STEP 1

 Generic transferable skill : Keterampilan keterampilan generic yang mampu diaplikasikan
dan dapat di gunakan dalam berbagai kegiatan.
Sumber: Makalah Kerjasama Sekolah dan Masyarakat oleh AsepKurnia Putra, Muharom
Jamaludin,Saim Hidayat
 Soft skill : Soft skills adalah seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana kita
berinteraksi dengan orang lain. Soft skills memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan
kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas kepribadian
individu.
Tujuan dari pelatihan soft skills adalah memberikan kesempatan kepada individu untuk untuk
mempelajari perilaku baru dan meningkatkan hubungan antar pribadi dengan orang lain.
Soft
skills memiliki banyak manfaat, misalnya pengembangan karir serta etika profesional. Dari
sisi organisasional, soft skills memberikan dampak terhadap kualitas manajemen secara
total,
efektivitas institusional dan sinergi inovasi. Esensi soft skills adalah kesempatan. Lulusan
memerlukan soft skills untuk membuka dan memanfaatkan kesempatan.
Sumber : Makalah Evaluasi Soft Skills Dalam Pembelajaran oleh:
Wahyu Widhiarso
 Self directed learning : SDL adalah proses belajar yang dilakukan atas inisiatif individu
mahasiswa sendiri. Dalam hal ini, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian terhadap
pengalaman belajar yang telah dijalani, dilakukan semuanya oleh individu yang
bersangkutan. Sementara dosen hanya bertindak sebagai fasilitator, yang memberi arahan,
bimbingan, dan konfirmasi terhadap kemajuan belajar yang telah dilakukan individu
mahasiswa tersebut.
Sumber: BUKU PANDUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
PENDIDIKAN TINGGI
 Continuing Proffesional Education : Pendidikan profesionalberkelanjutan (CPE) adalahsarana
dimanaorangmempertahankanpengetahuan danketerampilan yang berkaitan
dengankehidupan profesional merekamereka.
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Continuing_professional_development
 Diciplinary content: Penguasaan materi ajar secara luas dan mendalam, lebih tepatnya
disebut penguasaan sumber bahan ajar.
Sumber: Buku pedoman PPL 2012-UAD
 Peer assesment : adalah yang mengharuskan seseorang untuk menentukan jumlah, tingkat,
nilai, kualitas atau kesuksesan outcome atau produk belajar temannya yang memiliki status
yang sama, yakni sama-sama sebagai pembelajar.
Sumber : Learning Skill PPT FKUnissula
 Andragogy : Dugan (1995) mendefinisikan andragogi lebih kepada asal katanya,
andragogi berasal dari Bahasa Yunani. Andra berarti manusia dewasa, bukan anak-
anak, menurut istilah, andragogi berarti ilmu yang mempelajari bagaimana orang tua
belajar. Definisi tersebut sejalan dengan apa yang diartikan Sudjana dalam Bukunya
Pendidikan Non-Formal Wawasan Sejarah Perkembangan Filsafat Teori Pendukung
Azas (2005), disebutkan bahwa, andragogi berasal dari bahasa Yunani ”andra dan
agogos”. Andra berarti orang dewasa dan Agogos berarti memimpin atau
membimbing, sehingga andragogi dapat diartikan ilmu tentang cara membimbing

Pada model ini peserta perkuliahan diajak mengenal. tetapi apa yang terjadi jika seseorang tidak dapat memaknai pengalaman hidupnya? Maka orang tersebut tidak bisa belajar dari kejadian-kejadian yang dialaminya.delivery. dimana keterkaitan antar pengetahuan digunakan sepenuhnya untuk menunjang pemahaman (Pujo Sukarno.id/  Self reflection : proses yang terjadi setelah seseorang melakukan upaya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. M. .Pd www.co.1985:19) Suatu hal yang dapat dipelajari dan dapat dimodifikasi melalui pendidikan dan keakuratan hasil. H.id www. Sumber : Androgogi oleh Mustofa Kamil  Adult learning :Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu mengalami proses belajar. sampai dengan bagaimana hasil diskusi/kerja kelompok ingin dinilai oleh dosen. Sumber: Model Pembelajaran Efektif oleh Prof.org. semuanya ditentukan melalui consensus bersama antar anggota kelompok.go.sehingga hidupnya akan terasa tidak bermakna. Dr.depsos.org http://www. Sumber :Mengembangkan