DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................... ii

DAFTAR ISI.................................................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................................. 1

A. Latar Belakang Masalah................................................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah.............................................................................................................................. 1

C. Tujuan Masalah................................................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................................ 3

A. Perubahan psikologi pada ibu hamil trimester I, II, III........................................................ 3

B. Dukungan psikososial terhadap ibu hamil.............................................................................. 9

C. Bentuk- bentuk gangguan psikologis pada ibu hamil........................................................
....................................................................................................................................................................

11

D. Contoh kasus........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................

13

BAB III PENUTUP.......................................................................................................................
.......................................................................................................................................................

15

A. KESIMPULAN .......................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................

15

B. SARAN.....................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................

15

DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kehamilan merupakan krisis bagi kehidupan keluarga yang dapat diikuti dengan stres

dan kecemasan. Perubahan dan adaptasi selama kehamilan, tidak hanya dirasakan oleh ibu

tetapi seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, selama kehamilan seluruh anggota

keluarga harus terlibat terutama suami.

Ketersediaan dukungan sosial untuk kesejahteraan psikososial ibu hamil adalah hal

yang penting. Dukungan dan kasih sayang dari anggota keluarga dapat memberikan

perasaan nyaman dan aman ketika ibu merasa takut dan khawatir dengan kehamilannya.

Selain dukungan dari keluarga, ibu hamil juga memerlukan dukungan dari tenaga

kesehatan khususnya bidan yang menemani ibu selama masa kehamilannya.

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah penulisan makalah ini yaitu :

Bagaimana perubahan psikologi ibu hamil pada trimester I, II, III ?

Bagaimana bentuk dukungan psikologi pada ibu hamil ?

Bagaimana bentuk- bentuk gangguan psikologis pada ibu hamil ?

1
C. TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu :

 Untuk mengetahui / memahami bagaimana perubahan psikologi ibu hamil pada

trimester I, II, III.
 Untuk mengetahui bentuk dukungan psikologi pada ibu hamil
 Untuk mengetahui bentuk- bentuk gangguan psikologis pada ibu hamil

BAB II

2
PEMBAHASAN

Kehamilan adalah penyatuan sperma dari laki-laki dan ovum dari perempuan.

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal

adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.

Kehamilan, disamping memberi kebahagiaan yang luar biasa, juga sangat menekan

jiwa sebagian besar wanita. Pada beberapa wanita dengan perasaan ambivalen mengenai

kehamilan, stres mungkin meningkat. Respon terhadap stres mungkin dapa tterlihat

bervariasi yang tampak atau tidak tampak. Sebagai contoh, sebagian besar wanita

mengkhawatirkan apakah bayinya normal. Pada mereka yang memiliki janin dengan resiko

tinggi untuk kelainan bawaan, stres meningkat. Selama kehamilan dan terutama mendekati

akhir kehamilan, harus dibuat rencana untuk perawatan anak dan perubahan gaya hidup

yang akan terjadi setelah kelahiran. Pada sejumlah wanita, takut terhadap nyeri melahirkan

sangat menekan jiwa. Pengalaman kehamilan mungkin dapat diubah oleh komplikasi

medis dan obstetrik yang dapat terjadi. Wanita dengan komplikasi kehamilan adalah 2 kali

cenderung memiliki ketakutan terhadap kelemahan bayi mereka atau menjadi depresi.

Masa kehamilan dibagi menjadi tiga periode atau trimester, masing-masing selama

13 minggu. Kehamilan itu unik pada setiap wanita.

1. Perubahan psikologi ibu hamil pada trimester pertama
a) Rasa cemas bercampur bahagia
Perubahan psikologis yang paling menonjol pada usia kehamilan trimester pertama

ialah timbulnya rasa cemas dan ragu sekaligus disertai rasa bahagia. Munculnya

rasa ragu dan khawatir sangat berkaitan pada kualitas kemampuan untuk merawat

dan mengasuh bayi kandungnya, sedangkan rasa bahagia dikarenakan dia merasa

sudah sempurna sebagai wanita yang dapat hamil.
b) Perubahan emosional

3
Perubahan-perubahan emosional pada trimester pertama menyebabkan adanya

penurunan kemauan berhubungan seksual, rasa letih dan mual, perubahan suasana

hati, depresi, kekhawatiran ibu tentang kesejahteraannya dan bayinya,

kekhawatiran pada bentuk penampilan diri yang kurang menarik, dan sebagainya.
c) Sikap Ambivalen
Sikap ambivalen menggambarkan suatu konflik perasaan yang bersifat simultan,

