1.

Klasifikasi
 Trauma Tembus
1. Pneumothoraks terbuka
2. Hemothoraks
3. Trauma tracheobronkial
4. Contusio Paru
5. Ruptur diafragma
6. Trauma Mediastinal
 Trauma Tumpul
1. Tension pneumothoraks
2. Trauma tracheobronkhial
3. Flail Chest
4. Ruptur diafragma
5. Trauma mediastinal
6. Fraktur kosta

KLASIFIKASI
Trauma toraks dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu trauma tembus atau tumpul.
1. Trauma tembus (tajam)
 Terjadi diskontinuitas dinding toraks (laserasi) langsung akibat penyebab trauma
 Terutama akibat tusukan benda tajam (pisau, kaca, dsb) atau peluru
 Sekitar 10-30% memerlukan operasi torakotomi
2. Trauma tumpul
 Tidak terjadi diskontinuitas dinding toraks.
 Terutama akibat kecelakaan lalu-lintas, terjatuh, olahraga, crush atau blast injuries.
 Kelainan tersering akibat trauma tumpul toraks adalah kontusio paru
 Sekitar <10% yang memerlukan operasi torakotomi

TRAUMA TUMPUL
Trauma tumpul lebih sering didapatkan berbanding trauma tembus,kira-kira lebih dari
90% trauma thoraks. Dua mekanisme yang terjadi pada trauma tumpul: (1) transfer energi
secara direk pada dinding dada dan organ thoraks dan (2) deselerasi deferensial, yang dialami
oleh organ thoraks ketika terjadinya impak. Benturan yang secara direk yang mengenai dinding
torak dapat menyebabkan luka robek dan kerusakan dari jaringan lunak dan tulang seperti

Derajat cidera tergantung pada mekanisme dari penetrasi dan temasuk. namun tidak seperti pisau. diantara faktor lain. Ini karena disebabkan oleh terbentuknya kavitas jaringan dan dengan menghasilkan gelombang syok jaringan yang bisa bertambah luas. Faktor –faktor lain yang berpengaruh adalah karakteristik dari senjata. Cedera thoraks dengan tekanan yang kuat dapat menyebabkan peningkatan tekanan intratorakal sehingga menyebabkan ruptur dari organ –organ yang berisi cairan atau gas. Berat ringannya cidera internal yang berlaku tergantung pada organ yang telah terkena dan seberapa vital organ tersebut. akan menyebabkan kerusakan jaringan dengan “stretching dan crushing” dan cedera biasanya menyebabkan batas luka yang sama dengan bahan yang tembus pada jaringan. cidera yang disebabkan oleh penetrasi peluru dapat merusakkan struktur yang berdekatan dengan laluan peluru. Peluru termasuk proyektil dengan kecepatan tinggi. seperti kecepatan. Luka tusuk yang disebabkan oleh pisau sebatas dengan daerah yang terjadi penetrasi. dengan biasanya bisa mencapai kecepatan lebih dari 1800-2000 kali per detik. Luka disebabkan tusukan pisau biasanya dapat ditoleransi. adalah efisiensi dari energy yang dipindahkan dari obyek ke jaringan tubuh yang terpenetrasi. walaupun tusukan tersebut pada daerah jantung. TRAUMA TEMBUS Trauma tembus. biasanya dapat diselamatkan dengan penanganan medis yang maksimal. Tempat keluar peluru mempunya diameter 20-30 kali dari diameter peluru. serta densitas dari jaringan tubuh yang terpenetrasi.tulang iga. Pisau biasanya menyebabkan cidera yang lebih kecil karena ia termasuk proyektil dengan kecepatan rendah. . biasanya disebabkan tekanan mekanikal yang dikenakan secara direk yang berlaku tiba-tiba pada suatu area fokal. Proyektil dengan kecepatan yang tinggi dapat menyebabkan dapat menyebabkan berat cidera yang sama denganseperti penetrasi pisau. Pisau atau projectile. size dari permukaan impak. misalnya.