LATAR BELAKANG sumber utama penyebab kematian

Hipertensi dalam kehamilan adalah pada ibu (Prawihardjo, 2009).
adanya tekanan darah 140/90 mmHg
atau lebih setelah kehamilan 20 Angka Kematian Ibu (AKI)
minggu pada wanita yang Berdasarkan data resmi Survei
sebelumnya normotensif, atau Demografi Kesehatan Indonesia
kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg (SDKI) tahun 2007, terus mengalami
dan atau tekanan diastolik 15 mmHg penurunan. Pada tahun 2004 yaitu
di atas nilai normal. Pre-eklampsia 270 per 100.000 kelahiran hidup,
dalam kehamilan adalah apabila tahun 2005 yaitu 262 per 100.000
dijumpai tekanan darah 140/90 kelahiran hidup, tahun 2006 yaitu
mmHg setelah kehamilan 20 minggu 255 per 100.000 kelahiran hidup,
(akhir triwulan kedua sampai tahun 2007 menjadi 228 per 100.000
triwulan ketiga) atau bisa lebih awal kelahiran hidup. Menurut Profil
terjadi. Sedangkan pengertian Kesehatan Indonesia (2010),
eklampsia adalah apabila ditemukan walaupun sudah terjadi penurunan
kejang-kejang pada penderita pre- AKI di Indonesia, namun angka
eklampsia, yang juga dapat disertai tersebut masih menempatkan
koma. Pre-eklampsia adalah salah Indonesia pada peringkat 12 dari 18
satu kasus gangguan kehamilan yang negara ASEAN dan SEARO (South
bisa menjadi penyebab kematian ibu. East Asia Region, yaitu: Bangladesh,
Kelainan ini terjadi selama masa Bhutan, Korea Utara, India,
kehamilan, persalinan, dan masa Maladewa, Myanmar, Nepal, Timor
nifas yang akan berdampak pada ibu Leste, dan lain-lain).
dan bayi. Kasus pre-eklampsia dan
eklampsia terjadi pada 6-8% wanita Negara- negara didunia memberikan
hamil di Indonesia (Benzion, 1994). perhatian cukup besar terhadap AKI
sehingga menempatkan kesehatan
Hipertensi merupakan salah satu ibu diantara delapan tujuan yang
masalah medis yang kerapkali tertuang dalam Millenium
muncul selama kehamilan dan dapat Development Goals (MDGs) yang
menimbulkan komplikasi pada 2-3 % harus dicapai sebelum 2015, AKI di
kehamilan. Hipertensi pada Indonesia harus mencapai 125 per
kehamilan dapat menyebabkan 100.000 kelahiran hidup. Komitmen
morbiditas/kesakitan pada ibu yang ditanda tangani 189 negara
(termasuk kejang eklamsia, pada September 2000, pada
perdarahan otak, edema paru (cairan prinsipnya bertujuan meningkatkan
di dalam paru), gagal ginjal akut, dan taraf hidup dan kesejahteraan
penggumpalan/pengentalan darah di manusia (Yustina, 2007).
