BAB II

OSTEOARTHRITIS
A. Definisi
Osteoartritis (OA) merupakan gangguan sendi kronik yang
disebabkan oleh
ketidakseimbangan antara degradasi dan sintesis rawan sendi serta
matriks ekstraseluler,
kondrosit dan tulang subkondral pada usia tua.
(1)
B. Etiologi
Osteoartritis seringkali terjadi tanpa diketahui sebabnya, yang
disebut dengan
osteoartritis idiopatik. Pada kasus yang lebih jarang, osteoartritis dapat
terjadi akibat
trauma pada sendi, infeksi, atau variasi herediter, perkembangan,
kelainan metabolik dan
neurologik, yang disebut dengan osteoartritis sekunder. Onset usia
pada osteoartritis
sekunder tergantung pada penyebabnya; maka dari itu, penyakit ini dapat
berkembang
pada dewasa muda, dan bahkan anak-anak, seperti halnya pada orang
tua. Sebaliknya,
terdapat hubungan yang kuat antara osteoartritis primer dengan umur.
Presentasi orang
yang memiliki osteoartritis pada 1 atau beberapa sendi meningkat dari
dibawah 5% dari
orang-orang dengan usia antara 15-44 tahun menjadi 25%-30% pada
orang-orang dengan
usia 45-64 tahun, dan 60%-90% pada usia diatas 65 tahun. Selain
hubungan erat ini dan
pandangan yang luas bahwa osteoartritis terjadi akibat proses wear & tear
yang normal
dan kekakuan sendi pada orang-orang dengan usia diatas 65 tahun,
hubungan antara
penggunaan sendi, penuaan, dan degenerasi sendi masih sulit dijelaskan.
Terlebih lagi,
penggunaan sendi selama hidup tidak terbukti menyebabkan
degenerasi. Sehingga,

osteoartritis bukan merupakan akibat sederhana dari penggunaan sendi.
(2-5

Meskipun akhiran –itis menunjukkan bahwa osteoartritis merupakan suatu
penyakit
inflamasi dan ada beberapa bukti sering terjadi sinovitis, inflamasi bukan
merupakan
komponen utama dari kelainan yang terjadi pada pasien. Tidak seperti
kerusakan sendi
5

yang disebabkam oleh inflamasi sinovial, osteoartritis merupakan sekuen
retrogresif dari
perubahan sel dan matrik yang berakibat kerusakan struktur dan fungsi
kartilago artikuler,
diikuti dengan reaksi perbaikan dan remodeling tulang. Karena reaksi
perbaikan dan
remodeling tulang ini, degenerasi permukaan artikuler pada osteoartritis
tidak bersifat
progresif, dan kecepatan degenerasi sendi bervariasi pada tiap
individu dan sendi.
Osteoartritis sering terjadi, tapi pada sebagian besar kasus osteoartritis
berkembang lambat
selama bertahun-tahun, meskipun dapat menjadi stabil atau bahkan
membaik dengan
spontan dengan restorasi parsial yang minimal dari permukaan sendi dan
pengurangan
gejala.
(2-5)
Osteoartritis biasanya melibatkan semua jaringan yang membentuk sendi
sinovial,
termasuk rawan sendi, tulang subchondral, tulang metafise, synovium,
ligamen, kapsul
sendi, dan otot – otot yang bekerja melalui sendi; tetapi perubahan
primer meliputi
kerusakan rawan sendi, remodeling tulang subchondral, dan pembentukan
osteofit.
Perubahan struktur tulang rawan sendiyang paling dini terlihat pada
osteoartritis

OA merupakan gangguan yang disebabkan oleh multifaktor. Berberapa peneliti memperkirakan bahwa kekakuan tulang subchondral menyebabkan dan mempercepat degenerasi rawan sendi. ternyata proses OA bukan sekedar suatu proses wear and tear yang terjadi pada sendi di sepanjang kehidupan. antara lain usia. Di lain pihak pada . 6 Penyebab OA bukan tunggal. Menipisnya rawan sendi diawali dengan retak dan terbelahnya permukaan sendi di beberapa tempat yang kemudian menyatu dan disebut sebagai fibrilasi. Dikatakan demikian karena beberapa hal : 1) Perubahan biokimiawi rawan sendi pada tingkat molekuler yang terjadi akibat proses menua berbeda dengan yang terjadi pada rawan sendi akibat OA.adalah kerusakan atau fibrilasi zona superfisial sampai ke zona transisional dan violasi oleh pembuluh darah tulang subchondral. dan kerusakan rawan sendilah yang mengakibatkan kerusakan fungsi sendi. genetik. 2) Perubahan menyerupai OA dapat terjadi pada rawan sendi percobaan berusia muda yang dirangsang dengan berbagai trauma seperti tekanan mekanik dan zat kimia. dan progresi degenerasi kartilago mengakibatkan kekakuan tulang subchondral. humoral dan faktor kebudayaan. Walaupun insidens OA meningkat dengan bertambahnya usia. tapi beberapa peneliti lain mengatakan bahwa kerusakan tulang rawan sendimeningkatkan stress pada tulang subchondral yang menyebabkan remodeling tulang. (2-5) Degenerasi kartilago artikuler dan remodeling tulang subchondral muncul pada pasien yang mengeluhkan gejala. mekanik.