Kemampuan Self Regulation untuk Meningkatkan Keberhasilan Akademik Siswa Handy Susanto  Deep learning : Model pembelajaran yang bersifat dinamik. prosedur kerja kelompok. Your guide to continuing professional development. memahami dan menerapkan pengetahuannya dalam penyelesaian masalah dari sudut penyelesaian umum. dan pengaruh dari respon (feedback) terhadap pengalamannya yang kemudian akan memberikan pengaruh pada fase forethought(pemikiran pada masa depan)dalam menetapkan tujuan dan langkah-langkah yang harus dilaksanakannya.Si  Collaborative learning : adalah metode belajar yang menitikberatkan pada kerjasama antar mahasiswa yang didasarkan pada konsensus yang dibangun sendiri oleh anggota kelompok. Suryana. Salah satunya adalah belajar dari pengalaman. M.pelopor-adventure. Atau sering diartikan sebagai seni dan ilmu yang membantu orang dewasa untuk belajar (the art and science of helping adult learn).2006 Dra. Endang Lestari. Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Profesional Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB).rcslt. orang dewasa dalam proses belajar. Definisi tersebut sejalan dengan pemikiran Knowles dalam Srinivasan (1977) menyatakan bahwa: andragogi as the art and science to helping adult a learner. Masalah/tugas/kasus memang berasal dari dosen dan bersifat open ended. terutama yang berkaitan dengan dirinya sendiri. 28). tetapi pembentukan kelompok yang didasarkan pada minat. Akksi intelektual dan efektif yang bekerjasama individual untuk meengeksplor pengalaman- pengalaman mereka supaya menuju kepada pemahaman dan apresiasi yang baru. Sumber : Health Professions Council and Royal College of Speech & Language Therapists.(Boud et al. penentuan waktu dan tempat diskusi/kerja kelompok. Available in www. Tumbuhnya pemahaman terhadap materi yang diajarkn dimungkinkan melalui penggunaan konsep dan metode dalam konteks dan dmain yang berbeda-beda. 2006. Banyak orang mengatakan pengalaman merupakan pelajaran yang paling berharga. Konsil kedokteran Indonesia subkomite CPD. Jadi Adult learning adalah proses belajar dalam suatu pelatihan yang ditujukan kepada orang dewasa untuk dapat memaknai suatu keadaan dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata.

Sumber: BUKU PANDUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PENDIDIKAN TINGGI  Kurikulum : Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi. Sumber: (A PERSONAL PHILOSOPHY OF MEDICAL EDUCATION) Oleh: dr. Sumber : Learning Skill PPT FKUnissula  Independent learning: keterampilan untuk mencari sendiri jawaban.Metode ini cenderung menjadikan mahasiswa pasif dan kurang efektif karena penguasaan materi kuliah minimum dan memusatkan perhatian pada dosen. Sumber: BUKU PANDUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PENDIDIKAN TINGGI  Teachers centered : Guru/Dosen yang menjadi subjek dalam proses pembelajaran. Dalam metode ini dosen hanya bersifat sebagai fasilitator. tanpa menunggu seseorang memberikan jawaban. July Ivone. motivator dalam mendorong mahasiswa agar selalu aktif. MPdKed  Problem based learning: adalah belajar dengan memanfaatkan masalah dan mahasiswa harus melakukan pencarian/penggalian informasi (inquiry) untuk dapat memecahkan masalah tersebut. MKK.” Kurikulum adalah sebuah program yang disusun dan dilaksanakan untuk mencapaisuatu tujuan pendidikan. . Sumber: BUKU PANDUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PENDIDIKAN TINGGI  Self assessment : adalah kemampuan untuk mengevaluasi diri terkait dengan performa dan hasil belajarny sendiri. Sumber: BUKU PANDUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PENDIDIKAN TINGGI  Student centered : Student centered adalah metode yang dipakai dalam suatu proses pembelajaran dimana mahasiswa menempatkan dirinya sebagai pusat dalam kegiatan belajar. Self assessment diyakini sebagai keahlian yang harus dimiliki oleh pembelajar agar dapat mengikuti kegiatan belajar di perguruan tinggi dan melakukan life long learning dan membina diri menjadi pembelajar yang mandiri.

