DESAIN PARAMETRIK

Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan
Studi Kasus : 30 ST Mary Axe dan Turning Torso
Oleh
AFANDI HARDIANSYAH

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 1

Abstrak

Arsitektur modern mulai menuntut peningkatan tingkat kompleksitas desain dan
penemuan bentuk-bentuk arsitektur yang baru. Dasar desain parametrik adalah penerapan
geometri dari gabungan beberapa parameter awal dan menghubungkan mereka satu sama
lain. Manfaat dari desin parametrik adalah langsung dan mendasar untuk meminimalkan
upaya yang diperlukan untuk membuat variasi desain. Seperti penggunaan algoritma dengan
teknik komputasi bukan untuk menggambar bentuk tetapi menciptakan variasi kemungkinan
desain. Desain parametrik saat ini semakin populer dalam dunia desain arsitektur, hal ini
tidak lepas dari mulai banyaknya software-software desain yang mendukung dalam desain
parametrik. Desain parametrik erat kaitannya dengan digital fabrication. Hal ini disebabkan
karena bangunan dengan pendekatan parametrik dapat diwujudkan secara nyata baru tercapai
pasca berkembangnya berbagai software pendukung untuk menggambar. Terlepas dari itu,
apakah desain parametrik hanyalah sekedar proses yang muncul dari terbukanya peluang
akibat perkembangan software yang tersedia? Karya tulis Ilmiah ini bertujuan untuk
mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari fenomena desain parametrik dan proses yang
terlibat dalam merancang dengan parameter serta kaitannya dengan teknologi fabrikasi yang
berkembang saat ini dengan metode membuat ulang model bangunan dengan bantuan
software pemodelan tiga dimensional.

Keyword: Desain Parametrik, Teknik Komputasi, Generative modeling, Digital Fabrication.

Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 2

Abstract

Modern architecture began to demand an increase in the level of complexity of the
design andand discovery of architectural new forms. Basic of parametric design is the
application of geometry from combination of several initial parameters, and connecting them
to each other. Benefits of parametric design is fundamental to minimize the effort required to
create design variations. As the use of algorithms with computational techniques not to draw
shapes but creates variations of design possibilities. Parametric design is now increasingly
popular in the world of architectural design, because the many number of software design
that supports the parametric design. Parametric design is closely related to digital
fabrication, because building design with the parametric approach can be manifested only
reached after the development of a wide range of supporting software for drawing.
Regardless, whether parametric design is merely a process of opening up opportunities that
arise as a result of the development of software that is available? This scientific papers made
to gain a better understanding of the phenomenon of parametric design and process involved
in designing the parameters and its relation to the digital fabrications developed at this time
with re-create the model building method with the three dimensional modeling software.

Keyword: Parametric Design, Engineering Computing, Generative Modeling, Digital
Fabrication.

Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 3

Bangunan : Bangunan adalah struktur buatan manusia yang terdiri atas dinding dan atap yang didirikan secara permanen di suatu tempat. BAB I PENDAHULUAN 1. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 4 . Digital Fabrication : Bagian dari proses arsitektural dimana data digital digunakan untuk mengatur proses fabrikasi. Batasan Pengertian Judul. Judul : Desain Parametrik Sub Judul : Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Desain Parametrik : Desain parametrik / modeling adalah suatu proses permodelan yang menggunakan parameter-parameter yang ada (Chua.1998).1.

sekarang dengan kemajuan teknologi maka sudut pandang melihat alam atau nilai lokalitas sebuah “place dan space” menjadi berubah menjadi lebih tidak terbatas pada bagaimana cara membuat dan merangkai. Latar Belakang Dalam mencari bentuk yang tepat untuk bangunan.3. 1. 1. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 5 . 1.3. Kemajuan era teknologi juga telah mengembangkan era-era arsitektur baru yang terkini adalah era desain parametrik. bentuk organik dan non organik menjadi ide terwujudnya bentuk yang ada. Desain parametrik juga membuka era baru yakni pabrifikasi dalam berarsitektur. TUJUAN DAN MANFAAT 1. Ilmu biologi.  Mengetahui peran teknologi dalam proses pembentukan desain parametrik. arsitek selalu berusaha menemukan konsep-konsep baru yang ingin diterapkan dalam bangunan baik konsep dari segi bentuk maupun konsep dari segi respon terhadap lingkungan. jika dahulu kita mengambil nilai lokalitas alam dalam merancang sebuah bangunan. fisika. Desain parametrik sendiri diharapkan menjadi solusi atas kebosanan arsitektur yang mulai dianggap monoton. kimia.3. Era desain parametrik menjadi era baru dalam dunia arsitektur. Perkembangan teknologi telah menawarkan cara-cara baru untuk mempermudah proses desain sehingga terkadang penerapan konsep hanya diterapkan secara mentah tanpa dicerna terlebih dahulu sehingga hasil yang diciptakan terkadang menjadi monoton ataupun masih terlalu terlihat menyerupai sesuatu .2 Manfaat  Memahami penerapan konsep desain parametrik.2. Namun perkembangan era parametrik ini masih belum diimbangi dengan pemahaman akan penerapan desain parametrik yang benar dalam berarsitektur sehingga penting untuk mempelajari bagaimana proses penerapan desain parametrik dalam merancang bangunan dan peran teknologi dalam penerapannya.1 Tujuan Tujuan pembahasan ini adalah dapat memahami penerapan desain parametrik pada bangunan. Sebuah bentuk tercipta dari berbagai elemen yang dilihat dan disesuaikan dengan kemungkinan matematika dengan memanfaatkan perangkat lunak yang ada.

4.2 Deskriptif Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif.4.4. seperti buku. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 6 . Untuk studi kasus bangunan. Pembahasan ditekankan pada metode desain parametrik secara umum dengan membuat ulang model. dan lain-lain. 1.2 Lingkup pembahasan Pembahasan ditekankan pada :  Pembahasan Arsitektural Penampilan bentuk fisik eksterior bangunan hasil penerapan desain parametrik. internet. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data kepustakaan.4.3 Rumusan masalah Bagaimana proses merancang bangunan yang menerapkan desain parametrik. penulis menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis. artikel majalah. 1.5.1.  Peran Teknologi Digital Pemanfaatan teknologi dalam membantu pencapaian desain yang menerapkan konsep desain parametrik. dan bagaimana peran teknologi dalam membantu penerapan desain parametrik.5 Metode pembahasan 1.5.1 Survey data Pengumpulan data yang bersumber dari tulisan baik berupa referensi maupun majalah yang juga terkait dengan teori yang mendukung dan pengumpulan data yang bersumber dari internet baik berupa artikel maupun jurnal-jurnal elektronik. 1. 1. yaitu kajian teori dan literatur dari berbagai media. Batasan dan lingkup pembahasan 1.1 Batasan Pembahasan dibatasi dengan masalah bagaimana meriset penerapan desain parametrik pada bangunan melalui pembahasan beberapa bangunan dan teknologi yang dapat menunjang desain parametrik.

dan oleh sebab itu sifatnya statis dan tak berarah.6.1. maupun kedalaman.1 Titik Titik menandakan sebuah posisi dalam ruang. sebuah rangkuman energi kinetik yang menggerakkan titik tersebut menjadi sebuah garis. sebuah titik dapat digunakan untuk menandai :  Ujung dan pangkal sebuah garis Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 7 .1. dan bidang menjadi sebuah bentuk spasial. serta volume. Turning titik Torsoitudan bergerak dan garis 30 ST Mary Axe hadir menjadi sebuah wujud atau sebuah dimensi pertama. 2. Kajian Teori Kajian Kasus 2. Hal tersebut tidak lepas dari arsitektur yang pada dasarnya berawal dari sebuah gambar seperti yang diungkapkan oleh Paul Klee dalam bukunya The Thinking Analisis Eye: The Notebooks Of Paul Klee (1961) Analisis “seluruh yang mengatakan bahwa penerapan bentuk bergambarpada desain parametrik dimulai dari titik yang bangunan menempatkannya dalam pergerakan. bidang. titik tidak memiliki panjang dan lebar.1. Kerangka berpikir Latar Belakang Gambar 1 Kerangka berpikir  Penemuan bentuk-bentuk baru dalam berarsitektur (Sumber gambar : olahan pribadi)  Memahami proses desain parametrik dalam penerapnnya pada bangunan  Memahami peran teknologi dalam penerapan desain parametrik Permasalahan Bagaimana peran teknologi dalam menerapkan desain parametrik pada proses perancangan bangunan BAB II.Kajian tentang desain parametrik pada proses Dalam arsitektur terdapat beberapaperancangan unsur-unsurbangunan penting pembentuk dalam elemen konseptual yakini titik. di dalam pergerakan dari bidang menuju ruang. garis. Secara konseptual. garis menjadi sebuah bidang. benturan bidang-bidang membangkitkan sebuah KESIMPULAN badan (tiga dimensional). jika kemudian garis itu berpindah untuk membentuk sebuah bidang kita mendapatkan sebuah elemen dua dimensi. Sebagai sebuah elemen utama di dalam perbendaharaan bentuk. Unsur-Unsur Pokok Dalam Arsitektur .

menopang. Ching Meskipun secara teoritis tidak memiliki rupa maupun bentuk. Garis merupakan suatu elemen penting dalam seluruh formasi konstruksi visusal. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 8 . Ketegangan visual tercipta diantara titik dan bidangnya. sebuah titik mulai membuat kehadirannya terasa ketika ditempatkan di dalam sebuah bidang visual.  Menjelaskan batas-batas serta memberikan bentuk kepada bidang. & Tatanan Francis D. 2. titik stabil dan tenang. mengelilingi. Di pusat lingkungannya.1 Titik dan kegunaannya Sumber : Arsitektur. mampu mengekspresikan arah pergerakan. mengatur elemen-elemen di sekitar terhadapnya dan mendominasi bidang tersebut. menghubungkan. Dari penjabaran mengenai titik sebagai sebuah unsur pokok dalam arsitektur dapat disimpulkan bahwa sebuah titik adalah awal dari terbentuknya sebuah bidang dan merupakan elemen utama yang dapat mempengaruhi visual sebuah bidang. Secara konseptual. Jika sebuah titik secara alamiah statis maka sebuah garis.1. K.  Perpotongan dua buah garis  Pertemuan garis di sudut sebuah bidang atau volume  Pusat sebuah bidang Gambar 2. Bentuk. ataupun memotong elemen-elemen visual lainnya. dan pertumbuhan secara visual. Garis dapat digunakan untuk :  Menggabungkan. Ruang. Namun ketika sebuah titik digeser. dalam menggambarkan jalur pergerakan sebuah titik.2 Garis Sebuah titik yang dipanjangkan akan menjadi sebuah garis. tapi tanpa lebar maupun kedalaman. bidangnya menjadi lebih agresif dan mulai bersaing untuk mendapatkan keunggulan visual. garis memiliki panjang.