Tulang rawan sendi Stage I : Gangguan atau perubahan matriks kartilago. Pada sendi yang mengalami OA mekanisme ini tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. disusul kemudian dengan perubahan komposisi molekular dan struktur tulang. Ketika kondrosit . degradasi makromolekul matriks. Berhubungan dengan peningkatan konsentrasi air yang mungkin disebabkan gangguan mekanik. dan kedua ujung tulang ditutupi oleh tulang rawan yang bahannya lebih lembut daripada tulang dan secara teratur diperbaharui. tapi jaring-jaring kolagen dapat rusak dan konsentrasi aggrecan dan derajat agregasi proteoglikan menurun. Patogenesis 1. sendi dikelilingi oleh cairan sinovial yang merupakan pelumas sendi. Perubahan itu adalah penebalan tulang subkondral dan pembentukan osteofit marginal.tulang akan terjadi pula perubahan sebagai reaksi tubuh untuk memperbaiki kerusakan. Patofisiologi Pada prinsipnya struktur sendi sinovial dirancang untuk memastikan agar gerakan tulang halus. Awalnya konsentrasi kolagen tipe II tidak berubah. (1) D. atau perubahan metabolisme kondrosit. Kapsul sendi yang berisi cairan sinovial menjadi tebal dan kaku sehingga kemampuan pergerakan sendi menurun dan ruangan untuk cairan sinovial menyempit sehingga lubrikasinya berkurang. (2-5) C. (2-5) Stage II : Respon kondrosit terhadap gangguan atau perubahan matriks.

tapi pada beberapa sendi rongga – rongga terbentuk sebelum peningkatan densitas tulang secara keseluruhan. mempertahankan jaringan. pembentukan rongga- rongga yang menyerupai kista yang mengandung jaringan myxoid. . serta berproliferasi. Kegagalan respon kondrosit untuk menggantikan atau mempertahankan jaringan mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi disertai dan diperparah oleh penurunan respon kondrosit. Perubahan Tulang Perubahan tulang subchondral yang mengikuti degenerasi tulang rawan sendi meliputi peningkatan densitas tulang subchondral. (2-5) 2. dengan kerusakan kondrosit dan down regulasi respon kondrosit terhadap sitokin anabolik. kondrosit berespon dengan meningkatkan sintesis dan degradasi matriks. (2-5) Stage III : Penurunan respon kondrosit. Respon ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Respon ini muncul paling sering pada tepi sendi tempat pertemuan tulang dan tulang rawan yang berbentuk bulan sabit (crescent). Penyebab penurunan respon ini belum diketahui. atau kartilago.Peningkatan densitas tulang merupakan akibat dari pembentukan lapisan tulang baru pada trabekula biasanya merupakan tanda awal dari penyakit degenerasi sendi pada tulang subchondral. atau meningkatkan volume kartilago. namun diperkirakan akibat kerusakan mekanis pada jaringan.mendeteksi gangguan atau perubahan matriks. Respon ini dapat 7 menggantikan jaringan yang rusak. fibrous.

