BAB V

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

5.1. Konsep Makro
Secara makro, konsep perencanaan dan perancangan Gentleman Community
Retail Shopping Centre ini merupakan sebuah alat untuk mewadahi masyarakat
Yogyakarta agar memiliki tempat untuk menyalurkan hobi secara positif bahkan bisa
di jadikan sebagai lifestyle. Selain itu, dengan adanya Gentleman Community Retail
Shopping Centre, diharapkan mampu mewadahi para pelaku industri kreatif di
Yogyakarta untuk bisa di kenal bahkan dapat di hargai lebih luas lagi dan juga dapat
menarik wisatawan asing untuk berkunjung serta mengenalkan industri kreatif di
Yogyakarta yang memiliki kualitas dan kuantitas yang mampu bersaing di dunia luar.

5.2. Konsep Meso
Perencanaan dan perancangan bangunan Gentleman Community Retail
Shopping Centre mengambil sebuah tapak yang strategis dan ramai dikunjungi oleh
para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Tapak berada di pusat
kota Yogyakarta berdekatan dengan Tugu Yogyakarta yang menjadi magnet tujuan
wisata di Yogyakarta. Oleh karena itu, fungsi bangunan sebagai “one stop solution”
tempat berbelanja, memanjakan diri dan beristirahat sejenak dengan nuansa arsitektur
yang berkarakter maskul in bisa di dapatkan di bangunan ini.

5.3. Konsep Mikro
Konsep mikro perencanaan dan perancangan bangunan ini merupakan
terjemahan dari konsep karakter maskulin dalam arsitektur ke dalam aspek
arsitektural yang dikhususkan pada bentukan massa, sistem struktur, fasad bangunan
serta zonasi dan sirkulasi. Tidak menutup kemungkinan, konsep ini juga akan dipakai

73

pada konsep formal lainnya. Bentukan massa, sistem struktur, fasad bangunan serta
zonasi dan sirkulasi menjadi fokus utama dalam desain yang merupakan sebuah olah
desain material yang memberikan ciri khas maskulin dan arsitektural yang dapat
memberikan efek visual Gentleman pada sebuah bangunan.

5.4. Program Ruang
Dengan pertimbangan pola aktifitas, program ruang yang dapat di susun dari
memaparkan pembagian prosentase zonasi, baik dari data koefesien dasar bangunan
dan juga dengan menimbang kebutuhan luasan untuk ruang-ruang yang dibutuhkan,
termasuk pertimbangan bahwa KLB harus lebih besar dari KDB. Hal tersebut dapat
menggambarkan kebutuhan ruang dan zonasi yang diharapkan.

Tabel 5.1 Program Kebutuhan Ruang

Nama Ruang Kapasitas Standar Sirkulasi Besaran

ZONA PUBLIK

Retail Shop

Men’s Wear 1 unit 46 m2 / unit 30% 46 m2

Barbershop 1 unit 42 m2 / unit 30% 42 m2

Tailor and
1 unit 100 m2 /unit 30% 100m2
Cleaner

Shoe Repair 1 unit 100 m2 / unit 30% 100m2

shoe 1 unit 150 m2 / unit 30% 150m2

Liquor Store 1 unit 200 m2 / unit 30% 200m2

Restaurant 1 unit 250 m2 / unit 30% 250m2

Workshop & 1 unit 100 m2 / unit 30% 100m2

74

3 m2 / unit 30% 133 m2 Parkir Motor 50 unit 1. 2015 75 . Bike shop ZONA PRIVAT Kantor 8 orang 4 m2 / unit 30% 41.0 ) 21.6 m2 / unit 20% 80 m2 Parker Sepeda 25 unit 1.6 m2 Ruang 1 unit 180 m2 / unit 20% 216 m2 pengolahan air ZONA PENUNJANG Ruang operasional Parkir Mobil 10 unit 13.991 m2 TOTAL LAHAN 7.2 m2 / unit 20% 30 m2 Loading dock 2 unit 15 m2 / unit 30% 30 m2 Pos Security 1 unit 16 m2 /unit 20% Bank/ATM 1 unit 150 m2 / unit 20% 150 m2 Center Lavatory 15 orang 8 m2 / unit 20% 120 m2 Musholla 1 unit 30 m2 / unit 20% 30 m2 TOTAL AREA 1.021 M2 KLB ( 3.063 M2 KDB ( 70% ) 4.6 m2 Pengelola Ruang utilitas : Ruang ME 6 orang 28 m2 / unit 20% 201.9147 M2 Sumber : Analisis Penulis.

