H Tarmadji Budi Harsono SE

Kenangan Masa Kecil

Hidup tak ubahnya seperti air. Bergerak mengalir dari hulu, berproses, menuju muara.
Begitupun perjalanan hidup H.Tarmadji Boedi Harsono, S.E. Siswa kinasih R.M. Imam
Koesoepangat (peletak dasar reformasi ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate ) ini, layaknya
sebagai manusia lumrah telah berproses melewati perjalanan waktu liku-liku dalamnya. Atas
proses serta bimbingan langsung dari RM. Imam Koesoepangat itu pulalah, akhirnya
akhirnya mencapai puncak tataran ilmu Setia Hati dan dan dipercaya menjadi Ketua Umum
Pusat empat periode berturut-turut sejak, sejak tahun 1981 hingga tahun 2000. H.Tarmadji
Bedi Harsono, S.E, lahir di Madiun, Februari 1946. Ia merupakan anak sulung dari enam
bersaudara, dari keluarga sederhana dengan tingkat perekonomian pas-pasan. Ayahnya,
Suratman, hanyalah seorang pegawai di Departemen Transmigrasi, sedangkan ibunya, Hj.
Tunik hanya sebagai ibu rumah tangga. Dari latar belakang keluarga ini, dia pun melewati
masa kecil penuh kesederhanaan. Namun ketika Tarmadji Boedi Harsono beranjak dewasa,
kekurangan ini justru melahirkan semangat juang tinggi dalam merubah nasib, hingga dia
berhasil menjadi seorang tokoh cukup diperhitungkan. Sosok tokoh yang tidak saja
diperhitungkan di sisi harkat dan martabatnya, akan tetapi juga berhasil menyeruak
kepermukaan dan mampu mengenyam kehidupan cukup layak dan wajar.

Masa kecil H.Tarmadji Boedi Harsono,S.E, sendiri berjalan biasa-biasa saja, laiknya seorang
bocah. Di kalangan teman sepermainannnya, dia dikenal sebagai anak pemberani dan nakal.
Bahkan sejak duduk di bangku kelas 3 SD Panggung Madiun, Tarmadi (demikian dia punya
nama kecil) sudah berani berkelahi di luar. Kenakalannnya berlanjut hingga ia masuk SMP.

akhirnya diperbolehkan ikut latihan. Abdullah Koesnowidjojo (mas gegot). ia pernah diancam akan dikeluarkan dari sekolah jika tetap senang berkelahi. Ceritanya. Tarmadji Boedi Harsono memberanikan diri menemui R. menyulut keinginan dia belajar pencak agar agar menjadi pendekar perkasa. Masuk Persaudaraan Setia Hati Terate Tarmadji Boedi Harsono mulai tertarik pada olah kanuragan (beladiri). harus menempati baris paling belakang. yang tampil saat itu dan keluar sebagai juara.M. ada tata tertib. Kebetulan tidak jauh dari rumahnya. Untuk menemani. terletak bersebelahan dengan Pendopo Kabupaten Madiun) ada latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate. yakni tahun 1959. dengan syarat. saat itu. kelak menjadikan cara berpikir Tarmadji Boedi Harsono cepat kelihatan dewasa. Namun. juga ngotot ingin ikut latihan. Barangkali karena kesukaannya ini. Koesoepangat. R. Yang agak berbeda dibanding teman seusia adalah. Kebetulan adik mas Imam. Imam Koesoepangat. persis seperti yang tergambar dalam benaknya. di halaman Rumah Dinas Walikota Madiun digelar pertandingan seni beladiri pencak silat (sekarang pemainan ganda).M. Pelatihnya adalah R. benaknya dipenuhi obsesi keperkasaan para pendekar yang tampil di gelangggang. Tarmadji. permintaan itu ditolak dengan alasan usianya masih terlalu muda. kesukaan dia bermain dengan teman yang usianya jauh lebih tua.Bahkan ketika duduk di SMU I Madiun. tepatnya di Paviliun Kabupaten Madiun (rumah keluarga R. Sosok pendekar sakti sekaligus juara. meminta agar diperbolehkan ikut latihan ikut latihan. Terutama R. yang boleh mengikuti latihan Persausaraan Setia Hati Terate adalah anak dengan usia 17 tahun ke atas (sudah dewasa). .M. bersama-sama dengan Mas Gegot. Satu tradisi tahunan yang selalu diadakan untuk menyambut hari proklamasi kemerdekaan. Sepulang melihat gelar permainan seni bela diri beladiri pencat silat itu. tahun 1958. Selang sepekan sejak menonton permainan seni pencak silat di halaman Rumah Dinas Walikota itu. Ia baru diperbolehkan ikut latihan pada tahun berikutnya.M Imam Koesoepangat. Ia bermimipi dalam cita rasa dan kekaguman jiwa kanak-kanak.M Imam Koesoepangat. Saat itu. Tarmadji kecil sempat kagum pada permainan para pendekar yang tanpil di panggung. saat berusia 12 tahun. Cita rasa dan kekaguman itu. Atau anak yang sudah duduk di bangku SLTA .