Pada stadium akhir dari penyakit. tapi dapat muncul juga di sepanjang insersi kapsul sendi (osteofit kapsuler). Pada sendi superfisial. Tiap sendi memiliki pola karakter yang khas akan pembentukan osteofit di sendi panggul. Osteofit marginal biasanya muncul pada permukaan tulang rawan. Remodeling tulang disertai dengan kerusakan tulang sendi rawan mengubah bentuk sendi dan dapat mengakibatkan shortening dan ketidakstabilan tungkai yang terlibat. Penonjolan osteofit sepanjang tepi inferior dari permukaan artikuler os humerus biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit degenartif sendi glenohumeral. Sebagian besar osteofit marginal memiliki pernukaan kartilaginis yang menyerupai tulang rawan 8 sendi yang normal dan dapat tampak sebagai perluasan dari permukaan sendi. nyeri jika ditekan. dan kartilaginis ini biasanya muncul di tepi-tepi sendi. membatasi ruang gerak. tulang rawan sendi telah rusak seluruhnya. Osteofit merupakan respon terhadap proses . sehingga tulang subchondral yang tebal dan padat kini berartikulasi dengan permukaan tulang “denuded” dari sendi lawan. fibrous. osteoarthritis biasanya membentuk cincin di sekitar tepi acetabulum dan tulang rawan femur. Tonjolan tulang intraartikuler yang menonjol dari permukaan sendi yang mengalami degenerasi disebut osteofit sentral. dan terasa sakit jika sendi digerakkan. Permukaan yang keras. pertumbuhan osteofit diikuti dengan perubahan tulang rawan sendi serta tulang subchondral dan metafiseal. osteofit ini dapat diraba. (2-5) Pada sebagian besar sendi sinovial.

kapsul. kapsul dan otot menjadi contracted. yaitu yang tidak dapat diubah dan yang dapat diubah. (2-5) E.Semakin lama ligamen. Faktor Resiko.degerasi tulang rawan sendi dan remodelling tulang sudkhondral. Kerusakan tulang rawan sendi mengakibatkan perubahan sekunder dari synovium. Kurangnya penggunaan sendi dan penurunan ROM mengakibatkan atropi otot. Faktor resiko terbagi menjadi dua. (2-5) 3. serta otot yang menggerakan sendi yang terlibat. Membran sinovial sering mengalami reaksi inflamasi ringan serta sedang dan dapat berisi fragmen- fragmen dari tulang rawan sendi. penjabarannya adalah sebagai berikut (1) Faktor resiko yang tidak dapat diubah : 1. atau alignment dan displasia sendi dapat menghasilkan tekanan mekanik yang merusak permukaan sendi tulang rawan. ligamen. Usia . termasuk pelepasan sitokin anabolik yang menstimulasi proliferasi dan pembentukan sel tulang dan matrik kartilageneus. Predisposisi genetik dan kelemahan sendiri merupakan faktor resiko osteoartritis sedangkan usia merupakan faktor resiko yang paling penting. instabilitas. Jaringan Periartikuler. Bebannya mekanik yang mempengaruhi kemampuan sendi memperbaiki atau mempertahankan dirinya juga merupakan faktor bentuk sendi post trauma. Perubahan sekunder ini sering mengakibatkan kekakuan sendi dan kelemahan tungkai.

Trauma 5. pemeriksaan radiologi pasien dengan osteoartritis sendi panggul dan lutut. tingkat keparahan . Obesitas 2. Hormonal 6. Kelemahan otot 4. Aktivitas mitotik dan sintesis menurun dengan bertambahnya usia. Suku Faktor resiko yang dapat diubah : 1. Meskipun gejala osteoartritis utama yaitu nyeri dan kekakuan sendi. Jenis Kelamin 4. Faktor lain yang sukar dinilai adalah hubungan antara derajat degenerasi sendi dengan gejala yang ditimbulkannya. (1) 2. Tidak terdapat hubungan kuat antara perubahan radiografik dan klinis. Riwayat keluarga 3. dan mereka kurang responsif terhadap sitokin anabolik dan rangsang mekanik. muncul dari degenerasi sendi. Hiperurisemia 8. Rokok 7. Beban Sendi yang Berlebihan dan Berulang-ulang/ Aktivitas fisik yang berlebihan 3. Sel-sel ini mensintesis aggrecans yang lebih kecil dan protein penghubung yang kurang fungsional sehingga mengakibatkan pembentukan agregat proteoglikan yang ireguler dan lebih kecil.9 Fungsi kondrosit menurun dengan bertambahnya usia. Diet Penelitian longitudinal meninjukkan bahwa selama beberapa puluh tahun. tidak berkembang pada 1/3 sampai 2/3 pasien.

