ANATOMI FISIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI

SISTEM PERNAFASAN MANUSIA

Disusun guna Memenuhi Tugas Kelompok Mata Ajar Matrikulasi Ilmu Dasar
Keperawatan yang Diampu oleh Bapak Candra Panji Asmoro, S.Kep.,Ns.,M.Kep.
Oleh:
Kelompok 7 Angkatan B18
1. Adib Huda Mujtaba 131511123028
2. Auzan Muttaqin 131511123030
3. M. Adil Sipahutar 131511123032
4. Dona Muji Fitriana 131511123034
5. Bayu Febriandhika Hidayat 131511123036
6. Dwi Indah Kurniawati 131511123038
7. Moch. Chaerudin 131511123040
8. Muflihul Huda 131511123042
9. Andri Septyan Pranu Junata 131511123044
10. Eko Oktalfianto 131511123046
11. Latifatul Muna 131511123048

Program Studi Pendidikan Ners
Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga
Surabaya
2015

ANATOMI FISIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI
SISTEM PERNAFASAN MANUSIA

Disusun guna Memenuhi Tugas Kelompok Mata Ajar Matrikulasi Ilmu Dasar
Keperawatan yang Diampu oleh Bapak Candra Panji Asmoro, S.Kep.,Ns.,M.Kep.
Oleh:
Kelompok 7 Angkatan B18
1. Adib Huda Mujtaba 131511123028
2. Auzan Muttaqin 131511123030
3. M. Adil Sipahutar 131511123032
4. Dona Muji Fitriana 131511123034
5. Bayu Febriandhika Hidayat 131511123036
6. Dwi Indah Kurniawati 131511123038
7. Moch. Chaerudin 131511123040
8. Muflihul Huda 131511123042
9. Andri Septyan Pranu Junata 131511123044
10. Eko Oktalfianto 131511123046
11. Latifatul Muna 131511123048

Program Studi Pendidikan Ners
Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga
Surabaya
2015
Kata Pengantar

1

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun.. guna memperbaiki laporan ini. Surabaya.Kep.. Dalam penyelesaian laporan ini. Begitu pula dengan penyusunan laporan ini tidak luput dari kekurangan.. 2.Nurs. selaku Dosen penanggung jawab dan dosen pembimbing Mata Ajar Matrikulasi Ilmu Dasar Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya. Hons. bimbingan serta semangat kepada penulis. Nursalam. perkenankanlah penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan pengarahan. 3.Ns. Dengan kerendahan hati. penulis banyak mengalami kesulitan dan hambatan. namun berkat bantuan semua pihak akhirnya laporan ini dapat terselesaikan. Semoga laporan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.M. Penulis menyadari bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang sempurna. 12 Januari 2016 Penulis Daftar Isi 2 . Prof. M. Teman-teman kelompok 7 Angkatan B18 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya yang telah membantu menyelesaikan penyusunan laporan ini. Dr. S. antara lain : 1..Kep. Candra Panji Asmoro. selaku Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya.

BAB 1 PENDAHULUAN 3 .

Tekanan ini berbeda karena pertukaran gas.2.1. Sedangkan jaringan mengandung oksigen pada tekanan 40 mmHg dan karbondioksida dengan tekanan 46 mmHg. senyawa yang kaya energi tersebut digunakan dalam aktivitas yang menggunakan energi. dan karbondioksida dibawa dari jaringan-jaringan ke dalam darah. Atmosfer mengandung oksigen pada tekanan 150 mmHg dan hampir tidak ada karbondioksidanya. Suatu gas selalu berdifusi dari tempat bertekanan tinggi menuju tempat yang tekanannya lebih rendah[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. 1. Fungsi sistem pernapasan adalah untuk memungkinkan ambilan oksigen dari udara kedalam darah.1. air. Oksigen dibawa ke jaringan-jaringan. dan karbondioksida. Tujuan 4 .3. Perpindahan gas dari satu tempat ke tempat lain bergantung sepenuhnya pada perbedaan tekanan gas yang ada antara satu tempat dengan tempat yang lain.Kecepatan dimana gas-gas ini bertukaran tergantung pada luasnya pemajanan darah terhadap udara di dalam paru-paru[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. dan memungkinkan karbondioksida terlepas dari darah ke udara bebas. Pertukaran oksigen dan karbondioksida antara sel-sel tubuh serta lingkungan disebut pernapasan[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Latar Belakang Semua sel mengambil oksigen yang akan digunakan dalam bereaksi dengan senyawa-senyawa sederhana dalam mitokondria sel untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang kaya energi. Rumusan Masalah 1.

