Dyah Cynthia Rama. Dkk. Identifikasi Bakteri Kontaminan...

IDENTIFIKASI BAKTERI KONTAMINAN LUKA PASIEN
DI BANGSAL ORTOPEDI RSUD ULIN BANJARMASIN
PERIODE JULI-SEPTEMBER 2013

Dyah Cynthia Rama1, Husna Dharma Putera2, Lia Yulia Budiarti3
1
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lambung
Mangkurat Banjarmasin
2
SMF Ortopedi RSUD Ulin Fakultas Kedokteran Universitas Lambung
Mangkurat Banjarmasin
3
Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Banjarmasin

dyah.cynthia@gmail.com
Jl. Veteran No. Banjarmasin

Abstrak: Luka didefinisikan sebagai suatu kerusakan kesatuan atau komponen
jaringan dan secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang.
Luka merupakan keadaan yang konduktif untuk terjadinya kolonisasi dan proliferasi
bakteri. Kontaminasi bakteri pada luka dapat menimbulkan infeksi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis bakteri kontaminan yang terdapat pada luka
pasien di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin selama periode Juli-September
2013. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan
sampel menggunakan consecutive sampling methode menurut kriteria inklusi. Sampel
pada penelitian ini adalah 30 pasien dengan luka di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin
Banjarmasin. Hasil identifikasi bakteri dari 30 sampel tersebut didapatkan empat jenis
bakteri. Keempat jenis bakteri tersebut adalah Staphylococcus aureus (60%),
Staphylococcus epidermidis (23,3%), Pseudomonas aeruginosa (10%), dan Streptococcus
sp. (6,7%).

Kata-kata kunci : Luka, bakteri kontaminan

Abstract: Wound is defined as an entity or component damage tissue, specifically there
is a substance which is damaged or missing tissue. Wound is a conductive condition to
the colonization and proliferation of bacteria. Bacterial contamination of the wound can
cause infection. The aim of this study research is to figure out the type of bacteria in
orthopedic wound patients at orthopedic ward of Ulin General Hospital Banjarmasin
during Juli-September 2013. This study research uses a descriptive methode with cross
sectional approach. The samples were taken with consecutive sampling methode
according to inclusion criteria. The samples of this study research were 30 patients with
wound at orthopedic ward of Ulin general hospital Banjarmasin. The result of bacterial
identification from 30 samples showed there was four types of bacterias. The bacterias
are Staphylococcus aureus (60%), Staphylococcus epidermidis (23,3%), Pseudomonas
aeruginosa (10%), and Streptococcus sp. (6,7%).

Keywords : wound, bacterial contaminants

1

kerusakan integritas kulit akibat luka dapat menjadi suatu lingkungan yang baik untuk perkembangbiakan atau proliferasi bakteri patogen dan bila dibiarkan akan menyebabkan kerusakan yang signifikan pada jaringan. Infeksi terjadi apabila faktor virulensi bakteri lebih kuat daripada sistem kekebalan tubuh penderita. Infeksi pada luka sangat dipengaruhi oleh tingkat kerusakan jaringan dan waktu. Semakin besar tingkat kerusakan jaringan dan semakin lama waktu dari saat kejadian sampai dilakukannya tindakan debridement.. Dkk. Kerusakan pada barrier jaringan daerah luka dapat menyebabkan kontak secara langsung antara jaringan dengan bakteri kontaminan (3. Bakteri-bakteri tersebut terdiri dari bakteri Gram positif sebanyak 128 (53%) dan bakteri Gram negatif sebanyak 2 . Dyah Cynthia Rama. PENDAHULUAN: Kulit merupakan organ yang berfungsi untuk mencegah terjadinya invasi bakteri patogen ke jaringan tubuh. Proliferasi dan kolonisasi bakteri patogen akan menimbulkan suatu infeksi (1.. Infeksi merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses penyembuhaan luka secara normal dan dapat menyebabkan komplikasi pada luka (3).4).2). Identifikasi Bakteri Kontaminan. Bakteri kontaminan sebagai penyebab infeksi pada luka berbeda pada setiap negara. didapatkan sebanyak 242 sampel positif mengandung bakteri. Hasil penelitian di salah satu rumah sakit di India tahun 2005 menyebutkan bahwa dari 710 sampel pus dari pasien rawat inap. serta lamanya penderita dirawat di rumah sakit akan berakibat semakin besar kemungkinan terjadinya infeksi.