org.go. Endang Lestari.rcslt. M. Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Profesional Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB).org http://www.depsos. Diskusi dengan menggunakan kelompok kecil merupakan poin utama dalam penerapan problem based learning Intergrated teaching yaitu memahami keterkaitan ilmu dalam suatu masalah Communicated oriented yaitu mempelajari ilmu yang berorientasi pada hal-hal tertentu atau lebih spesifik Elective/early clinical exposure yaitu pendekatan pembelajaran sejak dini Strategicyaitu suatu strategi dimana mahasiswa dalam memecahkan suatu masalah dengan cara menganalisis. Available in www. Sumber: BUKU PANDUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PENDIDIKAN TINGGI  SPICES : Student centered yaitu kegiatan belajar yang berpusat pada mahasiswa itu sendiri.id www.id/ STEP 2 .Pd www. dan menggali lebih dalam sumber yang telah didapatkan.delivery. memahami. Sumber: Sumber : Health Professions Council and Royal College of Speech & Language Therapists.pelopor- adventure. memilah. Problem Basedlearning adalah proses pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata dan lalu dari masalah ini mahasiswa dirangsang untuk mempelajari masalah ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka punyai sebelumnya (prior knowledge) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru.co. Konsil kedokteran Indonesia subkomite CPD. 2006. Your guide to continuing professional development.2006 Dra.

Ni Wayan Sri Suprapti. memotivasi. berkontribusi dalam rapat. menyelesaikan masalah. (b) adanyaperubahan orientasi pendidikan tinggi yang tidak lagi hanya menghasilkan manusiacerdas berilmu tetapi juga yang mampu menerapkan keilmuannya dalam kehidupan dimasyarakatnya (kompeten dan relevan). di dalam pembelajarannya di perguruantinggi menjadi sangat diperlukan agar setelah lulus dapat berkehidupan dengan baikdalam masyarakatnya dan dapat menghadapi tantangan dunia kerja global yangdinamis. mendorong inovasi. Untuk itu. memberi umpan balik. dan sejenisnya. Sumber: Konsep Pengembangan Panduan Evaluasi Pengembangan Soft skills Mahasiswa Melalui Proses Pembelajaran di Universitas Udayana Oleh Tim Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Udayana: I Made Supartha Utama. bekerja samadalam sebuah tim. yaitu adanya persyaratan soft skills yang dominandisamping hard skillsnya. 3. Para pemimpin pada setiap level membutuhkan semua kemampuan tersebutkarena tugas-tugasnya berhubungan dengan membentuk dan mengembangkan tim. Apakah hubungannya antara generic tranferable skill dengan soft skill ? Sharma (2009). seperti berkomunikasi. dan MOTIVASI TERHADAP . yang lebih berbudaya.Sumber :"ANALISIS PENGARUH HARD SKILL. Begitu juga dengan pembelajaran sepanjang hayat Sumber: Konsep Pengembangan Panduan Evaluasi Pengembangan Soft skills Mahasiswa Melalui Proses Pembelajaran di Universitas Udayana Oleh Tim Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHK-I) Universitas Udayana: I Made Supartha Utama.Yaitu penguasaan ilmu pengetahuan. teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. membimbing. menyebutkan bahwa soft skills adalah seluruh aspek dari generic skills yang juga termasuk elemen-elemen kognitif yang berhubungan dengan non-academic skills. 2.Di dalam Wikipedia (2010) ditulis bahwa soft skills merupakan terminasi sociologis untuk Emotional Intelligence Quotient (EQ) seseorang. Apa itu hard skill? Hard skill adalah pengetahuan dan kemampuan teknis yang dimiliki seseorang.Dengan jelas terlihat bahwa pengembangan soft skills pembelajar ataumahasiswa. SOFTSKILL. dan mengatasikonflik. sedangkan hard skillsatau technical skills hanya dibutuhkan pada satu tempat atau bidang bekerja/industry sesuai dengan keilmuan yang dimiliki. dan (c) Juga adanyaperubahan kebutuhan di dunia kerja yang terwujud dalam perubahan persyaratandalam menerima tenaga kerja. mencari solusi atas suatu masalah.DIKTI melalui Kepmendiknas No 045/U/2002 menuntut perubahan arah pendidikantinggi untuk a) menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dalam dunia global. 2008). Sehingga kurikulum yang dikonsepkan lebih didasarkan padarumusan kompetensi yang harus dicapai/dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi yangsesuai atau mendekati kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat pemangkukepentingan / stakeholders (competence based curriculum) (Dirjen Dikti. Ni Wayan Sri Suprapti. integrasi pengembangan soft skills ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran di perguruan tinggi mesti mendapatkan prioritas.1. mendengarkan.dan inter-personal skills. merupakankemampuan bagaimana orang-orang berhubungan antara yang satu dengan yanglainnya.mengambil keputusan. baik intra. Mengapa inti di PT adalah soft skil dan pembelajaran sepanjang hayat ? Menghadapi beragam perkembangan tersebut serta masalah global-eksternal.memimpin rapat. Soft skills dapat dipergunakan dandibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan (transferable skills).