4. Manfaat BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Anatomi Sistem Pernafasan 5 .1.

rongga hidung berbentuk seperti buah alpukat. dan folikel rambut yang kaku dan besar. yaitu: 1) Konka nasalis superior. debu. Dari dinding lateral menonjol tiga lengkungan tulang yang dilapisi oleh mukosa. dan kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. dan bagian respirasi [ CITATION Van10 \l 1057 ]. 2) Ephithelium olfactory = bagian meial rongga hidung memiliki fungsi dalam penerimaan bau. Organ Pernafasan 1. yaitu bagian lebih lebar tepat di belakang nares anterior. dan pelembaban. Masing-masing rongga hidung dibagi menjadi bagian vestibulum. Hidung Hidung atau nasal merupakan saluran udara yang pertama. Terdapat 3 fungsi rongga hidung : 1) Dalam hal pernafasan = udara yang di inspirasi melalui rongga hidung akan menjalani 3 proses yaitu penyaringan (filtrasi).1. 3) Rongga hidung juga berhubungan dengan pembentukan suara. Menurut Pearce (2007) permukaan luar hidung ditutupi oleh kulit yang memiliki ciri adanya kelenjar sabesa besar. dipisahkan oleh sekat hidung (septum nasi). Di dalamnya terdapat bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara. Di bagian depan berhubungan keluar melalui nares (cuping hidung) anterior dan di belakang berhubungan dengan bagian atas farings (nasofaring). Menurut Graaff (2010) pada potongan frontal. mempunyai dua lubang (kavum nasi). penghanatan. terbagi dua oleh sekat (septum mediana). kelenjar keringat.suara fenotik dimana ia berfungsi sebagai ruang resonasi. Rambut ini berfungsi menapis benda- benda kasar yang terdapat dalam udara inspirasi. yang meluas ke dalam vestibulum nasi tempat terdapat kelenjar sabesa. 6 .

Pada konka nasalis terdapat sel-sel penciuman. meatus medialis (lekukan bagian tengah dan meatus inferior (lekukan bagian bawah). lubang ini disebut koana. Dasar dari rongga hidung dibentuk oleh tulang rahang atas. Disebelah belakang konka bagian kiri kanan dan sebelah atas dari langit-langit terdapat satu lubang pembuluh yang menghubungkan rongga tekak dengan rongga pendengaran tengah. terdapat jaringan kavernosus atau jaringan erektil yaitu pleksus vena besar. sel tersebut terutama terdapat di bagianb atas. terdiri dari : 1) Bekerja sebagai saluran udara pernafasan 2) Sebagai penyaring udara pernafasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung 3) Dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa 7 . yang menghubungkan telinga tengah dengan faring dan laring. dekat permukaan. Pada sinus etmodialis. sebelah dalam terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak. keluar ujung-ujung saraf penciuman yang menuju ke konka nasalis. yaitu sinus maksilaris pada rongga rahang atas. Meatus-meatus inilah yang dilewati oleh udara pernafasan. Hidung juga berhubungan dengan saluran air mata disebut tuba lakminaris[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. sinus sfenoidalis pada rongga tulang baji dan sinus etmodialis pada rongga tulang tapis[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. keatas rongga hidung berhubungan dengan beberapa rongga yang disebut sinus paranasalis. berdinding tipis. Diantara konka-konka ini terdapat 3 buah lekukan meatus yaitu meatus superior (lekukan bagian atas). Pada hidung di bagian mukosa terdapat serabut-serabut syaraf atau respektor dari saraf penciuman disebut nervus olfaktorius[ CITATION Sya06 \l 1033 ].2) Konka nasalis medius. sinus frontalis pada rongga tulang dahi. Fungsi hidung. 3) Konka nasalis inferior. saluran ini disebut tuba auditiva eustaki.