dalam pembuluh darah) serta
morbiditas pada janin (termasuk Salah satu kasus dari komplikasi
pertumbuhan janin terhambat di kehamilan sebagai penyumbang AKI
dalam rahim, kematian janin di di Indonesia adalah hipertensi dalam
dalam rahim, solusio kehamilan. Menurut Cunningham,
plasenta/plasenta terlepas dari tempat dkk (1995) kehamilan dapat
melekatnya di rahim, dan kelahiran menyebabkan hipertensi pada wanita
prematur). Selain itu, hipertensi pada yang sebelumnya dalam keadaan
kehamilan juga masih merupakan normal atau memperburuk hipertensi

protein. yaitu perdarahan 13 %. atau dikemukakan yaitu teori genetik. dan sepsis 2 %. Ditinjau dari teori sayur banyak mengandung aktivitas yang telah disebutkan di atas. dan Menurut Zweifel dalam Manuaba produk-produk makanan instan lain. teori iskemia “Poly Unsaturated Fatty Acid region uteroplasenter. dkk cukup banyak teori tentang (2003) bahwa faktor gizi memiliki bagaimana hipertensi pada hubungan dengan kejadian hipertensi kehamilan dapat terjadi sehingga pada ibu hamil karena disebabkan disebut sebagai “disease of theory”.201 kematian ibu berasal dari hipertensi misalnya dengan komplikasi hipertensi yang menghindari konsumsi daging berhubungan dengan kehamilan. (2007) teori radikal bebas. dan rekan dalam Boestari (1998) Tingginya konsumsi vitamin D bahwa secara sistematis. sebagai penyulit dalam kehamilan sering ditemukan dan merupakan Faktor gizi yang sangat berhubungan salah satu dari tiga besar. komplikasi sekitar 7% sampai 10% kekurangan konsumsi zat gizi mikro seluruh kehamilan. Di Amerika Serikat Berbagai faktor defesiensi gizi juga pada tahun 1991. Hipertensi pencegahan oleh ibu hamil.1997. teori (PUFA)” dalam makanannya. kekurangan asam lemak tak jenuh teori immunologis. (2007) mengungkapkan bahwa Hasil penelitian Sastrawinata. Beberapa landasan teori yang kelebihan garam natrium. kekurangan kalsium. pada kehamilan juga diungkapkan vitamin E dan vitamin B6 yang oleh WHO yang dikutip oleh Khan meningkatkan kadar homosistein. hipertensi diperkirakan menjadi Konsumsi lemak yang berlebih. aborsi 8 %. Menurut Bobak (2004). hidangan siap saji (snack). selain dengan terjadinya hipertensi melalui pendarahan dan infeksi. dkk (2002) faktor risiko yang dapat dikendalikan dalam Rozikhan. Banyak saran melaporkan bahwa hampir 16 % dari yang diberikan untuk menghindarkan 3. teori trombosit menemukan bahwa diet buah dan dan teori diet. Berg dan diperkirakan berperan sebagai rekan dalam Cuningham (1995) penyebab eklampsia. (vitamin dan mineral) sering dihubungkan pula dengan terjadinya Lebih lanjut data kejadian hipertensi ateroklerosis. 2002). Zhang. purine. Aterosklerosis menjadi penyebab utama sebagian merupakan penyebab utama besar kematian ibu di Amerika terjadinya hipertensi yang serikat. Persentase ini lebih besar jaringan elastis sel dinding pembuluh dari tiga penyebab utama lainnya darah (Kurniawan. John. protein. yang terus beberapa mekanisme. lemak. (2007) menemukan kejadian pre-eklampsia pada pasien . berlebihan. berhubungan dengan diet seseorang. 16% merupakan factor terjadinya kematian ibu di negara-negara maju asteroklerosis dimana terjadi deposit di seluruh dunia disebabkan karena kalsium yang menyebabkan rusaknya hipertensi. maka non-oksidan yang dapat menurunkan teori diet merupakan salah satu tekanan darah.pada wanita yang sebelumnya telah dengan melakukan upaya menderita hipertensi. dkk (2002) dalam Rozikhan. kerusakan endotel pembuluh darah. antara vitamin C.

