.

Dedicated to Zea Mays.

DELAPAN . Cindewhorella berhasil menarik perhatian Prince Charming di tengah dansanya.

Saat kau patah hati, terluka, dan marah, sengaja atau tidak, kau akan berjalan menuju ke satu poin:
mencari sandaran, mencari sesuatu untuk menumpahkan segalanya. Mencari seseorang.

Sooyoung tidak punya itu. Ia kehilangannya bertahun-tahun yang lalu, tahun kelamnya yang lain. Maka,
ketika harapannya nyaris hilang dan luntur, ia tidak bisa menghentikan dirinya untuk pergi ke sana.

IN LOVING MEMORY OF MOON SOHEE

Deceased: 10th February 1998.

Fondly remembered & loved by husband and daughter.

Makam ibunya.

Sampai di hadapannya, Sooyoung tidak bisa berkata-kata, hanya memandang nisan dengan ukiran nama
ibunya yang kini diselimuti oleh debu kecokelatan. Sembari menatap, air mata menciptakan jalannya
sendiri.

Ma? Aku merindukanmu. Sangat.

Seperti hari-hari lainnya ketika ia berkunjung, Sooyoung akan berjongkok di samping makamnya,
mengelus nisannya dengan sangat lembut dan terluka, lantas membisikkan hal-hal yang membebaninya,
hal-hal yang membuatnya menangis—sembari berduka.

Pada hari-hari lainnya, hari-hari normal ketika ia baru beranjak remaja, Sooyoung akan menceritakan
sesuatu mengenai sekolah barunya, ibu barunya, saudara barunya. Awalnya, curahan hatinya hanya
berupa hal-hal yang menggembirakan dan mampu menggoreskan senyum di bibirnya, lantas kian hari,
semuanya berbeda.

Sudah beberapa tahun berlalu semenjak kunjungan terakhir Sooyoung. Semenjak

tragedi itu, semuanya berubah. Sooyoung kehilangan keberaniannya untuk datang ke sini, menghadapi
ibunya sendiri, membuka perasaannya sendiri. Ia merasa… tidak pantas . Dahulu, sewaktu ibunya masih
bisa membuka matanya, ia akan menanyai hari Sooyoung di kamarnya—ketika Sooyoung akan beranjak
tidur. Moon Sohee akan mendekapnya sebentar, kemudian ketika melepaskan pelukannya, Sooyoung
akan siap menyatakan segalanya.

Sialnya, ketika masalah-masalah yang lebih besar tingkatnya datang, dekapan Moon Sohee sudah hilang.

Aku punya rahasia yang harus kukatakan pada seseorang, Ma. Dan kupikir, kau akan menjadi orang yang
tepat untuk kuberitahu. Kau selalu menjadi orang yang tepat.

