BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran untuk memperoleh
pengetahuan dan keterampilan atau bisa dikatakan kebiasaan sekelompok
orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui
pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah
bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Pendidikan
umumnya dibagi menjadi beberapa tahap seperti prasekolah, sekolah dasar,
sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Pada dasarnya pendidikan memiliki suatu ketentuan tertentu untuk
dilaksanakan secara bersama yang tujuannya untuk peningkatan kualitas
dari suatu lembaga atau institusi dalam pendidikan. Salah satunya
yaitu dengan diciptakan suatu kurikulum sebagai bentuk penyelarasan
sistem pendidikan secara nasional. Terkadang, masyarakat itu sendiri
kurang menegrti tentang pengertian pendidikan baik itu secara makro
maupun secara mikro. Sehingga, beberapa masalah seringkali muncul
akibat dari kurangnya pemahaman dari masyarakat itu sendiri. Untuk
itu, masyarakat perlu mengetahui secara jelas apa yang dimaksud dengan
pendidikan, baik itu secara makro maupun secara mikro. Hal ini perlu
dilakukan agar masyarakat lebih mengerti tentang pentingnya
pendidikan, juga tentang apa saja upaya-upaya yang dilakukan
pemerintah untuk membantu dalam proses pendidkan. Pemahaman yang baik
dari masyarakat tentunya kan memberikan respon yang positif pula
terhadap hasil dari upaya-upaya tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa masalah yang didapat
yaitu :
1.2.1. Apa yang dimaksud dengan Pendidikan sebagai Sistem ?

1

2 . Bagaimana Penerapan Sistem Pendidikan Secara Makro dan Mikro ? 1. Untuk dapat mengetahui Fungsi – fungsi dari pendidikan makro dan mikro. Untuk dapat mengetahui Pendidikan sebagai Sistem. 1.2.2. 1.3.3.3. 1.3 Tujuan Dari rumusan masalah diatas dapat dirumuskan tujuan sebagai berikut yaitu : 1.1.3.2. 1.2. Fungsi – fungsi dari pendidikan makro dan mikro dan Penerapan Sistem Pendidikan Secara Makro dan Mikro.4 Manfaat Dari tujuan diatas manfaat yang didapat dari penulisan makalah ini adalah kita dapat memahami apa yang dimaksud dengan Pendidikan sebagai Sistem. Apa saja Fungsi – fungsi dari Pendidikan Makro dan Mikro ? 1. Untuk dapat mengetahui Penerapan Sistem Pendidikan Secara Makro dan Mikro.3.

Polanya lebih merupakan sebagai upaya mencerdaskan peserta didik melalui proses interaksi dan komunikasi. Dalam kajian makro. Dalam komponen proses ini termasuk di dalamnya adalah kegiatan belajar dengan segala dinamika dan unsur yang mempengaruhinya. Pendidikan secara mikro lebih menekankan pada unsur pendidik dan peserta didik. Keluaran (output) yaitu hasil yang diperoleh pendidikan bukan hanya terbentuknya pribadi lulusan/peserta didik yang memiliki pengetahuan. masukan instrumental berupa kurikulum. sumber daya manusia. sistem pendidikan menyangkut berbagai hal atau komponen yang lebih luas lagi. input (masukan) berupa sistem nilai dan pengetahuan. sistem pendidikan secara mikro. sikap. masukan sarana termasuk di dalamnya fasilitas dan sarana pendidikan yang harus disiapkan. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM Pendidikan sebagai suatu sistem dapat ditinjau dari dua hal: 1. c. silabus dsb. yaitu terdiri dari : a. sistem pendidikan secara makro. serta kegiatan pembelajaran yang dilakukan pendidik dalam kerangka memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk terjadinya proses pembelajaran. BAB II PEMBAHASAN A. dan keterampilan sesuai dengan yang diharapkan dalam tujuan yang ingin dicapai. 2. Namun juga 3 . Proses yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar mengajar atau proses pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah. yaitu ada pesan (message) yang akan disampaikan dalam bentuk bahan belajar. b. Kemudian fungsi pendidik lebih merupakan sebagai pengirim pesan (senders) melalui kegiatan pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas.