. saling melengkapi dan kita di latih untuk belajar sepanjang hayat 6. Dengan demikian.Akhirnya pedagogi didefinisikan secara umum sebagai “ilmu danseni mengajar anak-anak”. Jadi antara deep learning dan collaborative learning jelas berbeda tetapi bisa dihubungkan yaitu pengetahuan yang dihasilkan dari deep learning bisa digunakan dalam collaborative learning. MPd.Siswa bertanggungjawab terhadap kegiatan belajarnya sendiri dan kegiatan belajar teman sekelompoknya. prinsip dan kemungkinan aplikasi dari ilmu pengetahuan tersebut (Amin et al. self assessment. Apa perbedaan deep learning dan collaborative learning ? Deep learning adala proses pembelajaran yang berusaha untuk mengetahui makna pengetahuan secara mendalam. Apa perbedaan andragogy dan pedagogy ? Atas dasar teori-teori dan asumsi itulah tercetus istilah “pedagogi” yang akar katanya berasal dari bahasa Yunani. KINERJATENAGA PENJUALAN (STUDI PADA TENAGAKERJA PENJUALAN PT. kesuksesan belajar seseorang akan membantu kesuksesan belajar siswa lain dalam kelompok tersebut. Endang Lestari. Collaborative learning atau belajar secara kelompok adalah desain instruksional di mana siswa dengan kemampuan berbeda bekerja dan belajar bersama dalam kelompok kecil untuk meraih tujuan pembelajaran.peer assesment. meliputi pemahaman tentang konsep. BUMIPUTERAWILAYAH SEMARANG) ” oleh FAIZAL ALAM ISLAMI 4.M. dengan begitu akan lebih banyak pengetahuan yang didapatkan dalam sebuah kelompok.PdKed 5. 2003). paid (kanak-kanak)agogos (memimpin). collaborative learning. Sumber: PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKANKEDOKTERAN PADA UMUMNYA DAN DESAIN INSTRUKSIONAL Oleh: Dra.Pedagogi dengan demikian berarti memimpin kanak-kanak. self reflection untuk penerapan andragogy? Karena semua aspek tersebut memang sling berhubungan. Mengapa harus dengan cara : deep learning.atau pendefinisi diartikan secara khusus sebagai “suatu ilmu dan seni mengajarkanak-kanak”.

mereka memiliki kematangan psikologis. lebih efektif dan lebih terarah dan mampu mengarahkan diri (self directing). bertanggung jawab.Mereka dapat belajar dan mempelajari sesuatu dalam skala yang lebih luas dan memilih strategi belajar yang lebih baik.pembelajaran orang dewasa (andragogi) lebih menekankan pada membimbing dan membantu orang dewasa untuk menemukan pengetahuan. keterampilan dan sikap dalam rangka memecahkan masalah- . memiliki hasrat dan motivasi kuat untuk belajar dan mampu mengarahkan dirinya. dan untuk memenuhi tuntutan tugas tertentu dalam kehidupanya. istilah pendidikan orang dewasa (androgogi) dapat diartikan sebagai Pendidikan yang ditujukan untuk peserta didik yang telah dewasa atau berumur 18 tahun ke atas atau telah menikah dan memiliki kematangan.Dewasa disini berarti memiliki beberapa keunggulan keunggulan. Mengapa andragogy diterapkan di PT? Berdasarkan kepada kondisi-kondisi itu dan konsepsi andragogi. Sumber : Androgogi oleh Mustofa Kamil 7. Mahasiswa sudah tentu tergolong peserta didik dewasa. Oleh sebab itu. Perlunya penerapan prinsip andragogi dalam pendekatan pembelajaran orang dewasa dikarenakan upaya memberikan pembelajaran bagi orang dewasaberbeda dengan upaya memberikan pembelajaran untuk anak. Dari segi konsep diri.

