BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Hygiene dan sanitasi mempunyai hubungan yang erat dan tidak dapat
dipisahkan antara satu dengan yang lain. Higiene dan sanitasi merupakan usaha
kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada
manusia.Usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari hubungan kondisi
lingkungan terhadap kesehatan manusia, upaya mencegah timbulnya penyakit karena
hubungan lingkungan kesehatan tersebut, serta membuat kondisi lingkungan yang
sedemikian rupa sehingga terjamin pemeliharaan kesehatan lingkungan disebut
higiene.
Kebersihan diri manusia tidak terlepas kaitannya akan upaya dalam menjaga
kesehatan. Kesehatan Perorangan (Personal hygiene ) termasuk dalam kesehatan
perseorangan adalah kebersihan badan, pakaian, tempat bahkan makanan. Untuk
kebersihan badan dapat dibedakan lagi menjadi kebersihan anggota badan,
kebersihan mulut dan gigi. Kebersihan anggota badan meliputi kulit, kuku, ataupun
rambut kepala. Kebersihan badan merupakan wujud dari kesucian.
Lingkungan dan manusia terikat hubungan yang erat satu sama lainnya.
Dalam ajaran agama Islam juga diperintahkan untuk menjaga lingkungan sehingga
terjadi kehidupan yang harmonis dan selalu terjaga keseimbangannya. Allah SWT
menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga lingkungannya serta
melestarikannya. Hal tersebut menjadikan bahwa agama Islam mengedepankan
tindakan pencegahan, yang merupakan suatu tujuan dari kesehatan masyarakat itu
sendiri ‘lebih baik mencegah daripada mengobati.
Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial
kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu atau determinan dalam
kesejahteraan penduduk.Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan
hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk
kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar.Hasil penelitian

1
menunjukkan bahwa tingginya angka kematian bayi pada suatu daerah disebabkan
karena faktor perilaku (perilaku perawatan pada saat hamil dan perawatan bayi, serta
perilaku kesehatan lingkungan) dan faktor kesehatan lingkungan.
Pada masa yang datang pemerintah lebih fokus pada pelaksanaan
pembangunan yang berkelanjutan dan pengembangan wilayah yang berkesadaran
lingkungan, sementara pihak pengguna infrastruktur dalam hal ini masyarakat secara
keseluruhan harus disiapkan dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik (tahu
sesuatu atau tahu bersikap yang semestinya) Masa datang kita dihadapkan dengan
penggunaan IPTEK yang lebih maju dan lebih kompleks yang memerlukan
profesionalisme yang lebih baik dengan jenjang pendidikan yang memadai.

1.2. Rumusan masalah
1. Apakah Pengertian Dari Higiene Dan Kesehatan Lingkungan?

2. Bagaimanakah Pengadaan Air Bersih?
3. Bagaimanakah Cara Penanggulangan Sampah?
4. Apakah Penyebab Polusi Udara?
5. Bagaimana Kesehatan Perumahan Dan Cara Pemberantasan Vektor?
6. Bagaimanakah Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)?

1.3. Tujuan Makalah
1. Mengetahui pengertian dari Higiene dan kesehatan lingkungan

2. Mengetahui Pengadaan Air Bersih
3. Mengetahui Cara Penanggulangan Sampah
4. Mengetahui Penyebab Polusi Udara
5. Mengetahui Kesehatan Perumahan Dan Cara Pemberantasan Vektor
6. Mengetahui Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Hygiene dan Kesehatan Lingkungan
2.1.1. Pengertian Hygiene

Pengertian Hygiene dan Sanitasi Hygiene (kesehatan lingkungan), sanitasi
dan hygiene adalah dua istilah dari bahasa inggris yaitu ”sanitation”yang berarti:
usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha
kesehatan lingkungan hidup manusia, dan ”hygiene” yang berarti: usaha kesehatan
preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan individu,
maupun usaha kesehatan pribadi manusia.

Pengertian Hygiene Menurut Para Ahli, yaitu :

1) Brownell menyatakan hygiene adalah bagaimana caranya orang memelihara
dan melindungi kesehatan.
2) Gosh berpendapat bahwa hygiene adalah suatu ilmu kesehatan yang
mencakup seluruh faktor yang membantu /mendorong adanya kehidupan
yang sehat baik perorangan maupun melalui masyarakat.
3) Prescott menyatakan bahwa hygiene terbagi ke dalam dua aspek yang
menyangkut individu (Personel Hygiene) dan yang menyangkut lingkungan
(Environment).
4) Di dalam undang-undang Nomor 2 Tahun 1996, Hygiene di nyatakan
sebagai Kesehatan masyarakat yang meliputi semua usaha untuk
memelihara, melindungi, dan mempertinggi derajat kesehatan badan, jiwa,
baik untuk umum maupun perorangan yang bertujuan memberikan dasar-
dasar kelanjutan hidup yang sehat, serta mempertinggi kesehatan dalam peri
kemanusiaan.

Hygiene merupakan aspek yang berkenaan dengan kesehatan manusia atau
masyarakat yang meliputi semua usaha serta kegiatan untuk melindungi,
memelihara, dan mempertinggi tingkat kesehatan jasmani maupun rohani baik
perorangan maupun kelompok masyarakat. Hygiene bertujuan untuk memberikan

3
dasar kehidupan yang sehat bagi seluruh aspek kehidupan dalam rangka
mempertinggi kesejahteraan masyarakat.
Sanitasi merupakan keseluruhan upaya yang mencakup kegiatan atau
tindakan yang perlu dilakukan untuk membebaskan hal-hal yang berkenaan dengan
kebutuhan manusia, baik itu berupa barang atau jasa, dari segala bentuk gangguan
atau bahaya yang merusak kebutuhan manusia di pandang dari sudut kesehatan.

