SOL LIOFIL

Rianne Nabilah*, Ria Devitasari, Siti Atisya Yurindari, Jeffry Todo Jeremia,
Ahmad Tholibin (Asisten)
Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura
Jalan Prof. DR. Hadari Nawawi Telp/Fax. (0561) 740186 Pontianak 78124
rnabilah552@gmail.com

ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan Sol Liofil yang bertujuan untuk mempelajari sifat sol
liofil dan menentukan titik isoelektrik melalui pengamatan viskositas. Proses
mempelajari sifat sol liofil dan menentukan titik isoelektrik dengan cara
memperhatikan sistem koloid yang terbentuk dari pencampuran gelatin (yang
merupakan sol liofil) kedalam larutan Na2HPO4 dengan pH yang berbeda – beda,
dimana suatu gelatin tersebut akan bersifat amfoter yaitu dalam suasana asam
akan bermuatan positif dan dalam suasana basa akan bermuatan negatif. Kondisi
pH saat bermuatan negatif molekul protein seimbang dengan muatan negatifnya
dikenal sebagai titik isoelektrik. Berdasarkan percobaan yang sudah dilakukan,
didapat bahwa nilai viskositas pada pH 4.4 sebesar 1.4479 kg/ms; pH 5.0 sebesar
1.4386 kg/ms; pH 6.0 sebesar 3.2362 kg/ms dan pH 7.0 sebesar 2.1704 kg/ms.

Kata Kunci : Sol liofil, titik isoelektrik, viskositas

.4386 gr 26. Viskositas pH kosong larutan rata (Kg/ms) (gr) (gr) t1 t2 t3 Air 26.58 45.75 1. 2002.6 45. cairan atau gas. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran (Giles.156 5 16. Sol dibagi menjadi dua bagian sesuai dengan sifat-sifatnya.23 - 4.96 46. yaitu sol liofil yang merupakan jenis sol yang menyerap molekul cairan dan bersifat stabil.Pembahasan Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain. sol liofob merupakan jenis sol yang tidak menyerap molekul cairan dan bersifat tidak stabil (Soekardjo.4479 26.171 6 98 105 110 104. Sol merupakan biofilik bila partikel-partikenya menarik pelarut.1. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut.167 7 70 70 70 70 2.05 27 27.4 27.33 3. Sedangkan. Data Pengamatan Berat berat pikometer pikno + t (detik) t rata.1704 gr II.3 27.17 46. Giles.2362 gr 26. Sol secara umum merupakan dispersi koloid zat padat dalam padatan.45 1.7 46.43 48. 1984). I.026 45.8 46. 1984). Hasil dan Pembahasan 2. Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid.4 26. atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen.

Gambar 1. jaringan ikat putih dan tulang hewan. Pada percoban ini. lalu dipanaskan untuk melarutkan gelatin tersebut karena gelatin dapat larut dalam aquadest yang panas. Gelatin larut dalam air panas jika didinginkan akan membentuk gel. sebagai fasa pendispersi yaitu campuran dari larutan Na2HPO4 dengan asam sitrat. 6. Gelatin merupakan polipeptida dengan bobot molekul tinggi. larutan dipindahkan ke dalam labu ukur 25 mL dan ditepatkan yang bertujuan untuk pengenceran konsentrasinya dengan .5 gram gelatin sebagai fasa terdispersi. Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen dari kulit. tujuan dari variasi pH adalah untuk menentukan titik isoelektrik melalui viskositas sol liofil. Setelah itu. dan 7 masing-masing sebanyak 25 mL. Struktur Gelatin Pertama-tama dibuat larutan Na2HPO4 dan asam sitrat dengan menimbang terlebih dahulu. antara 20. dibuat larutan dengan pH bervariasi yaitu 4. Sifat yang dimiliki gelatin bergantung pada jenis asam amino penyusunnya. Kemudian ke dalam tiap larutan tersebut dilarutkan 0. 2009).000 gr/mol sampai 250. 5. kemudian dilarutkan dengan aquadest agar bahan yang berfasa padat tersebut dapat larut.4. Setelah dipanaskan.000 gr/mol2 (Suryani.