penglihatan.org. masalah kehidupan yang dihadapinya. Ciri ciri adult leaning ?  Siswa yang aktif Tutor hanya memfasilitasi siswa  Memerlukan tutor yang fleksibel karena adult learning cenderung individualistis dan bebas. kebutuhan. Your guide to continuing professional development. Bagaimana cara mengembangkan keterampilan belajar selama KBM menurut metode dari skenario ? Metode belajar dalam scenario adalah adult learning. 4) merumuskan tujuan belajar.rcslt. Disini dosen perlu membantu mahasiswa dalam proses belajar dengan mempertimbangkan keunikan dan perbedaan setiap mahasiswa. tenaga sehingga mempengaruhi kecepatan belajar orang dewasa. Kedua. Dalam pengertian ini andragogi dapat dipandang sebagai suatu proses perkembangan yang berkelanjutan untuk belajar orang dewasa. seperti menurunnya pendengaran. Apa kelebihan dan kekurangan penerapan konsep adult learning ? Kelebihan konsep adult learning dalam kehidupan sehari-hari Dapat menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dalam kehidupan Mudah berbaur dalam kegiatan organisasi Dapat memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan Membuat kita lebih siap ketika terjun ke masyarakat Membuat kita menjadi lebih mandiri Kesulitan dalam menerapkan konsep adult learning Masing-masing orang dewasa berbeda-beda dalam kemampuan belajar jika mereka tidak dapat menampilkan kemampuan seperti yang diharapkan. kemungkinan hal itu disebabkan oleh: Pertama. Terutama kesiapannya dalam berkompetinsi dengan dunia. dan penacpaian nilai-nilai). hal ini dapat mengganggu proses belajar. Langkah-langkah mengembangkannya yaitu: 1) menciptakan iklim untuk belajar.perbedaan cara belajar. Available in www. Dengan ketujuh langkah tersebut. Sumber: Sumber : Health Professions Council and Royal College of Speech & Language Therapists. kebutuhan dan nilai-nilai. 6) melaksanakan kegiatan belajar dan 7) mengevaluasi hasil belajar (menilai kembali pemenuhan minat. oleh adanya perubahan fisiologi (fisik). Konsil kedokteran Indonesia subkomite . 5) merancang kegiatan belajar. Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Profesional Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB). 2) menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan secara bersama dan saling membantu. maka andragogy dapat dipandang sebagai suatu model sistem belajar “feed back loop” (gelung umpan balik). misalnya diskusi.adanya perbedaan karakter. Maksudnya ada saja orang dewasa yang mempunyai sifat pendiam (menutup diri). Sumber: Adult Learning From theory to practical 10. Sumber : Androgogi oleh Mustofa Kamil 8. 3) menilai atau mengidentifikasikan minat. 2006. Sumber : Androgogi oleh Mustofa Kamil 9. Ketiga. Inilah yang menyebabkan gagalnya penerapan adult learning.

mensyaratkan bahwa PT harus melakukan proses penjaminan mutu secara konsisten dan benar agar dapat dijamin menghasilkan lulusan yang selalu berkualitas dan berkelanjutan.depsos.org http://www.pelopor- adventure. Mampu mengaktifkan prior knowlagde dengan baik . Endang Lestari.go.DIKTI melalui Kepmendiknas No 045/U/2002 menuntut perubahan arah pendidikan Jadi. Mahasiswa menjadi aktif dalam kegitan belajar 2.Pd www.delivery.Menghadapi beragam perkembangan tersebut serta masalah global-eksternal. diharapkan akan dihasilkan lulusanPT yang berkualitas. Menjadi lebih kritis dan kreatif 3. Mempunyai prinsip yang kuat dalam hidupnya 5. Setelahmendaftarkan diri dan resmi menjadi mahasiswa.id www. Selalu ingin menjadi dokter yang ingin mensejahterakan masyarakat 6.co.Setelah melalui proses pembelajaran yang baik. perguruan tinggi perlu menjamin agarlulusannya dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan mengisi dunia kerja. CPD. akan menimbulkan pengakuan dan kepercayaan di masyarakat terhadapmutu PT tersebut. Apakah yang terjadi bila tidak ada pergantian dari teacher centered ke student centered? Hal ini disebabkan karena. Meminimalisir terjadinya mal praktek 7.Namun untuk dapat mencapai keberhasilan. Sumber: BUKU PANDUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSIPENDIDIKAN TINGGI 12. Beberapa indikator yang sering dipasang untuk menengarai mutululusan adalah (1) IPK. (2) Lama Studi dan (3) Predikat kelulusan yang disandang.id/ 11. apabila metode pembelajaran tidak mengalami pergantian dari Teacher centered ke student centerend sudah pasti kualitas lulusan PT yang bersangkutan tidak akan mampu berkompetisi di dunia global. Yang akhirnya dapat berdampak pada peningkatan kualitas dan kuantitas calon mahasiswa yang akan masuk ke PT ini. Oleh karena itu. PT tersebut menjadi sasaran favorit lulusan SMU/SMK sederajat yang ingin meneruskan pendidikannya. Juga disertai dengan turunnya kepercayaan terhadap PT tersebut.2006 Dra. tahapan selanjutnya adalahmenjalani proses pembelajaran.Keberhasilan PT mengantarkan lulusannya diserap dan diakui di dunia kerja danmasyarakat. M. Meningkatkan wawasan 4. pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional. Apakah keuntungan dan kerugian dari SPICES ? Kerugian SPICES adalah tidak berhasilnya proses yang diharapkan jika tidak mampu melewati Kendala dalam menerapkan strategi SPICES itu sendiri diantaranya:  Adanya sifat malas dalam diri mahasiswa  Tidak adanya kesadaran dalam diri mahasiswa untuk mencapai sukses  Perbedaan karakter setiap mahasiswa  Gagap teknologi dan kurangnya kemampuan bahasa Inggris Keuntungan SPICES 1.

