LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 2 BLOK 6.3

NEUROBEHAVIOR

KELOMPOK 4

1. YESTI PARAMITA G1A113001
2. IMAM AGASI G1A113010
3. ADINDA G1A114007
4. ENITA HARIANTI G1A114008
5. NURUL SETIANI G1A113009
6. PUTRI ANDINI DARMA DWI G1A114025
7. TOMMY AKASIA LAKSANA PUTRA G1A114028
8. DEAN GRESTAMA G1A114032
9. SUNDARY FLORENZA G1A114033
10. KURNIA HANDAYANI G1A114035
11. BAHTIAR ADINOTO G1A114038
12. ELMIRA NITA QAINY G1A114073

DOSEN PEMBIMBING :

dr. PARAMITHA EKA

FAKULTAS KEDOKTRAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS JAMBI

Skenario

Seorang laki-laki, Tn.X 45 tahun, datang ke poliklinik RSJ dengan keluhan insomnia
sejak 2 bulan terakhir ini. Tn.X juga mengeluh sering merasa cemas, gelisah, jantung
berdebar-debar kencang dan nyeri ulu hati. Hubungan dengan istri juga mengalami
gangguan, penderita mengalami ejakulasi dini dan lekas marah. Tn.X merasa
semangatnya berkurang, minat dan kehilangan hal-hal yang membuatnya senang,
sosialisasi dan perawatan diri juga agak berkurang. Tn.X adalah seorang wiraswasta
yang diketahui usahanya mengalami kebangkrutan sejak 6 bulan yang lalu. Hasil
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan dokter tidak
menunjukkan adanya kelainan. Setelah mendapat pemeriksaan kesehatan yang
komprehensif, diagnosa Tn.X ditegakkan berdasarkan ppdgj 3 dan DSM V sehingga
dapat dilakukan penatalaksanaan yang tepat. Dokter juga tidak lupa untuk menjelaskan
prognosis kasus ini kepada Tn.X

Klasifikasi Istilah

1. Insomnia : gangguan tidur dimana adanya kesulitan untuk masuk tidur,
kesulitan dalam mempertahankan tidur atau tidak cukup tidur.1
2. Cemas : perasaan keprihatinan, ketidakpastian dan ketakutan tanpa
stimulus yang jelas dan dikaitkan dengan perubahan fisiologis (takikardi,
tremor, dll)2
3. Gelisah : rasatidak nyaman atau khawatir yang berlebihan.1
4. Ejakulasi dini : ejakulasi yang terjadi sebelum ejakulasi itu diharapkan terjadi
oleh orang yang bersangkutan.1

Identifikasi Masalah

1. Mengapa Tn.X mengalami insomnia ?
2. Apa saja penyebab insomnia ?
3. Apa hubungan usia dan jenis kelamin dengan keluhan Tn.X ?
4. Apa saja klasifikasi insomnia ?
5. Bagaimana penatalaksanaan insomnia ?
6. Apa saja dampak insomnia ?
7. Mengapa Tn.X merasa cemas dan jantung berdebar-debar ?
8. Apa penyebab ejakulasi dini pada Tn.X ?
9. Apa hubungan ejakulasi dini dengan keluhan Tn.X ?
10. Apa hubungan gangguan dengan istri dengan keluhan yang dialami oleh Tn.X ?
11. Apa saja jenis-jenis ejakulasi dini ?
12. Apa saja penyebab Tn.X mudah marah ?
13. Mengapa semangat Tn.X berkurang, dan minat serta hal-hal lain yang membuatnya
senang berkurang ?
14. Apa hubungan riwayat pekerjaan dengan keluhan Tn.X ?
15. Apa hubungan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dengan keluhan
Tn.X ?
16. Bagaimana alur diagnosis pada Tn.X berdasarkan ppdgj 3 dan DSM V ?
17. Apa diagnosa dari keluhan Tn.X berdasarkan ppdgj 3 dan DSM V ?
18. Bagaimana pemeriksaan yang komprehensif pada Tn.X ?
19. Bagaimana penatalaksanaan pada Tn. X ?
20. Bagaimana prognosis penyakit pada Tn.X ?

X mengalami insomnia ? Jawab : Adanya pemicu stress pada Tn. kortikosteroid. kondisi degenerative. Gangguan pada jantung seperti gagal jantung dan iskemia pada pembuluh koroner a.Analisis Masalah 1. Pickwikian syndrome (obstructive sleep apnea syndrome) d. yakni kondisi medis. asma.4 2. Akibatnya. Kondisi lainnya seperti demam. Stroke. nyeri dan infeksi b. Penyakit muntahan cairan lambung e. kehamilan.1 a. gangguan tidur karena gangguan CNS b. Mengapa Tn. Hipotiroid.X mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga timbul perubahan keadaan fungsional berbagai neurotransmitter dan sistem pemberi signal intraneuronal.X tetap terjaga. dan hipogonadisme c. demensia. terjadi ketidakseimbangan pelepasan norepinefrin dan serotonin (pelepasanmenurun) yang menyebabkan penurunan aktivitas norepinefrin dan serotonin.1. dan bronkodilator g. Gangguan paru obstruktif. Pelepasan neurotransmitter (khususnya serotonin) yang menurun itulah yang menyebabkan tidak adanya perangsangan untuk tidur sehingga Tn.3. Beberapa kondisi psikologis yang dapat menyebabkan gangguan tidur:  Depresi dapat menyebabkan gangguan dalam rapid eye movement (REM)  Sindrom post trauma  Obat-obatan psikotropika  Pikiran yang membebani atau stress  Tegang-cemas . Penggunaan obat seperti dekongestan. Apa saja penyebab insomnia ? Jawab : Penyebab dari gangguan tidur biasanya dibagi menjadi 3 kondisi. siklus menstruasi. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gangguan tidur adalah: . Gangguan pada darah f. menopause. kondisi psikiatri dan kondisi lingkungan.

c. Beberapa kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan gangguan tidur:  Kejadian yang mengancam nyawa atau kejadian yang memiliki stress tinggi  Gangguan siklus tidur akibat waktu kerja yang tidak tetap (malam dan pagi)  Lingkungan yang bising.tidak cukup. Hasil survey dari berbagai Negara diperoleh prevalensi rata-rata depresi pada lansia 13. Apa saja klasifikasi insomnia ? Jawab : Insomnia Primer Keluhan subjektif mengenai tidur yang buruk. Sedangkan lansia dengan usia senium ( 65 tahun ke atas ) sebanyak 42. Hasil mengenai tinggkat depresi diperoleh bahwa ada sebanyak 38.5% dengan perbandingan pria dan wanita 14. misalnya kondisi medis. Apa hubungan usia dan jenis kelamin dengan keluhan Tn. diabetes dan rasa nyeri juga dapat menyebabkan terjadinya insomnia sekunder ini dan biasanya mempengaruhi 1 dari 10 orang yang menderita insomnia atau susah tidur. 4. Polatidur.1 : 8. dingin.ataupun efek fisiologis darizat. ataupun terlalu panas.Selain itu masalah fisik seperti penyakit arthritis. Insomnia Sekunder Insomnia sekunder biasanya terjadi akibat efek dari hal lain. Insomnia sekunder juga dapat disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan yang diminum untuk suatu penyakit tertentu. dimana tingkat stressnya lebih tinggi. . sehingga terkadang mereka tidak dapat beradaptasi terhadap permasalahan (stressor) yang terjadi di hidupnya. tidak dapat dipertahankan yang berlangsung selam 1 bulan berhubungan dengan distres ataupun hendaya dan tanpa berhubungan dengan gangguan tidur lainnya. insomnia atau susah tidur ini dapat mempengaruhi sekitar 3 dari 10 orang yang menderita insomnia.X ? Jawab : Pada usia 20 – 50 tahun merupakan suatu kondisi yang labil. kebiasaan sebelum tidur dan lingkungan tempat tidur sering kali menjadi penyebab dari jenis insomnia primer ini.5. depresi dan dementia dapat menyebabkan terjadinya insomnia sekunder ini pada 5 dari 10 orang. Perubahan peran dan penurunan interaksi sosial serta kehilangan pekerjaan bisa menyebabkan laki-laki menjadi lebih rentan terhadap masalah- masalah mental termasuk depresi. 3.9% lansia dengan usia prasenium (40-65 tahun) mengalami depresi. mental dan medis. Masalah psikologi seperti perasaan bersedih. Faktor ini dapat mempengaruhi 1-2 dari 10 orang yang menderita insomnia. Insomnia primer ini mempunyai faktor penyebab yang jelas. penggunaan obat-obatan yang terlarang atau pun penyalahgunaan alkohol. Gejala depresi pada lansia prevalensinya tinggi dan semakin meningkat seiring bertambahnya umur.2% mengalami depresi.

Idiopathic insomnia e. insomnia diklasifikasikanmenjadi: a. insomnia dibagimenjadi 2 yaitu:  Organik  Non organik . Acute insomnia b. gangguantidur (insomnia) dibagimenjadi 4 tipeyaitu: 1. Insomnia due to medical condition j. Physiologic insomnia. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) IV dan International Classification of Sleep Disorders (ISD). Gangguantidur yang diinduksiolehbahan-bahanataukeadaantertentu 4. Insomnia due to drug or substance i.Insomnia disini adalah insomnia kronik yang sudah diderita paling sedikit 1 bulan dan sudah menyebabkan gangguan fungsi dan sosial. Dalam DSM IV.) Gangguaninimenetapdandiderita minimal 1 bulan. Dalam ICD 10. Psychophysiologic insomnia c. Behavioral insomnia of childhood h. Gangguantidur yang disebabkanolehkondisimedisumum 3. Inadequate sleep hygiene g. penyakit.Dyssomnias (gangguanpada lama. Berdasarkan International Classification of Sleep Disordes yang direvisi.5 . unspecified (organic)3. kualitasdanwaktutidur) . ataupunobat-obatan. Gangguantidur yang berkorelasidengangangguan mental lain 2. berjalansambiltidur.Secara internasional insomnia masuk dalam 3 sistem diagnostik yaitu International code of diagnosis (ICD) 10. Insomnia due to mental disorder f. Insomnia not due to substance or known physiologic condition. unspecified (nonorganic) k. Paradoxical insomnia (sleep-state misperception) d.Parasomnias (ada episode abnormal yang munculselamatidursepertimimpuburuk. dll) Dalam ICD 10 tidak dibedakan antara insomnia primer atau sekunder. Gangguantidur primer (gangguantidurtidakberhubungansamasekalidengankondisi mental.