seperti cinta dan benci terhadap seseorang ,sesuatu, atau kondisi

(Bobak,lowdermilk,dan Jensen, 2005). Meskipun sikap Ambivalen sebagai respons

yang normal individu, tetapi ketika memasuki fase pacsa melahirkan sikap bisa

membuat masalah baru, rasa cemas atas kemampuannya menjadi ibu, keuangan,

dan sikap penerimaan keluarga terdekatnya.
d) Ketidakyakinan dan ketidakpastian
Awal minggu kehamilan, ibu sering merasa tidak yakin pada kehamilannya.Dan hal

ini diperparah lagi jika ibu memiliki masalah emosi dan kepribadian. Meskipun

demikian pada kebanyakan ibu hamil terus berusaha untuk mencari kepastian

bahwa dirinyaa sedang hamil dan harus membutuhkan perhatian dan perawatan

khusus buat bayinya.
e) Perubahan seksual
Selama trimester pertama keinginan seksual wanita menurun.Hal- hal yang

menyebabkannya berasal dari rasa takut terjadi keguguran sehingga mendorong

kedua pasangan menghindari aktivitas seksual. Apalagi jika dia sebelumnya pernah

mengalami keguguran. Hasrat seks di trimester pertama sangat bervariasi diantara

wanita yang satu dengan yang lain. Meskipun pada beberapa wanita mengalami

peningkatan hasrat seksual, tetapi fase trimester pertama menjadi waktu penurunan

libido dan jikalau pun biasanya mereka telah berkomunikasi sebelum melakukan

hubungan koitus. Pada kebanyakan pasangan momen ini sering digunakan suami

4
untuk memberi kasih sayang dan cinta kasih yang lebih besar tanpa dia harus

melakukan koitus.
f) Stress
Kemungkinan stress yang terjadi pada masa kehamilan trimester pertama bisa

berdampak negatif dan positif , dimana kedua stress ini dapat mempengaruhi

prilaku ibu. Terkadang stress tersebut bisa bersifat intrinsik dan ekstrinsik. Stres

instrinsik berhubungan dengan tujuan pribadi ibu, di mana dia berusaha membuat

sesempurna mungkin kehidupan pribadi dan kehidupan sosilanya,Stress ekstrinsik

timbul karena faktor eksternal seperti sakit, kehilngan, kesendirian, dan masa

reproduksi.
g) Goncangan psikologis
Terjadinya goncangan jiwa diperkirakan lebih kecil terjadi pada trimester pertama

dan lebih tertuju pada kehamilan pertama.Menurut kumar dan Robson (1978),

diperkirakan ada sekitar 12% wanita yang dating keklinik untuk mengobati

depresinya, terutama wanita yang ingin menggugurkan kandungannya.Perubahan

psikologis yang terjadi pada fase kehamilan trimester pertama lebih banyak berasal

pada pencapaian peran sebagai ibu.

2.Perubahan psikologis ibu hamil pada trimester kedua

Klasifikasi priode trimester kedua dikelompokkan menjadi dua fase, yakni pre-

quickening (sebelum ada gerakan janin yang dirasakan ibu),dan past-quickening (setelah

ada gerakan janin yang dirasakan ibu).

5
 Fase pre – quickening
Selama akhir trimester pertama dan masa prequickening pada trimester kedua ibu

hamil mengevaluasi aspek-aspek yang terjadi selama hamil. Di sini ibu akan

mengetahui sejauh mana hubungan interpersonalnya dan sebagai dasar-dasar

pengembangan interaksi sosialnya dengan bayi yang akan dilahirkannya. Perasaan

menolak tampak dari sikap negative ibu yang tidak memedulikan, mengabaikan,

bahkan pada beberapa kasus ibu tega membunuh. Hal ini berbeda jika ibu segera

menyadari gerakan tersebut normal. Pada fase prequickening juga memungkinkan

ibu sedang mengembangkan identitas keibuannya.Evaluasi ini berfungsi untuk

melihat perubahan identitas ibu yang semula menerima kasih sayang kini menjadi

pemberi kasih sayang (persiapan menjadi ibu).