berupa kerusakan keseluruhan yang progresif dari tulang rawan sendi diikuti oleh perbaikan. remodelling. OA primer tidak diketahui penyebabnya dan dapat mengenai satu atau beberapa sendi. (1) G. Pasien dengan degenerasi sendi yang berat dapat merasakan nyeri yang minimal dan ruang gerak yang luas.  Grade 4 : terdapat osteofit dan deformitas ujung tulang dan disertai hilangnya celah sendi. dan pada banyak kasus terjadi kista .kerusakan tulang rawan tidak memiliki korelasi kuat dengan tingkat keparahan gejala. F. OA sekunder disebabkan oleh penyakit yang menyebabkan kerusakan pada sinovia. Klasifikasi 10 OA dapat dikelompokkan menjadi OA primer dan sekunder. Grading  Grade 0 : tidak ada OA  Grade 1 : sendi dalam batas normal dengan osteofit meragukan  Grade 2 : terdapat osteofit yang jelas tetapi tepi celah sendi baik dan tak nampak deformitas tulang.  Grade 3 : terdapat osteofit dan deformitas ujung tulang dan penyempitan celah sendi. Diagnosis Sindrom klinis osteoartritis muncul akibat degenerasi sendi synovial. H. dan sklerosis dari tulang subchondral. dan sebaliknya. Kelainan ini terutama dijumpai pada wanita kulit putih usia pertengahan dan umumnya menyerang banyak sendi (poliartikuler) dengan nyeri akut disertai rasa panas distal interfalangeal.

Nyeri dapat bertambah dengan perubahan cuaca. Nyeri yang berhubungan dengan aktivitas biasanya terasa segera setelah penggunaan sendi dan nyeri dapat menetap selama berjam-jam setelah aktivitas. Pada tahap lanjut. Selama degenerasi sendi berlanjut. Keterbatasan gerakan dapat muncul akibat rusaknya kartilaggo artikularis. yang biasanya dapat dibuktikan melalui foto rontgen. Pasien sering menggambarkan nyeri yang dalam. kontraktur . khususnya dalam cuaca dengan suhu yang dingin. pada pemeriksaan radiologis dapat ditemukan perubahan degenerasi sendi. Beberapa pasien pada awalnya memperhatikan adanya gejala penyakit degeneratif sendi ini setelah trauma ringan sendi atau aktivitas fisik yang berat. pasien dapat mengeluhkan nyeri yang tajam yang dipicu dengan gerakan. Banyak pasien dengan osteoartritis juga mengalami 11 keterbatasan gerakan. diagnosis sindrom klinis osteoartritis harus disertai adanya nyeri sendi yang kronik. Sebagian besar pasien dengan osteoartritis datang dengan keluhan nyeri sendi. Pembesaran sendi karena pembentukan osteofit dan deformitas muncul pada tahap akhir dari penyakit.subchondral dan osteofit submarginal. nyeri menjadi konstan hingga dapat membangunkan pasien dari tidurnya. yang telah dirasakan selama bertahun-tahun. Pada kondisi yang berat dapat terjadi deformitas tulang dan subluksasi. dan efusi sendi. dan aktivitas. krepitasi dengan gerakan. Tanda awal osteoartritis meliputi penurunan kecepatan dan ruang gerak aktif sendi. Selain perubahan sendi synovial. ketidaknyamanan yang sukar dilokalisasikan.

atau meniskus intraartikuler. dan adanya osteofit. pada beberapa sendi hanya 1 atau 2 dari marker tersebut yang tampak di rontgen standar. tulang. Perubahan – perubahan yang nampak pada rontgen foto dapat digunakan penunjang. Kista subchondral yang muncul pada osteoartritis memiliki ukuran yang berbeda-beda dan khas memiliki batas dengan densitas tulang. sedangkan pasien dengan rontgen foto yang menunjukkan kerusakan sendi minimal dapat mengeluhkan nyeri yang hebat. osteofit. kerusakan progresif kartilago artikuler dan tulang subchondral dapat mengakibatkan luksasi sendi dan deformitas. Beberapa pasien dengan rontgen foto yang menunjukkan kerusakan sendi berat mengeluhkan gejala yang ringan. Osteofit dapat menyebabkan tonjolan tulang yang dapat diraba dan dilihat. Meskipun 3 marker 12 radiografis dari degenerasi sendi ini sering muncul bersamaan. Pada palpasi dapat ditemukan krepitasi. namun hubungan antara klinis dan perubahan radiografis bervariasi diantara pasien. Benda-benda osteochondral yang lepas. tampak pada rontgen foto sebagai fragmen-fragmen tulang intra artikuler yang berasal dari pecahan permukaan . dan nyeri sendi.ligamen & kapsul sendi. peningkatan densitas tulang subchondral. efusi. Atrofi otot dapat terjadi pada kasus osteoartritis yang sudah lama. Dokter sering mendiagnosis osteoartritis berdasar riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. kontraktur & spasme otot. atau adanya fragmen kartilago. Perubahan radiografis yang tampak pada osteoartritis adalah adanya penyempitan spatium kartilago.

