Laporan Praktikum Fisiologi Spirometri

Kelompok F3

Nim Tanda Tangan
Nama
Angga Punggawa Koedoeboen 102015125

Grace Abigaelni Harefa 102016085

Jessica Leatemia 102016095

Monica C. F Obisuru 102016121

Muhamad Fikri 102016166

Tania 102016199

Nor Umi Izati binti Khalidi 102016261

Chatrine Wijanarko 102012158

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

SEMESTER 2 BLOK 7

JAKARTA
Tujuan
Untuk mengetahui volume dan kapasitas paru ( TV,IRV, ERV, IC, VC )

Alat dan Bahan

A. Spirometer
B. Spirometer digital
C. Tissue
D. Penjepit hidung
E. Pipa mulut disposable
F. Pengukur berat badan
G. Pengukur tinggi badan

Cara kerja

I. Persiapan
a. Percobaan 1
 Isi bejana hijau dengan air sampai tanda garis pengisian, gunakan pegangan tangan
disamping bejana untuk membawa bejana.
 Tekan sungkup putih perlahan-lahan ke bawah untuk meyakinkan penempatannya di
dasar bejana hijau.
 Masukkan pipa mulut yang disposable ke ujung pipa plastik yang fleksibel, selalu
gunakan pipa mulut disposable yang baru setiap pergantian PS.
 Tempelkan garis penunjuk pada garis 0 yang terdekat dengan ujung lengan skala,
dengan mengatur cakram penunjuk yang harus berada di sebelah kanan garis
penunjuk.
 Bila mengukur volume inspirasi letakkan cakram penunjuk di sebelah kiri garis
penunjuk di garis 0 yang terdekat dengan lengan skala.
b. Percobaan 2
 Sebelum melakukan percobaan, ukur tinggi dan berat PS.
 Masukan data pasien simulasi pada autospirometer
 Hidung PS dijepit menggunakan penjepit hidung, PS tidak perbolehkan melihat alat
autospirometer
 PS bernafas tenang terlebih dahulu melalui mouth piece sampai alat berbunyi ‘ting’
 PS diminta melakukan ekspirasi maksimal
 PS diminta untuk bernapas tenang 1 kali, langsung inspirasi maksimal dan terus
langsung ekspirasi maksimal
 PS kemudian diminta melakukan inspirasi maksimal dan ekspirasi maksimal dengan
cepat seberapa kali yang bisa hingga alat berbunyi ‘ting’.

II. Cara Pengukuran:
a. Percobaan 1
- Pakai penjepit hidung.
- Pengukuran TV (Volume Tidal). PS melakukan inspirasi biasa di luar, kemudian
ekspirasi biasa di spirometer.
- Napas biasa.
- Pengukuran TV ERV. PS melakukan inspirasi biasa diluar, kemudian ekspirasi
maksimum dispirometer.
- Nafas biasa.
- Pengukuran VC. PS melakukan inspirasi maksimum diluar , kemudian ekspirasi
maksimum di spirometer.

Hasil Pemeriksaan

I. Percobaan spirometer manual
Nama PS : Angga Punggawa Koedoeboen

Keterangan Hasil Percobaan (ml)

TV 450

TV + ERV 2200

VC 3600

ERV = (TV+ERV) – TV
= 2200 ml – 450 ml

= 1750 ml

IC = VC- ERV

= 3600 ml - 1750 ml

= 1850 ml

IRV = IC – TV

= 1850 ml- 450 ml

= 1400 ml

TLC = IRV + TV + ERV + RV

= 1400 ml + 450 ml+ 1750 ml + 1200 ml

= 4800 ml

II. Percobaan Autospirometer

Nama OP : Angga Punggawa Koedoeboen

Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur : 20 tahun

Berat/Tinggi Badan : 59kg/174,8cm

<pre> Unit Pred Act %
VC L 4.44 3.79 85
TV L 0.30
IRV L 1.82
ERV L 1.68
IC L 2.12
Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Vital Paru dengan AutoSpirometer
Jenis Volume Unit Besar Volume (Manual) Besar Volume (Auto)
TV L 450 ml 300 ml
TV + ERV L 2200 ml 1980 ml
VC L 3600 ml 3790 ml
Tabel 2. Perbandingan Hasil Pemeriksaan Vital Paru dengan Manual dan Autospirometer.

Landasan Teori

Sistem respirasi dapat diartikan sebagai pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara
tubuh dengan lingkungan luar. Sel pada tubuh manusia umumnya mendapatkan energy dari
reaksi kimia yang membutuhkan oksigen dan sering dikenal sebagai proses metabolisme. Tubuh
akan menggunakan oksigen kemudian akan mengeluarkan karbon dioksida. Proses pertukaran
gas ini terjadi di alveolus pada paru-paru. Inspirasi adalah pergerakan udara dari lingkungan
eksternal menuju ke alveolus sedangkan ekspirasi adalah pergerakan udara dari alveolus menuju
lingkungan luar. Awal masuknya udara ke tubuh manusia adalah lewat hidung ataupun mulut
yag kemudian menuju faring, laring, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Setelah oksigen masuk
ke paru-paru kemudian akan dibawah oleh darah menuju jaringan. Di jaringan ini akan terjadi
metabolisme yang menghasilkan energy untuk tubuh.

