat penting bagi manusia karena nutrisi merupakan kebutuhan fital bagi semua makhluk hidup. BAB I PENDAHULUAN A. Nutrisi sangat bermanfaat bagi tubuh kita karena apabila tidak ada nutrisi maka gizi dalam tubuh kita. usus besar (colon). saluran empedu (traktus biliaris) dan pankreas (Sujono Hadi. Tujuan Penelitian Tujuan nya adalah : 1. kantong empedu dan pankreas. mengkonsumsi nutrien (zat gizi) yang buruk bagi tubuh tiga kali sehari selama puluhan tahun akan menjadi racun yang menyebabkan penyakit dikemudian hari. hati (liver). lambung (gaster). Dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ada sistem yang berperan di dalamnya yaitu sistem pencernaan yang terdiri atas saluran pencernaan dan organ asesoris. Sehingga bisa menyebabkan penyakit / terkena gizi buruk oleh karena itu kita harus memperbanyak nutrisi. Penyakit Gastrointestinal yang termasuk yaitu kelainan penyakit kerongkongan (eshopagus). 2009) B. usus halus (intestinum). Untuk memenuhi . Gastrointestinal ialah suatu kelainan atau penyakit pada jalan makanan/pencernaan. saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai usu halus bagian distal. Sedangkan organ asesoris terdiri dari hati.

Nutrisi adalah substansi organik dan non organik yang ditemukan dalam makanan dan dibutuhkan oleh tubuh agar dapat berfungsi dengan baik (Kozier dalam Mubarak. Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi . Definisi Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh yang bertujuan menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas tubuh (Alimul. 2008). BAB II TINJAUAN PUSTAKA Konsep Gangguan Kebutuhan Dasar 1. 2006).

dan pemeliharaan kesehatan (Wikipedia Indonesia. semakin luas permukaan tubuh maka semakin besar pengeluarn panas. Jenis kelamin Metabolisme basal pada laki laki lebih besar dibandingkan dengan wanita. Obat obataan yang menekan nafsu makan dapat menurunkan asupan zat gizi esensial. Status kesehatan Nafsu makan yang baik adalah tanda tubuh yang sehat e. Alkohol & obat Penggunaan alkohol dan obat yang berlebihan memberi konstribusi pada defisiensi nutrisi karena uang mungkin dibelanjakan untuk alkohol daripada makanan. Etiologi a. c. 2008). Ekonomi Status ekonomi dapat mempengruhi perubahan status gizi karena penyediaan makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit f. d. Tinggi badan dan berat badan Tinggi badan dan berat badan berpengaruh terhadap luas permukaan tubuh. pertumbuhan. 2. Obat obatan juga menghabiskan zat gizi yang tersimpan dan mengurangi absorpsi zat gizi inteostine . normal dari sistem tubuh. sehingga kebutuhn metabolisme basal tubuh juga menjadi besar. Intake nutrisi 1) Kemampuan mendapat dan mengolah makanan 2) Pengetahuan 3) Gangguan penelan / menelan 4) Perasaan tidak nyaman setelah makan 5) Anoreksia 6) Nausea & vomitus 7) Intake kalori & lemak yang berlebihan b.

Gangguan intake makanan c. etiologi dari gangguan kebutuhan nutrisi adalah sebagai berikut : a. Mual/ muntah b. infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe lain. Kesukaran/ pilihan terhadap makanan c. Gaya hidup b. Nafsu makan menurun 3. Menurut Wartonah (2006). Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kalori akibat penyakit infeksi atau kanker e. Radiasi/ kemoterapi d. etiologi dari gangguan kebutuhan nutrisi adalah sebagai berikut : a. Virus dengan serotipe 1. Menurut Lynda Juall (2006). Kesehatan d.2. Patofisiologi dan Pathway . Disfagia karena adanya kelainan persarafan f. Penurunan absorbsi nutrisi akibat penyakit / intoleransi laktosa g. Malnutrisi e.3 dan 4 yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes Aegypti.

