MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR

PEMBUATAN APLIKASI MOBILE LEARNING SEBAGAI SARANA
PEMBELAJARAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Afandi Nur Aziz Thohari1), Kodrat Iman Satoto2) , Kurniawan Teguh Martono 2)
Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,
JL. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia
email : afandi.webmaster@gmail.com

ABSTRACT

Mobile learning is the intersection of Mobile Computing and E-Learning that provides the resources that can
be accessed from anywhere, a powerful search system capabilities, rich interaction, full support for effective learning
and assessment based on performance. E-learning has the characteristics are independent of place and time. Education
requires an alternative model of learning has not characteristic depending on location and time. In addition to the
proficiency level, an alternative model is also expected to provide knowledge sharing and visualization facilities of
knowledge so that knowledge becomes more interesting and easy to understand.
Mobile learning application built to run on android operating system. Android operating system was chosen
because it has mastered the current android smartphone market and is an open source operating system that is easy to
develop. Android versions that support this application is version 2.2 to 4.2. Using jQuery mobile framework allows
users to access the M-Learning. Because besides its attractive, jQuery mobile display can also customize the display of
the mobile device.

Keywords: mobile computing, E-Learning, knowledge, android, jQuery Mobile

1. PENDAHULUAN klien memanfaatkan divais begerak, berinteraksi
1.1 Latar Belakang dengan sisi server, yaitu web server (Riyanto. B,
Berkembangnya TI (teknologi informasi) 2006).
memudahkan manusia untuk mengakses informasi M-Learning adalah perpaduan atau
kapanpun dan dimanapun. Salah satu perkembangan kombinasi antara E-Learning dan Mobile Computing
TI dimanfaatkan dalam bidang pendidikan seperti yang dapat mengakses suatu aplikasi pembelajaran
dibangunnya pemebelajaran secara online. E- kapanpun (anytime) dan dimanapun (anywhere).
learning (Electronic Learning) merupakan proses Perkembangan terbaru dalam teknologi mobile
pembelajaran yang memanfaatkan teknologi semakin memungkinkan untuk mendukung
informasi dalam hal ini memanfaatkan media online pembelajaran mobile dan memanfaatkan situasi
seperti internet sebagai metode penyampaian, belajar spontan ini. Selain itu, teknologi mobile
interaksi dan fasilitasi. Penggunaan E-Learning menawarkan kesempatan baru untuk
sebagai media belajar online ternyata dirasa belum mengintegrasikan belajar spontan dalam skenario
cukup untuk mengatasi masalah efisiensi waktu dan pembelajaran yang lebih formal. Kita melihat
tempat yang sering dihadapi mahasiswa. Oleh sebab kecenderungan untuk menggunakan skenario
itu muncul gagasan untuk membangun aplikasi M- pembelajaran campuran dengan cara
Learning (Mobile Learning) di lingkungan menggabungkan berbagai bentuk pembelajaran, dan
Universitas Diponegoro yang memudahkan mengintegrasikan berbagai cara untuk mengakses
mahasiswa melakukan pembelajaran dimanapun dan konten, misalnya berbasis web, desktop, dan mobile
kapanpun menggunakan perangkat bergerak. (Goh, 2009).
Di tengah perkembangan sekarang ini,
teknologi bersinggungan dengan perangkat- 1.2 Tujuan
perangkat teknologi komunikasi bergerak. Teknologi Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
internet menjadi kecenderungan baru yang 1. Merancang dan mengimplementasikan sebuah
memungkinkan pembelajaran secara mobile atau media pembelajaran berupa Mobile Learning
lebih dikenal sebagai M-Learning. Akses ke layanan secara fleksibel pada Program Studi Sistem
internet tidak lagi terbatas pada komputer dan laptop, Komputer Undip.
sekarang internet dapat diakses dari perangkat mobile 2. Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan dimana
ketika jaringan telah tersedia. Kombinasi teknologi saja dengan menggunakan perangkat
telekomunikasi dan internet memungkinkan komunikasi bergerak.
pengembangan sistem M-Learning yang pada sisi