penambahan aquadest. Prinsip viskometer ostwald adalah mengukur waktu yang diperlukan oleh sejumlah tertentu cairan untuk mengalir mulai dari garis m (batas atas) sampai ke garis n (batas bawah) melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh berat cairan itu sendiri. Adapun gambar dari viscometer Ostwald yaitu (Atkins.2.1. Setelah itu. bila cairan itu mengalir cepat maka viskositas cairan itu rendah. Cara kerja pH universal dengan menyelupkan kertas ke larutan yang akan diketahui pHnya dan dicocokkan dengan indikator universal. Selanjutnya ditentukan pH larutan dengan pH universal yang berfungsi sebagai alat pengukur pH dan juga menentukan viskositas larutan-larutan gelatin tersebut dengan menggunakan air sebagai standar dan menggunakan viskometer Ostwald sebagai alat pengukur viskositas larutan. Viskometer Ostwald adalah alat untuk mengukur kecepatan dari suatu cairan mengalir melalui pipa gelas (gelas kapiler). menentukan nilai viskositas dari masing masing larutan menggunakan viscometer Ostwald. 1997): Gambar 2. dan bila cairan itu mengalir lambat maka dikatakan viskositasnya tinggi. Serta menentukan rapat massa larutan tersebut dengan menggunakan piknometer. Alat Viskometer Ostwald .

Adapun fungsi menghitung waktu alir yaitu agar dapat mengitung viskositas masing-masing larutan. Artinya semakin banyak penambahan asam sitrat maka semakin besar viskositas suatu larutan begitu pula sebaliknya (Bird. Selanjutnya. 2013). Jika sudah pas volumenya.1704 kg/ms.4 sebesar 0. 1994). Cara kerja piknometer adalah dengan menimbang piknometer dalam keadaan kosong. Pengukuran viskositas ini dilakukan secara triplo.0 sebesar 3. Semakin besar nilai pH maka viskositas suatu larutan rendah.17 s. Kemudian dihitung massa fluida yang dimasukkan dengan cara mengurangkan massa pikno berisi fluida dengan massa pikno kosong. Setelah didapat data massa dan volume fluidanya. dkk.58 s. t2 didapatkan selama 46. pH 5.87 s. Kekentalan yang dimiliki setiap zat berbeda-beda tergantung pada konsentrasi dari zat cair fluida tersebut (Hermawati.9596 gr/ml. Pada pH 5 didapatkan t1 selama 48.2362 kg/ms dan pH 7. lalu ditentukan nilai rho/masssa jenisnya (Atkins.962 gr/ml.0 sebesar 1. pH 4.0 sebesar 2.0 . t2 selama 105 s dan t3 selama 110s. pada pH 6 didapatkan t1 selama 98 s. Masukkan fluida yang akan diukur massa jenisnya ke dalam piknomeer tersebut.4386 kg/ms. Adapun densitas yang didapat dari masing-masing larutan secara berturut- turut yaitu akuades sebesar 0. Waktu yang diperoleh masing masing larutan untuk mengalir dari batas atas sampai batas bawah antara lain secara berturut turut yaitu akuades sebesar 28..6 s dan t3 selama 45.96 s. t2 selama 45. Tujuan dilakukannya triplo agar hasil yang didapat lebih akurat. Untuk larutan pembanding digunakan akuades sebanyak 10 ml. pH 6. dilakukan pengukuran densitas dengan menggunakan piknometer.4479 kg/ms. pH 5. 1997). Sedangkan pada pH 7 didapatkan t1. Pengaruh penambahan asam sitrat pada viskositas adalah berbanding lurus.4 sebesar 1. piknometernya ditutup dan ditimbang massa piknometer yang berisi fluida tersebut.7 s.8 s dan t3 selama 46.4 didapatkan t1 selama 45. t2 dan t3 selama 70 s. Viskositas zat cair memiliki kekentalan atau viskositas. pH 4. Dari data tersebut maka diperoleh nilai viskositas dari masing-masing pH berturut-turut adalah pH 4.