infeksi. Abnormalitas saluran gastrointestinal bermacam-macam dan menunjukkan banyak patologi yang dapat mempengaruhi system organ lain : perdarahan. terdapat banyak factor ekstrinsik yang menimbulkan gejala. inflamasi. Selain itu status kesehatan mental. anoreksia/ gangguan motorik usus. inflamasi dan kanker. Manifestasi Klinik . kadang-kadang menimbulkan konstipasi/ diare. factor fisik: seperti kelelahan dan ketidakseimbangan/ perubahan masukan diet yang tiba-tiba dapat mempengaruhi saluran gastrointestinal sehingga menyebabkan perubahan nutrisi ( Smeltzer. 2002) 4. perforasi. obstruksi. traumatic dan neoplastik telah ditemukan pada setiap bagian dan pada setiap sisi sepanjang saluran gastrointestinal. Lesi congenital. Bagian dari penyakit organic di mana saluran gastrointestinal dicurigai. Stress dan ansietas sering menjadi keluhan utama berupa indigesti.

5. Tubuh terasa lemas. Obyektif 1) Tidak tertarik untuk makan 2) Diare 3) Adanya bukti kekurangan makanan 4) Kehilangan rambut yang berlebihan 5) Bising usus hiperaktif 6) Kurangnya minat pada makanan 7) Luka. Komplikasi . BB menurun f. Hipertermi g. Anoreksia b. Gangguan pertumbuhan. Subyektif 1) Kram abdomen 2) Nyeri abdomen dengan atau tanpa penyakit 3) Merasakan ketidakmampuan untuk mengingesti makanan 4) Melaporkan perubahan sensasi rasa 5) Melaporkan kurangnya makanan 6) Merasakan segera kenyang setelah mengingesti makanan b. Muntah e. Manifestasi klinik dari kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh menurut buku saku NOC-NIC antara lain : a. dan pucat c. Mual d. rongga mulut inflamasi Menurut Lynda Juall (2006) manifestasi gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah sebagai berikut : a.

dan gaya hidup yang berlebihan. (Alimul. dan lain-lain. d. nyeri abdomen. Obesitas Obesitas merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari 20% berat badan normal. letargi. pembengkakan badan. obesitas. c. 6. Penyakit jantung koroner Merupakan gangguan nutrisi yangs sering disebabkan oleh adanya peningkatan kolesterol darah dan merokok. Malnutrisi Kekurangan zat makanan (nutrisi) ataupun kelebihan (nutrisi) b. dan kelebihan energy. f. Status nutrisinya adalah melebihi kebutuhan metabolism karena kelebihan asupan kalori dan penurunan dalam pengguanaan kalori. gangguan ini sering dialami karena adanya perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat. natrium. kedinginan. Hipertensi Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yang juga disebabkan oleh berbagai masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab dari adanya obesitas. Saat ini. Anoreksia nervosa Merupakan penurunan berat badan secara mendadak dan berkepanjangan. ditandai dengan adanya konstipasi. e. Kanker Kanker merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh pengonsumsian lemak secara berlebihan. serta asupan kalsium. a. 2006). Pemeriksaan Penunjang .

tidak mampu bekerja 4) Sistem saraf : bingung. paresthesia. konstipasi.5 gr/dl. irama abnormal. kurus 3) Otot : flaksia/lemah. penurunan albumin serum < 3. . Pemeriksaan laboratorium 1) Kadar total limfosit 2) Albumin serum 3) Zat besi 4) Transferin serum 5) Kreatinin 6) Hemoglobin 7) Hematokrit 8) Keseimbangan nitrogen 9) Tes antigen kulit Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan resiko status nutrisi buruk meliputi penurunan hemoglobin dan hematokrit. 2008). tonus berkurng. Pemeriksaan fisik 1) Keadaan fisik : apatis. tekanan darah rendah/tinggi b. diare.Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan nutrisi adalah sebagai berikut : a. rasa terbakar. dan peningkatan/ penurunan kadar kolesterol (Mubarak. flaktuslen. penurunan nilai limfosit. pembesaran liver atau lien 6) Kardiovaskular : denyut nadi lebih dari 10x/menit. tendernes. lesu 2) Berat badan : obesitas. refleks menurun 5) Fungsi gastrointesial : anoreksia.

