BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pneumonia merupakan masalah kesehatan di dunia dengan
angka kematian balita yang tinggi, tidak hanya di negara berkembang, namun
di negara maju seperti Amerika serikat, Kanada dan negara-negara Eropa. Di
Amerika serikat misalnya, terdapat dua juta sampai tiga juta kasus pneumonia
per tahun dengan jumlah kematian rata-rata 45.000 orang. Di Indonesia,
pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler
dan tuberkulosis. Faktor sosial ekonomi yang rendah mempertinggi
angka kematian. Gejala Pneumonia adalah demam, sesak napas, napas dan
nadi cepat, dahak berwarna kehijauan atau seperti karet, serta gambaran hasil
rontgen memperlihatkan kepadatan pada bagian paru.

Dalam jurnal Kesmas yang dikutip dari A Anwar pada tahun 2014,
bahwa angka kejadian pneumonia lebih beresiko pada balita sekitar 67%. Hal
ini sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi rumah dan lingkungan sekitarnya.
Menurut WHO (2008), oleh Rudan dalam analisisnya memasukkan faktor
risiko ASI eksklusif, gizi, pencemaran udara dalam ruangan, berat badan lahir
rendah, kepadatan hunian dan kurangnya imunisasi campak. Demikian juga
Sugihartono (2012), mempertimbangkan status imunisasi dan sejarah
menyusui, disamping faktor kondisi rumah, penggunaan bahan bakar, adanya
anggota keluarga merokok.
Begitu banyak faktor yang dapat menyebabkan pneumonia pada anak
utamanya anak balita sehingga memerlukan pengkajian lebih lanjut
mengenainya. Berikut dalam makalah ini akan dibahas mengenai pneumonia
pada anak beserta cara deteksi dini dan pencegahannya.

1|Page

Apa saja gejala klinis penyakit pneumonia? 3. Apa saja faktor resiko pneumonia pada anak? 5.B. antara lain: 1. Mengetahui gejala klinis pneumonia 3. Apa yang dimaksud pneumonia pada anak? 2. Rumusan Masalah 1. Manfaat Adapun manfaat dari penulisan makalah ini. Bagaimana cara mencegah pneumonia pada anak? C. Mengetahui penatalaksanaan klinis pneumonia pada anak 4. Bagaimana penatalaksanaan klinis pneumonia pada anak? 4. Mengetahui definisi pneumonia pada anak 2. Mengetahui faktor resiko pneumonia pada anak 5. Mengetahui cara mencegah pneumonia pada anak 2|Page .

dari bayi sampai usia lanjut. virus. (Anwar. Sebenarnya bakteri penyebab pneumonia yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae sudah ada di 3|Page . atau jamur. 1. B. Etiologi Pneumonia yang ada di kalangan masyarakat umumnya disebabkan oleh bakteri. virus. virus. 2010) Pneumonia adalah infeksi jaringan paru-paru (alveoli) yang bersifat akut. jamur. mikoplasma (bentuk peralihan antara bakteri dan virus) dan protozoa. pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik dari paru- paru. pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik dari paru-paru. Pengertian Pneumonia adalah penyakit infeksi akut paru yang disebabkan terutama oleh bakteri. 2008) Pneumonia adalah suatu infeksi dari satu atau dua paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri. Bakteri Pneumonia yang dipicu bakteri bisa menyerang siapa saja. (Mardjanis. (Depkes RI. maupun pengaruh tidak langsung dari penyakit lain. Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paru-paru meradang. Penyebabnya adalah bakteri. BAB II PEMBAHASAN A. maupun pengaruh tidak langsung dari penyakit lain yang terjadi pada anak-anak. jamur. Kantung-kantung udara dalam paru yang disebut alveoli dipenuhi cairan maupun nanah sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. 2014) Pneumonia pada anak merupakan suatu penyakit berupa infeksi paru utamanya pada alveoli yang bersifat akut dan sebagian besar disebabkan oleh bakteri serta virus.

