LBM 4

STEP 7
No Kata Definisi Sumber
. Sulit
1. EBM Kajian kritis terhadap makalah/artikel ilmiah PPT CRITICAL APPRAISAL
adalah kegiatan untuk mengkaji/ Endang Lestari
mengevaluasi artikel penelitian guna Bag. Pendidikan Kedokteran
menetapkan apakah artikel penelitian
tersebut layak rujuk/ layak dijadikan sebagai
landasan dalam pengambilan keputusan klinis
atau tidak.

2. PICO Sebuah cara untuk menyusun pertanyaan klinik. PICO= Buku petunjuk praktikum
Patient/problem/population,Intervention,Comparison, Modul Keterampilan Belajar
Outcome dan Berpikir Kritis

3. Critical suatu proses yang secara teliti dan sistematis
apprasial mengevaluasi penelitian untuk memutuskan tingkat TELAAH KRITIS ARTIKEL
kepercayaan, nilai, serta relevansinya dalam suatu REVIEW SISTEMATIK DAN
konteks tertentu META ANALISIS
Kadek Agus Surya Dila*
*Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana,
Denpasar, Bali, Indonesia
4. Prognosi prog·no·sisn ramalan tt peristiwa yg akan terjadi, KBBI
s khususnya yg berhubungan dng penyakit atau
penyembuhan setelah operasi

5. Diagnosis suatu proses yang menggunakan anamnesis, pemeriksaan fisik, http://dr-
laboratorium, pemeriksaan penunjang serta tes lain untuk rizkyp.blogspot.com/2008/
mengidentifikasi penyakit pada pasien.
05/evidence-based-
medicine-pada-aspek.html

6. RCT Suatu proses untuk menentukan dan menliai KULPAK
efektifitas dari suatu obat yang dilakukan dengan cara
acak dari percobaan tersebut

 hal-hal mengenai masalah. double blind: both subjects and data collectors do not know the treatment they get and they give to the patients 1. Metode are the subjects and data collectors blind (do not know that PPT CRITICAL APPRAISAL Blind they are treated using specific treatment as part of a Endang Lestari study)? Bag.seperti  Apakah berupa pengurangan gejala ?  Apakah berupa pengurangan efek samping ?  Apakah berupa perbaikan fungsi atau kualitas hidup ?  Apakah berupa pengurangan jumlah hari dirawat RS ? Contoh pertanyaan Seorang wanita Ny Susi . comparison. 28 th G1P0A0 hamil 36 minggu datang ke dokter ingin konsultasi mengenai cara-cara melahirkan. anaknya saat ini 6 tahun menderita epilepsy dan kakaknya harus . intervensi . Bagaimana menyusun pertanyaan klinis dengan PICO? Pertanyan digunakan untuk membantu kita memperjelas apa yang hendak dita cari dan sebagai alat bantu untuk menentukan kata kunci yang dipakai saat searching journal di internet. jenis kelamin atau suku bangsa. Pembanding bisa dengan plasebo atau obat yang lain atau tindakan terapi yang lain outcome Harapan yang anda inginkan dari intervensi tersebut.7. Ibu Susi punya pengalaman kakaknya divakum karena kehabisan tenaga mengejan . Pendidikan Kedokteran single blind: only the subject who do not know the treatment they get. Bisa dimasukkan di dalamnya  hal-hal yang berhubungan atau relevan dengan penyakit pasien seperti usia . pemyakit atau kondisi pasien IntervensiPrognosisexposure Berisikan hal sehubungan dengan intervensi yang diberikan ke pasien  Apakah tentang meresepkan suatu obat ?  Apakah tentang melakukan tindakan ?  Apakah tentang melakukan tes dignosis?  Apakah tentang menanyakan bagaimana prognosis pasien ?  Apakah tentang menanyakan apa yang menyebabkan penyakit pasien ? Comparison Tidak harus selalu ada pembandingnya. Pertanyaan yang baik harus memuat 4 hal PICO (pasien. outcome) Pasien Seperti apa karakteristik pasien kita (point-point penting saja).