 Fase post – Quickening
Setelah ibu hamil merasakan quickening, maka identitas keibuan semakin jelas.Ibu

akan focus pada kehamilannya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi peran

baru sebagai seorang ibu. Terkadang perubahan ini menyebabkan kesedihan Karena

dia harus meninggalkan peran lamanya sebelum hamil, terutama ibu yang pertama

kali hamil dan pada wanita karier. Oleh sebab itu, ibu harus membuang semula

peran yang diterima sebelum masa hamil. Pada wanita multi gravid,Peran baru

menggambarkan bagaimana dia menjelaskan hubungan dengan anakanya yang lain

dan bagaimana jika dia harus meninggalkan rumahnya untuk sementara waktu

disaat proses persalinan.Gerakan bayi membantu ibu membangun pengertian

bahwa bayinya adalah makhluk hidup yang nanti harus terpisah dari dirinya.

Selama fase trimester kedua kehidupan psikologi ibu hamil tampak lebih

tenang, namun pada fase trimester ini perhatian ibu mulai beralih pada perubahan

bentuk tubuh, kehidupan seks, keluarga dan kehidupan batiniah dengan bayi yang

6
dikandungnya, serta peningkatan kebutuhan untuk dekat denagn figur ibu ,

melihat, dan meniru peran ibu. Pada masa ini juga sifat ketergantungan ibu kepada

pasangannya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan janinnya.
Beberapa bentuk perubahan psikologi pada trimester kedua, diantaranya :
1. Rasa khawatir
Kekhawatiran yang mendasar pada ibu ialah jika bayinya lahir sewaktu-

waktu.Keadaan ini menyebabkan peningkatan kewaspadaan tehadap

datangnya tanda-tanda persalinan.Hal ini diperparah lagi dengan

kekhawatiran jikalau bayi yang dilahirkannya tidak normal.Paradigma dan

kegelisahan seperti ini membuat kebanyakan ibu berusaha mereduksi

dengan cara melindungi bayinya dengan memakan vitamin, rajin kontrol

dan konsultasi, menghindari orang atau benda-benda yang dianggap

membahayakan bayinya,dan sebagainya.
2. Perubahan emosional
Perubahan emosional trimester II yang paling menonjol yaitu periode bulan

kelima kehamilan , karena bayi mulai banyaak bergerak sehingga dia mulai

memerhatikan bayi dan memikirkan apakah bayinya akan dilahirkan sehat

atau cacat, Rasa kecemasan seperti ini terus meningkat seiring bertambah

usia kehamilannya.
3. Keinginan untuk berhubungan seksual
Pada trimester kedua terjadi peningkatan energi libido sehingga pada

kebanyakan ibu menjadi khawatir jika dia berhubungan seksual apakah ini

dapat memengaruhi kehamilan dan perkembangan janinnya. Bentuk

kekhawatiran yang sering diajukan adalah apakah ada kemungkinan

janinnya cedera akibat penis. Meskipun demikian, yang perlu diketahui

hubungan seks pada masa hamil tidak terpengaruh karena janin dilindungi

cairan amnion didalam uterus. Namun dalam beberapa kondisi hubungan

seksual pada fase trimester kedua tidak diperbolehkan , missal ibu memiliki

7
riwayat persalinan prematur. Beberapa posisi hubungan seksual yang aman

dilakukan pada kehamilan trimester kedua misalnya :
 Woman on tap , yakni posisi ibu yang banyak menghindari tekanan

yang berlebihan pada bagian perut.
 Sitting style ,yakni posisi hubungan seksual yang biasa dilakukan

pada kehamilan pertengahan atau lanjut.
 Standing style , yakni relasi seks dengan posisi berdiri.