4|Page . Pneumonia pneumosistis sering ditemukan pada bayi yang prematur. Virus yang tersering menyebabkan pneumonia adalah Respiratory Syncial Virus (RSV). tetapi juga dapat cepat dalam hitungan hari. Pneumonia yang dihasilkan biasanya berderajat ringan dan tersebar luas. Diagnosis pasti ditegakkan jika ditemukan P. Begitu pertahanan tubuh menurun oleh sakit. Mikoplasma tidak bisa diklasifikasikan sebagai virus maupun bakteri. berkeringat. bahkan juga pada yang tidak diobati (Misnadiarly. Meskipun virus-virus ini kebanyakan menyerang saluran pernapasan bagian atas. Mikoplasma Mikoplasma adalah agen terkecil di alam bebas yang menyebabkan penyakit pada manusia. 2009). tetapi paling sering pada anak pria remaja dan usia muda. Angka kematian sangat rendah. 2008). 2008). Protozoa Pneumonia yang disebabkan oleh protozoa sering disebut pneumonia pneumosistis.kerongkongan manusia sehat. meski memiliki karakteristik keduanya. Carinii pada jaringan paru atau spesimen yang berasal dari paru (Djojodibroto. 3. gangguan bisa berat dan kadang menyebabkan kematian (Misnadiarly. Tetapi pada umumnya sebagian besar pneumonia jenis ini tidak berat dan sembuh dalam waktu singkat. 4. Mikoplasma menyerang segala jenis usia. Namun bila infeksi terjadi bersamaan dengan virus influenza. 2008). Perjalanan penyakitnya dapat lambat dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan. napas terengah-engah dan denyut jantungnya meningkat cepat (Misnadiarly. 2. Virus Setengah dari kejadian pneumonia diperkirakan disebabkan oleh virus. Termasuk golongan ini adalah Pneumocystitis Carinii Pneumonia (PCP). usia tua atau malnutrisi. bakteri segera memperbanyak diri dan menyebabkan kerusakan. pada balita gangguan ini bisa memicu pneumonia. Balita yang terinfeksi pneumonia akan panas tinggi.

Bila ada tanda gagal nafas diberikan bantuan ventilasi mekanik. Tidak respon dengan pemberian antibiotika oral 2. 3. toksis b. Untuk pneumonia yang disebabkan oleh bakteri dapat diringankan dengan pemberian antibiotik. dan 4. 5|Page . misalnya :muntah-muntah. Pemberian oksigenasi : dapat diberikan melalui nasal. dehidrasi. Indikasi MRS : a. Ada kesukaran nafas. Gas darah arteri. Berikut beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan: 1. Rontgen dada. 2. Ada penyulit. Pembiakan dahak. Perawatan di rumah kurang baik h. maupun monitor dengan pulse oxymetry.C. Sianosis c. Penatalaksanaan Klinis Penatalaksanaan atau penanganan pneumonia tergantung dari penyebab pneumonia. Imunokompromais g. Mempertahankan suhu tubuh normal melalui pemberian kompres. Hitung jenis darah. Penatalaksanaan penyakit pneumonia terbagi atas beberapa hal diantaranya adalah: 1. Diduga infeksi oleh Stafilokokus f. empiema e. Umur kurang 6 bulan d. 3.

Jika sekresi lendir berlebihan dapat diberikan inhalasi dengan salin normal.4. Kotrimoksasol pada Pneumonia Pneumokistik Karinii 1) Anti viral (Aziclovir . Bila sesak tidak terlalu hebat dapat dimulai diet enteral bertahap melalui selang nasogastric 6. Pemberian cairan dan kalori yang cukup (bila perlu cairan parenteral). ketokenazol. gangguan neuromuskular. penyakit jantung bawaan. pengobatan kortikosteroid jangka panjang. 5. 8. Pemilihan antibiotik berdasarkan umur. pemberian antibiotik harus segera dimulai saat tanda awal pneumonia didapatkan dengan pilihan antibiotik : sefalosporin generasi 3. Lama pemberian antibiotik tergantung : kemajuan klinis penderita. Bila tidak ada perbaikan klinis dilakukan perubahan pemberian antibiotik sampai anak dinyatakan sembuh. 7. Koreksi kelainan asam basa atau elektrolit yang terjadi. kenaikan suhu dan status hidrasi. foto toraks dan jenis kuman penyebab : a. Jumlah cairan sesuai berat badan. Dapat dipertimbangkan juga pemberian : a. ganciclovir) pada pneumonia karena CMV 2) Anti jamur (amphotericin B. Haemophylus influenzae/Streptokokus pneumonia : cukup 10-14 hari Pada keadaan imunokompromais (gizi buruk. keganasan. hasil laboratoris. keadaan umum penderita dan dugaan penyebab evaluasi pengobatan dilakukan setiap 48-72 jam. fibrosis kistik. infeksi HIV). flukonazol) pada pneumonia karena jamur 3) Imunoglobulin 6|Page . Stafilokokus : perlu 6 minggu parenteral b.