.. Jenis bakteri yang teridentifikasi adalah Pseudomonas sp. Escherichia coli. dan Acinetobacter sp. Djamil Padang tahun 2010 menyebutkan pola bakteri penyebab infeksi luka yaitu Pseudomonas aeruginosa. 114 (47%). Proteus sp.. dan Salmonella typhi (9). (7). Tiga jenis bakteri terbanyak adalah Staphylococcus aureus (40%). agar dapat dilakukan pencegahan terhadap infeksi tersebut. Infeksi bakteri dapat terjadi pada berbagai jenis luka yang dialami oleh pasiean. M. Escherichia coli. Hasil penelitian terdahulu di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2011 menyebutkan bahwa dari sampel swab luka pada fraktur terbuka pre debridement didapatkan jenis bakteri antara lain Staphylococcus aureus. Dkk.1%) (6). Staphylococcus aureus. Staphylococcus epidermidis. Klebsiella sp. Data tentang identifikasi jenis bakteri kontaminan pada pasien dengan luka berguna untuk kepentingan pencegahan terjadinya infeksi. salah satunya pada pasien di Bangsal Ortopedi. dan Proteus sp. Hasil penelitian di rumah sakit Al-Yarmouk.3%).. Identifikasi Bakteri Kontaminan. Pseudomonas aeruginosa (12%). (12%) (5). E. (36.2%). Sampai saat ini belum 3 .. Baghdad tahun 2007 menyebutkan dari 306 spesimen swab luka didapatkan 98 sampel positif mengandung bakteri. Sedangkan dari sampel swab luka pada fraktur terbuka pasca debridement didapatkan jenis bakteri Pseudomonas aeruginosa.7%). Enterobacter sp. Untuk itu diperlukan identifikasi bakteri penyebab suatu infeksi secara tepat. dan Proteus sp. dan Salmonella typhi (8). Klebsiella sp. (36. Sedangkan hasil penelitian di RS Dr. Bacillus sp. (3. Staphylococcus aureus (10. Pseudomonas aeruginosa.7%). Dyah Cynthia Rama. Coli (13.

Dkk.. serta pasien berada dalam periode penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan luka superfisial yang dirawat di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin dalam periode Juli-September 2013. 4 . Pada penelitian ini jumlah sampel penelitian dibatasi. diketahui jenis bakteri kontaminan yang terdapat pada pasien dengan luka di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin. Hasil pengambilan sampel dimasukkan ke media Buillon. yaitu berupa swab luka dari tiap-tiap pasien di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin periode Juli-September 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin dalam periode Juli-September 2013. setelah itu tabung reaksi ditutup menggunakan kapas dan aluminium foil. Identifikasi Bakteri Kontaminan. METODE PENELITIAN: Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Dyah Cynthia Rama. Kemudian sampel dimasukkan dalam termos es dan dibawa ke laboratorium untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi bakteri. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini yaitu pasien dengan luka superfisial yang dirawat kurang dari 3x24 jam di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin. Untuk kepentingan hal tersebut dapat dilakukan penelitian. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak satu kali.. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu pasien dengan luka superfisial dan dirawat 3x24 jam di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengusap kapas lidi steril pada daerah luka pasien.