usia 4 bulan. kehamilan ketiga cukup bulan lahir anak perempuan ditolong oleh TUJUAN STUDI bidan dengan BB 3000gram pada Mengidentifikasi faktor risiko. kehamilan untuk melihat perubahan massa kedua cukup bulan lahir anak tubuh akibat perubahan-perubahan perempuan ditolong oleh bidan konsumsi makanan dan perubahan dengan BB 3300gram pada tahun kesehatan (Supariasa. (ukuran tubuh manusia). 2001). mata kabur. secara holistik berbasis evidence based medicine melalui pendekatan Pasien menggunakan kontrasepsi patient centred dan family approach. Riwayat Salah satu penilaian status gizi secara penyakit keluarga berupa hipertensi. tinggi badan/TB dan tebal lama 16 tahun. keluar air-air Pasien makan dua sampai tiga kali tidak dikeluhkan pasien. Berat badan (BB) merupakan Dari HPHT diketahui 10 Januari salah satu ukuran yang sering 2017 dan taksiran persalinan sekitar digunakan untuk pengukuran tanggal 17 Oktober 2017. Riwayat obstetric pasien telah 4 kali lemak air dan mineral pada tubuh hamil dengan kehamilan pertama dan menjadi parameter yang baik mengalami keguguran. seorang ibu rumah tahun 2014 setelah kelahiran anak tangga. Riwayat antropometri (selain lingkar lengan perkawinan pasien satu kali dengan atas/LILA. serta memberi keempat cukup bulan lahir anak penatalaksanaan pada pasien dengan keempat ditolong bidan dengan BB penerapan pelayanan dokter keluarga 2800gram pada tahun 2014. keluar darah lendir. dan pada kehamilan masalah klinis. dan ketiga. ini. gizi. Setelah itu pada Ny. 2004. datang ke Puskesmas pada 3 ketiga pasien menggunakan alat KB Mei 2017 untuk kontrol kehamilan IUD. 37 th. suntik tiap 3 bulan selama 4 tahun 2004 dan 2009 setelah kelahirn anak ILUSTRASI KASUS pertama dan kedua. tahun 2009. lemak bawah kulit). Ditinjau dari sudut pandang gizi. SM. kedua. langsung adalah antropometri yaitu pada ibu pasien. Banyaknya haid berbagai tingkat umur dan tingkat kurang lebih 2 kali ganti pembalut. pandangan yaitu sayur mayur dan tahu tempe. sakit Pola pengobatan pasien dan anggota kepala berat. Keluhan sehari dengan lauk pauk yang sering berupa nyeri ulu hati. Pada kehamilan ini perut mulas. Pasien sekeluarga telah terdaftar . mual muntah. Pasien berobat apabila terdapat keluhan mengaku kehamilan ini memasuki yang dirasa mengganggu aktivitas. Berat badan mengambarkan jumlah dari protein. pusing juga tidak keluarga bersifat kuratif yakni pasien dikeluhkan oleh pasien. antropometri gizi berhubungan erat dengan Pasien memiliki riwayat menarche di berbagai macam pengukuran dimensi usia 14 tahun dengan siklus 28 hari tubuh dan komposisi tubuh dari dan lamanya 7 hari. sebelum hamil pada kehamilan pertama.dengan asupan vitamin C harian kurang dari 85 mg dapat meningkat Pasien memiliki riwayat darah tinggi menjadi 2 kali lipat.

