BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu yang dilakukan pada 6 bulan

pertama setelah kelahiran tanpa diberikan makanan pendamping tambahan

lainnya. ASI merupakan makanan terbaik bayi untuk 6 bulan pertama

sejak dilahirkan karena dapat mencukupi seluruh kebutuhan gizi bayi. Zat-

zat gizi ASI berfungsi untuk membangun dan menyediakan energi dalam

jumlah yang diperlukan bayi serta menghasilkan pertumbuhan fisik yang

optimum. Selain itu, ASI dapat juga menjamin status gizi bayi baik karena

memiliki faktor protektif dan nutrient yang sesuai, serta dapat menurunkan

angka kesakitan dan kematian pada anak. Hal ini dibuktikan dari beberapa

penelitian epidemiologis yang mengatakan bahwa ASI dapat melindungi

bayi dan anak dari penyakit infeksi, misalnya diare, ottitis media akut, dan

infeksi saluran pernapasan bagian bawah.1

United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan WHO merekomendasikan

sebaiknya anak diberikan air susu ibu selama paling sedikit enam bulan

yang bertujuan untuk mengurungi angka kesakitan dan kematian pada

anak. Sesudah anak berusia enam bulan makanan padat dapat diberikan

dan pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun.

Berdasarkan rekomendasi tersebut, pemerintahan Indonesia pada tahun

1

2003 mengubah rekomendasi lamanya pemberian ASI eksklusif 4 bulan

menjadi 6 bulan.2

ASI eksklusif menurut World Health Organizati adalah memberikan hanya

ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak

lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin. Namun bukan

berarti setelah pemberian ASI eksklusif pemberian ASI eksklusif

pemberian ASI dihentikan, akan tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai

bayi berusia 2 tahun. ASI merupakan makanan pertama, utama, dan terbaik

bagi bayi, bersifat ilmiah. ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI

selama 6 bulan tanpa tambahan makanan cairan lain, seperti susu formula,

jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat ,

seperti pisang, bubur susu, biscuit, bubur nasi, dan nasi tim, kecuali

vitamin, mineral, dan obat.3

Makanan terbaik untuk seorang bayi adalah Air susu ibu (ASI) secara

eksklusif yang dimulai saat kelahiran sampai 6 bulan tanpa memberikan

makanan tambahan. Program ASI eksklusif dicanangkan pemerintah sejak

tahun 1980. Namun demikian pada tahun 1990 program ini pertama kali

disosialisasikan secara luas di Indonesia. Program berlanjut dengan

dikeluarkannya Keputusan Menteri Kesehatan RI

No.450/MENKES/IV/2004 tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara

eksklusif pada bayi Indonesia. 4

2

Pentingnya pemberian ASI Eksklusif terlihat dari peran dunia yaitu pada

tahun 2006 WHO (World Health Organization) mengeluarkan Standar

Pertumbuhan Anak yang kemudian diterapkan di seluruh dunia yang isinya

adalah menekankan pentingnya pemberian ASI saja kepada bayi sejak

lahir sampai usia 6 bulan. Setelah itu, barulah bayi mulai diberikan

makanan pendamping ASI sambil tetap disusui hingga usianya mencapai 2

tahun. Sejalan dengan peraturan yang di tetapkan oleh WHO, Di Indonesia

juga menerapkan peraturan terkait pentingnya ASI Eksklusif yaitu dengan

mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33/2012 tentang

pemberian ASI Eksklusif. Peraturan ini menyatakan kewajiban ibu untuk

menyusui bayinya sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan.5

Berdasarkan data yang diperoleh dari cakupan pemberian air susu ibu

eksklusif bagi bayi usia 0-6 bulan pada 2013 di Indonesia sebesar 61,5%,

pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 12,9% menjadi 48,6% dan

pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 5,7% menjadi 54,3%

pada tahun 2014 relatif turun menjadi 52,4% sedangkan target progam

pada tahun 2014 sebesar 80%. Target pencapaian ASI eksklusif di

Indonesia adalah 80%, namun dalam pelaksanaannya baru tercapai sebesar

53%.4

Masalah mengenai penacapaian ASI eksklusif juga terjadi pada Puskesmas

wilayah kerja Kedaton. Pada tahun 2016, cakupan pemberian ASI

eksklusif pada wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kedaton didapatkan

pada angka 40,3 %, jauh lebih rendah dari target yang ditentukan sebesar

3

 Mengetahui kemungkinan penyebab masalah dari program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Tahun 2016  Merumuskan altematif pemecahan masalah dari program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Tahun 2016 D. Rumusan Masalah Mengapa pencapaian pelaksanaan Program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton pada tahun 2016 masih rendah ? C. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Mengetahui program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton secara menyeluruh. 2. Bagi Puskesmas yang Dievaluasi 4 . Tujuan khusus  Mengidentifikasi masalah dari program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Tahun 2016. sehingga dapat meningkatkan mutu dan derajat kesehatan yang optimal. 75 %. Manfaat Penulisan Bagi penulis dapat memperdalam ilmu kedokteran komunitas mengenai evaluasi program ASI eksklusif.6 B. Dari uaraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan evaluasi program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton tahun 2016.

b.a. Memperoleh alternatif pemecahan masalah sehingga dapat meningkatkan angka pencapaian program dalam rangka peningkatan derajat kesehatan yang optimal. Mengetahui masalah dan penyebab masalah dalam Program ASI eksklusif. Bagi Masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak khususnya bayi di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kedaton 5 .

8 B. Mengajarkan dan mempraktekkan cara menyusui yang benar . BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dengan demikian. Manfaat ASI dan Menyusui 6 . Menyelesaikan masalah gizi yang diderita ibu menyusui. laktosa dan garam-garam anorganik yang di sekresi oleh kelenjar mamae ibu. 2. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap pemberian ASI eksklusif ini. ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi . yang berguna sebagai makanan bagi bayinya. Menanamkan pemahaman kepada ibu menyusui tentang pentingnya ASI secara fisiologis terhadap usus bayi. ASI Eksklusif Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein. Mengajarkan dan mempraktekkan perlunya menjaga gizi seimbang pada ibu menyusui untuk menjaga kualitas zat gizi dan volume ASI. 3. 7 ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. 4.7 Untuk mendukung program pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama yang harus dilakukan petugas gizi Puskesmas adalah : 1.4 Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup bayi tanpa pemberian makanan tambahan lainnya adalah yang terbaik.

