MAKALAH GEOGRAFI TENTANG PEMETAAN

DISUSUN OLEH :
NAMA : DANIA ELISYIA
KELAS : XII- IPS 2

000 s/d 1 : 500. apakah sebenarnya peta itu? Peta merupakan alat utama di dalam ilmu geografi. Peta umum dibagi menjadi 3.000 Peta skala kecil berskala 1 : 500. Ditinjau dari jenisnya Ditinjau dari jenisnya. Peta foto ialah peta yang dihasilkan dari muzaik foto udara/ortofoto yang dilengkapi garis kontur. peta dibedakan menjadi dua. yaitu peta foto dan peta garis. Macam-macam Peta 1. selain foto udara dan citra satelit. dan luasan. Digambarkan dengan dalam bentuk garis kontur: garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat dipermukaan bumi yang memiliki ketinggian sama b. Peta dunia : peta umum dengan skala kecil dengan cakupan yang sangat luas 2. Ditinjau dari skalanya Berdasarkan skalanya peta diklasifikasikan menjadi lima yaitu : Peta kadaster berskala 1 : 100 s/d 1 : 5000 Peta skala besar berskala 1 : 5000 s/d 1 : 250. peta geologi.000 s/d 1 : 1. seorang dapat mengamati kenampakan permukaan bumi lebih luas dari batas pandang manusia. peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum.000 Peta umum/PetaIkhtisar adalah peta yang menggambarkan segala Sesutu yang ada di permukaan bumi. B. 2. Peta garis ialah peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam bentuk titik. Kumpulan dari peta peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberi nama “Atlas Ptolomaeus”. nama. Pada awal abad ke 2 (87 M – 150 M).000 Peta skala geografi berskala lebih dari 1 : 1. garis. . Claudius Ptolomaeusmengemukakan mengenai pentingnya peta. dan biasanya berskala sedang. PETA Pernahkah Anda melihat peta? Kalau sudah. Melalui peta. Contoh : Atlas c. peta kepadatan penduduk dll.000 Peta skala sedang berskala 1 : 250. Sedangkan orang ahli membuat peta disebut kartografer. Misal : peta curah hujan. Peta chorografi . Peta khusus/Tematik : peta menggambarkan informasi dengan tema tertentu. dan legenda. Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartografi. sebagai berikut : a.000.000. Peta topografi : peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya.

Sumber dan tahun pembuatan peta 7. . Proyeksi peta Untuk lebih jelasnya mengenai arti dan manfaat dari komponen- komponen peta tersebut. judul peta jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta. Peta geologi. C. Tetapi judul peta dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta. agar peta mudah dibaca. sebelum membaca memperhatikan isi peta. 1. Selain itu. 3. di bagian manakah biasanya judul peta diletakkan? Judul peta memuat isi peta. dll. Judul Peta Pada peta yang pernah Anda lihat. Biasanya. Judul peta 2. Legenda atau keterangan 4. Contoh: – Peta Penyebaran Penduduk Pulau Jawa. Ditinjau dari informasinya Contohnya : Peta kepadatan penduduk. Dari judul peta Anda dapat segera mengetahui data daerah mana yang tergambar dalam peta tersebut. Judul peta hendaknya memuat/mencerminkan informasi yang sesuai dengan isi peta. – Peta Tata Guna Tanah Propinsi Bali. Tanda arah atau orientasi 5. pasti terlebih dahulu judul yang dibacanya. Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. peta penggunaan lahan. silahkan Anda pelajari uraian berikut ini. ditafsirkan dan tidak membingungkan.Peta Khusus/Peta Tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan tertentu di permukaan bumi. – Peta Indonesia. Simbol dan warna 6. Skala peta 3. asalkan tidak mengganggu kenampakkan dari keseluruhan peta. Komponen-komponen/Kelengkapan Peta Peta yang baik biasanya dilengkapi dengan komponen-komponen peta. Adapun komponenkomponen yang harus dipenuhi dalam suatu peta antara lain: 1. Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta.