ia selalu tahu batas waktu ‘bermain’-nya hanyalah sampai pukul dua belas. Ma? – “Dari mana saja kau?” suara ibunya. Sooyoung memang pergi ke bioskop tadi. Kyuhyun harus berhenti memikirkannya. Ibunya tidak mengada-ada. Aku tahu kau tahu mengapa aku tidak memberitahu seseorang tentang ini. kali ini ibunya yang lain. ‘kan. mengeluarkan ponselnya yang menunjukkan layar hitam. Sekarang. Angin berembus perlahan. Ponselku kehabisan baterai. “Kurasa aku akan pergi tidur. Sooyoung buru-buru merogoh tasnya. “Ada film bagus di bioskop. hanya memandangi Sooyoung yang menaiki tangga dengan langkah-langkah lebar. “Aku meneleponmu ratusan kali dan tidak ada jawaban!” Oh. Sesuatu yang sangat aku inginkan. Dia masih terlalu muda untuk mengalaminya. – Choi Soojin sangat cantik. Mungkin itu hanya pikirannya saja. Ia harus berhenti memikirkan Soojin. Aku… aku tidak bisa merelakannya begitu saja. sedari awal. Dan aku… aku…aku berusaha menahannya. Dan dia punya aura keibuan yang menenangkan .” Itu bukan kebohongan.Sooyoung mengeluskan jemarinya lagi ke permukaan nisan ibunya. sekarang memang larut. Ma? Kau selalu mengerti. ‘kan. kedengaran tegas dan diulur-ulur. “Dan aku hanya pergi jalan-jalan. ibunya yang masih bernapas . Dan sekarang pukul satu. Kau mengerti. Soojin tidak pernah merasa memiliki hubungan dengannya. Dan mengesankan. Sooyoung sudah tahu bagaimana harus bertingkah ketika ibunya bersikap seperti ini. memejam. Kau tahu. Mungkin. membuat pakaian Sooyoung berkibar. seseorang yang sekarang berkedudukan sebagai “seseorang-yang-kukencani”. Mungkin tidak. “ Sorry.” Sahutnya. Kau tahu alasanku. Choi Jinri… Choi Jinri bilang tidak ingin membuka matanya lagi. Aku tidak ingin ada orang yang tahu—tahu dari mulutku—siapa penyebabnya. Mungkin ajakan makan siang beruntun bukanlah kencan .” Ibunya tidak menyahut lagi. Meskipun tidak punya jam malam tertentu. Aku ingin sekali kau mengerti untuk hal yang satu ini.” “Sampai selarut ini?” Dengan ragu dan bersalah ia melirik jam dinding yang digantungkan di atas rak-rak kecil berisi pigura foto. bertanya apa maksudnya… Isakan berhasil meluncur keluar dari mulutnya. Mungkin— .

ia merapikan rok pensilnya yang ketat sebelum melangkahkan tungkainya ke mejanya sendiri. Oh. Ia bergegas meminta ijin dan nyaris berlari keluar dari ruangan Kyuhyun. Sesuatu telah terjadi. ia menarik napasnya dalam-dalam. untuk menahan dirinya sendiri dari menggemborkan. Aku punya janji bertemu dengan—” “Ibumu. . Cukup adiknya saja yang bertingkah kekanakan. Pikirannya tentang Soojin tidak mengira mereka punya hubungan spesial lenyap begitu saja. berkas-berkas berserakan. Kyuhyun mempersilakan siapapun yang berdiri di depan pintunya untuk masuk dan mengatakan apapun masalahnya yang memerlukan penanganan Kyuhyun. Mungkin Sooyoung telah melakukan aksi lainnya. hal ini mungkin berhubungan dengan adiknya.” Ujar Soojin ragu-ragu. “Ada yang salah?” suara Sooyoung yang khas tiba-tiba terdengar dengan nada sok manis. apapun. “Aku tahu itu. Soojin berusaha mengendalikan dirinya sendiri. “Apa kau habis bertemu dengan monster di dalam sana? Wajahmu kelihatan seperti itu. Soojin berdiri di sana.Terdengar ketukan di pintunya. “Terima kasih. Choi Soojin. Satu yang Soojin tahu. Ini buruk. eh. Ia tidak bisa berhenti berpikir. lelaki itu hanya diam dan memandanginya dengan bingung. Soojin berdiri di sana dan menunggu. Soojin sangat malu.” Soojin harus berpegangan pada roknya. Mungkin Sooyoung menyebar pamflet dengan fotonya lagi. menggumamkan sesuatu yang kedengaran seperti oke. lebih baik ia tidak ikut-ikutan. apakah Kyuhyun akan mengatakan sesuatu yang lainnya mengenai hubungan mereka. itu dia. sebelum keluar dari ruangan. Selama beberapa detik. dan kertas-kertas F4 kusut yang terlipat di beberapa bagian. mungkin candlelight dinner . mungkin ia sudah menangkap binar kebingungan di mata Kyuhyun.” Kyuhyun mengangguk.” potong Sooyoung cepat. “ Shut up! ” yang mungkin akan segera mengakhiri karirnya sebagai perempuan baik-baik . Kyuhyun merasakan kakinya yang kaku bergerak dan tangannya yang terkepal berkeringat. “Aku. Jelas sekali itu bukan ekspresi seorang teman.” Kyuhyun sangat mensyukuri nada suaranya yang tenang dan santai. namun sebaliknya. sudah menyelesaikan dokumen perjanjian dengan majalah Briefcase yang akan meliput tentang Hollow. Tanpa sadar. nada suara yang mengkhianati isi hatinya sendiri. – “Sooyoung? Kurasa hari ini kau tidak usah mengantarku pulang. mungkin ajakan makan siang selanjutnya. aku pergi dulu . berhenti sebentar dari usahanya merapikan mejanya. Sooyoung memasukkan ponsel dan folder ke dalam tasnya dan mendongak. dengan pipi memerah dan mata berbinar. mengepalkan tangannya erat. Mengesampingkan perasaan terganggunya. sebelum maju untuk meletakkan dokumennya di meja Kyuhyun. Selesai dengan urusannya yang berhubungan dengan meja.