7. Penatalaksanaan a. b) Pilih porsi sedikit sehingga tidak menurunkan nafsu makan klien yang anoreksik. lemak. Nutrisi enteral juga disebut sebagai nutrisi enteral total (TEN) diberikan apabila klien tidak mampu menelan makanan atau mengalami gangguan pada saluran pencernaan atas dan transport makanan ke usus halus terganggu. diberikan jika saluran gastrointestinal tidak berfungsi karena terdapat gangguan dalam kontinuitas fungsinya atau karena kemampuan penyerapannya terganggu. semuanya ini memberikan semua kalori yang dibutuhkan. . Penatalaksanaan medis 1) Nutrisi enteral Metode pemberian makanan alternative untuk memastikan kecukupan nutrisi meliputi metode enteral (melalui system pencernaan). air. tempat larutan dilarutkan oleh darah klien. Penatalaksanaan keperawatan 1) Menstimulasi nafsu makan a) Berikan makanan yang sudah dikenal yang memang disukai klien yang disesuaikan dengan kondisi klien. juga disebut sebagai nutrisi parenteral total (TPN) atau hiperalimentasi intravena (IVH). (Kozier. Karena larutan TPN bersifat hipertonik larutan hanya dimasukkan ke vena sentral yang beraliran tinggi. dan unsur renik. 2) Nutrisi parenteral Nutrisi parenteral (PN). elektrolit. Makanan parenteral adalah larutan dekstrosa. c) Hindari terapi yang tidak menyenangkan atau tidak nyaman sesaat sebelum atau setelah makan. 2011) b. Nutrisi parenteral diberikan secara intravena seperti melalui kateter vena sentral ke vena kava superior. protein. vitamin. Pemberian makanan lewat enteral diberikan melalui slang nasogastrik dan slang pemberian makan berukuran kecil atau melalui selang gastrostomi atau yeyunostomi.

pada saat klien sedang melakukan aktivitas. penggunaan obat-obat anti koagulan. obat-obat adiktif. f) Kurangi stress psikologi. jenis kelamin. muntah bahkan kejang sampai tidak sadar. (Donna D. agama. riwayat trauma kepala. disamping gejala kelumpuhan separoh badan atau gangguan fungsi otak yang lain (Siti Rochani. pekerjaan. Pengkajian Pengkajian data keperawatan 1) Identitas klien : Meliputi nama. 8. dan tidak dapat berkomunikasi. aspirin. vasodilator. Asuhan Keperawatan Teori a. 4) Riwayat penyakit dahulu : Adanya riwayat hipertensi. pendidikan. diabetes militus. tanggal dan jam MRS. istirahat bila mengalami keletihan. bicara pelo. alamat. Biasanya terjadi nyeri kepala. e) Redakan gejala penyakit yang menekan nafsu makan sebelum waktu makan. 2011). g) Berikan oral hygiene sebelum makan. kontrasepsi oral yang lama. diagnose medis. nomor register. (Jusuf Misbach. mual. set irigasi yang tidak tertutup atau bahkan piring yang sudah dipakai dapat memberikan pengaruh negative pada nafsu makan. . h) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memberikan diet sesuai dengan kondisi ( Kozier. penyakit jantung. anemia. d) Berikan lingkungan rapi dan bersih yang bebas dari penglihatan dan bau yang tidak enak. 2) Keluhan utama : Biasanya didapatkan kelemahan anggota gerak sebelah badan. umur (kebanyakan terjadi pada usia tua). Balutan kotor. 2011) 3) Riwayat penyakit sekarang : Serangan stroke hemoragik seringkali berlangsung sangat mendadak. kegemukan. pispot yang telah dipakai. 2012). suku bangsa.