pendidikan meliputi pandangan secara keseluruhannya. keluaran pendidikan mencakup segala hal yang dihasilkan oleh garapan pendidikan berupa : kemampuan peserta didik (human behavior).  Memberi persediaan kepada individu dari segi mental dan fizikal bagi mengisi kekosongan bidang – bidang tertentu. ekonomi maupun kehidupan biasa (harian) kerana bidang pengkhususan yang berbagai dan berbeda. produk jasa (services) dalam pendidikan seperti hasil penelitian.  Memperkembangkan nilai – nilai dan keupayaan intelektual untuk memainkan peranannya dalam masyarakat. Pendidikan digunakan sebagai alat untuk menyebarkan nilai – nilai masyarakat itu kepada generasi muda secara formal. produk barang berupa karya intelektual ataupun karya yang sifatnya fisik material. Jika nilai – nilai ini hanya diturunkan atau diajar oleh keluarga masing – masing secara informal. Kepentingan ini adalah bagi memenuhi keperluan industri. Maka pendidikan adalah salah satu cara untuk menyatu padukan dan mengekalkan sebuah masyarakat itu dari hilang atau pupus. Fungsionalisme  Mengekalkan masyarakat : Secara makronya.  Melahirkan pelajar yang sanggup berkongsi matlamat bagi memajukan masyarakat : Melalui pendidikan. FUNGSI-FUNGSI PENDIDIKAN MAKRO DAN MIKRO Fungsi – fungsi pendidikan secara makro terbagi menjadi 2 bagian yaitu fungsionalisme dan konflik. Apabila ianya diterapkan di sekolah melalui pendidikan formal. Ini adalah karena setiap anggota masyarakat itu mempunyai fungsi dan kebolehan masing – masing. 1. setiap anggota masyarakat itu mempunyai penilaian yang sama dan dapat mengurangkan konflik yang mungkin akan berlaku akibat dari perselisihan faham dan tahap penilaian yang berbeza. B. maklumat dan penilaian itu berbeda antara satu individu dengan yang lain. maklumat menjadi amat pantas dan 4 .

2. dan gender hanya akan menjadi penghalang kepada kejayaan.  Pendidikan sebagai alat mobilitas sosial : Faktor – faktor seperti kelas. Secara langsung adalah perkongsian maklumat melalui pengajaran dan pembelajaran di dalam bilik darjah. semakin tinggi taraf mereka dalam bidang 5 . Namun begitu mereka juga berpendapat pendidikan mengikat mereka kepada asas – asas sosial dan ekonomi masyarakat. Konflik  Untuk capai tujuan ekonomi masyarakat : Bagi teori konflik. Apabila seseorang itu cerdik atau pandai maka pekerjaan yang memerlukan penggunaan akal yang lebih sangat sesuai bagi individu ini manakala jika sebaliknya pekerjaan yang melibatkan fizikal sangat sesuai baginya.  Pendidikan digunakan sebagai alat untuk diabadikan atau dikembangkan dalam sistem kapitalis. kaum.  Penetapan pekerjaan yang sesuai bagi seseorang individu : Sistem gred dalam pendidikan telah menentukan pekerjaan apakah yang sesuai untuk seseorang individu itu. mudah diperoleh ada secara langsung atau tidak. pendidikan moden telah memporak perandakan masyarakat. Namun begitu mereka sangat setuju pendidikan dapat mencapai status ekonomi yang tinggi dalam masyarakatnya. Mereka bersetuju. Manakala bagi perkongsian secara tidak langsung adalah sewaktu palajar bergaul dan berbuat sesama mereka seterusnya maklumat tersebar dengan mudah dan pantas.  Konflik pendidikan telah mengekalkan dan melebarkan lagi ketidaksamaan sosial dalam kalangan ahli masyarakat. Seseorang individu itu mencapai tahap pencapaian berbeda hanyalah disebabkan oleh kecerdikan dan usaha yang tidak sama. Selain itu juga ia dapat membantu perkembangan pemikiran lebih matang dan tahap ilmu pengetahuan tinggi. Ketidaksamaan adalah sifat semula jadi masyarakat.  Dengan menyediakan rangka normatif dan kognitif dalam diri individu yaitu perancangan pendidikan yang melibatkan pembelajaran secara normal yang efektif dan berkesan tanpa membuang masa dan usaha.