Manfaat pemberian ASI adalah sebagai berikut: 1. ASI juga mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama. seperti: Immunoglobin Lysozyme. Setelah itu. ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Antistapiloccocus.ASI bermanfaat baik bagi bayi maupun ibunya. Complemen C3 dan C4. asi akan membentuk suatu kekebalan alamiah dan melindungi bayi dari kerentanan terhadap infeksi gastrointestinal. zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi. bahwa ia dapat memberikan “kehidupan” kepada bayinya dan hubungan yang lebih erat 7 . Pada bayi. Manfaat pemberian ASI meningkat seiring dengan lama pemberian eksklusif hingga enam bulan. Lactoferrin. praktis. dapat juga melindungi infeksi gastrointestinal. ekonomis. Manfaat ASI untuk ibu Dapat menimbulkan suatu rasa kebanggaan dari ibu. Manfaat ASI untuk bayi ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi.9 2. Bifidus. lactobacillus. mudah dicerna untuk memiliki komposisi. dengan tambahan makanan pendamping ASI pada usia enam bulan. manfaat pemberian ASI lebih meningkat seiring dengan meningkatnya lama pemberian ASI sampai dua tahun. Manfaat menyusui ASI terhadap ibu salah satunya dapat meningkatkan hubungan emosional antara bayi dan ibu. ASI dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan bayi serta meningkatkan jalinan kasih sayang ibu dan anak (bonding) .

sehingga meningkatkan bagi perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak. menyusui predominan. Dengan menyusui kesuburan ibu akan menjadi berkurang untuk beberpa bulan dan dapat menjarangkan kehamilan. Komposisi ASI 8 . yaitu menyusui eksklusif. misalnya teh. baik diberikan secara kontinyu maupun diberikan sebagaimakanan prelakteal.  Menyusui parsial adalah menyusui bayi serta diberikan makanan buatan selain ASI.  Menyusui predominan adalah menyusui bayi tetapi pernah memberikan sedikit air atau minuman berbasis air. ASI perah juga diperbolehkan). sebagaimakanan/minuman prelakteal sebelum ASI keluar. karena secara alamiah terjadi kontak kulit yang erat. termasuk air putih. rahim ibu akan berkontraksi yang dapat menyebabkan pengembalian rahim keukuran sebelum hamil serta mempercepat berhentinya pendarahan post partum. baik susu formula. bubur atau makanan lainnya sebelum bayi berumur enam bulan. 7  Menyusui eksklusif adalah tidak memberi bayi makanan atau minuman lain. selain menyusui (kecuali obat-obatan dan vitamin atau mineral tetes. ASI juga dapat mengurangi kemungkinan kanker payudara pada masa yang akan datang . dan menyusui parsial sesuai definisi WHO.9 Pola menyusui dikelompokkan menjadi tiga kategori. Dengan menyusui. C.

10 ASI tidak saja mengandung makronutrien. 9 . lemak. Mempunyai berat jenis yang lebih besar (1. mineral.8 Kolostrum merupakan sekresi payudara yang bersifat alkali. kolostrum harus diberikan kepada bayi. kandungan protein yang lebih tinggi. Maka dari itu. Adapun komposisi ASI antara lain mengandung protein. Asam lemak esensial dalam jumlah yang berlimpah tetapi tidak berlebihan. air.040 - 1. termasuk zat yang belum teridentifikasi dan belum jelas perannya. sistein. dan tromboplastin yang terkandung dalam ASI merupakan komponen yang diperlukan untuk sintesis jaringan system syaraf pusat. dan mineral tatapi juga faktor pertumbuhan. Sekalipun produksi ASI pada hari-hari pertama baru sedikit. Kandungan laktosa. Oleh karena itu. garam mineral. lebih kental dan berwarna kekuning-kuningan. hormon. beban solut yang rendah dibandingkan dengan susu sapi.Komposisi yang terkandung di dalam ASI meliputi asam amino dan kandungan protein yang optimal untuk bayi normal. kandungan natrium yang relatif rendah tetapi adekuat. Vitamin seperti pada kolostrum.060). susu formula tidak akan secara sempurna menyerupai ASI. Paling sedikit terdapat 100 komponen pada ASI. namun mencukupi kebutuhan bayi.4 hari pertama setelah melahirkan. Kandungan kolostrum dalam ASI mengandung zat kekebalan. kalsium dan seng. dan faktor protektif. yang mungkin mulai dihasilkan selama bulan-bulan terakhir kehamilan dan pada 2. dan absorbs yang sangat baik untuk zat besi. yang menyediakan jumlah yang adekuat dari zat-zat nutrisi ini untuk bayi yang disusui ASI secara penuh selama 4-6 bulan . Pemberian air gula. karbohidrat. vitamin A yang tinggi. kolestrol. air tajin dan masakan pralaktal (sebelum ASI lancar diproduksi) lain harus dihindari. vitamin larut lemak. vitamin.