yang terletak di bawah dasar tengkorak. Ke bawah terdapat dua lubang. Disebelahnya terdapat 2 buah tonsilkiri dan kanan dari tekak. Di sebelah belakang terdapat epiglottis (empang tenggorok) yang berfungsi menutup laring pada waktu menelan makanan[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Apabila tidak sama. tempat hubungan ini bernama istmus fausium. Ke depan berhubungan dengan rongga mulut. ke depan lubang laring. Dibawah selaput lendir terdapat jaringan ikat. 2) Orofaring merupakan bagian tengah farings antara palatum lunak dan tulang hyodi. Pada bagian ini traktus respiratory dan traktus digestif 8 . ke belakang lubang esofagus[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. 2. Menurut Graaff (2010) Faring dapat dibagi menjadi tiga. Terdapat dibawah dasar tengkorak. yaitu: 1) Nasofaring. telinga terasa sakit. belakang dan atas palatum molle. orang harus menelan. dengan perantaraan lubang yang bernama koana. Tuba Auditory yang menghubungkan nasofaring dengan telinga bagian tengah. juga dibeberapa tempat terdapat folikel getah bening.4) Membunuh kuman-kuman yang masuk. Hubungan faring dengan organ-organ lain keatas berhubungan dengan rongga hidung. Tuba Eustachii bermuara pada nasofaring dan berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membrane timpani. dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. Untuk membuka tuba ini. Pada bagian ini terdapat dua struktur penting yaitu adanya saluran yang menghubungkan dengan tuba eustachius dan tuba auditory. bersama-sama udara pernafasan oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lendir (mukosa) atau hidung. Perkumpulan getah bening ini dinamakan adenoid. Faring Tekak atau faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan.

bagian orofaring ini memiliki fungsi pada system pernapasan dan system pencernaan. 3. Dasar atau pangkal lidah berasal dari dinding anterior orofaring. Orofaring dipisahkan dari mulut oleh fauces. Pada bagian bawah laringofaring system respirasi menjadi terpisah dari sitem digestif. Fauces adalah tempat terdapatnya macam-macam tonsila. Pangkal tenggorokan itu dapat ditutup oleh sebuah empang tenggorok yang disebut epiglotis. dan tonsila lingual. menyilang dimana orofaring merupakan bagian dari kedua saluran ini. Orofaring terletak di belakang rongga mulut dan permukaan belakang lidah. Laring Pangkal Tenggorokan (laring) merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak di depan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea dibawahnya. seperti tonsila palatina. Udara melalui bagian anterior ke dalam larings dan makanan lewat posterior ke dalam esophagus melalui epiglottis yang fleksibel. kecuali pita suara dan bagian epiglotis yang dilapisi oleh sel epitelium berlapis[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Laringofaring merupakan posisi terendah dari farings. katup menutup laring untuk mencegah makanan masuk ke dalam saluran pernapasan. tonsila faringeal. 2) Kartilago ariteanoid (2 buah) yang berbentuk beker 3) Kartilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin 4) Kartilago epiglotis (1 buah). Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain: 1) Kartilago tiroid (1 buah) depan jakun sangat jelas terlihat pada pria. 3) Laringofaring terletak di belakang larings. 9 . Laring dilapisi oleh selaput lendir. refleks menelan berawal dari orofaring menimbulkan dua perubahan makanan terdorong masuk ke saluran cerna (oesophagus) dan secara stimulant. yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berfungsi pada waktu kita menelan makanan menutupi laring[ CITATION Sya06 \l 1033 ].