3.Perubahan psikologi pada trimester ketiga

Pada fase trimester ketiga perubahan-perubahan psikologis pada ibu hamil semakin

kompleks dan meningkat dari trimester sebelumnya. Hal ini dikarenakan kondisi

kehamilan yang semakin membesar.Beberapa kondisi psikologi yang terjadi pada trimester

ketiga,antara lain :

a. Rasa tidak nyaman
Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan pada

kebanyakan ibu merasa bentuk tubuhnya semakin jelek. Selain itu ,perasaan tidak

nyaman juga berkaitan dengan adanya perasaan sedih karena dia akan berpisah

dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil sehingga

ibu membutuhkan dukungan dari suami, keluarga, dan bidan.
b. Perubahan Emosional
Pada bulan-bulan terkhir menjelang persalinan perubahan emosi ibu semakin

berubah-ubah dan terkadang menjadi tidak terkontrol .Perubahan emosi ini

bermuara dari adanya perasaan khawatir, rasa takut, bimbang dan ragu jangan-

jangan kondisi kehamilannya saat ini lebih buruk lagi saat menjelang persalinan

8
atau kekhawatiran akibat ketidakmampuannya dalam menjalankan tugas-tugas

sebagai ibu pasca kelahiran bayinya.

2. Dukungan psikososial terhadap ibu hamil
1) Dukungan suami
Dukungan suami yang bersifat positif kepada istri yang hamil akan memberikan

dampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin, kesehatan fisik,

dan psikologis ibu. Bentuk dukungan suami tidak cukup dari sisi financial semata,

tetapi juga berkaitan dengan cinta kasih, menanamkan rasa percaya diri kepada

istrinya, melakukan komunikasi terbuka dan jujur, sikap peduli, perhatian, tanggap,

dan kesiapan ayah.
2) Dukungan keluarga
Wanita hamil sering kali merasakan ketergantungan terhadap orang lain, namun

sifat ketergantungannya akan lebih besar ketika akan bersalin. Sifat ketergantungan

ibu dipengaruhi kebutuhan rasa aman, terutama menyangkut keamanan dan

kesalamatan saat melahirkan. Rasa aman tidak hanya berasal dari suami, tetapi juga

dari anggota keluarga besarnya .Dukungan keluarga besar menambah percaya diri

dan kesiapan mental ibu pada masa hamil dan ketika akan menghadapi persalinan.
3) Tingkat kesiapan personal
Tingkat kesiapan personal ibu merupakan modal dasar bagi kesehatan fisik dan

psikis ibu. Beberapa hal yang berkaitan dengan kesiapan personal ialah

kemampuannya untuk menyeimbangkan perubahan-perubahan fisik dan kondisi

psikologinya sehingga bebbab fisik dan mental bisa dilaluinya dengan sukacita,

tanpa stress, atau depresi.
4) Pengalaman traumatis ibu
TErjadi trauma pada ibu hamil dipengaruhi oleh sikap, mental, dan kualitas diri ibu

tersebut. Bagi ibu yang suka menyaksikan film horror laga, adegan yang

9
menyeramkan, mengerikan, atau menyedihkan dapat berujung pada pembentukan

emosi traumatis, seperti ibu menjadi takut pergi ke kamar mandi sendirian, takut

menyetir mobil, khawatir bakal terjadi sesuatu yang mengancam jiwanya, merasa

cemas kalau sendirian di malam hari, dan sebagianya.Terjadinya ketakutan seperti

ini secara berlebihan akan menghambat dan mengganggu imun mental ibu.Beban

traumatis yang paling berat dialami ialah akibat pemerkosaan. Bila beban trauma

ini terus berlanjut dan berbekas pada janin dan ibu. Ibu sulit berfikir, sulit

mengendalikan emosi, impulsif, takut dan sebainya.
5) Tingkat aktivitas ibu
Hingga kini belum ada satu bukti yang menunjukkan bahwa aktifitas yang teratur

yang dialakukan ibu, seperti jogging, renang, bermain tenis atau berhubungan seks

dapat menimbulkan masalah seperti keguguran atau fetal

malformation.Kebanyakan dokter hanya melarang program olahraga baru pada

awal hamil. Latihan yang menguntungkan bagi wanita hamil ialah latihan

menguatkan dinding perut yang akan menopang uterus dan otot pinggul, latiahan

kaki untuk meningkatkan sirkulasi dan menghindari kram otot.