1) Mahasiswa Sistem Komputer Universitas Diponegoro
2) Dosen Sistem Komputer Universitas Diponegoro 1

manfaat yang dapat diperoleh baik oleh pengajar maupun peserta didik terutama pada zaman yang menuntut serba instan ini. Database yang digunakan adalah MySQL. Darin E. yaitu: berhadapan langsung dengan client. Diagram proses kerja PHP 2 . evaluasi online. 1. 2010) terdiri dari empat hal. Proses kerja tersebut dapat pembelajaran melalui E-Learning banyak sekali kita lihat pada Gambar 2 berikut. sudah saatnya kini baik sebagai pengajar maupun peserta didik mengembangkan kemampuannya di bidang TI. sehingga banyak pakar yang b) Bagian server yang terdiri dari beberapa 3 (tiga) menguraikan tentang definisi E-Learning dari bagian: berbagai sudut pandang. luas (potential to reach a global audience). Gambar 1. capabilities). 4.3 Batasan Masalah Untuk menghindari pembahasan yang meluas maka dalam tugas akhir ini ditetapkan batasan- batasan masalah dengan hal-hal sebagai berikut: 1. mengunggah & mengunduh file. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan pengajar (enhance 2. berbeda dengan HTML yang hanya menampilkan Berdasarkan uraian di atas. Pada konsep pembelajaran tersebut M-Learning Gambar 2. Oleh sebab itu. Mempermudah penyempurnaan dan hanya saja dalam prosesnya.3. Aplikasi M-Learning ini hanya dapat berjalan pada smartphone Android & Blackberry. PHP adalah bahasa pemrograman yang paling b. dapat memonitoring evaluasi mahasiswa. saat berkas PHP penyimpanan materi pembelajaran (easy dijalankan. Arsitektur dari M-Learning pada Gambar 1 menunjukan bahwa : II. Fitur yang dapat dilayani oleh M-Learning ini adalah materi kuliah. 2.1 Electronic Learning melalui PC Dekstop untuk mengatur konten serta Istilah E-Learning mengandung pengertian yang manajemen user. d. PHP banyak dipakai untuk pembelajaran darimana dan kapan saja (time and memrogram situs web dinamis. PHP (PHP Hypertext Preprocessor) interactivity).2. 2. mengajar yang memungkinkan tersampaikannya o Aplikasi server untuk menerima request dan bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media memberi respon client. DASAR TEORI a) Bagian admin dapat mengakses E-Learning 2. sangat luas.3. penyelenggaraan data tanpa pengolahan. tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian c. a. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang lain. Pembuatan E-Learning menggunakan bahasa pemrograman php. walaupun tidak place flexibility). Arsitektur dari Mobile Learning Learning menggunakan jQuery Mobile. perangkat komunikasi bergerak. Salah satu definisi yang o Database yang digunakan untuk menyimpan cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari konten dari M-Learning. sedangkan untuk M. Hartley [Hartley. Mahasiswa dapat mengevaluasi sendiri hasil memberikan manfaat tersedianya materi pelajaran pembelajarannya dengan mengerjakan soal yang dapat diakses setiap saat dengan menggunakan latihan melalui perangkat bergerak. intranet atau media jaringan komputer lain c) Aplikasi client (aplikasi M-learning) yang Adapun manfaat E-Learning menurut Bates dan dikembangkan untuk perangkat bergerak akan Wulf (Permana. Model kerja PHP hampir sama dengan HTML. 3. perlu diperhatikan bahwa tidak setiap materi pengajaran cocok memanfaatkan M-Learning. internet. akan melakkan pengolahan data yang updating of content as well as archivable nantinya baru ditampilkan dalam bentuk HTML. Mobile Learning M-Learning adalah model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Memungkinkan terjadinya interaksi banyak dipakai saat ini. Hal penting yang 4. 2001] yang menyatakan o Aplikasi berbasis web untuk mengatur bahwa E-Learning merupakan suatu jenis belajar (manajemen) konten M-Learning.

