M

Tak hanya aktif dalam organisasi kampus saja, Mahasiswa ITS juga dapat ikut serta dalam …..
agang Ormawa merupakan salah satu program yang diadakan oleh ITS IO,
yang dikhususkan untuk Mahasiswa aktif dalam organisasi yang ada di ITS,
seperti di BEM, Himpunan, maupun juga UKM yang ada di ITS. Mahasiswa
jurusan Fisika sendiri juga tak mau ketinggalan untuk dapat ikut serta
dalam program ini. Mereka adalah Indria Rukmana (Fisika 2012) dan juga
Wildatun Islamiyah (Fisika, 2013). “saya rasa, sebenarnya banyak sekali manfaat yang
didapatan saat mengikuti program ini, mulai dari seleksi awal hingga akhir, yang pada intinya
banyak sekali tahapan dan sabar untuk bisa menikmati hasilnya”, tutur Indria. Proses seleksi
terdiri dari berbagai tahapan juga membutuhkan waktu sangat lama ini, yakni ±5 bulan. Tak
hanya seleksi saja, dalam prosesnya juga terdapat workshop yang terkait dengan
internasionalisasi dan juga wawasan global. Yang mana terdapat beberapa materi-materi
penting, seperti bagaimana persiapan dalam menghadai AEC yang telah dimulai sejak 2015 lalu.
Selain materi terkait AEC, juga terkait KKNI yang penting bagi Mahasiswa yang sudah lulus. Yang
mana juga berhubungan dalam pencarian suatu pekerjaan. “Senang sekali bisa bergabung di
magang Ormawa batch 1 yang diadakan oleh ITS IO ini. Terlihat sekali kepedulian ITS terhadap
ormawa dan juga internasionalisasi” tambahnya. Tak hanya itu, setelah mengikuti magang
ormawa di UTem Malaka Malaysia, Mahasiswi asal Trenggalek ini mengaku banyak sekali hal-hal
yang patut dicontoh oleh Mahasiswa Indonesia, khususnya Mahasiswa ITS sendiri mengenai
komitmen untuk tetap memajukan organisasi yang harus dipegang teguh oleh suatu organisasi.
Selain itu, kedisiplinan Mahasiswa UTem juga patut dicontoh oleh Mahasiswa di Indonesia,
khususnya ITS sendiri. Manfaat lain yang dapat diambil olehnya yakni kesadaran akan
internasionalisasi yang harus lebih ditingkatkan. Bukan lagi saatnya untuk hanya bersaing di
Indonesia lagi, melainakan dengan dunia luar. Mengingat AEC yang semakin jdnfjkdfjks,
membuat kita harus menyadari bahwa saingan kita bukan lagi perguruan tinggi-perguruan tinggi
yang ada di Indonesia saja, melainkan hingga wilayah Asean. “Jangan lupa untuk persiapkan
dan bekali diri dengan Bahasa Inggris, serta mental yag kuat untuk berani go global. Tinggal
sekarang kami yang akan menginfluence teman-teman yang ada di ITS ini untuk berfikir lebih
maju lagi, menginfluence terkait how important internasionalisasi is it. Mulailah untuk
memiliki passport, karena itu akan menjadi kunci dan semangat kita untuk bisa go abroad”
pesannya.