Bangun di pagi hari pada jam yang sama tanpa mengindahkan berapa lama tidur pada malam sebelumnya. nadi. 2. tonus otot.6 a. 4. Terapi ini dimaksudkan untuk mengurangi waktu yang dihabiskan di tempat tidur yang dapat membuat lelah pada malam berikutnya. dapat berulang dilakukan sampat seseorang dapat tidur. Hindari menonton televisi. Terapi tingkah laku ini umumnya direkomendasikan sebagai terapi tahap pertama untuk penderita insomnia. Bila dalam waktu 20 menit di tempat tidur seseorang tidak juga bisa tidur. Instruksi dalam terapi stimulus-kontrol: 1.Terapi kognitif. Meliputi merelaksasikan otot secara progresif.Restriksi Tidur. lakukan hal-hal yang membuat santai. . Cara ini dapat membantu mengurangi kecemasan saat tidur. makan atau bekerja. Hal ini dapat memperbaiki jadwal tidur-bangun (kontrol waktu) . Strategi ini dapat membantu Anda mengontrol pernapasan. Bila sudah merasa mengantuk kembali ke tempat tidur.5. dan mood. . namun bila alam 20 menit di tempat tidur tidak juga dapat tidur. Non Farmakoterapi1.Teknik Relaksasi. tinggalkan tempat tidur dan pergi ke ruangan lain dan me 3. Bagaimana penatalaksanaan insomnia ? Jawab : 1. tidak untuk membaca. . dan latihan pernapasan. kembali lakukan hal yang membuat santai.Edukasi tentang kebiasaan tidur yang baik.Kontrol stimulus Terapi ini dimaksudkan untuk membatasi waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas. menonton televisi. Terapi Tingkah Laku Terapi tingkah laku bertujuan untuk mengatur pola tidur yang baru dan mengajarkan cara untuk menyamankan suasana tidur. Meliputi merubah pola pikir dari kekhawatiran tidak tidur dengan pemikiran yang positif. Terapi kognitif dapat dilakukan pada konseling tatap muka atau dalam grup. Pergi ke tempat tidur hanya bila sudah mengantuk. . Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. membuat biofeedback.Terapi tingkah laku meliputi: .

yaitu golongan phenobarbital atau golongan benzodiazepine (Long acting). membaca. a. ditinjau dari sifat gangguan tidur :  Initial Insomnia (sulit masuk ke dalam proses tidur) Obat yang dibutuhkan adalah bersifat “Sleep inducing anti-insomnia” yaitu golongan benzodiazepine (Short Acting) Misalnya pada gangguan anxietas  Delayed Insomnia (proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit masuk kembali ke proses tidur selanjutnya) Obat yang dibutuhkan adalah bersifat “Prolong latent phase Anti-Insomnia”. seperti menghindari kebisingan • Olahraga dan tetap aktif.5.Trizolam. . Gaya hidup dan pengobatan di rumah Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia : • Mengatur jadwal tidur yang konsisten termasuk pada hari libur • Tidak berada di tempat tidur ketika tidak tidur. b. dan Estazolam) b. Tidur siang harus dihindari. seperti olahraga selama 20 hingga 30 menit setiap hari sekitar lima hingga enam jam sebelum tidur. Non benzodiazepine (Chloral-hydrate. • Menghindari kafein. Phenobarbital) Pemilihan obat. yaitu golongan heterosiklik antidepresan (Trisiklik dan Tetrasiklik) Misalnya pada gangguan depresi  Broken Insomnia (siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah- pecah menjadi beberapa bagian (multiple awakening). • Hanya menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur. • Relaksasi sebelum tidur. • Tidak memaksakan diri untuk tidur jika tidak bisa. Benzodiazepine (Nitrazepam. Misalnya pada gangguan stres psikososial. alkohol. seperti mandi air hangat. Farmakologi Pengobatan insomnia secara farmakologi dibagi menjadi dua golongan yaitu benzodiazepine dan non-benzodiazepine. dan nikotin • Menghindari makan besar sebelum tidur • Cek kesehatan secara rutin • Jika terdapat nyeri dapat digunakan analgesik 2. Obat yang dibutuhkan adalah bersifat “Sleep Maintining Anti-Insomnia”. latihan pernapasan atau beribadah • Menghindari atau membatasi tidur siang karena akan menyulitkan tidur pada malam hari. • Menyiapkan suasana nyaman pada kamar untuk tidur.

tidak lebih dari 2 minggu. Kontraindikasi : . tetapi bila disertai alkohol atau “CNS Depressant” lain. untuk menghindari oversedation dan intoksikasi  Ada laporan yang menggunakan antidepresan sedatif dosis kecil 2-3 kali seminggu (tidak setiap hari) untuk mengatasi insomnia pada usia lanjut Lama Pemberian  Pemakaian obat antiinsomnia sebaiknya sekitar 1-2 minggu saja. seperti Nitrazepam Penggunaan lama obat anti-insomnia golongan benzodiazepine dapat terjadi “disinhibiting effect” yang menyebabkan “rage reaction” Interaksi obat  Obat anti-insomnia + CNS Depressants (alkohol dll) menimbulkan potensiasi efek supresi SSP yang dapat menyebabkan “oversedation and respiratory failure”  Obat golongan benzodiazepine tidak menginduksi hepatic microsomal enzyme atau “produce protein binding displacement” sehingga jarang menimbulkan interaksi obat atau dengan kondisi medik tertentu. Penggunaan lebih dari 2 minggu dapat gmenimbulkan perubahan “Sleep EEG” yang menetap sekitar 6 bulan lamanya. agar resiko ketergantungan kecil.  Dosis awal dapat dinaikkan sampai mencapai dosis efektif dan dipertahankan sampai 1-2 minggu. seperti Triazolam (sekitar 4 jam)  gejala rebound lebih ringanWaktu paruh sedang.  Kesulitan pemberhetian obat seringkali oleh karena “Psychological Dependence” (habiatuasi) sebagai akibat rasa nyaman setelah gangguan tidur dapat ditanggulangi. Efek Samping Supresi SSP (susunan saraf pusat) pada saat tidur Efek samping Efek samping yang dapat terjadi sehubungan dengan farmakokinetik obat anti- insomnia (waktu paruh) :  gejala rebound lebih berat pada pagi harinya dan dapat sampai menjadi panikWaktu paruh singkat. kemudian secepatnya tapering off (untuk mencegah timbulnya rebound dan toleransi obat)  Pada usia lanjut. seperti Estazolam  menimbulkan gejala “hang over” pada pagi harinya dan juga “intensifying daytime sleepiness”Waktu paruh panjang.Sleep apneu syndrome .Pengaturan Dosis  Pemberian tunggal dosis anjuran 15 sampai 30 menit sebelum pergi tidur. dosis harus lebih kecil dan peningkatan dosis lebih perlahan- lahan.  Overdosis jarang menimbulkan kematian. resiko kematian akan meningkat.

keinginan menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago.8. Rentan terserang diabetes Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Apa saja dampak insomnia ? Jawab : 1. Akibatnya. perbaiki kualitas tidur. hampir 2 poin lebih rendah daripada rata-rata Body Mass Index (BMI) mereka yang kurang tidur. Sehingga menyebabkan Anda menginginkan asupan kalori tinggi. tekanan darah dan . hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan. mereka tidur 7-9 jam setiap malam.cleft-palate abnormalities) khususnya pada trimester pertama.Chronic Respiratory Disease  Penggunaan Benzodiazepine pada wanita hamil mempunyai risiko menimbulkan “teratogenic effect” (e. Hasrat ngemil makanan berlemak meningkat Kurang tidur bisa melenyapkan hormone yang mengatur nafsu makan. Kekebalan tubuh menjadi lemah Kurang tidur dapat menyebabkan kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. berefek pada bayi (penekanan fungsi SSP) 6. Kondisi ini terjadi karena merangsang hormon ghrelin penambah nafsu makan.Congestive Heart Failure . 2. 4. 3. Seiring dengan berjalannya waktu. Jika terlalu sedikit waktu tidur Anda sistem kekebalan tubuh bisa terganggu. mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin. yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel. Jika selama 2 malam tidur Anda tidak berkulitas bisa memicu rasa lapar berlebihan. Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung. dan mengurango hormon leptin sebagai penekan nafsu makan. rata-rata indeks massa tubuh 24. Stres meningkat Studi yang dilakukan Universitas Chicago juga menemukan ‘menutup mata’ kurang dari 7 jam bisa meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari. untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda. karena itu.g. terjadi proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes. . AS. Juga benzodiazepine dieksresikan melalui ASI. Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam dalam penelitian 6 hari ini menemukan. Dalam penelitian yang dilakukan pada orang kembar identik oleh University of Washington menemukan.

penyakit jantung dan diabetes tipe 2. “Lebih buruk lagi. sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi. tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit. Penggunaan obat. dan lain-lain. peningkatan hormon ini biasanya disebabkan karena cemas. b. tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. MD.” kata Joyce Walsleben. Tampak lebih tua Mereka yang kurang tidur biasanya memiliki kulit yang pucat dan wajah lelah. ahli masalah tidur di Canyon Ranch. direktur Michael Smith. Mengapa Tn. 8.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi.X merasa cemas dan jantung berdebar-debar ? Jawab : Jantung berdebar kencang dapat dipicu oleh berbagai hal. PhD. Reaksi tubuh pun bisa menurun. c. panik. Resiko kanker lebih tinggi Olahraga membantu mencegah kanker. Ada beberapa obat yang memiliki efek samping berupa jantung berdebar. gugup. 7.” kata Jyotsna Sahni. mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah. kehamilan. Yang lebih kronis lagi. menopause . Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program. peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen yang memicu terjadinya keriput lebih cepat. seperti obat batuk pilek yang mengandung pseudoephedrine. stres. perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur. Hasilnya. Memicu rasa gelisah Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. dan mudah mengalami nyeri. Menstruasi. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health studi meneliti hampir 6. Adapun penyebabnya adalah seperti: a. “Tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama. 5. PhD. Berbagai rasa sakit bisa timbul Tidaklah mengherankan. Tucson.7 7. Adanya lonjakan adrenalin dalam tubuh dapat membuat seseorang merasakan jantung yang berdebar-debar. 6.

Perubahan hormonal pada saat menstruasi. ciri (traits) yang diwariskan. Faktor biologis meliputi: ketidaknormalan kadar hormon seks dan kadar neurotransmiter. Apa penyebab ejakulasi dini pada Tn. meliputi interaksi antara faktor psikologis dan biologis. kerusakan sistem saraf akibat pembedahan atau trauma (luka). hamil dan menopause juga kadang- kadang dapat menyebabkan jantung berdebar-debar. konfl ik antarpasangan. rasa bersalah. Apa hubungan ejakulasi dini dengan keluhan Tn.X ? Jawab : Patologi ejakulasi dini ini sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor psikologis meliputi: efek pengalaman dan pengkondisian seksual pertama kali (termasuk pengalaman seks di usia dini. yang secara sederhana dapat dibagi menjadi 2 yaitu faktor biologis dan faktor psikologis. seperti: impotensi (disfungsi ereksi).8 9. peradangan dan infeksi prostat atau saluran kemih. teori evolutionary. teknik seksual. d. cemas. problematika hubungan. dan penjelasan psikodinamika.1.Faktor psikologis yang sering dihubungkan dengan ejakulasi dini adalah . dehidrasi juga dapat menyebabkan jantung yang berdebar-debar. Kondisi medis Kadang-kadang jantung berdebar dapat menjadi tanda suatu masalah yang serius seperti hipertiroidisme dan aritmia. ketidaknormalan aktivitas refl eks sistem ejakulasi. degree of arousability. ketergantungan narkotika dan obat (trifl uoperazin) yang digunakan untuk mengobati cemas dan gangguan mental lainnya.X ? Jawab : Penyebabnya kompleks dan multifaktor.4 8. kecepatan refl eks ejakulasi. terburu-buru ingin mencapai klimaks atau orgasme. Riset terbaru menduga hipersensitivitas penis merupakan salah satu penyebab yang mendasari ED. atau gangguan neurologis. namun kondisi anemia. Cemas karena Adanya stressor  gagal melakukan adaptasi terhadap stressor  terjadi perubahan keadaan fungsional berbagai neurotransmitter dan sistem pemberi sinyal intraneuronal  terjadinya perubahan pada pengaturan sistem adrenegik  penurunan regulasi dari reseptor adrenergik beta  penurunan norepinefrin bersama dengan penurunan serotonin  sinyal di kirim ke korteks serebri. batang otak dan medulla spinalis  respon rasa takut yang berlebih  cemas dan gelisah. sensitivitas penis. permasalahan tiroid tertentu. namun hal ini hanya bersifat sementara. penampilan seksual. Faktor lainnya yang dapat juga berperan. dsb). reseptor dan kadar neurotransmiter pusat. Ejakulasi dini yang dimulai setelah beberapa tahun dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih. hubungan seks pertama kali. sistem limbik (amigdala dan hipokampus). frekuensi aktivitas seksual.