. Sooyoung sama sekali tidak berusaha menepis ide jeleknya mengganggu Soojin. jadi ia beringsut mendekat. dengan tas di tangan dan senyum terpoles di bibirnya. Sooyoung mengeluarkan tawa kecil. “Mengikuti?” ia mengulangi ucapan Sooyoung dengan sikap mengejek. “Permainan ku ? Aku tidak pernah menciptakan permainan apapun. senyumannya melebar. Justru. kakakku sayang. dia akan —” “Hentikan!” Soojin berseru. dengan sikap tubuh mengejek. membubuhi tawa di belakangnya. Matanya menyoroti tatanan meja Soojin. “Kencan yang gagal?” “Bisakah kau diam?” Soojin membentak. Ia tetap sibuk menarikan jemarinya di atas kibor. Hmm.” Sooyoung tidak gentar sama sekali. kau akan kalah dan lawanmu akan tertawa di atas luka lebammu. Meskipun begitu. tidak ada hiasan miniatur yang terbalik—bisa dibilang meja Soojin berbanding terbalik dari meja Sooyoung. “ Well . Menunjukkan emosimu yang sesungguhnya ketika bertengkar seperti ini bukanlah hal yang bagus.” “ Whoops. tertinggal seorang di sana.” katanya.” Ia membuat gerakan sungai mengalir dengan tangan kanannya. ya?” Mendengar betapa menyebalkannya kalimat Sooyoung terdengar. ruangan kerja bagiannya sudah sepi. Tidak ada kertas F4 yang mencuat keluar. “Kau belum selesai?” tanyanya. “Aku sedang tidak ingin ikut dalam permainanmu. Karena Choi Soojin juga masih sibuk dengan komputernya. namun ia berusaha keras menutupi kejengkelannya itu. kakak kelas itu. menyandarkan tubuhnya pada meja Soojin. mendemonstrasikan omongannya. meja yang rapi. Asal kau punya uang. aku hanya mengikuti alurnya saja. Soojin tidak menyahut. tidak ada berkas jelek yang tertekuk. “Apa itu dengan foto porno menjijikkan? Atau usaha rendah merusak acara makan siang?” Ujaran Soojin sepertinya berhasil menyulut api dalam diri Sooyoung. Oleh karena itu. menyelesaikan tugasnya. Soojin mendongak dengan kedua mata melotot. atau betapa kesalnya dirinya. namun karena Sooyoung meninggikan suaranya beberapa oktaf. “Aku—” “Atau ‘Sooyoung tidur dengan siapapun yang mampu membayar. benar-benar khas Soojin. mengetik sesuatu. ternyata jadi pacar direktur tidak mengurangi pekerjaanmu. eh. yang sudah punya pacar!’. Dan aku. “Coba kuingat-ingat. mengingatkanmu pada sesuatu?” Raut mengejek Soojin seakan terguyur air kasatmata. ia gagal. kalau-kalau kau lupa. “ ’Sooyoung tidur dengan Choi Seunghyun—iya. dengan imitasi suara Soojin—seharusnya mirip . ia tidak mengalihkan pandangannya dari layar monitor yang menampilkan program Microsoft Word yang telah terisi separuh.Sekarang. dua orang mungkin. kau lah yang membuat permainan itu. Wajahnya kelihatan merah dan putus asa. “Apa aku membuatmu marah?” pancing Sooyoung. lenyap tak bersisa. kelihatannya telah kehilangan kesabarannya.