Belajar mengidentifikasi kekurangan pengetahuan. Darwin Amir.Menentukan pertanyaan klinik yg spesifik. dijahit banyak pada saat melahirkan. DjamilPadang EBM bertujuan membantu klinisi memberikan pelayanan medis yang lebih baik agar diperoleh hasil klinis (clinical outcome) yang optimal bagi pasien.Dia bertanya yang mana yang lebih aman untuk ibu dan bayi. tidak percaya diri  Keterbatasan sumber daya.kala II lama  Intervensi : vakum  Comparison : forcep  Outcome : aman untuk ibu dan bayi Sehingga pertanyaannya adalah Untuk penanganan melahirkan kala II lama manakah yang lebih aman untuk ibu dan bayi antara vakum dan forcep ? Sumber: STEP-STEP MELAKUKAN EBM (EVIDENCE-BASED MEDICINE) Oleh Uning Marlina 2. MSc.S. dengan cara memadukan bukti terbaik yang ada. Kekurangan : . Apakah tujuan dari EBM? .Mencari bukti yang relevan dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien Sumber: Evidence-Based Medicine Oleh: dr. dan nilai-nilai pasien Sumber: Evidence-Based Medicine Prof. EBM membuat biaya mahal . terutama waktu  Tidak tersedia bukti yang dicari  Sikap skeptis  Puas dengan praktik sekarang Sumber: EBM (Bringing research evidence into practice) Sudigdo Sastroasmoro 4. MPH. . . keterampilan klinis. Maka kata kunci dari pertanyaan yang mungkin diajukan adalah:  Pasien : melahirkan. Sp. .Dia mendengar tentang teknik yang menggunakan forsep. PhD 3. Faktor apa saja yang mempengaruhi EBM?  Keterampilan metodologi kurang. Apa saja kekurangan dan kelebihan EBM? . EBM tidak dapat diterakan di negara berkembang . M.Ia tidak mau melahirkan divakum.Bgn Ilmu Penyakit Saraf FK- Unand /RS DR. dr.Menemukan artikel yg relevan dalam literature medis. Bhisma Murti.

Selaras dengan etika dan hukum Sumber: EBM (Bringing research evidence into practice) Sudigdo Sastroasmoro 5. EBM ignore experience and clinical judgment . MPH. MSc. ada 5 langkah yang harus diperhatikan: 1. Melakukan critical appraisal terhadap jurnal yang telah terkumpul 4. Mengurangi intuisi dan jadgment . dr. EBM makan waktu . . Mencari bukti terbaik dari artikel publikasi penelitian di jurnal yang tereview 3. Bagaimana langkah-langkah EBM? Untuk menerapkan EBM pada pasien kita. Mempertahankan kemampuan metodologi . EBM menafikan ignore pathophysiology & reasoning . Memacu kebiasaan membaca . EB-guidelines etc interfere with professional autonomy . pengetahuan dan keterampilan klinik dan nilai/pertimbangan pasien) 5. Menerapkan bukti terbaik untuk pasien (mengintegrasikan bukti terbnaik. Bhisma Murti. Apa saja kendala dalam melakukan EBM dan bagaimana cara mengatasi kendala tersebut? . Praktik kita menjadi rasional dan terkini . Kelebihan : . PhD 6. Identifikasi dan formulasi masalah 2. Evaluasi Sumber: Buku petunjuk praktikum Modul Keterampilan Belajar dan Berpikir Kritis Sumber: Evidence-Based Medicine Prof.