2.1.2. Pengertian Kesehatan Lingkungan
Pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun
1948 menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan
fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau
kelemahan”.

Kesehatan lingkungan adalah kesehatan yang sangat penting bagi
kelancaran kehidupan dibumi, karena lingkungan adalah tempat dimana pribadi itu
tinggal.Lingkungan yang sehat dapat dikatakan sehat bila sudah memenuhi syarat-
syarat lingkungan yang sehat.

Kesehatan lingkungan merupakan ilmu yang mempelajari dinamika
hubungan interaktif antara kelompok penduduk atau masyarakat dan segala macam
perubahan komponen lingkungan hidup seperti berbagai spesies kehidupan, bahan,
zat, atau kekuatan di sekitar manusia, yang menimbulkan ancaman, atau berpotensi
mengganggu kesehatan masyarakat, serta bagaimana mencari upaya-upaya
pencegahannya.

Kesehatan lingkungan yaitu bagian integral ilmu kesehatan masyarakat yang
khusus menangani dan mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan dalam
keseimbangan ekologis.Jadi kesehatan lingkungan merupakan bagian dari ilmu
kesehatan mayarakat.

4
Ada 3 pengertian yang dikemukakan para ahli tentang kesehatan
lingkungan, masing-masing pengertian lahir dalam upaya memecahkan masalah
kesehatan sesuai jaman dan kebutuhannya. Ketiga pengertian tersebut adalah :

1. Pengertian Kesehatan Lingkungan sebagai suatu upaya, dikemukakan oleh
P.Halton Purdon(1971). Purdon menyatakan bahwa “Kesehatan Lingkungan
merupakan bagian dari dasar-dasar kesehatan bagi masyarakat modern,
kesehatan lingkungan adalah aspek kesehatan masyarakat yang meliputi
semua aspek kesehatan manusia dalam hubungannya dengan lingkungan.
Tujuannya untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat pada tingkat yang setinggi-tingginya dengan jalan
memodifikasi factor social, factor fisik lingkungan, sifat-sifat dan kelakuan
lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan.

2. Pengertian kesehatan Lingkungan sebagai Kondisi dikemukakan oleh
Organisasi Kesehatan se Dunia (World Health Organization). WHO
menyatakan Environment health refers to ecological balance that must exist
beetwen man and his environment in order to ensure his weel being.
Kesehatan Lingkungan merupakan terwujudnya keseimbangan ekologis
antara manusia dan lingkungan harus ada, agar masyarakat menjadi sehat dan
sejahtera.
Sehingga Kesehatan Lingkungan menurut WHO adalah: Those
aspects of human health and disease that are determined by factors in the
environment. It also refers to the theory and practice of assessing and
controlling factors in the environment that can potentially affect health. Atau
bila disimpulkan "Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara
manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia
".Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia)
kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu
menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan
lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang
sehat dan bahagia.Dalam pengertian ini titik pusat pandang dari Kesehatan

5
Lingkungan adalah bahwa tercapainya tujuan kesehatan yaitu masyarakat
sehat dan sejahtera apabila kondisi lingkungan sehat.

3. Kesehatan Lingkungan adalah ilmu dan seni dalam mencapai keseimbangan
lingkungan dan manusia, ilmu dan seni dalam pengelolaan lingkungan
sehingga dicapai kondisi yang bersih, sehat, aman dan nyaman dan terhindar
dari gangguan penyakit. Pengertian Kesehatan Lingkungan sebagai suatu
ilmu, seni dan teknologi dikemukakan oleh beberapa ahli diantaranya
dikemukakan oleh Umar Fahmi Achmadi. Kesehatan Lingkungan adalah
ilmu yang mempelajari keterkaitan antara kualitas lingkungan dengan kondisi
kesehatan suatu masyarakat.
Ilmu Kesehatan Lingkungan mempelajari dinamika hubungan
interaktif antara kelompok penduduk dengan segala macam perubahan
komponen lingkungan hidup yang menimbulkan ancaman atau berpotensi
mengganggu kesehatan masyarakat.

2.2. Pengadaan Air Bersih
Air Bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari akan
menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya air bersih
ialah air yang memenuhi persyaratan bagi system penyediaan air minum, dimana
persyaratany yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas fisik, kimia,
biologis dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek
samping.

2.2.1. Persyaratan Air Bersih
2.2.1.1. Syarat Kuantitas
Jumlah air untuk keperluan rumah tangga per hari, perkapita tidaklah
sama untuk tiap negara. Pada umumnya di negara maju lebih banyak daripada di
negara berkembang, misalnya Amerika Serikat diperlukan ± 200 m 3/hari/kapita,
sedangkan di Indonesia untuk wilayah kota adalah ± 150 m 3/hari/kapita dan untuk
wilayah pedesaan adalah ± 100 m3/hari/kapita.

6
2.2.1.2. Syarat Kualitas
Kualitas air harus memenuhi syarat kesehatan yang meliputi syarat fisik,
kimiawi, mikrobiologis dan radioaktif sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan
RI Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990.Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan tersebut
diatas, syarat-syarat Air Minum/Air Bersih adalah sebagai berikut :
1. Syarat Fisik :
1) Tidak berbau
2) Tidak berasa
3) Tidak berwarna, kadar warna maksimal 15 skalaTCU (True Color Units)
4) Jernih, kadar maksimal kekeruhan 5 skala NTU (Nephelometric Turbidity
Units)
5) Suhu sama dengan suhu udara, dengan penyimpangan maksimal 3ºC,
diatas atau dibawahnya.
6) Jumlah zat terlarut maksimal 1000 mg/L.

