Dari karakteristik limbah cair industri perlu di pahami benar demikian juga

penyebarannya. Lalu dengan hasil prakiraan besar dampak, setiap dampak dicoba untuk
dikaitkan dengan faktor-faktor tersebut diatas dalam menentukan signifikansinya.
Tentunya masih banyak kesulitan yang dihadapi namun apa yang dicantumkan dalam
tabel sekedar tuntunan dalam menilai tingkat pentingnya dampak. Faktor-faktor yang
bersifat subyektif tetap masih akan muncul dalam proses evaluasi ini.

Penentuan Dampak Penting Berdasarkan Karakteristik Limbah

Berikut ini diberikan beberapa contoh penelusuran dampak penting perairan dengan
menggunakan faktor dampak, karakteristik limbah cair dan perilaku perairan.

1. Dampak penting berdasarkan jumlah manusia yang akan terkena dampak. Hal ini
mudah dimengerti karena bobot dampak penting atau tidak penting diukur dari
kepentingan manusia. Apabila limbah yang jatuh keperairan, airnya tercemar
sehingga air tersebut tidak dapat memenuhi fungsi sesuai peruntukannya sehingga
banyak orang yang akan sakit akibat menggunakan air tersebut, tentunya dampaknya
menjadi negatif penting.
Misalnya limbah industri yang mengandung logam berat jatuh keperairan, apabila
banyak orang menggunakan air yang mengandung logam berat yang berbahaya bagi
kesehatannya, tentu saja terjadi dampak negatif penting.

2. Dampak penting berdasarkan luas wilayah pesebaran dampak. Pemahaman tentang
karakteristik limbah penting sekali. Walaupun parameter air dalam limbah cukup
berbahaya, tetapi apabila limbahnya tidak stabil, walaupun daerah pesebaran sudah
berubah. Misalnya nitrit (NO2) yang jatuh keperairan, merupakan parameter air yang
berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun nitrit dalam air berubah dengan cepat
menjadi nitrat (NO3) yang tidak begitu berbahaya terhadap kesehatan bila
dibandingkan dengan nitrit. Untuk bahan berbahaya yang relatif stabil apabila dapat
tersebar luas, berarti akan banyak manusia yang terkena dampak, maka dampaknya
menjadi penting.
Berdasarkan pengalaman penulis dalam melakukan studi penanggulangan
pembuangan limbah cair dari kegiatan produksi Crude Oil Pertamina Prabumulih
Propinsi Sumatera Selatan keperairan sungai Kelekar, limbah yang jatuh keperairan
ada yang mengandung senyawa selain bersifat racun dan berbahaya bagi biota
perairan, selain bersifat racun senyawa agak stabil yaitu Phenol. Dari hasil
pengukuran effluent kemudian diukur pula pada perairan sungai Kelekar, senyawa
Phenol tersebut selalu ada. Pada setiap stasiun pengamatan yang jaraknya sekitar 20
km antar stasiun sampai pada stasiun pengamatan terakhir yang jaraknya 100 km dari
tempat pembuangan limbah Phenol tetap ada. Jadi adanya Phenol yang jatuh
keperairan menyebabkan terjadinya dampak penting.

3. Dampak penting ditentukan pada lamanya dampak berlangsung. Pada pembicaraan
tentang defisit oksigen terlarut telah dijelaskan. Apabila kadar oksigen terlarut dalam
air sangat rendah dan berlangsung lama, kejadian ini dapat membunuh ikan
diperairan. Jadi apabila defisit oksigen berlangsung sebentar, hal ini tidak