pentingnya EBM. Pada EBM dokter juga diajari tentang menilai apakah jurnal tersebut dapat dipercaya dan digunakan. Indonesia 9.Pengobatan yang sekarang dikatakan paling baik belum tentu beberapa tahun ke depan masih juga paling baik. FKUI Cara mengatasi :  Mahasiswa diharapkan mengerti dan paham apa itu EBM. Sedangkan tidak semua ilmu pengetahuan baru yang jumlahnya bisa ratusan itu kita butuhkan. kendala : • kurangnya pengetahuan • kurangnya fasilitas • kurangnya rasa ingin tahu • kurangnya kemampuan untuk melakukan kajian secara kritis terhadap suatu masalah Sumber : Iwan Darmansjah Pusat Uji KLinik Obat.  Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dalam melakukan EMB Sumber: Pentingnya Bekerja Berdasar Evidence Based Medicine Dalam Praktek Seorang Dokter Oleh: Oni Juniar Windrasmara 7. tahu langkah- langkahya sehingga dapat menerapkannya. Bali. Apa Tujuan CA? Tujuan : • untuk mengevaluasi dan menganalisis suatu penelitian agar mendapatkan bukti yang valid . Denpasar. Karenanya diperlukan EBM yang menggunakan pendekatan pencarian sumber ilmiah sesuai kebutuhan akan informasi bagi individual dokter yang dipicu dari masalah yang dihadapi pasiennya disesuaikan dengan pengalaman dan kemampuan klinis dokter tersebut. Apa saja Langkah-langkah critical appraisal? • Menyiapkan sesi analisis kritis • Mengidentifikasi proses yang perlu diperbaiki Sumber : KULPAK Langkah-Langkah dalam Melakukan Telaah Kritis terhadap Artikel Review Sistematik dan Meta Analisis  Menilai validitas  Menilai hasil  Menilai relevansi Sumber: TELAAH KRITIS ARTIKEL REVIEW SISTEMATIK DAN META ANALISIS Kadek Agus Surya Dila Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sumber: STEP-STEP MELAKUKAN EBM (EVIDENCE-BASED MEDICINE) Oleh Uning Marlina 8. Mengapa seorang dokter dalam menyelesaikan masalah pasien menggunakan EBM? EBM diperlukan karena perkembangan dunia kesehatan begitu pesat dan bukti ilmiah yang tersedia begitu banyak.

Intinya. EBM merupakan praktik penggunaan bukti riset terbaik yang tersedia (best available evidence). kepentingan (importance). Jadi nilai JDD pasien kita (untuk mekalah aspek terapi) adalah: JDD (makalah)/nilai f.html Berhubungan dengan tujuan kegiatan yang di periksa serta tempatnya tahapanya dan sebagainya ada berapa pertanyaan yang harus dipikirkan dan dijawab. Sumber: KULPAK 10. Oleh: DR. diagnosis. PhD 11.A . Apakah hasil penelaahan dengan CA bersifat mutlak? Tidak. dan applicability. disingkat “VIA”. juga sangat diperlukan penguasaan substansi dalam mengkaji setiap makalah ilmiahnya. Bagaimana cara menentukan artikel tersebut bermanfaat bagi pasien atau tidak? Menentukan apakah artikel tersebut bermanfaat bagi pasien atau tidak sama dengan menilai apakah artikel tersebut dapat diterapkan atau tidak pada pasien Untuk menilai makalah agar dapat diterapkan pada pasien sangat tergatung dari tingkat penguasaan substansi makalah makalah tersebut. terapi. Bhisma Murti.blogspot. prognosis. dan kemampuan penerapan (applicability) bukti-bukti klinis tentang etiologi. Nilai bukti ditentukan oleh dua hal: (1) Desain riset. hasil CA pastilah sudah valid. Tetapi „not all evidences are created equal”. kerugian.com/2010/10/lbm-4-blok-1-critical-appraisal. sehingga kita melihat bahwa selain diperlukan pengetahuan tentang ketentuan-ketentuan KBB. tetapi juga perbedaan secara kuantitatif dan kualitatif termasuk adanya biologic sense. dr. Menilai apakah makalah dapat diterapkan pada pasien kita. di mana nilai f (dalam prosentse) menunjukkan perbedaan kondisi pasien kita dengan pasien yang tertulis dalam makalah. MSc. Secara formal penilaian kritis (critical appraisal) perlu dilakukan terhadap kualitas buki-bukti yang dilaporkan oleh artikel riset pada jurnal. Dan oleh sebab itu di dalam EBM. Dokter dituntut untuk berpikir kritis dan menilai kritis bukti (critical appraisal).Dr. Walaupun begitu. MPH. setelah dilakukannya CA masih diperlukan adanya evaluasi. karena setiap proses EBM yang dilaukan oleh seseorang pasti menghasilkan berbagai macam hasil. Sumber: Buku KAJIAN Kritis Makalah Ilmiah Kedokteran Klinik Menurut Kedokteran Berbasis Bukti (KBB). Seorang yang sudah mendalami substasi. Sumber: Evidence-Based Medicine Prof. yang akan digunakan untuk pelayanan medis individu pasien. akan dengan segera mengetahui bahwa kondisi yang tertulis di dalam makalah tersebut sama atau berbeda dan kita dapat mempredikisi besaran perbedaan itu. • Untuk membantu orang mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memahami bukti ilmiah Sumber: http://drganjoz.Hananto Wiryo. important.Sp. dan (2) Kualitas pelaksanaan riset. pencegahan. penilaian kritis kualitas bukti dari artikel riset meliputi penilaian tentang validitas (validity). Sehingga apabila kita mengandaikan suatu besaran perbedaan dengan nilai f.tidak semua sumber bukti memberikan kualitas bukti yang sama. tidak sesederhana dengan hanya kriteria inklusi atau ekslusi.