Pengunjung Pengunjung merupakan para wisatawan dan para masyarakat jogja yang berkunjung ke Gentleman Center ini.1. 2015 2.4. memanjakan diri. berbelanja. bercengkrama. operator. Tujuan dari masing – masing pengunjung pun berbeda – beda. Pengunjung terdiri dari berbagai macam latar belakang. staff maintenance. dan membuat acara untuk komunitas.5. Musem Gentleman Center ini memberikan fasilitas tempat berkumpul.1 Diagram Aktivitas Pengelola Sumber : Analisis Penulis. karyawan. memenuhi kebutuhan sekunder. Pola Kegiatan Pemakai 1. 76 . Pengelola Pengelola yang dimaksud di sini adalah orang – orang yang bekerja di Gentleman Community Retail Shopping Centre in sebagai staff administrasi. penjaga toko dan penjaga kafe. staff keamanan dan kebersihan. Gambar 5.

3. Berikut beberapa kemungkinan dan analisis organisasi ruang yang ada. JENIS DESKRIPSI ANALISIS SKOR 1.2 Alternatif Organisasi Ruang NO. dan linier. Table 5. Gambar 5. Terdpat pusat yang dapat 77 . Linier Merupakan serangkaian Organisasi ruang ini cocok 9 ruang – ruang yang dapat untuk dijadikan sebagai saling terkait satu dengan organisasi retail. yang lainnya.5. dikelompokkan. 2. Organisasi Ruang Organisasi ruang adalah bagaimana cara ruang – ruang dalam sebuah bangunan disusun. Radial Organisasi ruang yang Organisasi ini cocok untuk 10 menggabungkan elemen – mengakomodasi segala fungsi elemen organisasi terpusat dan aktivitas pada bangunan. 2015 5. Organisasi ruang tersebut disusun berdasarkan fungsi dan kebutuhan. Terpusat Komposisi stabil antara Organisasi ruang ini cocok 9 ruang terpusat yang untuk dijadikan sebagai area dominan dengansejumlah lobby dan informasi sebagai ruang sekunder yang pusat. terdiri dari ruang – ruang berulang yang memiliki jenis dan fungsi yang hampir sama.2 Diagram Pola Aktifitas Pengunjung Sumber : ANalisis Penulis.

mengontrol kegiatan di sekeliling museum. Sumber : Architecture: Form. serta hubungannya satu dengan lain diatur oleh sebuah pola berbentuk grid tiga dimensi. berhenti sejenak. Konfigurasi Ruang Dalam Bentuk sirkulasi harus disesuaikan dengan pergerakan orang di dalamnya. 5. 1991 5. Sirkulasi internal dalam bangunan dibedakan menjadi dua. Sirkulasi Horizontal 78 .6. ruangan yang pengunjung terhadap alur dihubungkan terkadang sirkulasi memliki fungsi dan bentuk yang berbeda namun tetap berpusat pada satu titik. beristirahat atau menikmati pemandangan sepanjang jalur. 4. Terklaster Organisasi yang bergantung Organisasi ini kurang cocok 4 pada kedekatan fisik sebagai digunakan untuk ruang karena pengubung ruang – ruang akan menghilangkan focus yang lain. Grid Organisasi yang terdiri dari Organisasi cocok dipakai 4 bentuk dan ruang yang pada desain ruang karena posisinya di dalam ruang terkesan kaku. baik saat mereka berkeliling. yaitu : 1. Space and Order.

Spiral Merupakan sebuah jalur Kurang cocok 4 tunggal yang menerus. darinya.3 Alternatif Sirkulasi Horizontal NO. bersama. bersimpangan dengan jalur lain. Radial Digunakan pada Cocok digunakan pada 9 konfigurasi radial dan ruangan dalam yang memiliki jalur – jalur linier mengarah pada ruang yang memanjang dari atau pusat yaitu area lobby menuju sebuah titik pusat dan area tujuan. Liner Jalur lurus yang dapat Cocok digunakan pada 9 menjadi elemen pengatur ruangan dalam yang utama bagi serangkaian bersifat linier yaitu ruang. JENIS DESKRIPSI ANALISIS SKOR 1. sirkulasi karena tidak bergerak melingkar dan sesuai dengan konsep semakin lama semakin jauh desain. diterapkan pada berawal dari titik pusat. kurva linear atau terpotong – potong. Sirkulasi horizontal merupakan sirkulasi yag terjadi antar ruang – ruang yang terdapat pada lantai yang sama pada bangunan. Dapat berbentuk pada area showroom. bercabang. 3. membentuk sebuah putaran balik. 2. Tabel 5. 79 .