yang digunakan adalah Diagram konteks dan DFD. yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Dimana setiap orang bebas untuk Diagram Konteks.1. Pada secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public dasarnya DFD level 1 adalah dekomposisi dari License). 2. Android. CSS & Flow Diagram) dan perancangan basis data dengan JavaScript. observasi dari lingkungan dimana sistem akan Gambar 3 menjelasan skema pembuatan dibangun. 3. Web server akan membaca kode PHP dari dokumen yang tersimpan 3. WebOS. sistem operasi mobile. SQL adalah bertipe relasional.4. Dengan menggunakan Phonegap. DFD (Data aplikasi yang di instal menggunakan HTML. Blackberry. termasuk Apple iOS. File yang telah diterjemahkan akan dikirim 2. organisasi atau area bisnis tertentu. Web server menampilkan kode yang telah dengan istilah pendekatan terstruktur dengan tools diterjemahkan ke web browser. 5. serta untuk perancangan basis data menggunakan 2. MySQL sistem yang berorientasi pada alur data dengan MySQL adalah Relational Database konsep dekomposisi dapat digunakan untuk Management System (RDBMS) yang didistribusikan penggambaran analisa maupun rancangan. Kode yang dijalankan oleh web server akan diterjemahkan oleh PHP engine. sehingga aplikasi kita dapat mengoptimalkan perangkat yang ada. jQuery Mobile pemodelan ERD dan proses normalisasi. dalam diagram aliran data dan hanya memuat satu Symbian. memungkinkan pembuatan aplikasi web yang multi Dapat dikatakan juga bahwa diagram konteks platform.5. Pendekatan Terstruktur kembali ke web server untuk ditampilkan ke Dalam perancangan perangkat lunak ini. digunakan salah satu pendekatan yang dikenal 6. PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK Perancangan sistem ini meliputi analisis 2. 2. menggunakan MySQL. Kode PHP yang telah diterjemahkan akan diubah menjadi format yang dapat dibaca di web Gambar 3. yang dapat berjalan di perangkat bergerak. jQuery Mobile merupakan kerangka kerja JavaScript seperti halnya Jquery pada desktop.1 Analisis Kebutuhan Android. jQuery Mobile ini juga telah mendukung lingkungan luarnya. Apabila sudah terkonversi 1. III. Phonegap kebutuhan yang kemudian dilanjutkan dengan Phonegap adalah aplikasi yang menampung dan perancangan proses bisnis dengan menggunakan mengizinkan anda untuk membangun secara native Context Diagram atau Diagram Konteks. Model E-R adalah rincian yang sebuah konsep pengoperasian database. web browser. BlackBerry. namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau 2. penggunaan layar sentuh.7. Berikut adalah kebutuhan rinci dari sistem. Entity Relational Diagram merupakan salah satu MySQL sebenarnya merupakan turunan salah pemodelan data konseptual yang paling sering satu konsep utama dalam database sejak lama.2. atau tidak tergantung pada piranti keras menggambarkan hubungan sistem dengan tertentu. dan menyebarkannya ke enam platform mobile utama dan toko aplikasi. terutama merupakan representasi logika dari data pada suatu untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data. Diagram Level 1 (DFD Level 1) DFD level 1 ini merupakan alat perancangan 2. Entity Relationship Diagram komersial.Keterangan Gambar 2 adalah sebagai berikut. program menggunakan phonegap. dll. Skema Phonegap browser. 2. Samsung bada dan Analisis kebutuhan telah dilakukan dengan Symbian.7. jQuery Mobile proses. yaitu digunakan dalam proses pengembangan basis data SQL (Structured Query Language). Adanya pembagian pengguna menjadi tiga konversi menjadi format yang dapat dibaca oleh kelompok dalam E-Learning sebagai berikut. 4. 3 . Kode-kode  Kebutuhan Fungsional program yang telah dibuat sebelumnya akan di a.3.6. iPhone. menunjukkan sistem secara keseluruhan. Web browser mengakses kode PHP melewati sempurna maka akan berubah menjadi suatu aplikasi web server.7. Diagram Konteks (DFD Level 0) Namun penggunaannya khusus ditargetkan untuk Diagram konteks merupakan tingkatan tertinggi perangkat bergerak seperti iPad. menggunakan ERD (Entity Relationship Diagram) pengembang dapat menulis aplikasi mereka sekali dan proses normalisasi basis data.7.