1. 2. sebuah garis pasti memiliki tingkat ketebalan untuk membuatnya dapat terlihat. & Tatanan Francis D. Bentuk. Ching Meskipun secara teori hanya memiliki satu dimensi. tegang maupun lentur. Sebuah garis akan menjadi penghubung dari titik untuk menjadi sebuah bidang.2 Garis dan kegunaannya Sumber : Arsitektur.4 Bidang Sebuah garis jika diperpanjang ke arah selain arah hakikinya. agar dapat dilihat oleh mata. sebuah bidang memiliki panjang dan lebar. Karena Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 9 . konturnya. Jenis garis ini memiliki kualitas-kualitas tekstur yang penting. Karakter sebuah garis. garis harus memiliki tebal tertentu. dapat dianggap sebuah garis. Kesimpulannya adalah bahwa garis adalah elemen terusan dari sebuah titik. Gambar 2. Sesuatu akan tampak sebagai garis jika ukuran panjangnya sangat dominan dibandingkan lebarnya. Ruang. K. Secara konseptual. anggun maupun kasar. ditentukan oleh persepsi kita terhadap perbandingan panjang-lebarnya. maka ia akan menjadi sebuah bidang. dan derajat kemenurunannya. Selain itu walaupun pada dasarnya garis hanya memiliki satu dimensi. tapi tidak memiliki kedalaman. Bentuk dasar merupakan karakteristik pengidentifikasian utama sebuah bidang. Ia ditentukan oleh kontur garis yang membentuk batas-batas sebuah bidang. Bahkan pengulangan sederhana elemen-elemen yang serupa. tetap maupun sementara. Dia terlihat sebagai garis hanya karena panjangnya yang mendominasi lebarnya. jika cukup menerus.

maka bidang dapat dianggap sebagai sebuah elemen kunci di dalam perbendaharaan desain arsitektural. Gambar 2. maka kita bisa melihat bentuk dasar dari sebuah bidang yang sesungguhnya hanya jika kita melihatnya secara frontal.4 Bidang datar Sumber : Arsitektur. Bentuk. & Tatanan Francis D. Bentuk. & Tatanan Francis D. dan teksturnya. Ruang. Ching Gambar 2. persepsi kita terhadap bentuk akan terdistorsi akibat sudut perspektif yang mengecil. K. pola. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 10 . Di dalam komposisi sebuah konstruksi visual. K.3 Bidang dari garis yang diteruskan Sumber : Arsitektur. warna permukaan. ketiga hal tersebut mempengaruhi bobot dan stabilitas visualnya. Jika arsitektur sebagai suatu seni visual berurutan secara spesifik dengan formasi volume tiga dimensional massa dan ruang. sebuah bidang berfungsi untuk mendefinisikan batas-batas sebuah volume. Ruang. Ching Sifat-sifat tambahan pada sebuah bidang dapat berupa.

K. bidang dinding dan bidang dasar. bidang atas kepala. Dan di dalam arsitektur kita mengenal tiga jenis bidang generik yaitu. K. Sebuah bidang akan berfungsi sebagai batas- batas sebuah volume. 2. bentuk. ukuran. & Tatanan Francis D.5 Bidang sebagai batasan sebuah volume Sumber : Arsitektur. Sifat dan karakter setiap bidang yakni. Bentuk. Ching Kesimpulannya adalah sebuah bidang terbentuk dari garis yag diperpanjang ke arah selain arah hakikinya. Bentuk. & Tatanan Francis D. serta hubungan spasialnya satu sama lain sangat menentukan atribut-atribut visual dari bentuk yang didefinisikan. dan bidang dasar.1. tekstur. serta kualitas ruang yang dibentuknya. Ruang. Di dalam desain arsitektural kita memanipulasi tiga jenis bidang generik yaitu. Gambar 2. Ruang. warna. bidang atas kepala. Gambar 2. Ching Bidang di dalam arsitektur mendefinisikan volume tiga dimensional massa dan ruang.6 Sifat dan karakter bidang menentukan bentuk visual volume Sumber : Arsitektur. bidang dinding.5 Volume Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 11 .

& Tatanan Francis D. Seluruh volume dapat dianalisis dan dipahami bahwa ia terdiri dari :  Titik atau verteks tempat beberapa bidang bertemu  Garis atau tepi tempat dua bidang bertemu  Bidang atau permukaan yang mendefinisikan batasan sebuah volume Gambar 2. K. Ruang. Ruang. lebar. Ching Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 12 . Gambar 2.8 Volume yang dihasilkan dari bentuk-bentuk dasar Sumber : Arsitektur. Secara konseptual. Bentuk. dan kedalaman. & Tatanan Francis D. volume memiliki tiga dimensi. Ia dihasilkan oleh bentuk-bentuk dasar dan keterkaitan bidang-bidang yang menggambarkan batasan volume tersebut. panjang. Sebuah bidang yang diperpanjang ke arah selain arah naturalnya akan menjadi sebuah volume.7 Volume dan analisis volume Sumber : Arsitektur. Bentuk. K. Ching Bentuk merupakan karakteristik pengidentifikasian sebuah volume.

Sebuah volume memiliki tiga dimensi. sebuah lubang. seperti misalnya ketika kita membicarakan tentang air di dalam bentuk es atau uap. Bacon dalam bukunya The Design Of Cities (1974). atau sebuah lubang (void). Sementara dalam arsitektur kita mengenal bentuk arsitektural seperti yang dikatakan oleh Edmund N. warna.9 Volume dalam desain arsitektural Sumber : Arsitektur. maupun ruang yang dikelilingi oleh bidang. Ia bisa juga secara tidak langsung merujuk pada sebuah kondisi khusus dimana sesuatu bertindak atau memanifestasikan dirinya sendiri. Bentuk. Bentuk Dasar Dalam Arsitektur Bentuk adalah sebuah istilah inklusif yang memiliki beberapa makna. material. Ia bisa merujuk pada sebuah penampilan eksternal yang dapat dikenali. ruang yang tergantikan oleh massa. lebar. & Tatanan Francis D. baik di dalam ruang interior maupun di dalam ruang di sekeliling bangunan. Kualitas arsitektur akan ditentukan oleh keahlian sang desainer dalam menggunakan dan menghubungkan elemen-elemen ini. 2. 2. bahwa bentuk arsitektural adalah titik sentuh antara massa dan ruang. Gambar 2. Dan di dalam arsitektur sebuah volume dapat berupa bentuk padat. tekstur. modulasi cahaya dan bayangan. K. seperti kursi atau tubuh manusia yang mendudukinya. sebuah volume dapat berupa suatu bentuk padat (solid).2.1 Bentuk Dasar Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 13 . Ruang.2. Ching Kesimpulannya adalah volume merupakan sebuah bidang yang diperpanjang ke arah selain arah naturalnya. maupun ruang yang dikelilingi oleh bidang. panjang. dan kedalaman. semua berkombinasi untuk menghadirkan suatu kualitas atau roh yang mengartikulasikan ruang. ruang yang digantikan oleh massa. Sebagai elemen tiga dimensi di dalam perbendaharaan desain arsitektural. Bentuk-bentuk arsitektural.

dan bujursangkar. dinding dan langit-langit. dinding. Ketika menghadapi berbagai komposisi bentuk. kita lebih memperhatikan bentuk-bentuk dasar yang berupa:  Bidang lantai. Dari geometri kita mengenal bentuk-bentuk dasar teratur yaitu lingkaran. maka akan semakin mudah dikenali dan dipahami. dan yang terakhir siluet atau kontur yang berbentuk bangunan. Gambar 2. Ruang. dan langit-langit yang menutup ruang. Di dalam arsitektur.  Bukaan-bukaan pintu dan jendela di dalam suatu keberdekatan spasial. dan rangkaian tak terhingga poligon teratur yang dapat dimasukkan di dalamnya dari sekian bentuk ini yang paling penting adalah bentuk-bentuk dasar utama yaitu. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 14 . bidang lantai. Di dalam arsitektur kita lebih memperhatikan tiga bentuk dasar yang berupa. lingkaran.2 Bentuk –Bentuk Dasar Yang Utama Psikologi Gestalt menyatakan bahwa pikiran kita akan menyederhanakan lingkungan visual agar dapat memahaminya. 2. kita cenderung mengurangkan hal-hal tersebut di dalam area visual kita hingga menjadi bentuk yang paling sederhana dan biasa. Ching Bentuk dasar adalah bentuk visual awal yang kita definisikan sebagai suatu bentuk figur tertentu. Bentuk dasar merujuk pada garis batas khusus sebuah figur bidang atau konfigurasi permukaan suatu bentuk volumetris.2. dan mengkategorikan suatu bentuk dan figur khusus.  Siluet dan kontur suatu bentuk bangunan. mengidentifikasi.10 Bentuk dasar dalam arsitektur Sumber : Arsitektur. segitiga. kemudian bukaan. Persepsi kita akan bentuk dasar akan tergantung pada derajat kontras visual yang ada disepanjang kontur yang memisahkan sebuah figur dari lantai dasarnya ataupun antara sebuah bentuk derajat areanya. Semakin sederhana dan teratur suatu bentuk dasar. Ia merupakan alat bantu utama bagi kita dalam mengenali. & Tatanan Francis D. Bentuk. K.

12 Lingkaran Sumber : Arsitektur.2.2. K. maka hal ini dapat menyebabkan gerakan berputar yang sangat terasa di dalam lingkaran tersebut. & Tatanan Francis D. yang normalnya adalah stabil dan memiliki titik tengah sendiri di dalam lingkungannya. Ruang. Bentuk.2. bila diasosiasikan dengan bentuk-bentuk lurus maupun bersudut atau penempatan sebuah elemen di sepanjang kelilingnya. entah ia akan seimbang dalam kondisi kelabilan maksimum atau cenderung jatuh ke salah satu sisinya. Ching 2. & Tatanan Francis D. Ruang. K. Gambar 2.2. jika dijungkit dan berdiri di salah satu titik sudutnya. introvert. Namun. Ching 2.2.2.3 Bujursangkar Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 15 . Jika diletakkan pada salah satu sisinya.11 Bentuk-bentuk dasar Sumber : Arsitektur.1 Lingkaran Lingkaran merupakan sebuah figur yang memusat. Bentuk. Gambar 2.2 Segitiga Segitiga merupakan sebuah figur bidang yang ditutup oleh tiga sisi dan memiliki tiga buah sudut. Namun. Ching 2.13 Segitiga Sumber : Arsitektur. segitiga merupakan sebuah figur yang luar biasa stabil. Ruang. & Tatanan Francis D. Lingkaran yang diletakkan di tengah-tengah sebuah bidang akan menguatkan sifat kepusatannya. Bentuk. Gambar 2. K. Segitiga menekankan stabilitas.

irama. Bentuk. urutan/sequence. Ruang. bujursangkar stabil jika diletakkan di atas salah satu sudutnya. Namun. Seluruh persegi panjang lainnya dapat dianggap sebagai variasi bujursangkar. Tiga bentuk dasar tersebut dapat menjadi modul dasar dari proses pembentukan desain parametrik. Di dalam arsitektur ataupun desain. proporsi. & Tatanan Francis D. dan bujursangkar. Bujursangkar melambangkan kemurnian dan rasionalitas. komposisi merupakan elemen yang akan membentuk ekspresi sebuah bentuk.4. Kesimbangan merupakan suatu kualitas nyata dari setiap obyek dimana perhatian visual dari dua bagian pada dua sisi dari pusat keseimbangan (pusat perhatian) adalah sama. karena merupakan penyimpangan dari kondisi normalnya dengan cara menambahkan ketinggian atau lebar. kesimbangan.14 Bujursangkar Sumber : Arsitektur.1. Seperti halnya segitiga. Di dalam komposisi terdapat tiga jenis keseimbangan yaitu :  Keseimbangan Formal (simetri) atau Bisymetries Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 16 . 2. Dalam komposisi bentuk terdapat lima prinsip desain yang akan membentuk sebuah ekspresi desain yakni. jika garis diagonalnya menjadi vertikal dan horisontal. Keseimbangan Prinsip dasar dalam segala macam komposisi adalah kesimbangan (balance). Komposisi Dalam Arsitektur Komposisi secara singkat adalah gabungan dari beberapa unsur yang saling menyatu untuk menghasilkan bentuk yang nyata. 2. tiga bentuk dasar tersebut akan sangat membantu proses dari desain parametrik. skala. Bujursangkar merupakan sebuah figur bidang yang memiliki empat sisi yang sama panjangnya dan empat buah sudut tegak lurus. dan kesatuan. bujursangkar berada di dalam kondisi puncak keseimbangannya.4. Gambar 2. Ching Kesimpulannya adalah bentuk-bentuk dasar yang sangat penting kita pahami adalah segitiga. tekanan/point of view. K. lingkaran.