Pengetahuan tentang patogenesis OA mendorong para peneliti untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat menghambat perjalanan/progresivitas penyakit yang disebut sebagai Disease- Modifying Osteoarthritis Drugs (DMOADs) yang bersifat kondroprotektif. serta mengurangi nyeri. Pada stadium lanjut dapat dipikirkan berbagai tindakan operatif. tapi pemeriksaan ini jarang diperlukan untuk menegakkan diagnosis. mempertahankan kekuatan otot. deformitas. dan MRI akan sangat mambantu menilai stadium awal penyakit degeneratif sendi. Non Medikamentosa Terapi non medikamentosa yang diberikan berupa menghilangkan faktor resiko yang dapat diubah. Selain itu juga ada SYSADOA (symptomatic slow acting drugs for osteoathritis) yang bekerja . (1) 2. Medikamentosa a. misalnya pada penderita obesitas diharapkan dapat menurunkan berat badannya. dan malalignment sendi muncul pada tahap lanjut. fisioterapi untuk menjaga mobilitas sendi. Lini Pertama Pengobatan OA yang ada saat ini barulah bersifat simptomatik dengan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) untuk mengurangi keluhan nyeri kronik progresif kemudian dikombinasi dengan program rehabilitasi dan proteksi sendi. Ankylosis tulang jarang terjadi. Pencitraan diagnostik tambahan. termasuk scanning tulang. CT. (1-5) I. Subluksasi. Kemudian dapat juga dipakai penyangga badan seperti tongkat atau kruk. dan brace lutut.sendi. Terapi 1.

13 .

.

Untuk obat DMOADs sayangnya banyak yang masih dalam tahap penelitian seperti tabel di bawah ini. non-opioid) Antispasmodik Long acting Depokortikosteroid infra-artikuler Asam hialuronat infra-artikuler* S-adenosilmetionin (SAM)* Kondroitin-sulfat oral* Glukosamin-sulfat (Dona)* Orgotein intra-artikuler* Diacerhein* Avocado/soy nonsaponifiables* Disease Modifying Osteoarthritis Drugs (* dalam penelitian) Tetrasiklin* Glycosaminoglycan polysulfuric acid (GAPS)* 14 . (1-5) Tabel Obat-obatan pada Penatalaksanaan OA Pengobatan Simptomatik (* dalam penelitian) Short acting Obat antiinflamasi non steroid Analgetik non-antiinflamasi (opioid.lambat sehingga hasilnya baru terlihat setelah enam minggu.

dapat menurunkan rasa sakit pada jangka waktu yang pendek . Lini Kedua Penggunaan nutrisi seperti glukosamin dan chondroitin sulfat masih controversial. Realignment osteotomi Permukaan sendi direposisikan dengan cara memotong tulang dan merubah sudut dari .Dengan asam hialuronat dapat menurunkan rasa sakit Pemberian opioid dapat digunakan pada pasien dengan rasa sakit yang sangat berat dan pasien yang tidak kooperatif. (6) 1. (1-5) 3. Pembedahan Ada 2 tipe terapi pembedahan : Realignment osteotomi dan replacement joint. pada penelitian masih belum menunjukkan hasil yang bagus. Injeksi articular : .Glycosaminoglycan peptide complexes* Pentosan polysulfate* Growth factors dan sitokin (TGF-()* Tetapi genetik* Transplantasi stem cell den Osteochondral Graft* b.Dengan kortikosteroid.

High tibial osteotomy : orang muda 3. 2. Prior Surgical fusion Komplikasi . Patella &condyle resurfacing 4. Neuropathic Joint 5. 5. Indikasi total knee replacement : 1. Non fungsi otot ektensor 2. dan permukaan sendi yang baru ditanam. Arthroplasty 15 Permukaan sendi yang arthritis dipindahkan. Tujuan : Membuat kartilago sendi yang sehat menopang sebagian besar berat tubuh. Deformitas 3. Partial replacement/unicompartemental 2. Neuromuscular dysfunction 3. Instability 4. Cinstrained joint : fixed hinges : dipakai bila ada tulang yang hilang & severe instability.weightbearing. Dapat pula dikombinasikan dengan ligamen atau meniscus repair. Minimally constrained total replacement : stabilitas sendi dilakukan sebagian oleh ligament asli dan sebagian oelh sendi buatan. Infection 4.Permukaan penunjang biasanya terbuat dari logam yang berada dalam high- density polyethylene. (6) Macam-macam operasi sendi lutut untuk osteoarthritis : 1. Akibat dari Rheumatoid atau osteoarthritis Kontraindikasi : 1. Nyeri 2.