M. Dan. "Jika kamu ingin hidup bahagia. ia berlatih di malam hari hingga waktu fajar. Tarmadji Boedi Harsono kecil. Imam Koesoepangat ini. Imam Koesoepangat) di beranda Pavilium. Begitu melihat Mas Imam pulang. hingga ke hal-hal yang berbau ritual. bertamu. la ingin tampil menjadi sosok manusia seutuhnya. sedikit demi sedikit mulai belajar tatakrama rutinitas hidup kaum bangsawan.M. Imam Koesoepangat dari pekerjaannya. membuka cakrawala baru baginya. kendati saat itu masih siswa dan belum disyahkan. menjadi teladan bagi sesama. ia dan R.jalan itu kini mulai terbuka.M. berbulan bahkan bertahun. Dari Paviliun ini. telah menunggu kepulangan Mas Imam (panggilan akrab R. Satu tatanan pergaulan kelompok bangsawan trah kadipaten pada zamannya. Ini karena rumah keluarga Tarmadji hanya terpaut sekitar 200 meter arah barat dari Paviliun. kamu harus rajin melakukan . Seorang pendekar yang tidak saja menguasai ilmu beladiri. boleh dibilang. benar. Kadang siang hari. dipenuhi gerak dan langkah Persaudaraan Setia Hati Terate.M. Obsesinya hanya satu. Salah satu pesan yang selalu ditekankan R. menjadikan R. Tidak jarang. selain belajar pencak silat. ketekunan dan kesabaran serupa itu dilakukannya. Hari-hari setelah diizinkan ikut latihan. Pergaulannya dengan R. Apalagi jadwal latihan saat itu belum terformat seperti sekarang ini. Imam Koesoepangat setiap kali mengajak dia melakukan tirakatan adalah. Dari tatakrama bertegur sapa dengan orang yang usianya lebih tua.Kesempatan pertama yang diberikan padanya. tapi juga mengerti hakikat kehidupan. misalnya olahrasa (latihan mempertajam daya cipta) atau laku tirakat.M. sering disebut sebagai tapa brata. R.M. tak disia-siakan. Imam Koesoepangat menaruh perhatian penuh padanya.M. juga mulai menyerap ajaran tatakrama pergaulan dalam lingkup kaum ningrat.00 WIB. Tarmadji Boedi Harsono tidak ingin menyia-nyiakannya Ketekunan dan kemauan kerasnya itu. Manusia yang cukup diperhitungkan. Abdullah Koesnowidjojo sendiri merupakan teman akrabnya. di samping tetap tekun belajar olah kanuragan. Tarmadji yang lahir dan berangkat dari keluarga awam. karena Mas Imam perlu istirahat selepas kerja. Hampir setiap hari. Perhatian itu ditunjukkan dengan seringnya dia diajak mendampingi beliau melakukan tirakatan ke berbagai tempat. sepulang R. Abdullah Koesnowidjojo. Kadang harus bersabar pula menunggu cukup lama. makan. Dalam istilah lebih ritual lagi. ia bermain di Pavilium dan setiap pukul 13. Terlebih. ia ingin menjadi pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate. Berhari-hari. minum. Satu hal yang cukup mendukung proses latihaimya adalah kedekatan tempat tinggalnya dengan Pavilium. ia langsung menyalaminya dan bersabar menunggu sang pelatih makan siang.