7% 10% Staphylococcus aureus 23. sedangkan bakteri Gram negatif adalah Pseudomonas aeruginosa. HASIL DAN PEMBAHASAN: Pada penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin dan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Kalimantan Selatan. Jenis bakteri Gram positif yang teridentifikasi adalah Staphylococcus aureus. Identifikasi Bakteri Kontaminan.1 Jenis Bakteri Kontaminan Luka Pasien di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin periode Juli-September 2013. Hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian terdahulu oleh Dhawan et al di India tahun 2005 yang menyebutkan bahwa bakteri kontaminan luka pasien rawat inap didominasi oleh bakteri gram positif yaitu Staphylococcus 5 . Staphylococcus epidermidis. Berdasarkan hasil identifikasi terhadap 30 sampel luka pasien tersebut.. Gambar 5. Dkk. didapatkan sampel luka pasien sebanyak 30. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-September 2013.3% 60% Staphylococcus epidermidis Pseudomonas aeruginosa Streptococcus sp.. Dyah Cynthia Rama. 6.. dan Streptococcus sp. diperoleh 4 jenis bakteri yang terdiri dari 3 jenis bakteri Gram positif dan 1 jenis bakteri Gram negatif seperti yang terlihat pada Gambar 1.

.Penelitian lain oleh Raihana N tahun 2010 di RSUP Dr. Pada penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa bakteri Gram negatif yang paling banyak didapatkan adalah Pseudomonas aeruginosa (5). Eschericia coli dan Klebsiella sp. Staphylococcus epidermidis. partikel rambut. Staphylococcus epidermidis. Dkk.. Staphylococcus epidermidis. Bacillus sp. Streptococcus sp. aureus.. Pseudomonas sp. 6 . Staphylococcus aureus. (10). Penelitian lain yang dilakukan di Skopje tahun 2012 menyebutkan bahwa bakteri yang teridentifikasi dari luka pasien adalah Staphylococcus aureus. Streptococcus sp. Bakteri penyebab kontaminasi luka dapat berasal dari sumber endogen (endogenous source) dan sumber eksogen (eksogenous source). Eschericia coli. Enterobacter... Identifikasi Bakteri Kontaminan. Bakteri kontaminan pada luka berbeda di setiap rumah sakit terjadi karena perbedaan prevalensi bakteri dalam lingkungan yang berbeda. Pseudomonas aeruginosa. Sedangkan penelitian di rumah sakit Kariadi Semarang tahun 2003 menyebutkan bahwa jenis bakteri kontaminan luka adalah adalah Staphylococcus aureus. dan Proteus sp. skuama kulit. Streptococcus sp. misalnya bakteri di kulit. dan Proteus sp. Klebsiella sp. Enterococcus sp.. (7). Bakteri yang berasal dari sumber endogen berasal dari tubuh pasien. M. Selanjutnya hasil penelitian di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2011 oleh Purba RT yang telah meneliti 32 sampel luka fraktur terbuka menyebutkan bahwa jenis bakteri kontaminan yang mendominasi adalah Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa (8). Djamil Padang menyebutkan bahwa jenis bakteri kontaminan yang menjadi penyebab infeksi luka adalah Pseudomonas aeruginosa. (1). Dyah Cynthia Rama. dan Enterococcus sp.

tidak bergerak.. menghasilkan katalase yang mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Bakteri ini merupakan salah satu penyebab dari penyakit infeksi bakterial pada manusia (14).. Bakteri golongan ini mempunyai diameter sekitar 1 μm. Patogenitas dan virulensi Staphylococcus sp. Sedangkan bakteri yang berasal dari eksogen berasal dari luar tubuh pasien. Dkk. Staphylococcus merupakan bakteri gram positif yang berbentuk sferis. Identifikasi Bakteri Kontaminan. alas kaki pengunjung pasien maupun petugas medis. karena Streptococcus sp. Dyah Cynthia Rama. ditentukan oleh substansi- substansi yang dihasilkan oleh organisme ini. Staphylococcus aureus dapat tumbuh dalam temperatur 15ºC . misalnya bakteri yang terdapat pada pakaian.. serta bakteri yang berasal dari saluran pencernaan. kelembaban.45ºC dan dengan larutan NaCl berkonsentrasi 15%. dan tidak membentuk spora.13). Kebanyakan dari Staphylococcus bersifat fakultatif anaerob yang dapat tumbuh dalam suasana aerob ataupun dengan fermentasi untuk menghasilkan asam laktat (12. Staphylococcus aureus membentuk koloni besar berwarna kuning emas sampai abu-abu di dalam media dan seringkali menunjukkan proses hemolitik pada biakan agar darah. Staphylococcus sp. Staphylococcus aureus merupakan bakteri kontaminan luka yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini dengan persentase 60%. tidak mempunyai katalase sehingga pada tes katalase memberikan hasil negatif (14). sterilisasi ruangan dan alat yang kurang optimal (11). dan Streptococcus sp. Ini yang membedakan Staphylococcus sp. secara makroskopik tampak bergerombol seperti buah anggur. serta dapat pula berasal dari faktor sanitasi seperti suhu. Subtansi tersebut adalah enzim 7 .