4.weebly.15 Keseimbangan Simetri Dan Asimetri Sumber : http://galaxign. baik dalam bentuk dan warna. irama merupakan perekat yang menyatukan unsur- unsur masing-masing menjadi satu kesatuan. tetapi nampaknya sama berat.com/ 2. Dalam arsitektur kita perlu mengetahui beberapa hal tentang irama yaitu :  Irama dalam arsitektur memberikan arti indah dan menimbulkan rasa puas bagi yang melihatnya. dimulai dari mata yang meluncur ke bagian bangunan. axis. Irama Dalam pengertian singkat irama dapat diartikan sebagai pergerakan berulang elemen yang sama dalam satu komposisi berupa modul-modul yang memiliki kesamaan. Tiap elemen diulang sepasang-sepasang masing-masing di kiri dan kanan garis tengah sumbu tadi. Gambar 2. dari unit satu ke unit lainnya dengan teratur. Dalam rancangan. Pengaturannya seimbang terhadap garis tengah sumbu. Irama melalui keberaturan sebuah perulangan dapat tertangkap dengan mudah jika modul yang digunakan telah memiliki arah yang jelas atau setelah modul tersusun dalam jumlah tertentu. Dalam keseimbangan informal tidak ada garis tengah yang membagi komposisi dalam dua bagian yang sama. karena komponen desain berbeda. Hakekat Irama adalah menelusuri sifat perseptual manusia dalam memandang bangunan. Keseimbangan ini lebih bebas dari keseimbangan simetri. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 17 .2.  Keseimbangan informal atau asimetri Sering disebut juga keseimbangan aktif. karena pengaturannya adalah sembarang dan tidak kaku.

 Irama merupakan salah satu unsur terpenting di dalam dunia arsitektur karena merupakan suatu tanggapan emosi yang ingin disampaikan arsitek dalam bangunan. Radial Irama radial adalah irama beradiasi pada sentral axis atau bersumbu pada satu sumbu sentral.1 Irama Dan Metodenya METODE PENGERTIAN CONTOH GAMBAR Repetisi Repetisi adalah pengulangan. Transisi Hubungan pengulangan dengan perubahan–perubahan dekat pada satu atau beberapa unsur rupa yang digunakan.1 berikut: Tabel 2. bisa suatu elemen bangunan. Yang diulang bisa macam- macam. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 18 . Dalam desain arsitektur repetisi sangat sering digunakan. kelompok elemen bangunan. Dan dalam membentuk irama dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti yang terdapat pada tabel 2. Gradasi Gradasi adalah penyusunan warna berdasarkan tingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-angsur. warna. besaran sudut tertentu.  Irama tersebut biasanya mengikuti suatu pola tertentu yang tiap kali bentuk atau obyeknya muncul dengan atau tanpa variasi. ataupun bentuk geometris tertentu.

com 2.3. Tidak ada bentuk yang sama dan jarak yang diulang. Jarak antara satu dan lainnya hampir sama. yaitu berupa area yang pertama kali ditangkap oleh pandangan mata. yang mendominasi dalam proses pengamatan karya. turun. bagian-bagian (kelompok) lain dari komposisi/bangunan berkaitan padanya. warna.4. sedemikian rupa sehingga bentuk mirip dengan yang lain. dan lainnya. ornamen. Skala Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 19 .16 Contoh penekanan dengan menggunakan warna Sumber : http:// gatotaryodesign.4. perulangan. bentuk. Dengan demikian tumbuh irama progresif karena menunjukkan gerak/ perubahan progresif. ukuran. arah garis. Gambar 2. dan masih banyak lagi.wordpress. Titik tekanan ini sangat dominan. tekstur dan cahaya. Tekanan dapat dicapai melalui perbedaan yang kontras dengan menggunakan. lokasi.4. Progresif Irama progresif dibentuk oleh perubahan yang teratur. Tekanan / Point Of View Tekanan merupakan fokal point atau pusat perhatian dalam sebuah komposisi / bangunan. sehingga tidak selalu berbentuk obyek yang menarik perhatian.files. Sumber : Olahan Pribadi 2. dan sebaliknya. Irama naik. Tekanan dapat berupa prinsip desain yang diterapkan dalam komposisi seperti gerak.

perletakan elemen yang berukuran kecil berdekatan dengan elemen yang besar sehingga tampak perbedaan ukuran besarnya.  Skala Monumental/megah/heroik Skala jenis ini bersifat berlebihan. dengan manusia. Proporsi yang baik pada Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 20 . Skala adalah sistem pengukuran (alat pengukur) yang menyenangkan. Skala memiliki tiga jenis skala menurut sifatnya yaitu :  Skala Intim/ Akrab Menggunakan prinsip yang dapat menimbulkan kesan lebih kecil dari besaran yang sesungguhnya. menyatakan ukuran sebenarnya dari bangunan. 2. jendela dan unsur-unsur lain dimana manusia bekerja adalah menurut fungsinya atau standard-standard ukuran yang ada. skala ini terdapat di alam bukan buatan manusia. misalnya penerapan langit-langit tinggi seperti pada ketinggian langit-langit ruang ibadah gereja gotik. Skala normal dapat diperoleh dengan cara pemecahan masalah fungsional secara wajar. Skala jenis ini dapat dicapai dengan pemakaian ornamen yang lebih kecil dari ukuran standart/biasanya.5. Umumnya. pembagian yang lebih besar (pembuatan garis bidang). Skala monumental dapat diperoleh dengan cara. Proporsi Dalam artian singkat proporsi dapat diartikan sebagai hubungan antar bagian dari suatu desain dan antara bagian dengan keseluruhan. Dalam arsitektur yang dimaksud dengan skala adalah hubungan yang harmonis antara bangunan beserta komponen-komponennya. tak terduga.  Skala kejutan/mencekam Skala jenis ini bersifat seolah-olah diluar kekuasaan manusia. inchi atau apa saja dari unit-unit yang akan diukur. penerapan skema bahan dan warna yang sederhana (bentuk datar/rata).  Skala Normal/manusiawi/natural Skala jenis ini lebih bersifat alamiah. penerapan satuan yang lebih besar dari biasanya. dimana manusia sulit merasakan pertalian dirinya dengan ruang. Gambar skala adalah dimensi yang dipakai untuk gambar sebagai perbandingan. atau sangat terlihat megah. penerapan langit-langit tinggi. misalnya padang pasir.4. dapat dalam satuan centimeter. misalnya besarnya ukuran pintu. Jadi ukuran dalam gambar. pertimbangan pencahayaan yang redup.

atau dapat dirumuskan sebagai berikut: a:b=c:d Dimana a. Dalam pengalaman utama pengunjung merasakan apa yang dilihat/dialami setelah masuk. lebar. pandangan sepintas. Tujuan penerapan prinsip urut-urutan dalam arsitektur adalah untuk membimbing pengunjung ketempat yang dituju dan sebagai persiapan menuju klimaks. Gambar 2. pengalaman utama (progression) dan akhiran (ending). Dalam persiapan kita membuat pembingkaian. Urut-urutan pengalaman meliputi persiapan (approach).com 2. Pada pengakhiran pengunjung berhenti dan istirahat maka diperlukan pedoman orientasi atau klimaks. dan kedalaman dari suatu unsur-unsur atau massa keseluruhan bangunan. ataupun berdasarkan bagaimana sesuatu itu dibuat.4. yang merupakan hasil perhitungan yang bersifat rasional dan terjadi bila kedua buah perbandingan adalah sama. berdasarkan sifat material. berdasarkan bagaimana elemen-elemen bangunan bereaksi terhadap gaya-gaya.wordpress.c. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 21 . Seorang perancang biasanya memiliki beberapa pilihan dalam menentukan proporsi suatu hal diantaranya. atau peralihan agar apa yang kita lihat tidak mengejutkan atau peringatan.6.17 Contoh proporsi sebuah lingkaran terhadap lingkaran lainnya Sumber : http:// gatotaryodesign.files. bangunan dapat dihasilkan bila bagian-bagian dari bangunan didasarkan pada suatu perbandingan tertentu.b.d adalah ukuran tinggi. Urutan/ Sequence Urutan adalah suatu peralihan atau perubahan pengalaman dalam pengamatan terhadap komposisi.

Dalam suatu karya arsitektur yang baik biasanya terdapat, urut-urutan dalam segi
keindahan bentuk (ada proses menuju klimaks), urut-urutan dalam fungsi, urut-urutan
dalam struktur, urut-urutan ini saling berkaitan secara logis dan terorganisir dengan
baik.

Gambar 2.18 Contoh urutan angka dan urutan ruang
Sumber : Olahan pribadi
2.4.7. Kesatuan/ Unity
Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar desain yang sangat penting. Tidak
adanya kesatuan dalam sebuah karya desain akan membuat desain tersebut terlihat
cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang.
Prinsip kesatuan sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau
beberapa unsur mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah
tercapai.
Cara membentuk kesatuan adalah dengan penerapan tema desain. Ide yang
dominan akan membentuk kekuatan dalam desain tersebut. Unsur-unsur rupa yang
dipilih disusun dengan atau untuk mendukung tema.

Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 22

Gambar 2.19 Contoh kesatuan / unity
Sumber : Olahan pribadi

2.5. Desain Parametrik
Desain parametrik adalah proses merancang dengan variasi desain yang mudah,
sehingga menggantikan singularitas dengan keragaman dalam proses desain. Desain
parametrik dilakukan dengan bantuan parametrik model. Sebuah model parametrik
adalah representasi komputer dari desain dibangun dengan entitas geometris yang
memiliki atribut (properti) yang tetap dan atau yang bervariasi. Perubahan parameter
dalam model parametrik dilakukan untuk mencari alternatif solusi yang berbeda untuk
masalah yang dihadapi dalam desain. Model parametrik merespon perubahan dengan
mengadaptasi atau menkonfigurasi ulang dengan nilai-nilai baru dari parameter tanpa
menghapus atau menggambar ulang.
Dalam desain parametrik, desainer menggunakan parameter bertujuan untuk
menentukan konsep awal. Hal ini membutuhkan pemikiran yang ketat dalam rangka
membangun struktur geometri canggih yang digunakan untuk model kompleks yang
cukup fleksibel untuk melakukan variasi. Oleh karena itu, desainer harus mengantisipasi

Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 23

banyak jenis variasi yang ia ingin eksplorasi untuk menentukan jenis transformasi yang
akan dijadikan dasar desain parametrik. Ini adalah tugas yang sangat sulit karena sifat
tak terduga dari proses desain.
Desain parametrik secara historis berkembang dari model sederhana yang dihasilkan
dari script komputer yang menghasilkan variasi desain (Monedero, 2000). Saat ini,
software CAD parametrik menawarkan teknologi canggih tiga dimensi interaktif yang
dapat melakukan variasi secara real time, memungkinkan desainer untuk memiliki lebih
banyak kontrol dan umpan balik segera ketika parameter berubah.
Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa desain parametrik dapat
diartikan pencarian bentuk dengan menggunakan parameter. Penggunaan
parameter dalam parametrik desain dilakukan secara digital dengan bantuan
software pemodelan.

2.6. Sejarah Desain Parametrik
Desain parametrik bukanlah sesuatu yang asing bagi arsitek. Dari piramida kuno
sampai arsitektur kontemporer, bangunan telah dirancang dan dibangun dalam hubungan
dengan berbagai kekuatan perubahan, termasuk iklim, teknologi, penggunaan, karakter,
pengaturan, budaya, dan suasana hati. Komputer tidak menciptakan desain parametrik,
juga tidak mendefinisikan arsitektur atau profesinya. Komputer menjadi alat yang
berharga bahwa komputer memungkinkan arsitek untuk merancang dan membangun
bangunan yang inovatif dengan lebih menuntut kondisi kualitatif dan kuantitatif. Sampai
tahun 1980-an terobosan dalam desain parametrik menjadi berguna untuk arsitek. Alam
sudah lama mengembangkan sistem struktural kompleksitas bernuansa desain parametrik
yang arsitek dan desainer telah terapkan pada struktur, bentuk bangunan dan pola
organisasi perkotaan.
Louis Sullivan, Mies van der Rohe, Lazlo Moholy-Nagy, Sir Patrick Geddes, dan
lain-lain, yang dipengaruhi oleh morfologi tulisan Goethe (Metamorphosis Tanaman,
1790), ES Russell (Bentuk dan Fungsi, 1916), dan RH Perancis (Tanaman sebagai
Penemu, 1920). Namun, meskipun kemajuan analitis penting yang dibuat dalam
Pertumbuhan On D'Arcy Thompson dan Formulir 1917 (revisi 1942), di samping model
matematika berikutnya untuk membentuk pola biologis yang dikembangkan oleh Alan
Turing pada tahun 1952 dan Aristid Lindenmayer pada tahun 1968, morfologi telah
menjadi ilmu yang membosankan sepanjang abad dua puluh dan pertengahan. Seperti

Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 24

Pada akhirnya. spons. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 25 . arus laut. seperti cahaya. Namun antara tahun 1982 studi Benoit Mandelbrot di The Fractal Geometry of Nature dan KJ 1990 Perkembangan Falconer dalam teori fraktal. Gehry membuktikan bahwa arsitek bisa memimpin tidak hanya dalam desain. sekarang mungkin lebih maju dengan menggunakan CAD / CAM-CNC milling mesin bersama rapid prototipe teknologi baru. Menerapkan simulasi morfologi yang sama dalam arsitektur. 2045. Gehry Partners dan Morphosis telah terbukti menjadi kekuatan pendorong di belakang inovasi bangunan di Pantai Barat dalam dua puluh tahun terakhir. terlalu sulit untuk mengukur dan menggambar dengan akurasi rinci perkembangan struktur dan pola rumit kehidupan organik. dan Rubber Mat. desainer di akhir 1980-an sampai pertengahan 1990-an mulai menggunakan komputer bersama perangkat lunak yang dikembangkan untuk kedirgantaraan dan industri animasi bentuk menjadi lebih bernyawa. Proyek Musée Du Quai Branly Peter Eisenman Tahun 1999 memberikan gambaran apa yang mungkin dan tidak mungkin menggunakan teknik desain ini . bentuk mengalir Kiesler. Rotterdam. Pada akhir 1980-an sampai pertengahan 1990-an para arsitek mulai mengembangkan desain parametrik menggunakan komputer contohnya proyek Mussee Du Quai karya Peter Einsenman pada tahun 1999. Namun baru pada awal tahun 1980-an desain parametrik mulai gencar digunakan oleh para arsitek hal ini tidak lepas dari perkembangan komputer. Di Los Angeles arsitek Greg Lynn menjadi pengusung teori terkemuka dan desainer untuk menggunakan komputer untuk menghasilkan apa yang menjadi milik arsitektur terkenal Blob dan Fold. gizi. komputer muncul sebagai alat untuk mensimulasikan generasi bentuk biologis (morfogenesis). pada skala Konstruksi gedung. dan lain-lain dapat dianalisis dan direkonstruksi menggunakan model desain parametrik komputer. Coral. Ben van Berkel dan Caroline Bos Studio pada tahun 1995. dan PBB Studio 1998 trilogi beralih memamerkan evolusi dari bentuk-bentuk kompleks dari desain untuk konstruksi. dan hal-hal mengenai laut sederhana lainnya dan tumbuhan berkembang dan mengemuka untuk menanggapi satu kriteria. Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa desain parametrik sudah ada sejak lama mulai dari era piramida kuno sampai era arsitektur kontemporer. Investasi dalam teknologi CAD / CAM sejak 1989. tetapi juga dalam mengelola teknik membangun sistem canggih dan konstruksi rinci. diuraikan bagaimana menggunakan alat komputasi untuk membuat infrastruktur perkotaan besar dengan memasukkan berbagai kriteria parametrik ke waktu dan gerak dengan software animasi.

bentuk kurva tersebut akan berupa „deformasi‟ yang terbentuk oleh berbagai tarikan dan dorongan (Lynn menjelaskannya dalam bentuk U dan V) serta tidak dapat didefinisikan oleh rangkaian jari-jari seperti halnya pada garis kurva gothic. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa penerapan parametrik desain sangat erat kaitannya dengan perkembangan teknologi dimana teknologi dapat Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 26 . Karena karakter topologikal inilah maka desain parametrik sangat erat kaitannya dengan digital modeling.20). Oleh karena itu. 1999 Kurva yang bersifat topological adalah kurva yang didefinisikan oleh persamaan diferensial dan pernyataan matematis (Lynn. Parametrik Dan Proses Digital Katakanlah bahwa pengertian desain parametrik adalah proses pencarian bentuk yang didasarkan pada beberapa parameter. 1999).2. Gambar 2.7. dan sebagainya). Sifat topologikal ini dijelaskan oleh Lynn melalui gambar berikut (lihat gambar 2. 1999). yaitu sifat topological (Lynn. Definisi sederhana tersebut tentu saja akan dapat dipertanyakan. sebab proses desain yang dilakukan arsitek selama ini juga didasarkan pada parameter-parameter tertentu (misalnya iklim.20 Topological Curvature Sumber : Lynn. Ada satu karakter khusus dari pemodelan digital yang tidak dapat tercapai oleh pemodelan manual. Yang berbeda dari desain parametrik adalah proses pemodelan (pencarian bentuk) tersebut dilakukan secara digital dan tidak manual. kondisi tapak.

kembali ke alternatif desain sebelumnya dan memperbaiki bagian demi bagian desain selama proses desain (Aish dan Woodbury. dan kemudian untuk mengeksplorasi. itu adalah jenis kedua yang lebih representatif dari proses desain kreatif. dan memodifikasi. mendefinisikan kembali dan mengubah masalah desain dengan jelas dan solusi sementara untuk permasalahan dalam ruang desain. tetapi biasanya mengacu pada parameter otomatis elemen arsitektur. Di sisi lain. Pemodelan parametrik dapat Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 27 . Demikian pula kemampuan untuk menyelidiki sejumlah besar alternatif desain sangat penting untuk menemukan desain yang sukses. Untuk mendapatkan pemahaman tentang apa artinya desain parametrik akan sangat membantu untuk melihat secara singkat definisi Parametrik dan desain satu persatu. yang berarti anak perusahaan atau di samping dan metrik/metron. Dalam matematika parameter didefinisikan sebagai. desain dianggap sebagai proses divergence / konvergensi berulang. dan sebagai pembeda utama dari desainer ahli dibandingkan dengan pemula adalah penciptaan masalah relatif lebih alternatif formulasi. Selain itu. dan masalah yang kompleks memiliki beberapa solusi yang terbaik. pemodelan parametrik sebagai metode sintesis desain memungkinkan untuk perbedaan dari ruang desain untuk mengeksplorasi banyak variasi dari model parametrik yang sama. tetapi beberapa solusi yang memuaskan. Parametrik sendiri cukup erat kaitannya dengan perhitungan matematika dalam hal ini erat kaitannya dengan algoritma. prinsip desain dinyatakan dalam sistem parametrik yang memungkinkan desainer untuk mengeksplorasi berbagai pilihan desain melalui waktu. ‟kuantitas konstan yang dipertimbangkan dalam satu kasus tetapi bervariasi dalam kasus yang berbeda„.2005). Masalah desain tidak menawarkan satu solusi terbaik. 2. mengevaluasi.8. Eksplorasi Desain Berbasis Logika Parametrik Desain parametrik adalah istilah yang sangat luas. Sementara proses dapat dianggap lebih sebagai deterministic pendekatan yang cocok untuk masalah yang terstruktur dengan baik. Parametrik merupakan turunan dari parameter yang itu sendiri berasal dari kata Yunani para. seperti untuk mengukur. Oleh karena itu. perancang harus dapat mendefinisikan. dimana desainer didukung dan didorong untuk menghasilkan rentang konsep seluas mungkin . Dengan demikian. Desain parametrik memungkinkan penggunaan prosedur untuk memecahkan kedua masalah yang terdefinisi dengan target yang jelas. membantu arsitek untuk menginput parameter-parameter yang ingin digunakan untuk merancang sebuah bangunan.

yakni kembali ke alternatif desain sebelumnya dan memperbaiki bagian demi bagian desain selama proses desain. Desain parametrik algoritmik memungkinkan prosedur untuk memecahkan masalah yang ditemukan dengan target yang jelas. Sementara di sisi lain desain parametrik sebagai sebuah metode desain memungkinkan untuk mengeksplorasi banyak varian model dari sebuah model parametrik yang sama. dimana eksplorasi desain yang kreatif dari struktur atap didasarkan pada pendekatan parametrik yang memperhitungkan baik kualitas estetika dan struktural dan kelayakan struktural. Parameter dalam matematika didefinisikan sebagai kuantitas konstan yang dipertimbangkan dalam satu kasus tetapi bervariasi dalam kasus yang berbeda. prinsip desain parametrik memungkinkan arsitek untuk mengeksplorasi berbagai pilihan desain melalui waktu.21 menunjukkan pengaturan banyak geometris dari Pusat Bensin British di Sunbury oleh Adams Kara Taylor. Desain parametrik sendiri cukup berkaitan erat dengan matematika dalam hal ini erat kaitannya dengan algoritma. Dengan demikian. Desain parametrik pada umumnya mengacu pada parameter otomatis elemen arsitektur. Fokusnya adalah untuk membangun satu set hubungan sehingga memungkinkan update yang mudah dari geometri secara keseluruhan sebagai parameter yang bervariasi selama proses eksplorasi desain kreatif. Perubahan parameter input memicu perubahan simultan dalam bentuk. Gambar 2. February 2012 Gambar 2.21 British Petrol Headquarters in Sunbury by Adams kara Taylor Sumber : Adams kara Taylor. personal communication. memfasilitasi memperbesar area pencarian untuk eksplorasi desain dengan membiarkan perubahan otomatis dari solusi alternatif desain. dan masalah yang kompleks dapat ditemukan beberapa solusi yang terbaik. Selain itu pemodelan parametrik dapat memfasilitasi perbesaran area Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 28 . menghasilkan variasi pada bentuk tetapi tetap menjaga koherensi yang mendasari skema.