bakal ketemu sengsarana. Persaudaraan di Setia Hati Terate itu. Bambang Tunggul Wulung (putra Soetomo Mangkoedjojo. Soedibjo (sekarang tinggal di Palembang). Kosokbaline. hingga saat ini. Soetomo Mangkoedjojo datang ke rumahnya.M Abdullah Koesnowidjojo. Suatu malam. Namun ketika dipersilakan masuk. bakal ketemu senenge (Jika kamu hanya mengejar kesenangan kamu akan terjerumus ke lembah kesengsaraan. Nanti. Tarmadji Boedi Harsono disyahkan menjadi Pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Tingkat I. Badini. akan membuahkan hikmah). Murtadji (Solo). Di samping mulai akrab dengan sesama siswa Persaudaraan Setia Hati Terate. bersama-sama Soediro. seperti Soetomo Mangkoedjojo. Setelah berlatih selama lima tahun. Nek sing mokgoleki senenge. la sempat kaget saat mengetahui yang datang adalah tokoh Persaudaraan Setia Hati Terate. Padahal saat itu malam sudah larut dan ia sendiri mulai beranjak tidur.seolah-olah terus terngiang dalam benaknnya. Disiplin mengendalikan dirimu sendiri dan jangan hanya mengejar kesenangan hidup. jika ada saudara datang. Mengko awakmu bakal entuk hikmahe. " (Dik.Soedarso. bukakno lawang sing amba. Sudardjo (Porong) dan Harsono (putra Ki HadjarHardjo Oetomo -pendiri PSHT). Bibit Soekadi (alm) dan R. Soetomo Mangkoedjojo menolaknya dan hanya berpesan. Salyo (Yogyakarta). ia pun bangkit. yen tinampa amung dadi coba (Seberat apa pun kesengsaraan yang kamu jalani. mbuh iku awan apa bengi. membukakan pintu. nek sing mokgoleki sengsarane. entah itu siang atau malam. Isayo (ketiganya tinggal di Surabaya. Soedibjo. nek ana sedulure teko." Dik. yakni pada tahun 1963. persaudaraan nang SH Terate. serta Niti (Malang). Ingat. jika diterima dengan lapang dada. Abdullah Koesnowidjojo (alm). Turun ke Gelangang . kelak kamu akan menemukan kebahagiaan). Drs. Mendengar suara ketukan di pintu. mengendalikan hawa nafsu tirakatan.)" Pesan dari tokoh peletak dasar organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate itu.M. Sudiro (alm). bukakan pintu lebar-lebar. Pesan itu pulalah yang menjadikan dirinya setiap saat selalu bersedia membukakan pintu bagi warga Persaudaraan Setia Hati Terate yang bertandang ke rumahnya di Jl. Soemarsono. kini tinggal di Semarang). Di antaranya. Sepira gedhening sengsara. Margono.tirakat. Sudarso (alm). Sebaliknya jika kamu rajin berlatih. Berangkat dari Pavilum ini pula. engkau bakal mendapatkan hikmah. Haryono 80 Madiun. Sumarsono (Madiun). Bambang Tunggul Wulung dan R. dia mulai mengenal tokoh Persaudaraan Setia Hati Terate. Koentjoro. MT. hingga di hari tuanya. Bibit Soekadi. tepatnya sepekan sebelum dia disyahkan.