Diagram konteks dari sistem mahasiswa yang menerimanya. Inti dari proses logout ini adalah c. Dosen dapat mengkoreksi jawaban yang sudah dikerjakan oleh mahasiswa. Terdapat tiga user yang Berikut dapat kita lihat diagram konteks dari terlibat dalam E-Learning ini yaitu admin. Dimana setiap user memiliki otoritas tertentu dalam mengakses sistem ini. Jadi dosen memberikan bahan pembelajaran.1. Tanpa pengenal sesi kelas & materi kuliah di E-Learning pengguna tidak dapat mengakses sistem.  Kebutuhan Non-Fungsional a. 3. Pengelolaan Merupakan proses yang dilakukan untuk mengelola data baik data user maupun kelas. Adanya fasilitas dosen dapat mengunggah suatu user masih berada di dalam atau sudah keluar materi di E-Learning. Adanya administrator untuk maintenance E- Learning. Pada proses ini yang berwenang dalam melakukan semua pengelolaan data adalah administrator. d. Adanya fasilitas mahasiswa dapat mengerjakan evaluasi menggunakan perangkat bergerak. Otorisasi Merupakan proses pemisahan user dalam 3. Gambar 5. 2. Data Flow Diagram e. Keamanan  Adanya penggunaan password dalam form login untuk membedakan tipe user termasuk hak akses masing-masing. dari sistem. membuat jawaban dan lain-lain. o Administrator (dengan login) Proses logout diperlukan untuk menentukan b. mahasiswa dan Setelah mahasiswa mengerjakan soal. maka pengajar. yaitu: Diagram. Diagram Konteks mengakses E-Learning. 1. Pada DFD level 1 ini terdapat 4 (empat) menggunakan Diagram konteks. g. namun sistem harus melalui login. Untuk soal melibatkan berbagai data. Learning Learning. baik menajemen file. b. mahasiswa.2. dan Entity Relationship Diagram. dosen dan sistem. Adanya fasilitas dosen dapat menambah penghapusan pengenal sesi. Data Flow proses. o Mahasiswa (dengan login) hak aksesnya. Operasional  Dapat diakses client dari berbagai browser yang mendukung javascript. Adanya fasilitas agar mahasiswa dapat mengunduh melalui perangkat bergerak. Sebelum user memasuki pilihan ganda akan langsung muncul nilai. Pembelajaran Merupakan proses untuk mengatur pembelajaran pada E-Learning. Jika keluar sistem harus melalui proses o Dosen (dengan login) logout. h. yang terlibat yaitu: administrator. f. jika berhasil maka user pada soal esai dosen sendiri yang langsung menilai. 3. 4. DFD level 1 E-Learning 3.2. dapat masuk sistem & mengakses data-data sesuai 4 .  Dapat diakses di smartphone Android & Blackberry.2. Ketiga user saling berinteraksi dengan selanjutnya akan ada proses penilaian. sedangkan Gambar 4. Penilaian Gambar 4 menunjukan bahwa ada tiga user Merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran. Dosen dapat membuat evaluasi baik untuk Berikut dapat dilihat DFD level 1 dari E- soal pilihan ganda maupun esai pada E.2 Pemodelan Perangkat Lunak DFD level 1 dari E-learning seperti pada Berikut adalah pemodelan perangkat lunak yang Gambar 5. membuat soal.