Mimik mengejeknya telah lenyap. Tahu benar bahwa itulah yang akan dikatakan bosnya itu—namun kelihatannya lelaki itu tidak akan mengatakan hal itu.Begitu pula dengan wajah Sooyoung. Namun. kalau aku mau. mengingatkannya kembali pada masa-masa terpuruknya semasa SMA. “Mengapa? Kau takut? Aku mengingat kalimatmu itu selama bertahun-tahun. “ slut” ketika Sooyoung lewat. baunya tidak begitu menyiksa. Kau tidak tahu kerusakan yang telah kautimbulkan sejak kau membual tentang omongan pelacurmu!” Ia berseru. Kedengaran terlalu… flirty. “Oh. aku tidak akan berhenti. segalanya yang berhubungan denganmu setelah ini tidak akan pernah berhasil. “Apa aku mencium wangi parfum?” tanyanya. membuatnya kembali ke dunia nyata. “Itu adalah parfum—” Favoritku . insiden pamflet foto porno? Itu tidak sebanding. mungkin? Parfum ini memang sengaja Sooyoung beli—ternyata. Sooyoung melengkapi kalimat Kyuhyun dalam hati. Semuanya lengkap terkendali.” Sooyoung memutar mata. Tidak akan pernah. well . “Ingat-ingat saja.” Sooyoung menarik napas.” Lantas ia mundur dari meja Soojin dan pergi. menarik perhatian Kyuhyun.” katanya. Kau takut padaku sekarang. – “Semuanya baik-baik saja?” Pertanyaan Kyuhyun berhasil menarik keluar imajinasi Sooyoung yang bukan-bukan. Tapi aku tahu bagaimana rasanya dituduh. tentu saja. “Senang sekali kau menyadarinya. tersenyum dengan keji. ketika teman-temannya menggunjingnya di belakang—berbisik satu sama lain. tidak melupakan detailnya sedikit pun. “Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan lagi.” Kyuhyun tidak mengiyakan sarkasme dalam ujaran lawan bicaranya.” Ia menyesap kopinya. sementara ingatannya perlahan-lahan beterbangan. “Kau kelihatan bingung. malah—untuk. Cho Kyuhyun tidak semudah itu dibuat percaya. sesuai seleranya. Laki-laki itu mencondongkan tubuhnya ke depan. Alibi apa lagi yang akan kau gunakan untuk menutupi kenyataannya. dunia di mana sekarang ini ia tengah duduk di dapur Cho Kyuhyun dengan sandwich dalam genggamannya. “Aku bisa menciptakan sesuatu yang lebih dari itu.” tambah Kyuhyun lagi ketika tak kunjung mendapat sahutan dari asistennya. kembali ke posisinya yang nyaman. mengendus selama beberapa detik seperti mencari bebauan bangkai yang mengucur dari tubuh Sooyoung. Jangan pernah lupakan misi hancurkan-kencan-Soojin. tuh. menyadari satu hal. “Kau memakai parfum yang berbeda. Jadi. tertinggal sesuatu yang dingin dan kejam di wajahnya. Choi Soojin?” Wajah Soojin memucat. Sambil menggeleng-gelengkapan kepalanya kuat-kuat dan mengigit sandwich -nya besar-besar. . Sooyoung menggerutu. “Tidak. Tapi. dengarkan aku.