tertekan. Oleh karena itu maka dalam penanganan ejakulasi dini harus diperhatikan anxietas yang ada. Lingkungan sosial : dapat menjadi faktor predisposisi terjadinya depresi pada tn. Ejakulasi dini 4. Cirikhasnya: ejakulasi terlalu cepat. baik sebelum penetrasi (memasuki vagina) atau<1–2 menit setelahnya. menurunkan anxietas dan mencegah terjadinya depresi. dengan intravaginal ejaculation latency time (IELT) sekitar 0–2 menit. berkembang setelah sebelumnya memiliki hubungan seksual memuaskan tanpa masalah ejakulasi.depresi dan anxietas. selamanya) ED primer merupakan suatu gangguan ejakulasi neurobiologis dan juga berhubungan dengan gangguann eurotransmisi serotonergik (5-hidroksitriptamin [5-HT]) sistem saraf pusat. Sekunder (acquired. Tidak ada keterkaitan langsung antara ejakulasi dini dan insomnia.Namun keduanya dapat disebabkan karena simptom depresi yang dialami oleh Tn. menderita. Permasalahan ekonomi : Kebangkrutan diduga merupakan stressor/ pencetus ataupun penyebab kelainan psikologis 2. hubungan interpersonal yang terganggu dapat menyebabkan seseorang mengalami stres atau depresi. X. sehingga berakibat negatif. Dimulai sejak pengalaman seks pertama kali dan menjadi masalah di sepanjang kehidupan. Secara umum ditandai dengan ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi di semua atau di hampir semua aktivitas penetrasi penis ke vagina. 11. Primer (lifelong. 2. Dengan aktifnya enzim IDO maka triptopan akan di metabolisme lebih banyak kearah kenurynin. seperti sedih. Apa saja jenis-jenis ejakulasi dini ? Jawab : 1. ejakulasi primer adalah jika terjadi dalam satu menit setelah penetrasi ke vagina. dan kemungkinanakan munculnya depresi. Untuk kegunaan praktis. menghindari ketertarikanseksual. Penanganan yang dilakukan harus dapat memperbaiki ejakulasi. didapat) Ejakulasi dini yang onsetnya bertahap atau mendadak. yang kemudian akan memfasilitasi enzim IDO. Anxietas akan meningkatkan interferon gamma.X .Hal .Adapun keluhan psikologis yang dialami Tn.X ? Jawab : Pada kasus ini bisa jadi dikarenakan oleh : 1. Menurunnya kadar serotonin akan menyebabkan ejakulasi. yang akhirnya menyebabkan gangguan depresi.9 10. Mudah marah 3. X dapat mengarah ke depresi dan anxietas. Apa hubungan gangguan dengan istri dengan keluhan yang dialami oleh Tn. akibatnya serotonin akanmenurun.

Cirikhasnya: waktu untuk ejakulasi pendek namun biasanya tidak secepat ejakulasi primer. dana spekemosi. 2. Stressor atau Frustrasi Eksternal (Frustrasi = kekecewaan yang mendalam). Secara umum. Sumber stres yang dapat menjadi pemicu munculnya stres pada individu yaitu: a. ejakulasi dini sekunder ditandai oleh ejakulasi yang menetap atau berulang dengan rangsangan yang minimal sebelum.atau sejenak setelah penetrasi dan sebelum ejakulasi yang sesungguhnya diharapkan terjadi. Stressor akan mengaktifkan hipotalamus. aspek kognitif. Terdapat tiga aspek gangguan seseorang yang mengalami stres yaitu gangguan dari aspek fisik. letih. dan mengalami peningkatan konflik interpersonal. dan mudah marah. ini juga menyebabkan penderitaan pribadi dan masalah keharmonisan hubungan. orang yang mengalami stres merasakan perasaan khawatir. Stressor atau Frustrasi Internal Stressor internal :berasal dari dalam diri seseorang. depresi. sering menangis. atau suatu keadaan emosi seperti rasa bersalah).Dapat juga dikatakan sebagai ED setelah suatuperiode fungsi seksual yang adekuat. mewakili variasi normal dalam penampilan seksual. takut.(2006) untuk klasifikasi terbaru DSM-V dan ICD- 11. stres ditandai dengan sikap mudah marah. Stressor eksternal :berasal dari luar diri seseorang. cemas dan cepat panik. Menurut American Psychiatric Association. Jadi ada persepsi subjektif penderita bahwa ia cepat mengalami ejakulasi baik menetap maupun tidak menetap selama berhubungan seks. misalnya perubahan bermakna dalam suhu lingkungan. b. ia akan meningkatkan kecepatan denyut jantung serta . perubahan dalam peran keluarga atau sosial. Schweitzer DH. takut. tertekan.10 12. tekanan dari pasangan. Tipe ini tidak bisa dianggap sebagai gejala atau penyakit medis yang sebenarnya.Tipe ini diusulkan oleh Waldinger MD. Premature-like Ejaculatory Dysfunction Pria yang mengeluh ED meskipun kenyataannya memiliki waktu ejakulasi normal. Sistemsarafakanmengaktivasiberbagai organ danototpolos yang berada di bawah pengendaliannya contohnya. yaitu: 3-6 menit atau lebih lama.X mudah marah ? Jawab : Marah merupakan salah satu bentuk ekspresi emosi seseorang ketika menghadapi stres. kondisi seperti kehamilan atau menopause. misalnya demam. Apa saja penyebab Tn. pada saat. 1. Stres merupakan suatu respon adaptif individu terhadap situasi yang diterima seseorang sebagai suatu tantangan atau ancaman keberadaannya.Dari aspekemosi. selanjutnya hipotalamus akan mengendalikan sistem saraf simpatis dan sistem korteks adrenal. Natural variable premature ejaculation ED yang ditandai dengan ejakulasi dini yang tidak teratur dan tidak tetap.

ia menstimulasi pelepasan sekelompok hormon. yang dibawa melalui aliran darah ke korteks adrenal. yang meregulasi kadar gula darah. dan minat serta hal-hal lain yang membuatnya senang berkurang ? Jawab : Adanya stressor → gagal melakukan adaptasi terhadap stressor → terjadi perubahan keadaan fungsional berbagai neurotransmitter dan sistem pemberi sinyal intraneuronal → terjadinya perubahan pada pengaturan sistem adrenegik→ ↓ regulasi dari reseptor adrenergik beta → ↓ dopamin pada substansia nigra (mengatur minat dan konsentrasi) → mempengaruhi traktus dopaminergik →impuls diteruskan ke sistem limbik → hilangnya minat dan kegembiraan. Sekresi ACTH juga akan memberi sinyal ke kelenjar endokrin lain untuk melepaskan beberapa hormon. Selanjutnya sistem saraf simpatis juga akan memberi sinyal ke medulla adrenal untuk melepaskan epinefrin dan norepinefrin ke aliran darah. sehingga efek kombinasi berbagai hormon stres tersebut akan dibawa melalui aliran darah serta peran dari aktivasi neural cabang simpatik dari sistem saraf otonomik yang berperandalam fight or flight respon. . Hal tersebut merupakan slaah satu pemicu terjadi nya stress atau sering disebut stressor.9 13. Sistem saraf simpatik berespons terhadap impuls saraf dari hipotalamus yaitu dengan mengaktivasi berbagai organ dan otot polos yang berada di bawah pengendaliannya. suatu zat kimia yang bekerja pada kelenjar hipofisis yang terletak tepat di bawah hipotalamus. Sistem saraf simpatis juga memberi sinyal ke medula adrenal untuk melepaskan epinefrin dan norepinefrin ke aliran darah. sebagai contohnya. Kelenjar hipofisis selanjutnya mensekresikan hormon ACTH. dilatasi pupil.X berkurang. contohnya kortisol yang akan mempengaruhi regulasi gula darah.X ? Jawab : Berdasarkan Skenario. ia meningkatkan kecepatan denyut jantung dan mendilatasi pupil.X mengalami permasalahan dalam pekerjaan nya . yaitu sistem simpatis dan sistem korteks adrenal. situasi stres mengaktivasi hipotalamus yang selanjutnya mengendalikan dua sistem neuroendokrin. Efek kombinasi berbagai hormon stres yang dibawa melalui aliran darah ditambah aktivitas neural cabang simpatik dari sistem saraf otonomik berperan dalam respons fight or flight. Secara fisiologi. termasuk kortisol. Apa hubungan riwayat pekerjaan dengan keluhan Tn.1 14. ACTH juga memberi sinyal ke kelenjar endokrin lain untuk melepaskan sekitar 30 hormon. Mengapa semangat Tn. Tn. Dimana. Selain itu hipotalamus akan mensekresi ACTH yang akan merangsang korteks adrenal untuk menstimulasi sekelompok hormon. Sistem korteks adrenal diaktivasi jika hipotalamus mensekresikan CRF.

Anamnesis Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan masa sekurang-kurangnya 2minggu untuk penegakan diagnosis. Episode depresif berikutnya harus diklasifikasi di bawah salah satu diagnosis gangguan depresif berulang (F33.X.11 15.1) dan berat (F32. Kategori diagnosis episode depresif ringan (F32.X berdasarkan ppdgj 3 dan DSM V ? Jawab : 1.Pikiran. akan tetapi periode lebih pendek dan dapat dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung cepat.2) hanya digunakan untuk episode depresi tunggal (yang pertama). PemeriksaanPenunjang  Dexamethasone suppression test (DST)  Peningkatankortisol serum  Penurunan MHPG urindan 5-HIAA cairansecebrospinal  Uji stimulasi TRH  Uji tantangan stimulant . RR .Mood. Nadi .X ? Jawab : Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa tidak ditemukan gangguan pada fungsi fisik pasien sehingga dapat di lakukan pemeriksaan yang menuju ke psikologis pada pasien untuk dapat menegakkan diagnosa. Suhu 3. Bagaimana alur diagnosis pada Tn.Bicara . Tekanandarah . afekdanperasaan . Stres akan menimbulkan dampak positif atau negatif yang dapat menyebabkan susah tidur dan kehilangan semangat serta mempengaruhi aktivitas seksual misalnya ejakulasi dini yang terjadi pada Tn.Gangguanpersepsi . Apa hubungan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dengan keluhan Tn.-) 2. dll 4.0). sedang (F32. Pemeriksaan Fisik Tanda Vital: . PemeriksaanPsikiatri Deskripsiumum . 16.

Aksis I : F32. Gunakan keluhan utama untuk mengembangkan diagnosis banding sementara 4.X ? Jawab : WAWANCARA Untuk mengobati seorang pasien psikiatrik. Singkirkan atau masukkan berbagai kemungkinan diagnostic dengan menggunakan pertanyaan yang terpusat dan terperinci 5. temperamental. apakah dengan medikasi. Tentukan keluhan utama pasien 3.Dan untuk menyusun sebuah diagnosis yang baik.11 dengan Gejala Somatik Aksis II : Tidak didiagnosis Aksis III :- Aksis IV : Masalah pekerjaan Aksis V : 80-71 (gejala sementara dan dapat diatasi. manipulasi lingkungan atau psikoterapi-psikodinamika. dan menciptakan suatu rapport dan kepercayaan yang memungkinkan pasien untuk berbicara secara jujur dan akrab.11 dengan Gejala Somatik Aksis II : F603 Gangguan kepribadian emosional tidak stabil F606 Gangguan kepribadian cemas Axis III : Tidak ada Axis IV : Masalah Primary Group. 17. Lingkungan Sosial. Pekerjaan.1 Episode Depresif Sedang F. Ekomi Axis V : GAF 80-71. rasa hormat. Dapatkan rapport seawall mungkin pada wawancara 2.X berdasarkan ppdgj 3 dan DSM V ? Jawab : Tn. disabilitas ringan dalam sosial.32. secara efektif. pekerjaan. dll)12 .1 Episode Depresif Sedang F. Bagaimana pemeriksaan yang komprehensif pada Tn. Apa diagnosa dari keluhan Tn. Ikuti jawaban yang samar-samar atau tak jelas dengan cukup gigih untuk menentukan dengan akurat jawaban atas pertanyaan . Nancy Anderson dan Donald Black telah menuliskan 11 teknik yang sering pada sebagian besar situasi wawancara psikiatrik. empati. maka seorang dokter psikiatrik harus membuat diagnosis yang akurat dan dapat dipercaya. perkembangan sosial.5 18. X mengalami depresi sedang dan gangguan psikosomatik. maka dokter tersebut haruslah belajar mengenai pengaruh-pengaruh genetika. Diagnosis multiaksial menurut PPDGJ III Aksis I : F32. 1.Seorang dokter psikiatrik seharusnya mampu untuk menyampaikan keprihatinan. dan psikologis.32. biologi.