kesamaan hak dalam mencungkil bakat dan potensi adalah ilusi dan bayangan semata. makin tinggi dominan kuasa mereka dalam sistem kapitalis yaitu sistem yang mengutamakan industri dan ekonomi. pendidikan. 2009). pengalaman dan kelayakan tidak boleh dijadikan alat untuk mendapat tempat dalam masyarakat. Bakat. Mereka menggalakkan pengajaran yang menjadikan murid lebih rendah dan subordinat. Jika ingin mendapat tempat dalam masyarakat.  Menyediakan anak muda untuk dapat tempat dalam masyarakat : Ideologi kapitalis adalah untuk mengekalkan kelas dan kuasa seseorang itu. Pengikut konflik berpendapat sistem pendidikan hanyalah akan melahirkan pemberontak yang akan menentang mereka. Itu akan menjelaskan kedudukan asal mereka.  Mengekalkan status quo : Mereka menggunakan pendidikan sebagai tempat asas membentuk sikap hormat kepada autoriti. umur. Kebijaksanaan bukanlah penentu kepada kejayaan kedudukan mereka di dalam masyarakat. Oleh sebab itulah pendidikan tidak boleh digunakan sebagai alat untuk mengubah masyarakat. Sosiolisasi melaksanakan sistem sosial moden yang perlu dikekalkan. Ianya adalah latihan sebagai seorang pekerja yang dikehendaki dalam sektor industri . Mereka tidak suka kepada kreativiti dan kespontanan.  Reproduksi sistem pendidikan telah menggunakan 2 cara untuk disesuaikan dalam sistem kapitalis : Legitimasi telah mengesahkan ideologi seksama dan ideologi meritokrasi.  Mengajar status budaya : Sistem pendidikan dikatakan sebagai penghalang utama dalam menentukan kelompok yang mempunyai status tinggi dan paling ketara adalah apabila wujudnya sistem pensijilan. mereka hendaklah mempunyai faktor kelas sosial. taat. disiplin dan menepati masa. kebolehan.  Melatih remaja menjadi orang patuh dan menurut perintah : Mana – mana individu yang gagal tidak boleh menyalahkan mana – mana pihak kecuali menyalahkan dirinya sendiri (Amir Hassn. Pensijilan menentukan dan mengukur latar belakang dan status sosial individu. 6 . jantina dan kaum.

Prinsip asas teori yang mentafsir interaksi simbolik ialah :  Manusia mempunyai keupayaan berfikir dan tidak sama dengan binatang. komunikasi dan interaksi sesama anggota masyarakat dengan lebih terperinci. Antaranya adalah:  Sistem pendidikan ini meneliti aktiviti harian yang dilalui kumpulan yang lebih kecil dan spesifik yaitu guru. Interaksi antara sekolah dan masyarakat dipenuhi oleh simbol atau simbolik yang mentafsir makna – makna dalam hubungan sosial manusia. Pendidikan secara mikro memberi tumpuan kepada interaksionisme yaitu aksi.  Fikiran manusia matang melalui pergaulan. Fungsi – fungsi pendidikan secara mikro. mempunyai cara mereka bagi mengekalkan kelompok mereka sebagai golongan professional yang dapat menghalang campur tangan pihak dalam urusan kerja mereka dengan kuasa dominasi dan kemahiran yang mereka ada. Pendidikan digunakan untuk memberi penjelasan mengenai sesuatu tingkah laku yang berlaku dalam situasi pergaulan antara masyarakat.  Pendidikan mikro merupakan sistem yang bukan dipaksa karena ia mempunyai kebebasan tersendiri terutamanya dalam menginterpretasikan pendapat sendiri dalam sesuatu situasi. pelajar. pergaulan.  Menggunakan pendekatan subjektif untuk mereka mendefinisi sesuatu keadaan. bersosialisasi dan interaksi sesama mereka. nazir dan pentadbir yang boleh menjurus ke arah penambahbaikan. Mana – mana kumpulan bebas menyuarakan pendapat masing – masing dalam isu pendidikan khasnya. Seperti contoh doktor. 7 .  Interaksi sebagai cara menginterpretasi tingkah laku orang lain dengan kita.