2. Syarat Kimiawi:
1) Tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya / beracun.
2) Tidak boleh mengandung zat – zat yang dapat menimbulkan gangguan
kesehatan
3) Tidak boleh mengandung zat dengan kadar yang melebihi batas
tertentu sehingga menimbulkan gangguan fisiologis, tekhnis dan
ekonomis.
3. Syarat Mikrobiologis:
Air untuk keperluan rumah tangga/ air minum dikatakan memenuhi syarat
mikrobiologis bila air tersebut bebas dari segala bakteri patogen. Dan bila dari
pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 Bakteri Coli maka air tersebut
memenuhi syarat kesehatan.
4. Syarat Radioaktif :
Kadar maksimum yang diperbolehkan yaitu Aktivitas sinar Alpha (0,1
Bq/L), Aktivitas sinar Betha (1,0 Bq/L).

7
2.2.2. Sumber Air Bersih
Sebagai sumber air bersih / air minum dapat dipergunakan air tanah, air
permukaan dan air hujan.
1. Air Tanah:
1) Air tanah dalam:
Umumnya sudah cukup bersih asalkan pengambilannya dilaksanakan
dengan benar (tidak menyebabkan terjadinya kontaminasi)
2) Air tanah dangkal (sumur gali, sumur pompa dangkal):
Umumnya belum merupakan air bersih, sehingga harus terlebih dahulu
diprosessebelum dikonsumsi, lebih-lebih apablia pengambilannya
dilaksanakan melalui sumur gali ataupun pompa tangan yang terbuka.
3) Air Permukaan:
Air yang terdapat pada permukaan tanah, misalnya air sungai, air danau,
air rawa, air laut, yang harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan
karena umumnya telah mengalami pencemaran baik fisik, kimiawi maupun
mikrobiologis.
4) Air Hujan:
Air hujan sudah merupakan air bersih asalkan penampungannya
dilaksanakan dengan cara yang benar.

2.3. Penanggulangan Sampah
Sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi
oleh manusia, atau benda padat yang sudah tidak digunakan lagi dalam suatu
kegiatan manusia dan dibuang. Sampah ini dibagi atas:
1. Faeces dan Urine (Human Excreta)
2. Air limbah ( Sewage )
3. Sampah ( Refuse )
4. Bahan buangan dari sisa – sisa proses industri ( Industrial Waste )

8
1. Faeces dan Urine ( Human Excreta )
Pembuangan kotoran ( faeces dan urine ) yang tidak memenuhi aturan
memudahkan terjadinya penyebaran water borne diseases. Syarat pembuangan
kotoran yang memenuhi aturan kesehatan menurut Ehler dan Steel adalah :
1) Tidak boleh mengotori tanah permukaan.
2) Tidak boleh mengotori air permukaan.
3) Tidak boleh mengotori air dalam tanah.
4) Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipakai tempat lalat bertelur
atau tempat berkembangbiaknya vector penyakit lainnya.
5) Pembuatannya mudah dan murah

2. Pembuangan Air Limbah ( Sewage Disposal )
Yang dimaksud dengan air limbah adalah excreta manusia, air kotor dari
dapur, kamar mandi, jamban ( WC ) dan air limbah dari pabrik serta air hujan.
Air Limbah dibedakan atas :
1) Domestic Sewage, yaitu air limbah yang berasal dari perumahan.
2) Industrial Sewage, yaitu air limbah yang berasal dari sisa – sisa
proses industri.
Maksud Pengaturan / Pengawasan Pembuangan Air Limbah:
1) Mencegah pengotoran sumber air untuk keperluan rumah tangga.
2) Menjaga bahan pangan seperti sayuran yang dicuci dengan air sungai.
3) Melindungi sumber air untuk hewan ternak.
4) Menghindari pencemaran air permukaan, mencegah bau busuk dan
pemdangan yang tidak sedap.

Cara Pembuangan Air Limbah
1. Dengan Pengenceran ( Disposal
by Dilution )

9
Yaitu dengan cara membuang air limbah ke sungai, danau atau laut,
sehingga terjadi pengenceran air limbah tersebut. Namun tempat
pembuangan itu harus memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Sungai atau danau itu airnya tidak boleh digunakan untuk keperluan
lain.
b. Air yang tesedia harus cukup banyak sehingga pengencerannya
paling sedikit30 – 40 kali.
c. Airnya harus mengalir.

2. Cesspool
Yaitu dengan membuat sumur pada tanah berpasir ( porous ), sehingga
air limbah yang ditampung pada sumur tersebut dapat meresap ke dalam
tanah.

3. Seepage Pit ( Sumur Resapan )
Merupakan sumur tempat menampung air limbah yang telah
mengalami pengolahan dalam sistem lain, misalnya dari aqua privy atau
septic tank.

4. Septik Tank
Septik tank ini terdiri dari 4 bagian, yaitu :
1) Ruang pembusukan, yaitu tempat menampung air
limbah selama 1-3 hari. Disini limbah akan mengalami
perombakan oleh bakteri pembusuk. Gas dan cairan yang
dihasilkan dari proses ini akan disalurkan melalui sebuah pipa ke
dalam dosing chamber, sedangkan lumpurnya akan masuk ke ruang
lumpur.
2) Ruang Lumpur, merupakan tempat penampungan
Lumpur yang terjadi dari proses pembusukan. Bila sudah penih,
lumpurnya dapat disedot keluar.