Proses ini bersifat literative dan tidak linier.10. pencarian untuk eksplorasi desain dengan perubahan otomatis dari beberapa solusi alternatif desain. serta pencitraan yang abstrak dapat dihasilkan melalui berbagai proses pabrikasi digital. atau sifat unik dan khas material tersebut. 2. Metode-metode dalam digital fabrication 2. material apa yang paling tepat. Perkembangan teknologi sangat berpengaruh pada perkembangan desain parametrik dimana pada era digitalisasi perkembangan teknologi membantu arsitek dalam mengoptimalkan proses dari desain parametrik baik dalam tahap proses desain maupun konstruksi. Pola yang kompleks. Penggunaan CAD/CAM proses dalam mengembangkan dan menguji konstruktabilitas bangunan dimulai oleh arsitek Frank Gehry pada pembangunan Disney‟s Concert Hall tahun 1989. Metode ini kemudian membuktikan bahwa tingkat kompleksitas dan keunikan bentuk tidak mempengaruhi biaya pembangunan secara signifikan. Digital fabrication bergantung pada mesin-mesin yang dikontrol menggunakan computer (CAD/CAM) untuk membangun serta memotong bagian-bagian bangunan yang akan dibangun (Iwamoto. Gehry mengadaptasi software dari industri kedirgantaraan. arsitek seolah-olah belajar bahasa baru yakni bagaimana mengoptimalkan kemampuan mesin untuk menghasilkan bentuk. 2. Dalam digital fabrication arsitek berkutat dengan sifat tektonik susunan material. Pasca digitalisasi. permainan material dan cahaya. Digital Fabrication Desain parametrik sangat erat kaitannya dengan digital fabrication dimana digital fabrication merupakan bagian dari proses arsitektural dimana data digital digunakan untuk mengatur proses pabrikasi. CATIA. Sang arsitek harus memahami bagaimana berbagai alat ini bekerja. dan metode apa saja yang memungkinan untuk mencapai suatu maksud dan tujuan. arsitek harus membuat keputusan untuk menggabungkan metode dan alat demi mencapai maksud perancangan. Dengan terbukanya berbagai peluang desain dari meluasnya kemampuan mesin-mesin pendukung. 2009). efek dari kombinasi material.9.1 Sectioning Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 29 . untuk membuat model eksterior bangunan tersebut.10.

dapat diperoleh hasil akhir berupa permukaan dan struktur pembentuk permukaan tersebut. Contohnya pada digital weave karya Lisa Iwamoto. Pasca digitalisasi. Architectural And Material Techniques. melainkan menyusun permukaan itu dari serial potongan profil horizontal dan vertical dengan interval tertentu. Misalnya pada kostruksi atap chapel di Roncham yang dirancang oleh Le Corbusier. metode ini semakin berkembang. Melalui teknik sectioning. Lisa Iwamoto Dengan perangkat pendukung digital berupa software yang terkoneksi dengan laser cutter ataupun CNC router. penggunaan metode sectioning menjadi memungkinkan. serta Art of This Century Gallery tahun 1942. design Endless House oleh Frederick Kiesler. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 30 . Contoh proyek yang menggunakan metode sectioning sudah ada sejak masa pra-digital. Playa Urbana oleh William Massie. Metode ini sangat berhubungan dengan instruksi “loft” pada software 3D parametrik seperti Rhino. Contohnya Artist Space Installation oleh Greg Lynn. Teknologi ini menghasilkan presisi yang memungkinkan potongan untuk saling mengikat satu sama lain dengan lancar tanpa pengencang mekanik. Proses sectioning intinya bukanlah membentuk permukaan. Dunescape Installation oleh SHoP Architects.22 Digital Weave Sumber : Digital Fabrications. dan Digital Weave di University of California karya Lisa Iwamoto pada tahun 2004. semua potongan dibuat secara digital dengan laser cutter yang dikendalikan oleh komputer. Gambar 2.

Lisa Iwamoto 2. ataupun screen wall pada arsitektur Islam. Dan untuk membangunnya kedua software ini disinergikan dengan printer robotic seperti CNC router.23 Digital Weave section metode Sumber : Digital Fabrications. Gambar 2. Architectural And Material Techniques. dengan meshes poligonal. Istilah tessellation atau tiling dalam perancangan digital mengacu pada pembentukan suatu permukaan (yang sering kali berupa bidang lengkung). Contoh software untuk menghasilkan pola poligonal ini misalnya Generative Components dan CATIA. pola lantai. Tessellation diadaptasi dari metode mosaic di masa Byzantium. Potongan-potongan penyusun sangat mungkin memiliki variasi ukuran yang mengurut algoritma tertentu. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 31 . Intinya adalah menggabungkan potongan-potongan untuk menghasilkan suatu permukaan. kaca patri pada arsitektur gothic. Digitalisasi menghidupkan kembali metode ini dengan mengakomodasi variasi modul yang tidak seragam. atau langit-langit).2 Tessellation Tessellation hampir sama dengan tiling (contohnya potongan puzzle.10.

panel yang berbentuk diamond saling menguatkan dan membuat struktur. The Programmed Wall oleh Gramazio and Kohler. Architectural And Material Techniques. Gambar 2. karena panel tersebut hanya dipasang bersamaan tan[a pengikat mekanik. BMW Welt oleh Coop Himmelblau.24 Le Corbusier Puppet Theater Sumber : Digital Fabrications. Lisa Iwamoto Proyek-proyek yang menggunakan metode tessellating adalah.25 Le Corbusier Puppet Theater model Sumber : Digital Fabrications. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 32 . Lisa Iwamoto Pada Le Corbusier pupet theater bentuk organik teater dibangun dengan lima ratus panel polikarbonat putih yang unik. 290 Mulbery Street oleh SHoP Architecs. Gambar 2. West Coast Pavilion oleh Atelier Manferdini dan Le Corbusier Puppet Theater oleh MOS pada tahun 2004. dan dengan mudah dirakit dan dibongkar. Architectural And Material Techniques.

Pasca perkembangan digital.3 Folding Metode folding sebagaimana terjemahannya yang berarti „melipat‟. mengubah suatu permukaan yang tadinya hanya memiliki dua dimensi menjadi tiga dimensi. Architectural And Material Techniques. Lisa Iwamoto 2. Gambar 2. metode folding semakin bervariasi dan inovatif.10. Gambar 2.27 C_Wall by Matsys Sumber: Digital Fabrications. Lisa Iwamoto Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 33 .26 Le Corbusier Puppet Theater Tesselation Detail Sumber : Digital Fabrications. Architectural And Material Techniques. Contoh proyek dengan pendekatan folding adalah C_Wall karya Andrew Kudless/ Matsys.

Oleh karena itu metode ini lebih tepat digunakan untuk mengolah material yang biasa menjadi luar biasa. atau SURFCAM. Contoh proyek dengan metode ini adalah Prettygoodlife. RhinoCAM. yang dapat dilipat. ridged (metore terasering). serta kedalaman pahatan. Kekurangan dari metode ini adalah banyaknya material yang terbuang.28 Metode folding pada C_Wall Sumber: Digital Fabrications. Gambar 2. Pahatan yang dihasilkan bisa parallel. spiral. yang terhubung dengan software Mastercam. Architectural And Material Techniques. dan disusun kembali. ataupun material lain yang kompatibel dengan alat yang digunakan. 2. dinding menghasilkan pola yang menarik yakni cahaya dan bayangan yang didasarkan pada pola yang dibedakan dari ukuran sel. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 34 . poin diubah menjadi sel volumetrik. ataupun sloped (terdiri dari berbagai bidang miring). Variasi pahatan ini dihasilkan dari kode digital bernama G-code yang juga mengatur kecepatan pahatan.10. kayu. Lisa Iwamoto Proyek ini menggunakan algoritma Voronoi. melengkung halus. struktur menunjukkan rasio kekuatan terhadap berat yang sangat tinggi. dan dipotong menggunakan CNC router. Dibuat dengan kertas tipis dan ringan. posisi dan sudut pahatan.4 Contouring Metode contouring ini artinya memahat suatu material untuk membentuk suatu permukaan. formula juga digunakan dalam berbagai simulasi dan data berbasis titik lainnya.com Showroom oleh Greg Lynn dan Bone Wall oleh Erwin Hauer. Melalui operasi ini. Selain itu. Mesin pemahat yng biasa digunakan adalah CNC routers and mills. Dapat menggunakan material batu .

Sebanyak tujuh puluh dua sel-atau 2. menunjukkan kedua nonlinier dan hubungan timbal balik antara software dan desainer yang intrinsik untuk parametrik. Lisa Iwamoto Desain Bone wall dimulai dengan pemodelan parametrik dari basis sel.29 Bone Wall sumber : http://nadrasnote.592 titik kontrol. semua dikaitkan dan bergabung untuk membentuk sel-sel wall.30 Bone wall Module For CNC Router Sumber: Digital Fabrications. Sel dasar memiliki total delapan belas sudut. atau berbasis parameter.blogspot. atau lebih tepatnya setengah sel. yang kemudian terbalik dan diputar untuk digabungkan ke dalam sebuah unit seluler lengkap. model parametrik. Architectural And Material Techniques. atau delapan belas titik kontrol.com/ Gambar 2. Gambar 2. Setiap perubahan yang dibuat ke geometri dari splines melahirkan bentuk setiap sel. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 35 .

31 Alice. Gambar 2. Contoh proyek dengan metode ini adalah Alice. LAXART Gallery Sumber: Digital Fabrications Lisa Iwamoto Gambar 2. Inti dari metode ini adalah menggunakan media digital dan CNC router untuk menghasilkan cetakan dari bentuk akhir yang diinginkan. Material yang digunakan sebagai bahan cetak pun adalah material yang dapat dicairkan dan mengeras. misalnya akrilik. Metode cetak ini dapat menjadi alternatif untuk mengurangi bahan sisa yang terbuang dari metode contouring.32 Metode Forming LAXART Gallery Sumber : Digital Fabrications Lisa Iwamoto Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 36 .2. di LAXART Gallery oleh Florencia Pita.5 Forming Forming adalah metode cetak.10.