3. Bentuk- bentuk gangguan psikologis pada ibu hamil
A. Ibu yang depresi
Depresi merupakan gangguan mood yang muncul satu dari empat wanita yang

hamil atau ada sekitar hampir 10 % wanita hamil dengan kondisi ringan dan berat.

Gejala-gejala umum depresi pada ibu hamil ialah adanya perasaan sedih atas

perubahan kondisi dan penampilan fisiknya, kesulitan berkonsentrasi , memiliki jam

tidur yang terlalu lama atau sedikit, hilangnya aktifitas yang biasa digemarinya,

putus asa , cemas, timbul perasaan tidak berharga dan bersalah, merasa sedih,

10
berkurang atau malas aktifitas yang disukai, menurunnya nafsu makan, selalu

merasa lelah atau kurang energi serta tidak bisa tidur dengan nyenyak.
B. Ibu yang stress
Timbunan pikiran negatif dan rasa takut yang terus-menerus akan menjadi

penyebab terjadinya stress.stress yang terus menerus selama masa kehamilan akan

mempengaruhi perkembangan fisiologis dan psikologis janin ,sebaliknya ibu hamil

yang selalu berpikiran positif dan sehat akan membantu pembentukan janin,

penyembuhan internal dan memberikan nutrisi psikis yang sehat bagi bayi.
C. Ibu yang mengalami insomnia
Suli tidur merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang diakibatkan adanya

perasaan gelisah, tidak tenang, atau beban mental. Gangguan tidur pada ibu hamil

terkadang tanpa alas an yang jelas, namun lebih mengarah kepada masalah

psikologis. Gejala insomnia ibu hamil adalah terganggunya fungsi hormonal, tidak

sabar, mudah jengkel, merasa kecewa, gangguan pada pembelajaran verbal,

gangguan memori, gangguan artikulasi bicara, ketidakteraturan dalam selektif

aktivitas,gangguan pada motorik, tidak focus dan emosi yang impulsif
D. Ibu yang memiliki perasaan tidak berarti
Perasaan tidak berarti sering terjadi pada ibu hamil.Faktor-faktor penyebabya bisa

berasal perasaan sepi, tidak berdaya, meragukan atas kredibilitasnya, keraguan atas

imannya kepada tuhan, sehingga merasa takut jangan-jangan tuhan tidak

mendengar doanya selama masa hamil, sulit menerima bantuan atau pertolongan

dari orang lain, perasaan ditolak dari kelompoknya dan sebagainya. Gejala-gejala

umum perasaan tidak berdaya pada ibu hamil misalnya sikap sinis, keinginan

merusak diri, mempertanyakan akan penderitaannya, perasaan tidak berguna dan

gangguan aktivitas seksual.
E. Ibu yang memiliki perasaan malu yang berlebihan
Ciri-ciri ibu hamil yang mengalami perasaan malu (bersalah) misalnya sulit

mengampuni diri sendiri atau menerima pangampunan, memandang perubahan

11
fisik dan bentuk tubuh sebagai hukuman allah, meremehkan orang lain, suka

mengkambing hitamkan orang lain, keinginan melakukan aborsi, lekas marah,

sedih, gelisah atau cemas ,menarik diri, dll.
F. Ibu yang mengalami perasaan kecewa
Gejala-gejala umum ibu hamil yang megalami perasaan kecewa adalah gampang

putus asa, merasa tidak berarti, hilannya keyakinan baik kepada suami, keluarga

besarnya, tetangga ataupun kepada tuhannya,meras letih dan lesu, merasa

dikucilkan, bersikap masa bodoh , tidak ada reaksi emosi, tidak mau berkomunikasi,

malas beribadah, depresi atau ingin bunuh diri.

G. Ibu yang mengalami tekanan batin
Ciri-ciri umum dari ibu hamil yang mengalami tekanan batin misalnya takut

sendirian , menarik diri, perasaan apatis dan tak berdaya, sinis pada orang lain ,

mudah bosan disertai dengan rasa malas, lesu ,tertutup ,gelisah , terkadang ,mudah

marah ,depresi .