Pada tahun 1961. karena hanya berhasil menjadi Juara harapan. kurang sependapat.Keberhasilan Tarmadji Boedi Harsono meraih gelar Pendekar Tingkat I. la berprinsip. Tarmadji memberanikan diri membawa atlet asuhannya ke gelanggang. diulang lagi tahun 1963. Dalam kurun waktu 1974-1978. . Kegagalan demi kegagalan mempertahankan gelar juara. saat mengikuti kejuaraan di Jember. Dan. menjadikan Tarmadji sadar bahwa sombong dan meremehkan lawan hanya akan menuai kekalahan. kendati Mas Imam. la sempat menangis karena dilarang ikut bertanding. Terbukti. Bahkan pada tahun 1978. Maknanya. Padahal sebelum berangkat Mas Imam sudah memperingatkan agar ia tidak usah ikut karena kurang persiapan. Pempersiapkan diri sebelum bertanding. Namun ia sombong sebelum bertanding. Hasilnya. tidak menjadikan dirinya besar kepala. Sukses itu. berhasil meraih medali kejuaraan. la justru menerima anugerah tersebut dengan rasa syukur dan tetap tawakal. Namun Tarmadji nekat berangkat. menjadikan dirinya malu berat dan tidak mau mengambil tropi kejuaraan. keberhasilan itu barulah awal dari perjalanannya di dunia ilmu kanuragan. ia pun harus mampu melanjutkan perjalanan hingga ke titik akhir. Surabaya. akan tetapi Mas Imam melarang. pasangan Tarmadji dan RB. Namun pada tahun 1978. hasilnya adalah kekalahan yang menyedihkan. Kesombongan berbuah kehancuran. Pilihannya sudah bulat. itu hanya bisa dilakukan jika ia tetap tekun berlatih dan belajar. Masih banyak hal yang harus dipelajarinya. gagal mempertahankan juara dan hanya berhasil merebut juara II. Tahun 1966. ia memberanikan diri menerjunkan altet ke gelanggang pertandingan. Meremehkan lawan. sejumlah atlet asuhannya. ia meraih juara III. Di PON VII. berpasangan dengan Abdullah Koesnowidjojo. Untuk itu ia musti berlatih lagi. Wijono kembali ikut kejuaraan yang sama di Jatim. Di tahun yang sama. bahwa Persaudaraan Setia Hati Terate masih tetap diperhitungkan di gelanggang kejuaraan. Pengalaman bertanding di gelanggang ini merupakan bekal Tarmadji melatih altet pada tahun-tahun tujuh puluhan. Kasus serupa terulang lagi pada tahun 1968. ia kembali mampu merebut juara I di Pra PON VII. Dan. Tarmadji mulai masuk ke gelanggang pendulangan medali pencak silat dan berhasil meraih juara I dalam permainan ganda tingkat kanak-kanak se Jawa Timur. la pula yang berhasil meyakinkan Mas Imam. Akibatnya. Mas Imam sempat mengambil kebijakan tidak menurunkan atlet ke gelanggang. sebenamya Tarmadji berkeinginan turun ke pertandingan adu bebas di Madiun. Kegagalan mempertahankan gelar ini.