digunakan skala kecil. Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta. Legenda atau keterangan Legenda pada peta menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat pada peta. misalnya 1 : 5000. Lihat gambar 1. Selatan. Bila ingin menyajikan data yang rinci. Sebaliknya. + + + + + + + : batas negara + • + • + • + • : batas provinsi – • – • – • – • : batas kabupaten : jalan kereta api.000 artinya 1 bagian di peta sama dengan 500. 3. Tanda Arah atau Tanda Orientasi Tanda arah atau tanda orientasi penting artinya pada suatu peta. Skala peta akan dibahas lebih rinci pada modul berikutnya nanti. Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan. Gunanya untuk menunjukkan arah utara. Tanda orientasi .000 jarak yang sebenarnya. Selain itu legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian lain peta. apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara keseluruhan. sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan.1. misalnya skala 1 : 1000. dengan satuan ukuran yang sama. agar tujuan pembuatan peta itu mencapai sasaran. Contoh: skala 1 : 500.000. Skala Peta Skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. maka digunakan skala besar. Timur dan Barat.000 cm (5 km) jarak sebenarnya di permukaan bumi. apabila dipakai satuan cm maka artinya 1 cm jarak di peta sama dengan 500. Legenda itu harus dipahami oleh si pembaca peta.2. : jalan raya/sungai : gunung/gunung api : Ibu kota propinsi : Ibu kota kabupaten : Kota lainnya : danau : rawa : bandar udara : pelabuhan 4.

gunanya agar informasi yang disampaikan tidak membingungkan. Macam-macam simbol peta: 1) Macam-macam simbol peta berdasarkan bentuknya Bentuk-bentuk simbol yang digunakan pada peta berbeda-beda tergantung dari jenis petanya. jalan. digunakan untuk menyatakan isi (volume). ada dua hal yang perlu mendapat perhatian. padang pasir dan sebagainya. sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan dengan tepat. digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional. Uraian berikut ini akan menjelaskan satu demi satu mengenai pengertian simbol dan warna tersebut a. digunakan untuk menyajikan data geografis misalnya sungai. Petunjuk ini diletakkan di bagian mana saja dari peta. titik trianggulasi (titik ketinggian) tempat dari permukaan laut dan sebagainya. Syarat-syarat tersebut adalah: – sederhana – mudah dimengerti – bersifat umum b. yaitu simbol dan warna. makin besarsimbol bola menunjukkan isi (volume) makin besar dan sebaliknyamakin kecil bola berarti isi (volume) makin kecil. asalkan tidak mengganggu kenampakan peta. batas wilayah. f) Simbol lingkaran. Anda juga akan melihat simbol-simbol. Simbol Peta Pada peta. digunakan untuk menyatakan harga/dibandingkan harga lainnya/nilai lainnya. Simbol dan Warna Agar pembuatan peta dapat dilakukan dengan baik. c) Simbol luasan (Area). 5. digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah)dalam bentuk persentase. hutan. g) Simbol bola. a) Simbol titik. digunakan untuk menyatakan alur dan gerak e) Simbol batang. pertambangan. Simbol-simbol dalam peta harus memenuhi syarat. d) Simbol aliran. dan sebagainya. digunakan untuk menunjukkan kenampakan area misalnya rawa. b) Simbol garis. Tanda arah pada peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah Utara. 2) Macam-macam simbol peta berdasarkan sifatnya .perlu dicantumkan pada peta untuk menghindari kekeliruan. seperti simbol kota.

