Salah satu metode klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi, membagi seluruh

jaringan tumbuhan menjadi jaringan meristematik dan jaringan
permanen(terdiferensiasi). Jaringan meeristematik yang ditemukan pada
ujung-ujung akar dan batang yang sedang tumbuh serta daerah-daerah
tepi batang, cenderung memiliki sel-sel yang tidak terdiferensiasi, kecil,
mampat, dan memiliki sitoplasma yang aktif secara metabolisme. Floem
berfungsi dalam transportasi karbohidrat, asam amino, oligopeptida(yaitu
peptida yang memilki kurang dari 10 asam amino; oligo berarti sedikit),
dan beberapa jenis lipid. Tidak seperti xilem, floem tetap berada dalam
keadaan hidup saat menjalankan fungsi transportasinya, walaupun
sebagian jenis selnya kehilangan nukleusnya.(Fried dan
Hademenos,2006:41)
Adapun jaringan penyusun tubuh tumbuhan dapat digolong-golongkan
berdasarkan umur, komposisi, dan fungsi dari jaringan tersebut.
Berdasarkan umurnya, jaringan digolongkan menjadi jaringan muda yang
masih bersifat bisa membelah diri dan bisa berkembang menjadi
bermacam-macam jaringan. Karena sifatnya ini jaringan muda disebut
jaringan meristem. Selain itu jaringan meristem, pada tumbumbuhan
terdapat jaringan dewasa. Jaringan ini mempunyai bentuk yang
bermacam-macam sesuai letak dan fungsinya.(Waluyo et al,2013:7)
“jaringan meristem terdapat pada ujung akar, ujung batang, dan
kambium... Membran selnya tipis, bentuknya menunjukkan bentuk yang
teratur antara segiempat dan kubus. Sedangkan ruaang antar sel masih
penuh dengan protoplas serta vakuola yang kecil-kecil.”(Waluyo,2006:71)
Jaringan kambium yang terletak diantara berkas pengankut (xilem dan
floem) pada batang dikotil merupakan meristem sekunder.sel kambium
membelah ke arah dalam membentuk xilem sekunder sedangkan ke arah
luar membentuk floem sekunder. Akibatnya, batang tumbuhan dikotil
bertambah besar. Sebaliknya, batang tumbuhan monokotil tidak
mempunyai meristem sekunder hingga tidak mengalami pertumbuhan
skunder. Akibatnya, batang tumbuhan monokotil tidak dapat bertambah
besar. (Waluyo,2006:74)
Berdasrkan komposisinya, jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi
jaringan sederhana yang terdiri atas satu macam sel (misalnya jaringan

. hingga daun. tegak dan mengandung banyak kloroplas. Jaringan parenkim terdapat pada akar.. dan parenkim lipatan.2006:79) “jaringan pengangkut terdiri dari xilem yang merupakan jaringan pengangkut air dan floem sebagai jaringan pengangkut bahan organik. Menurut bentuknya jaringan parenkim dibagi menjadi parenkim palisade.2013:7) Jaringan parenkim disebut pula jaringan dasar.parenkim dan jaringan kolenkim) dan jaringan majemuk yang terdiri atas lebih dari satu macam sel(misalnya jaringan pelindung dan jaringan pengangkut). Pada tumbuhan berkayu yang telah tua sel epidermis batang berganti membentuk jaringan gabus. Jaringan gabus merupakan jaringan yang mati dan berfungsi sebagai pelindung untuk keluar masuknya air. mengitari jaringan lainnya. Bentuk sel jaringan bunga karang tidak teratur dan ruang antar selnya relatif besar. sel penutup pada stomata dan spina. batang. dan daun..(waluyo. parenkim bintang. Diding sel parenkim lipatan mengadakan lipatan kearah dalam serta banyak mengandung kloroplas. batang.parenkim bintang bentuk sel penyusunnya seperti bintang. jaringan tumbuhan dapat digolongkan menjadi jaringan dasar. (waluyo...2006:77) Ada dua macam jaringan penguat yang menyusun tubuh tumbuhan yaitu kolenkim dan sklerenkim. daun lazimnya terdiri atas jaringan epidermis atas maupun bawah permukaan daun. karena sklerenkim tidak mengandung protoplasma dan dindingnya mengalami pengerasan. dan jaringan sekretori.” (waluyo. Jaringan epidermis dapat juga berkembang dan mengalami modifikasi menjadi sel rambut akar. (Waluyo. (Waluyo et al. Jaringan gabus terdapat pada bagian yang luka. Sklerenkim berbeda dari kolenkim. sedangkan kolenkim mengandung protoplasma dan dindingnya mengeras. parenkim bunga karang.2006: ) Secara anatomi. Jaringan epidermis merupakan jaringan terluar tumbuhan yang meliputi seluruh tubuh tumbuhan mulai dari akar..epidermis biasanya hanya terdiri atas selaput sel yang pipih dan rapat. jaringan pelindung.2006:76) Jaringan pelindung terdiri atas jaringan epidermis dan jaringan gabus. jaringan pengangkut. jaringan ini berfungsi sebagai . Berdasarkan fungsinya. Sel parenkim palisade berbentuk panjang. jaringan penguat.

(waluyo et al.2006:7) . endodermis. Jaringan kolenkim mempunyai dua bentuk yaitu jaringan palisade dan jaringan spons.2013:7) Secara anatomi. batang tumbuhan terdiri atas jaringan epidermis atau jaringan gabus di bagian terluar. Pada jaringan epidermis umumnya terdapat stomata atau sel- sel lain yang merupakan devirat dari jaringan epidermis. korteks. Secara anatomi.pelindung. Selain itu terdapat jaringan penguat yang letaknya bervariasi menurut jenis tumbuhannya. Daging daun terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringan berkas pengangkut. dan jaringan pengangkut. disusul oleh jaringan korteks pada bagian dalam dan jaringan berkas pengangkut. penampang melintang akar pada dikotil terdiri dari epidermis. yang pada saat muda tersusun secara radial. (waluyo.