SM. Data sekunder diperoleh simetris dari rekam medis pasien di Perkusi : sonor seluruh lapang paru Puskesmas. sekret Urin protein : (-) (-/-) HbSAg : (-) Mulut : karies dentis (-) Malaria : (-) Leher : JVP tidak meningkat. Data primer diperoleh melalui murmur (-). ronki berdasarkan diagnosis holistik dari (-/-). Inspeksi: ictus cordis tidak terlihat Palpasi : ictus cordis tidak teraba Perkusi : batas jantung kesan dalam METODE batas normal Analisis studi ini adalah laporan Auskultasi: bunyi I/II reguler.50C TFU : Diantara pusat dan simfisis Tinggi badan : 160 cm pubis Berat badan : 73 kg Leopold I: Belum bisa dilakukan IMT: 28. edema pretibia Kesadaran : Compos Mentis (-/-) Tekanan Darah: 150/90mmHg Frekuensi Nadi: 88x/menit Pemeriksaan Obstetri Frekuensi Napas: 20 x/menit Pemeriksaan Luar Suhu : 36. data psikososial dan Palpasi : fremitus vokal dan taktil lingkungan.5 Leopold II: Belum bisa dilakukan Leopold III: Belum bisa dilakukan Status Lokalis Leopold IV: Belum bisa dilakukan Kulit : chlosma gravidarum (-) Kepala : normocepal Vaginal Toucher Mata : konjungtiva anemis (-/-). pemeriksaan fisik dan Inspeksi: simetris saat statis dan kunjungan rumah untuk melengkapi dinamis data keluarga. Tidak dilakukan sklera ikterik (-/-) Telinga : daun telinga normal.pada Jaminan Kesehatan Nasional Cor (JKN). proses. Abdomen Inspeksi: tampak membesar. gallop (-) anamnesis (autoanamnesis dan alloanamnesis dari anggota Pulmo keluarga). liang Pemeriksaan Penunjang lapang. Penilaian dilakukan Auskultasi : vesikuler (+/+). MM .4 gr/dl Hidung: septum deviasi (-). HIV : (-) pulsasi vena leher tidak terlihat DATA KELUARGA Thoraks: hiperpigmentasi areola (+/ Ny. bekas HASIL luka operasi (-) striae gravidarum (+) Pemeriksaan Fisik Status Generalis Ekstremitas : Keadaan Umum: Tampak sakit Superior: akral hangat. dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. sekret (-/-) Hb : 10. edema (-/-) sedang Inferior: akral hangat. wheezing (-/-) awal. 37 tahun tinggal bersama +) suaminya yang bernama Tn. kasus.

memiliki tiga buah kamar memenuhi kebutuhan primer saja. Rumah memiliki kamar Bentuk keluarga pada pasien ini mandi dan jamban. Genogram Keluarga Ny. 9. SM DIAGNOSTIK HOLISTIK AWAL 1. An. dengan anak usia sekolah. OP. Aspek Personal . Limbah dialirkan ke belakang rumah secara langsung. mandi dan mencuci. Genogram Digunakan sehari-hari untuk minum. ruang tamu.usia 42 tahun dengan ketiga anak Family Apgar Score perempuannya An. Tidak Penerangan dan ventilasi cukup. Kondisi rumah dinilai cukup. terdapat gangguan pada fungsi Rumah cukup bersih dan rapi. Penghasilan keluarga ini didapat Jumlah anggota keluarga yang harian dan tidak menentu namun tinggal adalah lima orang. Hubungan Growth :1 pasien dan keluarganya diakui cukup Affection :2 baik namun kesulitan ekonomi Resolve :1 menjadi masalah utama pada Total Family Apgar score 8 (fungsi keluarga ini. dan ketiga anak perempuannya. Family Map Gambar 3. SM primer. MPH yang masih-masing Partnership : 2 berusia 15. Sumber air berasal sumur yang berada di halaman belakang. keluarga kurang baik) Tn. tidak Penghasilan ini hanya cukup untuk bertingkat. SM Gambar 2. dan dapur. Adaptation :2 dan An. Denah Rumah Keluarga Ny. keluarga. Lantai rumah adalah keluarga inti. dan 3 tahun. Hubungan antar keluarga Ny. SM Pasien tinggal bersama dengan suami sebagai ibu rumah tangga saja. Keluarga hanya dapat memenuhi kebutuhan Gambar 1. ruang keluarga. berukuran 7 m x 11 m. tidur. Siklus keluarga terbuat dari semen dan keramik. jendela hanya ada dua pada ruang tamu. MM bekerja sebagai pedangang Data Lingkungan Rumah nasi goreng sedangkan Ny. Rumah sudah menggunakan listrik. ini menurut duval ialah keluarga Dinding terbuat dari tembok. DAL. Rumah rata-rata sekitar 50 ribu perhari.