10
3) Dosing chamber, merupakan tempat penampungan gas
dan cairan hasil pembusukan.
4) Bidang resapan, akan menyerap cairan yang keluar dari
dosing chamberdan menyaringnya dari bakteri – bakteri patogen.
Dibuat pada tanah yang porous sehingga cairan dapat meresap
dengan cepat ke dalam tanah.

5. Sistem Riool
Merupakan cara pembuangan air limbah di kota – kota. Semua air
limbah baik dari perumahan maupun perusahaan dialirkan ke system riool.

1. Pembuangan Sampah ( Refuse Disposal )
Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya, sampah dibedakan
atas sampag organic dan sampah anorganik. Berdasarkan mudah / sukarnya
terbakar, sampah dibagi atas sampah yang mudah dibakar dan sampah yang
sukar di bakar.Sedangkan berdasarkan mudah / sukarnya membusuk, sampah
dibedakan atas sampah yang mudah membusuk dan sampah yang sukar
membusuk.
a. Penggolongan Sampah Menurut
Karakteristiknya
1. Garbage
Merupakan jenis sampah yang terdiri dari sisa potongan hewan atau
sayur – sayuran yang berasal dari proses pengolahan, persiapan, pembuatan
dan penyediaan makanan yang sebagian besar mudah membusuk, lembab
dan mengandung sejumlah air.
2. Rubbish
Merupakan sampah yang mudah atau sukar terbakar, berasal dari rumah
tangga, pusat perdagangan dan kantor, yang tidak termasuk garbage.
Sampah yang mudah terbakar umumnya terdiri dari zat organic, kertas,
sobekan kain, kayu, plastrik dll.Sedangkan sampah sukar terbakar sebagian
besar berupa zat anorganik seperti logam, mineral, kaleng dan gelas.

11
3. Ashes ( abu )
Merupakan sisa pembakaran dari bahan yang mudah terbakar.
4. Street Sweeping ( sampah
jalanan )
Berasal dari pembersihan jalanan dan trotoar.
5. Dead Animal ( bangkai
binatang )
Yaitu bangkai binatang yang mati karena bencana alam, penyakit atau
kecelakaan.

6. Household Refuse ( sampah pemukiman )
Yaitu sampah campuran yang berasal dari rubbish, garbage, ashes dari
pemukiman.
1. Sampah industri
2. Demolition Wastes
Yaitu sampah hasil penghancuran gedung / bangunan.

b. Pengolahan Sampah Padat
1. Pengumpulan dan Pengangkutan
Pengumpulan sampah menjadi tanggung jawab dari masing-masing
rumah tangga atau institusi yang menghasilkan sampah. Oleh karena itu
harus membangun atau mengadakan tempat khusus untuk
mengumpulkan sampah.
Kemudian dari masing-masing tempat pengumpulan sampah tersebut
harus diangkut ketempat penampungan sementara (TPS) sampah, dan
selanjutnya ke tempat penampungan akhir (TPA)
2. Pengolahan
Teknik pengolahan digunakan dalam system pengolahan sampah
untuk meningkatkan efisiensi operasional, antara lain reduksi volume
secara mekanik (pemadatan), reduksi volume secara kimiawi

12
(pembakaran), reduksi ukuran secara mekanik (cincang) dan pemisahan
komponen secara manual dan mekanik.

c. Pemusnahan Sampah
Pemusnahan sampah dapat dilakukan dengan cara :
1. Land Fill
Sampah dibuang pada tanah yang rendah. Pembuangan ini hanya
cocok untuk sampah jenis rubbish. Sedangkan sampah jenis garbage
dapat menimbulkan bau yang tidak sedap serta tempat bersarangnya
serangga / tikus.

a. Sanitary Land Fill
Sampah dibuang pada tanah yang rendah kemudian ditutup
lagi dengan tanah.
2. Incineration
a. Individual Incineration
Pembuangan sampah dengan cara dibakar. Namun ini dapat
menimbulkan polusi udara.
b. Incinetaror Khusus
Yaitu pembakaran dengan alat pembakar sampah khusus
(incinerator). Namun cara ini memerlukan biaya yang mahal.
3. Composting
Sampah – sampah dari logam, gelas dan lainnya
dipisahkan.Kemudian sampah dihaluskan untuk selanjutnya dibuat
menjadi kompos.
4. Recycling
Bagian – bagian sampah yang masih dapat dipakai di daur ulang,
sehingga bisa bermanfaat kembali.

d. Hubungan Sampah Padat Dan Kesehatan Lingkungan

13
Pengolahan sampah mempunyai pengaruh yang posistif dan negatif
terhadap lingkungan. Pengaruh negatif dari pengolahan sampah ini tampak
dalam 3 aspek yaitu
1. Aspek kesehatan: sampah dapat memberikan tempat tinggal bagi
vector
2. Aspek lingkungan: penyakit estetika lingkungan, penurunan kualitas
udara, pembuangan sampah ke saluran air akan menyebabkan
pencemaran air.
3. Aspek sosial masyarakat: pengolahan sampah yang kurang baik
mencerminkan status keadaan sosial masyarakat.

2.4. Polusi Udara
Polusi udara adalah suatu kondisi dimana udara tercemari oleh bahan kimia,
zat/partikel dan bahan biologis lain yang bisa membahayakan kesehatan dan
makhluk hidup serta organisme lainnya. Polusi udara bisa mengakibatkan rusaknya
lapisan atmosfer dan tercemarinya oksigen yang dibutuhkan oleh manusia.
2.4.1. Sumber polusi udara :
1) Asap – asap dari pabrik,
2) Asap kendaraan bermotor
3) Timbunan Sampah
4) Letusan Gunung
5) Pertanian
6) Kebakaran Hutan
Bentuk / sifat fisik dari benda – benda yang mengotori udara dapat berupa
debu, gas, atau uap. Polutan kimia berbahaya yang mengotori udara adalah SO 2, H2S,
HF, HCl, CO, CO2, NO, NO2, NH3 , O3 dan zat – zat hidrokarbon.