la ingin diperhitungkan. sejak disyahkan ia mulai dibimbing untuk melakukan tirakatan sendiri. ia mulai mencoba mencari pekerjaan dan diterima sebagai karyawan honorer pada Koperasi TNI AD. ia nekat melakukan tirakat puasa 100 hari dan hanya makan sehari satu kali. memberi kesempatan luas pada dirinya untuk memperdalam Ke-SH-an. ilmu Setia Hati. Padahal biasanya Mas Imam hanya menerimanya di ruang depan atau pendopo. Pekerjaan ini dijalaninya hingga tahun 1971. ketika belum disyahkan menjadi pendekar tingat I." Kemudian dengan bahasa isyarat (sanepan) Mas Imam memberikan petunjuk tata cara laku tirakat yang cocok bagi dirinya.Sementara itu. di samping bimbingan dalam menghayati jatidiri di tengah-tengah rutinitas kehidupan ini. semangatnya untuk memperdalam ilmu Setia Hati kian menggebu." lanjut Mas Imam. Enam bulan berikutnya. Beberapa tatacara dan tatakrama laku ritual mulai diberikan. jika puasanya itu diteruskan justru akan berakibat fatal. Pagi berikutnya. Di penghujung tahun 1965. Malam itu juga.M Imam Koesoepangat. Menurut Mas Imam. ia mulai keluar rumah dan bergaul dengan lingkungan seperti hari-hari biasanya. Ritual ini ditempuh karena terdorong semangatnya untuk merubah nasib. goleko disik sangune urip Dik. Mas Imam malam itu meminta agar ia menyelesaikan puasanya. Dik.waktu matahari tenggelam (Magrib). lan aja lali golek sangune pati (carilah bekal hidup lebih dulu dan jangan lupa pula mencari bekal untuk mati). Bahkan di luar perintah R. R. hingga suatu ketika ia benar-benar menemukan laku yang sesuai dengan kepribadiannya.M Imam Koesoepangat. "Di samping itu. atas nasihat dari R. Laku itu tidak cocok buat Dik Madji. Yakni. "Api itu musuhnya air. Tarmadji mengakhiri laku tirakatnya. Sanepan itu kemudian diterjemahkan oleh Tarmadji dalam proses perjalanan hidupnya. ia hanya diajak mendampingi Mas Imam saat beliau melakukan tirakatan. setamat Tarmadji Boedi Harsono dari SMA. ." ujar Mas Imam. laku tersebut sebagai proses mencari jati diri atau mengenal diri pribadi. kalau puasanya diteruskan." Dik Madji itu bukan saya dan saya bukan Dik Madji.M Imam Koesoepangat.M Imam Koesoepangat memanggilnya. Jika dulu. Hubungan dekatnya dengan R. la tidak ingin berkutat di papan terendah dalam strata kehidupan. la menyebut. di luar ketekunannya memperdalam gerak raga. Maka. Korem 081 Dhirotsaha Jaya Madiun." ujar Mas Imam. Genap 70 hari ia berpuasa. Malam itu. ia diterima langsung di ruang dalem paliviun. la ingin bangkit dari kemiskinan. Setelah menyalaminya."Dik Madji bisa gila. Tarmadji Boedi Harsono kian khusyuk dalam memperdalam olah rasa.

Malahan di bidang ini. hingga pada tahun 1976 berhasil membeli armada tangki minyak tanah sendiri. Gaper Migas Madiun pada paroh tahun 1973. Sementara itu. NTT dan NTB. Kepercayaan dan perhatian Mas Imam sendiri setelah ia berhasil menyelesaikan pelajaran tingkat I. pada tahun 1987. Bali. ia menikah dengan Hj. Sedikit demi sedikit ia mulai bisa menyisihkan penghasilannya. Bahkan pada tahun 1975 ia ditunjukkan untuk menjadi semi agen minyak tanah dan diberi keleluasaan untuk memasarkan sendiri. la sudah menjadi bagian dari hidupku sendiri. Ini bisa dilihat lewat pengembangan sayap usahanya. namun hanya bertahan beberapa bulan dan pindah kerja lagi di PT. Setahun kemudian. Tarmadji menemukan kecocokan. Berkat keuletan dan perjuangan panjang tanpa kenal menyerah.S. (Dari pemikahannya ini.Siti Ruwiyatun. Berawal dari sini." tutumya. Tampaknya dunia wirausaha memang tepat baginya. Tarmadji Boedi Harsono dikaruniai tiga orang putra. Dalam perkembangannya. Sampai-sampai kemana pun Mas Imam