5 . mahasiswa. menjadi 6 tabel yaitu tabel admin. mata_kuliah & modul.1. Normalisasis Basis Data Sistem Perancangan basis data dari E-Learning dilakukan menggunakan teknik normalisasi. tidak ada null value superkey pada tabel tersebut.2. bila tidak maka tabel Langkah awal untuk melakukan normalisasi tersebut harus didekomposisi. materi_kuliah & modul. dan hanya jika semua atribut memiliki nilai Sebuah tabel berada dalam bentuk Boyce yang bersifat atomic (tidak ada atribut Codd Normal Form bila untuk semua ketergantungan multivalue) fungsional X Y maka X harus merupakan 2. pengajar. unduh materi.Sedangkan DFD Level 1 dari M-Learning adalah proses dekomposisi dari tabel relasional maka tabel- sebagai berikut tabel basis data disajikan dalam bentuk sebagai berikut : Gambar 6. kolom hanya mengandung nilai tunggal. maupun M-Learning adalah MySQL. dalam basis data E-Learning dapat dipisahkan mengerjakan evaluasi dan melihat nilai. melihat mata kuliah.3. yaitu terminologi dunia nyata yang berupa tabel. Proses Dalam bentuk normal kedua. Teknik normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entitas dan relasinya. proses yang terjadi hanya melibatkan mahasiswa. Untuk menghilangkan masalah- berisi kolom dengan jumlah yang sama dan setiap masalah yang ada dalam tabel belum ternomalisasi. tuple. tabel mahasiswa menjadi beberapa tabel seperti pengajar. 1NF pada tabel mahasiswa adalah dengan memecah didapatkan enam tabel utama yaitu tabel admin. Bentuk ternomalisasi sehingga masih terdapat beberapa seperti ini perlu diubah menjadi bentuk normal masalah antara lain adanya atribut multivalue dalam pertama. atribut dan dunia relasional (file. DFD dari M.2. Untuk mendapatkan tabel yang baik harus 1. Gambar 8. Dari kelima tabel pada Gambar 7 ada Tabel yang belum ternormalisasi adalah tabel beberapa yang masih dalam kondisi belum yang mempunyai atribut yang berulang. Kemudian di pecah lagi untuk menjadi Setiap tabel mempunyai kunci relasi. Konsep tabel yang bersifat relasional ini mewakili dua hal. Learning dapat dilihat pada Gambar 6. format tersebut akan dikonversikan ke bentuk tabel. yaitu dengan cara membuat setiap baris tabel mahasiswa. Sehingga maka langkah awal yang harus dilakukan adalah tabel dengan bentuk normal pertama mempunyai membawa tabel kedalam bentuk 1NF yang memiliki setiap atribut hanya bernilai tunggal dalam setiap syarat: barisnya. kelas. Suatu relasi R dikatakan dalam bentuk 1NF jika memenuhi BCNF (Boyce Codd Normal Form ). form atau daftar. kelas. Dalam kenyataan. baris dan Gambar 8. setiap atribut hanya yang berjalan di M-Learning yaitu otorisasi bernilai tunggal dalam setiap barisnya. Adapun untuk analisisnya digunakan Normalisasi. Untuk melihat bentuk normal ketiga seperti Gambar 9. DFD Level 1 M-Learning Gambar 7. Selanjutnya tabel-tabel tersebut di dekomposisi dan 3. data disimpan dalam bentuk kartu.3. Dari proses tersebut. Basis data untuk pembuatan aplikasi E-Learning Bentuk normal kedua ditunjukan pada Gambar 8. Analisis & Perancangan Basis Data di hubungkan ke tabel lain yang mempunyai relasi. mahasiswa. Dalam model relasional. Normalisasi Bentuk Kedua kolom dengan dunia konseptual yaitu entiti. record dan field). Normalisasis Bentuk Pertama Sedangkan untuk pada M-learning. 3. Dari data mahasiswa.

ukuran file dan tanggal dengan menggunakan Mozilla firefox sebagai web file tersebut diunggah. Normalisasi Bentuk Ketiga IV. Soal tidak hanya teks namun juga dapat pemberitahuan tanggal & jam kita masuk ke halaman diberi gambar. nama file.1 Implementasi Tahapan implementasi dilakukan dalam dua tahapan. Jumlah jawaban di soal pilihan ganda utama akan muncul ucapan selamat datang dan ada empat. Tampilan Unduh Materi 4. Tampilan Soal Pilihan Ganda & Esai 6 . tombol “Download File”.1. Tahapan pertama adalah implementasi antarmuka E-Learning. Di dalam halaman pilihan ganda. Jika ingin mengunduh klik browser & Android Emulator.1. Ada beberapa menu di dalam E-Learning salah satu menunya yaitu edit username & password mahasiswa.1 Implementasi Antarmuka E-Learning Tahapan implementasi pertama yang dilakukan adalah implementasi antarmuka E-Learning. Apabila ingin keluar dari sistem klik logout untuk mengingatkan mahasiswa sisa waktu yang berada di bagian kanan atas halaman utama. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM Gambar 11. Tampilan anatarmuka E-Learning diantaranya tampilan Gambar 12. Terdapat waktu berjalan dalam soal utama. pengerjaan Gambar 10.1 Tampilan Halaman Mahasiswa Tampilan halaman utama setelah login berhasil Gambar 12 merupakan tampilan pengerjaan terlihat seperti pada Gambar 10. di dalam menu ini mahasiswa dapat sebagaimana mestinya. Tampilan Home Mahasiswa Gambar 12. caranya tinggal masukan username dan password baru dalam form yang terlah disediakan kemudian klik tombol “update” seperti pada Gambar 11. Pengujian sitem dilakukan mengetahui judul. Fungsi menu ini adalah untuk mengganti password & username mahasiswa.Tampilan Edit Username & Password Implementasi yang dilakukan ini adalah merupakan cara bagaimana mewujudkan hasil dari perancangan sistem yang sudah dilakukan sehingga Tampilan untuk unduh materi kuliah terlihat menghasilkan suatu aplikasi yang dapat bekerja pada Gambar 12. Gambar 9.1. 4. 4. kemudian dilanjutkan dengan implementasi antarmuka M-Learning.