2011). mudah marah. d) Pola aktivitas dan latihan. Pada pola kognitif biasanya terjadi penurunan memori dan proses . tidak kooperatif. g) Pola persepsi dan konsep diri: Klien merasa tidak berdaya. penggunaan alkohol. f) Pola hubungan dan peran: Adanya perubahan hubungan dan peran karena klien mengalami kesukaran untuk berkomunikasi akibat gangguan bicara. 6) Riwayat psikososial : Stroke memang suatu penyakit yang sangat mahal. b) Pola nutrisi dan metabolisme . tidak ada harapan. 7) Pola-pola fungsi kesehatan : a) Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat. adanya keluhan kesulitan menelan. penggunaan obat kontrasepsi oral. (Hendro Susilo. Biaya untuk pemeriksaan. 2010). c) Pola eliminasi: Biasanya terjadi inkontinensia urine dan pada pola defekasi biasanya terjadi konstipasi akibat penurunan peristaltik usus. Ignativicius. kehilangan sensori atau paralise/ hemiplegi. 5) Riwayat penyakit keluarga : Biasanya ada riwayat keluarga yang menderita hipertensi ataupun diabetes militus. adanya kesukaran untuk beraktivitas karena kelemahan. h) Pola sensori dan kognitif: Pada pola sensori klien mengalami gangguan penglihatan/ kekaburan pandangan. perabaan/ sentuhan menurun pada muka dan ekstremitas yang sakit. nafsu makan menurun. e) Pola tidur dan istirahat biasanya klien mengalami kesukaran untuk istirahat karena kejang otot/nyeri otot. mudah lelah. Biasanya ada riwayat perokok. pengobatan dan perawatan dapat mengacaukan keuangan keluarga sehingga faktor biaya ini dapat mempengaruhi stabilitas emosi dan pikiran klien dan keluarga. mual muntah pada fase akut.

kelemahan/kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh. cyanosis. Di samping itu perlu juga dikaji tanda-tanda dekubitus terutama pada daerah yang menonjol karena klien CVA Bleeding harus bed rest 2-3 minggu. Pemeriksaan kepala dan leher :  Kepala : bentuk normocephalik  Wajah : umumnya tidak simetris yaitu mencong ke salah satu sisi. Kuku : perlu dilihat adanya clubbing finger. Suara bicara : kadang mengalami gangguan yaitu sukar dimengerti. Pemeriksaan fisik 1) Keadaan umum : mengelami penurunan kesadaran. nadi bervariasi. 2012). . kadang tidak bisa bicara/afasia: tanda-tanda vital: TD meningkat. j) Pola penanggulangan stress: Klien biasanya mengalami kesulitan untuk memecahkan masalah karena gangguan proses berpikir dan kesulitan berkomunikasi.  Leher : kaku kuduk jarang terjadi (Satyanegara. anti hipertensi. . k) Pola tata nilai dan kepercayaan: Klien biasanya jarang melakukan ibadah karena tingkah laku yang tidak stabil. antagonis histamin. berpikir. b. 2) Pemeriksaan integumen : . Kulit : jika klien kekurangan O2 kulit akan tampak pucat dan jika kekurangan cairan maka turgor kulit kan jelek. i) Pola reproduksi seksual: Biasanya terjadi penurunan gairah seksual akibat dari beberapa pengobatan stroke. pernafasan tidak teratur akibat penurunan refleks batuk dan . 3) Pemeriksaan dada : Pada pernafasan kadang didapatkan suara nafas terdengar ronchi. seperti obat anti kejang. . wheezing ataupun suara nafas tambahan. Rambut : umumnya tidak ada kelainan.