Riwayat adalah suatu cerita kehidupan dari pasien yang diceritakannya kepada psikiater dengan menggunakan bahasa dari pasien sendiri serta berdasarkan sudut pandang dari pasien itu sendiri. Di dalam laporan psikiatrik ini pemeriksa melaporkan hal-hal sebagai berikut: 1. Dengan selesainya suatu wawancara dan observasi maka hasil dari pemeriksaan tersebut dapat dituangkan dalam suatu laporan yang disebut laporan psikiatrik. Tanyakan tentang pikiran atau ide bunuh diri 10. Simpulkan wawancara awal dengan mendapatkan rasa kepercayaan. Penambahan suatu ringkasan tentang temuan positif dan negatif. dan jika mungkin harapan. 6. Gunakan campuran pertanyaan terbuka dan tertutup 8. Biarkan pasien berbicara dengan cukup bebas untuk mengamati bagaimana kuatnya pikiran berkaitan 7. . tentang pemeriksaan diagnosa lanjutan yang harus dilakukan. Memberikan prognosis. dan kemana kemungkinan pasien pergi di masa yang akan datang. Memberikan suatu kumpulan anjuran penatalaksanaan. KOMPONEN PEMERIKSAAN PSIKIATRIK 1. Pengungkapan pertanyaan penting.Laporan ini berisi riwayat psikiatrik dan hasil dari pemeriksaan mental dari pasien. 3. Laporan ini mengikuti garis besar dari riwayat psikiatrik dan pemeriksaan status mental dasar. Pemeriksaan psikiatri dan status mental sangat berperan penting dalam hal penegakan diagnosa oleh karena itu kedua bagian ini haruslah dibuat dan dilaporkan dengan sedetail dan seinformatif mungkin agar memudahkan para dokter psikiatri untuk menarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan psikiatri serta menyingkirkan diagnosa-diagnosa pembanding sehingga didapatkan suatu diagnosa yang tepat dan dapat pula dilakukan pengobatan ataupun terapi yang tepat agar pasien dapat menjalani lagi kehidupannya dengan lebih baik. Berikan pasien kesempatan untuk menanyakan pertanyaan pada akhir wawancara 11. 2. Dalam penyusunan suatu laporan psikiatrik diperlukan suatu formulasi yang baku yang telah disepakati oleh suatu komunitas kedokteran dunia sehingga memudahkan para dokter psikiatri untuk mencari data dan mengumpulkan informasi yang membantu dokter tersebut untuk dalam menegakkan diagnosis. dari mana pasien berasal. FORMULASI LAPORAN PSIKIATRIK Formulasi psikiatrik adalah suatu susunan / rangkaian laporan yang di dalamnya termuat hal-hal yang penting dalam pemeriksaan psikiatri baik dari wawancara maupun observasi terhadap pasien. 4. Membuat suatu diagnosis multiaksial sementara.Riwayat Psikiatri Riwayat psikiatri adalah suatu catatan mengenai kehidupan pasien. Catatan ini memungkinkan seorang psikiater untuk memahami siapa pasiennya. 6. 5. Memberikan formulasi psikodinamika. Jangan takut untuk menanyakan tentang topic yang anda atau pasien rasakan sulit atau memalukan 9.

kemungkinan-kemungkinan diagnosis dan kemampuan untuk mengatasi penyakit tersebut. usia. Keluhan ini biasanya dikatakan dengan kata-kata pasien sendiri. Riwayat Pribadi Dalam rangka untuk mempelajari penyakit pasien sekarang dan situasi kehidupan saat ini. Perhatian khusus pada bagian ini harus diberikan pada episode yang menandakan onset dari suatu penyakit. tempat perawatan / berobat pasien sebelumnya dan derajat kepatuhan pasien terhadap pengobatan sebelumnya harus dicatat dan digali secara kronologis. c. Mengingat pada riwayat medis. Data Identifikasi Di dalam data identifikasi diberikan ringkasan demografi yang ringkas mengenai nama pasien. e. status perkawinan. Riwayat Penyakit Sekarang Didalamnya diceritakan secara lengkap mengenai kronologi peristiwa yang menjadi penyebab ataupun memicu keadaan pasien menjadi seperti pada saat ini. adanya stresor. status pendidikan. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat penyakit dahulu adalah suatu transisi dari riwayat penyakit sekarang dan riwayat pribadi pasien. Disini diceritakan keadaan / episode sakit baik dalam hal psikiatri maupun kesehatan umum. Riwayat pribadi terdiri dari saat : e. Bagian ini mungkin merupakan bagian dari riwayat psikiatri yang paling penting dan menentukan dalam membuat suatu diagnosis Didalam bagian ini diceritakan mengenai perkembangan gejala dari onset penyakit sampai keadaan saat ini. perawatan dan komplikasinya. alamat. seorang psikiater membutuhkan pemahaman yang menyeluruh mengenai masa lalu dari pasien dan hubungannya dengan masalah mental sekarang. d. karena episode tersebut sering memberikan suatu data yang penting mengenai peristiwa-peristiwa pencetus. penggunaan obat dan taraf-taraf perubahan dari fungsi yang normal.i Riwayat Prenatal dan Perinatal Seorang psikiatri harus memperhitungkan keadaan dan situasi rumah dimana pasien dilahirkan dan apakah pasien adalah anak yang direncanakan dan diinginkan untuk dilahirkan. hubungannya dengan kejadian-kejadian dalam hidupnya. ataupun jika pasien tidak mampu untuk berbicara dengan baik maka gambaran tentang orang yang memberikan informasi juga harus dimasukkan.Disini dicatat setiap perubahan emosi dari setiap periode kehidupan. Gejala-gejala pada pasien baik adanya suatu inkapasitas. jenis kelamin. Data identifikasi ini dapat memberikan suatu gambaran sekilas mengenai karakteristik dari pasien yang mempunyai kemungkinan mempengaruhi diagnosis. agama. pekerjaan dan sumber informasi. khususnya yang memerlukan perawatan di rumah sakit yang dialami oleh pasien. seorang psikiatri seharusnya mendapatkan tinjauan medis mengenai gejala dan mencatat tiap penyakit medis atau bedah dan trauma berat. nomor telepon. Keluhan Utama Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan oleh pasien yang menyebabkan ia datang atau dibawa untuk mendapatkan pertolongan. jenis pengobatan yang telah diterima. Berikut adalah keterangan mengenai garis besar dari riwayat psikiatrik : a. prognosis.Keadaan persalinan juga harus ditanyakan apakah . b.

Hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana cara dia bergaul dan membawakan peran dalam pergaulannya. dan di dalam aktivitas kelompok bermain. bagaimana sifat anak tersebut (pemalu. khususnya bagaimana pasien pertama kali berpisah dengan ibunya. anak-anak cenderung untuk mengembangkan kemandirian dari orang tua mereka (pemisahan diri) yang ditunjukkan dalam hubungan dengan teman sebaya. menarik diri.Hal. dan sebagainya. macam persalinan (spontan atau cesarian). apakah dia sebagai seorang pemimpin. bagaimana aktivitas diluar sekolah (olah raga dan klub). perilaku yang aneh ada / tidak (membenturkan kepala ke tembok). overaktif. senang bepergian. apakah pernah pindah . prestasi akademik. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah onset dari pubertas. pola tidur. pemalu. pengalaman bekerja. e. Pada masa ini hal-hal yang perlu diamati adalah mengenai hubungan antara ibu dan anak (interaksi melalui pemberian makanan dan pengajaran ke toilet). serta popularitasnya di kalangan teman-teman sepermainannya. berbahasa. ramah / tidak). senang belajar . dan ambisi serta tujuan jangka panjang. ada / tidaknya komplikasi saat lahir dan defek saat bayi lahir. takut-takut. jenis kegiatan yang diminatinya. Perilaku anak tersebut juga harus diperhatikan apakah suka menyiksa hewan. jenuh ataupun tidak puas atas pilihan pekrjaannya tersebut. berbicara. perkembangan motorik.iiMasa Anak-Anak Awal (sejak lahir sampai usia 3 tahun) Periode ini merupakan masa anak-anak awal yang terdiri dari 3 tahun pertama kehidupan pasien. e. obat yang diminum selama kehamilan. keterlibatan hal- hal seksual. lebih gemar bermain sendirian. bagaimana proses identifikasi jenis kelamin. dan perkembangan awal baik dalam hal berjalan. perkembangan fisik.iii Masa Anak-Anak Pertengahan (usia 3 tahun .iv Masa Anak-Anak Akhir (pubertas sampai masa remaja) Selama masa ini. lama ia bekerja.hal diatas adalah pertanyaan yang harus ditanyakan oleh psikiatri untuk mengetahui riwayat pribadi pasien pada saat kelahiran. dan riwayat masturbasi yang harus digali. terpaksa. ngompol. mimpi malam yang buruk. ada tidaknya riwayat sakit dan trauma serta pengalaman tentang sekolah awal dari pasien. e. fobia. ada / tidaknya gangguan dalam hal tidur dan makan. bagaimana dia bertengkar dan berargumentasi). keperluan pelatihan dan persiapannya. Pada fase ini anak-anak biasanya mempunyai sosok figur yang diidolainya dan hal ini perlu untuk diketahui oleh dokter. ada / tidaknya pengasuh yang lain selain ibu kandung. ketidakteraturan dalam makan dan tidur.cukup bulan atau tidak. tindakan yang menimbulkan bahaya kebakaran. riwayat penggunaan alkohol dan penggunaan zat psikoaktif serta ada / tidaknya gejala- gejala pada saat puber (mood. konflik yang berhubungan dengan kerja. Riwayat pekerjaan Pada bagian ini seorang psikiatri mendeskripsikan pilihan pekerjaan pasien.v Masa Dewasa a. Psikiatri juga harus menggali perasaan pasien terhadap pekerjaan yang dilakukannya sekarang apakah ia merasa senang. e.berhubungan seks dan mimpi basah). ketertarikannya pada lawan jenis dan pengalaman seksual (masturbasi.11 tahun) Pada masa ini psikiater dapat memusatkan perhatian pada hal-hal penting antara lain bagaimana cara pemberian hukuman pada pasien di rumah. Disamping itu perlu juga ditanyakan riwayat pekerjaannya .