0 sebesar 0. Adapun salah satu grafik hubungan antara pH dengan aktivitas (%) enzim hasil pemurnian untuk penentuan titik isoelektrik yaitu sebagai berikut (Yandri. Titik isoelektrik itu sendiri merupakan derajat keasaman atau pH ketika suatu makromolekul bermuatan nol akibat bertambahnya proton atau kehilangan muatan oleh reaksi asam- basa.9726 gr/ml. maka dapat ditentukan pula nilai titik isoelektriknya.9741 gr/ml dan pH 7.3. 1971). Dari bermacam-macam pH larutan yang digunakan. muatan netto akan lebih positif dan pada pH yang lebih tinggi. Tidak didapatkan titik isoelektrik pada percobaan ini dikarenakan adanya kesalahan dalam pembuatan larutan dan dalam pengukuran (Castellan. Hubungan Antara pH dengan Aktivitas (%) Enzim Hasil Pemurnian untuk Penentuan Titik Isoelektrik . 2013): Gambar 2.9737 gr/ml (Oxtoby. Titik isoelektrik umumnya bergeser kesisi alkali dalam proses denaturasi protein.sebesar 0. Berdasarkan penelitian tentang penentuan titik pH isoelektrik dari enzim hasil modifikasi dan tanpa modifikasi mengungkapkan bahwa pada pH yang lebih rendah.1. Pada pH yang muatan positif sama dengan muatan negatif (muatan nettonya nol) disebut titik isoelektrik protein (pI). muatan netto akan lebih negatif.0 sebesar 0. pH 6. 1998).

3855 gr m pikno + air = 26.0348 gr Dit: ρ air = ? (? ?????+???)− (? ????? ??????) Jawab: ρ air = ? ??? (26.4 = 26.Perhitungan 2.2.96065 gr ≈ 1 gr 1000 2.962 gr/ml 10 ?? Massa jenis sol .2.2.1 ? ? 192 ??? ? 50 ?? m= = 0. Dik : V sol = 25 ml m pikno kosong = 16. Penentuan Massa Jenis Massa jenis air : Dik : V air = 10 ml m pikno kosong (pikno C) = 16.2.2 M .2 M Dik: M = 0.4196 gr ≈ 1.43)?? = = 0. V = 50 ml Dit: m=? ? 1000 Jawab: M = x ?? ? ? ? ?? ? ? m= 1000 ? 0. Mr = 141.2.3. Mr = 192.1 M .05– 16.2.2 ? ? 142 ? 50 ?? ??? m= = 1. Pembuatan Larutan Na2HPO4 0.1. V = 50 ml Dit: m=? ? 1000 Jawab: M = x ?? ? ? ? ?? ? ? m= 1000 ? 0.42 gr 1000 2.1 M Dik: M = 0. Pembuatan Larutan Asam Sitrat 0.43 gr m pikno + sol pH 4.13 gr/mol .96 gr/mol .026 gr .

3+27.026 – 16.167 – 16.4.0 = 26.9726 gr/ml c.96+46.4)? t rata-rata = = 27.0 = 26. pH 7. pH 4.171 gr m pikno + sol pH 7.45 s 3 .43)?? ρ sol = = ? ??? 10 ?? = 0.58+45. pH 5.0 (48.8+46.6+45. Penentuan Viskositas tiap pH Viskositas Rata-Rata Air Dik : η air = 0.9741 gr/ml d.167 gr Dit : ρ sol = ? a.75 s 3 b.156 – 16.798 kg/ms Dit : t rata-rata = ? Jawab: (27+27.171 – 16.0 (? ?????+???)− (? ????? ??????) (26.0 (? ?????+???)− (? ????? ??????) (26.2.43)?? ρ sol = = ? ??? 25 ?? = 0.4 (45.17)? t rata-rata = = 46.0 = 26.9737 gr/ml 2.7)? t rata-rata = = 46.4 (? ?????+???)− (? ????? ??????) (26.156 gr m pikno + sol pH 6.23 s 3 Viskositas Rata-Rata Sol a.43)?? ρ sol = = ? ??? 10 ?? = 0. pH 6.9596 gr/ml b.43)?? ρ sol = = ? ??? 10 ?? = 0.0 (? ?????+???)− (? ????? ??????) (26. pH 4. m pikno + sol pH 5. pH 5.