sehingga dampaknya kurang penting. bagaimana melihat intensitas dampaknya? Intensitas sangat ringan. atau hanya sedikit komponen lingkungan yang kena dampak. Intensitas dampak ini dilihat dari daya toleransi populasi dalam perairan yang terpengaruh. maka dampak berupa defisit . dampaknya menjadi lebih penting. apabila daya toleransi kena dampak tetap tinggi. daya toleransi yang kena dampak menurun dengan nyata. tentu terjadi dampak yang termasuk dampak penting. Apabila banyak limbah dibuang. Secara sederhana dapat kita katakan dampak satu arah (irreversible) dan dampak dua arah (reversible). pada suatu perairan yang banyak mengandung limbah organik. yaitu penurunan populasi ikan dan selanjutnya terjadi pula dampak pada komponen sosial. apabila jumlah limbahnya besar. Kalau ada perubahan parameter air. Kalau dampak yang terjadi segera terhapus oleh dampak yang lain. tentu saja dampak yang terjadi menjadi kurang penting. yaitu arah terjadi dan tidak terjadinya dampak. berarti dampaknya menjadi sangat penting. 4. Adanya limbah yang jatuh ke perairan yang menyebabkan dampak pada perairan saja dan tidak berlangsung lama. 6. Kita diminta betul-betul memahami apa itu dampak sebelum kita mempelajari sifatnya yang reversible dan irreversible. berpengaruh terhadap kehidupan biota perairan. belum sempat mematikan banyak ikan diperairan dampak yang terjadi dampak kurang penting. 7. akan menyebabkan dampak pada komponen biotik. yaitu dampak yang dapat dinetralisir oleh dampak lain sehingga dampak yang semula terjadi akan terhapus. maka dampaknya menjadi sangat penting. Dari dampak yang terjadi pada komponen fisik yaitu perairan. 5. yaitu menurunnya penghasilan nelayan. penghasilan nelayan secara drastis menurun. Penentuan dampak penting berdasarkan intensitas dampak. populasi biota perairan yang terpengaruh tidak ada. Penentuan dampak penting dari sifat dampak berbalik (reversible) dan tidak berbalik (irreversible). intensitas dampak menjadi besar. Penentuan dampak penting dari sifat komulatif dampak. akibatnya defisit oksigen berlangsung lama. Pengurangan populasi ikan dapat berpengaruh pada pendapatan nelayan. Mungkin juga sebagai akibat limbah yang jatuh keperairan menyebabkan menurunnya populasi ikan diperairan atau hilangnya hewan langka di perairan tersebut. tidak menyebabkan dampak pada komponen lingkungan yang lain. Kalau dampak komulatif tadi dalam waktu yang sangat singkat intensitasnya naik. Menentukan dampak penting dari banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak. Komponen yang kena dampak sangat banyak. Perhatikan uraian berikut. Populasi biota perairan akan terpengaruh 50 sampai 70%. maka dampak yang terjadi adalah kurang penting. Dampak komulatif apabila bersifat antagonis. misalnya terjadi penurunan pH. Kalau defisit oksigen menyebabkan DO sangat rendah tetapi hanya sebentar. Berikut ini diberikan beberapa contoh. Mungkin juga karena pHnya rendah sekali.

Dampak defisit oksigen terlarut dalam air. 11 Th. maka menjadi dampak penting. b. Contoh dampak irreversible lainnya. Dampak reversible ini kurang penting. terjadi defisit. Spesies yang sudah punah tidak dapat muncul kembali walaupun pembuangan limbah cair yang mengandung B3 yang berbahaya dihentikan. Mengelola serta mengembangkan kemanfaatan air atau sumber daya air. maupun budaya. merupakan dampak reversible (berbalik). sosial. tetapi apabila pembuangan limbah organiknya diperkecil atau dihentikan. Berdasarkan konsideran UU RI No. misalnya akibat pembangunan industri terjadi dampak irreversible berupa dampak penggusuran penduduk. Dampak irreversible menjadi sangat penting apabila intensitasnya tinggi dan terjadi efek majemuk terhadap komponen lingkungan lainnya. Jadi pembahasan lebih dititik beratkan pada aspek kuantitatif. Sebaliknya apabila pembuangan limbah. dampak kenaikan kepadatan penduduk dan dampak penurunan hasil pertanian. tetapi sebagai imbalan jasa atas pengelolaan dan pengaturan pendayagunaan air tersebut. PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian ini berisi uraian sekedar untuk menambah wawasan kita tentang air di tinjau dari segi sumber daya. Dampak irreversible ini akan menjadi lebih penting bila intensitasnya tinggi tetapi efeknya terhadap komponen lain belumlah merupakan efek majemuk. Dampak lingkungan irreversible dengan intensitas agak sukar dikendalikan. Dengan demikian: a. baik dibidang ekonomi. Menyusun. oksigen terlarutnya besar pula. mengesahkan. maka dampaknya cukup penting. termasuk kekayaan alam yang terkandung didalamnya adalah karunia Tuhan YME yang mempunyai manfaat serba guna dan dibutuhkan oleh manusia sepanjang masa. Air beserta sumber-sumbernya. misalnya limbah mengandung B3 yang sifat toksisitasnya tinggi. Dari contoh singkat tersebut sudah jelas dari segi prakiraan dampak singkat tersebut sudah jelas dari segi prakiraan dampak penting. Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah akan memberikan wewenang pada pemerintah untuk mengatur air dan sumber-sumber air sebagai berikut: a. Apabila ada pembayaran harga air. dampak irreversible lebih penting dari dampak reversible. dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat secara adil dan merata. 1974 secara hukum tidak seorangpun mempunyai hak milik atas air. dan atau memberi izin berdasarkan perencanaan teknis tata . Apabila dampak reversible memiliki intensitas dampak tetapi intensitasnya terkendali. dapat menyebabkan kepunahan spesies perairan ini merupakan dampak irreversible. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. bukanlah berarti air tersebut dijual. Azaz Pengelolaan Sumber Daya Air Pasal 33 ayat 3 Undang-undang dasar 1945 menyebutkan bahwa bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. b.