2.4.2. Pengaruh Polusi Udara
1) Dampak Bagi Tumbuhan
2) Efek Rumah Kaca
3) Rusaknya Lapisan Ozon

14
4) Dampak Bagi Kesehatan Masyarakat

1. Akibat yang segera :
Polusi udara dapat menyebabkan sakit mendadak, bahkan menyebabkan
kematian.Misalnya kebocoran pada pabrik ammonia dapat menyebabkan warga
disekitar pabrik menderita sesak napas, bahkan dapat berakibat kematian.

2. Akibat yang tidak segera
Udara kotor yang terhirup dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun
sehingga tubuh mudah diserang penyakit seperti TBC, bronchitis bahkan kanker
paru – paru.

3. Pengaruh lain
Disamping berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia, juga berakibat
buruk pada binatang dan tumbuh – tumbuhan. Senyawa fluorida yang menempel
pada rumput, bila termakan ternak akan mengakibatkan ternak menjadi kurus,
produksi susunya berkurang dan sebagainya. Tumbuhan seperti bunga – bungaan
dan tomat mudah rusak karena udara kotor. Asam – asam seperti HSO 4, HCl,
HNO3 yang turun bersama air hujan akan merusak alat rumah tangga dari logam,
membuat jembatan besi mudah berkarat sehingga cepat rusak.

4. Usaha – Usaha Pencegahan Polusi Udara
Untuk melindungi masyarakat terhadap bahaya polusi udara, maka dilakukan
usaha – usaha sebagai berikut :

1) Setiap pabrik diwajibkan melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap
asap pabriknya sebelum dibuang keudara bebas. Pengolahan yang dapat
dilakukan adalah :
 Untuk udara yang mengandung gas atau uap :

15
a. Dengan cara mencuci, maksudnya udara dialirkan kedalam air atau
cairan yang mudah bereaksi dengan gas atau uap yang terdapat dalam
udara kotor tesebut sehingga terikat.
b. Dengan jalan membakar, maksudnya udara yang kotor dilewatkan pada
alat pembakar agar terbakar sempurna.
 Untuk udara yang mengandung debu atau alkohol :
a Udara kotor yang akan dibuang dilairkan dalam suatu kamar khusus
yang disebut kamar pengendap agar debu – debunya mengendap.
b Udara kotor dilewatkan pada alat khusus perangkap kelembanan
sehingga partikel yang ada didalamnya tidak ikut bersama aliran udara.
c. Udara kotor dilewatkan pada ruangan khsusus secara melingkar –
lingkar (cyclone) sehingga partikel yang terdapat di dalamnya melekat
di dinding.
d. Dengan presipitasi dinamis, alat yang bentuknya seperti baling – baling
yang menyebabkan partikel partikel yang terdapat pada udara kotor
terhempas dan terkumpul disekitar baling – baling.
e. Partikel – partikel yang terdapat dalam udara kotor disaring dengan
suatu filter khusus.
f. Partikel dalam udara kotor diendapkan secara elektrik karena adanya
perbedaan tegangan listrik diantara dua kutub listrik.
g. Untuk kendaraan bermotor, digunakan bahan bakar yang sedikit
mencemari udara, seperti bahan bakar gas atau bahan bakar sinar
matahari. Bagi kendaraan bermotor yang sisa pembakarannya lebih
banyak, sebaiknya menggunakan jalan – jalan dipinggir kota
h. Melakukan penghijauan kota, karena tumbuh – tumbuhan dapat
menghasilkan oksigen pada siang hari disamping menyerap
karbondioksida dari udara. Oleh alam, hujan yang turun menyebabkan
kotoran diudara berkurang dan angin akan menyebabkan kotoran
diudara tersebar luas sehingga tidak terkonsentrasi pada daerah tertentu.

2.5. Kesehatan Perumahan Dan Pemberantasan Vektor

16
2.5.1. Kesehatan Perumahan
Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan
tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan yaitu
kelengkapan dasar fisik lingkungan, misalnya penyediaan air minum,
pembuangan sampah, listrik, telepon, jalan, yang memungkinkan lingkungan
pemukiman berfungsi sebagaimana mestinya; dan sarana lingkungan yaitu
fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan serta pengembangan
kehidupan ekonomi, sosial dan budaya, seperti fasilitas taman bermain, olah raga,
pendidikan, pertokoan, sarana perhubungan, keamanan, serta fasilitas umum
lainnya.
Perumahan harus menjamin kesehatan penghuninya, oleh karena itu
diperlukan syarat perumahan sebagai berikut :
1. Memenuhi Kebutuhan Fisiologis
1) Suhu ruangan harus dijaga berkisar antara 20o – 28o C, ini sangat
tergantung pada suhu udara luar, pergerakan udara, kelembaban dan suhu
benda – benda disekitarnya.
2) Harus cukup mendapat penerangan baik siang hari maupun malam .
3) Harus mempunyai ventilasi yang memadai untuk pertukaran hawa
sehingga udara dalam ruangan tetap segar.
4) Dinding ruangan dibuat sedemikian rupa sehingga kedap suara, dari luar
maupun dari dalam.
5) Ada halaman yang cukup untuk bermain anak – anak.
2. Memenuhi Kebutuhan Psikologis
1) Keadaan dan pengaturan rumah harus memenuhi tata keindahan.
2) Adanya jaminan kebebasan yang cukup bagi anggota keluarga.
3) Sedapat mungkin anggota keluarga yang meningkat dewasa mempunyai
kamar sendiri.
4) Harus ada ruangan untuk berkumpul bersama dan untuk menerima tamu.