pergi. Di sela-sela kesibukan kerja Tarmadji Boedi Harsono tetap mengembangkan Persaudaraan Setia Hati Terate. semakin besar. ia bisa bertahan lama. DPD V Hiswana Migas dengan wilayah kerja Jawa Timur. perekonomian keluarganya mulai kokoh.Pada tahun 1972. ia ditunjuk debagai Ketua APWI (Asosiasi Pengusaha Wartel Indonesia) untuk daerah Madiun dan sekitamya. ia berpindah kerja di Kantor Bendahara Madiun. Yakni Dani Primasari Narendrani. Tarmadji dipercaya menjadi Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate Madiun. Latihan Tingkat III . yang tidak hanya berkutat dibidang migas. tidak jarang ia rela mengalahkan kepentingan keluarga dan pekerjaannya demi Persaudaraan Setia Hati Terate. ia ditunjuk memegang jabatan sebagai Ketua III. Jabatan tersebut dijalani hingga tahun 1974. Bahkan. ia bahkan berhasil dipercaya untuk membuka SPBU (Pom Bensin) di Beringin Ngawi.E. "Persaudaraan Setia Hati terate adalah darah dagingku. Tahun 1970 ia disyahkan menjadi pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate tingkat II. ia selalu diajak mendampinginya. Di tempat kerja yang baru ini. tampaknya. kebiasaan nyantrik di kediaman R. Bahkan di dunia bisnis migas ini.tapi juga merambah ke dunia telekomunikasi dengan mendirikan sejumlah Wartel (warung telekomunikasi). Terbukti.M Imam Koesoepangat terus dijalani. Bagus Rizki Dinarwan dan Arya Bagus Yoga Satria). Tahun 1971. setelah dirinya yakin bahwa honor pekerjaannya mampu untuk membina mahligai rumah tangga. Termadji Boedi Harsono diangkat menjadi agen resmi Pertamina.

Hari-hari berikutnya. Wallahu a'lam bi ssawab. Tarmadji tidak pemah menduga bahwa misteri itu akan berbuntut panjang. ia berangkat ke Oro-Oro Ombo.Mas). Karenanya. Dik. Hanya Dik Tarmadji sendiri!)" jawab Mas Imam. Tarmadji dipanggil R. Sesuatu itu. sekitar pukul 11.Dik.Mas?)" tanya Tarmadji agak kaget. Dalam pikiran Tarmadji. "Kula piyambak. "Njih. menolak.M Imam Koesoepangat di rumah Pak Badini. Namun Mas Imam menolak dan bersikukuh tetap hanya akan mengangkat Tarmadji sendiri. Orang yang diminta memanggil dia adalah Soebagyo. siapa?)" tanya Mas Imam. Tarmadji dan Soediro. Mas Imam mengutarakan niat. Mendengar jawaban itu. . tempat kediaman Pak Badini. Soediro lebih dulu dipanggil Yang Kuasa. kancamu?" tanya Mas Imam. waktu itu adalah risiko pembiayaan yang terkait dengan pengadaan persyaratan pengesahan (ubarampe). adalah hal yang di luar perhitungan akal sehat.Mas? (Saya sendiri. (Ya. sinten? (Kalau Dik Madji minta teman. Temyata dalam perjalan hidup. Tarmadji saat itu langsung menyebut nama-nama Pendekar Tingat II seangkatan. Dik Madji piyambak!. Tanpa berpikir dua kali. "Tarmadji meminta. Namun pada saat mereka disyahkan. ia langsung menyanggupi. Tarmadji dengan santun. Dan.TA. Sesuatu yang erat kaitannya dengan misteri ghaib. hanya Allah yang Maha Mengerti. sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Mas (Saya minta teman. namun Tarmadji tetap minta teman. Pelaksanaan latihan berjalan lancar. Tarmadji menyebut nama Soediro. apa yang disebut risiko. Nama ini pun semula ditolak. akhimya Mas Imam menyetujui dengan syarat ia harus mau ikut menangung risiko. "Sapa Dik. Terjadi tarik ulur. "Nek Dik Madji nyuwun rencang. Namun atas desakan dia. Tarmadji sendiri yang dipilih untuk dilatih sekaligus diangkat dan disyahkan menjadi Pendekar Tingkat III. la tidak bersedia disyahkan menjadi Pendekar Tingkat III jika sendirian. Satu sisi Mas Imam bemiat hanya akan mengangkat dia.Pada suatu siang. mulai berlatih tingkat III. di Tahun 1978. akan membuka latihan tingkat III. "Kula nyuwun rencang.00 WIB.