2.1. Terdapat menu-menu untuk memanajemen data seperti data mahasiswa. Tampilan Halaman Awal M-Learning Gambar 15.2 Implementasi Antarmuka M-Learning Implementasi perancangan antarmaka antara E-Learning dan M-Learning berbeda. menyediakan evaluasi kepada peserta didik. Terdapat lima menu yang Salah satu fungsi E-Learning adalah disediakan dalam M-Learning yaitu mengganti akun. 4.1. kuis dll. Setelah dengan membuat soal. Gambar 16 adalah tampilan itu akan muncul form yang didalamnya terdapat nilai form pembuatan soal pilihan ganda. Menu untuk memanajemen file-file materi yang dapat diunduh mahasiswa. Tampilan Form Tambah Soal Pilihan Ganda pengajar.1. Gambar 17. 7 . klik menu nilai lalu pilih materi kuliah.Setelah mengerjakan soal maka untuk mengetahui satu cara pengajar menyediakan evaluasi adalah nilai. agar user dapat dengan mudah mengakses.2. Menu M-Learning Apabila berhasil login maka akan muncul halaman awal dari M-Learning. 4. dapat dilihat pada Gambar 15. kelas.1. Salah melihat mata kuliah. Gambar 13. Tampilan Manajemen File Materi Gambar 17 menunjukan menu apa saja yang terdapat pada M-Learning. Tampilan Home Administrator pembelajaran mahasiswa. soal. Sebab tampilan M-Learning harus dapat menyesuaikan bentuk layar. Berikut adalah implentasi antarmuka M-Learning. mengunduh materi. Tampilan Lihat Nilai Mahasiswa 4.2 Tampilan Halaman Administrator Tampilan halaman utama dari administrator dapat dilihat pada Gambar 14. Gambar 13 menunjukan tampilan lihat nilai mahasiswa. Gambar 16. Halaman awal ini berisi menu-menu yang memudahkan kegiatan Gambar 14.

1. Windows 7 dan yang bisa di kerjakan oleh mahasiswa. Eclipse IDE for Java EE Developers Gambar 20. Ripple Emulator 7. Browser : Google Chrome. Phonegap 2. Sistem Operasi : Windows XP. tahapan selanjutnya adalah tahapan pengujian sistem. 8 . Gambar 18 menunjukan form pengisian username dan password yang baru. Menu-menu tersebut dijelaskan sebagai berikut a. 4. Mozila Firefox dan Internet Explorer.21 Tampilan Melihat Nilai M-Learning Setelah melakukan implementasi untuk proses tambah user baru.20 Tampilan Mengerjakan Evaluasi d. Gambar 21 menunjukan isi dari menu nilai. Perangkat Lunak Pengujian Gambar 19.mengerjakan soal. Edit Akun Menu ini digunakan untuk mengganti username & password. Unduh Materi Menu unduh materi digunakan untuk menguduh materi sesuai kelas yang diikuti mahasiswa. dan menyelesaikan semua implementasi pemrograman untuk semua menu dan fitur. XAMPP 1. dan melihat nilai.7. 4. Tampilan Menu Unduh Materi M-Learning Perangkat lunak yang digunakan untuk pengujiaan Aplikasi E-Learning dan M-Learning c.2. Ada dua Ubuntu 12.2.04 tipe soal dalam pengerjaan kuis yaitu soal 2.3 pilihan ganda dan esai yang ditujukan pada 3.3 5. Kuis / Tugas adalah sebagai berikut: Pada menu kuis / tugas berisi kumpulan kuis 1. Tampilan Menu Edit Akun M-Learning b. Gambar 19 menunjukan form untuk mengunduh materi. Gambar 18. Pengujian Sistem 4. Gambar 4. Android Emulator 6. Gambar 4. Nilai Menu nilai digunakan untuk melihat nilai setelah mahasiswa mengerjakan soal.