id/ 13. MPd. Sumber: PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKANKEDOKTERAN PADA UMUMNYA DAN DESAIN INSTRUKSIONAL Oleh: Dra. dan tujuan dari pendidikan adalah mendidik siswamenajadi inner directed learner.depsos. Endang Lestari.Pd www. dan menentukanstrategi belajar yang tepat baginya. serta mengevaluasi hasil belajarnya.pelopor-adventure. perubahan orientasi) yang nantinya akan membawa perubahan pada kompensasi lulusan yaitu perubahan . seperti tanpa guru.menentukan tujuan.rcslt.co. Berdasarkan perspektifbelajar sepanjang hayat.org. 2001). dan lain sebagainya. yakni pembelajar memiliki control atas peruses belajarnya sendiri. M.id www. Available in www.PdKed 14. self directed learning adalah belajar yang dilakukanmandiri sepanjang hayat.tanpa pengajaran secara oral. Endang Lestari. mengidentifikasi sumber belajar.Menurut Harden (dalam Dent dan Harden. Hubungan self directed dengan independent learning ? Self directlearning dipandang sebagai langkah awal self education. persyaratan kerja. Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Profesional Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB).delivery. yakni kegiatanbelajar tanpa beberapa bagian dari kegiatan pembelajaran. 2006.M. Konsil kedokteran Indonesia subkomite CPD. disebut sebagaiindependent learning. Hubungannya Independent Learning adalah kemauan untuk belajar tanpa ada yang menyuruh dan self directed learninglah yang mengarahkan kemauan belajar tersebut yaitu proses seseorang untuk mengambil inisiatif dalam mendiagnosa kebutuhan belajar.2006 Dra. Your guide to continuing professional development.Seperti dijelaskan di atas bahwa self directed learning adalah kunci darikeberhasilan leaner atau student centered approach. dan didorong untuk menyusun rencana pembelajaransendiri.go.Bagaimana mekanisme perkembagan pendidikan di PT? Perubahan tersebut dikarenakan kondisi global (persaingan.org http://www. Sumber : Health Professions Council and Royal College of Speech & Language Therapists.

dan Lukman 15. efisien atau tidak menggunakan metode tersebut. mengerti diri sendiri. Namun. Tidak banyak waktu yang terbuang karena tidak perlu memperhatikan atau membaca bagian yang tidak kita perlukan.Sehingga dapat disimpulkan andragogy bisa saja diterapkan dimana saja oleh siapa saja yang memang tergolong dewasa. kembali lagi Pembelajaran dewasa pasti bisa diterapkan namun PBL masih harus melihat basic dari apa yang sedang dipelajari dan bagaimana sistemnya cocok atau tidak. Sumber : Membaca Cepat oleh Usep Kuswari 16.Colin Rose (2002): “Membaca cepat adalah keterampilan yang sangat bermanfaat untuk keperluan membaca sekilas dan pemahaman secara cepat serta biasanya mencegah kita bosan. Apakah metode ini dapat digunakan di selain PT ( misal : instansi pemerintahan)? Teori Belajar Adragogi dapat diterapkan apabila diyakini bahwa peserta didik (siswa- mahasiswa-peserta) adalah pribadi-pribadi yang matang. dapat mengambil keputusan untuk sesuatu yang menyangkut dirinya. dapat mengarahkan diri mereka sendiri.” Manfaat Membaca Cepat Untuk mencari informasi yang kita perlukan dari sebuah bacaan secara cepat dan efektif. Bagaimana ciri ciri untuk masing masing metode ( deep learning dkk) Ciri ciri dari : a. Apa strategi yang efektif untuk mempermudah mahasiswa menangkap inti persoalan pada skenario PBL? Strateginya dengan membaca cepat. Dalam waktu yang singkat dapat menelusuri bahan halaman buku atau bacaan. Sumber: Panduan Pelaksanaan SCL Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret2010 14. serta polanpemecahan persoalan  Melakukan evaluasi terhadap fakta-fakta yang tersedia dan dikaitkan dengan kesimpulan terhadap materi yang sedang dipelajari  Melakukan pemeriksaan terhadap logika dan uraian tentang suatu materi belajar secara rinci dan kritis . paradigm belajar dan mengajar yang nantinya diharapkan dapat terjadi perubahan kurikulum yang akan berdampak pada perubahan perilaku pembelajaran yang akan menghasilkan peningkatan mutu dan relevansi. Sumber: KELEMAHAN DAN KEUNGGULAN TEORI BELAJAR ANDRAGOGI oleh: Bambang S. Deep Learning  Pembelajaran dikaitkan dengan pengetahuan dan pengalaman yangtelah dimiliki  Mempelajari pengetahuan-pengetahuan yang telah menjadi landasan terhadap pengetahuan yang sedang dipelajari.