10 D. kandungan karbohidrat. mengeluarkan susu melalui system duktus kedalam mulut bayi. dari sirkulasi ibu saat persalinan. dimana hisapan putting dapat merangsang kelenjar hipofisis posterior untuk menghasilkan hormon oksitosin. Dua hormon terpenting yang berperan dalam laktasi adalah prolaktin yang merangsang produksi air susu. dan lemak yang lebih rendah daripada ASI biasa. Proses pengeluaran air susu juga tergantung pada Refleks Let Down atau refleks ejeksi susu . dari masa laktasi. progesteron. Komposisi colostrum dari hari 10 . Produksi ASI Proses terjadinya pengeluaran ASI dimulai atau dirangsang oleh isapan mulut bayi pada putting susu ibu. Gerakan tersebut merangsang kelenjar hipofisis anterior untuk memproduksi sejumlah prolaktin. hormon utama yang mengandalkan pengeluaran Air Susu. Disekresi oleh kelenjar mamae dari hari pertama sampai hari ketiga atau keempat. laktogenesis. dan zat-zat imun lainnya yang berperan dalam mekanisme pertahanan neonatus. Colostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar mamae yang mengandung tissue debris dan redual material yang terdapat dalam alveoli dan ductus dari kelenjar mamae sebelum dan segera sesudah melahirkan anak. Inisiasi laktasi berkaitan dengan penurunan estrogen. dan oksitosin yang berperan dalam penyemprotan (ejeksi) susu . Laktasi dapat dianggap terdiri atas dua fase. dan galaktopoiesis. Di bawah pengaruh oksitosin. pemeliharaan sekresi air susu. Kolostrum mengandung IgA sekretori. leukosit. inisiasi laktasi.10 Menurut berdasarkan waktu diproduksi ASI dapat dibagi menjadi 3 yaitu: 1. sel-sel di sekitar alveoli berkontraksi.

Kadar protein semakin rendah. 11 . dan merupakan cairan kental yang ideal yang berwarna kekuning-kuningan. Total energi lebih rendah dibandingkan ASI Mature yaitu 58 kalori/100 ml colostrum. Dengan ASI Mature dimana protein yang utama adalah casein pada colostrum protein yang utama adalah globulin. lebih kuning dibandingkan ASI mature. Bila dipanaskan menggumpal. ASI juga merupakan suatu laxanif yang ideal untuk membersihkan meconeum usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan bayi untuk menerima makanan selanjutnya. sehingga hidrolisa protein di dalam usus bayi menjadi krang sempurna. tetapi ada pula yang berpendapat bahwa ASI Mature baru akan terjadi pada minggu ke 3 – ke 5. Sedangkan vitamin larut dalam air dapat lebih tinggi atau lebih rendah. Air Susu Masa Peralihan (Masa Transisi) Merupakan ASI peralihan dari colostrum menjadi ASI Mature. Disekresi dari hari ke 4 – hari ke 10 dari masa laktasi. Vitamin larut lemak lebih tinggi. PH lebih alkalis dibandingkan ASI Mature. 2. Volumenya berkisar 150-300 ml/24 jam. ke hari dapat berubah. Terdapat trypsin inhibitor. tetapi berlainan sehingga dapat memberikan daya perlindungan tubuh terhadap infeksi. ASI Mature tidak. Lebih banyak mengandung protein dibandingkan ASI mature. yangakan menambah kadar antobodi pada bayi. Lebih rendah kadar karbohidrat dan lemaknya dibandingkan dengan ASI Mature. Lebih banyak mengandung antibodi dibandingkan ASI Mature yang dapat memberikan perlindungan bagi bayi sampai 6 bulan pertama. Lemaknya lebih banyak mengandung Cholestrol dan lecitin di bandingkan ASI Mature.

3. Complecement (C3 dan C4). B12 Ginding Protein). karena mengandung casienat. Faktor resisten terhadap staphylococcus. E Pemberian ASI Agar pemberian ASI eksklusif dapat berhasil. selain tidak memberikan makanan lain perlu pula diperhatikan cara menyusui yang baik dan benar yaitu tidak dijadwal. yang dikatakan komposisinya relatif konstan. bahkan ada yang mengatakan pada ibu yang sehat ASI merupakan makanan satu-satunya yang diberikan selama 6 bulan pertama bagi bayi. ASI diberikan sesering mungkin termasuk menyusui pada malam hari. Isapan mulut bayi pada puting susu harus baik yaitu sebagian besar areola (bagian hitam sekitar puting) masuk kemulut bayi. lactoperoxidese). ASI matur ini juga merupakan makanan yang dianggap aman bagi bayi. Ibu menggunakan payudara kiri dan kanan secara bergantian tiap kali menyusui. Enzim (lysozime. sedangkan kadar lemak dan karbohidrat semakin tinggi serta volume semakin meningkat. yaitu: Antibodi terhadap bakteri dan virus. Air susu matur merupakan cairan putih kekuning-kuningan. Bayi dipeluk dengan posisi menghadap ibu. riboflavin dan karotin.Tidak menggumpal bila dipanaskan. Protein (lactoferrin. Disamping itu. Apabila 12 . posisi ibu bisa duduk atau tiduran dengan suasana tenang dan santai. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa minggu ke 3 sampai ke 5 ASI komposisinya baru konstan. Terdapat anti microbaterial factor. Air Susu mature merupakan ASI yang disekresi pada hari ke 10 dan seterusnya.

Posisi Mulut Bayi dan Putting Susu Ibu 1) Payudara dipegang dengan ibu jari diatas jari yang lain menopang dibawah (bentuk C) atau dengan menjepit payudara dengan jari telunjuk dan jari tengah (bentuk gunting). b.payudara terasa penuh dan bayi belum mengisap secara efektif. 3) Tunggu samapi bayi bereaksi dengan membuka mulutnya lebar dan lidah ke bawah 4) Dengan cepat dekatkan bayi ke payudara ibu dengan cara menekan bahu belakang bayi bukan bagian belakang kepala 13 . tidak pada dasar kepala 3) Rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara 4) Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu 5) Dengan posisi seperti ini telinga bayi akan berada dalam satu garis dengan leher dan lengan bayi 6) Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu. 3 a. dibelakang areola (kalang payudara) 2) Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (rooting reflek) dengan cara menyentuh puting susu. Seorang ibu yang menyusui harus menjaga ketenangan pikiran. menghindari kelelahan. Posisi Badan Ibu dan Badan Bayi 1) Ibu duduk atau berbaring dengan santai 2) Pegang bayi pada belakang bahunya. 8 Posisi dan Teknik Menyusui. Keadaan gizi ibu yang baik selama hamil dan menyusui serta persiapan psikologi selama kehamilan akan menunjang keberhasilan menyusui. membuang rasa khawatir yang berlebihan dan percaya diri bahwa ASI-nya mencukupi untuk kebutuhan bayi . sebaiknya ASI dikeluarkan dengan menggunakan tangan yang bersih. menyentuh sisi mulut puting susu.