Mengerjakan soal esai dan pilihan ganda 2. 3. Tampilan Program. Mengerjakan soal esai dan pilihan ganda uji adalah Gingerbeard. M-Learning dapat terinstal dan Compatible terhadap Learning dapat berjalan pada beberapa perangkat beberapa versi. sebagai berikut. Honeycomb dan Ice Cream. pengajar dan mahasiswa 3. 4.3. Material Pengujian 1.6Ghz 8 Samsung Galaxy Note 2 Jelly Bean OK 4. Mengunduh materi kuliah Pengujian yang dilakukan meliputi uji User 10. Mendaftar E-Learning Pengujian dari berbagai versi OS Android 7.2. Hasil Uji E-Learning Berdasarkan tabel hasil uji dapat dilihat bahwa semua kelas uji sebagaimana pada Lampiran A sudah diuji dan telah sesuai dengan SRS. 4. Otorisasi user 2. Mengganti username dan password seperti pada Gambar 22. Versi OS Android yang di 8.4. Hasil uji dapat dilihat pada tabel 2. Melihat nilai kuis dengan sistem.4. Intel Core i3 2 GB 1 Samsung Galaxy 5 Froyo OK 1 14 inchi OK 2. Setelah di lakukan pengujian di berbagai Hasil uji pada beberapa Smartphone perangkat keras versi dektop diperoleh hasil seperti bersistem operasi android menujukan bahwa aplikasi pada tabel 1 Hasil pengujian menunjukan bahwa E. 9. Mengganti username dan password adalah sebagai berikut : 3. Evaluasi Hasil Uji M-Learning Berdasarkan hasil pengujian sebagaimana pada Lampiran B dan telah sesuai dengan SRS.5GHz DDR3 Gingerbread OK 2 Samsung Galaxy Young AMD Dual Core 2 GB 2 15 inchi OK 3 Samsung Galaxy Mini 2 Gingerbread OK 2. 4. Manajemen data admin. sehingga Aplikasi E-Learning & M-Learning telah memenuhi 5 = Sangat Baik persyaratan perangkat lunak yang sudah 4 = Baik didefinisikan. dektop seperti pada tabel.2.8 GHz DDR3 Intel N2600 6 Sony Xperia Ray ST18i Ice Cream OK 2 GB 4 Dual Core 10 inchi OK 7 Smartfren Andromax i Ice Cream OK DDR3 1. Manajemen unggah materi kuliah Android 5. Melihat kelas dan deskripsi materi kuliah 1. Spesifikasi Aplikasi E-Learning & M-Learning Sistem Komputer Universitas Diponegoro. Grafik Pengujian di Beberapa versi OS 4. Manajemen mata kuliah Gambar 22. Hasil keluaran Aplikasi E-Learning & M. Otorisasi user (mahasiswa) Materi yang akan diuji dalam pengujian ini 2. Mengunduh materi kuliah Learning yang terkait dalam interaksi pengguna 6. 3 = Cukup Learning dapat diketahui bahwa sistem ini telah 2 = Jelek memenuhi untuk : 1 = Sangat Jelek 1. Hasil uji dari percobaan yang telah dilakukan pada Learning baik berupa informasi yang hanya beberapa versi sistem operasi android dijelaskan disajikan di layar. 5.7 GHz DDR2 4 Samsung Galaxy Tab Ice Cream OK Intel Dua Core 2 GB 3 15 inchi OK 5 Samsung Galaxy Tab 2 Ice Cream OK E6300 2. Dari hasil pengujian Aplikasi E. Manajemen soal kuis 6. Tampilan form Aplikasi E-Learning & M.2. Melihat nilai kuis Interface. Kecepatan memproses aplikasi dan kontabilitas terhadap aplikasi. Maka Aplikasi M-Learning telah memenuhi untuk : 9 . Tabel 2 Hasil Uji terhadap Smartphone dengan Tabel 1 Hasil Uji E-Learning pada perangkat keras Sistem Operasi Android No Prosesor Memori Monitor Ket No Jenis Smartphone Versi Ket.2.