kaku.4. Konsep – konsep diterapkan pada sirkulasi dikombinasikan bangunan karena sesuai kebutuhan. yaitu : a. 5. Grid Terdiri dari dua buah jalur Kurang cocok 4 sejajar yang berpotongan diterapkan pada dan menciptakan area sirkulasi karena tidak berbentuk bujursangkar fleksibel dan terkesan atau persegi panjang. Jaringan Terdiri dari jalur – jalur Kurang cocok 4 yang menghubungkan titik diterapkan pada – titik yang terbentuk sirkulasi museum dalam ruangan. karena akan mngganggu focus pengunjung. 1991 2. Komposit Merupakan adaptasi dari Sistem konfigurasi 10 berbagai macam sistem sirkulasi yang cocok sirkulasi. Space and Order. fleksibel terhadap fungsi dan kebutuhan. Pada bangunan 80 . Sirkulasi ini terdiri dari empat jenis. 6. Tangga Sirkulasi dengan menggunakan tangga dibutuhkan untuk bangunan dengan jumlah lantai tidak lebih dari tiga lantai. Sumber : Architecture: Form. Sirkulasi Vertikal Sirkulasi vertikal merupakan jalur sirkulasi yang menjadi penghubung antar lantai.

4 Alternatif Bentuk Ruang Sirkulasi NO. namun kendala dalam pemeliharan dan biaya membuat eskalator menjadi pilihan kedua. Berikut adalah analisis terhadap alternatif kemungkinan bentuk pada ruang sirkulasi Tabel 5. Pada bangunan museum. museum. c. selain itu juga ada lift yang digunakan pada area servis menuju ruang penyimpanan barang koleksi. Eskalator Eskalator dapat dijadikan sebagai alternative kedua setelah penggunaan lift. b. JENIS DESKRIPSI ANALISIS SKOR 1.ruang lainnya.Ramps Ramps difungsikan sebagai akses para difabel dan juga sebagai akses kendaraan pada saat loading barang di lantai basement.Lift Lift dibutuhkan untuk bangunan yang memiliki jumlah lantai lebih dari 3 lantai. Pada bangunan museum lift digunakan sebagai fasillitas primer pengunjung. ramps banyak terletak di ruang luar seperti pada area taman dan akses masuk ke bangunan. d. tangga digunakan sebagai fasilitas sekunder sebagai tangga servis dan tangga darurat. Tertutup Berupa kodridor Jenis ruang sirkulasi 9 privat yang yang cocok digunakan berhubungan dengan pada ruang dalam runag – ruang yang karena dengan adanya 81 . Sama seperit ruang . ruang sirkulasi juga memiliki sebuah bentuk. 5.7 Bentuk Ruang Sirkulasi Ruang siruklasi merupakan sebuah ruang yang mewadahi jalur sirkulasi yang ada.

melalui akses masuk dapat mengarahkan dalam bidang pengunjung menuju dinding. Sumber : Architecture: Form. Terbuka pada Berupa jalur setapak Kurang cocok jika 5 Kedua Sisi berkolom. menjadi penghubung antar ruang dan juga berfungsi sebagai area istirahat. karakteristik. dihubungkannya ruang yang seperti ini. Terbuka pada Satu Berupa balkon yang Dapat digunakan pada 8 Sisi menyajikan beberapa ruangan yang kemenerusan visual memerlukan view ke dan spasial dengan arah luar seperti pada ruang – ruang yang area transisi yang dihubungkannya. 1991 5. 3. integrasi serta jalur sirkulasi. digunakan sebagai ruang sirkulasi dalam karena akan terjadi banyak interfrensi dari ruang luar. Space and Order. ruangan berikutnya. 2. Dua buah ruang bisa terhubung satu sama lain dengan beberapa cara yang mendasar sebagai berikut 82 .8 Hubungan Antar Ruang Hubungan antar ruang dapat diciptakan melalui fungsi.