Akibatnya pita suara dapat mengencang dan mengendor dengan demikian sela udara menjadi sempit atau luas[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. hanya antara kedua pita suara tadi dimasuki oleh aliran udara maka tulang rawan gondok dan tulang rawan bentuk beker tadi diputar. 10 . rongga hidung. Pergerakan ini dibantu pula oleh otot-otot laring. Pada pita suara palsu tidak terdapat otot. oleh karena itu pita suara ini tidak dapat bergetar. Pita suara pria jauh lebih tebal daripada pita suara wanita[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Proses pembentukan suara : Terbentuknya suara merupakan hasil dari kerjasama antara rongga mulut. lidah dan bibir. udara yang dari paru-paru dihembuskan dan menggetarkan pita suara. laring. Getaran itu diteruskan melalui udara yang keluar – masuk. Perbedaan suara seseorang bergantung pada tebal dan panjangnya pita suara.

Gambar 1 : Anatomi Sistem Pernafasan Bagian Atas [ CITATION Van10 \l 1057 ] 4. Yang memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina. Trakea terletak di depan saluran esofagus. Trakea Batang Tenggorokan (trakea) merupakan lanjutan dari laring yang terbentuk oleh 16-20 cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda. mengalami percabangan di bagian ujung menuju ke paru-paru. Dinding-dinding trakea tersusun atas sel epitel bersilia yang menghasilkan lendir. Sel silia berdenyut akan menggerakan mukus ini naik ke faring yang dapat ditelan 11 . Panjang trakea 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos. serbuk sari dan kontaminan lainnya. Lendir ini berfungsi untuk penyaringan lanjutan udara yang masuk. menjerat partikel-partikel debu. Sebelah dalam diliputi oleh selaput lendir yang berbulu getar yang disebut sel bersilia hanya bergerak kearah luar [ CITATION Sya06 \l 1033 ].

2) Bronkiolus terminalis Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang mempunyai kelenjar lendir dan silia) 3) Bronkiolus respiratori Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respirstori. 12 . Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental. 5. 1) Bronkiolus Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus. Dan kemudian menjadi alvioli. Bronkiolus mengandung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan nafas. Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara lain jalan nafas konduksi dan jalan udara pertukaran gas. Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki arteri.atau dikeluarkan melalui rongga mulut. Bronkus Bronkus terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri. 4) Duktus alveolar dan sakus alveolar Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar. limfatik dan saraf[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. bronkus lobaris kanan ( 3 lobus) dan bronkus lobaris kiri ( 2 bronkus). Hal ini bertujuan untuk membersihkan saluran pernapasaan [ CITATION Van10 \l 1057 ]. .

13 . Gambar 2. Gelembug alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. O2 masuk ke dalam darah dan CO2 dikeluarkan dari darah.000 buah (paru- paru kiri dan kanan)[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Paru-Paru Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa atau alveoli). Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih 700. Bronkus [ CITATION Van10 \l 1057 ] 6. Jika dibentangkan luas permukaannya kurang lebih 90 m².000. Pada lapisan ini terjadi pertukaran udara.

