NAMA : RIZAL ERMIAZIS KESUMA

NIM : F1B014085
HALAMAN : 174-176

Rangkuman pengukuran jembatan pembanding standar pada Gambar 8-3 dapat diperbesar
dengan sedikit mengubah rangkaian. Ini ditunjukkan pada Gambar 8-4, di mana tahanan variabel r
dapat dihubungkan melalui sakelar S ke salah satu lengan standar (posisi 1) atau ke lengan yang tidak
diketahui (posisi 2). Dengan sakelar pada posisi 1, pemecahan untuk R x adalah

R2
R x =(R s+ r) (8-15)
R1

Dengan Sakelar pada posisi 2, pemecahan untuk Rx adalah

R2
R x =R s −r (8-16)
R1

Karena komponen resistif dari sebuah induktor biasanya jauh lebih besar dari komponen
resistif sebuah kapasitor, pengaturan resistif menjadi cukup penting dan harus dilakukan pada
permulaan sekali. Penambahan tahanan r memberikan kebebasan memperbesar rangkuman
pengukuran bagi persamaan kesetimbangan resistif.

8.3 JEMBATAN MAXWELL

Jembatan Maxwell, yang diagram skemanya ditunjukkan pada Gambar 8-5, mengukur sebuah
induktansi yang tidak diketahui dinyatakan dalam kapasitansi yang diketahui. Salah satu lengan
perbandingan mempunyai sebuah tahanan dan sebuah kapasitansi dalam hubungan paralel, dan untuk
hal ini adalah lebih mudah untuk menuliskan persamaan kesetimbangan dengan menggunakan
admitansi lengan 1 sebagai pengganti impedansi.

diperoleh Z x =Z 2 Z 3 Y 1 (8- 17) Di mana Y1 adalah admitansi lengan 1.4 ditunjukkan bahwa 1 Z 2=R 2 Z 3=R 3 dan Y 1= + jωC 1 R1 Substitusi harga-harga ini ke dalam persamaan (8-17) memberikan 1 Z x =R x + jω L x =R2 R 3 ( + jω C1 ) (8- R1 18) Pemisahan bagian nyata dan bagian khayal memberikan R2 R3 R x= (8- R1 19) dan Lx =R 2 R3 C1 (8-20) di mana tahanan dinyatakan dalam ohm..NAMA : RIZAL ERMIAZIS KESUMA NIM : F1B014085 HALAMAN : 174-176 Dengan menyusun kembali persamaan umum kesetimbangan jembatan seperti dinyatakan dalam persamaan (8-4 a). dan kapasitansi dalam farad. Dengan melihat kembali Gambar 8. . induktansi dalam henry.

Ini dapat ditunjukkan dengan memperhatikan syarat setimbang kedua yang menyatakan bahwa jumlah sudut fasa satu pasang lengan yang berhadapan harus sama dengan jumlah sudut-sudut fasa pasangan lainnya. Sudut fasa sebuah komponen dengan Q tinggi akan sangat mendekati 90º (positif).4 JEMBATAN HAY Jembatan Hay pada gambar 8-6 berbeda dari jembatan Maxwell yaitu mempunyai. Proses ini diulangi dan memberikan pemusatan yang lambat ke setimbangan akhir. Pada rangkaian gambar 8-6 kita peroleh bahwa . jumlah sudut-sudut lengan 1 dan lengan 4 juga harus berjumlah 0º. Jembatan Maxwell juga tidak sesuai untuk pengukuran kumparan dengan nilai Q yang sangat rendah (Q<1) karena masalah pemusatan kesetimbangan. Interaksi tidak terjadi dengan menggunakan R1 dan C1 sebagai pengatur kesetimbangan tetapi sebuah kapasitor variabel tidak selalu memenuhi. yang menghendaki bahwa sudut fasa lengan kapasitif juga harus sangat mendekati 90º (negatif). yang disajikan pada Bab 8-4. tahanan R 1 yang seri dengan kapasitor standar C 1 sebagai pengganti tahanan paralel. Karena sudut fasa dari elemen-elemen resistif dalam lengan 2 dan lengan 3 berjumlah 0º. 8. Dengan demikian rangkaian Hay lebih menyenyangkan untuk pengukuran Q tinggi. Titik setimbang nampaknya bergerak atau bergeser menuju titik akhirnya melalui banyak pengaturan. Dengan demikian kumparan-kumparan Q tinggi umumnya diukur dalam jembatan Hay. Sebagaimana dapat dilihat dari persamaan R x dan Lx . yang bisa sangat tidak praktis. kita mendapatkan titik setimbang yang baru. Sebagai contoh nilai Q yang sangat rendah terdapat dalam tahanan induktif atau dalam kumparan frekuensi radio (RF) jika diukur pada frekuensi rendah. Dengan segera kelihatan bahwa pada sudut-sudut fasa yang besar. Prosedur yang biasa untuk menyetimbangkan jembatan Maxwell adalah dengan pertama-tama mengatur R3 untuk kesetimbangan induktif dan kemudian mengatur R 3 untuk kesetimbangan resistif. pengaturan kesetimbangan induktif oleh R3 dan kembali lagi ke R 1. Untuk kumparan-kumparan Q menengah. dan kesetimbagan tercapai melalui beberapa pengaturan. Kembali kepengaturan R3 ternyata bahwa kesetimbangan resistif telah terganggu dan berpindah ke suatu nilai baru. Ini selanjutnya berarti bahwa tahanan R 1 harus sungguh-sungguh sangat tinggi. efek tahanan tidak dinyatakan.NAMA : RIZAL ERMIAZIS KESUMA NIM : F1B014085 HALAMAN : 174-176 Jembatan Maxwell terbatas pada pengukuran kumparan dengan Q menengah (1<Q<10). Persamaan-persamaan setimbang juga diturunkan dengan memasukkan nilai impedansi lengan-lengan jembatan ke dalam persamaan umum kesetimbangan jembatan. R1 akan mempunyai nilai yang sangat rendah.

dan kita harus menyelesaikan persamaan- persamaan ini secara simultan. Z 2=R 2 . Ini memberikan 2 2 ω C 1 R1 R2 R 3 RX= 2 2 2 (8-24) 1+ω C 1 R1 .NAMA : RIZAL ERMIAZIS KESUMA NIM : F1B014085 HALAMAN : 174-176 j Z 1=R 1− . Z 3=R 3 . diperoleh R j (¿ ¿ 1− )(R X + jω L x )=R 2 R3 (8-21) ωC1 ¿ Yang akan berubah menjadi Lx j RX R1 R X + − + jω Lx R 1=R2 R 3 C1 ω C1 Pemisah bagian nyata dan bagian khayal menghasilkan Lx R1 R X + =R2 R 3 (8-22) C1 dan RX =ω L x R1 (8- ω C1 23) Kedua persamaan (8-22) dan (8-23) mengandung L x dan Rx . Z X =R X + jω Lx ω C1 Dengan memasukkan nilai-nilai ini ke dalam persamaan (8-4 a).