konfigurasi ruang seperti ini untuk menunjukkan ruang – ruang tersebut berkaitan dalam desain. Ruang – ruang yang Dua buah ruang bisa Program ruang yang 9 Berdekatan saling bersentuhan akan banyak terjadi satu sama lain pada ruang . 4. Ruang – ruang yang Dua buah ruang bisa Akan ada beberapa 8 Dihubungkan oleh Sebuah saling ruang berbentuk Ruang Bersama mengandalkan seperti ini dan sebuah ruang diletakkan di tengah perantara untuk – tengah bangunan menghubungkan sebagai pengubung 83 . JENIS DESKRIPSI ANALISIS SKOR 1. 2. untuk menunjukkan arah dari bangunan. Ruang – ruang yang Saling Area sebuah ruang Akan ada beberapa 8 Mengunci dapat menumpuk ruangan yang pada volume ruang memiliki lainnya. Tabel 5. Ruang dalam Ruang Ruang yang dapat Program ruang 4 ditampung di dalam seperti ini tidak volume sebuah cocok digunakan ruang yang lebih dalam desain ruang besar. 3. dalam.5 Alternatif Hubungan Antar Ruang NO.ruang ataupun membagi dalam bangunan garis batas bersama.

Space and Order. Dengan itu aktivitas yang terjadi didalam dan diluar bangunan akan berjalan dengna baik tegas. antar ruang. begitu oleh para pengelola dan karyawan dapa menjamu para pengunjung dengan ketentuan yang jelas dan tegas. Konsep ini selanjutnya diaplikasikan dalam bentuk integrase bangunan radial dengan pusatnya berupa area Hall akan menjadi ruang transisi dan jembatan pengunjung untuk mengksplorasi akan menuju kemana para pengunjung pergi. Aktivitas pengunjung untuk memenuhi kebutuhannya dapat di capai dengna mudah dan tergoranisir dengan baik. jelas dan rapih sesuai dengan konsep karekater masukulin. Sehingga menghasilkan hubungan anter ruang yang jelas dan saling terhubung satu dengan yang lainnya.9 Integrasi Ruang Konsep integrasi ruang pada Gentleman Center ini didasarkan pada metafora karakter maskulin yang rapih dan saling terhubung atau selaras. memiliki garis-garis geometri yang jelas juga. 5. 1991 Pada Bangunan Gentleaman Center ini memiliki konsep untuk memenuhi hubungan antar ruang didasarkan oleh karakter maskulin yang tegas dan jelas. 84 . Sumber : Architecture: Form. keduanya.

Shoe dan Bike Shop dan untuk pengunjung yang ingin memperbaiki penampilan mulai dari rambut sampai sepatu langsung bisa mengunjungi Barbershop dan Tailor and cleaner. yaitu bengkel motor yang bisa mengakse ke bengkel ini ini hanya pengunjung yang memang dating untuk langsung ke bengkel dan pengunjung yang sehabis berbelanja akseoris motor yang langsung ingin memasangkan ke motornya area ini termasuk ke zona semi-publik. Pengunjung yang akan berbelanja langsung mengunjungi Retail shop perbelanjaan pria seperti Mean’s Wear. Sedangkan bagi para pengunjung yang ingin makan dan nongkrong bersama teman dan komunitasnya langusng bisa mengunjungi Restaurant dan Café.3 Hubungan Ruang Lantai 1 Sumber : Analisis Penulis. Fasilitas yang lain di Gentleman Center ini adalah workshop di lantai satu. Zona semi-publik yang lain adalah ruang penunjang yang berisikan para karyawan Gentleman Center. 85 . Pada lantai satu. Gambar 5.2015 Lantai satu merupakan ruang dengan tingkat pengunjung tinggi. hall merupakan titik awal pengunjung untuk menentukan kemana mereka akan berkunjung sesuai dengna kebutuhan yang akan di penuhi oleh para pengunjung.

Konfigurasi massa Bangunan Konfigurasi massa bangunan ini didesain menjadi 2 massa yang berbeda.10. 5. Konsep Tata Massa Ruang dan Bangunan 5. karean salah satu kebiasaan Gentlema selain memanjakan diri dan memenuhi kebutuhan dan hobi adalah berpesta dengan teman dan komunitasnya.4 Hubungan Ruang Lantai 2 Sumber : Analisis Penulis Pada lantai dua termasuk yang memiliki tingkat pengunjung yang berkala karena adanya ruang multifungsi area yang terdapat lounge and bar. Massa bangunan 86 . Massa bangunan yang pertama merupakan massa bangunan dengan fungsi dan zonasi untuk publik dan berada di muka site. seminar dan acara lainnya. Gambar 5.1.10. berkumpul bersama komunitas atau teman. Multifungsi area ini akan bisa ber alih fungsi tergantung di peruntukan untuk apa bisa untuk berpesta.