langit lunak (palatum molle) 8) Lidah bayi akan menekan dinding bawah payudara dengan gerakan memerah sehingga ASI akan keluar dari sinus lactiferous yang terletak dibawah kalang payudara 9) Setelah bayi menyusu atau menghisap payudara dengan baik.elus bayi 12) Cara Menyendawakan Bayi  Letakkan bayi tegak lurus bersandar pada bahu ibu dan perlahan-lahan diusap punggung belakang sampai bersendawa  Kalau bayi tertidur. baringkan miring ke kanan atau tengkurap. Udara akan keluar dengan sendirinya 14 .langit mulut bayi 7) Usahakan sebagian aerola (kalang payudara) masuk ke mulut bayi. Hal itu tidak perlu karena hidung bayi telah dijauhkan dari payudara dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu 11) Dianjurkan tangan ibu yang bebas dipergunakan untuk mengelus. payudara tidak perlu dipegang atau disangga lagi 10) Beberapa ibu sering meletakkan jarinya pada payudara dengan hidung bayi dengan maksud untuk memudahkan bayi bernafas. sehingga puting susu berada diantara pertemuan langit- langit yang keras (palatum durum) dan langit.5) Posisikan puting susu diatas bibir atas bayi dan berhadapan- hadapan dengan hidung bayi 6) Kemudian masukkan puting susu ibu menelusuri langit.

Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan berupa : 1. B. Adapun sumber rujukan tolak ukur penilaian yang digunakan adalah Rencana Kerja Pembinaan Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Tahun 2016 dengan target 75% untuk program ASI eksklusif. Pengamatan di Puskesmas Rawat Inap Kedaton b. Tolak Ukur Penilaian Evaluasi dilakukan pada Program Perbaikan Gizi Masyarakat khususnya cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton. Sumber data primer a. Sumber data sekunder Laporan tahunan Program ASI Eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton pada periode 2016. Cara Analisis Evaluasi Program Perbaikan Gizi Masyarakat khususnya cakupan ASI eklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Wawancara dengan koordinator pelaksana Program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton 2. C. BAB III METODE EVALUASI A. Menetapkan tolak ukur dari unsur keluaran 15 .

ditetapkan prioritas masalah yang akan dicari solusi untuk memecahkannya. Untuk menentukan penyebab masalah yang telah diprioritaskan tersebut. Identifikasi penyebab masalah 16 . Langkah awal untuk dapat menentukan adanya masalah dari pencapaian hasil output adalah dengan menetapkan tolak ukur atau standar yang ingin dicapai. 2. 5. Menetapkan prioritas masalah masalah-masalah pada komponen output tidak semuanya dapat diatasi secara bersamaan mengingat keterbatasan kemampuan Puskesmas. Hal ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor penyebab masalah yang telah diprioritaskan tadi yang berasal dari komponen sistem yang lainnya. lingkungan dan umpan balik. maka ditetapkan sebagai masalah. ditetapkan sebagai masalah. Oleh sebab itu. 3. selanjutnya adalah membandingkan hasil pencapaian keluaran Puskesmas (output) dengan tolak ukur tersebut. yaitu komponen input. Kementerian Kesehatan RI. Bila pencapaian keluaran Puskesmas tidak sesuai dengan tolak ukur. Nilai standar atau tolak ukur ini dapat diperoleh dari Rencana KerjaPembinaan Gizi Masyarakat. maka dibuatlah kerangka konsep masalah. Membuat kerangka konsep dari masalah yang diprioritaskan. Tahun 2016. Membandingkan pencapaian keluaran program dengan tolak ukur keluaran. Setelah diketahui tolak ukur. proses. Dengan menggunakan kerangka konsep diharapkan semua faktor penyebab masalah dapat diketahui dan diidentifikasi sehingga tidak ada yang tertinggal. Bila terdapat kesenjangan. 4.

lingkungan dan umpan balik dengan pencapaian di lapangan. proses. dan secara grafik menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan. Method. dan measurement (pengukuran). Analisis penyebab masalah dilakukan dengan menggunakan diagram fishbone. Bila terdapat kesenjangan. materials (bahan baku).Berbagai penyebab masalah yang terdapat pada kerangka konsep selanjutnya akan diidentifikasi. Dalam analisis penyebab masalah pada tulisan ini digunakan kategori 5 M (Man. Mother Nature/ environment (lingkungan). methods (metode). Kategori penyebab permasalahan yang sering digunakan meliputi minute (waktu). Setelah didapatkan faktor-faktor penyebab masalah selanjutnya ditentukan prioritas faktor penyebab masalah dengan menggunakan teknik kriteria matriks. Diagram fishbone merupakan suatu alat visual untuk mengidentifikasi. Machine). Untuk menyusun prioritas masalah ada beberapa indikator yang sering dipergunakan yaitu : 17 . mengeksplorasi. Money. maka ditetapkan sebagai penyebab masalah yang diprioritaskan tadi. Penyebab permasalahan digambarkan pada sirip dan durinya. Ketujuh penyebab munculnya masalah ini sering disingkat dengan 7M. Identifikasi penyebab masalah dilakukan dengan membandingkan antara tolak ukur atau standar komponen- komponen input. manpower (sumberdaya manusia). machines and equipmen. Material. Konsep dasar dari diagram fishbone adalah permasalahan mendasar diletakkan pada bagian kanan dari diagram atau pada bagian kepala dari kerangka tulang ikannya.