b) Simbol perairan. 5) Untuk dataran rendah (pantai) ketinggian 0 sampai 200 meter daripermukaan laut digunakan warna hijau. simbol peta dibedakan menjadi dua macam yaitu: a) Simbol yang bersifat kualitatif Simbol ini digunakan untuk membedakan persebaran benda yang digambarkan. atau bentuk-bentuk budaya manusia. warna pada peta dapat dibedakan menjadi dua macam. Warna Perhatikan peta yang ada di sekolah Anda. digunakan untuk simbol-simbol permukaan bumi di daratan. Dilihat dari sifatnya. warna apa saja yang ada pada peta tersebut? Peta yang berwarna akan lebih indah dilihat dan kenampakan yang ingin disajikan juga kelihatan lebih jelas. b) Simbol yang bersifat kuantitatif Simbol ini digunakan untuk membedakan atau menyatakan jumlah. 2) Untuk temperatur (suhu) digunakan warna merah atau coklat. meskipun juga untuk membedakan unsurnya. dan kebiasaan umum. sesuai dengan maksud atau tujuan si pembuat peta. . Misalnya untuk menggambarkan daerah penyebaran hutan. 4) Daerah pegunungan tinggi/dataran tinggi (2000 – 3000 meter) digunakan warna coklat tua . Contoh: gunung. Untuk menggambarkan bentuk-bentuk muka bumi di daratan. yaitu: Yang bersifat kualitatif dan yang bersifat kuantitatif. danau digunakan warna biru. penduduk dan lainnya. Contohnya: 1) Untuk laut. digunakan untuk simbol simbol. digunakan untuk simbol-simbol bentuk perairan. Berdasarkan fungsinya simbol peta dapat dibedakan menjadi: a) Simbol daratan. c) Simbol budaya. Sedangkan yang bersifat kuantitatif terutama dimaksudkan untuk menunjukkan jumlah atau nilai gradasinya. 3) Macam macam simbol berdasarkan fungsinya Penggunaan simbol pada peta tergantung fungsinya. Tidak ada peraturan yang baku mengenai penggunaan warna dalam peta. di perairan. Jadi penggunaan warna adalah bebas. c. gunung api. Berdasarkan sifatnya. ada yang menyatakan jumlah dan ada yang hanya membedakan. bentuk hasil budaya. pegunungan. Yang bersifat kualitatif hanya membedakan unsurnya saja. 3) Untuk curah hujan digunakan warna biru atau hijau. jenis tanah.Simbol-simbol yang Anda lihat pada peta.

Sumber dan Tahun Pembuatan Peta Bila Anda membaca peta. Lettering Lettering adalah semua tulisan atau huruf-huruf yang tertera di dalam peta. bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta tersebut benar benar absah (dipercaya/akurat). Inset peta Inset peta menunjukan lokasi daerah yang dipetakan terhadap daerah di sekitarnya yang lebih luas. melalui media simbol. provinsi.6. Mengumpulkan dan menyeleksi data-data dari suatu daerah dan menyajikan di atas peta. Memperlihatkan ukuran (dari peta dapat diukur luas daerah dan jarak- jarak di atas permukaan bumi). Memperlihatkan bentuk (benua. yang biasanya ditulis dengan tipe huruf tertentu. Tujuan pembuatan peta Untuk komunikasi informasi ruang Untuk menyimpan informasi . lembah. 7. 10. perhatikan sumbernya. 8. negara. yang berfungsi untuk mempertegas arti dari symbol-simbol yang ada pada peta. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta Fungsi Menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain di permukaan bumi). Hal ini akan menentukan sejauh mana si pembaca peta dapat mempercayai data/informasi tersebut. 9. Pembaca peta dapat mengetahui bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk digunakan pada masa sekarang atau sudah kadaluarsa karena sudah terlalu lama. Garis tepi Garis tepi biasanya dibuat rangkap. dll). Sumber memberi kepastian kepada pembaca peta. dan bukan data fiktif atau hasil rekaan. Proyeksi peta Proyeksi peta adalah cara pemindahan system parallel/garis lintang dan meridian/garis bujur dan globe/bidang lengkung kebidang datar/peta. perhatikan juga tahun pembuatannya. Selain sumber. yang berfungsi membatasi peta dengan komponen-komponennya di dalam bingkai (garis tepi peta) serta membantu daerah yang dipetakan tepat pada posisi di tengah-tengah. Kegunaan inset adalah untuk menjelaskan salah satu bagian dari peta dan untuk menjukan lokasi yang penting tetapi kurang jelas dalam peta. gunung.