3. Perlindungan Terhadap Penularan Penyakit

17
Untuk mencegah penularan penyakit diperlukan sarana air bersih, fasilitas
pembuangan air kotor, tersedianya tempat pembuangan kotoran dan sampah,
fasilitas penyimpanan makanan, menghindari adanya intervensi dari serangga
dan hamaatau hewan lain yang dapat menularkan penyakit. Agar dalam keadaan
tidur tetap sehat, diperlukan luas kamar tidur sekitar 5 meter persegi perkapita.

4. Perlindungan / Pencegahan Terhadap Bahaya Kecelakaan Dalam Rumah
Agar terhindar dari kecelakaan maka konstruksi rumah harus kuat dan
memenuhi syarat bangunan, desain pencegahan terjadinya kebakaran dan
tersedianya alat pemadam kebakaran.Pencegahan kecelakaan jatuh dan
kecelakaan mekanis lainnya.

2.5.2. Pemberantasan Vektor
Vektor adalah organisme yang tidak menyebabkan penyakit tapi
menyebarkannya dengan membawa pathogen dari satu inang ke yang lain.
Contohnya nyamuk, lalat, dan kecoa.
Pengendalian vector adalah upaya untuk mengurangi atau menurunkan
populasi vector dengan maksud pencegahan atau pemberantasan penyakit yang
ditularkan atau gangguan (nuisance) oleh vector.
Program pengendalian untuk penyakit bawaan vektor harus digencarkan
selama periode darurat dan rehabilitasi, khususnya di wilayah yang
endemic.Prioritas dilakukan untuk daerah endemik leptospirosis, DBD, malaria,
tifus, dan pes.
Berikut ini adalah langkah-langkah darurat penting untuk pengendalian
vektor:

1. Pulihkan aktivitas pengumpulan dan pembuangan sampah yang
saniter sesegera mungkin

18
2. Selenggarakan promosi kesehatan untuk memusnahkan tempat
perkembangbiakan vektor dan tentang upaya untuk mencegah infeksi,
termasuk hygiene personal

3. Lakukan survei pada kamp dan wilayah berpenduduk padat untuk
mengidentifikasi lokasi perkembangbiakan potensial nyamuk, hewan
pengerat, dan vektor lainnya.

4. Musnahkan tempat perkembangbiakan vektor dengan mengeringkan
dan/atau menimbun kolam, empang, dan rawa-rawa, melakukan gerakan
3M, dll.

5. Simpan makanan dalam tempat tertutup dan terlindung

2.6. Masalah Gizi Di Indonesia Dan Penanggulangannya

Gizi merupakan unsur yang sangat penting di dalam tubuh. Dengan gizi yang
baik, tubuh akan segar dan kita akan dapat melakukan aktivitas dengan baik. Gizi
harus dipenuhi justru sejak masih anak-anak, karena gizi selain penting untuk
pertumbuhan badan, juga penting untuk perkembangan otak.Untuk itu, orang tua
harus mengerti dengan baik kenutuhan gizi si anak tidak mengalami kurang gizi.
Selain itu, orang tua juga harus mengetahui apa dan bagaimana kurang gizi itu.

2.6.1. Masalah Gizi Utama di Indonesia

Indonesia saat ini menghadapi setidak-tidaknya 5 masalah gizi yang dipicu
berbagai factor dalam kehidupan masyarakat. Ke lima masalah gizi tersebut
adalah Kurang Energi Protein (KEP), Kurang vitamin A (KVA), Gangguan akibat
kekurangan Yodium (GAKY), Anemia Gizi Besi (AGB), gizi berlebih
(OBESITAS).

19
Penyebab masalah gizi di Indonesia secara langsung di pengaruhi oleh
tidak cukupnya asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Adapun penyebab secara
tidak langsung, antara lain jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh
yang tidak memadai, rendahnya ketahanan pangan tingkat rumah tangga,
kemiskinan, pengangguran, serta dampak social Budaya dan politik

Terdapat beberapa fakta yang terkait dengan masalah gizi di Indonesia
yang memerlukan penanganan segera dimulai dari tingkat individu, keluarga, dan
secara nasional, karena masalah gizi di tiap wilayah berbeda baik jenis masalah,
besaran maupun factor penyebabnya.

“Pola asuh juga merupakan salah satu factor penting yang mempengaruhi
status gizi”. Data makro kesehatan menunjukan bahwa Selama 10 tahun terakhir
tercatat tingkat asupan energy rata-rata perkapita di Indonesia tidak mengalami
peningkatan berarti, dan terjadi perubahan gaya hidup berupa pergeseran pola
makan yang tinggi lemak dan rendahnya indeks aktivitas.

2.6.2. Kekurangan Energi Protein (KEP)

Kekurangan Energi Protein adalah penyakit gizi akibat defisiensi energy
dalam jangka waktu yang cukup lama.Pada derajat ringan pertumbuhan kurang,
tetapi kelainan biokimiawi dan gejala klinis (marginal malnutrition).Derajat berat
adalah tipe kwashiorkor dan tipe marasmus atau tipe marasmik-
kwashiokor.Terdapat gangguan pertumbuhan, muncul gejala klinis dan kelainan
biokimiawi yang khas.