perawatan keluarga di rumah sakit serta pengobatan anggota keluarga dekat pasien harus dimasukkan ke dalam bagian dari laporan ini juga. ketat. kualitas hubungan seksnya dan apakah ia puas dengan itu atau terdapat penyimpangan dari perilaku seksualnya. Riwayat Keluarga Sebuah laporan yang singkat dan jelas mengenai tiap penyakit psikiatrik. Riwayat perkawinan atau hubungan jangka panjang yang dideskripsikan haruslah memberikan gambaran tentang perkembangan hubungan. ibu. Aktivitas sosial Dokter psikiatrik haruslah menggambarkan kehidupan sosial pasien dan sifat persahabatan. Di dalam bagian ini dokter menggambarkan setiap status pernikahan. dan apakah terdapat konflik keagamaan antara orangtua pasien dan pasien sendiri dan bagaimana mereka mengatasinya. siapa yang bekerja dan apakah cukup untuk keluarga. apa kegiatan mereka selama ini dan apakah terdapat saling perhatian diantara mereka. kerja.Hubungan yang bermakna yang terjalin antara dokter dengan pasiennya juga haruslah ditanyakan. sah /sesuai dengan hukum adat yang berlaku. bila ya tanyakan juga alasannya. Sikap pasien dan keluarganya tersebut apakah longgar.Perlu juga ditanyakan mengenai sikap keluarga terhadap keadaan sakit pasien. dengan penekanan pada kualitas kedalaman hubungan manusia. apakah memperoleh kepuasan atau tidak. frekuensinya. Jenis hubungan yang dimiliki pasien bersama teman- temannya. Riwayat perkawinan dan persahabatan.Kalau perlu ditanyakan keadaan finansial keluarga. Semua hal tersebut perlu digali secara mendalam sebab seringkali memberikan arti yang penting dalam hal pengumpulan data psikiatri dan penyimpulan diagnosis dari suatu pasien. Perlu ditanyakan juga ada atau tidaknya riwayat penggunaan alkohol atau zat-zat yang lain ataupun perilaku antisosial yang terdapat dalam keluarga. g. Semua penjelasan singkat tersebut diatas adalah hal-hal mengenai riwayat psikiatri pasien yang perlu ditanyakan secara lengkap. f. Disamping itu riwayat keluarga juga harus memberikan gambaran mengenai riwayat psikiatrik. Banyak riwayat seksual infantil yang tidak diungkapkan pemeriksaan psikiatri yang disebabkan oleh tidak diperhatikannya riwayat tersebut. apakah mereka mendukung terhadap pengobatan pasien atau tidak. pasien sendiri serta bagaimana pelaksanaannya didalam keluarga. b. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah adanya kelainan dari perkembangan seksual pasien sampai pada saat ini. d. kesehatan umum dan penyakit genetik pada ayah. Riwayat agama Seorang psikiater juga perlu untuk menggali lebih dalam mengenai latar belakang agama kedua orang tua pasien. Riwayat psikoseksual Seorang dokter psikiatri perlu untuk menanyakan riwayat seksual dari pasien. c. frekuensinya serta hubungannya dengan teman sekerjanya. dan kerabat yang lainnya. dimulai saat pasien baru menikah sampai keadaan pasien saat ini. detail sehingga dapat . karena kesulitan mendapatkan informasi. Juga perlu ditanyakan riwayat seksual contohnya pertama kali melakukan onani / masturbasi.

tenang. kesadarannya baik secara neurologis (compos mentis sampai koma). berlangsung lama. Keadaan afektif dan Hidup Emosi Keadaan afektif didefinisikan sebagai emosi yang menetap. stupor. gerak-gerik tubuhnya. melawan. yang tampak pada saat wawancara. echt / unecht. Bagian ini adalah bagian dari laporan psikiatri yang menggambarkan karakteristik saat pasien berbicara.Gambaran Umum Adalah gambaran tentang penampilan pasien dan kesan fisik secara keseluruhan yang dicerminkan oleh sikap. dan mempengaruhi persepsi / perilaku seseorang tentang dunia sekitarnya. apakah memberikan informasi yang banyak atau sedikit. Hidup emosi adalah respons emosional secara eksternal. memberikan gambaran yang jelas mengenai pasien dan keadaan kehidupannya serta saat sakitnya. komunikasi melalui penggunaan kata-kata dan bahasa. hiperthym. Secara objektif dapat dilihat dari cara berbicaranya. gagap. mannerisme. empati. perasaan yang diekspresikan melalui bahasa. alam pikiran. dan serasi / tidaknya. Semua hal diatas haruslah diperhatikan saat wawancara dengan melakukan observasi terhadap pasien secara teliti. kekanak-kanakan. Untuk melakukannya dan mendapatkan hasil yang optimal diperlukan observasi secara cermat dan menyeluruh mengenai pasien juga tidak dilupakan adalah teknik wawancara yang digunakan untuk menemukan kelainan-kelainan dalam fungsi mental pasien.).15 3. tampak sehat atau sakit. dsb. psikologis (menciut atau berubah) ataupun kesadaran secara sosial (baik atau tidak) dan tingkah laku saat wawancara (terdapatnya tik. Pada status mental ini kita melakukan pemeriksaan terhadap koordinat psikiatri / fungsi mental / fungsi kepribadian yaitu kesadaran. pakaian. agitasi.13 2. nada suaranya apakah euthym. emosi yang sesaat / jangka pendek. alam perasaan dan perilaku pasien. tidak ramah. gangguan pada afasia . dalam / dangkal. stereotipi. perawatan diri dan dandanan. sedangkan secara kualitas adalah dapat dilihat dari isi bicaranya. internal. dysthym. dsb. hipothym. pikiran. skala diferensiasi. sikap saat berbicara. dypsoprody. Status pemeriksaan mental adalah bagian dari pemeriksaan klinis yang menggambarkan jumlah total observasi pemeriksa dan kesan atau impresi tentang pasien psikiatri saat wawancara. Pemeriksaan hidup emosi ini didasarkan observasi pada stabilitas. ekspresi wajahnya. Yang dinilai dalam hal bicara ini adalah baik dalam kuantitas maupun kualitatifnya. Bicara Bicara adalah gagasan.15 PEMERIKSAAN STATUS MENTAL 1 . hiper/hipoaktivitas. bingung. tampak dari reaksi yang timbul setelah membicarakan sesuatu hal.dsb. Secara kuantitas yang dimaksud adalah dari jumlah pembicaraannya apakah pasien banyak atau sedikit pembicaraan yang terjadi khususnya pasien. postur perawakan. Hal ini akan membantu kita sebagai seorang psikiater untuk memahami seorang pasien sebagai seorang manusia secara utuh baik jasmani maupun fisik. Hal lain yang dapat membantu mengenai pemahaman kita akan keadaan sakit pasien adalah dengan melakukan pemeriksaan mental yang kemudian dicatat dalam status pemeriksaan mental.13 . Hal lain yang perlu dinilai adalah apakah tampak sesuai usia. Disamping itu juga perlu diperhatikan adanya gangguan dalam berbicara misalnya : disartria. pengendalian.

melalui proses mengamati. . Macam-macam keanehan ini dapat diperoleh oleh psikiatri dengan cara mengadakan wawancara dan melakukan obsevasi dengan baik. Orientasi Orientasi adalah kemampuan pasien untuk mengenali dirinya dan keadaan sekitarnya. Sedangkan gangguan pada isi pikir adalah terdapatnya preokupasi dan waham. gangguan pada pikiran dibagi menjadi 2 yaitu gangguan proses pikir / bentuk pikir dan gangguan isi pikir. kejadian-kejadian aktual. ataupun informasi tentang sejarah atau geografi. asosiasi dan symbol yang mengarah pada tujuan. kontinuitas pikiran dan hendaya berbahasa. juga dapat diketemukan pula adanya pembicaraan yang tak berujung pangkal atau juga adanya suatu ketidaksinambungan antara jawaban pasien dengan pertanyaan yang diberikan oleh kita sebagai seorang psikiatri. pendengaran. perubahan kualitas. Gangguan persepsi Persepsi adalah daya mengenal kualitas. Orientasi Tempat.Bentuk-bentuk distorsi sensorik antara lain terjadi perubahan intensitas. Yaitu kemampuan pasien untuk mengenali tempat keberadaan pasien Namun kesemuanya itu bersifat situasional. Contoh gangguan pada proses berpikir adalah adanya gangguan dalam hal produktivitas. sehiingga stimulus sensoris berada dalam genggamannya. pembauan. Disini. Untuk mendapatkan informasi umum dari pasien haruslah disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien. seperti nama-nama lima presiden terakhir.13 6. Yaitu kemampuan pasien untuk mengenali orang- orang yang ada disekitarnya. perubahan bentuk / dismegalopsia.4. Orientasi terhadap Orang.13 5. Memindahkan stimuli fisik menjadi informasi psikologik.Sedangkan desepsi sensorik adalah gangguan sensorik berupa munculnya persepsi baru dengan atau tanpa objek luar. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kemungkinan terjadinya demensia pada pasien. Informasi Umum dan Daya Ingat Informasi umum didapatkan dengan cara menanyakan pasien pertanyan- pertanyaan spesifik berdasar topik yang ada sekarang ini. Keadaan halusinasi dan onset dari halusinasi terjadi adalah penting karena itu wajib untuk digali dan diketahui oleh para dokter psikiatri yang bersangkutan. Terdiri dari :13 Orientasi Waktu. dimulai dari adanya masalah atau tugas dan mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan serta terjadi dalam urutan yang logis. contohnya adalah halusinasi dan ilusi. hubungan serta perbedaan suatu benda. Gangguan ini dapat melibatkan berbagai sistem sensorik dalam tubuh kita antara lain penglihatan.Gangguan ini dapat berupa distorsi sensorik dan desepsi sensorik. 7. sepreti disiarkan atau juga disedot sehingga pikirannya menjadi kosong. Pikiran Pikiran adalah suatu aliran gagasan. Pasien juga dapat memberikan penjelasan seolah-olah bahwa pikirannya dapat dibaca orang lain. mengetahui dan mengartikan. Yaitu kemampuan pasien untuk mengenal waktu sekarang ini. taktil dan penciuman. Pada bagian ini pemeriksa dapat menemukan adanya gangguan dalam hal berpikir antara lain terdapatnya waham yang biasanya sering muncul pada orang dengan gangguan jiwa.

Konsentrasi dan perhatian pada pasien ini juga perlu diuji. pengetahuan pasien. Pertimbangan dan Tilikan Selama proses menggali riwayat penyakit. Fungsi Intelektual Bagian dari pemeriksaan status mental ini mencari petunjuk fungsi organ organik. kapasitas berpikir abstrak dan tilikan dan perkembangan. contohnya dengan menggunakan seven serial tes. Pasien mungkin menunjukkan penyangkalan penyakitnya sama sekali atau mungkin menunjukkan kesadaran bahwa mereka sakit tetapi melemparkan kesalahan pada orang lain.Sedangkan untuk daya berpikir abstrak maka pasien dapat dinilai dari gambar yang diberikan oleh kita kepada pasien untuk dilukis dan kemudian kita minta pasien untuk menginterpretasikan gambar hasil lukisan tersebut. Daya ingat yang baru saja dapat diperiksa dengan bertanya pada pasien tentang bagaimana nafsu makan mereka selanjutnya bertanya pada pasien apa yang mereka makan sabagai sarapan atau makan malam pada kemarin malam. faktor eksternal atau bahkan faktor organik yang lain. Meminta pasien untuk mengulangi enam angka maju dan selanjutnya mundur untuk pemeriksaan daya ingat segera. Dapat juga dilakukan tes IQ dengan bantuan psikiatri bila kita curigai adanya gangguan pada perkembangan mental pada pasien tersebut.tilikan derajat 4 sadar bahwa sakitnya disebabkan oleh sesuatu yang tidak diketahui dalam dirinya . dan penyimpanan daya ingat segera (immediate retention and recall). Daya ingat jauh dapat diperiksa dengan bertanya pada pasien tentang informasi masa kanak-kanak mereka selanjutnya dapat diperjelas. daya ingat masa lalu yang belum lama (recent memory). 9. intelegensia pasien. Disini dinilai antara lain daya ingat pasien. 8. Fungsi daya ingat (memori) biasanya dibagi menjadi empat bidang : ingatan jauh (remote memory). .Tilikan dibagi menjadi 6 derajat. dokter psikiatrik harus mampu menilai banyak aspek kemampuan pasien dalam hal pertimbangan sosial.tilikan derajat 5 sadar bahwa dirinya sakit tetapi tidak bisa menerapkan dalam mengatasinya (tilikan intelektual) . Disini seorang psikiatri dapat melakukan tes dengan cara memberikan pertanyaan yang sederhana dan biasanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari pasien.mis : “bila di taman ada orang yang pingsan apa yang akan kamu lakukan?” pertanyaan ini akan memancing pendapat dari pasien dan hal inilah yang akan kita nilai. Maksudnya adalah apakah pasien dapat mengerti akibat perilaku atau perbuatannya terhadap orang lain. gambaran dia berpikir abstrak serta bagaimana kemampuan dia dalam menolong dirinya sendiri. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh pengandaian suatu keadaan .tilikan derajat 1 menyangkal bahwa dirinya sakit .tilikan derajat 2 Mengakui dan menyangkal bahwa dirinya sakit pada saat yang bersamaan.tilikan derajat 3 menyalahkan orang lain/faktor eksternal sebagai penyebab sakitnya . Tilikan adalah derajat kesadaran dan pengertian pasien bahwa mereka sakit. Mintalah pada pasien untuk mengingat peristiwa-peristiwa baru yang penting dari beberapa bulan terakhir untuk menilai daya ingat masa lalu yang belum lama. yaitu: .