8 .  Dalam interaksi sosial.  Jalinan aksi dan interaksi yang telah membentuk sebuah kumpulan dan masyarakat itu. Dalam teori interaksi simbol. Namun begitu tidak semua pelajar akan beranggapan begitu. Interaksi yang dilalui hari – hari dapat menjadi pemahaman dan peranan individu itu kerana dalam interaksi mereka banyak menggunakan simbol – simbol. Melalui interaksi simbol ini. dalam ceritra dan hikayat Melayu klasik dan kitab – kitab lama. mimik muka dan kata – kata. Seperti contoh untuk menerangkan suatu kesalahan itu. guru berkias agar pelajar tidak berasa sakit hati dengan teguran guru. gelisah atau tenang (melalui perlakuan fizikal). isyarat dan kata – kata. individu akan memperlihatkan emosi sama ada suka atau duka. Dari aspek perkataan contohnya. tanda – tanda. bertindak dan mencipta serta mengubah sesuatu situasi itu kepada situasi yang mereka kehendaki. manusia berupaya mengubah sesuatu dan mentafsir makna – makna serta simbol – simbol dalam perkataan dan bahasa berdasarkan situasi yang mereka hadapi. Simbol – simbol dalam interaksi banyak digunakan dalam sekolah kerana ia digunakan untuk menganalisa secara terperinci mengenai individu pelajar dan emosi mereka agar perlakuan dan tindak balas pelajar mengenai sesuatu situasi itu boleh diramal. perlakuan dan tindak balas mereka dianalisa melalui interaksi sesama individu dalam proses sosial mereka. boleh dikatakan Bahasa Melayu menggunakan banyak simbol dan simbolik terutamanya dalam Bahasa Melayu klasik.  Keupayaan manusia secara automatiknya adalah membuat modifikasi dan alterasi semasa mereka berinteraksi dengan diri sendiri. Kadangkala terlalu banyak kiasan boleh menimbulkan kekeliruan dan konflik dalam masyarakat kerana tidak semua perkataan bentuk kiasan di fahami. emosi. Dari aspek bahasa pula. Kajian mendapati individu. dinilai dan diterima secara saksama antara individu dalam satu situasi itu. simbol atau simbolik itu dipenuhi dengan kiasan. di dalam puisi. pendekatan yang digunakan berkaitan dengan individu dan emosinya. Kemudian mereka mengintepretasi situasi.

PENERAPAN SISTEM PENDIDIKAN SECARA MAKRO DAN MIKRO Pada dasarnya. Sekolah juga perlu melakukan kaji ulang secara komprehensif terhadap pelaksanaan program prioritas sekolah dalam proses peningkatan kualitas. Untuk itu. sekolah harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan semua indera dan lapisan otak serta menciptakan tantangan agar siswa tumbuh dan berkembang baik secara intelektual dan emosional. 2. Dengan tujuan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Sumber Daya Dalam mengatur semua sumber daya. Selain pembiayaan administrasi. dan kebutuhan birokrasi pusat. Pertanggungjawaban Sekolah sebagai salah instansi pendidikan dituntut untuk memiliki pertanggungjawaban yang baik kepada masyarakat maupun pemerintah. pengelolaan keuangan harus ditujukan untuk memperkuat sekolah dalam menentukan dan mengalokasikan dana sesuai dengan skala prioritas. Dalam hal ini. hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meyakinkan bahwa dana masyarakat dipergunakan sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan. Yang mana pertanggungjawaban ini merupakan suatu perpaduan antara komitmen terhadap standar keberhasilan dan harapan dari masyarakat. Kurikulum Berdasarkan standar yang telah ditetapkan secara nasional. Di antaranya: 1. sekolah bertanggungj jawab dalam pengembangan kurikulum baik dari standar materi maupun cara penyampainnya. pemisahan antara biaya yang bersifat akademis dari proses pengadaannya. sistem pendidikan baik secara mikro maupun makro bertujuan untuk meningkatkan mutu berbasis sekolah yang nantinya diharapkan sekolah dapat bekerja sama dalam koridor-koridor tertentu. sekolah harus bersifat fleksibel agar sesuai dengan kebutuhan yang ada. pertanggungjawaban dari sekolah kepada masyarakat (orang tua) dan pemerintah harus dilakukan dalam bentuk laporan.C. 9 . 3.

Proses pencapaian kurikulum. Personil Sekolah Sekolah bertanggung jawab dan terlibat dalam proses rekrutmen (dalam arti penentuan jenis guru yang diperlukan) dan pembinaan struktural staf sekolah (kepala sekolah. b) Bagaimana mengembangkan keterampilan tersebut kepada siswa sedapat mungkin secara efektif dan efisien de-ngan memperhatikan sumber daya yang ada. 4. wakil kepala sekolah. dapat dilihat dengan dengan pemberian tes yang dibuat sesuai dengan standar nasional yang mencakup berbagai aspek kognitif. afektif. Konsekwensi logis dari itu. Sementara itu pembinaan profesional dalam rangka pembangunan kapa- sitas/kemampuan kepala sekolah dan pembinaan keterampilan guru dalam pengim. psikomotor. 10 .plementasian kurikulum termasuk staf kependidikan lainnya dilakukan secara terus menerus atas inisiatif sekolah. Dalam konteks ini pengembangan profesional harus menunjang peningkatan mutu dan penghargaan terhadap prestasi perlu dikembangkan. fleksibilitas dalam merespon kebutuhan masyarakat. Untuk itu birokrasi di luar sekolah berperan untuk menyediakan wadah dan instrumen pendukung. dan aspek lainnya. atau muatan lokal. Manajemen peningkatan mutu berbasis se-kolah memberikan kewenangan kepada se-kolah untuk mengontrol sumber daya manusia. Demikian pula mengirim guru untuk berlatih di institusi yang dianggap tepat. guru dan staf lainnya). sekolah harus diperkenankan untuk: a) Mengembangkan perencanaan pendidikan dan prioritasnya di dalam kerangka acuan yang dibuat oleh pemerintah. c) Pengembangan berbagai pendekatan yang mampu mengatur perubahan sebagai fenomena alamiah di sekolah. misalnya pengangkatan tenaga honorer untuk keterampilan yang khas. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan ini yaitu: a) Pengembangan kurikulum tersebut harus memenuhi kebutuhan siswa.