dll. Untuk analisis data spatial. misal: desain tata ruang wilayah. mencari dan mengklarifikasikan (menggolongkan) data sesuai dengan kebutuhan. Contoh: Sungai ditulis Ci (Jawa Barat). Kreung (Aceh). Yang dimaksud pembuatan peta dalam modul ini bukan dalam pengertian pemetaan wilayah. misal: perhitungan volume. Membuat Peta Dalam pembuatan peta. macammacam simbol peta dan penggunaannya. D. navigasi. 1. Tata Cara Penulisan pada Peta Untuk membuat tulisan (lettering) pada peta ada kesepakatan di antara para ahli (kartografer) yaitu sebagai berikut: Nama geografis ditulis dengan bahasa dan istilah yang digunakan penduduk setempat. membuat peta dasar (base map) yaitu peta yang belum diberi simbol. membuat legenda (keterangan). membuat simbol-simbol yang mewakili data. Langkah-langkah prinsip pokok dalam pembuatan peta adalah: menentukan daerah yang akan Anda petakan. Memperbesar dan memperkecil Peta Setelah Anda memahami langkah-langkah dalam membuat peta. b.Untuk membantu pekerjaan: konstruksi jalan. Nama jalan di tulis harus searah dengan aras jalan tersebut. dll. Nama kota ditulis dengan 4 cara yaitu: di bawah simbol kota di atas simbol kota di sebelah kanan simbol kota di sebelah kiri simbol kota C. Nama sungai ditulis searah dengan aliran sungai dan menggunakan huruf miring. . evaluasi lahan. Untuk membantu dalam suatu desain. ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan. perencanaan. 2. sekarang kita pelajari bagaimana cara memperbesar dan memperkecil peta. dan ditulis dengan huruf cetak kecil. Cara Membuat dan Membaca Peta a. Air (Sumatera Utara). dan melengkapi peta dengan tulisan (lettering) secara baik dan benar. media pembelajaran. jalan. menempatkan simbol pada peta dasar.

Pantograf dapat dipakai untuk memperbesar atau memperkecil skala peta. Contoh: Peta berskala 1 : 100.000 akan diperbesar 2 kali. Memperkecil Peta Bila Anda ingin memperkecil peta.000 menjadi Artinya. jarak 10 cm di peta mewakili jarak 5 km di lapangan. Dengan menggunakan alat ini kita dapat mengubah ukuran peta sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Bila Anda ingin memperbesar peta gunakanlah mesin fotocopy yang dapat memperbesar peta. Tiga dari empat sisi jajaranb genjang (a. Pantograf adalah alat untuk memperbesar dan memperkecil peta. maka skala menjadi 1 : 50. c) Memindahkan garis peta sesuai dengan peta dasar ke peta baru. 3) Menggunakan alat pantograf Selain dengan memperbesar grid dan memfotocopy untuk memperbesar peta Anda dapat menggunakan alat pantograf. caranya sama dengan memperbesar peta yaitu: 1) memperkecil peta 2) memfotocopy peta dengan mesin fotocopy yang dapat memperkecil peta 3) menggunakan pantograf Di bawah ini disajikan gambar sketsa dari pantograph Sketsa alat pantograf. untuk peta yang menggunakan skala garis atau skala tongkat tidak ada masalah.21) Gambar 1. b) Buat grid yang lebih besar pada kertas yang akan digunakan untuk menggambar peta baru.a. Contoh: Mengubah skala angka ke skala garis Skala 1 : 100.21. 2) Fotocopy Cara lain memperbesar peta adalah dengan cara fotocopy peta tersebut. (Lihat gambar 1. Memperbesar Peta Untuk memperbesar peta yang bisa Anda lakukan yaitu. sesuai dengan rencana pembesaran. b dan c) mempunyai skala faktor yang sama. d) Mengubah skala. karena panjang garis atau tongkat mengikuti perubahan. Dengan fotocopy. Skala . Peta dengan skala angka harus diubah dulu skalanya menjadi skala garis sebelum di fotocopy. kerja pantograh berdasarkan jajaran genjang. Cara memperbesar peta dengan memperbesar grid. pembesarannya sesuai dengan rencana pembesaran. b.000. Pada dasarnya. 1) Memperbesar grid (sistem kotak-kotak) Langkah-langkah yang harus Anda lakukan adalah: a) Buat grid pada peta yang akan diperbesar.