Kekurangan dari metode ini adalah banyaknya material yang terbuang. Metode folding adalah metode yang menggunakan teknik melipat. Potongan-potongan penyusun sangat mungkin memiliki variasi ukuran yang mengurut algoritma tertentu. atau dapat diartikan mengubah suatu permukaan yang tadinya hanya memiliki dua dimensi menjadi tiga dimensi. dapat diperoleh hasil akhir berupa permukaan dan struktur pembentuk permukaan tersebut. countouring.33 Diagram perakitan modul bunga pad LAXART Gallery Sumber : Digital Fabrications Lisa Iwamoto 2. tesselation. Metode sectioning yakni penyusunan permukaan dari bagian-bagian potongan profil horizontal dan vertical dengan interval tertentu. dan forming. kayu. sehingga metode ini lebih tepat digunakan untuk mengubah material yang biasa menjadi luar biasa.6 Kesimpulan Dalam digital fabrication terdapat lima metode pengolahan bentuk yakni sectioning. Metode tesselation adalah metode yang menggabungkan potongan-potongan untuk menghasilkan suatu permukaan. Metode countouring adalah metode yang menggunakan teknik memahat suatu material untuk membentuk suatu permukaan. Tesselation dalam perancangan digital mengacu pada pembentukan suatu permukaan (sering kali berupa bidang lengkung).10. aaupun material lain yang kompatibel dengan alat yang digunakan. Melalui teknik sectioning. dengan meshes poligonal. folding. Material yang dapat digunakan yakni batu. Gambar 2. Metode forming adalah metode yang menggunakan teknik cetak metode ini menggunakan media CNC router untuk menghasilkan cetakan dari bentuk akhir yang Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 37 .

contemporist.contemporist.7 Penggabungan Metode Digital Fabrication Digital fabrications memiliki lima metode yang masing-masing memiliki sistem yang berbeda-beda. diinginkan.10. Sementara metode folding digunakan dalam proses pembentukan dimensi paviliun.com/ Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 38 . Dimana permukaan awal yang dihasilkan dari proses sectioning dilipat ke beberapa arah dengan satu titik pusat sebagai orientasinya.com/ Metode sectioning digunakan pada saat pembentukan pola awal paviliun yang dibuat dari gabungan potongan-potongan segitiga yang dibentuk mejadi permukaan dan struktur pembentuknya. Gambar 2. 2. Gambar 2. Hal ini dapat dilihat dari beberapa contoh karya yang telah dibuat seperti Shellstar Pavilion Hongkong karya MATSYS. Material yang digunakan sebagai bahan cetak pun adalah material yang dapat dicairkan dan mengeras misalnya akrilik.34 Shellstar Pavilion Hongkong Sumber : http://www. tetapi tetap memungkinkan untuk melakukan penggabungan metode-metode tersebut. Penggabungan metode digital fabrications yang digunakan adalah metode sectioning dan metode folding.35 Shellstar Pavilion Sectioning metode Sumber : http://www.

Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 39 .36 Shellstar Pavilion Folding metode Sumber : http://www. Gambar 2. hal ini disebabkan penggunaan beberapa metode desain parametrik secara bersamaan akan mengalami proses konstruksi yang lebih rumit dari penggunaan satu metode.contemporist. Gambar 2.com/ Hasil penggabungan dari dua metode tersebut menghasilkan bentuk paviliun yang terdiri dari potongan-potongan pembentuk permukaan dan strukturnya yang membentuk ruang tiga dimensi.contemporist.com/ Namun perkembangan desain parametrik pada saat ini lebih cenderung menggunakan salah satu metode.37 Shellstar Pavilion 3D Model Sumber : http://www.

Masalah utama dengan bangunan pencakar langit ini adalah bahwa arus udara menyapu sekitar mereka membuat hembusan angin kencang di sekitar bangunan. Gedung 30 ST MARY AXE 3.1 30 ST Mary Axe Sumber:Wikipedia. Gambar 3. Model ini menunjukkan bahwa bentuk silinder merespon lebih baik untuk arus udara dari satu titik awal dan mengurangi kecepatan angin. juga membantu untuk meminimalkan angin pada dasarnya dengan lebih ramping.1.1.. adalah pencakar langit di distrik keuangan utama London. Untuk mengatasi masalah ini.1 Analisis Penerapan Desain Parametrik Pada 30 ST Mary Axe 30 St Mary Axe. SMG (Specialis Modeling Group) menyarankan arsitek untuk menggunakan model komputer yang berdasarkan matematika turbulensi. (oleh Foster and Partners). 30 ST Mary Axe memiliki beberapa masalah. BAB III ANALISIS 3. untuk mensimulasikan bangunan dengan sifat aerodinamis .com Sebagai salah satu gedung pencakar langit. atau bangunan ketimun dan Swiss Re Building. Fakta bahwa tonjolan menara di tengah . mencapai diameter maksimal yang berada di lantai 16 . atau City of London. juga dikenal sebagai Gherkin. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 40 .

atau bola.2 30 ST Mary Axe modul Sumber : Olahan Pribadi Dalam kasus 30 ST Mary Axe bentuk yang digunakan adalah kerucut. seperti permukaan matematis dapat dilakukan dengan mudah menggunakan software komputer. Bentuk yang tepat dari permukaan dapat dikontrol dengan memvariasikan parameter dalam persamaan (lihat gambar 3.org Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 41 . Gambar 3.3). seperti irisan kerucut.3 30 ST Mary Axe modul Sumber : http://plus. Hal ini menguntungkan karena untuk menciptakan model virtual. kita hanya perlu untuk menyimpan sebuah persamaan. prisma.maths. Gambar 3. sering digunakan sebagai dasar dari desain SMG . Daripada menggambarkan struktur dengan jumlah besar dan disimpan secara merinci sesuai koordinat. Permukaan yang dapat dijelaskan oleh persamaan matematika.

Bentuk aerodinamis menara mendorong angin mengalir di sekitar selubung bangunan. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 42 . sehingga memungkinkan penggunaan struktur yang lebih efisien. Eyal Nir) 3. y dan sumbu z . Sistem ini menanggapi tuntutan yang lebih spesifik disebabkan oleh ukuran tapak yang kecil. Berikut 3 dimensi sistem koordinat dibentuk oleh x . atau dengan kata lain bentuk bangunan dapat dikembangkan dengan merubah kordinat baik sumbu x. Permukaan pertama memiliki a= 1. dengan z menjadi sumbu vertikal .1.4 Pengembangan Bentuk 30 ST MARY AXE Sumber : From No-Dimensions to N-Dimensions with Parametric Point-Cloud (Dr. Dapat dilihat pada gambar 3.2 Sistem Aerodinamika 30 ST Mary Axe memiliki rencana melingkar yang melebar seperti naik dari tanah dan kemudian mengecil menuju puncaknya. Panel datar kemudian juga dapat dimodelkan dengan relatif mudah. y. Gambar 3. meminimalkan beban angin pada struktur dan cladding. Permukaan ini adalah grafik dari fungsi z = e-a ( x2 + y2 ) . kedua a= 5 dan yang ketiga memiliki a= 7. Dengan bentuk yang dinamis angin menjadi mengalir melewati atau mengitari bangunan dibandingkan dengan bentukan yang kaku akan mengakibatkan angin tidak mengalir melainkan memberikan tekanan pada bangunan. Jumlah nomor menentukan bentuk permukaan. maupun z. kita hanya harus menarik segmen garis lurus antara gabungan titik simpul pada permukaan aslinya. bentuk yang kaku cenderung tidak dapat memecahkan arah angin sehingga akan menjadi masalah bagi sebuah bangunan tinggi. Dengan bentuk yang lebih dinamis yang diperoleh dari konsep bagaimana memecahkan angin sehingga menjadi solusi dari permasalahan desain bangunan 30 ST Mary Axe. Bahkan bentuk massa bangunan dapat dikembangkan dengan memasukkan parameter tertentu.5.

5 Ilustrasi system aerodinamika Sumber : KAVI SUMI .1. Salah satu fungsi bidang datar adalah sebagai pembatas sebuah volume maka pada bangunan 30 ST Mary Axe penggabungan antara garis dan bidang persegi enam menghasilkan bidang datar segitiga yang menjadi pembatas dari volume atau massa bangunan. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 43 . Penerapan unsur dasar dalam arsitektur pada bangunan dapat dilihat pada bagaimana form massa bangunan yang dibuat berdasarkan penggabungan dari beberapa bidang dasar yakni persegi enam yang mengalami split sehingga hampir membentuk sebuah lingkaran serta dipadukan dengan garis-garis lengkung sehingga membentuk sebuah volume yang menyerupai bentuk sebuah ketimun. Gambar 3.3 Konsep Bentuk Berdasarkan Unsur Dan Komposisi Selain konsep bagaimana mengatasi permasalahan angin pada bangunan tinggi. gedung 30 ST Mary Axe juga menggunakan penerapan unsur dasar dan komposisi dalam arsitektur. Parametric Design Bahkan bangunan juga dibuat memungkinkan angin dari luar untuk menjadi sumber penghawaan bagi bangunan dengan membuat lubang-lubang dengan perhitungan tertentu sehingga angin dapat bergerak dari bawah keatas. 3.

penekanan.com Gambar 3. Bidang datar segitiga juga difungsikan sebagai pola dari curtain wall yang menjadi selubung bangunan. keseimbangan dan juga kesatuan. Kemudian bidang-bidang segitiga yang disusun berdasarkan irama dan proporsi dari ukuran yang terbesar pada dasar bangunan sampai ukuran terkecil pada bagian teratas tersebut menghasilkan sebuah unity/kesatuan.blogspot.com/ Sementara dari segi komposisi desain pada bangunan terdapat irama. disusun dari dasar sampai dengan bagian teratas bangunan.6 Pembentukan Massa Dari Denah Yang Mengalami Split sumber : Grevity.wolfram.7 Pembentukan Massa Berdasarkan Bidang Dan Garis sumber : http://blog. proporsi. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 44 . Irama terlihat pada pengolahan selubung bangunan yang terdiri dari bidang-bidang segitiga yang disusun berdasarkan garis lengkung utama. Gambar 3.

9 Keseimbangan dan penekanan pada bangunan sumber : Olahan Pribadi Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 45 . Gambar 3. Gambar 3. Sementara komposisi keseimbangan pada bangunan adalah keseimbangan simetri. itu dapat terlihat bagaimana bangunan jika dilihat dari sisi manapun akan terlihat sama.8 Irama Dan Unity Pada Bangunan sumber : Olahan Pribadi . Dan keseimbangan simetri itu dipadukan dengan penekanan yang menggunakan unsur warna pada selubung bangunan.

Bidang-bidang segitiga disusun dari bidang segitiga yang terbesar pada dasar bangunan menuju ke bidang segitiga yang terkecil pada bagian teratas bangunan dengan perubahan ukuran pada setiap segmennya. metode ini dapat digunakan terutama pada bidang permukaan yang berbentuk lengkung. 3.10) yang kemudian dikombinasikan dengan modul-modul segitiga agar dapat menghasilkan panel datar sehingga memudahkan proses konstruksi. dan kesatuan.1. Parametric Design Pengaturan bidang-bidang segitiga dalam metode tesselating juga menggunakan komposisi dalam desain yaitu irama dan proporsi. Bidang segitiga digunakan sebagai modul dasar dalam metode parametrik dan juga disusun berdasarkan irama. Gambar 3. Komposisi maupun unsur dasar arsitektur pada bangunan juga berfungsi dalam metode desain parametrik bangunan. metode yang digunakan adalah metode tessellating.10 Penghubungan nodes yang membentuk pola sumber : KAVI SUMI . keseimbangan. Pada bangunan 30 ST Mary Axe bangunan dibuat berdasarkan beberapa bidang lengkung yang bersumbu pada satu titik (lihat gambar 3. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 46 .4 Metode Digital Fabrication Selain dua sistem diatas penulis juga menemukan bahwa 30 ST Mary Axe dapat dibangun dengan menggunakan sistem digital fabrication.