2) tentang pentingnya memberi dukungan pada pasien dan 3. diluar rumah. Aspek Risiko Internal mengawasi pengobatan. pasien ini adalah edukasi dan konseling mengenai penyakitnya dan Pada kunjungan pertama tersebut.Riwayat gagal KB 1 kali 7.Persepsi: Masih kontrol yang 3. dilakukan juga penilaian terhadap keadaan Non Farmakologi : rumah pasien. Konseling mengenai perilaku .Kehamilan ke 5 pasien mengenai pentingnya . keluarga dan perilaku/keadaan yang dapat menjadi faktor risiko INTERVENSI terjadinya hipertensi kehamilan pada Intervensi yang diberikan pada pasien. Pada kesempatan tersebut dilakukan . Pada tanggal 4 Mei 2017 dilakukan . dapat penyakit yang sedang diderita disimpulkan bahwa pasien dan oleh pasien dan komplikasinya keluarga belum banyak mengetahui mengenai penyakit hipertensi dan . Konseling pasien dan keluarga .Kehamilan resiko tinggi hidup bersih dan sehat termasuk didalamnya mengenai rumah 4.Kekhawatiran: Khawatir jika 2. Konseling pasien bahwa hiertensi kondisi bayi tidak sehat tidak dapat disembuhkan .Pola makanan yang tidak Farmakologi diatur. Psikososial . Memberikan penjelasan mengenai dengan pasien dan keluarga. Memberi konseling terhadap pertama yang pertama. kegemaran konsumsi yang PEMBAHASAN asin. Setelah itu mampu melakukan pekerjaan dilakukan anamnesis yang lebih ringan sehari-hari di dalam dan mendalam mengenai keadaan pasien. berupa makan yang Nifedipin 3 x 1 tablet sering berua gorengan. .Alasan kedatangan: Terlambat kepada pasien dan anggota kontrol kehamilan keluarga. control upaya pencegahan komplikasi diakhir trimester kedua. .Rendahnya ekonomi kunjungan rumah yang pertama. Konseling tentang bahaya 2. Derajat Fungsional: 2 yaitu pembinaan keluarga. . Aspek Klinik hipertensi dalam kehamilan Hipertensi pada kehamilan (ICD 5.Riwayat keguguran 1 kali prinsip preventif dari pada kuratif. dari hipertensi 4. keluarga. Dari hasil wawancara 1. . Aspek Risiko Eksternal dan sehat. konseling mengenai perilaku hidup selain berkenalan dan melakukan bersih dan sehat. Konseling kepada keluarga 10-O13.Harapan: Kondisi bayi sehat melainkan hanya dapat dikontrol . wawancara mendalam.Berat badan di atas rata-rata perkenalan dengan keluarga pasien serta diberikan penjelasan mengenai 5.Usia 37 tahun 6.

2005). Aspek Personal 4. pertama.Harapan: Kondisi bayi sehat pengobatan penyakit hipertensi. Ada beberapa langkah keluarga. 1.didapatkan tempat tinggal keluarga .Persepsi: Masih kontrol yang pertama yang pertama. . faktor resiko dan . Selanjutnya.Rendahnya ekonomi yang singkat. Setelah itu. orang tersebut akan menimbang- nimbang baik atau tidaknya stimulus KESIMPULAN tersebut (evaluation). atau proses sebelum orang .Alasan kedatangan: Terlambat tidak memenuhi kriteria rumah sehat.Usia 37 tahun . Aspek Risiko Internal perilaku hidup bersih dan sehat. Aspek Risiko Eksternal dan dan merubah pola hidup pasien Psikososial meskipun untuk merubah hal . pada pasien.Kekhawatiran: Khawatir jika dijelaskan secara singkat mengenai kondisi bayi tidak sehat definisi. baru sesuai dengan pengetahuan. Diagnosis hipertensi kehamilan orang tersebut akan mencoba pada kasus ini sudah ditegakkan melakukan apa yang dikehendaki berdasarkan kriteria yang terdapat oleh stimulus (trial). 