2.6.2.1. Penyebab KEP

1) Masukan makanan atau kuantitas dan kualitas rendah

2) Gangguan system pencernaan atau penyerepan makanan

3) Pengetahuan yang kurang tentang gizi

20
4) Konsep klasik diet cukup energy tetapi kurang protein menyebab
kwashiorkor

5) Diet kurang energy walaupun zat gizi esensial seimbang menyebabkan
maraasmus

6) Kwashiorkor terjadi pada hygiene yang buruk, yang terjadi pada
penduduk desa yang mempunyai kebiasaan memberikan makanan
tambahan tepung dan tidak cukup mendapatkan ASI

7) Terjadi karena kemiskinan sehingga timbul malnutrisi dan infeksi

2.6.2.2. Gejala klinis KEP ringan

1) Pertumbuhan mengurang atau berhenti

2) BB berkurang, terhenti bahkan turun

3) Ukuran lingkar lengan menurun

4) Maturasi tulang terlambat

5) Rasio berat terhadap tinggi normal atau menurun

6) Tebal lipat kulit normal atau menurun

7) Aktivitas dan perhatian kurang

8) Kelainan kulit dan rambut jarang ditemukan

Ada 2 bentuk KEP yaitu marasmus dan kwashiorkor.Baik marasmus
maupun kwashiorkor keduanya disebabkan oleh kekurangan protein.akan tetapi
pada marasmus di samping kekurangan protein terjadi juga kekurangan energy.

21
Sedangkan pada kwashiorkor yang kurang hanya protein, sementara kalori
cukup. Maraasmus terjadi pada anak usia yang sangat muda yaitu pada bulan
pertama setelah lahir, sedangkan kwashiorkor umunya ditemukan pada usia 6
bulan sampai 4 tahun.

Marasmus adalah kekurangan energi pada makanan yang menyebabkan
cadangan protein tubuh terpakai sehingga anak menjadi “kurus” dan
“emosional”.

Penyebab Marasmus

1. Ketidakseimbangan konsumsi zat gizi atau kalori didalam makanan

2. Kebiasaan makanan yang tidak layak

3. Penyakit-penyakit infeksi saluran pencernaan

Tanda dan gejala

1. Wajah seperti orang tua, terlihat sangat kurus

2. Mata besar dan dalam, sinar mata sayu

3. Mental cengeng

4. Faces lunak atau diare

5. Rambut hitam, tidak mudah dicabut

6. Jaringan lemak sedikit atau bahkan tidak ada, lemak subkutan
menghilang hingga turgor kulit menghilang

7. Kulit keriput, dingin, kering dan mengendur

8. Torax atau sela iga cekung

22
9. Atrofi otot, tulang terlihat jelas

10. Tekanan darah lebih rendah dari usia sebayanya

11. Frekuensi nafas berkurang

12. Kadar Hb berkurang

13. Disertai tanda-tanda kekurangan vitamin

Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein
dan sering timbul pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini kebutuhan
protein tinggi.Meski penyebab utama kwashiorkor adalah kekurangan
protein, tetapi karena bahan makanan yang dikonsumsi kurang
menggandung nutrient lain serta konsumsi daerah setempat yang berlainan,
akan terdapat perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara.

Penyebab Kwashiokor

1. Kekurangan protein dalam makanan

2. Gangguan penyerapan protein

3. Kehilangan protein secara tidak normal

4. Infeksi kronis

5. Perdarahan lebat

Tanda dan Gejala

1. Wajah seperti bulan “moon face”

2. Pertumbuhan terganggu

3. Sinar mata sayu

23
4. Perubahan mental (sering menangis, pada stadium lanjut menjadi
apatis)

5. Atrofi otot

6. Anoreksia

7. Diare

8. Pembasaran hati

9. Anemia

10. Sering terjadi acites

11. Oedema

2.7. Upaya perbaikan gizi keluarga (UPGK)

2.7.1. Pengertian Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)

Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) adalah usaha perbaikan gizi
masyarakat yang berintikan penyuluhan gizi, melalui peningkatan peran serta
masyarakat dan didukung kegiatan yang bersifat lintas sektoral, Dilaksanakan oleh
berbagai sektor terkait (kesehatan, BKKBN, Pertanian Dalam Negeri), Dikbud,
PKK, dan lain-lain.

2.7.2. Pengertian lain mengenai UPGK adalah:

a. Merupakan usaha keluarga sendiri untuk memperbaiki keadaan gizi
seluruh anggota keluarga,

24
b Dilaksanakan oleh keluarga dan masyarakat dengan kader sebagai
penggerak masyarakat dan petugas berbagai sektor sebagai motivator,
pembimbing dan pembina,

c Merupakan bagian dari kehidupan keluarga sehari-hari dan juga
merupakan bagian integral dari pembangunan nasional untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat,

d Secara operasional adalah rangkaian kegiatan yang saling mendukung
untuk melaksanakan alih teknologi sederhana kepada keluarga dan
masyarakat.

2.7.3. Tujuan UPGK

2.7.3.1. Tujuan Umum:

Mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung perbaikan
gizi anak balita dan keluarga melalui peningkatan pengertian, partisipasi dan
pemerataan hasil kegiatan untuk mencapai keluarga sadar gizi menuju
terjadinya manusia berkualitas.

2.7.3.2. Tujuan Khusus

1. Partisipasi dan pemerataan kegiatan:

a) Semua anggota masyarakat ikut serta aktif dalam penyelenggaraan
kegiatan. Penanggungjawab kegiatan adalah anggota masyarakat
setempat yang telah mendapat latihan.

b) Pada daerah UPGK, kegiatan meluas ke semua RW

25
c) Pada setiap RW, semua balita (anak dibawah 5 tahun), ibu hamil dan
ibu menyusui tercakup dalam kegiatan.