11 bahwa komponen pembentuk yang digunakan pada bangunan adalah titik-titik/nodes yang dibentuk mengikuti pola putaran garis merah. selain itu potongan potongan segitiga tersebut dijadikan pola curtain wall seperti yang diterapkan pada bangunan aslinya. Intinya adalah menggabungkan potongan-potongan segitiga menjadi satu bidang permukaan.11 yang juga disusun berdasarkan potongan potongan segitiga. Titik-titik nodes yang disusun berdasarkan garis merah pada gambar 3.11 Ilustrasi system tesselating sumber : Olahan Pribadi Dapat dilihat juga pada gambar 3. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 47 . Potongan- potongan segitiga tersebut disusun dari bagian yang terbesar pada dasar bangunan hingga yang terkecil pada bagian teratas bangunan.10 juga menghasilkan komposisi yang seimbang pada bangunan yang juga akan digunakan dalam metode tesselating dalam desain parametrik. Potongan segitiga juga mengikuti pola yang ditandai dengan garis warna merah pada gambar 3. Gambar 3.

3. yang pertama adalah massa lantai bangunan. Ini adalah bangunan tertinggi perumahan di Swedia dan kedua di Eropa (pada tanggal peresmian). . Kemudian dilakukan split terbuka di sumbu X dan Y yang diulang sepanjang sumbu Z. Kesembilan kubus disusun ke arah sumbu y yang berfungsi sebagai sumbu vertikal. Transformasi diterapkan pada bentuk awal yang ada sepanjang sumbu Z.2 . Turning Torso 3.2. rotasi sekitar sumbu Y. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 48 . Gambar 3.1 Penerapan Desain Parametrik Pada Turning Torso Turning Torso merupakan sebuah menara pencakar langit yang terletak di kota Swedia Malmo. Konsep utama bangunan yang telah dikemukakan oleh Calatrava sendiri adalah dari sebuah sculpture bentuk tubuh manusia. core yang digunakan sebagi lift dan tulangan baja struktur bangunan. karya arsitek Spanyol Santiago Calatrava.12 Turning Torso Sumber : TURNING TORSO ARCH631 Structural Case Study Untuk pembentukan desain parametrik pada turning torso ada tiga elemen yang perlu dimodelkan sebagai massa bangunan. Sebagai bentuk awal dan dilakukan pengulangan garis yang diikuti. Untuk lantai bangunan dimulai dari pembuatan sembilan buah kubus yang diasumsikan sebagai lantai bangunan dengan dimensi yang sama pada setiap kubusnya. di sekitar sumbu Y dan skala sepanjang X dan Y dan sumbu Z.

Sembilan kubus tersebut juga mengalami rotasi sama seperti pada pembentukan lantai massa bangunan tetapi dengan salah satu sisi berpatokan pada silinder yang menjadi core bangunan.14 Ilustrasi Pembentukan Core Turning Torso Sumber : Olahan Pribadi Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 49 .13 Ilustrasi Pembentukan Geometry Turning Torso Sumber : Olahan Pribadi Kemudian untuk bagian core bangunan digunakan cara yang sama. bagian tersebut terdiri dari sebuah silinder yang menjadi core bangunan dan sembilan kubus yang menjadi selubungnya. Gambar 3. Gambar 3.

blogspot. Penerapan unsur dasar dalam arsitektur pada bangunan dapat dilihat pada bagaimana form massa bangunan yang dibuat berdasarkan penggabungan dari bidang- bidang segitiga yang disusun menjadi sebuah volume kubus yang akan menjadi massa lantai bangunan.com/ 3. gedung Turning Torso juga menggunakan penerapan unsur dasar dan komposisi dalam arsitektur.2 Konsep Bentuk Berdasarkan Unsur Dan Komposisi Selain konsep bentukan tubuh manusia sebagai bentukan massa bangunan. Gambar 3.15 Ilustrasi Pembentukan Struktur Turning Torso Sumber : http://arcabhijeet. Gambar 3. Kemudian volume kubus tersebut disusun satu persatu menjadi massa lantai bangunan dan dikombinasikan dengan volume silinder sebagai core bangunan.2.16 Ilustrasi Pembentukan Struktur Turning Torso Sumber : Olahan Pribadi Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 50 . Sementara untuk bagian struktur yang diperumpamakan sebagai tulang rusuk manusia pembentukannya didasarkan pada bidang segitiga yang akan disusun mengikuti sembilan kubus yang menjadi massa bangunan baik secara vertikal maupun diagonal dan tidak mengalami split sama sekali.

tetapi kemudian menjadi sebuah komposisi kesatuan dengan penambahan elemen volume silinder yang berfungsi sebagai core bangunan. Proporsi.18 Ilustrasi Keseimbangan Asimetryc Turning Torso Sumber : Olahan Pribadi Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 51 . Kemudian split yang mengikuti garis lengkung tersebut juga dibuat dengan urutan besaran split yang berbeda setiap tingkatannya. Gambar 3. keseimbangan dan juga kesatuan. Gambar 3. Dan Urutan Sumber : Olahan Pribadi Komposisi keseimbangan pada bangunan turning torso adalah keseimbangan asimetri yang dapat terlihat dari split yang berbeda dari 4 sisi bangunan. dan urutan dapat terlihat dari pembentukan massa bangunan yang berdasarkan kubus-kubus yang disusun mengikuti 4 garis lengkung yang bersumbu pada 4 titik. proporsi. proporsi. urutan. Irama.17 Ilustrasi Split Berdasarkan Irama. Sementara dari segi komposisi desain pada bangunan terdapat irama.

dan proporsi. proporsi. Bidang utama yang digunakan adalah bidang segitiga yang akan disusun dan dilipat searah dengan sumbu X.3 Hubungan Dengan Digital Fabrication Setelah melakukan analisis dengan menggunakan software sketchup ditemukan bahwa form dari turning torso juga dapat disusun dengan menggunakan digital fabrication dengan menggunakan teknik folding.2. 3. proses ini sendiri terlihat seperti komponen bentuk mengalami twist yang mengikuti irama dari empat garis lengkung yang bersumbu pada empat titik. Gambar 3. dan urutan. tetapi agar bidang lengkung terdiri dari panel datar maka digunakan teknik folding. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 52 . Pengaturan bidang dua dimensi yakni segitiga juga mengikuti komposisi dalam desain yakni dengan metode irama. Bidang segitiga digunakan sebagai modul dasar dalam metode parametrik dan juga disusun berdasarkan irama. urutan.19 Ilustrasi Kesatuan Pada Turning Torso Sumber : Olahan Pribadi Komposisi maupun unsur dasar arsitektur pada bangunan juga berfungsi dalam metode desain parametrik bangunan. folding sendiri berarti melakukan lipatan dari bidang dua dimensi menjadi tiga dimensi.

Lipatan dari bidang segitiga-segitiga tersebut yang akan menjadikan bidang datar seolah menjadi bidang lengkung sehingga mempermudah tahap konstruksi.20 Ilustrasi Proses Folding Pada Form Turning Torso Sumber : Olahan pribadi Bidang-bidang segitiga dilipat sesuai dengan garis lengkung yang bersumbu pada empat titik pada bagian teratas bangunan.21 Ilustrasi Proses Folding Pada Form Turning Torso Sumber : Olahan Pribadi Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 53 . Gambar 3. Gambar 3.

22 Ilustrasi Proses Folding Pada Form Turning Torso Sumber : Olahan Pribadi Gambar 3.23 ilustrasi pola segitiga yang dijadikan struktur Turning Torso Sumber : olahan pribadi Bidang segitiga yang dibentuk menjadi form utuh bangunan juga dapat dijadikan acuan struktur tambahan bagi bangunan seperti yang ada pada bangunan aslinya yang telah dikemukakan oleh Calatrava bahwa bentukan struktur diibaratkan sebagai tulang rusuk manusia. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 54 . Gambar 3.

Volume Volume menyerupai bentuk Volume Volume berupa kubus yang ketimun yang merupakan hasil menjadi massa per lantai dari penggabungan garis. dan lingkaran bentuk keseluruhan Sumber : Olahan Pribadi Sementara untuk komposisi desain pada kedua bangunan juga terdapat beberapa persamaan. Tabel 3. contohnya kedua bangunan menggunakan komposisi irama dalam pembentukannya. Perbedaan dan persamaan dari segi unsur dasar arsitektur dapat dilihat pada tabel berikut. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 55 .1 Persamaan dan perbedaan unsur dasar pada 30 ST Mary Axe dan Turning Torso 30 ST MARY AXE TURING TORSO UNSUR KETERANGAN UNSUR KETERANGAN DASAR DASAR Garis Garis digunakan sebagai penyatu Garis Garis digunakan sebagai dasar antara bidang lingkaran dan dari irama penyusunan volume bidang segitiga yang menjadi kubus.3. segitiga segitiga yang menjadi penyusun sebagai selubung bangunan dan dari volume kubus persegi enam sebagai lantai.2 Persamaan dan perbedaan komposisi desain pada 30 ST Mary Axe dan Turning Torso 30 ST MARY AXE TURING TORSO Komposisi Keterangan Komposisi Keterangan Irama Irama menjadi acuan Irama Irama menjadi acuan lipatan penyusunan bidang segitiga maupun split dalam metode dalam metode Tesselatung desain parametrik dan metode Folding. bangunan dan disusun menjadi segitiga.3 Kesimpulan Pada bangunan 30 ST MARY AXE maupun Turning Torso terdapat persamaan maupun perbedaan dari segi unsur dan komposisi dalam arsitektur. Untuk komposisi desain dari kedua bangunan dapat dilihat pada tabel berikut. selubung bangunan Bidang Bidang terdiri dari dari persegi Bidang Bidang terdiri dari bidang enam dan segitiga. Tabel 3.