Kenampakan alam ini dapat diketahui melalui simbol-simbol peta dan keterangan peta. melalui judul. Kemiringan lereng. lembah/sungai. Sumber daya alam.pada ketiga sisi tersebut dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. antara lain sebagai berikut: Peta yang banyak gunung/pegunungan dan lembah/sungai. melalui titik trianggulasi (ketinggian) atau melalui garis kontur. Selanjutnya kita dapat menafsirkan peta yang kita baca. Ada beberapa hal perlu ketahui dalam membaca peta antara lain: Isi peta dan tempat yang digambarkan. Kenampakkan alam. maka Anda akan memiliki gambaran mengenai keadaan wilayah yang ada dalam peta. Rumus yang digunakan: Contoh: Suatu peta akan diperbesar 5 kali lipat. . melalui skala peta. Alur-alur yang lurus. walaupun belum pernah melihat atau mengenal medan (muka bumi) yang bersangkutan secara langsung. yaitu memperbesar atau memperkecil peta. Kemudian (dijiplak) gerakkan B mengikuti peta asal. jika alur sungai berbelok-belok (berbentuk meander). Diketahui : m = 1 (besar peta yang asli) M = 5 (besar peta yang akan dibuat) Maka skala faktor = Setelah didapat besarnya skala faktor. menunjukkan bahwa daerah itu tinggi dan miring. melalui letak garis lintang dan garis bujur. melalui keterangan (legenda). menunjukkan bahwa daerah itu berelief kasar. Membaca Peta Dalam membaca peta. jaringan lalu lintas. menunjukkan daerah itu relatif datar. melalui garis kontur dan jarak antara garis kontur yang berdekatan. Caranya: Peta yang akan diperbesar letakkan ditempat B dan kertas gambar kosong letakkan di tempat gambar A yang sudah dilengkapi pensil. Arah. melalui kaca pengamat. misalnya relief. persebaran kota. melalui petunjuk arah (orientasi). pegunungan/gunung. Ketinggian tempat. lalu pantograf diatur sedemikian rupa sehingga masing-masing lengan pantograf mempunyai skala factor sama dengan 100. Jarak atau luas suatu tempat di lapangan. Kalau Anda dapat membaca peta dengan baik dan benar. Anda harus memahami dengan baik semua simbol atau informasi yang ada pada peta. c. Lokasi daerah.

misalnya mata pencaharian. Dengan membaca peta Anda akan dapat mengetahui: Jarak lurus antar kota. menunjukkan daerah itu kering (sulit air) tetapi di tempat-tempat tertentu terdapat sumber-sumber air. Secara inderaja akan menghasilkan peta tematik. Artinya bahwa pemetaan dapat dibuat di laboratorium/ studio atau di lapangan. caranya 1. Keadaan sosial budaya penduduk. citra penginderaan jauh). citra satelit Ikonos. maka sebelumnya kita perlu menyiapkan peta dasar. misalnya suatu daerah sulit dilalui kendaraan karena daerahnya berawa-rawa. 2. Untuk memperoleh peta dasar tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara. Keadaan penduduk suatu wilayah. Kenampakan-kenampakan obyek fisik. Secara fotogrametri akan menghasilkan peta dasar. . Dalam era kemajuan teknologi informasi (TI) proses pembuatan peta telah terbantu. gambaran muka bumi yang akan dipetakan akan dapat memberikan data dan informasi yang terkini. Keadaan alam suatu wilayah. misalnya kepadatan dan persebarannya. sekarang sudah banyak yang beralih menggunakan citra penginderaan jauh. dan citra satelit Quickbird. yaitu: ü peta dasar dari pengukuran sendiri di lapangan/lokasi yang akan dipetakan ‫?ﻟ‬ ( survey terristris). citra satelit Landsat. Pemanfaatan peta dasar yang dahulu banyak bersumber dari peta rupabumi. Pembuatan Peta Dasar Untuk Peta Apabila kita ingin membuat peta tematik. citra foto udara. Peta dasar merupakan peta kerangka letak/lokasi yang nanti akan dilengkapi atau diisi dengan data-data sesuai dengan isi/tema peta yang akan digambar. Dengan menggunakan citra penginderaan jauh. sehingga untuk melakukan pemetaan suatu wilayah dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Citra penginderaan jauh yang banyak digunakan sebagai sumber peta dasar adalah. Dengan demikian kerangka letak (sebagai peta dasar) mudah dilacak atau ditelusuri lewat citra tersebut (lihat gambar 12.Pola (bentuk) pemukiman penduduk yang memusat dan melingkar. 1. LANGKAH-LANGKAH PEMETAAN Pemetaan adalah kegiatan pemrosesan data survai sampai menyajikannya menjadi geo-informasi. persebaran sarana kota dan persebaran permukiman. sosial dan budaya beserta batas-batas administratif maupun batas geografis akan tampak. citra satelit Spot. Keadaan topografi (relief) suatu wilayah.