emboli serebral. 6) Pemeriksaan ekstremitas : Sering didapatkan kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh 7) Pemeriksaan neurologi : . 2011). Pemeriksaan nervus cranialis : Umumnya terdapat gangguan nervus cranialis VII dan XII central. 5) Pemeriksaan inguinal. dan adanya infark. Tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukkan adanya hemoragik subarakhnoid atau perdarahan intra kranial. . genetalia. iskemia. . Pemeriksaan sensorik : Dapat terjadi hemihipestesi. menelan.(Jusuf Misbach. Pemeriksaan refleks : Pada fase akut reflek fisiologis sisi yang lumpuh akan menghilang. 2) CT-scan: memperhatikan adanya edema. . obstruksi arteri atau adanya titik oklusi/ ruptur. Pemeriksaan penunjang Menurut Ariani. Pemeriksaan motorik : Hampir selalu terjadi kelumpuhan/ kelemahan pada salah satu sisi tubuh. . dan TIA (Transient Ischaemia Attack) atau serangan iskemia otak sepintas. 4) Pemeriksaan abdomen : Didapatkan penurunan peristaltik usus akibat bed rest yang lama. 3) Pungsi lumbal: menunjukkan adanya tekanan normal dan biasanya ada thrombosis. dan kadang terdapat kembung. (2012) pemeriksaan diagnostik yang dapat dilakukan pada penyakit stroke adalah 1) Angiografi serebral: membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti perdarahan. Setelah beberapa hari refleks fisiologis akan muncul kembali didahuli dengan refleks patologis. c. hematoma. anus : Kadang terdapat incontinensia atau retensio urine.

kesadaran penuh. parestesia. kerusakan neuromuscular. . spasme pembuluh darah serebral. e. 6) EEG (Electroencephalography): mengidentifikasi penyakit didasarkan pada gelombang otak dan mungkin memperlihatkan daerah lesi yang spesifik. 3) Kerusakan komunikasi verbal dan atau tertulis b.d terputusnya aliran darah: penyakit oklusi. tidak gelisah Kriteria hasil tingkat kesadaran membaik. d. Kadar protein total meningkat pada kasus thrombosis sehubungan dengan adanya proses inflamasi. perdarahan.d keterlibatan neuromuskuler.d kerusakan sirkulasi serebral. Diagnosa keperawatan 1) Perubahan perfusi jaringan serebral b. . kehilangan tonus / kontrol otot fasial / oral. kelemahan. edema serebral. flaksid / paralysis hipotonik. .Pertahankan keadaan tirah baring. paralysis spastis. dan malformasi arteriovena. Tujuan.Letakkan kepala dengan posisi agak ditinggikkan dan dalam posisi anatomis (netral).Pantau tanda-tanda vital terutama tekanan darah. 4) MRI (Magnetic Resonance Imaging): menunjukkan daerah yang mengalami infark. 2) Kerusakan mobilitas fisik b. . Kerusakan perceptual / kognitif. tanda-tanda vital stabil tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial. 7) Sinar X: menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal daerah yang berlawanan dari massa yang meluas. Perencanaan keperawatan 1) Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan oedema serebral. kalsifikasi karotis interna terdapat pada thrombosis serebral. 5) Ultrasonografi Doppler: mengidentifikasi penyakit arteriovena.Berikan obat sesuai indikasi: contohnya antikoagulan (heparin) 2) Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan. Intervensi : . kelemahan/kelelahan umum.Pantau/catat status neurologis secara teratur dengan skala GCS . hemoragik.