Keseimbangan Keseimbangan pada bangunan Keseimbangan Keseimbangan pada bangunan adalah keseimbangan simetri adalah keseimbangan asimetri sehingga dilihat dari sisi sehingga bagian massa manapun bangunan terlihat bangunan dan bagian core sama sebenarnya sama tetapi mengalami split sehingga terlihat berbeda. Proporsi Proporsi digunakan dalam Proporsi Proporsi terlihat dari split penyusunan bidang segitiga yang dilakukan pada volume dari yang tebesar pada dasar kubus dimana setiap lantainya bangunan hingga yang terkecil memiliki proporsi derajat yang pada bagian teratas berbeda Penekanan Penekanan dilakukan dengan Urutan Urutan dilakukan pada menggunakan perubahan warna penyusunan kubus sebagai pada selubung bangunan massa bangunan yang digabungkan dengan kubus dan silinder pada core. membentuk kesatuan Sumber : Olahan Pribadi Selain dari segi unsur dasar dan komposisi dalam arsitektur metode desain parametrik pada bangunan 30 ST Mary Axe dan Turning Torso juga memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dalam proses perancangannya. Kesatuan Bidang-bidang segitiga disusun Kesatuan Penggabungan 2 massa yang dari dasar bangunan hingga ke dihasilkan dari penggabungan bagian teratas lalu digabungkan 9 kubus di keduanya distukan dengan bidang persegi enam dengan penambahan sebuah dengan menambahkan garis volume silinder yang garis lengkung sehingga berfungsi sebagai core. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 56 . Persamaan dalam metode desain parametrik pada kedua bangunan dapat dilihat pada tabel berikut. serta penggabungan dengan bidang segitiga sebagai struktur. Metode yang digunakan pada 30 ST Mary Axe adalah metode tesselation sedangkan pada Turning Torso menggunakan metode folding.

panel. Perbedaan dari kedua bangunan dapat dilihat pada tabel berikut.4 Perbedaan metode desain parametrik pada 30 ST Mary Axe dan Turning Torso 30 ST MARY AXE TURNING TORSO PERBEDAAN PERBEDAAN Konsep bentukan Konsep bentukan didapat dari respon didapat dari terhadap angin pada geometri tubuh bangunan tinggi manusia Metode yang Metode yang digunakan metode digunakan metode teeselation. folding. Tabel 3.3 Persamaan metode desain parametrik pada 30 ST Mary Axe dan Turning Torso 30 ST MARY AXE TURNING TORSO PERSAMAAN PERSAMAAN Menggunakan Menggunakan modul segitiga modul segitiga sebagai pembentuk sebagai pembentuk panel untuk panel untuk membentuk bidang membentuk bidang lengkung lengkung Form bangunan Form bangunan mengalami mengalami split/rotasi di split/rotasi di sekitar sumbu y sekitar sumbu y Sumber : Olahan Pribadi Perbedaan dari kedua bangunan terdapat pada metode desain parametriknya dan juga dari segi konsep bangunan serta proses rotasi pada kedua bangunan. melakukan panel datar lipatan dari bidang dirangkai menjadi dua dimensi menjadi bidang lengkung tiga dimensi Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 57 . Tabel 3.

pembentukan form bangunan dilakukan dengan teknik rotasi dengan penerapan metode tesselating dan metode folding. dan dibuat menjadi satu kesatuan. proporsi. Bidang lengkung Bidang lengkung bersumbu pada satu bersumbu pada titik empat titik Sumber : Olahan Pribadi Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bangunan 30 ST Mary Axe dan juga Turning Torso terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan. Selain itu kedua bangunan juga mengandung elemen-elemen dasar arsitektur dan juga komposisi arsitektur. Kedua bangunan menggunakan bidang dasar yakni segitiga sebagai modul dalam metode desain parametrik. urutan. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 58 . modul itu juga disusun berdasarkan irama.

Algoritma adalah prinsip yang menggaris bawahi model parametrik yang beroperasi dalam cara yang sangat pasti bahwa setiap langkah algoritma harus didefinisikan dengan tepat. Selain itu komposisi dalam desain juga merupakan salah satu elemen dalam desain parametrik. Istilah parametrik modeling lazim digunakan sejak era digital (komputer) mulai dikenalkan pada dunia desain (arsitektur). Desain parametrik akan sangat membantu arsitek untuk menemukan konsep konsep bentukan yang baru serta pemecahan masalah dalam proses desain. Sementara parametrik modeling adalah penggunaan parameter untuk menemukan suatu bentuk. komposisi desain seperti irama. Perkembangan desain parametrik tidak lepas dari perkembangan teknologi. yang terbukti sangat berguna selama eksplorasi desain dan membuatnya bahkan lebih berguna untuk memaksimalkan proses desain. Parametrik modeling menggunakan parameter-parameter yang merupakan unsur-unsur dari suatu variable desain untuk menentukan bentuk dan arah desain itu sendiri. unsur dasar seperti bidang dan volume merupakan elemen yang sering dieksplorasi dalam proses desain paramaetrik. Di dalam digital fabrication terdapat lima metode yang Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 59 . proporsi. Desain parametrik juga mengandung unsur-unsur dasar dalam arsitektur. maupun urutan sering kali digunakan sebagai pedoman dasar dalam eksplorasi desain parametrik. Eksplorasi dengan pemodelan parametrik membutuhkan representasi yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan. sistem ini memungkinkan kontrol bentuk yang tepat pada saat proses desain. BAB IV KESIMPULAN Sistem desain parametrik membedakan dirinya dari sistem generatif lainnya. Potensi desain parametrik belum dieksplorasi secara detail meskipun persyaratan teknologinya telah dipenuhi untuk kasus-kasus di bidang desain arsitektur. terikat oleh parameter awal dan perubahan dapat dilakukan hanya bila dalam kondisi masalah tertentu. unsur yang akan dijadikan dasar dari parameter yang akan digunakan tentunya harus dapat di matematiskan agar dapat digunakan selama proses desain. salah satu yang paling berkaitan adalah berkembangnya teknologi pabrifikasi yang mendorong terciptanya digital fabrication. Dalam parametrik modeling atau desain parametrik parameter-parameter yang digunakan bisa berasal dari unsur apapun. Model parametrik tidak jauh fleksibel.

Y. Dengan analisis penerapan desain parametrik pada bangunan dengan studi kasus gedung 30 ST Mary Axe dan Turning Torso maka diharapkan dapat menambah pemahaman bagaimana penerapan desain parametrik dapat diterapkan pada saat proses desain maupun untuk tahap konstruksi. Sementara untuk penyelesaian masalah pembangunannya dapat diselesaikan dengan digital fabrication menggunakan metode tesselating. juga merupakan metode dalam desain parametrik yakni. Pola tesselating bersumbu pada satu titik utama sehingga menghasilkan panel-panel datar yang membuat bangunan dapat dibangun dengan bentuk bangunan yang mengerucut pada satu titik atau dalam artian lain melengkung sehingga desain parametrik yang ditemukan dalam proses desain tetap dapat diterapkan. Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 60 . Berbeda halnya dalam kasus Turning Torso. dalam menyelesaikan permasalahan angin pada bangunan pencakar langit dapat diselesaikan dengan menggunakan metode desain parametrik. rotasi sekitar sumbu Y. dan forming. Sementara untuk penyelesain masalah pada tahap konstruksi dapat digunakan metode digital fabrication yakni dengan menggunakan teknik folding. Dimana split terbuka dilakukan pada sumbu XY yang diulang sepanjang sumbu Z. proses ini sendiri terlihat seperti komponen bentuk mengalami twist. Seperti pada studi kasus 30 ST Mary Axe. dan sumbu Z. di sekitar sumbu Y dan skala sepanjang XY dan sumbu Z. countouring. dengan melakukan lipatan dari bidang dua dimensi menjadi tiga dimensi. tesselating. folding. sectioning. Metode tersebut meliputi split pada sumbu-sumbu geometry yakni sumbu X. Transformasi diterapkan pada bentuk awal yang pergerakan sepanjang sumbu Z. Sebagai bentuk awal dan dilakukan pengulangan garis yang diikuti. konsep bentuk bangunan telah ada yakni bentukan tubuh manusia tetapi untuk penerapannya berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa konsep tersebut dapat diterapkan dengan metode desain parametrik dalam hal ini geometry. tetapi agar bidang lengkung terdiri dari panel datar maka digunakan teknik folding. Bidang utama yang digunakan adalah bidang segitiga yang akan disusun dan dilipat searah dengan sumbu X.

. Lye. Greg. AD (Architectural Design). November 2011 Lisa Iwamoto. Michael Kubo. Paterns Of Architecture. The Design Of Cities Krier. ES Russell. Automation in Construction.. Cameron Christian. D. Francis. (1999). (2005). Katie Bodolus. Parametric Modelling of Drinking Bottles. K. Komposisi Arsitektur.. R.. The Metamorphosis of Plants. Rob. Animate form. Architectural And Material Techniques. Stefanus Ongkodjojo. Princeton Architectural Press. Chua. Bentuk. & Tatanan. A New Paradigm In Architecture.. S. (2011). (2000).L. Multi-level interaction in parametric design. Turning Torso ARCH631. Edmund. Lauren Sobecki. (1990). Yoppy Soleman.H. R. J.K. (1982). Farshid Moussavi. Fractal Geometry : Mathematical Foundations And Applications. Terjemahan oleh penerbit Erlangga (2008). Paul Klee. June 2007. New York. Fokus : Introduction essay.. Structural Case Study. Ching. KAVI SUMI. The Thingking Eye: The Notebooks Of Paul Klee. AISH. K.. (2007). C. Digital Fabrications. France. J. (1916). Jakarta : Erlangga Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 61 . Goethe. Cameron Burke. (1920). WOODBURY. Parametric Design.. (1961). Bacon.. (1998). The Fractal Geometry Of Nature. Parametric design: a review and some experiences. Daftar Pustaka Willyanto Anggono.Vienna. Suistanable Product Development Pagar Lipat Dengan Menggunakan 3D Parametrik Modularity Design Dan Virtual Reality. N.. July-August 2011 AD (Architectural Design). Parametrik Form Finding in Contemporary Architecture . Lance Kubiak. Monedero. Benoit Mandelbort. J. Integrated Manufacturing System.V. Plants as Inventors Falconer. Lynn.W. Ruang. (2001). Form And Function: A Contribution To The History Of Animal Morphology. Parametric Study on Displacement-Based Design Method Procedures for Reinforced Concrete Structures. Mathematic Of Space. The Function Of Ornament. (1790). Arsitektur. Vassileios Kourkoutas (2007). (1974). Product Innovation and Development Centre Petra Christian University. R. (2006)..

Diakses Pada Tanggal 2015/02/10 Analisis Desain Parametrik Pada Bangunan Page 62 . Perfect Buildings: The maths of modern architecture.maths.org. Diakses Pada Tanggal 2015/02/10 http://blog. Diakses Pada Tanggal 2014/12/21 http://anneromme.com/. Diakses pada Tanggal 2015/02/2 http:// gatotaryodesign.wordpress.com/. Diakses Pada Tanggal 2014/06/5 http://4linkedarchitect. Komposisi Desain.contemporist. Teknik Desain Parametrik Dan Fabrikasi Dalam Arsitektur. Diakses Pada Tanggal 2014/09/21 http://galaxign.com. Shellstar Pavilion.com. 290 Mulbery Street. Diakses Pada Tanggal 2015/02/10 Grevity. Twisted Architecture.com/.weebly. Turning Torso Parametric Design.com.files.blogspot. Konsep Nirmana Dalam Desain. Sedikit Tentang Arsitektur Parametrik.com/.Diakses pada tanggal 2014/10/16 http://arcabhijeet. http://www. Diakses Pada Tanggal 2014/12/21 http://plus. Diakses Pada Tanggal 2015/02/2 http://www.wordpress. Parametrik Modeling Dalam Arsitektur.com/.blogspot. Diakses pada Tanggal 2014/06/16 http://real-rich. Prima Surya Abdullah.org. Turning Torso Parametric Methods.com.satulingkar.wolfram.