dan utara meridian. tetapi juga dapat diambil salah satu dari padanya. Hal-hal yang penting dalam merancang simbol peta tematik. Utara geografis (true north/TN/US) adalah utara yang melalui kutub utara dan kutub selatan bumi. Perlu diketahui bahwa peta adalah suatu media komunikasi grafis. besaran/ukuran simbol. Utara magnitis (magnetic north/MN/UM) adalah utara yang melalui kutub magnit bumi. tidak selamanya peta berorientasi utara (utara di sebelah atas). simbol merupakan informasi pokok. Merancang Simbol Peta Tematik Setelah kerangka letak/lokasi tersedia. maka langkah selanjutnya adalah melakukan perancangan simbol-simbol yang akan digunakan untuk penggambaran peta tematik. antara lain: menentukan jenis simbol.berbeda bisa melalui bantuan pantograf Jika mempunyai sarana komputer yang dilengkapi software (perangkat lunak) program berbasis peta. Penetuan Arah / orientasi peta Perlu kita ketahui bahwa orientasi atau penunjukkan arah pada peta. atau timur. Sedangkan Utara Meridian (Grid North/Meridian North/GN/UTM) adalah utara yang sejajar dengan meridian sentral dan tegak lurus standar paralel setempat. Kadang ada pula peta berorientasi selatan. Dalam implementasinya di dalam pembuatan peta kita dapat menggunakan ketiga-tiganya (Peta RBI). utara magnitis. Simbol peta tematik lebih sederhana dan dibolehkan untuk merancang simbol sendiri sepanjang simbol tersebut memiliki relevansi dengan unsur atau obyek yang digambarkan. Bahkan untuk peta tematik. Sedangkan symbol untuk peta umum (RBI . jumlah simbol dan posisi simbol akan diletakkan. Selain itu pula perlu diperhatikan bahwa utara yang dipakai dalam peta ada tiga arah utara yaitu: utara geografis. sesuai dengan kepentingannya. barat. Contoh arah dalam Peta RBI Tegal Lembar 1309-314 3. Sebab jika suatu tempat satu sudah diketahui arahnya. terang. . dengan demikian informasi yang ditampilkan dalam peta berupa simbol-simbol. Selain itu simbol hendaknya kecil. Dalam pemetaan tematik penggambaran simbolnya tidaklah seketat pada simbol peta-peta umum atau peta Rupabumi (RBI). Simbol yang baik adalah yang mudah dikenal sekalipun tanpa menggunakan suatu keterangan/legenda. karena untuk menunjukkan tema suatu peta. maka langsung dapat dilakukan dijitasi pada obyek di layar monitor (digitasi on screen) atau dengan meja digitizer. 2. maka arah yang lain dapat diketahui pula. dan mudah digambar. warna simbol.