Menurut tempat terjadinya ada dua jenis pernapasan, yaitu pernapasan luar dan
pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam
alveolus dengan darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang
terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru
dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar
tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila
tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan
pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan. Fase inspirasi terjadi
ketika otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan
dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya
oksigen masuk. Fase ekspirasi merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk
ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil.
Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar,
sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Pembahasan

Spirometri adalah sebuah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kapasitas fungsi
paru dengan cara inspirasi dan ekspirasi biasa dan sekuat-kuatnya. Terdapat 2 jenis spirometer
yang kami gunakan dalam percobaan ini yaitu spirometer manual dan autospirometer. Hasil dari
spirometer manual didapat dengan cara dicatat setiap kali ekspirasi ke dalam spirometer manual.
Hasil dari autospirometer didapat dengan inspirasi dan ekspirasi ke spirometer dan akan
memberikan hasil dalam bentuk grafik yang akan dilampirkan.

Dengan menggunakan spirometer, beberapa volume dan kapasitas paru dapat ditentukan
yaitu:
 Tidal Volume (TV). Volume udara yang masuk atau keluar dari paru selama satu kali
bernapas. Volume pada keadaan istirahat = 500 ml
 Volume Cadangan Inspirasi (inspiratory reserve volume/IRV) adalah volume tambahan yang
dapat secara maksimal di hirup melebihi tidal volume istirahat
 Kapasitas Inspirasi (IC). Volume maksimum udara yang dapat di hirup pada akhir ekspirasi
normal tenang (KI= IRV+ TV).
 Volume Cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume/ ERV) adalah volume tambahan
udara yang dapat secara aktif di keluarkan oleh konstraksi maksimum melebihi udara yang di
keluarkan secara pasif pada akhir tidal volume biasa.
 Volume Residual (VR). Volume udara yang tersisa di paru setelah ekspirasi maksimum.
Volume ini tidak dapat diukur secara langsung dengan menggunakan spirometer, karena
volume ini tidak keluar dan masuk paru. Namun, volume ini dapat ditentukan secara tak
langsung melalui teknik pengenceran gas yang melibatkan inspirasi sejumlah tertentu gas
penjejak tak berbahaya, misalnya helium. Volume normal = 1.200 ml
 Kapasitas Residual Fungsional (KRF) adalah volume udara di paru pada akhir ekspirasi
pasif normal (KRF= ERV+ VR)
 Kapasitas Vital (VC). Volume maksimum udara yang dapat di keluarkan selama satu kali
bernapas setelah inspirasi maksimum. PS melakukan inspirasi maksimum, kemudian
melakukan ekspirasi maksimum. KV menunjukan selisih volume maksimum yang dapat
terjadi di dalam paru. (VC = VT + IRV + ERV).
 Kapasitas Paru Total (TLC) adalah kapasitas total yang dapat ditampung oleh paru-paru

Gambar 1. Kapasitas Vital Paru Normal

Hasil pengukuran dengan spirometer setiap orang berbeda-beda karen ditentukan oleh
beberapa faktor yaitu:

 Umur, umumnya makin bertambah umur seseorang akan makin rendah frekuensi
pernapasannya
 Jenis kelamin, umumnya laki-laki lebih banyak gerak, sehingga lebih banyak memerlukan
energi
 Suhu tubuh, makin tinggi suhu tubuh semakin cepat frekuensi pernapasannya
 Posisi tubuh, ini berpengaruh terhadap mekanisme inspirasi dan ekspirasi
 Kegiatan, karena orang yang giat melakukan kegiatan memerlukan lebih banyak energi dari
pada orang yang sedang santai

Kesimpulan
Spirometri adallah teknik yang digunakan untuk memeriksa kapasitas paru seseorang.
Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui keadaan paru seseorang normal atau tidak. Dengan
menggunakan spirometer, kita dapat mengukur volume tidal, volume cadangan inspirasi, volume
cadangan ekspirasi, kapasitas vital, kapasitas total paru dan volume residu dan kapasitas vital
paksa
Daftar Pustaka

1. Hall JE. Guyton and hall textbook of medical physiology. Thirteenth edition.
Philadelphia: Elsevier; 2016:p.497, 517-34
2. Fox SI. Human physiology. Eight edition. Boston: Mc Graw-Hill Companies;2004: p.
488, 94-9
3. Sherwood L. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem ed. 6. Jakarta : EGC; 2011