dengan banjir dalam pengertian hidrologi. Pengendalian banjir Banjir dapat terjadi oleh berbagai sebab. pengawasan. pengendalian kualitas air. oleh karena aktivitas manusia. misalnya dalam pembuatan tanggul. Usaha-usaha pengendalian yang biasa dilakukan adalah dengan cara meningkatkan kapasitas aliran sungai. air untuk pembangkit tenaga listrik dan lain sebagainya. pengelolaan sumber daya air sangat erat kaitannya dengan pengairan.11/1974. reklamasi daerah rawa. dan atau memberi izin penguasaan air dan atau sumber- sumber air. baik hewan yang masih alami maupun yang sudah dibudidayakan oleh manusia. oleh karena penurunan kondisi sungai sendiri. membuat bendungan. merupakan usaha yang tertua dari cara . penggunaan. pengerukan dasar sungai. dan atau sumber-sumber air. a. pemulihan. pengendalian. d. penataan. dan atau memberi izin peruntukkan. Dalam hal ini menurut Undang-Undang RI No. mengesahkan. e. penyediaan air. Pengairan yang dimaksud dalam Undang-Undang tersebut diatas mempunyai arti yang sangat luas dan meliputi berbagai bidang. penyediaan air. sehingga tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Mengatur. Azaz pengelolaan sumber daya air haruslah sejalan dengan azaz pengelolaan lingkungan pada umumnya. (Putra Duarsa. dan lain lain. yang dapat merugikan penggunaan serta lingkungannya. Sedangkan banjir dalam pengertian hidrologi adalah daerah yang disebut “flood plain”. Ruang Lingkup Pengelolaan Sumber Daya Air Beberapa butir penting dalam ruang lingkup pengelolaan. Melakukan pencegahan terhadap terjadinya pengotoran air. mengesahkan. membuat saluran banjir. 11 Tahun 1974 tentang perairan antara lain disebutkan. Pasal 13 UU RI No. termasuk kekayaan alam bukan hewani yang terkandung di dalamnya. atau oleh karena proses alami. drainase. air untuk industri.1985) 1. pemeliharaan. Pengertian banjir dibedakan antara banjir dalam pengertian sehari-hari. Melakukan pengamanan dan perlindungan terhadap bangunan pengairan. Menentukan dan mengatur perbuatan hukum antara orang dan atau badan hukum dalam persoalan air dan atau sumber-sumber air. pertanian. dan geomorfologi. b. Irigasi Pemanfaatan air untuk irigasi. air c. pengaturan dan pengendalian banjir. dan pengembangannya. Mengatur. dapat dikemukaan sebagai berikut. 2. yaitu bidang irigasi. Banjir yang dimaksud dalam pengertian sehari-hari oleh orang awam dikaitkan dengan wilayah yang terkena luapan sungai. yaitu upaya terpadu dalam pemanfaatan. yaitu disebutkan bahwa pengairan merupakan bidang pembinaan atas air dan sumber-sumber air.