05 ?)?(0. pH 5.2362.33 s 3 d. 10-3 kg/ms 7 2.4 ? ??? ? ? ??? η sol = ? ??? ? ? ??? x η air ???? (46.1704.10-3 kg/ms a.10-3 kg/ms ) ?? d.9741 ) = (26.0 (70+70+70)? t rata-rata = = 70 s 3 Sehingga viskositas sol dapat dihitung dengan rumus : ? ??? ? ? ??? η sol = ? ??? ? ? ??? x η air dimana ηair pada 30˚C = 0.10-3 kg/ms 5 1. pH 6. Hubungan Viskositas dengan pH pH Viskositas 4.0 ? ??? ? ? ??? η sol = ? ??? ? ? ??? x η air ???? (104. pH 7.962 ?? ???? x 0.4479.798 kg/ms = 1.4479. pH 4.05 ?)?(0.4 1.75 ?) ? (0.05 ?)?(0.10-3 kg/ms 6 3.962 ?? ???? x 0. 10-3 kg/ms .0 ? ??? ? ? ??? η sol = ? ??? ? ? ??? x η air ???? (46.05 ?)?(0.798 kg/ms = 3.0 (98+105+110)? t rata-rata = = 104.962 ?? ???? x 0.2.10-3 kg/ms ) ?? Tabel 2.9596 ) = (26.1.798. pH 6.45 ?) ? (0.4194.9737 ) = (26.10-3 kg/ms ) ?? b.4386.33 ?) ? (0.0 ? ??? ? ? ??? η sol = ? ??? ? ? ??? x η air ???? (70 ?) ? (0.798 kg/ms = 1.10-3 kg/ms ) ?? c. pH 7. c.798 kg/ms = 2.962 ?? ???? x 0.2362.9726 ) = (26.1704.

Sedangkan larutan merupakan campuran yang homogen antara zat terlarut dan zat pelarut. Viskositas liofob lebih besar dibandingkan viskositas liofil. Sifat khusus dispersi koloid adalah berubah wujud dalam bentuk ciran. 3.Jawaban Pertanyaan 1.1.5 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 pH 2.5 Viskositas (10-3) 3 2. Sedangkan kesetabilan sol liofil adalah karena partikel zat padat tersolvasi atau mempunyai selubung molekul zat terlarut pada permukaannya. 2. 4. Grafik 2. karena liofob yang memiliki sifat membenci larutan membuat kekentalanya meningkat dan hal tersebut berbanding lurus terhadap viskositas. Grafik Hubungan Viskositas dengan pH Viskositas Vs pH 3. dipengaruhi suhu dan memiliki fasa terdispersi dan fasa pendispersi.3.2.5 2 1. . sedangkan pada gugus aminanya akan membentuk ion positif. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetabilan sol liofob karena adanya lapisan rangkap listrik pada antar muka partikel dan medium pendipersinya. Zwitter ion merupakan molekul yang memiliki dua muatan (positif dan negatif) sekaligus pada protein gugus hidroksilnya cendrung membentuk ion negatif.

UGM Press. Mekanisme Fluida dan Hidrolika. Erlangga. Physical Chemistry. Suciyati. maka disimpulkan bahwa sol liofil memiliki sifat yang stabil dan sangat mudah untuk menyerap cairan (suka cairan). FMIPA Universitas Lampung. Erlangga.. R. Adizon Wesley. M. 1994. Bird. 2009. Castellan. T. 1984. Gramedia Pustaka Utama. Suryani. Hermawati. Soekardjo. Jakarta. Hal 327-330. Bandar Lampung.III.Saran Saran yang dapat diberikan untuk percobaan sol liofil berikutnya adalah untuk melakukan variasi pH larutan dan konsentrasi larutan dengan skala berjauhan untuk melihat perbandingan hasil dari beberapa percobaan yang sudah dilakukan.W. N. 1998. Yogyakarta. D. 1971. Giles..Y. Titik isoelektrik yang dihasilkan berada pada pH 5. Kekuatan Gel Gelatin Tipe B dalam Formulasi Granul terhadap . Kimia Fisik untuk Universitas. P. Farida Sulistiawati dan Astri Fajriani.2. 2002. 2013. Jakarta. D. Edisi kedua. Daftar Pustaka Atkins.W. V. Kimia Fisika. 3.W. 1997. Kimia Dasar. Kimia Modern. Oxtoby. Jakarta. dan Warsito. Uji Viskositas Fluida Menggunakan Tranduser Ultrasonik sebagai Fungsi Temperatur dan Akuisisinya pada Komputer Menggunakan Universal Serial Bus (USB).W. Erlangga. Jakarta.1. S. Penutup 3.Kesimpulan Setelah melakukan percobaan tentang sol liofil dan berdasarkan data yang diperoleh dari percobaan. Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika.

Kemampuan Mukoadhesif. Jurnal Sains MIPA. A. Hal 92-98. Jakarta Yandri. 17(3). Makara Kesehatan. 13 (1): 1-4. Bandar Lampung . 2011. ISSN 1978-1873.S. Pengaruh Modifikasi Kimia Terhadap Titik Isoelektrik (pI) Enzim Hasil Modifikasi.