“Kau tahu benar bahwa itu parfum favoritku—kau melakukan background check terhadapku.” satu ide tiba-tiba muncul di kepala Sooyoung. berusaha mendapat penglihatan Kyuhyun dengan lebih bagus.” Tambah Kyuhyun dengan tajam. Sebaliknya. Sooyoung hanya mengangkat bahunya riang. terlalu sibuk menggigit-menguyah-menelan sarapannya. kembali pada posisi lamanya. serta penuh tekanan. Kalau Kyuhyun memang merasa malu. “Karena. sangat-sangat jujur. Kyuhyun mengerutkan bibirnya. “Aku akan menjawabnya dengan sangat jujur. sembari tangannya melipat-lipat tisu berminyak wadah sarapannya yang kini sudah ludes.” ejek Sooyoung.Tetap saja. Apa ia memang setransparan itu? Tapi. Sooyoung hanya menaikkan sebelas alisnya dan tersenyum.” Sialan . Laki-laki itu memelototi Sooyoung. lantas kenapa kau tidak menginginkanku menyukai kakakmu?” Mendapat pertanyaan yang memojokkan itu. “Karena apa?” “Begini. “Dan. “Kau tahu kau tidak menyukai ku. membentuk cekungan jelek. jangan berusaha kelihatan polos atau semacamnya. Sooyoung tidak akan membiarkan bosnya lepas dari kegugupan begitu saja. dan tidak berasal dari stok senyum palsunya yang setinggi bukit. “Itu adalah parfum apa ?” tantangnya. ia dengan kasual berdeham. dalam dan tegas. kalau ia boleh berkomentar. ia merasa ia harus menjawab ini.” Kali ini dahi Kyuhyun ikut berkerut.” “Apa pentingnya buatku?” Menelan kegugupannya. Jadi ia melipat tangan kanannya dan menyandarkan kepalanya di sana. “ Kenapa?” Suara Kyuhyun jauh lebih dalam sekarang. “Tidak. “Soojin—kau berusaha merayuku. gugup. “Syarat?” . Sooyoung yakin Kyuhyun menguasai teknik ini—karena begitu nada itu dipergunakan. menelan gigitan terakhir sandwich -nya tanpa berkata apa-apa. dengan satu syarat. ia tidak mengatakannya. jenis senyumannya yang asli dan tidak dibuat-buat.” tiba-tiba kesadaran seakan menerjang Kyuhyun. Sooyoung tidak akan menyerah begitu saja. mengedip sekali-dua kali dengan tidak-begitu-normal.” Sahutnya. ide yang brilian. Kali ini matanya tak lagi menyoroti Kyuhyun di seberangnya. karena ketahuan. atau bahkan tertekan. menyajikan senyuman sesungguhnya. akhirnya. Ia justru menyunggingkan senyuman anak manisnya. tentu saja. “Pengecut. Ia menyadari beberapa hal sekarang.