dan lobus inferior. lobus pulmo dekstra superior. Di dalam lobulus. Alveoli [ CITATION Van10 \l 1057 ] Paru-paru dibagi dua yaitu paru-paru kanan. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. terdiri dari 3 lobus (belahan paru). Tiap duktus alveolus berakhir pada alveolus yang diameternya antara 0. 2 buah segmen pada lobus medialis. dan tiap lobulus terdapat sebuah bronkiolus. Tiap-tiap lobus terdiri dari belahan yang kecil bernama segmen. Gambar 4. cabang ini disebut duktus alveolus. Paru-paru kiri. Pleura dibagi 14 . Pada mediastinum depan terletak jantung. dan 3 buah segmen pada lobus inferior.2-0. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan- belahan yang bernama lobulus[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. lobus media. Paru-Paru [ CITATION Van10 \l 1057 ] Letak paru-paru di rongga dada datarannya menghadap ke tengah rongga dada atau kavum mediastinum. Gambar 3. Pada bagian tengah terdapat tampuk paru-paru atau hilus. dan 5 buah segmen pada inferior. Di antara lobulus satu dengan yang lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf. Paru-paru kanan mempunyai 10 segmen yaitu 5 buah segmen pada lobus superior. terdiri dari pulmo sinistra lobus superior dan lobus inferior. bronkiolus ini bercabang- cabang banyak sekali. Paru-paru kiri mempunyai 10 segmen yaitu 5 buah segmen pada lobus superior. Tiap lobus tersusun oleh lobulus.3 mm[ CITATION Sya06 \l 1033 ].

Spinal Thoraxic mempersyarafi intercosta. Antara keadaan normal. terdapat pula arteri 15 . Nervus Phrenicus mempersyarafi diafragma. Selain system arteri dan vena pulmonalis. Kedua pleura parietal yaitu selaput yang melapisi rongga dada sebelah luar. Darah yang miskin oksigen dari ventrikel kanan masuk ke paru melalui arteri pulmonalis.menjadi 2 yaitu.phrenicus dan N. Otot-Otot Pembantu Sistem Pernafasan [ CITATION Van10 \l 1057 ] Persyarafan penting dalam aksi pergerakan pernapasan disuplai melalui n. sementara N. kavum pleura ini vakum (hampa) sehingga paru-paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaanya (pleura). Di samping syaraf-syaraf tersebut. paru juga dipersyarafi oleh serabut syaraf simpatis dan para simpatis [ CITATION Eve07 \l 1057 ].Spinal Thoraxic. Gambar 5. yang pertama pleura visceral (selaput dada pembungkus) yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru-paru. menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernapas[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Di dalam paru terdapat peredaran darah ganda.

dan vena bronkialis. Proses Terjadinya Pernafasan Pernapasan (respirasi) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. untuk memperdarahi jaringan bronki dan jaringan ikat paru dengan darah kaya oksigen. 2) Volume Komplemen (VK) : Volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal ke dalam paru-paru setelah inspirasi biasa (1500 cc) 3) Volume Suplemen (VS) : Volume udara yang masih dapat dihembuskan secara maksimal dari dalam paru- paru setelah melakukan ekspirasi biasa (1500 cc) 4) Volume Residu (VR) : Volume udara yang selalu tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi sekuat-kuatnya (1000 cc) 5) Kapasitas Vital (KV) : Volume udara yang dapat dihembuskan sekuat- kuatnya setelah melakukan inspirasi sekuat-kuatnya (KV = VT + VK + VS) 3500 cc 6) Kapasitasi Total (KT) : Volume total udara yang dapat tertampung di dalam paru-paru (KT = KV + VR) 4500 cc 2. Menurut Pearce (2007) volume udara pernafasan terdiri dari: 1) Volume Tidal (VT) : Volume udara yang keluar masuk paru-paru sebagai akibat aktivitas pernapasan biasa (500 cc). yang berasal dari aorta. Selain ini ada otot-otot pernapasan tambahan eperti otot-otot perut [ CITATION Van10 \l 1057 ]. Penghisapan udara ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi. Ventilasi paru (bernapas) melibatkan otot-otot pernapasan. Sebagai sisa dari pembakaran adalah CO 2 16 . Kemudian CO2 dikeluarkan melalui traktus respiratorius (jalan pernapasan) dan masuk kedalam tubuh melalui kapiler-kapiler vena pulmonalis kemudian massuk ke serambi kiri jantung (atrium sinistra) menuju ke aorta kemudian ke seluruh tubuh (jaringan-jaringan dan selsel). Jadi. yaitu diafragma dan otot-otot interkostal. di sini terjadi oksidasi (pembakaran). dalam paru-paru terjadi pertukaran zat antara oksigen yang ditarik dan udara masuk kedalam darah dan CO2 dikeluarkan dari darah secara osmosis.