Berikut tahap pemberian vaksin : 1) Bayi dan Anak di bawah Usia 2 Tahun a) PCV13 secara rutin diberikan kepada bayi sebagai rangkaian 4 dosis. Anak-anak 24 bulan sampai 5 tahun dengan kondisi medis seperti berikut ini harus mendapatkan 1 atau 2 dosis PCV13 jika mereka belum menyelesaikan seri 4-dosis. limpa limpa rusak atau tidak. seperti kemoterapi atau steroid. kronis jantung atau penyakit paru-paru. dan 12 sampai 15 bulan. Anak-anak yang kehilangan tembakan mereka atau memulai seri nanti masih harus mendapatkan vaksin b) Jumlah dosis yang dianjurkan dan interval antara dosis akan tergantung pada usia anak saat vaksinasi dimulai. cairan cerebrospinal (CSF) kebocoran. kanker. 2) Anak-anak usia 2 sampai 5 Tahun Sehat anak-anak 24 bulan sampai 4 tahun yang tidak divaksinasi atau belum menyelesaikan seri PCV13 harus mendapatkan 1 dosis. Vaksin Saat ini ada 2 jenis vaksin pneumokokus yaitu vaksin pneumococcal conjugate (PCV13) dan vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV). 6 bulan. satu dosis di setiap usia: 2 bulan.HIV / AIDS atau penyakit lain yang mempengaruhi sistem kekebalan (seperti diabetes.koklea implan. atau penyakit hati). atau anak-anak yang memakai obat yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Tanyakan pada penyedia layanan kesehatan untuk rincian penyakit sel sabit.b. 7|Page . 4 bulan.

Cyanosis (kebiru-biruan) 7. Rhinotillexonia/Ingus (nasal discharge) 3. suhu tubuh meningkat dapat mencapai 40 derajat celcius. tanda-tanda penyakit pneumonia pada balita antara lain : 1. D. Gejala penyakit pneumonia biasanya didahului dengan infeksi saluran napas atas akut selama beberapa hari. atau kebocoran cairan serebrospinal). Selain didapatkan demam. 2008). terkadang dapat berwarna kuning hingga hijau. penyakit sel sabit. Tanyakan pada penyedia layanan kesehatan untuk rincian. Menurut Misnadiarly (2008). Suara napas lemah 4. Pada sebagian penderita juga ditemui gejala lain seperti nyeri perut. Penggunaan otot bantu napas 5. implan koklea. Thorax photo menujukkan infiltrasi melebar 8. dan sakit kepala (Misnadiarly. kurang nafsu makan. menggigil. nyeri dada dan batuk dengan dahak kental. infeksi HIV. 3) Anak-anak usia 6 sampai 18 Tahun Dosis tunggal PCV13 dapat diberikan kepada anak-anak 6 sampai 18 tahun dengan kondisi medis tertentu (misalnya. PCV dapat diberikan pada waktu yang sama dengan vaksin lainnya. Sakit kepala 8|Page . Batuk nonproduktif 2. sesak napas. Tanda dan Gejala Klinis Beberapa gejala dapat ditimbulkan ketika seorang anak terindikasi penyakit pneumonia hal ini dipermudah dengan adanya tanda yang menyertainya. Demam 6. terlepas dari apakah mereka sebelumnya telah menerima vaksin pneumokokus. atau kondisi immunocompromising lainnya.