Unsur-unsur tersebut sedapat mungkin ditempatkan pada komposisi yang seimbang (balance) dalam tata letak informasi tepi. Ia dapat dalam bentuk ketinggian yang diukur sepanjang jaringan lalu lintas. sumber data. suatu negara atau dapat pula kawasan hutan. daerah aliran sungai. mudah dibaca dan ditafsirkan. Selain itu ukuran huruf (text). Pada umumnya peta tematik meng-gambarkan daerah yang berbentuk pulau. Telah kita ketahui bersama bahwa peta merupakan citra geospasial yang dapat mempengaruhi konsepsi orang tentang ruang Pengaruh peta ini sebagian karena adanya kesepakatan konvensi dan sebagian lain karena adanya karakteristik umum grafik yang digunakan. hutan dengan hijau tua. inset peta. dan informasi. garis. kecama-tan.atau Topografi) sudah ada pembakuan secara khusus (seragam berdasarkan konvensi asosiasi kartografi Internasional). Hal itu dimaksudkan agar peta benar-benar komunikatif. . tipe huruf (style) perlu dipertimbangkan besar-kecilnya. desa. dengan tetap berpedoman pada prinsip keseim- bangan. Daerah atau wilayah tersebut memiliki variasi bentuk kerangka letak yang berma- cam-macam. atau warna merah jambu. wilayah dan volume obyek. jumlah penduduk yang tinggal di daerah tersebut. daerah permukiman dan perkotaan disimbolkan dengan warna merah.informasi lain. Tata letak /layout Peta Tematik Merancang tata letak peta merupakan tahapan kerja yang penting diperhatikan bagi setiap orang yang akan menggambar peta. Konvensi memegang peranan penting terutama dalam pemetaan topografis. Adapun unsur-unsur peta yang perlu ditata posisinya adalah: judul peta. keterangan/legenda. atau volume sebuah bukit dalam ribuan meter kubik. Sebagian besar symbol yang digunakan dalam peta RBI atau topografi telah diwariskan kepada kita semenjak abad 18. kabupaten. Oleh karena itu penyu sunan tataletak informasi tepi peta harus menyesesuaikan. koodinat lintang dan bujur. Data yang harus divisualisasikan akan selalu mengacu kepada obyek atau fenomena nyata. abu-abu. dan lain-lain. Dalam kartografi kita menggunakan simbol titik (dot). propinsi. Di antara konvensi tersebut adalah bahwa perairan digambarkan dengan warna biru. sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna peta. skala peta. symbol garis (dash) dan simbol bidang (patches) untuk mempresentasikan lokasi dan atribut-atribut data titik.

Cara grafis. Membandingkan dengan peta lain yang daerahnya sama dan tercantum skalanya. 1 : 1000. 1 inch to seven miles Mencari Skala dari suatu peta yang skalanya tidak tercantum atau tidak diketahui Ada beberapa cara untuk mencari skala suatu peta yang tidak diketahui skalanya. 2. Untuk memudahkan perhitungan dapat digunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: P2 = Penyebut skala yang akan dicari d1 P1 = Penyebut skala yang diketahui P2 = ———– x P1 skalanya d2 d1 = Jarak pada peta yang sudah diketahui skalanya d2 = jarak pada peta yang dicari skalanya 1.000 1. Dengan cara menghitung kontur interval khususnya pada peta rupabumi Indonesia . dan lain-lain.56 km (111 km) Jarak 1º di peta diukur dengan penggaris 1.100. seperti gambar di bawah ini 0 1 2 3 4 5 Km !_____!_____!_____!_____!_____! 0 1 2 3 4 5 Cm 1.000. misalnya: 1 : 5000.000 cm) Atau skala 1 : 7. Dengan cara menghitung jarak dua buah garis lintang (paralel) Contoh: Jarak lengkung 1º paralel di permukaan bumi 110. 1 : 10.Beberapa Cara Menyatakan Skala Peta Secara umum skala peta dapat dinyatakan dalam dua cara.400.000 cm = 1/50.000 1.5 cm : 111 km (11.000 atau skala 1 : 50. Membandingkan suatu jarak horizontal di lapangan dan jarak yang mewakilinya pada peta. Cara verbal : 1 cm per 10 km. Cara numerik atau angka.5 cm Jadi skala peta tersebut adalah: 1. Contoh: Jarak Titik A – B dalam peta = 10 cm Jarak titik A – B diukur di lapangan = 5 km (500000 cm) Jadi skala petanya adalah: 10 cm Skala peta = ————— 500. yaitu: 1. 1.000.

000 atau 1 : 50.000 . dengan demikian dapat dihitung skala petanya adalah: Ci = 1/2000 x Penyebut skala 25 = 1/2000 = 25 x 2000 = 50.Contoh: 75 100 125 Peta tersebut di atas memiliki interval kontur 25 m.