berirama. sehingga makanan tidak masuk ke trakhea. Pada laring terdapat epiglotis yang berguna untuk menutup laring sewaktu menelan. ini berarti bahwa refleks bernapas juga dibawah pengaruh korteks serebri. Refleks bernapas ini diatur oleh pusat pernapasan yang terletak di dalam sumsum penyambung (medulla oblongata). Terbagi dalam 2 bagian yaitu inspirasi (menarik napas) dan ekspirasi (menghembuskan napas). sedangkan sisa dari metabolisme lainnya akan dikeluarkan melalui traktus urogenitalis dan kulit[ CITATION Sya06 \l 1033 ].dan dikeluarkan melalui peredaran darah vena masuk ke jantung (serambi kanan atau atrium dekstra) menuju ke bilik kanan (ventrikel dekstra) dan dari sini keluar melalui arteri pulmonalis ke jaringan paru-paru. hal tersebut untuk mencoba mengeluarkan makanan tersebt dari laring[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. memperlambat. begitu seterusnya. 17 . Oleh karena seseorang dapat menahan. Proses pengeluaran CO 2 ini adalah sebagian dari sisa metabolisme. Pusat pernapasan sangat peka terhadap kelebihan kadar CO2 dalam darah dan kekurangan dalam darah. Akhirnya dikeluarkan menembus lapisan epitel dari alveoli. Bernapas berarti melakukan inpirasi dan eskpirasi secara bergantian. Bernapas merupakan gerak refleks yang terjadi pada otot-otot pernapasan. di dalam hidung masih terjadi perjalanan panjang menuju paru-paru (sampai alveoli). dan terus menerus. Setelah udara dari luar diproses. Inspirai terjadi bila muskulus diafragma telah mendapat rangsangan dari nervus frenikus lalu mengerut datar[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. atau mempercepat napasnya. sedangkan waktu bernapas epiglotis terbuka. maka akan mendapat serangan batuk. Jika makanan masuk ke dalam laring. teratur.

maka ini dinamakan pernapasan perut. Rongga dada membesar maka pleura akan tertarik. Pernapasan perut. Ini terdapat pada rangka dada yang lunak. setelah . jika pada waktu bernapas diafragma turun naik. Jadi proses respirasi atau pernapasan ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. pernapasan ini dinamakan pernapasan dada. muskulus interkostalis miring lagi) dan dengan demikian rongga dan dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali. maka udara didorong keluar. Gambar 6. Karena 18 . rangka dada terbesar bergerak. Pertukaran gas ditingkat alveoli Muskulus interkostalis yang letaknya miring. Dengan demikian jarak antara sternum (tulang dada) dan vertebra semakin luas dan melebar. pada suatu saat otot-otot akan kendor lagi (diafragma akan menjadi cekung. pada waktu seseorang bernapas. yaitu pada orang-orang muda dan pada perempuan[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Ekspirasi. Pernapasan dada. Kebanyakan pada orang tua. yang menarik paru-paru sehingga tekanan udara di dalamnya berkurang dan masuklah udara dari luar[ CITATION Sya06 \l 1033 ].mendapat rangsangan kemudian mengerut dan tulang iga (kosta) menjadi datar.