2015 5.yang kedua merupakan massa bangunan dengan fungsi dan zonasi untuk semi – publik dan area privat yang berada di bagian belakang site. Massa Bangunan Terkait Karakter Maskulin Bangunan Peilihan bentuk massa bangunan terkait dengan konsep karakter maskulin bangunan adalah dominasi bentuk kotak dengan garis geomtri yang tegas dan simple.10. Gambar 5. Bentukan dari karakter maskulin tersbut mencerminkan dari sifat –sifat yang berhubungan dengan solid dan void.2.6 Massa Bangunan Dengan Karakter Maskulin Sumber : Analisis Penulis. Dengan bentukan massa yang seperti ini di harapkan pengunjung Gentleman Center ini dapat merasakan karakter maskulin melalu pengalamn visual. 2015 87 . Gambar 5.5 Konfiurasi Massa Bangunan Sumber : Analisis Penulis.

kemudian dengna bukaan yang menggunakn material kaca akan memaksimalkan cahaya masuk mpada siang hari dan ralling besi berguna untuk mengurangi cahaya matahari yang masuk sehingga tidak mengakibatkan terhambatnya aktivitas didalam ruangan karena terlalu banyak cahaya matahari yang masuk. simple tetapi tetap memunculkan karakter itu sendiri. Permainan material yang menggunakan beton.5. 2015 88 . Gambar 5. kaca. Dengan penonjolan karakter dari material beton akn membuat kesan maskulin yang kuat.7 Aplikasi Fasad Bangunan Sumber : Analisis Penulis. yang di ambil dari teori-teori adalah permainan material yang di tonjolkan nuansa yang ingin di ambil adlah tegas.3. Fasad Bangunan Fasad bangunan pada gentleaman center ini di bentuk dari konsep karakter maskulin dalam bangunan.10. dan ralling besi akan mendominasi fasad bangunan ini. kasar.

89 . Noto. kuat. Sudirman lalu belok ke selatan dan bisa juga dari arah selatan melalui jalan Faridan M. Gambar 5.8 Pencapaian Site Bangunan Sumber : Analisis Penulis. Noto yang sekrang memiliki eksisting restaurant Mc Donald kondisi site berada di dekat beberpa ruang public dan juga tidak jauh dari UGM. pengunjung secara sadar maupun tidak sadar akan mendapatkan impresi bentukan visual dari konsep maskulin dalam bangunan yang diterapkan pada bangunan.11. Perlu adanya point of view dari tempat ini yaitu di tunjukan dar fasad bangunan yang kontras dengan bangunan sekitar tetapi tetap selaran melalui bentuk bangunannya. Faridan M.1. Konsep Sirkulasi 5. 2015 Sedangkan impresi bangunan yang ingin ditimbulkan ketika pengunjung datang pertama kali adalah tegas. Pengunjung dapat mencapai site dengan mengkakse jalan besar yaitu jalan Jend. Dengan pencapaian langsung ini. formal dan jelas sehingga jenis pencapaian yang digunakan berupa pencapaian langsung.5. Sudirman dan Jl.11. Pencapaian Bangunan Site berada di pusat kota terletak di antara jalan Jend.

Akses untuk parkir tersebut mengelilingi bangunan Gentleman Community Retail Shopping Centre. Gambar 5.9 Pencapaian Langsung Bangunan Sumber : Analisis Penulis 5.10 Tata Parkir Sumber : Analisis Penulis.11. Area belakang juga rencanya dapat di pergunakan sebagai loading barang. 2015 90 .2. Sirkulasi Parkir Tata Parkir untuk Gentleman Community Retail Shopping Centre menggunakan lahan kosong yang berada di sekitar bangunan. Gambar 5. lahan parker yang tersedia di tempatkan di sekitar bangunan yang ada da nada dua bagian parker yang di sediakan ada area parker pengunjung dan juga area parker karyawan yang di letakan di belakang bangunan.