Kegiatan yang menyebabkan air tanah mengalami dampak secara kuantitatif. sering kali digabungkan dengan tujuan yang lain. oleh sebab itu perlu diupayakan dengan manfaat yang lain. yang pada umumnya tidak memenuhi persyaratan dari segi kesehatan. karena eksploitasi pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA) masih dianggap sangat murah dibandingkan dengan pembangkit tenaga listrik yang lain. Pengelolaan daerah aliran sungai Daerah aliran sungai (DAS) merupakan ekosistem yang mempengaruhi keadaan sungai. Bangunan yang diperlukan untuk maksud tersebut adalah bendungan air. tempat rekreasi dan untuk pariwisata. Pembangunan irigasi tidak lain adalah usaha untuk meningkatkan keandalan penyediaan air untuk keperluan pertanian. tahap implementasi. Dapat dibedakan air tanah dengan air tanah confine aquifer (tertekan dalam tanah). menggunakan air baku sebagai air kebutuhan domestik. Tahap Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Air Pengelolaan dan pengembangan sumber daya air meliputi tahap perencanaan. pembangkit listrik. Pembangunan bendungan. sehingga bendungan tersebut merupakan bendungan serba guna. baik dari segi pengaturan air hujan yang jatuh kedalam DAS maupun dari segi timbulnya erosi serta terjadinya sedimentasi di sungai dan bendungan. . dan tahap pengelolaan. dan biologi. 5. terutama pada musim kekurangan air. Air tanah dangkal tergantung pada peresapan setempat atau peresapan lokal. 6. pemanfaatan air dan sumber-sumber air. Pengembangan air tanah Kesediaan air dalam tanah tergantung sekali pada peresapan air kedalam tanah. mulai saluran induk sampai dengan saluran-saluran tersier. 3. Oleh sebab itu air sungai biasanya sebagai bahan baku dari air yang akan dikelola. Air untuk keperluan domestik Air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hendaklah air yang memenuhi persyaratan fisik. pintu-pintu pembagi. Pembangkit tenaga listrik Pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga air dapat memberikan keuntungan yang besar. Tahap perencanaan meliputi:  Inventarisasi data tentang potensi sumber daya air yang ada dan keadaan sumber daya alam lainnya yang mempengaruhi sumber daya air tersebut. Penggunaan air dari bendungan yang hanya untuk kepentingan pembangkit tenaga listrik kurang selaras dengan tujuan pengelolaan sumber daya air. kimia. saluran-saluran air. Masih banyak penduduk terutama yang tinggal dipedesaan ditepi sungai. bahkan dapat mengakibatkan kosongnya air tanah. seperti misalnya. a. sedangkan air tanah pada confine aquifer tergantung pada peresapan dan kondisi didaerah penadahan (recharge area). adalah pemompaan air tanah yang berlebih-lebihan yang menyebabkan menurunnya permukaan air. 4. yang mengakibatkan terganggunya daya dukung tanah didaerah yang bersangkutan. disamping untuk keperluan domestik yaitu keperluan rumah tangga.  Identifikasi atas kemungkinan pemanfaatan serta pendayagunaan sumber air serta usaha-usaha yang diperlukan untuk menjaga dan mengamankan usaha. untuk mengendalikan banjir.

belum menjamin penggunaan air secara ekonomis. Pertambahan penduduk membutuhkan banyak lahan untuk pemukiman. karena merusak estetika lingkungan. Irian Jaya. Untuk pulau-pulau seperti Kalimantan.  Melakukan persiapan persiapan teknis. Bali.  Menetapkan anggaran dan sarana penunjang untuk pengelolaan. Masalah air Masalah air di Indonesia dapat dibagi menjadi 2 (dua) (Emil Salim. terutama pimpinan organisasi dan tenaga inti yang dianggap mampu untuk memimpin penyelenggaraan proyek pengembangan sumber-sumber air.  Menetapkan organisasi yang akan bertugas dan bertanggung jawab untuk pelaksanaan proyek. Teknologi dibidang pertanian yang ada pada saat ini memberatkan pada kultur persawahan.  Identifikasi terhadap kebutuhan untuk peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. tetapi juga memberikan pada kita pemandangan yang kurang enak. Penurunan mutu kualitas air. kekeruhan air pada musim kemarau. menurunnya mutu air. Makin berkurangnya persediaan air dibandingkan dengan kebutuhan atas sumber daya tersebut. b. Banjir pada musim hujan.  Pemanfaatan tersebut. hal ini mengakibatkan menurunnya kemampuan lahan penyerap dan penahan air pada musim hujan. Tahap pengelolaan  Menetapkan organisasi yang akan melaksanakan operasi dan perawatan.  Melaksanakan proyek. masalah ini belum begitu gawat. diperkirakan pada suatu saat akan kritis. Aspek kualitatif. Aspek kuantitatif. b. dan Nusa Tenggara sudah kritis. a.  Program pengaturan secara bertahap dengan cara mengatur waktu dan yang paling menguntungkan dari keterbatasan dan kendala yang ada. Tahap implementasi Dimulai dengan penyusunan program-program yang meliputi.  Pengaturan personalia. seperti sampah yang kadang-kadang tidak saja mengotori perairan. Bertambahnya pertumbuhan penduduk ini menyebabkan pula meningkatnya limbah domestik. Neraca Air 1. Bali. Pada saat ini Jawa.  Melaksanakan kegiatan pengelolaan.1983) yaitu. Pertumbuhan penduduk di Jawa yang demikian pesatnya yang mengakibatkan meningkatkan kebutuhan akan air untuk keperluan rumah tangga. Kebutuhan Air . agar sumber air tetap berfungsi. Madura. Dari angka tersebut diatas dapatlah kita hitung berapa besar potensi air di Indonesia rata-rata. disertai dengan ketentuannya tentang cara kerja dan ketentuan lainnya. Nusa Tenggara sudah agak gawat. merupakan kejadian yang agaknya meningkat terus. Tetapi untuk pulau Jawa. c.