1) Pernapaan paru Pernapasan paru adalah pertukaran oksigen dan karbondioksida yang terjadi pada paru-paru. yang bisa dicapai untuk semua bagian. Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi ketika konsentrasi dalam darah mempengaruhi dan merangsang pusat pernapasan 19 . Alveoli memisahkan okigen dari darah. Fisiologi sistem pernafasan Oksigen dalam tubuh dapat diatur menurut keperluan. oksigen diambil melalui mulut dan hidung pada waktu bernapas yang oksigen masuk melalui trakea sampai ke alveoli berhubungan dengan darah dalam kapiler pulmonar. Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner : (1) Ventilasi pulmoner. darah mengandung oksigen masuk ke seluruh tubuh. Manusia sangat membutukan okigen dalam hidupnya. karbondioksida dari seluruh tubuh masuk ke paru-paru. Kalau penyediaan oksigen berkurang akan menimbulkan kacau pikiran dan anoksia serebralis[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan eksterna. (2) Arus darah melalui paru-paru. gerakan pernapasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar. 2. (3) Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian rupa dengan jumlah yang tepat. tulang rawannya tidak begitu lembek dan bingkas lagi yang disebabkan oleh banyak zat kapur yang mengendap di dalamnya dan banyak ditemukan pada laki-laki[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. kalau tidak mendapatkan oksigen selama 4 menit akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tidak dapat diperbaiki lagidan bisa menimbulkan kematian. diambil oleh sel darah merah dibawa ke jantung dan dari jantung dipompakan ke seluruh tubuh. Di dalam paru-paru karbondioksida merupakan hasil buangan yang menembus membran alveoli. (4) Difusi gas yang menembus membran alveoli dan kapiler karbondioksida lebih mudah berdifusi dari pada oksigen. Dari kapiler darah dikeluarkan melalui pipa bronkus berakhir sampai pada mulut dan hidung[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. oksigen menembus membran.

sedangkan CO2 mengalir dari jaringan ke alveoli melalui pembuluh darah. pertukaran gas yang cukup pada paru- paru. Akan tetapi jumlah kedua gas yang ditranspor ke jaringan dan dari jaringan secara keseluruhan tidak cukup bila O2 tidak larut dalam darah dan bergabung dengan protein membawa O2 (hemoglobin). dan afinitas (daya tarik) hemoglobin[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Transpor oksigen melalui beberapa tahap yaitu : a. Darah merah (hemoglobin) yang banyak mengandunng oksigen dari seluruh tubuh masuk ke dalam jaringan. Demikian juga CO2 yang larut masuk ke dalam serangkaian reaksi kimia reversibel (rangkaian perubahan udara) yang mengubah menjadi senyawa lain. sehingga terjadi pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 lebih banyak. Adanya hemoglobin menaikkan kapasitas pengangkutan O2 dalam darah sampai 70 kali dan reaksi CO2 menaikkan kadar CO2 dalam darah mnjadi 17 kali[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. mengambil karbondioksida untuk dibawa ke paru-paru dan di paru-paru terjadi pernapasan eksterna[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Dalam alveoli komposisi udara berbeda dengan komposisi udara atmosfer tekanan parsial O2 dalam alveoli 105 mmHg. 2) Pernapasan sel (1) Transpor gas paru-paru dan jaringan Selisih tekanan parsial antara O2 dan CO2 menekankan bahwa kunci dari pergerakangas O2 mengalir dari alveoli masuk ke dalam jaringan melalui darah. hemoglobin. 20 . aliran darah ke jaringan dan kapasitas pengangkutan O 2 dalam darah. terdapat dalam otak untuk memperbesar kecepatan dalam pernapasan.Aliran darah bergantung pada derajat konsentrasi dalam jaringan dan curah jantung. Tahap I : oksigen atmosfer masuk ke dalam paru-paru. Jumlah O2 dalam darah ditentukan oleh jumlah O2 yang larut. (2) Pengangkutan oksigen ke jaringan Sistem pengangkutan O2 dalam tubuh terdiri dari paru-paru dan sistem kardiovaskuler. Pada waktu kita menarik napas tekanan parsial oksigen dalam atmosfer 159 mmHg. Oksigen masuk ke jaringan bergantung pada jumlahnya yang masuk ke dalam paru-paru.