Mobile Learning Transforming untuk menggunakan teknologi berbasis web the Delivery of Education and Training.T.2 Pocket Learning. 2000. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana membuat agar mahasiswa dapat Menyetujui. diakses 8 Desember 2012). tanggal 11 April 1990. Sistem Komputer Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Mohamed. smartphone dengan berbagai ukuran layar.T. [online] (htttp://www. memori dengan kapasitas yang menyelesaikan studi Strata-1 di Program Studi Teknik tinggi. 3. Trik Membuat Web Template yang mengizinkan untuk mengakses internet.2 Saran 1. Yogyakarta : Lokomedia. (2009). Honeycomb. mendukung versi tersebut rata-rata sudah 386-392. terutama pada ukuran layar. 2. 4. Dosen Pembimbing I Learning.1 Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA 1. 196310281993031002 dalam mendesain harus menyesuaikan ukuran layar yang paling kecil. Yaitu sebuah development framework yang memungkinkan pengembang Ally. dengan beberapa keterbatasan sebagai berikut o Sistem operasi android versi Honeycomb. (2006). Sebab ada banyak model Ir. Jadi NIP. Mobile Wireless in Your Leaning dapat berjalan pada versi android 2. Berdasarkan pengujian terhadap beberapa versi android. 2.T. lahir di fitur page transition tidak mendukung. Misalnya Kurniawan Teguh M. (2011). memiliki ikuran layar yang cukup sebesar o Kompatibilitas dari lima versi android yang diuji kan berbeda-beda. Selling E-Learning. S. maka disimpulkan bahwa aplikasi M. 4. American Society for nyaman apabila diakses sebab tampilannya Training and Development. Aplikasi M-Learning dapat terhubung ke server PHP. dapat menyesuaikan layar pada perangkat bergerak. Yogyakarta : Lokomedia. Semarang.5. 2001. Atabasca (HTML. (2009). dengan PHP & CSS.. B. Ice Menempuh pendidikan dasar di SDN Cream & Jelly Bean berlaku sebaliknya Tlogosari Kulon 04 Semarang. Dari tahun 2008 sampai saat ini masih prosesor. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi user interface sebab Smarphone yang Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. CSS dan JavaScript) untuk membuat University : AU Press aplikasi mobile. basis data karena adanya permission di android Kurniawan. Lukamanul.htm. Hakim.2 (Jelly Bean). 196310281993031002 10 . Versi foryo dan BIODATA PENULIS gingerbread dapat mendukung fitur orientasi lyar (landscape & portrait) namun untuk Afandi Nur Aziz Thohari. Heri. Jquery Mobile menciptakan user interface yang Darin E. o Kecepatan memproses aplikasi android versi Melanjutkan ke SMPN 4 Semarang. 5. Quinn. Penggunaan jQuery Mobile pada Mobile Learning harus mempertimbangkan masalah sumberdaya perangkat bergerak. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana cara membuat paging soal saat Dosen Pembimbing II mengerjakan kuis/tugas pada perangkat bergerak.com/ (Froyo) Sampai versi android 4. Jalan Pintas Menjadi Master 3. Blackberry. Kodrat Iman Satoto M. M. mengikuti lebih dari satu kelas dalam E. Ice Riyanto. Sedangkan pada versi Honeycomb. Mlearning.linezine. Pembuatan aplikasi M-Learning dibangun dengan phonegap. Perancangan Aplikasi M-Learning Cream dan Jelly Bean sangat baik dari segi Berbasis Java. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana membuat agar Mobile Learning dapat diterapkan lintas sistem operasi.1/feature/cqmmwiyp. 2.Hartley. iOS. Clack. Widows Phone dll NIP. Ice Cream dan Jelly Bean cepat kemudian menempuh pendidikan dikarenakan perangkat yang dapat tingkat atas di SMAN 2 Semarang menggunakan versi tersebut memiliki lulus tahun 2008.

11 .