tes untuk gangguan medis lainnya. Evaluasi neurologis secara detail. . Aksis I. Status Internus Status internus adalah pemeriksaan fisik secara umum sesuai dengan bidang penyakit dalam untuk mengetahui penyakit-penyakit yang diderita pasien.15 2. tes urine 24 jam untuk intoksikasi logam berat. dll yang dilakukan sesuai dengan indikasi yang diharapkan. Bagian ini menyimpulkan kesan dokter psikiatrik terhadap reliabilitas pasien dan kemampuan pasien untuk melaporkan situasi dan keadaannya dengan tepat. atau laboratorium sesuai indikasi. scan tomografi computer pencitraan resonansi magnetik. neurologis. Juga perlu dilakukan pula pemeriksaan fisik pada pasien untuk mengetahui ada / tidaknya hubungan sakit mental pada pasien dengan sakitnya secara fisik. . Status neurologis Status neurologis adalah pemeriksaan fisik di bidang neurologi. DSM-IV menggunakan suatu skema klasifikasi multiaksial yang terdiri dari lima aksis. teman atau tetangga oleh pekerja sosial 5. Karena itu dokter psikiatri harus berhati-hati pada kasus-kasus tertentu yang memungkinkan pasien untuk lebih sering berbohong baik karena malu ataupun tidak ingin keburukannya diketahui orang lain. Dari kedua buah laporan diatas kita dapat memperoleh sebagian besar informasi yang kita perlukan untuk memperoleh suatu diagnosa. Tes psikologis. Pemeriksaan fisik umum harus mengikuti format standar yang berlaku. masing-masing harus dicantumkan dalam diagnosis. 6. Wawancara dengan anggota keluarga. Reliabilitas Bagian ini adalah bagian terakhir dari status pemeriksaan mental. gangguan kecemasan umum) dan kondisi lain yang merupakan pusat perhatian klinis. contohnya pada penyakit typhus dapat timbul suatu keadaan yang disebut dengan delirium. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LANJUTAN 1. DIAGNOSIS Klasifikasi diagnostik dibuat menurut edisi empat “American Psychiatric Association’s Diagnosis dan Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-IV)”. tes untuk afasia. terdiri dari semua sindroma klinis (contoh : gangguan suasana perasaan. Wawancara diagnostik lanjutan 4. tes psikologi proyektif. skizofrenia. tes pemahaman membaca dan menulis. elektroensefalogram. 1. tes supresi deksametasone. umumnya penting pada pasien psikiatrik untuk mengetahui fokal sign yang mungkin dikeluhkan oleh pasien. Tetapi untuk lebih memastikan suatu diagnosis dan menyingkirkan diagnosa pembanding dapat pula dilakukan pemeriksaan laboratorium contohnya : foto roentgen. seperti. meliputi sistem-sistem perorgan di tubuh mulai dari kepala hingga kaki.15 3. keadaan ini adalah suatu penurunan kesadaran yang disertai dengan gejala mirip gejala pada penyakit gangguan mental. tilikan derajat 6 sadar bahwa dirinya sakit dan sudah bisa menerapkannya sampai kesembuhannya (tilikan emosional sejati) 10. tes obat-obatan. Bagian ini merupakan penilaian dokter terhadap pada kebenaran dan kejujuran pasien.

dll). kematian orang yang dicintai. Terapi kognitif membantu pasien mengerti manifestasi kognitif dan perasaan rendah diri dan pesimisme mereka. 19. penyakit kardiovaskuler. Terapi kemungkinan berlangsung lama. 4. berhubungan dengan penilaian global yang ditunjukkan oleh pasien selama wawancara (contoh : fungsi sosial. Jenis psikoterapi lain yang berguna adalah psikoterapi kelompok dan terapi interpersonal. tetapi kesehatan jiwa pasien ke depan juga harus diperhatikan. Pasien berespon terhadap psikoterapi berorientasi tilikan. Aksis III. Beberapa orang berespons terhadap tindakan menolong diri sendiri. gangguan endokrin). pekerjaan. dimaksudkan pada masalah psikologi dan lingkungan ( contoh : perceraian. mereka mampu menggali tilikan ke dalam psikodinamika penyakitnya dan memahami efeknya pada hubungan interpersonal mereka. Aksis II. Aksis IV. dan psikologis): digunakan skala ranking yang berurutan dari 100 (berfungsi superior) sampai 1 (fungsi sangat terganggu). 5. X ? Jawab : Psikoterapi Tujuan tatalaksana:  Keselamatan pasien harus terjamin  Kelengkapan evaluasi diagnostik pasien harus dilaksanakan  Rencana terapi bukan hanya untuk gejala. . 3. terdiri dari ganguan kepribadian dan retardasi mental. terdiri dari tiap penyakit medis ( contoh : epilepsi. 2. dan karena tes realitas pasien adalah baik. Psikoterapi adalah pengobatan terpilih untuk gangguan kepribadian depresif. Aksis V. Bagaimana penatalaksanaan pada Tn. penyakit gastrointestinal. Farmakoterapi Obat antidepresi bila dianggap perlu : Pertimbangkan pemberian antidepresan jika suasana perasaan sedih atau kehilangan minat menonjol selama 2 minggu dan 4 atau lebih gejala berikut ditemukan:  Kelelahan atau kehilangan tenaga  Konsentrasi kurang .

insomania) . 2. seperti : sertraline. 5. seperti : maproptiline. tianeptine dan mirtazepine. kewaspadaan berkurang. gelisah. khususnya terbangun dini hari dan tidak bias tidur kembali  Pikiran tentang kematian atau bunuh diri  Rasa bersalah atau menyalahkan diri  Nafsu makan terganggu Obat antidepresi yang diberikan : Pada farmakoterapi digunakan obat anti depresan. fluvoxamine. sinus takikardia. Selective Serotonin Re-Uptake Inhibitor (SSRI). fluxetine dan citalopram. seperti : amitryptylin. dimana anti depresan dibagi dalam beberapa golongan yaitu: 1. penglihatan kabur. 3. Mekanisme kerja Mekanisme kerja obat anti-depresi adalah:  Menghambat “re-uptake aminergic neurotransmitter”  Menghambat penghancuran Efek samping obat Efek samping obat anti-depresi dapat berupa:  Sedasi (rasa mengantuk. 4. Mono-Amine-Oxydase Inhibitor (MAOI) seperti : moclobemide. paroxetine.  Agitasi atau pelambatan gerak dan pembicaraan  Gangguan tidur. seperti : trazodone. retensi urin. hipotensi)  Efek neurotoksis (tremor halus. kinerja psikomotor menurun. dl)  Efek anti-adrenergik alfa (perubahan EKG. konstipasi. agitasi. clomipramine dan opipramol. imipramine. Golongan trisiklik. kemampuan kognitif menurun. dll)  Efek antikolinergik (mulut kering. Golongan tetrasiklik. Antidepresan atipikal. mianserin dan amoxapine.

perbedaan terutama pada efek sekunder (efek samping). Pada keadaan overdosis/intoksikasi trisiklik dapat timbul “Atropine Toxic Syndrome” dengan gejala: eksitasi SSP. +/. +/. toxic confulsional state (confusion. +/. Monitoring EKG untuk deteksi kelainan jantung Pemilihan obat Pada dasarnya semua obat anti-depresi mempunyai efek primer (efek klinis) yang sama pada dosis ekivalen. biasanya berkurang setelah 2-3 minggu bila tetap diberikan dengan dosis yang sama. Gastric lavage (hemodialisis tidak bermanfaat oleh karena obat trisiklik bersifat “protein binding” forced dieresis juga tidak bermanfaat oleh karena “renal exrection of tree drug” rendah) b. +/. +/- . = spesifik Paroxetine +/. +/. hiperpireksia. +/. disorientation).0 mg (im) untuk mengatasi efek anti-kolinergik (dapat diulangi setiap 30-40 menit sampai gejala mereda) d. Efek samping yang tidak berat (tergantung daya toleransi dari penderita). +/. Diazepam 10 mg (im) untuk mengatasi konvulsi c. Tindakan untuk keadaan tersebut: a.5 – 1. delirium. Prostigmine 0. + Sertraline +/. +/. hipertensi. konvulsi. serotonin Meclobemide +/. Hipotensi Nama obat Antikolinergik Sedasi Ket. = tidak Maprotiline + ++ + ada/ minimal Mianserin + ++ + sekali Amoxapine + + ++ = non spesifik Tianeptine +/. serotonin Fluvoxamine +/. orthostatik Amitriptyline +++ +++ +++ +++ = berat Imipramine +++ ++ ++ ++ = sedang Clomipramine + + ++ + + = ringan Trazodone + +++ + +/.

bisa digunakan pada berbagai kondisi medik). . jenis depresi). pemilihan obat anti depresi sebaiknya mengikuti urutan (step care). +/. dapat beralih ke pilihan kedua. Step 1 : golongan SSRI (sertaline. yang spektrum anti depresinya juga luas tetapi efek sampingnya relatif lebih berat. Mengingat profil efek samping. etc) Step 3 : golongan tetrasiklik (maprotiline. dan gejala putus obat minimal. Bila telah diberikan dengan dosis yang adekuat dalam jangka waktu yang cukup (sekitar 3 bulan) tidak efektif. Pemberian Dosis : Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan:  onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu  efek sekunder (efek samping) : sekitar 12-24 jam waktu paruh : 12-48 jam (pemberian 1-2 kali perhari). golongan trisiklik. penyakit fisik tertentu. etc) golongan “atypical” (trazodone) golongan MAOI (moclobemide) Pertama-tama menggunakan golongan SSRI yang efek sampingnya sangat minimal (meningkatkan kepatuhan minum obat. yang teringan adalah golongan MAOI. serta “lethal dose” yang tinggi (>6000 mg) sehingga relatif aman. Disamping itu juga dipertimbangkan bahwa pergantian SSRI ke MAOI membutuhkan waktu 2-4 minggu istirahat untuk “washout period” guna mencegah timbulnya “serotonin malignant syndrome”. untuk penggunaan pada sindrom depresi ringan dan sedang yang datang berobat jalan pada fasilitas pelayanan umum kesehatan umum. ect) Step 2 : golongan trisiklik (Amitriptyline. +/- Pemilihan jenis obat anti-depresi tergantung pada toleransi pasien terhadap efek samping dan penyesuain efek samping terhadap kondisi pasien (usia. dapat beralih ketiga dengan spectrum anti depresi yang lebih sempit. spectrum efek anti-depresi luas. Bila pilihan kedua belum berhasil. fluoxetine +/. dan juga efek samping lebih ringan dibandingkan trisiklik.