Institusi pusat memiliki peran yang penting. Dari penguraian di atas dapat memberikan pemahaman bahwa tanggung jawab peningkatan kualitas pendidikan secara mikro telah bergeser dari birokrasi ke pusat unit pengelola yang lebih dasar yaitu sekolah. dan standar bagi siswa untuk belajar dan menyediakan dukungan komponen pendidikan yang relatif baku atau standar minimal.b) Memonitor dan mengevaluasi setiap kemajuan yang telah dicapai dan menentukan apakah tujuannya telah sesuai dengan kebutuhan untuk peningkatan mutu. Oleh karena itu sekolah-sekolah harus berjuang untuk menjadi pusat mutu (center for excellence) dan ini mendorong masing-masing sekolah agar dapat menentukan visi dan misinya untuk mempersiapkan dan memenuhi kebutuhan masa depan siswanya. Secara singkat dapat ditegaskan bahwa akhir semua itu bermuara kepada mutu pendidikan. 11 . tetapi harus mulai dibatasi dalam hal yang berhubungan dengan membangun suatu visi dari sistem pendidikan secara keseluruhan. c) Menyajikan laporan terhadap hasil dan performanya kepada masyarakat dan pemerintah sebagai konsumen dari layanan pendidikan (pertanggung jawaban kepada stake-holders). Konsep ini menempatkan pemerintah dan otoritas pendidikan lainnya memiliki tanggung jawab untuk menentukan kunci dasar tujuan dan kebijakan pendidikan dan memberdayakan secara bersama-sama sekolah dan masyarakat. harapan.

penulis dapat menyarankan kepada pembaca bahwa pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Fungsi – fungsi pendidikan secara makro terbagi menjadi 2 bagian yaitu fungsionalisme dan konflik. pertanggungjawaban. Sedangkan Fungsi pendidikan secara mikro memberi tumpuan kepada interaksionisme yaitu aksi. Proses ( berkaitan dengan proses belajar mengajar atau proses pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah ) dan Keluaran (output) yaitu keluaran pendidikan mencakup segala hal yang dihasilkan oleh garapan pendidikan berupa : kemampuan peserta didik (human behavior).1 Simpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan menurut sistem dibedakan menjadi 2 yaitu sistem pedidikan secara makro dan sistem pendidikan secara mikro dimana sistem pendidikan mikro lebih menekankan pada unsur pendidik dan peserta didik. produk jasa (services) dalam pendidikan seperti hasil penelitian.2 Saran Dari penulisan makalah diatas. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan pendidikan makro dan mikro terdiri dari sumberdaya. Sedangkan pendidikan makro terdapat komponen – komponen berupa input (masukan). kurikulum dan personil sekolah untuk mencapai target mutu dalam pendidikan. komunikasi dan interaksi sesama anggota masyarakat dengan lebih terperinci. Sistem pendidikan mikro merupakan sebagai upaya mencerdaskan peserta didik melalui proses interaksi dan komunikasi. 3. Penerapan pendidikan secara makro dan mikro bertujuan untuk peningkatan mutu berbasis sekolah. pergaulan. produk barang berupa karya intelektual ataupun karya yang sifatnya fisik material. BAB III PENUTUP 3. 12 .

Akan tetapi tetap bergantung pada keadaan ekonomi masing – masing.lintasgayo. Maka dari itu setiap orang wajib menempuh pendidikan selama 12 tahun.html. 13 . Darul. Dalam http://www. Chiek. Diunduh pada 4 Maret 2017. 2015.com/10579/penerapan-sistem-pendidikan- secara-makro-dan-mikro.tips/documents/pendidikan-makro-dan-mikro. Pendidikan Makro dan Mikro. Dalam http://documents.html. Penerapan Sistem Pendidikan Secara Makro dan Mikro. 2011. Sing. DAFTAR PUSTAKA Aman. Diunduh pada 4 Maret 2017.