gedung Training . saat ia melihat Mas Imam menangis di samping jenazah saudara seperguruannya itu. Semoga anrwah beliau diterima di sisi-Nya. gedung Sekretariat Persaudaraan Setia Hati Terate. sungguh. ia mulai dipercaya tampil ke depan dengan membawa misi organisasi.Salah satu produk kebijakan yang dilahirkan adalah pendirian Yayasan Setia Hati Terate lewat Akta Notaris Dharma Sanjata Sudagung No.M Imam Koesoepangat yang di waktu-waktu sebelumnya selalu tampil di belakang ini. Sejalan dengan kapasitasnya sebagai Pendekar Tingkat ni. 66/1982. Dalam perkembangannya. Dipercaya Memimpin Organisasi Keberhasilannya mempelajari ilmu tertinggi di organisasi tercinta ini. Tarmadji Boedi Harsono meluncurkan produk kebijakan dalam bentuk koperasi yang kemudian diberi nama Koperasi Terate Manunggal. mendampingi Badini sebagai Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate. Yakni dengan terpilihnya ia menjadi Ketua Umum Pusat. Puncak kepercayaan itu berhasil diraih pada MUBES Persaudaraan Setia Hati Terate Tahun 1981. Lebih pedih lagi. gadung PUSDIKLAT (Sasana Kridangga). gedung pertemuan (Sasana Parapatan).190 m2 yang di atasnya berdiri sarana dan prasarana phisik seperti: gedung Pendapa Agung Saba Wiratama. Cantrik setia R. Yayasan Setia Hati Terate telah memiliki sejumlah aset. Tahun 1978 Tarmadji dipilih menjadi Ketua I. Yayasan Setia Hati Terate merupakan komitmen organisasi untuk andil memberikan nilai lebih bagi masyarakat.290 m yang beriokasi di Jl. Merak Nambangan Kidul Kodya Madiun. Setahun setelah Tarmadji Boedi Harsono memimpin organisasi. Hingga saat ini. yayasan ini juga mendirikan dua lembaga pendidikan formal Sekolah Menengah Umum (SMU) Kususma Terate dan Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP) Kusuma Terate serta lembaga pendidikan ketrampilan berupa kursus komputer. sejak berhasil menyelesaikan puncak pelajaran di Persaudaraan Setia Hati Terate. sejumlah terobosan yang dimungkinkan bisa mendukung pengembangan sayap organisasi diluncurkan. Sedangkan untuk meningkatkan perekonomian warganya. Pedih rasanya. khususnya di sektor ril. kokoh dan semakin diperhitungkan. sangat menggetarkan jiwa Tarmadji.Peristiwa itu. di samping berhasil mendirikan Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate di atas lahan seluas 12. antara lain tanah seluas 12. mulai diterima dan diperhitungkan di kalangan tokoh organisasi tercinta. menambah dirinya kian mantap.

