BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kanker serviks adalah jenis kanker ganas kedua yang paling umum
diderita wanita di seluruh dunia. Human papillomavirus (HPV) merupakan
faktor risiko yang paling signifikan untuk kanker serviks(A- J cheng,
2010). Jumlah penderita kanker serviks di Indonesia sekitar 200 ribu setiap
tahunnya dan menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara.
Penyakit ini merupakan penyakit keganasan yang dapat menyebabkan
kematian, akan tetapi kesadaran untuk memeriksakan diri masih dirasakan
sangat rendah. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya pengetahuan
mengenai kanker ini. (PelsiSulani, 2005).
Annonaceous acetogenins (ACGs) yang hanya terdapat dalam daun
sirsak adalah family metabolit sekunder yang diisolasi dari tanaman famili
annonaceae yang ditandai dengan subunit γ-lactone terminal, dengan satu
sampai tiga cincin tetrahydrofuran (THF) dan regio aliphatik panjang
dengan fungsi yang lain. Senyawa tersebut merupakan sitotoksik yang
poten sebagai antitumor, antiparasit, antibakteri dan antifungi yang mana
fungsinya sebagai immunomodulator alami anti kanker. Senyawa
Annonaceous acetogenins menyebabkan ATP yang dibentuk mitokondria
akan berkurang, energi berkurang dan akhirnya kematian sel, proliferasi
sel terhambat dan terhenti( MS sitorus, 2013).
Alternatif lain untuk pengobatan kanker pun terus diteliti dan
dikembangkan, salah satunya dengan pengobatan terapi gen
(Roberts,2004). Terapi gen adalah teknik untuk mengoreksi gen-gen yang
cacat yang bertanggung jawab terhadap suatu penyakit(Holmes, 2003).
Perkembangan terapi gen yang terkini untuk penyakit-penyakit
adalah lebih ke arah gagasan mencegah diekspresikannya gen-gen yang
jelek atau abnormal, atau dikenal dengan gene silencing. Untuk tujuan
gene silencing atau membungkam ekspresi gen tersebut, maka penggunaan

1

et al. sehingga dikenal istilah RNA therapeutic (Adams. yang mengenali dan memotong mRNA yang membentuk dupleks untai ganda menjadi potongan kecil fragmen untai ganda mRNA. 2005). 2005). kedua ekspresi gen ini menjadi prasyarat bagi perkembangan kanker (Anonim. Tang. 2005). Molekul siRNA berukuran kecil yaitu hanya 21-25 nukleotida dengan dua nukleotida pada kedua ujung tidak berpasangan. Provost.Potensi dan spesifitas siRNA yang besar dalam membungkam ekspresi gen. Tipe HPV yang beresiko tinggi menyebabkan kanker serviks adalah HPV16 dan HPV18 yang memiliki onkogen E6 dan E7. yaitu untai dupleks RNA yang terbentuk dari suatu untai tunggal yang membentuk hairpin yang juga dipotong oleh Dicer. Oleh enzim helicase. Pray. Konsep RNA therapeutic yang bekerja membungkam ekspresi gen pada tahap pasca translasi (posttranscriptional gene-silencing) tampak sebagai suatu terapi yang sangat ideal untuk mengatasi berbagai penyakit. Lucentini. Salah satu terapi RNA itu adalah pemanfaatan siRNA (small interfering RNA). 2004. Molekul ini dihasilkan dari hasil kerja suatu enzim Dicer.. yaitu suatu ribonuclease dengan energi ATP.. 2014). 2004.Apabila siRNA ini dikombinasikan dengan Annonaceous acetogenins yang berfungsi sebagai immunomodulator alami anti kanker dan penurunan ATP sel kanker diharapkan bisa menjadi salah satu 2 .et al. Kompleks silencing berikatan ke kopi RNA yang membawa gen cacat dan menghancurkannya sehingga kopi RNA gen normal tetap utuh(Agrawal.RNA jika dibandingkan dengan DNA lebih dimungkinkan. membuat siRNA dapat menjadi salah satu terapi yang menjanjikan terhadap penghambatan onkogen E6 dan E7 kanker serviks(Malik. yaitu 1000 kali lebih besar dibandingkan oligonukleotida antisense. siRNA akan dibuka ikatan hidrogennya sehingga untai antisense dari siRNA yang terbebas dapat bergabung dengan suatu kompleks protein RNA-induced silencing complex (RISC). 2002. 2003. SiRNA juga dihasilkan dari suatu short hairpin RNA.

penginduksian TLR dan P53 terhadap ekpresi gen onkogen E6 dan E7 dalam penanganan kanker servix” 3 . maka penulis bermaksud untuk membahas “Efektifivitas kombinasi si RNA + Acetoginin dalam proses gen silencing. Berdasarkan latar belakang masalah penyakit kanker servix yang merupakan penyakit terganas kedua di Indonesia ditambah lagi dengan adanya pengobatan terapi gen dan pengobatan dari tanaman herbal untuk penyakit kanker serviks.modalitas terapi yang mutakhir dalam pengobatan kanker serviks.

1.penginduksian TLR dan P53 terhadap ekpresi gen onkogen E6 dan E7 dalam penanganan kanker servix.3 Manfaat Penulisan 1. dan penghambatan ATP terhadap ekspresi gen onkogen E6 dan E7 sebagai modalitas terapi mutakhir dalam penanganan kanker serviks? 1. 2.2 Tujuan Khusus 1. 4. 3. penginduksian TLRs dan p53.1 Tujuan Umum 1. Manfaat bagi institusi adalah menambah koleksi karya tulis ilmiah mengenai terapi terbarukan terhadap kanker serviks. Manfaat bagi masyarakat adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa pengobatan terapi gen dan pemanfaatan Annonaceous 4 . 2.Untuk mengetahui Efektifivitas kombinasi si RNA + Acetoginin dalam proses gen silencing. Manfaat bagi pemerintah adalah dapat membantu pemerintah dalam mengatasi kasus kanker serviks dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan. yang dapat digunakan mahasiswa lainnya sebagai sumber bacaan dan referensi. 1.3 Tujuan Penulisan 1.3.\ 1. Bagaimana mekanisme kerja siRNA sebagai gen silencing terhadap ekspresi gen onkogen E6 dan E7? 2.2 Rumusan Masalah 1.3.Untuk mengetahui mekanisme siRNA dalam menghambat ekspresi gen onkogen E6 dan E7.Untuk mengetahu mekanisme siRNA dalam menghambat ekspresi gen onkogen E6 dan E7. Manfaat bagi penulis adalah untuk mengembangkan kreativitas penulis dalam menulis karya tulis ilmiah dan menambah ilmu pengetahuan mengenai terapi terbarukan terhadap kanker serviks. Bagaimana potensi kombinasi siRNA dan acetogenins dalam proses gen silencing.

5 .acetogenins pada daun sirsak dapat menjadi pengobatan terbarukan terhadap kasus kanker serviks.