sejauh mana keuntungan sosial yang diperoleh dari penyelesaian masalah tersebut. ketersediaan teknologi dalam mengatasi suatu masalah. Technical feasibility (T). Prevalence (P). f. Public concern (PB). h. Degree of unmeet need (DU) yaitu adanya keinginan/dorongan besar dari masyarakat agar masalah tersebut dapat segera diselesaikan. e. besarnya dukungan politik dari pemerintah sangat menentukan besarnya keberhasilan penyelesaian masalah. 6. menyangkut besarnya keprihatinan masyarakat terhadap suatu masalah. menyangkut ketersediaan sumber daya yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Social Benefit (SB). b. jumlah suatu masyarakat yang terkena masalah. i. Identifikasi Alternatif cara pemecahan masalah 18 . Rate of increase (RI) yaitu jumlah kenaikan angka penyakit dalam periode waktu tertentu. d. Resource availability (R). a. semakin besar maka semakin harus diprioritaskan. c. serta seberapa jauh akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut. Severity (S) yaitu berat tingginya masalah yang dihadapi. g. Political climate (PC).

maka akan dipilih satu cara pemecahan masalah (untuk masing-masing penyebab masalah) yang dianggap paling baik dan memungkinkan. 2. Besarnya masalah yang dapat di selesaikan (Magnitude). Sensitifitas dikaitkan dengan kecepatan jalan keluar dalam mengatasi masalah. 3. Makin baik dan sejalan selesainya masalah. Prioritas jalan keluar adalah yang nilai efektifitasnya paling tinggi. yakni dengan memberikan angka 1 (paling tidak efektif) sampai angka 3(paling efektif). Setelah diketahui semua penyebab masalah. Alternatif pemecahan masalah ini dibuat dengan memperhatikan kemampuan serta situasi dan kondisi Puskesmas. makin sensitif jalan keluar tersebut. makin cepat masalah teratasi. Pentingnya jalan keluar (Importancy). Pentingnya jalan keluar dikaitkan dengan kelangsungan masalah. Untuk menilai efektifitas jalan keluar. makin tinggi prioritas jalan keluar tersebut. makin penting jalan keluar tersebut. 7. diperlukan criteria tambahan sebagai berikut: 1. dicari dan dibuat beberapa alternative pemecahan masalah. Sensitifitas jalan keluar (Vulnerrability). 19 . Menentukan prioritas cara pemecahan masalah Dari berbagai alternative cara pemecahan masalah yang telahdibuat. Alternatif-alternatif pemecahan masalah tersebut dibuat untuk mengatasi penyebab-penyebab masalah yang telah ditentukan. Pertama ditetapkan nilai efektifitas untuk setiap alternatif jalan keluar. Makin besarmasalah yang dapatdiatasi.

Beri angka 1 (biaya palingsedikit) sampai angka 5 (biaya paling besar). Makin besarbiaya yang diperlukan makin tidak efisien jalan keluar tersebut. jalan keluar dengan nilai P tertinggi. Nilai efisiensi biasanya dikaitkan dengan biaya (cost ) yang diperlukan untuk melaksanakan jalan keluar.Selanjutnya ditetapkan nilai efisiensi (efficiency) untuk setiap alternative jalan keluar. adalah prioritas jalan keluar terpilih. Dengan membatasi hasil perkalian nilai MxIxV dengan C. Nilai prioritas (P) dihitung untuk setiap alternative jalan keluar. 20 .

HC Kedaton berlokasi di Jalan Raya Kedaton Atas No. Kelurahan Kedaton. Menurut surat Keputusan Gubernur pada tahun 1982. 4. 2. 62 Tanjung Karang. Kelurahan Sukamenanti Baru. Hal ini karena Pemekaran Wilayah Kecamatan Kedaton menjadi Kecamatan Kedaton dan Kecamatan Labuhan Ratu. Pada bulan Maret 1965 Hc Kedaton diubah statusnya dari pelaksana teknis menjadi Puskesmas Berdasarkan Ketetapan Kepala Dinas Kesehatan Tingkat II Kotamadya Bandar Lampung Berdasarkan Keputusan Walikota Bandar Lampung No Tahun 2012 Wilayah kerja Puskesmas Rawat inap Kedaton hanya membawahi 7 kelurahan dan 1 buah Puskesmas Pembantu (Pustu) Sukamenanti. Kelurahan Penengahan. HC Kedaton membawahi beberapa Puskesmas antara lain: Puskesmas Natar. 5. 3. BAB IV GAMBARAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS Health center (HC) Kedaton berdiri pada tanggal 02 Mei berdasarkan permintaan Kepala Negri Balau yang menyadari akan pentingnya pelayanan kesehatn. 6. Geografi Luas wlayah kerja Puskesmas Rawat inap Kedaton 472 km Batas-batas wilayah: 21 . Kelurahan Sidodadi. Puskesmas Karang Anyar. Kelurahan Sukamenanti. Nomor 06/09/HK/1982 (Surat Keputusan Gubernur Tk I Lampung). Kelurahan Penengahan Raya A. Puskesmas Kedaton hingga saat ini mempunyai wilayah kerja 7 kelurahan yaitu: 1. Puskesmas Way Galih dan Puskesmas Tanjungan.

Hindu dan Budha.46 Km b. Kelurahan Sukamenanti Baru dengan luas wilayah 0. yaitu: a. Sarana perhubungan transportasi dan komunikasi cukup baik.19 Km f. B.399 jiwa Tahun 2016: 49. Demografi Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kedaton pada Tahun 2016 setahyak 49.990 jiwa Mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah Pegawal Negeri. tersebar di 7 Kelurahan yang ada di datam wilayah.960 jiwa Tahun 2013: 47. Kelurahan Sukamenanti dengan luas wilayah 0. Kelurahan Penengahan Raya dengan Mas wilayah 020 Km Keadaan tanah terdiri dari sebagian besar daratan dan perbukitan.990 jiwa. Kelurahan Kedaton dengan luas wilayah 1. Kelurahan Sidodadi dengan luas wilayah 1. tercatat kelurahan yang paling banyak penduduknya adalah Kelurahan Kedaton dengah jumlah 22 . Pedagang dan Buruh Mayoritas penduduk memeluk Agama talam.25 Km g. Kelurahan Penengahan dengan luas wilayah 0. Sebelah Utara: Berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Seneng dan Rajabasa Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Karang Pusat Seblah Timur: Berbatasan dengan Kecamatan Way Halim Sebelah Barat: Berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Karang Barat dan Labuhan Ratu Luas wilayah kena Puskesmas Rawat Inap Kedaton yang meliputi 7 (tujuh) Kelurahan yang terletak di Kecamatan Kedaton.25 km e. dan sebagian kecil nda pula yang beragama Kristen Katholik.19 Km c. Puskesmas Rawat trap Kedaton Dari 7 Kelurahan yang ada di wdayah kena Puskesmas Rawat inap Kedaton. Jarak desat kelurahan ke Puskesmas Puskesmas Pembantu rata-rata 1Km Jumlah Penduduk: Tahun 2012: 42.808 jiwa Tahun 2015: 47. Kelurahan Surabaya dengan luas wilayah 1.16 Km d.803 jawa Tahun 2014: 45.