selama 3-6 bulan. Kegagalan terapi Kegagalan terapi pada umumnya disebabkan:  Kepatuhan pasien menggunakan obta (compliance). Tapering Dosage (dosis penurunan). Kebalikan dari initiating dosage. Kalau kemudian sindrom depresi kambuh lagi. Misalnya amytriptylin 150 mg/hari. proses dimulai lagi dari awal dan seterusnya. kemudian minggu III 200 mg/hari dan minggu IV 300 mg/hari. dimulai pada dosis anjuran sampai dosis efektif kemudian menjadi dosis optimal. Misalnya amytriptylin 150 mg/hari à 100 mg/hari selama 1 minggu. Untuk golongan SSRI diberikan dosis tunggal pada pagi hari setelah sarapan. Titrating Dosage (dosis optimal). Maintining Dosage (dosis pemeliharaan). untuk golongan trisiklik dan tetrasiklik. 5.Ada lima proses dalam pengaturan dosis. Misalnya amytriptylin 25 mg/hari pada hari I dan II. Stabilizing Dosage (dosis stabil). Pada dosis pemeliharaan dianjurkan dosis tunggal pada malam hari (single dose one hour before sleep). Misalnya amytriptylin 150 mg/hari selama 7 sampai 15 hari (miggu II). Initiating Dosage (dosis anjuran). 50 mg/hari pada hari III dan IV. Pemberian obat anti depresi dapat dilakukan dalam jangka panjang oleh karena “addiction potential”-nya sangat minimal. Dengan demikian obat anti depresan dapat diberhentikan total. 100 mg/hari pada hari V dan VI. yang dapat hilang oleh karena adanya efek samping. 75 mg/hari à 50 mg/hari selama 1 minggu. yaitu: 1. perlu diberikan edukasi dan informasi  Pengaturan dosis obat belum adekuat  Tidak cukup lama mempertahankan pada dosis minimal . 50 mg/hari à 25 mg/hari selama 1 minggu. selama 1 bulan. dosis optimal dipertahankan selama 2-3 bulan. 3. untuk mencapai dosis anjuran selama minggu I. Misalnya amytriptylin 300 mg/hari (dosis optimal) kemudian diturunkan sampai dosis pemeliharaan. 100 mg/hari à 75 mg/hari selama 1 minggu. 2. 4. Biasanya dosis pemeliharaan ½ dosis optimal.

meningkatkan efisiensi tidur. Psikoterapi Keberhasilan mengatasi insomnia sangat tergantung dari kemampuan pasien untuk santai dan belajar bagaimana cara-cara untuk tidur yang benar. tata laksana dari insomnia1. Terapi perilaku bisa menyembuhkan insomnia kronik dan terapi efektif untuk segala usia. Sayangnya. MCI. Terapi Simptomatik. retensi urin. banyak dosis obat hipnotik yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas tidur pada malam hari juga menyebabkan sedasi pada siang harinya. kelainan fungsi jantung. resikoteratogenik besar (khususnya trimester 1) dan TCA dieksresi melalui ASI. dan kava kava ( untuk mengurangi kecemasan ) banyak dipakai untuk terapi insomnia. short actingbenzodiazepine dapat digunakan. terapi untuk mengurangi penderitaan pasien dengan berbagai gejala yang mengganggu kualitas hidupnya. o ECT. terapi untuk depresi berat. khususnya pada usia lanjut  Galukoma. Obat hipnotik long acting bisa mengganggu kualitas psikomotorik yang bisa menyebabkan kecelakaan . terutama pada pasien usia tua b.3 a. sehingga penilaian menjadi “bias”. Farmakoterapi Tujuan pengobatan dengan obat-obatan hipnotik bukan hanya untuk meningkatkan kualitas dan durasi tidur. melatonin ( untuk gangguan irama sirkadian seperti jet lag. tapi juga untuk meningkatkan derajat kewaspadaan pada siang harinya dan untuk menghilangkan hyperarousal state. Terapi Cahaya Prinsip terapi ini adalah bahwa cahaya terang dapat mengurangi rasa mengantuk dan kegelapan bisa menyebabkan mengantuk. epilepsi  Pada penggunaan obat lithium. gangguan fungsi hati. ginjal dan kelenjar tiroid Wanita hamil dan menyusui tidak dianjurkan menggunakan TCA. Kontraindikasi Kontraindikasi obat anti depresan yaitu:  Penyakit jantung koroner.  Dalam menilai efek obat terpengaruh oleh presepsi pasien yang tendensi negative. Melatonin menurunkan fase tidur laten. c. dan meningkatkan persentasi tidur REM . chamomile. Herbal Bahan-bahan seperti valerian ( untuk relaksasi otot ). d. Untuk menghindari komplikasi ini. hipertofi prostat.

dan tidak lebih dari satu kali perawatan di rumah sakit adalah indikator prognostik yang baik. yang berhubungan dengan kendaraan bermotor Terapi dengan obat-obatan hipnotik sedatif harus dimulai dengan dosis kecil dan untuk maintenancenya menggunakan dosis efektif yang terkecil. Rebound insomnia bisa terjadi jika penghentian obat dilakukan secara mendadak.Jangan mengkonsumsi kafein pada malam hari . gejala gangguan kecemasan. karena itu penggunaan obat ini tidak boleh lebih dari 1 bulan. tinggal dalam waktu singkat di rumah sakit dalam waktu yang singkat.Jangan menggunakan obat-obat stimulan seperti decongestan . Bagaimana prognosis penyakit pada Tn.Hindari makan pada saat mau tidur.Tidur dan bangunlah secara reguler/kebiasaan . Sleep Hygiene . Untuk menghindari efek ini.X ? Jawab : Gangguan mood cenderung memiliki perjalanan penyakit yang panjang dan pasien cenderung mengalami kekambuhan.4 . Menghentikan antidepresan sebelum 3 bulan hampir selalu menyebabkan kembalinya gejala Pasien yang dirawat di rumah sakit untuk episode pertama gangguan depresif berat memiliki kemungkinan 50% untuk pulih dalam tahun pertama.Segera bangun dari tempat bila tidak dapat tidur (15-30 menit) . sementara sebagian besar episode yang diobati berlangsung kira-kira 3 bulan. fungsi keluarga yangstabil. .Hindari tidur pada siang hari/sambilan . tidak adanya gangguan kepribadian.Episode ringan. sepi.Episode depresif yang tidak diobati berlangsung 6 sampai 13 bulan. penyalahgunaan alkohol dan zat lain.Hindari rasa cemas atau frustasi Buat suasana ruang tidur yang sejuk.Lakukan latihan/olahraga yang ringan sebelum tidur . dan riwayat lebih dari satu episode sebelumnya. tidak adanya gejala psikotik.Banyak penelitian telah berusaha untuk mengidentifikasi indikator prognostik yang baik dan buruk di dalam perjalanan gangguan depresif berat. aman dan enak. digunakan obat dengan dosis kecil dan tappering off.Prognosis buruk dapat meningkat oleh adanya penyerta gangguan distimik. Efek toleransi terjadi pada penggunaan kebanyakan obat hipnotik. tapi jangan tidur dengan perut kosong . 20.

Mind Mapping Tn. Y Anamnesis Stressor Pemeriksaan Pemeriksaan Diagnosis Diagnosis Gangguan Jiwa berdasarkan PPDGJ Terapi Episode depresif Tindak lanjut Insomnia Ejakulasi dini .

01 dengan gejala somatik F32. e. dan putus asa (Yosep. maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara rinci. Karakter ke lima : F32. perasaan bersalah. Semua 3 gejala utama depresi harus ada b. tidak berguna. pekerjaan dan urusan rumah tangga. merasa tidak berdaya. Sekurang-kurangnya harus ada dua dari 3 gejala utama b. Mengalami kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial. kesedihan.11 dengan gejala somatik. f. Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya dan beberapa gejala diantaranya harus berintensitas berat. kehilangan gairah hidup. e.Sintesis Definisi Depresi Depresi merupakan bentuk gangguan jiwa pada alam perasaan (afektif. Dalam hal demikian. halusinasi atau stupor depresif F32. d.0 Episode Depresif Ringan a. e. F32.1 Klasifikasi : F32.00 = Tanpa gejala somatik dan F32. Episode depresif berat memenuhi kriteria episode depresi berat tanpa gejala psikotik.10 = Tanpa gejala somatik dan F32. Lama seluruh episode berlangsung minimum sekitar 2 minggu d. F32. Sekurang-kurangnya harus ada dua dari 3 gejala utama depresi seperti tersebut diatas b.8 Episode Depresif lainnya . Ditambah sekurang-kurangnya 3 dari gejala lainnya c. b. kelesuan. Sangat tidak mungkin melakukan pekerjaan atau urusan rumah tangga dan kegiatan sosial kecuali pada taraf yang sangat terbatas. 2007).2 Episode Depresif berat tanpa gejala psikotik a. Waham. Hanya sedikit kesulitan pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa dilakukan. Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang – kurangnya sekitar 2 minggu. Paling sedikit telah berlangsung dua minggu atau gejala amat berat dan onset sangat cepat. Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya c. penilaian secara menyeluruh terhadap episode depresif berat masih dapat dibenarkan. Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya d. c. mood ) yang biasa ditandai dengan kemurungan. tidak ada semangat. Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikomotor) yang mencolok.3 Episode Depresif berat dengan gejala psikotik a. Mekanisme terjadinya yaitu. Karakter ke lima : F32.1 Episode Depresif Sedang a. depresi berkaitan dengan kadar nurotransmitter terutama norepinefrin dan serotonin di dalam otak.

Biogenic amines Norephinefrin dan serotonin merupakan dua neurotransmitter yang paling berperan dalam patofisiologi gangguan mood.9 Episode Depresif YTT Epidemiologi Depresi merupakan diagnosis pasien rawat jalan ketujuh tertinggi di dunia. Gangguan neurotransmitter lainnya Ach ditemukan pada neuron-neuron yang terdistribusi secara menyebar pada korteks cerebrum. dan histamin merupakan teori utama yang menyebabkan gangguan mood. Walaupun depresi lebih sering terjadi pada perempuan. Kadar choline yang abnormal yang dimana merupakan prekursor untuk pembentukan Ach ditemukan abnormal pada pasien-pasien yang menderita gangguan depresi. serotonin. 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa depresi mayor lebih sering diderita perempuan dibanding laki-laki dengan rasio 2:1. Pada neuron-neuron yang bersifat kolinergik terdapat hubungan yang interaktif terhadap semua sistem yang mengatur monoamine neurotransmitter. dopamin.laki 5%-12%.F32. 2. monoamine neurotransmitter seperti norephinefrin. Penggunaan obat-obatan yang bersifat serotonergik pada pengobatan depresi dan efektifitas dari obat-obatan tersebut menunjukkan bahwa adanya suatu teori yang berkaitan antara gangguan depresi dengan kadar serotonin. 3. Serotonin Penurunan jumlah dari serotonin dapat mencetuskan terjadinya gangguan depres.2. dan beberapa pasien dengan percobaan bunuh diri atau megakhiri hidupnya mempunyai kadar cairan cerebrospinal yang mengandung kadar serotonin yang rendah dan konsentrasi rendah dari uptake serotonin pada platelet. Etiologi3 depresi sedang dengan gejala somatik 1. Faktor biologis Banyak penelitian menjelaskan adanya abnormalitas biologis pada pasien-pasien dengan gangguan mood. meskipun sebenarnya depresi dapat dijumpai pada semua kelompok usia. kejadian bunuh diri lebih sering terjadi pada laki- laki terutama usia muda dan tua. Norephinefrin Hubungan norephinefrin dengan gangguan depresi berdasarkan penelitian dikatakan bahwa penurunan regulasi atau penurunan sensitivitas dari reseptor α2 adrenergik dan penurunan respon terhadap antidepressan berperan dalam terjadinya gangguan depresi.1. 2. Pada penelitian akhir-akhir ini. Prevalensi selama kehidupan pada perempuan 10%-25% dan pada laki. . Rata-rata usia awitan adalah akhir dekade kedua.