Untuk itu.12. diperlukan adanya furniture yang dapat 91 . Perdu – perdu dengan ketinggian sedang akan diletakkan pada area tata lansekap sepanjang pathway. Beberapa jenis elemen yang akan dimasukkan pada desain lansekap antara lain sebagai berikut : 1. Konsep tersebut akan diterjemahkan melalui bentukan dan tata letak elemen keras dan elemen lunak pada tata lansekap. Batu Bebatuan merupakan elemen keras yang digunakan pada tata lansekap. Elemen ini memberikan pencitraan ekstra dalam menimbulkan efek bayangan bangunan pada malam hari dan siang hari sehingga tercipta kesan yang kuat dan dramatis antara bangunan dengan lingkungannya. Batu – batuan digunakan sebagai penyeimbang antara elemen keras dan elemen lunak sehingga tercipta sebuah komposisi estetis yang seimbang pada tata lansekap. Vegetasi Vegetasi yang akan diletakkan pada tata lansekap merupakan tanaman – tanaman terpilih yang memiliki fungsi sebagai peneduh sekaligus sebagai pewarna alam bagi tekstil. dinamis dan fluid yang merupakan terjemahan dari metafora sifat dan karakter tekstil. 4.5. 3. Furniture Tata lansekap selain berfungsi sebagai area penghijauan sekaligus berfungsi sebagai ruang terbuka untuk berkumpul. Air Elemen air diletakkan pada tata lensekap yang berada di depan bangunan. berinteraksi dan berdiskusi. 2. Konsep Lansekap Konsep tata lansekap pada bangunan dibuat fleksibel.

Konsep Sistem Bangunan 5. pencahayaan pada area pameran dilakukan dengan sistem pencahayaan indirect dengan mempertimbangkan jarak. Pencahayaan pada eksterior bangunan difokuskan pada area pameran. Oleh karena itu. Penggunaan sistem pencahayaan tersebut tergantung pada kebutuhan. Hal ini dilakukan dengan cara memperbanyak elemen bukaan dan permainan elemen transparan pada kulit bangunan. 1. Pencahayaan Sistem pencahayaan yang digunakan pada bangunan museum menggunakan pencahayaan alami dan buatan. Penchaayaan alami akan lebih banyak digunakan pada area publik dengan orientasi view keluar bangunan. mengakomodasi kegiatan tersebut berupa bangku dan meja yang terdapat pada area duduk. Hal ini menjadi elemen penting dalam menciptakan kesan bangunan pada malam hari. 5. baik eksterior maupun interior. Buatan Pencahayaan buatan diaplikasikan keseluruh ruangan pada bangunan.13.13. 2.1. fungsi dan suasana yang ingin ditimbulkan pada sebuah ruangan. Alami Penchayaan alami pada bangunan dimanfaatkan semaksimal mungkin. 92 . Pencahayaan pada eksterior bangunan difokuskan pada pencahayaan fasad bangunan dan tata lansekap. lux cahaya dan thermal yang ditimbulkan oleh sumber cahya. Penempatan sumber cahaya harus dipertimbangkan sedemikian mungkin agar cahaya tidak langsung menyinari koleksi tekstil yang ada sehingga tekstil tidak mudah rusak dan lapuk. warna.

3. 5.11 Jarak Pemasangan Pencahyaan Buatan Sumber : analisis penulis. Ruang – ruang yang membutuhkan pengkondisian khusus pada museum tekstil antara lain ruang koleksi. Air Conditioner Sistem penghawaan buatan pada bangunan digunakan untuk ruang – ruang yang membutuhkan pengkondisian khusus. 2.13. Penghawaan 1. Konsep ini diterapkan dengan cara memberikan bukaan – bukaan pada ruang – ruang yang saling berhadapan. Ruang – ruang yang menggunakan sistem ini antara lain adalah lobby. gudang koleksi dan ruangan audiovisual.2. workshop.13. musholla dan lavatory. Strukur Bangunan 93 . Gambar 5. Penghawaan Alami Sistem penghawaan alami pada bangunan menerapkan sistem cross ventilation. café. 2014 5. ruang pameran. ruang konservasi.

blogspot.12 Struktur Bangunan Sumber : http://gentabaja. dan kaku. struktur bangunan memberkan peranan penting dalam sisi visual bangunan. Oleh karena itu. dimana struktur bangunan biasanya selalu terekspos untuk menunjukan kesan kuat. Gambar 5. Dalam kaitannya dengan konsep karakter maskulin. system struktur bangunan memakai system struktur yang memiliki karakter tersebut dan dapat di ekspos dengan baik.com/ 94 . System struktur yang mampu mewujudkan seperti pada konsep adalah dengan menggunakan system struktur rigid frame.