Apakah dampak positif dan negative dari CA? Dampak positif CA • Tidak mudah terpengaruh • Tidak membedakan baik dengan yang salah • Dapat mengambil keputusan yang akurat Dampak Negatif CA • Terlalu lama mengkaji dan memutuskan suatu informasi Sumber: KULPAK Menguasai kemampuan untuk melakukan telaah kritis memberikan banyak keuntungan. Jumlah website bidang kedokteran lebih dari 100 ribu.com/kq/groups/3372785/1100001676/name/Memilih_EBP. karena itu era sekarang disebut cyber medicine. termasuk juga informasi dalam bidang kesehatan. Apa manfaat dari critical appraisal? • Meningkatkan daya analisis kritis • Menentukan alternatif yang lebih baik • Memunculkan banyak pertanyaan yang baru • Informasi yang diproleh lebih detail dan lebih paham • Memperoleh kebenaran darisuatu informasi Sumber: KULPAK Critical Appraisal 13. Informasi dalam bidang kesehatan tidak hanya diperoleh dari majalah kedokteran ataupun kepustakaan. Bagaimana hubungan antara IT. Sumber :http://xa.6 Dengan menguasai kemampuan melakukan telaah kritis.5. serta dapat melindungi klinisi dari potensi kesalahan tindakan. CT. namun dapat juga diperoleh dari data internet yang tersimpan dalam website. OnLine data base website pada tahun 1998 diperkirakan sebesar 5 juta. Untuk itu sejak tahun1990 para ahli biostatistik.12. baik bagi pasien maupun klinisi. karena tidak semua data/makalah/informasi tersebut adalah valid untuk dapat diterima sebagai tambahan ilmu pengetahuan. Bagaimana ciri-ciri orang yang menggunakan CA? Ciri-ciri orang yang melakukan CA • selektif dalam memilih informasi • selalu menelaah dan merevisi hasil kerja orang lain agar menjadi lebih baik • tidak tergesa-gesa dalam menilai suatu informasi • tidak pernah puas untuk memperluas ilmu. 4 Selain itu. untuk dapat mengikuti perkembangan yang pesat dalam metode diagnostik maupun terapi dengan jaminan informasi yang valid dan relevan kita harus menguasai kemampuan melakukan telaah kritis.pdf 15. 14. CA dengan EBM? Sejalan dengan perkembangan bidang internet.yimg.1. Kita harus dapat mengendalikan data-data yang terpaparkan baik dari kepustakaan makalah ataupun website. teknologi informasi berkembang sangat cepat. Kemampuan telaah kritis penting untuk dikuasai karena banyak penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal ilmiah memiliki metode pengerjaan dan/atau analisa yang kurang baik sehingga tidak valid dan tidak layak digunakan untuk membuat keputusan klinis. proses pengambilan keputusan akan lebih optimal dan menguntungkan bagi pasien. epidemiologi klinis dan para .

dan sebagainya.Sp. Oleh: DR. Sehingga seorang dokter haya memperoleh informasi yang shahih sn mutakhir untuk emngobati pasiennya. Jadi KBB adalah suatu system atau cara untuk menyaring semua data dan informasi dalam bidang kesehatan. klinikus mengembangkan suatu ilmu yang disebut EBM (Evidence Based Medicine) atau KBB (Kedokteran Berbasis Bukti). terapi. T e k n o lo g i I n f o r m s a i b r e k e m b n a g . dalam berbagai aspek seperti diagnosis. prognosis.Hananto Wiryo.A .Dr. Tanpa hal tersebut akan terjadi banyak kesalahan presepsi. I a M K e W Ju B rE C n j p rb fiM a u s tn o l s ria lta c m h k le s a K ia e a T A b d n h p V d k o rin lp a t k ia n ie d rg n s g a e k ln s e k t a a n b r e k e m a b n g . Sumber: Buku KAJIAN Kritis Makalah Ilmiah Kedokteran Klinik Menurut Kedokteran Berbasis Bukti (KBB).