terjadi kesalahpahaman bahasa antara klien. latihan resistif.Ubah posisi minimal setiap 2 jam (telentang. Langkah-langkahnya yaitu: 1. Konsultasikan dengan/ rujuk kepada ahli terapi wicara. Daftar tujuan pasien . Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana tujuan keperawatan dapat dicapai dan memberikan umpan balik terhadap keperawatan yang diberikan. a. perawat dan keluarga Intervensi : .Mulailah melakukan latihan rentang gerak aktif dan pasif pada semua ekstremitas . Evaluasi Evaluasi terhadap masalah nutrisi dilakukan dengan menilai masalah keperawatan yang muncul.Minta klien untuk mengikuti perintah sederhana . Ajarkan klien tekhnik berkomunikasi non verbal (bahasa isyarat) . Konsultasikan dengan ahli fisioterapi secara aktif. Evaluasi perkembangan kesehatan pasien dapat dilihat dan hasilnya.Tunjukkan objek dan minta pasien menyebutkan nama benda tersebut . Intervensi : . . Tujuan. 3) Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan kerusakan neuromuskuler. : Dapat melakukan aktivitas secara minimum Kriteria hasil : Mempertahankan posisi yang optimal. dan ambulasi pasien.Kaji kemampuan klien dalam melakukan aktifitas .Kaji tingkat kemampuan klien dalam berkomunikasi . Anjurkan pasien untuk membantu pergerakan dan latihan dengan menggunakan ekstremitas yang tidak sakit. Tujuan : Dapat berkomunikasi sesuai dengan keadaannya. miring) . meningkatkan kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang terkena. mendemonstrasikan perilaku yang memungkinkan aktivitas. Kriteria hasil : Klien dapat mengemukakan bahasa isyarat dengan tepat.

serta apakah perlu dilakukan perubahan intervensi Daftar Pustaka Ahem. 2011. Diskusikan kepada pasien apakah tujuan dapat tercapai/tidak. Sistem Neurobehavior. (2012). Dibandingkan antara tujuan dengan kemampuan pasien 4. A Aziz. Interverensi NIC. 2. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 9 Diagnosa Nanda. Melakukan pengkajian apakah pasien dapat melakukan sesuatu 3. maka perlu dikaji ulang letak kesalahannya. Wilkinson. kemudian catat apa yang ditemukan. Judith M. Nancy R. Ariani. T A. 2006. Jakarta: Penerbit Buku Kedoteran. Jakarta : Salemba Medika. Alimul. Jika tujuan tidak dapat tercapai. Edisi Pertama. Pengantar kebutuhan dasar manusia : aplikasi konsep dan proses keperawatan. dicari jalan keluar yang terbaik. Kriteria Hasil NOC. Salemba Medika Jakarta .

Keterampilan Dan Proses Keperawatan Dasar.Id. Jakarta: Binarupa Aksara Publisher. (2011) STROKE. CV.Aurynvizara. Barbara. Fundamental Keperawatan : Konsep. Lyndon. Penerbit Katahati. Penerjemah Abdul Qadir. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. 2008. Waspada Ancamannya. Buku ajar kebutuhan dasar manusia : teori dan aplikasi dalam praktik. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 Vol 2. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2006. Wartonah. Proses Dan Praktik Edisi 4 Vol 1. Gambaran Faktor-Faktor Risiko Penderita Stroke Di Instalasi Rawat Jalan Rsud Prof. dan praktik edisi 7. Yogyakarta Kozier. A . 2008. Tarwoto. I. 2006. Jakarta : EGC. Kusyati. Jakarta : Salemba Medika .A & Wilson.Ac. (2006). 2015. Catatan Ringkasan Kebutuhan Dasar Manusia. FKM UNDIP. Wahit Iqbal. Disi Pertama. Saputra. Jakarta. Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2015-2017. Jakarta: EGC Rismanto. 2013. ANDI OFFSET .Fkm. Salemba Medika. Eni. NANDA International. proses. Dr. Http://Www. 2006.M.Semarang. Jakarta: EGC Price. Potter & Perry. (2006). KDM dan Proses Keperawatan. Mengenal Dan Memahahi Stroke. 2006. S. Yogyakarta Carpenito Lynda Juall. Semarang Mubarak. (2007). Jakarta: EGC. 2006. Junaidi . Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Persyarafan Sdisi Pertama.Undip. L. Buku ajar fundamental keperawatan : konsep. Jakarta: EGC. Jakarta : EGC Muttaqin. 2010.