Status imunisasi Kekebalan dapat dibawa secara bawaan. 2004). Terkadang kulit menjadi lembab 15. 9|Page . Salah satu faktor yang berpengaruh pada timbulnya pneumonia dan berat ringannya penyakit adalah daya tahan tubuh balita. Kekakuan dan nyeri otot 10. dengan adanya kekebalan ini balita terhindar dari penyakit. maka diperlukan imunisasi untuk tetap mempertahankan kekebalan yang ada pada balita (Depkes RI. keadaan ini dapat dijumpai pada balita umur 5-9 bulan. 2. Sesak napas 11. Dikarenakan kekebalan bawaan hanya bersifat sementara. Tingkat pertumbuhan fisik dan kemampuan imunologik seseorang sangat dipengaruhi adanya persediaan gizi dalam tubuh dan kekurangan zat gizi akan meningkatkan kerentanan dan beratnya infeksi suatu penyakit seperti pneumonia. Lelah 14. Mual dan muntah E. Menggigil 12. Status gizi Keadaan gizi adalah faktor yang sangat penting bagi timbulya pneumonia. Berkeringat 13. Melalui imunisasi diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Salah satu strategi pencegahan untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat pneumonia adalah dengan pemberian imunisasi. 9. Faktor Resiko Banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya pneumonia pada balita menurut Depkes RI tahun 2010. Daya tahan tubuh tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya : 1.

10 | P a g e . Perumahan yang padat dan sempit. 3. Ventilasi Ventilasi berguna untuk penyediaan udara ke dalam dan pengeluaran udara kotor dari ruangan yang tertutup. Termasuk ventilasi adalah jendela dan penghawaan dengan persyaratan minimal 10% dari luas lantai. Pemberian ASI ASI yang diberikan pada bayi hingga usia 4 bulan selain sebagai bahan makanan bayi juga berfungsi sebagai pelindung dari penyakit dan infeksi. Faktor lingkungan khususnya perumahan sangat berpengaruh pada peningkatan resiko terjadinya pneumonia. yang berpengaruh diantaranya : 1. Umur Anak Umur merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia. 4. 2004). hal ini dikarenakan status kerentanan anak di bawah 2 tahun belum sempurna dan lumen saluran napas yang masih sempit. Kelembaban yang tinggi merupakan media untuk berkembangnya bakteri terutama bakteri pathogen. kotor dan tidak mempunyai sarana air bersih menyebabkan balita sering berhubungan dengan berbagai kuman penyakit menular dan terinfeksi oleh berbagai kuman yang berasal dari tempat yang kotor tersebut (Depkes RI. Risiko untuk terkena pneumonia lebih besar pada anak umur dibawah 2 tahun dibandingkan yang lebih tua. Riwayat pemberian ASI yang buruk menjadi salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian pneumonia pada balita. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan naiknya kelembaban udara. karena dapat mencegah pneumonia oleh bakteri dan virus.

sebaiknya dilakukan dengan pemberian ASI pada bayi neonatal sampai umur 2 tahun. Perawatan selama masa kehamilan Untuk mencegah risiko bayi dengan berta badan lahir rendah. Karena ASI terjamin kebersihannya. kompor gas. Asap dari bahan bakar kayu merupakan faktor risiko terhadap kejadian pneumonia pada balita. Berikut adalah upaya untuk mencegah terjadinya penyakit pneumonia : 1. perlu gizi ibu selama kehamilan dengan mengkonsumsi zat-zat bergizi yang cukup bagi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin dalam kandungan serta pencegahan terhadap hal-hal yang memungkinkan terkenanya infeksi selama kehamilan. 2. Polusi Udara Pencemaran udara yang terjadi di dalam rumah umumnya disebabkan oleh polusi di dalam dapur. Polusi udara di dalam rumah juga dapat disebabkan oleh karena asap rokok. alat pemanas ruangan dan juga akibat pembakaran yang tidak sempurna dari kendaraan bermotor. Pencegahan Untuk mencegah pneumonia perlu partisipasi aktif dari masyarakat atau keluarga terutama ibu rumah tangga. Perbaikan gizi balita Untuk mencegah risiko pneumonia pada balita yang disebabkan karena malnutrisi. karena pneumonia sangat dipengaruhi oleh kebersihan di dalam dan di luar rumah. 2. tidak terkontaminasi serta mengandung faktor-faktor antibodi sehingga dapat memberikan perlindungan dan ketahanan terhadap infeksi virus dan 11 | P a g e . Pencegahan pneumonia bertujuan untuk menghindari terjadinya penyakit pneumonia pada balita. F.