Contoh Kasus :

Ny. S usia 19 tahun G1P0A0 merupakan ibu hamil usia remaja. Data pengkajian subyektif

ditemukan Ny. S mengeluh pegal pada punggung, tidur tidak nyaman dan mengalami

kecemasan berlebih dalam menghadapi persalinan. Penatalaksanaan pada Ny. S yaitu

dengan memberikan KIE untuk mengatasi keluhan pegal pada punggung dan tidur tidak

nyaman, menjelaskan mekanisme persalinan secara sederhana serta menganjurkan ibu

untuk lebih bertawakal kepada Allah SWT sebagai upaya mengurangi kecemasan.

Disarankan kepada Ny. S untuk tetap mengikuti dan melaksanakan nasehat yang diberikan

oleh tenaga kesehatan guna mengantisipasi dan mengurangi komplikasi sebagai dampak

kehamilan usia remaja.

12
1. Pengkajian data terhadap Ny. S dengan kehamilan usia remaja dilakukan 3 kali pada 8,

14 dan 20 Januari 2016, diperoleh data subyektif yaitu ibu mengeluh punggung pegal

dan tidur kurang nyenyak

Dalam aspek psikologis ibu mengalami kecemasan berlebih dalam menghadapi

persalinan karena pengetahuan yang masih kurang. Ibu belum terbiasa mengamalkan

surat-surat dalam Al-Qur‟an yang utama dibaca selama kehamilan. Sedangkan dalam

aspek ekonomi, ibu dan suami telah menabung guna mempersiapkan kebutuhan ibu

dan bayi selama dan setelah persalinan.

Pada pengkajian data obyektif didapatkan keadaan umum ibu baik, kesadaran

composmentis, vital sign dalam batas normal dan stabil, tidak ditemukan tanda-tanda

abnormal pada pemeriksaan fisik.

2. Interpretasi data dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisa data dan

didapatkan diagnosa Ny. S hamil usia remaja dengan kebutuhan/ masalah nyeri

punggung, ketidaknyamanan tidur dan kecemasan berlebih dalam menghadapi

persalinan.

3. Implementasi yang telah diberikan meliputi: memberi KIE terkait keluhan nyeri

punggung dan tidur kurang nyenyak, memberi KIE tentang tanda bahaya kehamilan

trimester III, memberi KIE persiapan, tanda-tanda dan mekanisme persalinan,

menganjurkan ibu untuk membaca surat-surat dalam Al-Qur ‟an yang baik dibaca

selama kehamilan, menjelaskan efek samping mengkonsumsi jamu-jamuan, memberi

KIE tentang perencanaan keuangan, dan memberi KIE tentang jenis-jenis KB yang dapat

segera digunakan segera setelah persalinan.

4. Evaluasi telah dilakukan setelah pemberian penatalaksanaan. Dari hasil evaluasi,

peneliti telah mencapai tujuan penelitian yaitu memberikan asuhan kebidanan pada ibu

hamil usia remaja secara holistik.

13
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kehamilan adalah penyatuan sperma dari laki-laki dan ovum dari perempuan.

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal

adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid

terakhir.
1. Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang

sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama

kali hamil.
2. Bidan berperan memberikan support dan dukungan moral bagi klien dalam

menghadapi perubahan fisik dan adaptasi psikologis

3. Dalam memberikan support kepada ibu hamil, bidan juga berperan sebagai

fasilitator dan pendidik

B. SARAN

Sebagai tenaga kesehatan hendaknya kita senantiasa memberikan dukungan/

support kepada setiap ibu hamil agar supaya mereka dapat menerima perubahan

fisik dan psikologis yang mereka alami dan dapat memperoleh dukungan moral

yang dapat membuat mereka lebih nyaman dalam menjalani kehamilannya.

14
DAFTAR PUSTAKA

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/121/jtptunimus-gdl-mardliyahg-6020-2-babii.pdf

Zan Herri Pieter,S.Psi.dkk ,Pengantar Psikologi untuk Kebidanan. Jakarta : Kencana Prenada

Media Group. 2010.

Opac.sayogya.ac.id/1928/1/NaskahPublikasi.pdf

15
16