GR. saling memberi/bertukar pikiran. Sumber : Learning Skill PPT FKUnissula d.  Isi bersifat kontekstual dan relevan. Sumber : Learning Skill PPT FKUnissula e. pembelajar harus mampu menentukan tujuanpembelajaran.Suryana. Penguasaan materi melalui proses konstruksi. Vol 1 (1) 17. cara berbicara.Assessment Methods for Measuring Clinical Competence. Dr. penggunaan multi media. peserta didik sebagai pembuat keputusan. M.kolaboratif.H.Si b.  Guru berperan sebagai fasilitator dan oembimbing. referensi yang diambil Sumber: Rahayu.  Peserta didik diharapkan pada masalah yang otentik dan terintegrasi  Proses belajar da nisi yang dipelajari merupakan dua hal yang penting  Peserta didik mengevaluasi. Peserta didik bekerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran. style.  Pembelajar menentukan standarkeberhasilan pembelajarannya. Peserta didik berkompetensi dengan konerja mereka sebelumnya. Self Reflection  Mendorong pembelajar untukmenentukan gap antara ilmu yang sudah dimilikidengan ilmu yang dibutuhkan untuk menyelesaikanmasalah yang sedang dihadapi  Adanya perbaikan pemahaman terhadap pengalaman yang padagilirannya akan membuat pembelajar untuk merubahpandangannya. Collaborative Learning  Suasana berpusat pada peserta didik  Peserta didik mengendalikan proses pembelajaran  Kekuasaan dan tanggung jawab ada di peserta didik  Pembelajaran bersifat kooperatif.(2005). dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka. atau independen. Peer Assessment  Dilakukan pada saat kegiatan presentasi/diskusi pleno tutorial. bukan dengan temannya. kemudahan audien dalam memahami (bahasa).  Pembelajar menentukan tujuan pembelajaran menjadi sasaran belajar yang spesifik.  Penilaian tersebut dapat dengan menggunakan parameter: content. membuat keputusan. Apa yang dimaksud dengan independent learner? Dan ciri cirinya ? . cara presentasi.  Menumbuhkan kesadaran dari dalam tentang tumbuhnya pemahaman selama mengikuti pembelajaran  Menumbuhkan keaktifan dalam mempelajari materi. Sumber: Pembelajaran Berpusat Mahasiswa Pusat Pengembangan Pendidikan UGM c. strategi interaksi dengan audiens. Sumber: Model Pembelajaran Efektif Oleh: Prof. Self Assessment  Dengan bertanggungjawab pada kesuksesan kegiatanbelajarnya. Jurnal Pendidikan Kedokteran dan Profesi Kesehatan Indonesia. Bagaimana ciri dari selft directed learning?  Siswa mengontrol banyaknya pengalaman belajar yang terjadi  Siswa mengalami perkembangan keahlian  Mengubah diri pada kinerja/performansi yang paling baik  Manajemen diri siswa  Motovasi dan penilaian diri Sumber: BAB II Landasan Teoritis Self Directed Learning 18.  Pembelajar mengukur apakah pembelajaran yang telahdilakukannya telah memenuhi standart yang ditetapkan.  Adanya penilaian antar mahasiswa.