Dyah Cynthia Rama. Staphylococcus aureus umumnya hidup di tempat yang tidak menyebabkan infeksi. ekstraseluler yang dikenal sebagai eksoprotein. stafilokinase (fibrinolisin). sedangkan eksotoksin berperan dalam menimbulkan berbagai penyakit (13).. Koloni Staphylococcus epidermidis berwarna putih atau kuning dan bersifat anaerob fakultatif. sedangkan contoh eksoprotein eksotoksin antara lain leukosidin. hialuronidase. rambut. Contoh eksoprotein kelompok enzim antara lain koagulase. dan saluran cerna manusia. dan selaput lendir manusia. lipase. Eksoprotein yang dihasilkan Staphylococcus dibagi dalam 2 kelompok. Staphylococcus epidermidis merupakan flora normal pada kulit. Beberapa diantaranya tergolong flora normal kulit terutama flora normal di hidung. perineum. Dkk. saluran napas. meragi glukosa. dan nuklease.3%. Bersifat koagulase negatif. dan toksin shock syndrome toxin-1 (TSST-1). Seseorang bisa terinfeksi jika organisme ini menyerang kulit atau jaringan yang lebih dalam dan berproliferasi disana (15). Eksoprotein enzimatis mempunyai fungsi utama dalam menyokong nutrisi untuk pertumbuhan bakteri. yaitu kelompok enzim dan eksotoksin. Identifikasi Bakteri Kontaminan. dan dalam keadaan anaerob tidak meragi manitol (16). Staphylococcus patogen kebanyakan menghemolisis darah dan mengkoagulasi plasma.. Bakteri ini bersifat nonpatogen dan tidak invasif. eksfoliatif toksin. Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri kontaminan kedua terbanyak yang ditemukan pada penelitian ini dengan persentase 23. umbilikus. lipatan kulit. tapi kadang-kadang bisa menyebabkan infeksi yang seringkali berkaitan 8 . enterotoksin.

katalase positif. dan kain pel. Bakteri ini terlihat sebagai bakteri tunggal. Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri kontaminan ketiga yang ditemukan pada penelitia ini dengan persentase 10%. saluran pembuangan air. Bakteri ini bersifat aerob. Beberapa contoh reservoir bakteri ini yaitu alat bantu pernafasan. dan tidak mempunyai selubung (sheat). dan tidak mampu memfermentasi tetapi dapat mengoksidasi glukosa atau karbohidrat lain. Biofilm berupa lendir atau kapsul sehingga tahan terhadap sterilitas pada alat medis. Identifikasi Bakteri Kontaminan. dan terkadang membentuk rantai yang pendek. berpasangan. dan dengan fungsi imun yang terganggu (14)..18) Pseudomonas aeruginosa dapat dijumpai di banyak tempat di rumah sakit. (14.. Dyah Cynthia Rama. Kapsul Staphylococcus epidermidis.5-1 x 3-4 mm. Pseudomonas aeruginosa termasuk bakteri gram negatif. tidak berspora. terutama pada pasien yang sangat muda. Biofilm menurunkan aktivitas metabolisme bakteri dalam diri mereka. Dkk. yang dikenal sebagai polysaccharide intercellular adhesion (PIA) terdiri dari polisakarida sulfat. oksidase postitif. Penyebaran Pseudomonas aeruginosa 9 . makanan. tua. Bakteri ini bisa berkoloni dan menimbulkan infeksi di tubuh seseorang apabila seseorang tersebut meiliki fungsi pertahanan tubuh yang rendah. Lalu metabolisme menurun dan menyebabkan gangguan difusi antibiotik sehingga antibiotik sulit untuk merusak bakteri ini (17). Pseudomonas aeruginosa berbentuk batang dan mempunyai ukuran sekitar 0. Pseudomonas aeruginosa mempunyai flagel monotrika (flagel tunggal pada kutub) sehingga selalu bergerak. Faktor utama virulensi Staphylococcus epidermidis adalah membentuk biofilm pada perangkat plastik (peralatan rumah sakit). dengan implantasi alat-alat.