Memberikan imunisasi lengkap pada anak Untuk mencegah pneumonia dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi yang memadai. cuaca dingin. Memeriksakan sejak dini Balita yang menderita batuk harus segera diberi pengobatan yang sesuai untuk mencegah terjadinya penyakit batuk pilek biasa menjadi batuk yang disertai dengan napas cepat/sesak napas. Udara napas seperti batuk dan bersin-bersin dapat menularkan pneumonia pada orang lain. Tetanus) sebanyak 3 kali yaitu pada umur 2 bulan. 6. tetapi sebagian besar mereka menjadi pneumonia karena malnutrisi. 3. Oleh karena itu. imunisasi DPT (Difteri. Mengurangi polusi di dalam dan di luar rumah Untuk mencegah pneumonia disarankan agar kadar debu dan asap diturunkan dengan cara mengganti bahan bakar kayu dan tidak membawa balita ke dapur serta membuat lubang ventilasi yang cukup. yaitu imunisasi anak campak pada anak umur 9 bulan. Selain itu asap rokok. Balita sangat rentan terserang penyakit terutama penyakit pada saluran pernapasan. balita yang mendapat ASI secara ekslusif lebih tahan infeksi dibanding balita yang tidak mendapatkannya. perubahan cuaca dan dan masuk angin sebagai faktor yang memberi kecenderungan untuk terkena penyakit pneumonia. Perbaikan rumah akan menyebabkan berkurangnya penyakit saluran napas yang berat. 3 bulan dan 4 bulan. 5. infeksi akan menyebar dengan mudah. Semua anak yang sehat sesekali akan menderita salesma (radang selaput lendir pada hidung). 4. karena itu jauhkanlah balita dari orang yang terserang penyakit batuk. Menjauhkan balita dari penderita batuk. 12 | P a g e . cuaca panas. lingkungan tidak bersih.bakteri. Pertusis. Karena bentuk penyakit ini menyebar dengan droplet.

dahak berwarna kehijauan atau seperti karet. serta gambaran hasil rontgen memperlihatkan kepadatan pada bagian paru 13 | P a g e . Kesimpulan Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru- paru (alveoli). Gejala yang lain pada Pneumonia adalah demam. sesak napas. BAB III PENUTUP A. napas dan nadi cepat. Terjadinya pnemonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia). Gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas sesak. karena paru meradang secara mendadak.

Nurjazuli. A dan Dharmayanti. 2012. Pneumonia Pada Anak Balita (Jurnal). Minasdiarly. Anwar. Lumbanbatu. dan Usia Lanjut. 2014. Rashmatullah P. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI YS. Orang Dewasa. Analisis faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Pagar Alam. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. Indonesia. 2008. Universitas Sumatera Utara. 2011. Pneumonia Pada Anak Balita di Indonesia (Jurnal). Pustaka Obor Populer: Jakarta 14 | P a g e . DAFTAR PUSTAKA Sugihartono. Ika. Penyakit Saluran Napas Pneumonia Pada Anak.

M. SSiT. Disusun oleh: Hilma Aini Aulia (201514025) AKADEMI KEBIDANAN WIJAYA HUSADA BOGOR 2016 15 | P a g e . MAKALAH ILMU KESEHATAN ANAK PNEUMONIA PADA ANAK Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah ilmu kesehatan anak Dosen pengampu: Reny Siswanti. Kes.