Namun secara umum kebutuhan obat terpenuhi. karena keadaannya cukup memprihatinkan disamping kondisinya tidak layak untuk ditempati bidan desa. C. Penyebaran penduduk tidak merata sesuatu luas wilayah dan letak geografis dari wilayah masing-masing. Sarana Kesehatan 1. Ketersediaan Obat Di Puskesmas Rawat Inap Kedaton kebutuhan obat terbesar adalah obat-obatan jenis antibotik dan golongan analgetik-antiphiretik. mengingat jumlah kasus penyakit terbesar adalah penyakit infeksi. sedangkan jumlah penduta sasaran yang paling sedikit adalah kelurahan penengahan yaitu 3 322 jiwa. 23 . sedangakan untuk jenis obat program dapat diambil kapan saja sesuai kebutuhan program terkecuali untuk vitamin A yang selalu secara periodik didistribusikan setiap bulan Februari dan Agustus. Kebutuhan obat-obatan jenis lain disesuaikan dengan jumlah kasus penyakit. penduduk sasaran 12 655 jiwa. Pemenuhan kebutuhan obat berasal dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan. Sedangkan fasilitas lain yang tidak memadai adalah Polindes. Sarana pelayanan kesehatan Di wilayah Puskesmas Rawat Inap Kedaton sampai dengan tahun 2015 terdapat beberapa sarana yang masih belum mencukupi. 2. yang disuplai secara periodik setiap 3 bulan sekali untuk jenis obat rutin. juga keadaan bangunannya rusak parah.

serta dari Bantuan Oprasional Kesehatan (BOK).500. Jampersal 59.36). Tahun 2013 dana DAU (0). Jumlah Pembiayaan sektor Kesehatan untuk kegiatan tahun 2013 sampai 2015 mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2014 dana DAU (0..000.881.625. Anggaran kesehatan perkapita Rp.51%.542. JAMKESMAS/JAMPERSAL.. 271.36).500. 2. BOK 4.000. 6. Jamkesmas (85.184.56% dan Jamkesda 0 Tabel 4.100.000. Jamkesmas (85. 141.025.052.- Askes Sosial 16.- Operasional (DAU) 7.000. BOK 4.- Klem persalinan 246.37%) dan Jampersal 9.000.88 24 ..000.200..780.Pembiayaan Sektor kesehatan Puskesmas Rawat Inap Kedaton Tahun 2013 s.71%.000.950.- Jamkesda 210.94% dan Jamkesda 7.54%. Jamkesmas 28...175. 2.000.56% dan Jamkesda 0 dan Tahun 2014 dana DAU (0.- JKN 1. terutama dalam UKP. JAMKESDA.000.- Jamkesmas/ Jampersal 1. dan Askes sosial.71%.000.000.- *Sumber Laporan Keuangan Puskesmas Rawat Inap Kedaton Tahun 2015 Bila dilihat dari besarnya keadaan dana tersebut. Pembiayaan Pembiayaan sektor kesehatan untuk di Puskesmas Rawat Inap Kedaton bersumber antara lain dari dana DAU.000. maka pembiayaan dalam sektor kesehatan mengalami peningkatan.950.928.000.000. BOK 4.37%) dan Jampersal 9.d 2015 Sumber Dana 2013 2014 2015 Retribusi 9. yaitu dari dana yang bersumber dari Jamkesmas dan atau Jampersal.011.152.01%. 102.217. 30.D.- BOK 84.

25 .

Tolak ukur yang digunakan yaitu dari Rencana Kerja Pembinaan Gizi Masyarakat tahun 2016. kemudian apabila ditemukan adanya kesenjangan antara indikator dengan data keluaran (output) tersebut maka harus dicari kemungkinan penyebab masalah pada unsur masukan (input) baik dari faktor internal ataupun faktor eksternal hingga prosesnya. Berikut hasil pencapaian Program Perbaikan Gizi Masyarakat khususnya cakupan Pemberian ASI Eksklusif Puskesmas Rawat Inap Kedaton tahun 2016 Keterangan: Cakupan ASI Eksklusif adalah gambaran besaran bayi yang berusia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif. BAB V HASIL EVALUASI A. Proses identifikasi masalah dilakukan secara bertahap. Data yang diperoleh merupakan data ASI Eksklusif per 6 bulan (Agustus 2016). Membandingkan pencapaian keluaran program dengan tolak ukur keluaran Suatu masalah ditetapkan jika terdapat kesenjangan antara keluaran dengan tolak ukurnya. dalam hal ini hanya mendapat asupan ASI saja tanpa makanan ataupun minuman lainnya. sedangkan penyebab masalah ditentukan bila ada kesenjangan antara unsur sistem lainnya dengan tolak ukur. bayi usia 0-6 26 . dimulai dari keluaran (output) dari program kerja puskesmas.