Deep vein thrombosis 16 2. Problem patella . Meningkatkan mobilitas dan gerakan 3. Telah diketahui bahwa tidak ada satupun pemeriksaan tunggal yang dapat . Loosening 4. Meningkatkan kualitas hidup Selain dua cara pembedahan diatas juga ada tindakan mikrofraktur dan implantasi tulang rawan. 5. Infeksi 3.(6) 1. Mengurangi nyeri 2. Untuk implantasi tulang rawan dapat dilakukan pada daerah permukaan sendi dengan menggunakan biakan tulang rawan sendi itu sendiri. Peroneal palsy 7. (1) 17 BAB III KESIMPULAN Etiopatogenesis osteoartritis sampai saat ini belum dapat dijelaskan melalui satu teori yang pasti. rekuren sublukssasi/dislokasi. Fraktur supracondyl femur Keuntungan total knee replacement (6) 1. fraktur. Menambah kekuatan kaki (dengan latihan) 5. catching soft tissue. Tindakan mikro fraktur dimana dibuat lubang – lubang pada tulang subkondral agar nutrien dan faktor pertumbuhan untuk penyembuhan yang berasal dari sumsum tulang dapat mencapai permukaan rawan sendi yang sehat dan terbuka melalui bekuan darah. Tibial tray wear 6. Koreksi deformitas 4. loosening prostetic component.

Untuk mencapai tujuan ini dokter harus mengerti patofisiologi degenerasi sendi dan hubungan antara degenerasi sendi dan sindrom klinis osteoarthritis. tetapi ada juga yang stabil. pada beberapa pasien degenerasi berlangsung cepat dan ada juga yang berlangsung lambat. Diagnosis dan terapi yang tepat. OA diduga merupakan interaksi antara faktor intrinsik dan ekstrinsik dan OA merupakan keseimbangan di antara faktor – faktor terebut. Kerusakan tulang rawan sendi disebabkan oleh gangguan intregitas struktur kartilago sendi disertai ketidakseimbangan aktivitas anabolik dan katabolik jaringan. dan menggantikan kartilago artikuler yang rusak dengan implant yang menstimulasi restorasi permukaan tulang rawan sendi.menjelaskan proses kerusakan rawan sendi pada OA. debridement sendi. Proses degenerasi sendi bervariasi pada tiap pasien. termasuk edukasi pasien. Tatalaksana meliputi Disease Modifying Drugs dan prosedur bedah untuk menkoreksi abnormalitas mekanik. Inti tata laksana pada . DMARDs mempunyai peran penting dalam jangka panjang dari penyakit ini. termasuk nyeri dan kerusakan fungsi sendi. dapat meminimalkan gejala dan membantu pasien memperthankan kualitas hidup. Tidak semua pasien dengan degenerasi sendi merasakan gejala osteoarthritis. Terapi awal arthritis inflamantori biasanya meliputi fisioterapi dan obat-obat anti inflamasi. 18 Pada kasus yang jarang perubahan sendi membaik dengan spontan. Meskipun degenerasi sendi adalah dasar penyebab gejala osteoartritis.

Booth E. Lozada CJ. Rudirman R. 2. 5-Minutes Orthopaedic Consult. Osteoarthritis. 3. Lippincott Williams & Wilkins. Prasetyono TOH. Current Diagnosis & Treatment in Orthopedics. 5. Barrack L.medscape. 2015. DAFTAR PUSTAKA 1. Sjamsuhidayat R. Buku Ajar Ilmu Bedah. Karnadiharja W. Frank J et al. 5 th edition. 4. Hip and Knee Reconstruction Chapter 16 : Osteoarthritis dan Arthritis Inflamatoric. Fransisca.2006. 19 . Jakarta : EGC. Accessed on : June 8. et all.com/article/330487- overview. McMahon PJ.2007. Osteoarthritis. Skinner H.2007. OKU : Orthopaedic Knowledge Update 3. 2 nd edition.USA.osteoarthritis adalah menghilangkan nyeri kronik progresif serta memperbaiki dan mempertahankan fungsi serta keadaan sendi itu sendiri. New York: McGraw-Hill Companies Inc. Available at : http://emedicine. 2013.