harus diikuti dengan penyediaan pangan. 10. Curah hujan = Aliran permukaan + Evapotranspirasi + Air bawah tanah Persediaan air rata-rata di dunia saat ini diperkirakan 10. Daerah dengan potensi tinggi. a. diperkirakan pada tahun 2000 nanti berkisar 784 x 106 m3/tahun. Daerah dengan potensi rendah. Jumlah air yang tersedia di suatu daerah dapat di sederhanakan dengan model keseimbangan air. Mesikupun evapotranspirasi di Indonesia cukup tinggi. 1978). Madura. Daerah berpotensi sedang.000 hingga 100.000 m3/kapita/tahun. yaitu 2. Berdasarkan angka tersebut. Seperti telah dijelaskan daur tersebut merupakan proses digunakan air. semuanya ini menyebabkan peningkatan kebutuhan akan air. Sumber utama persediaan air adalah presipitasi berupa hujan.000 m3/kapita/tahun. maka keperluan untuk pembangkit tenaga listrik dan keperluan air untuk industri juga meningkat. peningkatan industri pedesaan.000 m3/kapita/tahun.000 m 3/kapita/tahun. antara lain . industri yang terkenal sangat banyak membutuhkan air. terutama beras. Bali.02 x 106 km2. sifat. meliputi Sumatera. Untuk kebutuhan irigasi/pertanian 3. air permukaan dan air tanah. b. kemajuan teknologi. c. dan Maluku. air didalam mengadakan sirkulasi dan transformasi. Kebutuhan air untuk industri kimia. dan tahun 1985 bertambah pula 272.Pemanfaatan air oleh manusia untuk memenuhi berbagai keperluan antara lain. 1. dan penyebaran air menurut tempat dan waktu disuatu wilayah. Untuk kebutuhan industri 4. Indonesia dapat dibagi menjadi 3 kelompok besar berdasarkan potensi airnya. perluasan kota dan daerah pemukiman. Apalagi dengan adanya listrik masuk desa dalam rangka meningkatkan taraf hidup. lebih dari 100. Sulawesi. Jumlah ini kurang lebih satu per dua dari jumlah hujan yang jatuh di wilayah Republik Indonesia yang luasnya 2. kurang dari 10. seperti telah dijelaskan dimuka akan mengikuti daur hidrologi. sehingga diperlukan tambahan luas areal pertanian.000 hektar. Persediaan Air Persediaan. Dengan demikian dapat diperkirakan kebutuhan air untuk irigasi juga meningkat. Untuk kebutuhan pembangkit tenaga listrik Dalam pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. termasuk daerah ini adalah Jawa. Pada tahun 1982 areal sawah bertambah 147. Untuk kebutuhan domestik 2.000 hektar. dan Nusa Tenggara. Presipitasi hingga saat ini merupakan sumber air yang paling banyak digunakan. Disamping kebutuhan air untuk keperluan domestik dan irigasi semakin meningkat akibat bertambahnya jumlah penduduk.4 x 10 12 km3/tahun (Mock.

Adamya baku mutu daerah yang berorientasi pada kepentingan daerah sangat perlu. Jadi ketentuan disini sebagai pedoman tiap propinsi dapat membuat baku mutu yang sesuai di daerahnya berdasarkan pedoman tersebut. karena menggunakan baku mmutu yang menurut penilaian pemerakarsa tidak sesuai. Ketidaksepakatan berbagai pihak dapat menjadikan sumber perdebatan. . Kalimantan dan Irian Jaya. pada waktu melakukan SEL terdapat berbagai parameter air yang nilainya diatas nilai baku mutu yang tidak dapat diterima kalangan industri atau tidak realistik. asal masih mengikuti baku mutu yang ditetapkan secara nasional. tentang pedoman penetapan baku mutu lingkungan. Suatu industri yang sudah beroperasi puluhan tahun terpaksa ditutup sebagai hasil studi SEL. Melihat pada kondisi daerah dimana suatu industri pada daerah tersebut sudah beroperasi puluhan tahun. tidak berorientasi pada kenyataan yang ada. Baku Mutu Air Baku mutu lingkungan dalam studi AMDAL hendaklah disepakati antara pihak konsultan pembuat AMDAL dengan pihak pemerakarsa proyek. Pada lampiran I diberikan baku mutu air berdasarkan ketetapan Pemerintah Republik Indonesia Nomor KEP-02/MENKLH/I/1988.