7%. Bakteri ini merupakan komponen flora normal yang terdapat pada kulit mulut. dan hidung (14). faring... air. Streptococcus sp. merupakan bakteri sferis gram positif yang khasnya berpasangan atau membentuk rantai selama pertumbuhannya. antara lain bisa melalui udara. Bakteri ini merupakan patogen nosokomial. Dkk. tangan yang tercemar. salah satunya Pseudomonas aeruginosa. dan alat-alat yang tidak steril di rumah sakit. Dyah Cynthia Rama. Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri yang multiresisten terhadap berbagai golongan antibiotika. seperti pada pasien sehabis operasi. Identifikasi Bakteri Kontaminan. pasien bedah. yaitu memanfaatkan kerusakan pada mekanisme pertahanan tubuh yang rendah untuk memulai suatu infeksi (14). cara pemindahsebarannya bisa terjadi pada saat penanganan dan bisa juga melalui penggunaan alat-alat yang tidak steril (19). Streptococcus sp. dan pasien yang sedang menjalani terapi radiasi. pasien yang terluka. Hal ini terjadi karena di kulit banyak hidup flora normal. 10 . Beberapa jenis dari bakteri ini merupakan flora normal bagi manusia. dan beberapa jenis lainnya berhubungan dengan penyakit-penyakit penting yang disebabkan oleh infeksi dari Streptococcus (14). Pseudomonas aeruginosa disebut patogen oportunistik. Luka yang terjadi di kulit jika tidak ditangani dengan benar sering menimbulkan infeksi. merupakan bakteri kontaminan keempat yang ditemukan pada penelitian ini dengan persentase 6. Pseudomonas aeruginosa akan berkoloni dan berploriferasi di tubuh manusia yang sistem pertahanan tubuhnya rendah.

dan radang tenggorokan. terdiri dari kokus yang berdiameter sekitar 0. dan Streptococcus sp. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan oleh bakteri Streptococcus sp.7%). Penularan bisa terjadi secara droplet dari traktus respiratorius atau dari kulit. Identifikasi Bakteri Kontaminan. bisa berasal dari penderita atau dari karier.. (6. Staphylococcus epidermidis (23. Adapun infeksi lainya dapat ditemukan dalam traktus genitalis. hanya beberapa jenis yang bersifat anaerob obligat. mulut dan pada intestinum.4-7. Jenis bakteri yang teridentifikasi meliputi Staphylococcus aureus (60%). Streptococcus sp. tidak bergerak. adalah erisipelas. PENUTUP Dari hasil identifikasi jenis-jenis bakteri kontaminan luka pasien di Bangsal Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin periode Juli-September 2013 dapat disimpulkan bahwa jenis bakteri yang mengkontaminasi luka pasien di Bangsal Bedah Ortopedi sebagian besar didominasi oleh bakteri gram positif yaitu sebesar 90%.. dan tidak membentuk spora. sedangkan bakteri gram negatif sebesar 10%. Bakteri ini dapat menimbulkan lesi supuratif (16). Dkk. Dyah Cynthia Rama. Sumber infeksi bakteri Streptococcus sp. Pseudomonas aeruginosa (10%). Bakteri ini tumbuh baik pada pH 7. sepsis.6 dan tumbuh optimun pada suhu 37ºC (16). 11 . tidak menghasilkan katalase.3%).5-1 μm. Umumnya bersifat anaerob fakultatif.