4. yaitu. 5. makan. dan korteks adrenal yang bekerja sama dalam feedback biologis yang secara penuh berkoneksi dengan sistem limbik dan korteks serebral . misalnya MAO inhibitor atau antidepresan trisiklik. korteks cingulate anterior. dan magnetic resonance imaging (MRI) telah menemukan abnormalitas pada 4 area otak pada individu dengan gangguan mood. Menurut hipotesis ini. Area-area tersebut adalah korteks prefrontal. kemudian muncullah hipotesis sensitivitas reseptor. Faktor neuroendokrin Hormon telah lama diperkirakan mempunyai peranan penting dalam gangguan mood. 2. Sistem neuroendokrin meregulasi hormon-hormon penting yang berperan dalam gangguan mood. Abnormalitas otak Studi neuroimaging. kelenjar pituitari.noradrenalin tinggi --> manik. 3 komponen penting dalam sistem neuroendokrin yaitu : hipotalamus. . meningkatkan kadar 5-HT akan memperbaiki kondisi sehingga tidak muncul “bakat” gangguan mood. noradrenalin rendah - > depresi Jika kadar serotonin rendah. seperti : gangguan tidur. yang diakibatkan oleh terlalu kecilnya stimulasi oleh monoamine. positron-emission tomography (PET). Hipotesis Sensitivitas Reseptor Teori ini menyatakan bahwa depresi merupakan hasil perubahan patologis pada reseptor. Jika kadar serotonin rendah. menggunakan computerized tomography (CT) scan. Hipotesis permisif Menurut teori ini kontrol emosi diperoleh dari keseimbangan antara serotonin dan noradrenalin. ditemukan pada individu dengan depresi berat atau gangguan bipolar. Bberapa teori yang menjelaskan dari penyakit depresi. secara partikular pada bagian kiri. Obat-obat antidepresan umumnya bekerja meningkatkan neurotransmiter àmeningkatkan stimulasi saraf à menormalkan kembali saraf yang supersensitif Proses ini membutuhkan waktu àmenjelaskan mengapa aksi obat antidepresan tidak terjadi secara segera. dan amygdala. Saraf post- sinaptik akan berrespon sebagai kompensasi terhadap besar-kecilnya stimulasi oleh neurotransmiter Jika stimulasi terlalu kecil à saraf akan menjadi lebih sensitif (supersensitivity) atau jumlah reseptor meningkat (up-regulasi) Jika stimulasi berlebihan saraf akan mengalami desensitisasi atau down-regulasi. The Biogenic Amine Hypothesis Teori Amina Biogenik meny atakan bahwa depresi disebabkan karena kekurangan (defisiensi) senyawa monoamin. menurut teori ini depresi dapat dikurangi oleh obat yang dapat meningkatkan ketersediaan serotonin dan noradrenalin. seksual. Adanya reduksi dari aktivitas metabolik dan reduksi volume dari gray matter pada korteks prefrontal. padahal obat-obat tadi bisa meningkatkan ketersediaan neutrotransmiter secara cepat. dan ketidakmampuan dalam mengungkapkan perasaan senang. 3. Teori ini mempostulatkan : kadar serotonin yang rendah dapat menyebabkan(permit) kadar noradrenalin menjadi tidak normal --> yang dapat menyebabkan gangguan mood. yang akan mempengaruhi fungsi dasar. hippocampus. 1. terutama: noradrenalin dan serotonin. Namun teori ini tidak dapat menjelaskan fakta mengapa onset obat-obat antidepresan umumnya lama (6-8 minggu). Karena itu. terutama gangguan depresi. Serotonin memiliki fungsi regulasi terhadap noradrenalin --> menentukan kondisi emosi depresi atau manik.

Penurunan nafsu makan. Kurang percaya diri. dan biasanya sulit untuk didiagnosa. 5. 2. Merasa bersalah. Perubahan Perasaan 1. 3. penurunan konsentrasi dan sulit mengungat informasi. lambat dalam berfikir. bukan merupakan proses normal dalam kehidupan. Perubahan Fisik 1. otot keran dan nyeri. marah. lansia cenderung menyangkal bahwa dirinya mengalami depresi. tanpa penyebab fisik. 4. sakit kepala. Kelelahan dan kurang energy 4. Menjauhkan diri dari lingkungan sosial.4. 5. Penurunan ketertarikan ddengan lawan jenis dan melakukan hubungan suami istri. Agitasi. 3. Perubahan pada Kebiasaan Sehari-hari 1. Adanya pikiran untuk bunuh diri. Bagaimanapun. gangguan pada sistem regulasi sehingga terjadi penundaan level neurotransmiter untuk kembali ke baseline Gambaran Klinis Depresi3 Depresi adalahproses patoligis. Menunda pekerjaan rumah. Nyeri. Iritabilitas. Gangguan tidur. 3. Dysregulation hypothesis Gangguan depresi dan psikiatrik disebabkan oleh ketidakteraturan neurotransmiter. 2. gangguan pada ritmik sirkadian. banyak diantara mereka muncul dengan menunjukkan sikap rendah diri. 5. Merasa sedih. Sering menangis tanpa alas an yang jelas. Menghindari membuat keputusan. Perubahan Pikiran 1. Pada kasus berat sering dijumpai adanya halusinasi ataupun delusi. 3. 2. Penurunan aktivitas fisik dan latihan. 4. Merasa bingung. 6. Umumnya orang-orang akan menanggulanginya dengan mencari dan memenuhi rasa kebahagiaan. 4. Tidak adanya perasaan. Gejala umumnya. Merasa bersalah dan tidak mau dikritik. antara lain gangguan regulasi mekanisme homeostasis. dan terkadang agresif. 6. pekerjaan. . tak berdaya. Sulit membuat keputusan dan selalu menghindar. 2.

Dokter juga menjelaskan mengenai efek samping obat yang dapat terjadi seperti SSRI yang dapat menyebabkan agitasi. Dokter juga harus menjelaskan bahwa pasien tidak akan mengalami ketergantungan ibat antidepresan. kurang bisa menikmati hubungan sosial dan keluarga. Efek sosial. dan sebagainya. karena obat ini tidak memberikan kepuasan dengan segera. Pasien diedukasi agar menaati jadwal konsumsi dan dosis obat. kedua faktor tersebut akan memperoleh keuntungan melalui terapi obat. Efek fisik/somatik. juga penurunan produksi melatonin Efek psikologis. Karena kebanyakan insomnia diakibatkan oleh stress. Penurunan perhatian terhadap diri sendiri. nyeri otot. Orang yang tidur kurang dari 5 jam semalam memiliki angka harapan hidup lebih sedikit dari orang yang tidur 7-8 jam semalam.1 Komplikasi Komplikasi insomnia : Efek fisiologis. dokter harus dapat menekankan bahwa gangguan depresif merupakan kombinasi faktor biologis dan psikologis. . obat trisiklik dan MAOI yang dapat meningkatkan nafsu makan dan tidur yang membaik . seperti susah mendapat promosi pada lingkungan kerjanya. orang yang menderita insomnia memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar untuk mengalami kecelakaan lalu lintas jika dibandingkan dengan orang normal. atau mual. Dapat berupa gangguan memori. terdapat peningkatan noradrenalin serum. Dapat berupa kualitas hidup yang terganggu. Selain itu. Komplikasi Depresi  Menurunkan kualitas hidup  Mencetuskan dan memperlambat penyembuhan atau memperberat penyakit fisik  Meningkatkan beban ekonomi. Hal ini mungkin disebabkan karena penyakit yang menginduksi insomnia yang memperpendek angka harapan hidup atau karena high arousal state yang terdapat pada insomnia mempertinggi angka mortalitas atau mengurangi kemungkinan sembuh dari penyakit. gangguan berkonsentrasi . Dapat berupa kelelahan. Peningkatan konsumsi alcohol dan obat-obatan terlarang. 6. Kematian. irritable. kehilangan motivasi. peningkatan ACTH dan kortisol. hipertensi. gangguan gastrointestinal. depresi.1 Edukasi Dalam mengedukasi pasien depresi. dan sebagainya. karena mungkin akan membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 minggu sebelum efek antidepresannya dapat terlihat. yaitu antidepresan.5.

3 Selain edukasi mengenai terapi farmakologi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya efek samping maka hal itu sebagai pertanda bahwa obat tersebut bekerja. Secara jelas. Terapi perilaku Dalam terapi ini pasien dapat belajar bagaimana cara berfungsi di dalam dunia sedemikian rupa sehingga mereka memperoleh dorongan positif. 5. dan positif. mengembangkan cara berpikir alternatif. 3. Terapi keluarga Terapi ini dapat membantu pasien untuk mengurangi dan menghadapi stres dan dapat mengurangi kemungkinan kambuh.1 . Terapi berorientasi psikoanalitik Tujuan terapi ini adalahh memberi pengaruh pada perubahan struktur atau karakter kepribadian seseorang. 2.diikuti dengan pemulihan energi dan rasa depresi. bukan hanya untuk meredakan gejala. fleksibel. Terapi interpersonal Terapi ini dapat membantu pasien dalam menyelesaikan masalah interpresonal yang mencetuskan terjadinya depresi. tetapi efek samping tetap harus dijelaskan secara terperinci. pasien diberikan pemahaman mengenai manfaat terapi psikososial seperti: 3 1. Terapi kognitif Terapi ini bertujuan untuk meringankan episode depresif dan mencegah kekambuhan dengan membantu pasien mengidentifikasi dan menguji kognisi negatif. ada baiknya pasien diedukasi untuk dapat mengikuti terapi non farmakologi yaitu terapi psikososial dengan menjelaskan tujuan dan manfaat yang didapatkan oleh pasien setelah menjalani terapi tersebut. serta melatih respon perilaku dan kognitif yang baru. 4.

Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa. 6. 2010. Ed: Wiguna. BukuAjarFisiologiKedokteranEdisi 11. http://www. Sylvia. Anonym. 31th Ed. Jack A. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. I Made.com/Portals/6/08_199Ejakulasi%20Dini.com/tanya-dokter/read/2752655/dampak- negatif-insomnia-dan-solusinya. 7. W. 2012. Buku Ajar PsikiatriKlinis. dan John E. Anurogo D. Anonym. Jakarta: PT Nuh Jaya. 3. Jakarta: EGC. Kaplan danSadockSinopsisPsikiatri. 2.unisayogya. ( diakses 31-06-2017) 8. Daftar Pustaka 1. Jakarta 10. Edisi 2. Sudoyo. 11. A. Muslim.id/2163/1/Naskah%20Publikasi_Widya%20Oryza_20 1510104050.kalbemed. 2010. 2013 13. Kaplan. Price. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder. Jakarta: BagianIlmuKedokteranJiwa FK-UnikaAtmajaya. 2006. Tangerang: BinaRupaAksara Publisher 4. EGC. Peter Anugrah. William & Wilkins 428 East Preston Street. Patofisiologi : KonsepKlinis Proses-proses Penyakit. Edisi 6. Guyton. Jakarta. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. (terjemahan).F Maramis. Grebb.ac. 14.USA 1994. W. Carty Wilson. Arthur C. diakses (13 juni 2016) 11. Sadock B. Kalimantan Tengah : FK UniversitasPalangka Raya. (diakses tanggal 31-06-2017) 9. http://opac. 5. Surabaya: Penerbit Airlangga University Press. Kaplan &Sadock. Washington DC. http://www. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. . Newman. fourth edition. BukuSaku Diagnosis GangguanJiwaRujukanRingkasdari PPDGJ-III. 2005.I. Sadock. 2015.pdf 12. 2001. Rusdi.CDK-199/ vol. PenerbitBukuKedokteran EGC. Maryland 21202. Dorland’s Illustrated Medical Dictionary. Hall. Benjamin J : Kaplan and Sadock.klikdokter. Rusdi. H. Sadock BJ. Maslim. Sadock V A. 2010. Dorlan Dorland. 15. Ejakulasidini. Behavioural Sciences Clinical psychiatry. Lorraine Mc. Kaplan.pdf. A. Harold I. Baltimore. 39 no. 2007. Jakarta: EGC. Seven edition.American Psychiatric Association.