Derajat kejenuhan hemoglobin dengan O2 bergantung pada tekanan parsial CO2 atau pH. Ada dua mekanisme peredaran oksigen dalam darah yaitu oksigen yang larut dalam plasma darah yang merupakan bagian terbesar dan sebagian kecil oksigen yang terikat pada hemoglobin dalam darah. (3) Reaksi hemoglobin dan oksigen Dinamika reaksi hemoglobin sangat cocok untuk mengangkut O2. Tahap V : tekanan parsial oksigen dalam sel kira-kira antara 0-20 mmHg. Tahap IV : sebelum sampai pada sel yang membutuhkan. Tahap III : oksigen yang telah berada dalam pembuluh darah diedarkan keseluruh tubuh. Perbedaan tekanan oksigen dalam pembuluh darah arteri (100 mmHg) dengan tekanan parsial oksigen dalam cairan interstisial (20 mmHg) menyebabkan terjadinya difusi oksigen yang cepat dari pembuluh kapiler ke dalam cairan interstisial. dan protein) menghasilkan H2O. oksigen dibawa melalui cairan interstisial lebih dahulu. Setelah terjadi proses difusi tekanan parsial oksigen dalam pembuluh menjadi 100 mmHg. b. Besi 21 . d. Oksigen dari cairan interstisial berdifusi masuk ke dalam sel. Dalam sel oksigen ini digunakan untuk reaksi metabolism yaitu reaksi oksidasi senyawa yang berasal dari makanan (karbohidrat. CO2 dan energi. Tekanan parsial oksigen dalam cairan interstisial 20 mmHg. dibentuk porfirin dan satu atom besi ferro. Masing-masing atom besi dapat mengikat secara reversible (perubahan arah) dengan satu molekul O2. Hemoglobin adalaah protein yang terikat pada rantai polipeptida. Jumlah O2 yang diangkut ke jaringan bergantung pada jumlah hemoglobin dalam darah. Dalam darah ini terdapat oksigen dengan tekanan parsial 40 mmHg. menuju ke paru-paru untuk mengambil oksigen yang berada dalam alveoli. e. Karena adanya perbedaan tekanan parsial itu apabila tiba pada pembuluh kapiler yang berhubungan dengan membran alveoli maka oksigen yang berada dalam alveoli dapat berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler. Tahap II : darah mengalir dari jantung. c. lemak.

CO2 berdifusi dalam sel darah merah dengan cepat mengalami hidrasi menjadi H2CO2 karena adanya anhydrase (berkurangnya sekresi kerigat) karbonat berdifusi ke dalam plasma. hemoglobin membentuk senyawa karbamino (senyawa karbondioksida). Penurunan kejenuhan hemoglobin terhadap O 2 bila darah melalui kapiler-kapiler jaringan.Sebagian dari CO 2 dalam sel darah merah beraksi dengan gugus amino dari protein. Patofisiologi sistem pernafasan 22 . 3.6 ml dalah senyawa karbamino dan 43.8 ml dalam HCO2[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. Besarnya kenaikan kapasitas darah mengangkut CO2 ditunjukkan oleh selisih antara garis kelarutan CO2 dan garis kadar total CO2 di antara 49 ml CO2 dalam darah arterial 2. berada dalam bentuk ferro sehingga reaksinya adalah oksigenasi bukan oksidasi[ CITATION Sya06 \l 1033 ]. (4) Transpor karbondioksida Kelarutan CO2 dalam darah kira-kira 20 kali kelarutan O2 sehingga terdapat lebih banyak CO2 dari pada O2 dalam larutan sederhana.

BAB III PENUTUP A. Simpulan B. Saran 23 .

Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. 24 . (2006). DAFTAR PUSTAKA Syaifuddin. Jakarta: EGC.