121: 784-785. 2003. Kaftandzieva A. et al. Dkk. Raihana N. 2005. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat. Dhawan B. et al. Bowler PG. 2007. Clin. 2012. World Health Organization: Department of Communicable Disease. Mohanty S. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat. Identifikasi Bakteri Kontaminan. DAFTAR PUSTAKA 1.. Canada: Smith & Nephew’s Global Wound Academy. et al. Djamil Padang. Tesis. M. 2011. Vazquez JA. Maced J Med Sci. 4. Mohammed SW. Australia: Australian Wound Management Association Inc. 6. Bacterial Impact on Wound Healing: From Contamination to Infection. Indian J Med Res. 12 . Skripsi. 3. Wound Microbiology and Associated Approaches to Wound Management. Das BK. 5. 9. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi pada Patah Tulang Terbuka. 2001. 2006. Fabry J. 2. 2011. and Keast DH. Woodward M. Purba RT. Profil Kultur dan Uji Sensitivitas Bakteri Aeron dari Infeksi Luka Operasi Laparotomi di Bangsal Bedah RSUP DR.. 8. Nicolle L. Skripsi. Bacteriology of Orthopaedic Wound Infections in an Indian Tertiary Care Hospital. Rev. 10(2): 94-97 7. 2011. Kaftandziev I. Thesis. and Armstrong DG. Surveillance and Response. Rochanan AH. Akbar MRF. Journal of Al-Nahrain University. 11. Prevention of Hospital Acquired Infection: A Practical Guide 2nd Edition. Identifikasi Jenis Bakteri pada Fraktur Terbuka Pasca Debridement di Ruang Operasi RSUD Ulin Banjarmasin Periode April- Agustus 2011. Ducel G. Contemporary Issues in Wound Infection: Managing the Risks. Isolation and Identification of Aerobic Pathogenic Bacteria from Burn Wound Infections. Padang: Universitas Andalas. Microbiol. 2011. 01: 1-6. 14(2): 244-269. 10. Dyah Cynthia Rama. Duerden BI. Cekovska Z. Identifikasi Jenis Bakteri pada Fraktur Terbuka Pre Debridement di IGD RSUD Ulin Banjarmasin Periode April-Agustus 2011. 2002. Bacteriology of Wound - Clinical Utility of Gram Stain Microscopy and the Correlation with Culture. Treating the Problem. Semarang: Program Magister Ilmu Biomedik Pascasarjana Universitas Diponegoro.

16..net/pseudomonas. 12.html (accessed 2 Desember 2013) 13 . Fortunov RM. Available at: http://textbookofbacteriology. Clin Microbial Infect 2005. Adelberg E. 17. et al. Dkk. Batang Gram Negatif dalam: Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran edisi revisi. 14.html (accessed 2 Desember 2013) 13. The Genetics of Staphylococcal Biofilm Formation Will a Greater Understanding of Pathogenesis Lead to Better Management of Device Related Infection. Levey B. Todar’s Online Textbook of Bacteriology. 18. Hammerman WA.net/staph. 1994. Journal of Food Protection 2009. Kokus Positif Gram dalam: Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran edisi revisi. Warsa UC. Predicting Behavior of Staphylococcus aureus. Mikrobiologi Kedokteran edisi 20. O’Gara JP. Humphreys H. Jawetz E. 19. 118: 874-881. American Academy of Pediatrics 2006. Dyah Cynthia Rama. Melnick J. Community-Acquired Staphylococcus aureus Infections in Term and Near-Term Previously Healthy Neonates. Karsinah. Hulten KG. Identifikasi Bakteri Kontaminan. et al. Jakarta: EGC. “Staphylococcus”. Ingham SC. Jakarta: EGC. Online. Vang S. 1994. 11: 967-973. Fitzpatrick F. Todar’s Online Textbook of Bacteriology Available at:http://textbookofbacteriology. and Escherichia coli O157:H7 in Pork Products during Single and Repeated Temperature Abuse Periods. 15. Salmonella Serovars. 1999. 72(10): 2114-2124. Todar K. “Pseudomonas aeruginosa”. Jakarta: EGC.. Todar K.