5.Pola makanan yang tidak tersebut bukanlah hal yang dapat diatur dilihat hasilnya dalam kurun waktu . Peran keluarga sangat diperlukan untuk membantu pasien untuk DIAGNOSTIK HOLISTIK menghindari faktor pencetus AKHIR penyebab kekambuhan. Pertama adalah awareness (kesadaran). keluarga juga Kemenkes di Buku Pelayanan turut serta mendampingi dan Kesehatan Ibu di Fasilitas mendengarkan apa yang disampaikan Kesehaatan Dasar dan Rujukan. 2. berperilaku dikemukakan.2) menggunakan media leaflet bergambar tentang Hipertensi dan 3. control Sepuluh hari setelah kunjungan diakhir trimester kedua. Penatalaksanaan hipertensi sudah kesadaran dan sikapnya disesuaikan dengan strategi (Notoatmodjo. diluar rumah. Derajat Fungsional: 2 yaitu dimana orang tersebut menyadari mampu melakukan pekerjaan stimulus tersebut. Pada tahap dalam teori yang telah akhir adalah adoption.Kehamilan ke 5 Intervensi ini dilakukan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan 5. Aspek Klinik Mei 2017 untuk melakukan Hipertensi pada kehamilan (ICD intervensi terhadap pasien dengan 10-O13. Pelayanan medis tidak hanya terfokus pada pasien sebagai . Kemudian dia ringan sehari-hari di dalam dan mulai tertarik (interest). Ketika penatalaksanaan WHO dan intervensi dilakukan. 1. 3. kontrol kehamilan Kemudian kepada keluarga . . maka dilanjutkan dengan kunjungan ke dua pada tanggal 14 2.Berat badan di atas rata-rata mengadopsi perilaku baru.

mencegah kekambuhan. 2. 1. dan gaya hidup sehat. 5. Untuk Pelaksana Pelayanan selain permasalahan kesehatan Kesehatan yang di derita kepala keluarga. berkala meskipun tidak ada keluhan atau kekambuhan pada DAFTAR PUSTAKA penyakitnya. 4. Pemantauan dan re-evaluasi kondisi pasien. lingkungan. Mengadakan kegiatan senam 2. Keluarga perlu mengoptimalkan kerjasama antar anggota keluarga untuk meningkatkan kesehatan keluarga. orang yang menderita sakit. 2. Perlu ditingkatkan usaha promosi kesehatan kepada masyarakat SARAN mengenai hipertensi. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. bagi kesinambungan rendahnya kualitas hidup pelayanan dan pemantauan. Untuk Keluarga pasien: 1. pendataan 1. Perlu meningkatkan pengetahuan rumah sehat dan pengadaan dan wawasan mengenai penyakit sarana seperti jamban sehat hipertensi dan komplikasinya dengan berkerja sama dengan sehingga dapat melakukan pemerintah daerah terutama pengelolaan dengan baik untuk untuk keluarga tidak mampu. 2. Tetap mendukung pasien secara fisik maupun psikologis. Pembinaan keluarga. Untuk Pembina Selanjutnya 1. Pada pasien dan keluarga ini. Perlu pembinaan lebih lanjut pada pasien dan keluarga mengenai modifikasi gaya hidup . agar pasien semakin paham dan namun juga dilihat dari aspek selalu ingat akan pentingnya keluarga yang terlibat. 3. Adanya sistem pemantauan dan Rendahnya tingkat ekonomi juga pembahasan di fasilitas kesehatan menjadi permasalahan utama secara periodik mengenai kasus yang memberikan dampak berupa yang dibina. Perlu meningkatkan pengetahuan/ wawasan mengenai penyakit hipertensi dan sehingga dapat melakukan pengelolaan dengan baik. 3. keluarga. Untuk Pasien: 3. Mengatur pola diet sehari-hari. 4. Rutin memeriksakan kesehatan sehat rutin.