Cara Perhitungan/Rumus = Jumlah bayi usia 0 – 6 bulan yang mendapat hanya ASI saja X 100% Cakupan Jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan ASI Eksklusif Pembilang :Jumlah bayi yang mendapat hanya ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Penyebut: Jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan di satu wilayah kerja pada kurun waktu yang sama. masalah yang ditemukan pada program ASI Eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton tahun 2016 adalah presentase pencapaian 27 . Jumlah sasaran bayi yang menerima ASI eksklusif sesuai dengan pendataan banyaknya jumlah bayi yang berusia 0-6 bulan. Ukuran/Konstanta: Persentase (%). bulan didata sesuai kriteria diatas. Masalah yang ditemukan pada Program ASI Eksklusif Puskesmas Rawat Inap Kedaton tahun 2016 adanya perbedaan antara pencapaian dengan sasaran. B. Menetapkan Prioritas Masalah Berdasarkan tabel 5.3%. Dari rumus diatas didapatkan perhitungan keseluruhan sebagai berikut: 40.3 %. dengan tolak ukur dimana target pencapaian adalah 75% sedangkan pencapaian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kedaton hanya sebesar 40.

Padahal target pencapaian cakupan bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif adalah 75%. Sikap ibu memberi makanan 28 tambahan (roti. Untuk mengatasinya. Setelah mengetahui faktor atau masalah dominan. . Kerangka konsep pelaksanaan ASI eksklusif D.Bidan desa usia 0-6 bulan dan kesadaran . C. kerokan pisang. mengingat suatu sistem merupakan keadaan yang berkesinambungan dan saling mempengaruhi. Masalah ini ditegakkan karena adanya perbedaan antara hasil yang diharapkan dengan tolak ukur dimana hasil yang diperoleh adalah 40. eksklusif Gambar 7.Kader Posyandu Jumlah cakupan bayi Membentuk pola pikir . susu formula). langkah berikutnya adalah mencari akar masalah dalam hal ini kami mencari akar masalah dengan menggunakan diagram fishbone.Pemahaman dan motivasi ibu mendapat ASI mengenai ASI . ketidakberhasilan pencapaian cakupan ASI eksklusif merupakan suatu hasil/cakupan yang tidak sesuai dengan target/sasaran. Identifikasi Penyebab Masalah Sesuai dengan pendekatan sistem. . Membuat kerangka konsep dari masalah yang diprioritaskan Untuk mempermudah identifikasi faktor penyebab masalah perbaikan gizi masyarakat khususnya Cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton pada tahun 2016 diperlukan kerangka konsep dengan menggunakan pendekatan Input sistem. program bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif masih lebih rendah dibandingkan dengan tolak ukur. dengan pendekatan sistem harus diperhatikan kemungkinan adanya masalah pada komponen lain pada sistem.3%.Promosi kesehatan Output Proses .Keluarga dan Tokoh masyarakat eksklusif meningkat.

4. Persepsi masyarakat bahwa ketika bayi berusia 4 bulan atau lebih maka pemberian ASI saja tidak cukup dan harus di berikan makanan selain ASI. terutama asuhan yang diberikan nenek dari bayi tersebut. Man Money Method Dana Promosi Konsistensi kesehatan tenaga Persepsi ibu kesehatan Penyuluhan dan tentang sikap dalam Biaya untuk ruang sosialisasi ayah yang tidak program ASI Cakupan ASI laktasi memotivasi eksklusif Eksklusif sebesar 40. 2. Sering didapatkan pengakuan ibu yang melahirkan di bidan jika bayi mereka diberikan susu formula dengan alasan ASI yang belum keluar padahal baru 1-2 hari setelah melahirkan. diperoleh beberapa masalah utama.3% dari target 75% Media promosi/ Kurangnya peran aktif tokoh penyuluhan Kurangnya kontrol masyarakat tentang terhadap program pentingnya pemberian ASI pemberian ASI eksklusif Eksklusif termasuk KP ASI Machine Material Gambar 8. Pendanaan untuk membuat kelompok pendukung ASI dan penyediaan sarana seperti ruang menyusui juga menjadi permasalahan lain. 29 . antara lain : 1. Permasalahan pada kurangnya konsistensi dari oknum tenaga kesehatan dalam program asi eksklusif. Diagram fishbone Setelah dilakukan pencarian masalah utama pada komponen-komponen diatas. 3. Kurangnya peran aktif tokoh masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif.

Dari diagram fishbone di atas. masih perlu mencari masalah-masalah yang paling memiliki peranan dalam mencapai keberhasilan program.5. 30 . Dengan menggunakan model teknik kriteria matriks pemilihan prioritas dapat dipilih masalah yang paling dominan. Permasalahan media promosi yang dapat menarik perhatian masyarakat dan membuat pasien mengerti dan akhirnya melakukan program ASI eksklusif.

Teknik Kriteria Matriks Pemilihan Prioritas Penyebab Masalah No I T R JUM Daftar Masalah IxTxR P S RI DU SB PB PC 1. susu formula). Money Dana Promosi 3 3 2 3 2 2 4 3 3 171 kesehatan Biaya untuk ruang 3 2 2 3 2 2 4 3 3 162 laktasi 4. Persepsi ibu tentang 3 3 3 2 3 2 2 3 3 162 sikap ayah yang tidak memotivasi Konsistensi tenaga 5 5 5 4 5 4 3 4 5 620 kesehatan dalam program ASI eksklusif 2 Method Penyuluhan dan 4 5 3 3 5 3 3 4 5 520 sosialisasi 3. kerokan pisang.Tabel 6. Machine Kurangnya kontrol 3 4 3 3 3 4 3 3 3 207 terhadap program pemberian ASI Eksklusif termasuk KP ASI Kurangnya peran 3 4 3 2 3 3 4 3 4 264 aktif tokoh masyarakat tentang pentingnya 31 . Man Sikap ibu memberi 5 5 3 3 5 2 2 4 5 500 makanan tambahan (roti.

konsistensi tenaga kesehatan dalam program ASI eksklusif. susu formula). sikap ibu memberi makanan tambahan (roti. penyuluhan dan sosialisasi. pemberian ASI eksklusif 5. media promosi/penyuluhan. kerokan pisang. Material Media promosi/penyuluh 4 5 4 3 4 3 3 4 6 416 an Keterangan :  Pentingnya masalah (Importancy) – Besarnya masalah (Prevalence) – Akibat yang ditimbulkan masalah (Severity) – Kenaikannya besarnya masalah (Rate of Increase) – Derajat keinginan masyarakat yang belum terpenuhi (Degree of Unmeet Need) – Keuntungan sosial karena selesainya masalah (Social Benefit) – Rasa prihatin masyarakat tentang masalah (Public Concern) – Suasana politik (Political Climate)  Kelayakan Tekhnologi (Technical Feasibility)  Sumber daya yang tersedia (Resources Availibility) Dari data tabel matriks diatas dapat dilihat komponen-komponen yang memiliki nilai tertinggi sebagai berikut. Penyuluhan/sosialisasi memiliki keterkaitan dengan media promosi yang menghasilkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap ASI eksklusif. 32 .