2. Perubahan tingkah laku yang mendukung tercapainya perbaikan gizi.

a) Semua balita ditimbang setiap bulan, dan hasil timbangannya dicatat
di KMS

b) Semua bayi disusui ibunya sampai usia 2 tahun atau lebih dan
mendapat makanan lain yang sesuai dengan kebutuhannya

c) Semua anak yang berumur 1-4 tahun mendapat 1 kapsul vitamin A
dosis tinggi setiap 6 bulan

d) Semua anak yang mencret segera diberi minum larutan gula garam
atau larutan oralit

BAB III

26
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
 Pengertian Hygiene berarti: usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan
kegiatannya kepada usaha kesehatan individu, maupun usaha kesehatan
pribadi manusia.
 Pengertian Kesehatan menurut WHO, kesehatan adalah sebagai “suatu
keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan
penyakit atau kelemahan”.

 Kesehatan lingkungan adalah kesehatan yang sangat penting bagi kelancaran
kehidupan dibumi, karena lingkungan adalah tempat dimana pribadi itu
tinggal. Lingkungan yang sehat dapat dikatakan sehat bila sudah memenuhi
syarat-syarat lingkungan yang sehat.

 Air Bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari akan
menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya air
bersih ialah air yang memenuhi persyaratan bagi system penyediaan air
minum, dimana persyaratany yang dimaksud adalah persyaratan dari segi
kualitas fisik, kimia, biologis dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi
tidak menimbulkan efek samping.

 Persyaratan Air Bersih
a. Syarat Fisik:Jernih, Tidak berbau, Tidak berasa, Tidak berwarna, kadar
warna maksimal 15 skalaTCU (True Color Units), Jernih, kadar maksimal
kekeruhan 5 skala NTU (Nephelometric Turbidity Units), Suhu sama
dengan suhu udara, dengan penyimpangan maksimal 3º C, diatas atau
dibawahnya, Jumlah zat terlarut maksimal 1000 mg/L.
b. Syarat Kimiawi:Tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya/
beracun, Tidak boleh mengandung zat – zat yang dapat menimbulkan
gangguan kesehatan, Tidak boleh mengandung zat dengan kadar yang
melebihi batas tertentu sehingga menimbulkan gangguan fisiologis,
tekhnis dan ekonomis.
 Penanggulangan Sampah

27
Yang dimaksud dengan waste (sampah) adalah zat – zat / benda – benda yang
sudah tidak terpakai lagi baik yang berasal dari rumah – rumah maupun dari sisa
– sisa proses industri dan telah dibuang.
Sampah ini dibagi atas: Faeces dan Urine (Human Excreta), Air limbah
( Sewage ), Sampah ( Refuse ), Bahan buangan dari sisa – sisa proses industri
( Industrial Waste )
 Polusi Udara
Sumber polusi udara:Asap – asap dari pabrik, kendaraan bermotor, rumah
tangga dan sebagainya, Debu tanah, Virus dan bakteri dari pernafasan penderita,
Tepung sari dan spora tumbuhan
 Vektor adalah organisme yang tidak menyebabkan penyakit tapi
menyebarkannya dengan membawa pathogen dari satu inang ke yang lain.
Contohnya nyamuk, lalat, dan kecoa.
 Pengendalian vector adalah upaya untuk mengurangi atau menurunkan
populasi vector dengan maksud pencegahan atau pemberantasan penyakit
yang ditularkan atau gangguan (nuisance) oleh vector.
 Penyebab masalah gizi di Indonesia secara langsung di pengaruhi oleh tidak
cukupnya asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Adapun penyebab secara tidak
langsung, antara lain jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh
yang tidak memadai, rendahnya ketahanan pangan tingkat rumah tangga,
kemiskinan, pengangguran, serta dampak social Budaya dan politik.
 Kekurangan Energi Proteinadalah penyakit gizi akibat defisiensi energy
dalam jangka waktu yang cukup lama.

 Penyebab KEP: Masukan makanan atau kuantitas dan kualitas rendah,
Gangguan system pencernaan atau penyerepan makanan, Pengetahuan yang
kurang tentang gizi, Konsep klasik diet cukup energy tetapi kurang protein
menyebab kwashiorkor, Diet kurang energy walaupun zat gizi esensial
seimbang menyebabkan marasmus

 Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) adalah usaha perbaikan gizi
masyarakat yang berintikan penyuluhan gizi, melalui peningkatan peran serta

28
masyarakat dan didukung kegiatan yang bersifat lintas sektoral, Dilaksanakan
oleh berbagai sektor terkait (kesehatan, BKKBN, Pertanian Dalam Negeri),
Dikbud, PKK, dan lain-lain.

 Tujuan UPGK:Mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung
perbaikan gizi anak balita dan keluarga melalui peningkatan pengertian,
partisipasi dan pemerataan hasil kegiatan untuk mencapai keluarga sadar gizi
menuju terjadinya manusia berkualitas.

3.2. Saran

Saran yang penulis sampaikan hendaklah makalah ini dapat bermanfaat
secara teoritis dan praktis sesuai dengan tujuan makalah ini terutama bagi pembaca.

Dalam makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi penyampaian isi,
maupun penyajian makalah oleh karna itu, diharapkan kepada Penulis lain yang ingin
membahas materi yang sama, agar lebih baik dan lebih detail lagi dalam membuat
makalah ini, karena masih ada bahkan masih banyak pembahasan tentang makalah
kami ini yang belum penulis sampaikan.

29
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Repubik Indonesia. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992
tentang Kesehatan.

Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang
Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air.

Notoatmodjo, Soekidjo.2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip Dasar.
Jakarta: Rineka Cipta.

30

Related Interests