Tercatat hingga paroh tahun 2000. Kiprah di Luar Persaudaraan Setia Hati Terate . Bahkan mengembang lagi hingga ke luar negeri. Dan terlepas dari segala kelemahannya. 20 komisariat di perguruan tinggi dan manca negara dengan jumlah anggota mencapai 1. Sementara itu. terbukti Tarmadji Boedi Harsono mampu membawa Persaudaraan Setia Hati Terate menjadi sebuah organisasi yang cukup diperhitungkan tidak saja di dunia persilatan tapi juga di sektor lainnya.titik lahimya Persaudaraan Setia Hati Terate). gadung Koperasi Terate Manunggal dan Mushola Sabaqul Khoirot. gedung SMU dan SMTP Kusuma Terate. Searah dengan itu. gedung Peristirahatan (Sasana Amongraga).titik H. ia tidak saja mampu memperdalam olah gerak dan langkah Persaudaraan Setia Hati Terate. misteri apa berpusar dibalik keberhasilan dia membawa Persaudaraan Setia Hati Terate ke tingkat yang lebih terhormat dan cukup diperhitungkan. tapi juga menerima banyak wejangan kerokhanian. dari para tokoh dan sesepuh ini dikemudian hari dijadikan bekal dalam memimpin Persaudaraan Setia Hati Terate. titik kedua berada di Pavilium Kabupaten Madiun (kediaman R. Terbukti.S.E mengembangkan Persaudaraan Setia Hati Terate.000 orang. baik lisan maupun tulisan. Dan hasilnya pun cukup melegakan. temyata ada pada tiga titik inti yang jika ditarik garis lurus akan membentuk misteri segi tiga.350. Kantor Yayasan Setia Hati Terate. sejak tampuk pimpinan organisasi di pegang oleh Tarmadji Boedi Harsono. Jawabnya.M Imam Koesoepangat . Yang patut dipertanyakan adalah. Persaudaraan Setia Hati Terate telah memiliki 146 cabang di 16 provinsi di Indonesia. Tarmadji Boedi Harsono. Beberapa tokoh berpengaruh di organisasi tercinta didatangi. Madiun (kediaman Ki Hadjar Hardjo Oetomo . sejengkal demi sejengkal mulai merambah ke seluruh pelosok tanah air. Merak Nambangan Kidul Kodya Madiun .titik perintisan Persaudaraan Setia Hati Terate) dan titik ketiga berada di Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate Jl. Titik pertama berada di Desa Pilangbango. penggarapan di sektor ideal dalam bentuk penyebaran ajaran budi luhur lewat Persaudaraan Setia Hati Terate tetap menjadi prioritas kebijakan. Persaudaraan Setia Hati Terate yang semula hanya berkutat di Pulau Jawa. Dari para tokoh yang didatangi itu.Centre (Sasana Pandadaran). Bahkan saat Tarmadji Boedi Harsono dipercaya untuk memimpi Persaudaraan Setia Hati Terate. pergaulannya dengan para tokoh Persaudaraan Setia Hati Terate pun semakin diperluas. sejumlah tokoh yang dulu pemah dihubunginya itu dengan rela menyerahkan buku-buku pakem Ke-SH-an yang mereka tulis sendiri Wejangan.

ia pun terbukti tampil cukup diperhitungkan. Sepulang menjalankan ibadah haji.S.masing periode 1987 -1992 dananggotaDPRDKodyaMadiunperiode 1997 . Di sisi lain. menunaikan rukun Islam yang kelima. Tokoh yang mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari Unmer Madiun ini juga andil di organisasi masyarakat.S. di mana H.1999. kariermya di bidang politik juga cukup matang.E diberi kepercayaan untuk tampil 1 sebagai salah seorang Calon Wali Kota Madiun Sementara itu. Sebagai bagian dari anggota masyarakat. Terbukti ia dipercaya menjadi wakil rakyat Kodya Madiun (anggota DPRD) hingga dua periode. Siti Ruwiatun berangkat ke tanah suci Mekah Al Mukaromah menjadi tamu Allah. Bahkan sempat menduduki sejumlah jabatan cukup strategis hampir di setiap organisasi yang diikutinya. Tarmadji Boedi Harsono. Puncak prestasi yang berhasil diraih di bidang politik ini tercipta pada tahun 1998.E. yakni ibadah haji. .Tampaknya memang bukan H. Tarmadji Boedi Harsono. pada tahun 1995 ia bersama istri tercinta. Ibadah ini kembali diulang pada tahun 2000. Masing. ia dipercaya memimpin IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kodya Madiun. jika ia hanya puas berkutat dengan prestasi yang dicapai di dalam organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. menyadari dirinya adalah seorang muslim.