3% sederhana dan dari target 75% terintegrasi. dimana faktor-faktor yang paling dominan yaitu. Menyusun Alternatif Jalan Keluar Belum tercapainya cakupan ASI eksklusif pada Puskesmas Rawat Inap Kedaton dipengaruhi oleh beberapa faktor. 33 . Pemberian sanksi kepada oknum yang nakal. Menetapkan Alternatif Pemecahan Masalah (Jalan Keluar) Masalah Penyebab Alternatif Cakupan pelaksanaan Konsistensi tenaga Pengawasan berkala oleh program ASI eksklusif kesehatan dalam Kepala Puskesmas di wilayah kerja program ASI eksklusif setempat. sikap ibu memberi makanan tambahan (roti. media promosi/penyuluhan. konsistensi tenaga kesehatan dalam program ASI eksklusif. penyuluhan dan sosialisasi. BAB VI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH A. Penyuluhan/sosialisasi memiliki keterkaitan dengan media promosi yang menghasilkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap ASI eksklusif. Dari penyebab masalah diatas masalah yang dipriotaskan untuk disusun alternatif jalan keluar yaitu konsistensi tenaga kesehatan dalam program ASI eksklusif: Tabel 7. susu formula). kerokan pisang. Puskesmas Rawat Inap Kedaton yang Sistem pelaporan hanya mencapai 40.

34 .

Sistem pelaporan sederhana dan terintegrasi berasal dari laporan masyarakat yang dapat langsung diteruskan ke pihak terkait apabila mengetahui terdapat oknum tenaga kesehatan yang bertindak tidak sesuai dengan aturan. 3 Pemberian sanksi kepada 3 2 2 3 4 oknum yang nakal. Dari perumusan diatas dapat disimpulkan alternatif jalan keluar untuk masalah konsistensi tenaga kesehatan dalam program ASI eksklusif adalah dengan membuat sistem pelaporan sederhana dan terintegrasi. pentingnya alternatif jalan keluar sebagai pemecahan masalah.B. sensitifitas atau kecepatan masalah yang dapat teratasi dengan alternatif jalan keluar tersebut dan biaya yang harus dikeluarkan untuk alternatif jalan keluar masalah. 2 Sistem pelaporan sederhana dan 3 3 3 4 6 terintegrasi. Menentukan Prioritas Cara Pemecahan Masalah Tabel 8. Sistem ini dapat memberi fungsi pengawasan yang efektif sehingga dapat mengatur 35 . Memilih Prioritas Pemecahan Masalah (Jalan Keluar) No Daftar Alternatif Jalan Efektivitas Efisiensi Jumlah Keluar M I V C (MIV/C) 1 Pengawasan berkala oleh 3 3 3 3 9 Kepala Puskesmas setempat. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan besarnya masalah yang dapat diselesaikan .

36 .petugas dilapangan berkerja dan bertindak sesuai aturan dan dapat menunjang tercapainya target ASI eksklusif.

3. KESIMPULAN 1. yaitu hanya mencapai 40. BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN A. Altematif pemecahan masalah bagi pelaksanaan program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Tahun 2016 khususnya yang disebabkan konsistensi tenaga kesehatan dalam program ASI eksklusif yaitu dengan sistem pelaporan sederhana dan terintegrasi agar dapat memberi fungsi pengawasan yang efektif 37 . kerokan pisang. sikap ibu memberi makanan tambahan (roti. Masalah dari program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Tahun 2016 adalah cakupan bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kedaton lebih rendah dari tolak ukur. susu formula). media promosi/penyuluhan.3% dari target 75%. 2. Kemungkinan penyebab masalah dari program ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Tahun 2016 adalah konsistensi tenaga kesehatan dalam program ASI eksklusif. penyuluhan dan sosialisasi.

Dapat mengadakan pertemuan dengan tenaga kesehatan setempat untuk penegasan pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan. 2.B. SARAN 1. Pendataan ASI eksklusif berkala setiap bulan. Membentuk sistem pelaporan sederhana dan terintegrasi dengan menyediakan layanan pengaduan masyarakat terpadu (call center) pada wilayah kerja puskesmas. 3. 38 .

2015. 2014. Pusat Data dan Informasi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.portalgaruda. Child Growth Standards. Manajemen Laktasi Buku Panduan Bagi Bidan dan Petugas Kesehatan di Puskesmas.org/article.cdc. Infant Mortality. Pemberian ASI Eksklusif dan Problematika Ibu Menyusui. Laporan Tahunan Puskesmas Rawat Inap Kedaton. Bedah ASI. Situasi dan Analisis ASI Eksklusif. download. 2008. 2005. 2015.2011. Jakarta. Pekan ASI Sedunia. CDC. Mustofa A.php?article=49190&val=3910 WHO. 2011. 2016. Banjarnahor BFP. Asuhan Gizi di Puskesmas. Dit Gizi Masyarakat-Depkes RI. html). Exclusive Breastfeeding. (http://www. Kementerian Kesehatan RI. dkk. WHO. Gambaran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tiga Balata.int/nutrition/topics/exclusive_breastfeeding/en/) 39 . Depkes RI. Kementerian Kesehatan RI.gov/reproductivehealth/maternalinfathealth/infantmortality. 2006. 2014. DAFTAR PUSTAKA Badriul. (http://www.who.