1) Perbedaan puskesmas PONED dan non PONED serta contoh puskesmas PONED

yang ada di daerah bantul !
PONED merupakan kepanjangan dari Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar.
PONED dilakukan di Puskesmas induk dengan pengawasan dokter. Petugas kesehatan
yang boleh memberikan PONED yaitu dokter, bidan, perawat dan tim PONED
Puskesmas beserta penanggung jawab terlatih.

Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial Dasar dapat dilayani oleh puskesmas yang
mempunyai fasilitas atau kemampuan untuk penangan kegawatdaruratan obstetri dan
neonatal dasar. Puskesmas PONED merupakan puskesmas yang siap 24 jam, sebagai
rujukan antara kasus-kasus rujukan dari polindes dan puskesmas. Polindes dan
puskesmas non perawatan disipakan untuk mealkukuan pertolongan pertama gawat
darurat obstetri dan neonatal (PPGDON) dan tidak disiapkan untuk melakukan PONED.
Contoh puskesmas PONED yaitu puskesmas Dlingo I.

Puskesmas non PONED adalah puskesmas yang belum memiliki fasilitas atau
kemampuan untuk penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar.
Puskesmas yang belum siap 24 jam, belum mempunyai hubungan kerjasama dengan
Rumah Sakit terdekat dan Dokter Spesialis dan Obgyn . Contoh puskesmas non PONED
yaitu puskesmas jetis II.

2) Jelaskan tentang pelatihan PONED, wewenang apa saja yang boleh dilakukan oleh
petugas yang sudah mendapatkan pelatihan PONED!

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor
1464/Menkes/Per/X/2010 tentang Izin dan Penyelenggaran Praktik Bidan, kewenangan
yang dimiliki bidan meliputi:

ü Kewenangan normal:

o Pelayanan kesehatan ibu
o Pelayanan kesehatan anak
o Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana
ü Kewenangan dalam menjalankan program Pemerintah

ü Kewenangan bidan yang menjalankan praktik di daerah yang tidak memiliki dokter

Kewenangan normal adalah kewenangan yang dimiliki oleh seluruh bidan. n ini meliputi:

1. Pelayanan kesehatan ibu
1. Ruang lingkup:
o Pelayanan konseling pada masa pra hamil
o Pelayanan antenatal pada kehamilan normal
o Pelayanan persalinan normal
o Pelayanan ibu nifas normal
o Pelayanan ibu menyusui
o Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan
1. Kewenangan:
o Episiotomi
o Penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II
o Penanganan kegawat-daruratan, dilanjutkan dengan perujukan
o Pemberian tablet Fe pada ibu hamil
o Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas
o Fasilitasi/bimbingan inisiasi menyusu dini (IMD) dan promosi air susu ibu (ASI)
eksklusif

dan memberikan penyuluhan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS) dan penyakit lainnya. Melakukan pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan ibu dan anak. merujuk dan memberikan penyuluhan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk pemberian kondom. Ruang lingkup: o Pelayanan bayi baru lahir o Pelayanan bayi o Pelayanan anak balita o Pelayanan anak pra sekolah 1. asuhan antenatal terintegrasi. . dan perawatan tali pusat o Penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dan segera merujuk o Penanganan kegawatdaruratan. Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) melalui informasi dan edukasi 9. alat kontrasepsi dalam rahim. Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). perawatan bayi baru lahir pada masa neonatal (0-28 hari). dilanjutkan dengan perujukan o Pemberian imunisasi rutin sesuai program Pemerintah o Pemantauan tumbuh kembang bayi. bidan juga diberikan kewenangan sementara untuk memberikan pelayanan kesehatan di luar kewenangan normal. injeksi vitamin K 1. hanya dapat dilakukan oleh bidan yang telah mendapat pelatihan untuk pelayanan tersebut. Memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana 2. Pemberian alat kontrasepsi suntikan. dan memberikan pelayanan alat kontrasepsi bawah kulit 2. Melaksanakan deteksi dini. Kewenangan: o Melakukan asuhan bayi baru lahir normal termasuk resusitasi. Selain itu. Pencegahan penyalahgunaan Narkotika. dengan kewenangan: 1. anak balita. pencegahan hipotermi. dan pelaksanaan deteksi dini. anak balita dan anak pra sekolah o Pemberian konseling dan penyuluhan o Pemberian surat keterangan kelahiran o Pemberian surat keterangan kematian 1. merujuk. khusus bagi bidan yang menjalankan program Pemerintah mendapat kewenangan tambahan untuk melakukan pelayanan kesehatan yang meliputi: 1. Penanganan bayi dan anak balita sakit sesuai pedoman yang ditetapkan 4. serta pencegahan penyalahgunaan Narkotika. Kewenangan bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan di luar kewenangan normal tersebut berakhir dan tidak berlaku lagi jika di daerah tersebut sudah terdapat tenaga dokter. Melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas 7. khusus di daerah (kecamatan atau kelurahan/desa) yang belum ada dokter. anak pra sekolah dan anak sekolah 6. Memberikan alat kontrasepsi oral dan kondom Selain kewenangan normal sebagaimana tersebut di atas. dengan syarat telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana.o Pemberian uterotonika pada manajemen aktif kala tiga dan postpartum o Penyuluhan dan konseling o Bimbingan pada kelompok ibu hamil o Pemberian surat keterangan kematian o Pemberian surat keterangan cuti bersalin 1. Pelayanan kesehatan anak 1. Pemantauan tumbuh kembang bayi. anak usia sekolah dan remaja. dan penyakit lainnya 8. dan penyehatan lingkungan 5. inisiasi menyusu dini (IMD). Pelayanan kesehatan lain yang merupakan program Pemerintah Khusus untuk pelayanan alat kontrasepsi bawah kulit. Asuhan antenatal terintegrasi dengan intervensi khusus penyakit kronis tertentu (dilakukan di bawah supervisi dokter) 3. penanganan bayi dan anak balita sakit.

o Laporan Dinkes kabupaten/kota ke Dinkes Propinsi. . Pelaporan Pelaporan hasil kegiatan dilakukan secara berjenjang dengan menggunakan format yang sesuai dengan buku pedoman AMP yaitu: o Laporan Polindes / bidan di desa ke puskesmas o Laporan dari puskesmas ke Dinkes Kabupaten/Kota o Laporan dari RS PONEK di Kbupaten/Kota ke Dinkes Kabupaten/Kota. Format yang tersedia dalam PONED antara lain: o Pencatatan dalam Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Kesehatan (SP2TP) o KMS bumil / buku KIA o Register Kohort ibu dan bayi o Partograf o Kartu Persalian Nifas o Laporan hasil audot maternal perinatal o Pemantauan wilayah setempat – kesehatan ibu dan anak ( PWS-KIA) o Form manajemen terpadu bayi muda (MTBM) dan manajemen terpadu balita sakit (MTBS). 3) pencatatan dan pelaporan tentang apa saja yang harus dilakukan puskesmas PONED (termasuk pencatatan untuk AMP) Pencatatan Dalam melaksanakan PONED diperluakn pencatatan yang akurat pada masing-masing tinkat pelayanan.