long life learning. Independent leaner adalah orang yang menerapkan metoden indeopendent learning dalam proses belajarnya. Memiliki kecenderungan untuk mencapai kemajuan.Adult learning itu sendiri adalah proses belajar dalam suatu pelatihan yang ditujukan kepada orang dewasa untuk dapat memaknai suatu keadaan dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata. yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar 6. Adanya kecenderungan untuk berpendapat. MPd. berperilaku dan bertindak atas kehendaknya sendiri 2.Karena self directed learning adalah kunci dari keberhasilan leaner atau student centered approach (adult learning).Self directed learning sendiri adalah pembelajar yang dapat menentukan tujuan pembelajaran. Informasi berkembang sangat pesat dandiperkirakan bahwa ilmu kedokteran berkembang dua kali lipat setiap limatahun.Metode belajar tersebut adalah adult learning. Disinilah semua saling terkait. terutama yang berkaitan dengan dirinya sendiri. menentukan tujuan pembelajaran menjadi sasaran belajar yang spesifik. Sumber: BAB II KAJIAN TEORI KEMANDIRIAN BELAJAR 19. Tentunya adult learning ini harus disertai self directed learning yang akan memnentukan tujuan pembelajaran. Membuat perencanaan dan berusaha dengan ulet dan tekun untuk mewujudkan harapan 4.Disini perlu penerapan self directed learning. Menurut Sardiman sebagaimana dikutip oleh Ida Farida Achmad (2008:45) menyebutkan bahwa ciri-ciri kemandirian belajar yaitu meliputi: 1. Endang Lestari. dengan perkembangan ilmu kedokteran yang semakin pesat maka diperlukan metode belajar yang harus mampu memberparui ilmu ilmu baru. penuh inisiatif dan tidak sekedar meniru 5. Konsep ini sangat penting untuk diterapkan di dunia pendidikan kedokteran karena perkembangan ilmu kedokteran yang sangat pesat. Pengetahuan yang semakin berkembang dan tak akan pernah ada habisnya inilah yang akan menjadikan seorang adult learner ini harus selalu belajar sepanjang hayatnya (long life learning) Sumber: PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKANKEDOKTERAN PADA UMUMNYA DAN DESAIN INSTRUKSIONAL Oleh: Dra. Hubungan antara adult learner.PdKed 20. yang tidakmemungkinkan bagi siswa untuk menggantungkan diri pada dosen sajasebagai sumber informasi keilmuan. pelajar dewasa tentu belajar dengan metode pembelajaran dewasa yaitu adult learning. Memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan 3. Mampu untuk berfikir dan bertindak secara kreatif.M. Kegiatan apa yang di lakukan untuk mengembangkan profesinya? . self directed learning ?kenapa diterapkan di FK? Hubungannya apa? Adult learner adalah pelajar dewasa termasuk mahasiswa.Dimana peserta didik dapat belajar secara mandiri sehingga mampu mendapatkan ilmu yang lebih dalam dan mampu memperbarui pengetahuannya. dan menentukan standar keberhasilan pembelajarannya. Mampu menemukan sendiri tentang sesuatu yang harus dilakukan tanpa mengharapkan bimbingan dan tanpa pengarahan orang lain.

Masalah apa yang akan muncul yang ada di fk dan bagaimana cara menanggulinya?  Informasi berkembang sangat pesat dan diperkirakan bahwa ilmu kedokteran berkembang dua kali lipat setiap lima tahun. seminar. pelatihan.PdKed . MPd. workshop. Continuing education dapat dilakukan melalui kegiatan formal. responsif terhadap kebutuhan belajarnya.  Pendekatan student centered diharapkan bisa melatih siswa untuk menyiapkan siswa menjadi mandiri dalam belajar. serta responsive terhadap kebutuhan yang harus dipenuhinya terkait dengan perubahan ilmu kedokteran yang sangat pesat. Sumber: CONTINUING EDUCATION: SEBUAH UPAYA UNTUk MENINGKATKAN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN Oleh: Anis Masruri 21. non formal.M. Sumber: PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKANKEDOKTERAN PADA UMUMNYA DAN DESAIN INSTRUKSIONAL Oleh: Dra. dan informal berupa pendidikan lanjut.Untuk itu perlu ditumbuhkan motivasi yang kuat pada diri pustakawan baik motivasi yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya. Apa yang diajarkan di fakultas kedokteran saat ini mungkin sudah tidak relevan lagi beberapa tahun yang akan datang. tutorial maupun secara independent study. Endang Lestari.