Kencan sungguhan. Sepertinya level kegilaan asistennya ini sudah naik ke tingkat yang sulit disembuhkan. well . Kau tidak akan pernah tahu mengenai hal yang ingin kau ketahui. Matanya tetap terfokus ke depan. Keramik krem kecokelatan yang melapisi lantai dasar Hollow berpendar dalam sinar matahari yang cerah dan oranye. tentu saja. “Omong kosong Penyambutan Pejabat Hollow. Detik setelah Sooyoung melontarkan kecaman tak kasat matanya.“Ya. Sooyoung melanjutkan dengan sikap gembira yang mirip dengan anak kecil dengan sebatang lolipop di mulutnya. tapi sebaliknya. “Kau harusnya bisa duduk-duduk di santai di sofamu. “Sekarang kita harus cepat berangkat. menyesari koridor-koridor kantor yang kusam dan kelam—akibat tirai-tirai beludru yang belum disibak pada setiap jendelanya. kalau begitu. Kyuhyun bergidik. mengambil keputusan menjengkelkan sembari merapikan meja makan. “Kau harus mengajakku kencan.” kata Kyuhyun. Ini sudah terlambat. membuat ikal kudanya memantul-mantul di lehernya. “ Oh. dan ketika lelaki itu mengangguk. Menangkap reaksi Kyuhyun yang kelihatan jelas akan menolaknya. Kyuhyun berjalan di depan Sooyoung.” – Ucapan Kyuhyun jelas bohong adanya.” Ia mengerutkan hidungnya seakan-akan kebiasaan aneh bosnya itu seperti kuman yang perlu dibasmi. “Aku akan menyelesaikan setengah kuarter pekerjaanku lalu menyelinap keluar dari Hollow saat pukul delapan nanti. Sooyoung tetap menyunggingkan senyuman—ia sudah bisa menebak jalan pikiran Kyuhyun. “sayang sekali. melihat kantor yang masih terlelap ketika mereka tiba. “Kedengaran oke?” “Kau sinting. Namun.” kata Sooyoung dengan intonasi berduka yang dibuat-buat. Oleh karena itu Sooyoung sudah menyiapkan rencana cadangan—hal yang bisa membuat laki-laki itu ragu dengan keputusannya.” Terangnya dengan nada bingung. lelaki itu akan menolaknya. Kyuhyun menyahut pendek.” Seandainya saja Kyuhyun tengah memiliki sesuatu di mulutnya. syarat. mengernyitkan keningnya dengan sikap jijik yang dibuat-buat. Tunggu saja… “Akan kuputuskan nanti.” Ia mengangkat bahu acuh. Ia menunggu reaksi Kyuhyun sebentar.” Sooyoung teringat sesuatu. Ia bisa menangkap keragu-raguan Kyuhyun dengan begitu jelas. Dan ia tidak tahu apakah itu merupakan keberuntungan atau justru ketidakberuntungan. . Kyuhyun tidak mengindahkannya. “Tapi ini hari Senin. ia yakin seratus persen ia akan menyemburkannya tepat di muka Sooyoung saat itu juga. kau memilih untuk bekerja.” Kepala perempuan itu terangguk cepat.” Ia mengedikkan bahunya penuh kekecewaan. garis bahu Kyuhyun terjatuh. Mungkin laki-laki itu tengah berperang dalam pikirannya.” terka Sooyoung. Tentu saja. menonton TV atau apalah itu.

melangkahkan kaki kanannya masuk ke dalam lift dengan tatapan mengolok- olok. “Dan kau juga memutuskan untuk mendiamkanku. aku belum mendapatkan jawabanmu.” oceh Sooyoung.” Perempuan itu mendengus. Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman—membuat Kyuhyun kehilangan banyak sekali waktu berpikir sendiriannya. Ia tidak terbiasa akan ini. mendapati sosok di sampingnya masih setia mengamatinya dengan tatapan mencemooh. Sialan. “Diam. Kyuhyun menolehkan kepalanya dengan enggan.membuatnya bertanya-tanya apakah pemandangan kantornya di pagi hari memang selalu seindah ini. buru-buru Kyuhyun menepis ide mengerikan itu. ia tidak yakin apakah kehilangan waktu menyendirinya dan menggantinya dengan diolok-olok asistennya adalah hal yang buruk. berderap menuju lift yang menyala terang.” ia bersedekap dengan gaya sombong. . end of chapter eight. “Oh. Sialnya. Choi Sooyoung sudah menancapkan taringnya. Atau mungkin karena seseorang yang kini tengah mengekorinya… Ah. ya. sehangat ini. Aku masih menantinya. tidak mungkin . berkonsentrasi pada dirinya sendiri. belum berhenti. kalau-kalau kau lupa. Atau mungkin ia hanya tengah berhalusinasi. Kyuhyun tidak pernah merasa memiliki asisten berarti harus menghabiskan waktu bersama dalam banyak sekali kesempatan. Tangannya bergerak mengencangkan dasinya.